Biokim Acara I Kadar Air Dan Abu

  • View
    42

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

biokim

Transcript

  • LAPORAN RESMI

    PRAKTIKUM BIOKIMIA

    ANALISIS KADAR AIR DAN KADAR ABU

    ACARA I

    HENDRI LAHAGU

    26020113140118

    ILMU KELAUTAN B

    KELOMPOK 4

    SETIA DEVI KURNIASIH 26020110110038

    INTAN CHANDRA DEWI 26020111120002

    PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

    JURUSAN ILMU KELAUTAN

    FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

    UNIVERSITAS DIPONEGORO

    2014

  • LEMBAR PENILAIAN DAN PENGESAHAN

    Semarang, 8 April 2014

    Praktikan

    Hendri lahagu

    NIM: 26020113140118

    Asisten Praktikum Asisten Praktikum

    Setia Devi Kurniasih Intan Chandra Dewi

    NIM: 26020110110038 NIM: 26020111120002

    No. Materi Nilai

    1 Pendahuluan

    2 Tinjauan Pustaka

    3 Materi dan Metode

    4 Hasil

    5 Pembahasan

    6 Penutup

    7 Daftar Pustaka

    8 Lampiran

    TOTAL

  • I. PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Berbagai jenis makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari terdiri dari

    berbagai macam kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Seperti

    karbohidrat, protein, mineral, lemak, dan vitamin. Kelima komponen tersebut

    harus ada dalam tubuh manusia untuk mencukupi gizi yang dibutuhkan oleh tubuh

    setiap harinya.

    Tidak semua bahan makana mengandung kualitas yang baik dan layak

    dikonsumsi. Salah satu indikatornya dalah kadar air dan kada abu yang

    terkandung didalam makanan tersebut Terdapat jumlah kandungan air yang

    berbeda pada setiap bahan pangan dan hal itu dapat ditentukan dengan berbagai

    metode dan prinsip. Selain kadar air, kadar abu juga merupakan satu hal yang

    penting dalam suatu bahan pangan. Kadar abu juga berbeda untuk setiap jenis

    bahan pangan.

    Kadar air dan kadar abu merupakan dua hal yang sangat penting yang

    harus diketahui pada suatu bahan pangan untuk mengetahui baik tidaknya bahan

    pangan tersebut untuk di konsumsi, baik atau tidaknya bahan pangan tersebut

    untuk diolah, dan baik tidaknya bahan tersebut untuk di konsumsi oleh

    masyarakat. Penjelasan tersebut dianggap penting untuk dilakukannya praktikum

    mengenai kadar air dan abu suatu bahan pangan agar kita dapat mengetahui

    kandungan kadarair dan kadar abu pada suatu bahan pangan.

    Dalam setiap organisme hidup terdapat kandungan air di dalamnya, karena

    air berperan sangat penting sebagai zat pelarut di dalam tubuh makhluk hidup,

    seperti halnya pada Sargassum polycystum juga terdapat kandungan air. Namun

    apabila Sargassum polycystum akan dijadikan sebagai bahan makanan maka kadar

    air didalamnya akan mempengaruhi daya tahan dan dapat memicu proses

    pembusukan dan ketengikan. Oleh karena itu agar dapat nilai ekonomisnya perlu

    dilakukan pengurangan kadar air, sehingga bahan tersebut memiliki daya tahan

    yang lebih lama.

    Selain terdapat kandungan air, terdapat pula kandungan abu yang erat

    hubungannya dengan kandungan mineral suatu bahan. Sehingga apabila dilakukan

    penghitungan kadar abu pada Sargassum polycystum, dapat diketahui kandungan

  • mineral apa sajakah yang terdapat dalam bahan tersebut. Apabila terdapat

    kandungan mineral yang baik jika dikonsumsi, maka hal tersebut dapat

    menaikkan nilai ekonomis dari bahan tersebut.

    1.2 Tujuan

    Untuk menentukan presentase kadar air yang terdapat dalam Sargassum

    polycystum

    Untuk menentukan presentase kadar abu yang terdapat dalam Sargassum

    polycystum

    1.3 Manfaat

    Dapat mengetahui kadar air yang terdapat dalam Sargassum polycystum.

    Dapat mengetahui kadar debu yang terdapat dalam Sargassum polycystum.

    Dapat mengetahui metode apa yang digunakan dalam proses penentuan kadar abu.

    Dapat mengetahui metode apa yang digunakan dalam proses penentuan kadar air.

  • II. TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Sargassum polycystum

    Sargassum merupakan salah satu marga Sargassum termasuk

    dalam kelas Phaeophyceae. Ada 150 jenis Marga Sargassum yang dijumpai di

    daerah perairan tropis, subtropis dan daerah bermusim dingin (Wardani,2008,).

    Habitat Sargassum tumbuh diperairan pada kedalaman 0,5 10 m ada arus dan

    ombak. Sargassum polycystum merupakan salah satu spesies dari makroalga divisi

    Phaeophyta. Ciri-ciri Sargassum polycystum tidak jauh berbeda dengan cirri-ciri

    umum Phaeophyta. Tubuh Sargassum polycystum ini didominasi oleh warna

    cokelat kekuningan, bentuk thallus silindris atau gepeng. Tubuh utama bersifat

    diploid atau merupakan sporofit, talus yang mempunyai cabang yang menyerupai

    tumbuhan angiospermae. Tubuhnya licin, batang utama bulat dan agak kasar.

    Alga ini memiliki air bladder yang berfungsi untuk mengapung jika terendam air

    pada saat di daerah intertidal pasang dan juga sebagai cadangan air saat terhempas

    ketepian pantai. Saat mereka terpisah dari induknya, mereka hanyut dan lepas ke

    pantai dan berkembang biak disana. Sargassum ini terus mengapung dengan

    bantuan air bladder dan tumbuh secara vegetative, perkembangbiakan melalui

    fragmentasi (peleburan dua sel gamet yang serupa atau berbeda). Kandungan

    iodinnya tinggi, demikian pula dengan vitamin C dan protein (Sudarmadji, 2003).

    Sargassum polycystum ini merupakan struktur talus yang paling kompleks

    yang dapat dijumpai pada alga cokelat. Pada alga ini terdapat diferensiasi

    eksternal yang dapat dibandingkan dengan tumbuhan berpembuluh atau tumbuhan

    tingkat tinggi. Talus berwarna cokelat karena mengandung klorofil a dan c

    (Sudarmadji, 2003).

    Klasifikasi tumbuhan Sargassum polycystum adalah sebagai berikut

    ( Akhmad Kadi, 2004 ):

    Kingdom : Plantae

    Divisio : Phaeophyta

    Classis : Phaeophyceae

    Ordo : Fucales

    Family : Sargassaceae

  • Genus : Sargassum

    Spesies : Sargassum polycystum

    2.2 Kadar air

    Kadar air adalah banyaknya air yang terkandung dalam suatu bahan yang

    dinyatakan dalam persen. Kadar air bisa menjadi suatu karakteristik bahan

    tersebut baik dari segi rasa, penampakan dan tekstur. Jumlah kadar air yang

    terdapat dalam suatu bahan akan mempengaruhi daya tahan suatu bahan tersebut.

    Semakin tinggi kadar air suatu bahan maka semakin lemah daya tahan makanan

    tersebut karena didaerah yang semakin berair bakteris kapang dan khamir akan

    semakin mudah berkembang biak, dan semakin keci kadar air dari suatu bahan

    maka semakin tinggi daya tahan bahan tersebut karena kondisi lingukan yang

    kering akan memperlambat perkembang biakan bakteri tersebut. Kadar air berat

    basah mempunyai batas maksimum teoritis sebesar 100 persen, sedangkan kadar

    air berdasarkan berat kering dapat lebih dari 100 persen (Wardani,2008).

    2.2.1 Pengertian air.

    Air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan

    manusia. Bahkan dapat dipastikan tanpa pengembangan sumberdaya air

    secara konsisten peradaban manusia tidak akan mencapai tingkat yang

    dinikmati sampai saat ini. Oleh karena itu pengembangan dan pengolahan

    sumber daya air merupakan dasar peradaban manusia (Puspitasariet.al,

    1991). Air merupakan salah satu sumber daya alam yang tak akan pernah

    habis dikarenakan siklusnya berlangsung sangat cepat dan termasuk

    sumber daya yang sangat mudah untuk didaur ulang.

    Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air

    tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu

    atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau

    pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur

    273,15 K (0 C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang

    memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti

  • garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul

    organic (Puspitasariet.al, 1991).

    2.2.2 Metode penentuan kadar air

    Menurut (Estiasih, 2009) , cara-cara pengeringan atau pengurangan

    kadar air dapat dibagi menjadi dua golongan sebagai berikut:

    - Pengeringan (drying), yaitu cara pengurangan kadar air dengan

    menguapkan air tersebut.

    - Dehidrasi, yaitu cara pengurangan kadar air selain dari penguapan,

    misalnya dengan osmosa (penggunaan garam), pemerasan (pressing),

    pemasakan, perebusan atau pengukusan, dan sebagainya.

    Metode analisis kadar air secara langsung sendiri terbagi menjadi 5

    macam, yaitu sebagai berikut. Metode gravimetri (pengeringan dengan

    oven). Dilakukan dengan cara mengeluarkan air dari bahan dengan proses

    pengeringan dalam oven (oven udara atau oven vakum, hal ini berdasarkan

    tekanan yang digunakan saat pengeringan). Ada dua macam metode

    gravimetri yaitu metode oven udara dan metode vakum. Berikut

    penjelasannya: Metode oven udara Paling banyak dan sering digunakan.

    Metode ini didasarkan atas berat yang hilang sehingga sampel seharusnya

    mempunyai kestabilan panas yang tinggi dan tidak mengandung

    komponen yang mudah menguap. Air dikeluarkan dari bahan pada tekanan

    udara (760 mmHg) sehingga air menguap pada suhu 1000C yaitu sesuai

    titik didihnya. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi analisa air

    dengan metode oven yaitu penimbangan contoh/bah