24
47 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Riwayat Radio Republik Indonesia Radio Republik Indonesia, secara resmi didirikan pada tanggal 11 September 1945, oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota. Rapat utusan 6 radio di rumah Adang Kadarusman Jalan Menteng Dalam, Jakarta menghasilkan keputusan mendirikan Radio Republik Indonesia dengan memilih Dr. Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama. Rapat tersebut juga menghasilkan suatu deklarasi yang terkenal dengan sebutan Piagam 11 September 1945, yang berisi 3 butir komitmen tugas dan fungsi RRI yang kemudian dikenal dengan Tri Prasetya RRI. Butir Tri Prasetya yang ketiga merefleksikan komitmen RRI untuk bersikap netral tidak memihak kepada salah satu aliran kepercayaan, partai atau golongan. Hal ini memberikan dorongan serta semangat kepada broadcaster RRI pada era reformasi untuk menjadikan RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang independen, netral dan mandiri serta senantiasa berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Likuidasi Departemen Penerangan oleh pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid dijadikan momentum dari sebuah proses perubahan Government Owned Radio ke arah Public Service Broadcasting dengan didasari Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2000 yang ditandatangani Presiden RI tanggal 7 Juni 2000. Pembenahan organisasi dan manajemen dilakukan seiring dengan upaya penyamaan visi (shared vision) dikalangan pegawai RRI yang berjumlah sekitar 8.500 orang yang semula berorientasi sebagai pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas dan

BAB 3 a - thesis.binus.ac.idthesis.binus.ac.id/Asli/Bab3/2010-1-00246-IF-Bab 3.pdf · ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN ... Jepang di 6 kota. ... Likuidasi Departemen Penerangan

  • Upload
    ngocong

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

47

BAB 3

ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

3.1 Riwayat Radio Republik Indonesia

Radio Republik Indonesia, secara resmi didirikan pada tanggal 11 September

1945, oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio

Jepang di 6 kota. Rapat utusan 6 radio di rumah Adang Kadarusman Jalan Menteng

Dalam, Jakarta menghasilkan keputusan mendirikan Radio Republik Indonesia dengan

memilih Dr. Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama. Rapat

tersebut juga menghasilkan suatu deklarasi yang terkenal dengan sebutan Piagam 11

September 1945, yang berisi 3 butir komitmen tugas dan fungsi RRI yang kemudian

dikenal dengan Tri Prasetya RRI. Butir Tri Prasetya yang ketiga merefleksikan

komitmen RRI untuk bersikap netral tidak memihak kepada salah satu aliran

kepercayaan, partai atau golongan.

Hal ini memberikan dorongan serta semangat kepada broadcaster RRI pada era

reformasi untuk menjadikan RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang independen,

netral dan mandiri serta senantiasa berorientasi kepada kepentingan masyarakat.

Likuidasi Departemen Penerangan oleh pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid

dijadikan momentum dari sebuah proses perubahan Government Owned Radio ke arah

Public Service Broadcasting dengan didasari Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun

2000 yang ditandatangani Presiden RI tanggal 7 Juni 2000.

Pembenahan organisasi dan manajemen dilakukan seiring dengan upaya

penyamaan visi (shared vision) dikalangan pegawai RRI yang berjumlah sekitar 8.500

orang yang semula berorientasi sebagai pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas dan

48

cenderung birokratis. Dewasa ini RRI mempunyai 60 stasiun penyiaran dan stasiun

penyiaran khusus yang ditujukan ke luar negeri.

3.2 Logo Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia

Gambar 3.1 Logo LPP RRI

3.3 Visi dan Misi RRI

Visi

Visi RRI adalah “Menjadi Radio Publik Milik Bangsa, Acuan Informasi

Terpercaya dan Hiburan Yang Sehat, Pemberdayaan Masyarakat, Perekat

Budaya Bangsa, Sejahtera dan Unggul Secara Nasional Bertaraf Internasional.”

Dari visi tersebut, dikembangkan budaya organisasi yang dilandasi moto :

”Sekali Di Udara Tetap Di Udara, Unggul dan Sejahtera”

Misi

Adapun rumusan Misi RRI adalah sebagai berikut :

1. Memberikan layanan informasi, pendidikan dan hiburan kepada semua

lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

2. Mendukung terwujudnya kerjasama dan saling pengertian dengan negara-

negara sahabat khususnya dan dunia internasional pada umumnya.

49

3. Ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendorong terwujudnya

masyarakat yang informatif.

4. Meningkatkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang

demokratis dan berkeadilan, serta menjunjung tinggi supremasi hukum

dan hak asasi manusia.

5. Merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

6. Melaksanakan kontrol sosial

7. Mengembangkan jati diri dan budaya bangsa.

3.4 Tugas dan Fungsi LPP RRI

3.4.1 Tugas

RRI mempunyai tugas memberikan pelayanan informasi, pendidikan, hiburan

yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk

kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran radio yang

menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3.4.2 Fungsi

RRI dalam perkembangannya memiliki beberapa fungsi, antara lain :

a. Perumusan kebijakan umum dan pengawasan di bidang penyelenggaraan

penyiaran radio milik bangsa

b. Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan penyelenggaraan penyiaran radio

milik bangsa.

c. Pembinaan dan pelaksanaan administrasi serta sumber daya RRI.

50

3.5 Jasa dan Kegiatan

Di Stasiun Cabang Utama Jakarta terdapat 6 programa yaitu Programa I untuk

pendengar di Propinsi DKI Jakarta Usia Dewasa, Programa II untuk segmen pendengar

remaja dan pemuda di Jakarta, Programa III khusus berita dan Informasi, Programa IV

Kebudayaan, Programa V untuk saluran Pendidikan dan Programa VI Musik Klasik dan

Bahasa Asing. Sedangkan "Suara Indonesia" (Voice of Indonesia) menyelenggarakan

siaran dalam 10 bahasa.

Guna merealisir perubahan status RRI menjadi lembaga penyiaran publik yang

"Khas Indonesia", RRI telah menjalin kerjasama pelatihan dan seminar mengenai prinsip

dan aplikasi radio publik dengan Radio Swedia, IFES dan Internews. RRI juga sudah

merintis pemanfaatan multimedia dengan situs www.rri.co.id.

Sebagai industri penyiaran , RRI memiliki kesempatan yang sama dengan media

penyiaran lainnya mengapreasikan semua kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi

publik.

Berikut adalah klasifikasi Stasiun Penyiaran LPP RRI:

a. Stasiun Penyiaran Tipe A

1) RRI Jakarta

b. Stasiun Penyiaran Tipe B

1) RRI Medan

2) RRI Palembang

3) RRI Bandung

4) RRI Semarang

5) RRI Yogyakarta

6) RRI Surabaya

7) RRI Banjarmasin

8) RRI Makasar

9) RRI Denpasar

10) RRI Jayapura

51

c. Stasiun Penyiaran Tipe C

1) RRI Banda Aceh

2) RRI Lhoukseumawe

3) RRI Sibolga

4) RRI Gunung Sitoli

5) RRI Pekanbaru

6) RRI Tanjung Pinang

7) RRI Ranai

8) RRI Padang

9) RRI Bukittinggi

10) RRI Jambi

11) RRI Bengkulu

12) RRI Sungailiat

13) RRI Bandar Lampung

14) RRI Bogor

15) RRI Cirebon

16) RRI Surakarta

17) RRI Purwakarta

18) RRI Madiun

19) RRI Malang

20) RRI Jember

21) RRI Sumenep

22) RRI Singaraja

23) RRI Mataram

24) RRI Pontianak

25) RRI Sintang

26) RRI Palangkaraya

27) RRI Samarinda

28) RRI Tarakan

29) RRI Palu

30) RRI Kendari

31) RRI Manado

32) RRI Gorontalo

33) RRI Tahuna

34) RRI Toli – Toli

35) RRI Kupang

36) RRI Ende

37) RRI Ambon

38) RRI Ternate

39) RRI Tual

40) RRI Sorong

41) RRI Biak

42) RRI Merauke

43) RRI Wamena

44) RRI Serui

45) RRI Manokwari

46) RRI Fak – Fak

47) RRI Nabire

52

3.6 Struktur Organisasi

Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintahan Nomor 12 Tahun

2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia, maka telah

ditetapkan Peraturan Direksi Nomor 001/PER/DIREKSI/2006 tanggal 10

November 2006.

• Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia adalah lembaga yang

menyelenggarakan kegiatan penyiaran radio, bersifat independent, netral,

tidak komersial dan berfungsi memberikan layanan untuk kepentingan

masyarakat.

• Dewan Pengawas adalah organ lembaga penyiaran publik yang berfungsi

mewakili masyarakat, pemerintah, dan unsur lembaga penyiaran publik yang

menjalankan tugas pengawasan untuk mencapai tujuan lembaga penyiaran

publik.

• Dewan Direksi adalah unsur pemimpin lembaga penyiaran publik yang

berwenang dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan lembaga penyiaran

publik.

• Penyelenggara Siaran adalah stasiun penyiaran yang menyelenggarakan

siaran lokal, regional, nasional, dan internasional.

53

Berikut adalah struktur organisasi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik

Indonesia :

Gambar 3.2 Struktur Organisasi LPP Radio Republik Indonesia

Gambar 3.3 Struktur Organisasi Direktorat Sumber Daya Teknologi

54

1. Dewan Pengawas LPP RRI :

Menetapkan kebijakan umum, rencana induk, kebijakan penyiaran,

rencana kerja dan anggaran tahunan, kebijakan pengembangan

kelembagaan dan sumber daya, serta mengawasi pelaksanaan kebijakan

tersebut sesuai dengan arah dan tujuan penyiaran.

2. Satuan Pengawas Intern LPP RRI :

Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan

LPP RRI.

3. Pusat Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan LPP RRI

Melaksanakan penelitian, pengembangan, serta pendidikan dan pelatihan

di Lingkungan LPP RRI.

4. Dewan Direksi LPP RRI :

Melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh Dewan Pengawas yang

meliputi kebijakan umum, rencana induk, kebijakan penyiaran, rencana

kerja dan anggaran tahunan, serta kebijakan pengembangan kelembagaan

dan sumber daya.

Pembagian tugas dalam Dewan Direksi meliputi :

• Direktur Utama :

Mengkoordinasi, mengawasi, dan menetapkan tindakan atas nama

persetujuan anggota direksi terhadap tugas-tugas para direktur

dalam memimpin dan mengelola LPP RRI.

• Direktorat Administrasi dan Keuangan :

55

Mengkoordinasi perencanaan, pembinaan dan pengendalian

terhadap program, administrasi dan keuangan di lingkungan RRI.

• Direktorat Sumber Daya dan Teknologi :

Merencanakan, merumuskan, dan melaksanakan kebijakan dan

standarisasi teknis di bidang sumberdaya teknologi.

• Direktorat Program dan Produksi :

Merencanakan, merumuskan serta melaksanakan kebijakan

standarisasi di bidang program dan produksi.

• Direktorat Layanan Usaha :

Merencanakan, merumuskan serta melaksanakan kebijakan

standarisasi, serta mengevaluasi pengelolaan dan usaha.

3.7 Sistem Yang Sedang Berjalan

RRI merupakan stasiun penyiaran yang bersifat nasional untuk menjangkau

seluruh warga negara Indonesia di penjuru tanah air serta memiliki kantor cabang

bertipe kelas A dan B yang tersebar di 11 kota besar di Indonesia dengan 47 stasiun

penyiaran kelas C. Dengan banyaknya kantor cabang tersebut diperlukan sarana

komunikasi yang saling terintegrasi dengan baik.

Pada setiap kantor cabang ada yang terhubung ke internet dan ada pula yang

tidak terhubung ke internet. Pada skripsi ini dirancang untuk kantor RRI yang terhubung

ke internet tetapi lebih difokuskan pada RRI kantor pusat dan kantor cabang Jakarta,

karena memiliki jaringan komputer yang lebih kompleks dan memiliki pengaruh yang

cukup vital.

56

3.7.1 Topologi Jaringan Yang Sedang Berjalan

Skema Jaringan LPP RRI secara umum adalah sebagai berikut :

Gambar 3.4 Skema Jaringan LPP RRI

Pada skema jaringan di atas dapat dilihat bahwa RRI memiliki beberapa switch

sebagai penghubung komputer client yang kemudian switch tersebut terhubung ke main

switch. Main switch tersebut kemudian terhubung ke hub. Hub kemudian tehubung ke

switch server yang dibatasi dengan firewall dan hub tersebut juga terhubung ke router.

Pada kantor RRI di Jalan Medan Merdeka Barat sendiri terdiri dari dua gedung

utama yang terdapat pada satu lokasi dan terhubung via LAN, yaitu gedung kantor pusat

57

dan gedung kantor RRI cabang Jakarta. Sehingga dapat melakukan akses secara intranet

dengan kecepatan sebesar 100 Mbps.

Kantor cabang yang terhubung ke internet memiliki jalur akses dengan Internet

Service Provider (ISP) dari PT Telkom melalui leased line. Untuk kantor pusat dan

kantor cabang Jakarta memiliki kecepatan akses internet 10 Mbps. Sedangkan untuk

komunikasi dari RRI pusat ke RRI cabang di daerah menggunakan jalur PSTN (Public

Switched Telephone Network) serta akses berita melalui web dan e-mail, selain itu ada

alternatif lain yaitu via satelit dengan memanfaatkan teknologi dari WorldSpace

Corporation, terutama untuk cabang RRI kelas C di daerah terpencil.

3.7.2 Jaringan Data Kantor Cabang

Jaringan kantor cabang yang diambil adalah pada RRI Jakarta. Berikut adalah

ilustrasi konfigurasi LAN RRI Jakarta :

Gambar 3.5 LAN pada RRI Jakarta

58

Dari konfigurasi LAN RRI Jakarta tersebut, bisa dilihat bahwa terdapat satu buah

server. Server ini digunakan sebagai server utama dan pengolahan jaringan pada kantor

RRI Jakarta. Server ini juga digunakan untuk bank data, seperti penyimpanan file dan

arsip kantor RRI Jakarta yang berisi file musik, file rekaman siaran, dan arsip rekaman.

Dari server tersebut terhubung ke switch yang kemudian langsung ke client di studio

siaran. Dan dari switch tersebut juga terhubung ke switch lain yang terhubung ke setiap

client. Jadi topologi jaringan yang digunakan adalah topologi tree. Topologi ini disebut

topologi jaringan bertingkat dan biasanya digunakan untuk interkoneksi antara sentral

dengan hirarki yang berbeda, semakin ke atas semakin mempunyai hirarki yang tinggi.

Topologi tree merupakan gabungan antara topologi bus dan topologi star. Karena

pada topologi ini terdapat kabel utama (backbone) yang diadopsi dari topologi bus dan

beberapa terminal concentrator yang merupakan adopsi dari topologi star. Keuntungan

menggunakan topologi ini adalah pengembangan jaringan dapat dengan mudah

dilakukan.

3.7.3 Pengalamatan IP

Pada kantor RRI cabang Jakarta menggunakan network dengan alamat IP

10.30.1.0/255.255.255.0. Pengalamatan IP pada kantor RRI cabang Jakarta dilakukan

dengan dua cara yaitu menggunakan static IP dan dynamic IP. Untuk static IP, range IP

yang digunakan adalah 10.30.1.1 sampai dengan 10.30.1.80. Untuk dynamic IP range

yang digunakan adalah 10.30.1.81 sampai dengan 10.30.1.255.

Static IP digunakan untuk beberapa device termasuk untuk server-server yang

ada dan untuk kepentingan lain. Pada dynamic IP ada beberapa alamat IP yang

direservasi berdasarkan MAC address. Hal ini dimaksudkan agar alamat IP tersebut

59

hanya digunakan device dengan MAC address yang tercantum. Device yang

menggunakan dynamic IP berupa notebook, netbook, dan smartphone yang digunakan

oleh para karyawan di RRI.

Adapun pembagian IP komputer per lantai adalah seperti tabel di bawah ini.

Tabel 3.1 Alamat IP komputer tiap-tiap lantai

Lantai Jumlah Komputer Divisi Alamat IP Subnet Mask

1 5 komputer KACAB RRI 10.30.1.2 -

10.30.1.6

255.255.255.0

2 10 komputer Bagian Keuangan 10.30.1.7 –

10.30.1.16

255.255.255.0

3 6 komputer Produksi Iklan &

Layanan Masyarakat

10.30.1.17 –

10.30.1.22

255.255.255.0

4 8 komputer Sumber Daya

Teknologi

10.30.1.23 –

10.30.1.30

255.255.255.0

5 10 komputer Musik & Hiburan 10.30.1.31 –

10.30.1.40

255.255.255.0

6 14 komputer Teknik Studio &

Multimedia

10.30.1.41 –

10.30.1.54

255.255.255.0

7 7 komputer Liputan & Redaksi 10.30.1.55 –

10.30.1.61

255.255.255.0

8 6 komputer Pengembangan

Berita

10.30.1.62 –

10.30.1.67

255.255.255.0

60

Dapat dilihat pada tabel 3.1, pengalamatan IP pada jaringan tersebut

menggunakan pengalamatan IP kelas C. Selain itu pengalamatan IP dikelompokkan tiap

lantai tanpa ada pembagian sub jaringan untuk tiap divisi. Hal ini menandakan bahwa

setiap komputer yang terhubung pada jaringan dapat mengakses semua komputer yang

terhubung juga pada jaringan tersebut.

3.7.4 Hardware Yang Digunakan

Perangkat-perangkat yang digunakan pada kantor pusat RRI untuk membuat

koneksi jaringan yang ada adalah :

1. Router Cisco PIX 515E series digunakan sebagai device utama yang

menghubungkan jaringan LAN kantor pusat RRI dengan internet.

2. Firewall Cisco ASA 5510, digunakan untuk melakukan filter terhadap

lalu lintas jaringan dari dalam ke luar maupun sebaliknya.

3. Switch LinkSys, digunakan sebagai main switch untuk menghubungkan

switch yang ada di setiap lantai dan juga menghubungkan switch yang ada

di setiap studio.

4. Switch Server LinkSys, sebagai koneksi antara server dari internal

network ke eksternal network.

5. Switch 3com, digunakan untuk hubungan jaringan di setiap lantai dan

studio siaran.

61

Selain perangkat jaringan, RRI juga memiliki 5 buah server yang digunakan

untuk mendukung kegiatan operasional LPP RRI sehari–hari, yaitu :

1. Proxy Server

Pada server ini selain proxy juga terdapat DHCP, pengabungan fungsi ini

dikarenakan pada server tersebut menggunakan operating system Windows

Server 2003, yang memiliki fitur DHCP server.

2. Web dan Mail Server

Server ini berfungsi sebagai server website resmi RRI yaitu www.rri.co.id dan

juga sebagai mail server RRI, yang menggunakan operating system Linux

Slackware.

3. Database Server

Server ini bertugas sebagai tempat penyimpanan database karyawan. Server ini

menggunakan operating system Windows Server 2003 dengan aplikasi yang

digunakan adalah MySQL.

4. CCTV Server

Fungsi utama server ini khusus untuk menangani pengaturan dan penyimpanan

data dari CCTV yang digunakan oleh RRI. Server ini memiliki jaringan

tersendiri yang tidak dibahas. Jaringan ini terhubung ke beberapa kamera yang

terpasang dan peralatan CCTV lainnya. Sistem operasi yang digunakan adalah

Windows XP Profesional.

5. File Server

Server ini digunakan untuk penyimpanan arsip berita dan file audio yang

digunakan untuk keperluan siaran RRI. Sistem operasi yang digunakan adalah

Windows Server 2003.

62

Sementara untuk sisi client, perangkat komputer yang digunakan bervariasi

karena pada RRI sendiri telah meng-upgrade perangkat komputer client, terutama

komputer untuk keperluan yang penting. Berikut adalah spesifikasi dari salah satu

contoh komputer client yang telah di-upgrade :

• HP Pavilion a62301 Home PC

• Intel Core 2 Duo Processor E4500

• Memory 1024 MB

• Hardisk 160 Gb

• Sistem Operasi Windows XP Profesional

• LCD monitor 21” HP

3.8 Prosedur yang Sedang Berjalan

Setiap stasiun RRI di daerah mempunyai empat programa (PRO) yang meliputi

PRO 1 (ragam musik dan informasi), PRO 2 (gaya hidup), PRO 3 (jaringan berita

nasional) dan PRO 4 (pendidikan dan budaya).

Untuk PRO 2 segmennya khusus untuk menarik remaja dewasa yang berisi

informasi gaya hidup masyarakat, sedangkan untuk PRO 1 dan PRO 3 lebih fokus ke

segmen berita daerah dan nasional. Dan untuk PRO 4 mengarah pada segmen

pendidikan dan kebudayaan daerah yang tetap ditonjolkan sebagai ciri khas bangsa

Indonesia sebagai negara multietnik.

Secara umum tata laksana kerja pada LPP RRI khususnya untuk proses

pengumpulan berita dilakukan oleh para wartawan RRI yang tersebar di seluruh

Indonesia. Para wartawan melakukan peliputan berita sesuai fakta dan data yang ada di

63

lapangan. Hasil pengumpulan berita oleh wartawan dari narasumber maupun peliputan

langsung di lapangan, disimpan ke dalam file teks (Microsoft Word) atau audio (Mp3),

kemudian file tersebut dipisahkan berdasarkan jenis berita. Berita untuk PRO 1, PRO 2

dan PRO 4 dikirimkan oleh para wartawan melalui e-mail, faks, telepon atau laporan

langsung kepada editor berita masing-masing programa di daerah tersebut. Setelah

berita untuk PRO 1, PRO 2 dan PRO 4 diterima dan disunting oleh editor berita masing-

masing di RRI cabang daerah maka RRI cabang akan langsung menyiarkan berita

dengan pemancarnya sendiri ke para pendengar RRI di daerahnya masing-masing.

Gambar 3.6 Skema proses kerja wartawan RRI

Namun untuk berita PRO 3, wartawan yang berada di lapangan dapat langsung

mengirimkan berita kepada admin PRO 3 melalui e-mail (Gmail), faks atau telepon ke

RRI cabang Jakarta karena siaran PRO 3 merupakan berita nasional dan harus disiarkan

ke seluruh Indonesia. Berita yang diterima disimpan di folder pada server yang

mempunyai fitur share folder. Hak akses pada folder tersebut telah diatur oleh server

sesuai dengan kepentingan masing-masing user. Kemudian para editor berita di lantai 7

gedung RRI Jakarta akan melakukan pengecekan terhadap berita baru yang telah

64

diterima oleh admin PRO 3. Pada bagian tersebut berita akan melalui proses editing dan

disiarkan kembali melalui satelit milik PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang

disewa oleh LPP RRI sebanyak 1/8 transponder. RRI cabang di daerah kemudian

menerima berita nasional tersebut melalui satelit dan menyiarkannya kembali melalui

pemancar radio sehingga dapat didengar oleh para pendengar RRI di daerah tersebut.

Gambar 3.7 Skema proses kerja wartawan RRI (PRO 3)

65

3.9 Permasalahan Yang Dihadapi

RRI sebagai stasiun radio yang mempunyai beberapa kantor cabang di daerah,

memerlukan komunikasi yang baik terhadap kantor-kantor cabangnya tersebut.

Pertukaran informasi yang bersifat umum dan rahasia serta pertukaran data antara

kantor pusat di Jakarta dengan kantor cabang di daerah merupakan hal yang sering

dilakukan.

Berdasarkan analisis sistem yang berjalan dan hasil wawancara terhadap Manajer

Seksi Sarana & Prasarana RRI cabang Jakarta maka dapat diketahui bahwa sistem

jaringan antara kantor cabang di daerah dengan kantor pusat memiliki server dan

database yang tidak saling terhubung, sehingga memiliki masalah-masalah sebagai

berikut :

1. Pengiriman berita dari wartawan kepada editor yang tidak efisien.

Telah dijelaskan di atas bahwa proses pengiriman berita dari wartawan

kepada editor memanfaatkan e-mail, faks dan telepon. Berita yang berupa

teks dan audio harus di-attach/upload terlebih dahulu di e-mail yang akan

dikirimkan. Kemudian pihak editor akan menerima e-mail tersebut dan

harus men-download lagi file yang telah di-attach.

2. Sistem keamanan yang lemah dalam pengiriman berita dan hanya

mengandalkan keamanan pada mail server dari pihak penyedia jasa e-mail

(Gmail/Google Mail).

3. Tidak dapat melakukan sharing data secara real-time karena setiap kantor

cabang RRI memiliki server dan jaringan sendiri-sendiri yang tidak saling

terhubung.

66

4. Arsip berita yang berada pada pusat maupun yang tersebar pada setiap

kantor cabang tidak saling terhubung sehingga sulit untuk melakukan

pencarian data secara menyeluruh.

3.10 Alternatif Pemecahan Masalah

Untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh RRI seperti yang telah

dijabarkan di atas maka dibutuhkan solusi yang tepat. Oleh karena itu, disarankan

menghubungkan jaringan komputer kantor pusat di Jakarta dengan jaringan komputer

kantor cabang di daerah. Sehingga tercipta sebuah jaringan luas (WAN) yang bersifat

private dan aman antara kantor pusat di Jakarta dengan kantor-kantor cabang di daerah,

hal ini memudahkan terjadinya komunikasi dan transfer data. Setiap data yang ada,

terpusat pada kantor RRI dan setiap kantor atau user terkait yang ingin mengakses,

mencari dan mengirim data dapat melalui jalur private yang telah tersedia.

Beberapa alternatif teknologi Wide Area Network (WAN) yang ada antara lain :

Tabel 3.2 Alternatif Teknologi WAN

No Jenis Teknologi Keterangan

1 Leased Line (media kabel) - Memerlukan biaya yang mahal

- Koneksinya point to point

2 ADSL (Asymetric Digital

Subscriber Line)

- Hanya mencangkup di daerah tertentu

- Tidak ada jaminan link

3 X.25 - Biaya tergantung banyaknya data

- Data transfer pada X.25 bersifat reliable,

data dijamin bahwa urutan penerimaan

67

akan sama dengan waktu data dikirimkan

- Protokol X.25 memiliki kemampuan error

detection dan error correction

- Untuk pengembangan aplikasi berbasis

protokol X.25 membutuhkan biaya yang

relatif besar

4 ATM (Asynchronous Transfer

Mode)

- Perubahan fisis karena pengaruh suhu, petir

dan kondisi cuaca yang buruk akan

menimbulkan noise yang akan berpengaruh

pada proses kerja jaringan

5 ISDN (Intergrated Service

Digital Network)

- Circuit Switching

- Biaya tergantung durasi penggunaan

koneksi

- Tidak ada jaminan link

6 VSAT (Very Small Aperture

Terminals)

- Biaya yang mahal

- Pengaruh cuaca terhadap koneksi

7 VPN (Virtual Private

Network)

- Lebih fokus untuk mobile user

- Implementasi software yang mudah

- Biaya yang murah karena hanya

memerlukan biaya untuk penggunaan

koneksi internet.

- Tingkat keamanan yang tinggi karena

menggunakan teknologi tunneling untuk

68

mengirim data melalui jaringan publik

yang tidak aman.

8 Frame Relay - Aman, cepat, reliable

- Mahal untuk implementasi

- Membutuhkan jaringan yang permanen

3.11 Usulan Pemecahan Masalah

Dikarenakan pertimbangan-pertimbangan di atas maka dipilih jaringan berbasis

teknologi Virtual Private Network (VPN). Dengan menggunakan teknologi VPN, RRI

dan kantor-kantor cabang di daerah dapat dihubungkan menjadi satu jaringan internal

yang besar dengan menggunakan internet sebagai media perantara. Selain melalui kantor

cabang, wartawan bisa mengakses database dan jaringan RRI dari area yang jauh

asalkan terhubung dengan internet. Penggunaan internet dapat menekan biaya yang

dikeluarkan dibandingkan dengan membangun network sendiri baik melalui leased line

maupun wireless.

Penggunaan protokol VPN yang digunakan juga harus menyediakan sistem

keamanan agar tidak ada data maupun informasi yang jatuh pada pihak yang tidak

berwenang. Selain aman, protokol VPN yang digunakan juga harus memiliki konfigurasi

yang relatif gampang dipelajari bagi semua orang agar tidak mempersulit setiap user

yang menggunakannya.

Dari banyaknya protokol VPN, OpenVPN menjadi pilihan untuk mendukung

jaringan VPN di LPP RRI. Pemilihan penggunaan OpenVPN dikarenakan hal-hal

sebagai berikut :

69

Keuntungan OpenVPN :

1. Menggunakan enkripsi SSL/TLS yang merupakan metode enkripsi

terbaik pada jaringan komputer saat ini.

2. Koneksi OpenVPN dapat dibuat tunnelling melalui hampir semua

firewall.

3. Konfigurasi proxy dan pendukungnya : OpenVPN mempunyai proxy

pendukung dan dapat dikonfigurasikan untuk bekerja sebagai TCP atau

UDP, dan sebagai server atau client. Sebagai server, OpenVPN

menunggu hingga client melakukan permintaan koneksi. Sebagai client,

OpenVPN mencoba untuk mendirikan sebuah koneksi sesuai dengan

konfigurasinya.

4. Hanya satu port pada firewall yang harus dibuka untuk mengizinkan

terjadinya koneksi.

5. Tampilan antarmuka virtual mengizinkan jaringan yang sangat spesifik

dan juga aturan-aturan firewall. Semua aturan, larangan, mekanisme

forwarding, dan NAT konsep dapat digunakan dalam OpenVPN tunnel.

6. Fleksibilitas yang tinggi dengan kemampuan scripting yang luas.

OpenVPN menawarkan banyak poin selama konfigurasi koneksi dengan

membuat script sendiri. Script ini dapat dipergunakan untuk bermacam-

macam kegunaan dari autentifikasi sampai pemilihan protokol.

7. Transparan, mendukung dynamic IP dengan kecepatan tinggi. Dengan

menggunakan OpenVPN, tidak perlu lagi mempergunakan static IP pada

sisi lain tunnel. Kedua ujung tunnel dapat mempunyai koneksi DSL yang

murah dengan dynamic IP.

70

8. Tidak ada masalah dengan NAT. Kedua OpenVPN server maupun client

dapat saling berada dalam satu jaringan hanya dengan menggunakan

alamat IP yang private. Setiap firewall dapat digunakan untuk mengirim

traffic tunnel kepada endpoint dari tunnel lainnya.

9. Instalasi yang mudah pada setiap platform. Baik instalasi dan

penggunaannya sama-sama simpel dan mudah.

10. Mendukung proses kompresi pada data yang dikirimkan melalui jaringan

VPN.

11. Bersifat Open Source.

Kekurangan OpenVPN :

1. Tidak kompatibel dengan IPsec, dan IPsec merupakan standar VPN yang

digunakan oleh para produsen peralatan networking. Banyak device

seperti router CISCO atau Bintec menggunakan IPsec dan dapat

menghubungkan berbagai software client IPsec.

2. Terjadi penurunan kecepatan transfer rate pada pengiriman data yang

berukuran besar karena harus melalui proses enkripsi terlebih dahulu.