of 68 /68
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai 2020

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

  • Upload
    others

  • View
    27

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai

2020

Page 2: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020 ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa, karena atas

petunjuk dan hidayahNya sehingga penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

dapat diselesaikan dengan baik.

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten

Banggai Tahun 2020 ini merupakan dokumen perencanaan Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai untuk periode tahun 2020, yang

memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan bidang pertanian khususnya

sub sektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan baik yang dilaksanakan

secara langsung oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai (teknokratis) maupun yang ditempuh dengan mendorong

partisipasi masyarakat. Dengan tersusunnya dokumen Renja Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020 ini dapat

memberikan arah, tujuan dan sasaran pembangunan sektor pertanian (tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan) yang lebih berhasil guna dan dapat

dipertanggung jawabkan dan dapat mendorong peningkatan kinerja Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai dalam melaksanakan

kebijakan, program, dan kegiatan serta mewujudkan tujuan dan sasaran

pembangunan pertanian di Kabupaten Banggai.

Kami menyadari dalam penyusunan dokumen Renja Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020 ini masih banyak

terdapat kekurangan di dalam penyajiannya, untuk itu kami mengharapkan saran

serta masukan dari berbagai pihak guna kesempurnaan dokumen Renja untuk masa

mendatang. Amin

Luwuk, Mei 2019

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai

Ir. H. USMAN SUNI, MM NIP. 19640313 199402 1 001

Page 3: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020 iii

DAFTAR ISI

Halaman Judul ..................................................................................................... i

Kata Pengantar .................................................................................................... ii

Daftar Isi ................................................................................................................ iii

Daftar Lampiran .................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1

1.1. Latar Belakang ............................................................................. 1

1.2. Landasan Hukum .......................................................................... 4

1.3. Maksud dan Tujuan ...................................................................... 5

1.4. Hubungan Renja dengan Dokumen Perencanaan Lainnya ........ 7

1.5. Proses Penyusunan ..................................................................... 8

1.6. Sistematika Penulisan .................................................................. 10

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPD TAHUN LALU ................. 12

2.1. Evaluasi Program dan Kegiatan Tahun 2018 ............................... 13

2.2. Perkiraan Pencapaian Tahun Anggaran 2019 ............................. 15

2.3. Analisa Kinerja Pelayanan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura

dan Perkebunan ........................................................................... 19

2.4. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ........................ 21

2.5. Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2020 .............. 33

2.6. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat Tahun

2020 .............................................................................................. 35

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN .......................... 36

3.1. Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura

dan Perkebunan ........................................................................... 39

3.2. Program dan Kegiatan ................................................................. 42

BAB IV PENUTUP .............................................................................................. 60

Lampiran - Lampiran

Page 4: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020 iv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2020

Lampiran 2 : Rumusan Rencana Program dan Kegiatan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020 dan Prakiraan Maju Tahun 2021

Lampiran 3 : Indikasi Sumber Pendanaan Program dan Kegiatan Renja Dinas Pertanian Kabupaten Banggai Tahun Anggaran 2020

Lampiran 4 : Usulan Program dan Kegiatan Sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2020

Page 5: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sektor pertanian sebagai sumber pendapatan masyarakat

berperan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial bagi seluruh

rakyat dan dapat pula menumbuhkan peluang ekonomi masyarakat

pedesaan. Profil sektor usaha di bidang pertanian dan atau yang

terkait dengan pertanian masih didominasi oleh usaha yang selama

ini dikelola secara tradisional dengan menggunakan peralatan dan

teknologi sederhana. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan modal

kerja dan sumberdaya manusia petani yang rata-rata masih

rendah, sehingga potensi yang ada masih belum digali secara

optimal. Di samping itu, pembangunan pertanian ke depan juga

menghadapi banyak tantangan yang tidak mudah, antara lain

bagaimana meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk

dengan sistem pertanian yang ramah lingkungan, membudayakan

penggunaan pupuk kimiawi dan organic secara berimbang untuk

memperbaiki dan meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki

dan membangun infrastruktur lahan dan air serta perbenihan dan

pembibitan.

Penetapan UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), diamanatkan bahwa

setiap daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah

secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap

terhadap perubahan, dengan jenjang perencanaan yaitu

perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah

Page 6: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

2

maupun perencanaan tahunan. Untuk setiap daerah

(kabupaten/kota) harus menetapkan Rencana Pembangunan

Jangka Panjang (RPJP) Daerah, Rencana Pembangunan Jangka

Menengah (RPJM) Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah

(RKPD).

Hasil turunan dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),

sesuai dengan pasal 7 UU Nomor 25 tahun 2004 juga mewajibkan

setiap OPD membuat dan memiliki Rencana Kerja (Renja) OPD,

yang disusun dengan berpedoman kepada Renstra OPD dan

mengacu kepada RKPD. Sedangkan RKPD dijadikan dasar

penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

(RAPBD), Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon

Anggaran Sementara (PPAS).

Dalam melaksanakan kewenangannya Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai yang

dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banggai Nomor

04 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah di

Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai. Sebagaimana diatur

dalam Peraturan Bupati Nomor : Tahun 2017, tugas pokok Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten

Banggai adalah melaksanakan kewenangan daerah di bidang

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan serta

Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan yang diberikan oleh

pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atau Pemerintah Pusat.

Adapun fungsinya adalah :

Page 7: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

3

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang tanaman pangan,

hortikultura dan perkebunan;

2. Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di

bidang tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan sesuai

dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bupati;

3. Pembinaan dan pelaksanaan kegiatan di bidang tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan;

4. Pengelolaan perijinan dan atau rekomendasi usaha di bidang

tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan;

5. Pengelolaan administrasi umum, meliputi urusan umum,

urusan keuangan, urusan kepegawaian dan perlengkapan dinas.

Untuk mewujudkan kinerja Dinas tanaman pangan,

hortikultura dan perkebunan Kabupaten Banggai kearah yang lebih

baik sesuai dengan fungsinya dalam memberikan pelayanan

terhadap masyarakat serta dalam rangka mewujudkan visi dan misi

dinas, maka perlu suatu perencanaan praktis – strategis yang lebih

terarah, tajam dan terukur yang dituangkan dalam Rencana Kerja

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten

Banggai dengan mengacu kepada Rencana Strategis Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten

Banggai.

Rencana Kerja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai merupakan hasil dari pengkajian

tim penyusun yang melibatkan semua komponen pembangunan di

bidang tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan dan

ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Tanaman Pangan,

Page 8: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

4

Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai yang telah

disesuaikan dengan rencana kerja yang tertuang dalam Rencana

Strategis. Sehingga diharapkan.

1.2 Landasan Hukum

Rencana Kerja OPD Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura

dan Perkebunan Kabupaten Banggai ditetapkan melalui Keputusan

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai berkedudukan sebagai penjabaran dari

Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Tahun 2016 - 2021, dengan memperhatikan hasil dari

Musrenbang Kecamatan, Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten

serta menyerap aspirasi masyarakat yang berkembang.

Adapun landasan penyusunan Rencana Kerja Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Tahun 2018

adalah sebagai berikut :

1. Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional;

2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara

Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2008 tentang Tahapan,

Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi

Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008

Page 9: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

5

tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan

Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

6. Peraturan Daerah Kabupaten Banggai Nomor 04 Tahun 2008

tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Di Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Banggai;

7. Peraturan Daerah Kabupaten Banggai Nomor 08 Tahun 2016

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) Kabupaten Banggai Tahun 2016-2021;

8. Peraturan Bupati Nomor Tahun 2017 tentang Tugas Pokok

dan Fungsi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai;

9. Peraturan Bupati Nomor Tahun 2017 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Banggai;

10. Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2016-2021.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud disusunnya Rencana Kerja Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai untuk

menyelaraskan berbagai aspirasi dari masyarakat melalui forum

OPD dan Musrenbang dalam pembangunan pertanian di Kabupaten

Banggai agar terjadi sinergitas antara perencanaan dengan

pelaksanaannya.

Tujuannya adalah tersedianya dokumen perencanaan

operasional tahunan sebagai arah pembangunan sektor pertanian

yang ingin dicapai pada Tahun 2020 berdasarkan Renstra Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten

Page 10: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

6

Banggai Tahun 2016-2021. Lebih lanjut tujuan penyusunan

Rencana Kerja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai adalah :

1. Sebagai pedoman perencanaan pembangunan sektor pertanian

tahun 2018 bagi Jajaran Birokrasi Dinas Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai;

2. Memprediksi kebutuhan anggaran Pembangunan Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Tahun 2020;

3. Sebagai bahan penyusunan RKA dan DPA Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai

Tahun Anggaran 2020;

4. Menjamin agar pelaksanaan pembangunan sektor tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020 dapat

berjalan efisien, efektif dan produktif.

5. Sasaran Renja adalah menjadi acuan penyusunan fasilitasi

Pembangunan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan

Kabupaten Banggai baik yang bersumber dari APBN maupun

yang bersumber dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.Hal ini

dimaksudkan sebagai penjabaran Visi, Misi, Program dan

Kegiatan Bupati yang disesuaikan dengan Tugas Pokok dan

Fungsi Dinas. Dalam rangka mewujudkan Pembangunan

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan sebagaimana

Visi Dinas yaitu “Terwujudnya Peningkatan Produktivitas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Yang Maju,

Berdaya Saing dan Berkelanjutan Melalui Pemanfaatan

Teknologi Menuju Swasembada Pangan Tahun 2021”

Page 11: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

7

1.4 Hubungan Renja dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Penyusunan program pembangunan pertanian, Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten

Banggai akan terus berlanjut dan diprioritaskan sesuai Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten

Banggai denganmengacu pada visi Kabupaten Banggai yaitu :

“Mewujudkan Kabupaten Banggai sebagai Pusat Pertumbuhan

Ekonomi, Pertanian dan Kemaritiman Melalui Basis Kearifan

Lokal dan Budaya” serta sesuai dengan misi ke-2 Kabupaten

Banggai yaitu Mengembangkan Pertanian melalui pemanfaatan

teknologi.

Adapun Sasaran Misi 2 yang ingin dicapai adalah :

a. Meningkatnya produksi dan produktivitas tanaman pangan,

hortikultura dan perkebunan.

b. Meningkatnya ketersediaan sarana prasarana produksi tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan.

c. Meningkatnya pemasaran hasil produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

Dengan Strategi Misi 2 adalah sebagai berikut :

a. Peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan,

hortikultura dan perkebunan.

b. Peningkatan ketersediaan sarana prasarana produksi tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan.

c. Peningkatan pemasaran hasil produksi tanaman pangan,

hortikultura dan perkebunan.

Untuk mendukung visi Kabupaten Banggai, maka Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan menetapkan visi

Page 12: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

8

sebagaiberikut :“Terwujudnya Peningkatan Produktivitas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Yang Maju,

Berdaya Saing dan Berkelanjutan Melalui Pemanfaatan

Teknologi Menuju Swasembada Pangan Tahun 2021”, yang

dijabarkan dalam 5 (lima) misi beserta tujuan, sasaran, strategi dan

kebijakan.

1.5 Proses Penyusunan

Rencana Kerja OPD Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura

dan Perkebunan Kabupaten Banggai ditetapkan melalui Keputusan

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai berkedudukan sebagai penjabaran dari

Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Tahun 2016 - 2021, dengan proses penyusunan dan

sistematika sebagai berikut :

1. Bottom Up Planning

a. Hasil Musrenbang Tingkat Desa merupakan forum untuk

menampung aspirasi masyarakat desa terhadap kegiatan

tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun

2020.Hasil dari forum ini kemudian dibawa ke tingkat yang

lebih tinggi yaitu Musrenbang Tingkat Kecamatan.

b. Pengajuan aspirasi masyarakat desa terhadap kegiatan

tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020

dibawa ke forum Musrenbang Tingkat Kecamatan untuk

kemudian disatukan dengan aspirasi dari desa lain sebelum

kemudian dipilah antara kegiatan prioritas utama kecamatan

dengan prioritas lainnya. Hasil dari forum ini kemudian

Page 13: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

9

dibawa ke tingkat yang lebih tinggi yaitu Musrenbang Tingkat

Kabupaten.

c. Hasil Musrenbang Tingkat Kecamatan ditindaklanjuti melalui

Forum OPD dan Musrenbang Tingkat Kabupaten sebagai

bahan untuk Musrenbang Tingkat Provinsi dan MUNAS.

2. Top Down Planning

Hasil identifikasi lapangan serta evaluasi pelaksanaan

pembangunan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan

tahun lalu merupakan bahan untuk menentukan daftar skala

prioritas program dan kegiatan tanaman pangan, hortikultura

dan perkebunan tahun 2020 setelah memperhatikan dan

mempertimbangkan Renstra Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan Tahun 2016 - 2021.

3. Partisipatif Planning

a. Hasil dari Musrenbang Kecamatan kemudian dibawa ke

Tingkat Kabupaten dalam forum SKPD dan Musrenbang

Kabupaten (Bottom Up Planning) untuk kemudian

disesuaikan dengan skala prioritas program dan kegiatan

OPD tahun 2020 (Top Down Planning). Penyesuaian tersebut

harus dilakukan agar program dan kegiatan yang

dilaksanakan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh

masyarakat.

Hasil kesepakatan Musrenbang Kabupaten (Program dan Kegiatan) itu

untuk kemudian dituangkan dalam bentuk Rencana Kerja OPD Tahun

2020 yang akan menjadi acuan OPD dan Pemerintah Daerah dalam

proses penganggaran selanjutnya.

Page 14: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

10

1.6 Sistematika Penulisan

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai Tahun 2020 ini disusun dengan sistematika

sebagai berikut :

BabI Pendahuluan,yang menjelaskan mengenai gambaran umum

penyusunan Renja Dinas Pertanianyangmeliputi latar belakang,

maksud dan tujuan, landasan hukum dan uraian singkat

tentang sistematika penyusunanRenja, sehingga substansi pada

bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik;

BabII Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu, yang

memuat hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Renja Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Tahun

2018, Capaian Renstra Dinas Pertanian sampai dengan

awal tahun 2019, Analisis kinerja pelayanan Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Isu-isu

penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Review terhadap

Rancangan Awal RKPD dan Penelaahan usulan program

dan kegiatan masyarakat;

BabIII Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan, yang

memaparkantentang Telaahan terhadap kebijakan

nasional,Tujuan dan Sasaran Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunanserta Program dan kegiatan

Dinas Pertanian yang akan dilaksanakan pada tahun

2020;

Page 15: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

11

Bab IV Penutup, yang berisikan tentang komitmen dan harapan

dalam pelaksanaan Renja Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai.

Lampiran-lampiran

Page 16: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

12

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPD TAHUN LALU

Rencana Kerja Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai adalah penjabaran perencanaan

tahunan dan Rencana Strategis Dinas Tanaman Pangan Hortikultura

dan Perkebunan Kabupaten Banggai.Tercapai tidaknya pelaksanaan

kegiatan – kegiatan atau program yang telah disusun dapat dilihat

berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah.Akuntabilitas

merupakan suatu bentuk perwujudan kewajiban untuk

mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan

misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran yang telah

ditetapkan, melalui suatu media pertanggungjawaban yang

dilaksanakan secara periodik. Terkait dengan hal tersebut Rencana

Kerja (RENJA) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai ini menyajikan dasar pengukuran kinerja kegiatan

dan Pengukuran Kinerja Sasaran dari hasil apa yang telah diraih atau

dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai selama tahun 2018 dan perkiraan

target tahun 2019. Pengukuran kinerja kegiatan dan Pengukuran

Kinerja Sasaran melalui tahapan sebagai berikut :

A. Penetapan Indikator Kinerja

Penetapan indicator kinerja merupakan ukuran kuantitaf

dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu

kegiatan yang telah ditetapkan. Indikator kinerja Kegiatan meliputi

indikator masukan (inputs), keluaran (outputs), hasil (outcomes),

manfaat (benefits) dan dampak (impacts). Indikator-indikator

Page 17: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

13

tersebut dapat berupa dana, sumber daya manusia,laporan, buku

dan indikator lainnya. Penetapan indikator kinerja ini diikuti

dengan penetapan besaran indikator kinerja untuk masing-masing

jenis indikator yang telah ditetapkan.

B. Capaian Analisis Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan

indikator kinerja kegiatan.Pengukuran ini dilakukan dengan

memanfaatkan data kinerja.

2.1 Evaluasi Program dan Kegiatan Tahun 2018

Pada Tahun 2018 Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan

Perkebunan memiliki alokasi anggaran APBD sebesar Rp.

66.816.166.049,00 yang terdiri dari belanja langsung sebesar Rp.

44.241.952.568,00 dan belanja tidak langsung sebesar Rp.

22.574.213.481,00 dimana belanja langsung yang terdiri 12 Program

dan 58 kegiatan. Nilai capaian kinerja untuk 58 kegiatan tersebut

berkisar dari yang terendah 25,05% sampai yang tertinggi 100%

dengan rata-rata keseluruhan sebesar 84,62. Dari 58 kegiatan

tersebut, 18 kegiatan diantaranya mempunyainilai capaian kinerja

100%, dan 40 kegiatan dibawah 100 %. Adapun kegiatan yang nilai

capaian kinerjanya dibawah 100% adalah kegiatan Penyediaan jasa

komunikasi, sumber daya air dan listrik, penyediaan jasa kebersihan

kantor, penyediaan alat tulis kantor, penyediaan barang cetakan dan

penggandaan, penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan

bangunan kantor, penyediaan bahan bacaan dan peraturan

perundang-undangan, pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor,

pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional,

Page 18: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

14

pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor, Penyusunan

Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD,

Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran SKPD,

Pemutakhiran Data Kepegawaian, Penyediaan Jasa Administrasi

Pengadaan Barang dan Jasa, Peningkatan Aksesbilitas Petani terhadap

Sarana Produksi Pertanian, Penelitian dan Pembangan Sumber Daya

Pertanian, Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian DAK/DAU,

Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Hortikultura, Penanggulang

Serangan Organisme Pengganggu Tanaman Pangan dan Dampak

Lingkungan, Penanggulang Serangan Organisme Pengganggu Tanaman

Hortikultura dan Dampak Lingkungan, Pengembangan Hortikultura,

Pasca Panen Komoditi Tanaman Pangan, Pasca Panen Komoditi

Tanaman Hortikultura, Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Pangan,

Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Hortikultura, Mutu dan

Standarisasi Hasil Tanaman Perkebunan, Pengembangan

Perbenihan/Perbibitan Padi, Palawija, Pengolahan dan Pemasaran

Hasil Perkebunan, Promosi Atas Hasil Produk Tanaman Pangan

Unggul Daerah,Promosi Atas Hasil Produk Tanaman Hortikultura

Unggul Daerah, Promosi Atas Hasil Produk Tanaman Perkebunan

Unggu Daerah, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman

Hortikultura, Penyedia Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan,

Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan, Pengawasan

Pupuk dan Pestisida dan Peningkatan Kesejahteraan Tenaga

Penyuluhan Pertanian/Perkebunan Lapangan. Melalui segi

akuntabilitas keuangan dari Rp. 66.816.166.049 anggaran yang

tersedia, terealisasi sebesar Rp. 59.551.011.956 (90,43%).

Page 19: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

15

2.2 Perkiraan pencapaian Tahun Anggaran 2019

Sedangkan untuk tahun berjalan yakni Anggaran tahun 2019

dengan Total Belanja APBD sebesar Rp. 53.383.307.939,- yang terdiri

dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp22.805.645.356,- dan Belanja

Langsung sebesar Rp. 30.577.662.583,- terurai dalam 9 program dan

52 kegiatan, diharapkan keberhasilan kinerja mencapai 100 %.

Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui penilaian kinerja

terhadap program maupun kegiatan yang telah dilaksanakan pada

tahun 2018 serta perkiraan capaian program dan kegiatan tahun

2019,dapat dikemukakan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan

program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan

Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai sebagai berikut:

1. Produksi Dan Produktivitas Hasil Tanaman Pangan, Hortikultura

dan Perkebunan Masih Rendah.

2. Masih Tingginya Serangan OPT (Organisme Pengganggu

Tanaman ) Terhadap Beberapa Komoditi Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan.

3. Masih Rendahnya Penggunaan Benih/Bibit yang Berkualitas.

4. Kurang Tersedianya Sarana Prasarana Produksi Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.

5. Terbatasnya Akses Petani Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Terhadap Sumber Permodalan.

6. Masih Kurangnya Infrastruktur Jalan Kawasan Produksi

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.

7. Masih Rendahnya Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan

Hasil Komoditi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.

Page 20: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

16

8. Lemahnya Akses Kelembagaan Petani terhadap sumber-sumber

Teknologi.

9. Belum Adanya Sistem Pemasaran dan Kemitraan Usaha Yang

Dapat Menjamin Stabilitas Harga Komoditas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan.

10. Ketidakpastian Hak Kepemilikan Lahan Petani Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan.

11. Masih Kurangnya Koordinasi antara instansi terkait Dalam

Menunjang Pembangunan Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan.

12. Masih Tingginya Pembukaan Lahan Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan Baru tanpa memperhatikan

dampak lingkungan hidup.

Dari identifikasi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten

Banggai dalam pelaksanaan urusan perencanaan pembangunan

daerah, maka peningkatan kinerja organisasi melalui kegiatan

tahunan yang dilaksanakannya, menjadi hal yang mutlak dilakukan

secara sistematis dan terstruktur. Dalam rangka mewujudkan

tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan berdasarkan

Renstra Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai tahun 2016 – 2021, maka strategi dan kebijakan

yang akan ditempuh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai pada tahun 2018 adalah sebagai

berikut :

Page 21: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

17

Misi I : Meningkatkan sumberdaya manusia pertanian yang berkualitas

dan professional

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

Meningkatnya

sumberdaya

manusia

pertanian yang

berkualitas

dan

profesional

Terwujudnya

peningkatan

sumberdaya

manusia

pertanian yang

berkualitas dan

professional

Peningkatan

kualitas

sumberdaya

manusia

pertanian

(Aparatur Sipil

Negara, Pelaku

Utama dan

Pelaku Usaha)

yang

berkualitas

dan profesional

- Penyelenggaraan

Pendidikan dan Pelatihan, Bimbingan Teknis,

Magang, Study Teknologi, Sekolah

Lapang Sosialisasi, Workshop, Seminar

dan Demonstrasi - Penyediaan Sarana dan Prasarana

Dinas Tanaman Pangan Horikultura

dan Perkebunan - Penyusunan

Programa dan Rencana Kerja Tahunan

Penyuluhan Pertanian

Misi II :Meningkatkan kapasitas kelembagaan pelaku utama dan pelaku

usaha tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

Meningkatnya

kapasitas

kelembagaan

pelaku utama

dan pelaku

usaha

tanaman

pangan,

hortikultura

dan

perkebunan

Terwujudnya

peningkatan

kapasitas

kelembagaan

pelaku utama

dan pelaku

usaha tanaman

pangan,

hortikultura dan

perkebunan

Peningkatan

kapasitas

kelembagaan

pelaku utama

dan pelaku

usaha tanaman

pangan,

hortikultura

dan

perkebunan

- Penyelenggaraan

pembinaan

kelembagaan

pelaku utama dan

pelaku usaha

tanaman pangan,

hortikultura dan

perkebunan

Misi III : Meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu hasil tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan melalui pemanfaatan

teknologi

Meningkatnya

Produksi,

Produktivitas

- Tercapainya

Peningkatan Produksi,

Produktivitas

- Peningkatan

produksi, produktivita

s dan mutu

- Peningkatan

Intensifikasi, Ekstensifikasi,

Rehabilitasi,

Page 22: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

18

dan Mutu

Hasil Tanaman

Pangan,

Hortikultura

dan

Perkebunan

melalui

peemanfaatan

teknologi

dan Mutu Hasil

Tanaman

Pangan,

Hortikultura dan

Perkebunan

melalui

pemanfaatan

teknologi

Hasil

Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan

melalui pemanfaata

n teknologi - Peningkatan

Metode pengendalian dan

pemberantasan OPT

(organisme pengganggu

tanaman)

Peremajaan dan

Diversifikasi - Pengolahan hasil

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan melalui

penerapan teknologi tepat guna secara

optimal - Penyediaan sarana

prasarana pendukung penumbuhan dan

pengembangan usaha Agribisnis.

- Penyediaan Benih/Bibit

Komoditi Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan yang unggul dan

bersertifikasi - Penyediaan

Pestisida Organik yang ramah lingkungan

Misi IV :Meningkatkan akses terhadap informasi pasar, teknologi,

permodalan, sarana dan prasarana Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan.

- Meningkatnya

Akses Terhadap

Informasi Pasar,

Teknologi, Permodalan, Sarana dan

Prasarana Tanaman

Pangan, Hortikultura

dan Perkebunan.

- Tersedianya

Peningkatan Akses Terhadap

Informasi Pasar, Teknologi,

Permodalan, Sarana dan Prasarana

Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan.

- Peningkatan

penyediaan akses

terhadap informasi

pasar, teknologi, permodalan,

sarana dan prasarana

Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan

- Fasilitasi media

promosi dan informasi pasar

- Fasilitasi Kemitraan Usaha Petani

- Fasilitasi Adopsi Teknologi Tepat Guna Spesifik

Lokasi - Fasilitasi Pemberian

Modal Usaha Budidaya dan

Pengolahan Hasil Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan pada pelaku utama dan

pelaku usaha

Page 23: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

19

- Fasilitasi

penyediaan sarana prasarana produksi

dan pengolahan hasil Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan

- Penyediaan Database Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang

akurat serta sinkron dengan

Data Sistim Penyuluhan

Pertanian

Misi V : Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam melalui

optimalisasi agribisnis yang berkelanjutan

Meningkatnya

pemanfaatan

sumberdaya

alam melalui

optimalisasi

agribisnis yang

berkelanjutan

Terwujudnya

pemanfaatan

sumberdaya

alam melalui

optimalisasi

agribisnis yang

berkelanjutan

- Peningkatan

pemanfaatan lahan

Tanaman Pangan, Hortikultura

dan Perkebunan

secara optimal

dengan pola agribisnis yang

berkelanjutan

- Pengembangan

Agribisnis Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan Yang Berkelanjutan

- Pengembangan Kawasan Pertanian

berbasis Fokus Komoditas

- Pengembangan Konsep Kawasan Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan

Terintegrasi

2.3 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan

Kinerja dapat diartikan sebagai hasil/keluaran dari

program/kegiatan yang hendak atau telah dicapai sehubungan

dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas

terukur.Untuk mengukur kinerja itu sendiri diperlukan indikator

Page 24: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

20

kinerja yang merupakan alat ukur untuk pencapaian suatu

kebijakan/program/kegiatan dan sekaligus untuk mengevaluasi

dan menilai kinerja sebuah entitas.Pengukuran kinerjadigunakan

untuk penilaian atas keberhasilan/kegagalanpelaksanaan

kegiatan/program/kebijakan sesuai dengan sasaran dan tujuan

yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi

organisasi. Karenanya, sudah merupakan suatu hal yang

mendesak untuk menciptakan sistem yang mampu untuk

mengukur kinerja dan keberhasilan organisasi. Pencapaian

kinerja sasaran merupakan gambaran ketercapaian seluruh

aktivitas yang diarahkan dalam pencapaian sasaran organisasi,

sebagaimana dituangkan dalam sasaran setiap misi SKPD.

Dari hasil pengukuran kinerja dapat disimpulkan bahwa

pada tahun 2018, Dinas Tanaman Pangan, Hortikutltura da

Perkebunan dapat mencapai tingkat keberhasilan dari target yang

telah ditetapkan yang ditunjukkan dari pencapaian sebagian

besar target indikator kinerja kegiatan dan program. Namun, dari

kualitas kinerja pelayanan menunjukan bahwa kinerja Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten

Banggai belum optimal, karena ditemukan masih adanya masalah

yang muncul sepertiketerbatasan Sumber Daya Manusia baik dari

sisi kuantitas maupun kualitasnya, dalam hal ini jumlah pegawai

belum memenuhi formasi yang dibutuhkan.Dengan

memperhatihan ketersediaan sumber daya manusia,

kinerjapelayanan birokrasi dan kondisi kepegawaian berdasar

kuantitas dan kualitas pendidikan yang ada di Dinas Tanaman

Page 25: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

21

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai saat ini

masih perlu lebih ditingkatkan lagi. Terlebih lagi dalam hal

pelayanan dan pemenuhan kebutuhan petani.

2.4 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Agar pembangunan pertanian dapat berjalan sesuai dengan

yang direncanakan dan memenuhi target sasaran yang

ditetapkan, diperlukan gambaran permasalahan yang masih akan

dihadapi dalam periode pembangunan pertanian pada tahun

2019. Dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai tahun

2018, ada beberapa isu penting yang menjadi permasalahan dan

hambatan dalam pencapaian sasaran kegiatan-kegiatan Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten

Banggai. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pembangunan

pertanian yang telah dilaksanakan sampai saat ini, persoalan

mendasar yang diperkirakan masih akan menjadi isu penting

yang dihadapi oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai pada tahun 2020 nanti. Untuk

lebih jelasnya, permasalahan mendasar tersebut diuraikan

sebagai berikut :

1. Adanya Dampak Perubahan Iklim, Kerusakan Lingkungan

dan Bencana Alam

Ancaman dan krisis pangan dunia beberapa tahun

terakhir memiliki kaitan sangat erat dengan perubahan iklim

global. Dampak perubahan iklim global adalah perubahan pola

Page 26: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

22

dan intensitas curah hujan, makin sering terjadinya fenomena

iklim ekstrim El-Nino dan La-Nina yang dapat mengakibatkan

kekeringan dan banjir, kenaikan suhu udara dan permukaan

laut, dan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam.

Bagi sektor pertanian, dampak lanjutan dari perubahan iklim

adalah bergesernya pola dan kalender tanam, perubahan

keanekaragaman hayati, eksplosi hama dan penyakit tanaman

dan hewan, serta pada akhirnya adalah penurunan produksi

pertanian. Di tingkat lapangan, kemampuan para petugas

lapangan dan petani dalam memahami data dan informasi

prakiraan iklim masih sangat terbatas, sehingga kurang

mampu menentukan awal musim tanam serta melakukan

mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang terjadi.

Tantangan ke depan dalam menyikapi dampak

perubahan iklim global adalah bagaimana meningkatkan

kemampuan petani dan petugas lapangan dalam melakukan

prakiraan iklim serta melakukan upaya adaptasi dan mitigasi

yang diperlukan. Untuk membangun kemampuan petani dalam

melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan

iklim, salah satunya melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) serta

membangun sistem informasi iklim dan penyesuaian pola dan

kalender tanam yang sesuai dengan karakteristik masing-

masing wilayah.

Disamping itu, inovasi dan teknologi tepat guna sangat

penting dan strategis untuk dikembangkan dalam rangka

untuk upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Page 27: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

23

Penciptaan varietas unggul yang memiliki potensi emisi Gas

Rumah Kaca (GRK) rendah, toleran terhadap suhu tinggi

maupun rendah, kekeringan, banjir/genangan dan salinitas

menjadi sangat penting.

Selain itu, Indonesia termasuk wilayah dengan frekuensi

bencana alam sangat tinggi dan sering disebut sebagai wilayah

“rawan bencana”. Sejumlah bencana alam kerap terjadi yang

meliputi erupsi gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir,

kekeringan dan macam bencana alam lainnya. Semua bencana

alam tersebut berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian

nasional mulai proses produksi, jalur distribusi, rehabilitasi

ekonomi, masa panen, dan menimbulkan trauma bagi

masyarakat korban bencana. Karena itu, kemampuan untuk

antisipasi bencana alam, penanganan korban bencana, serta

kemampuan rehabilitasi ekonomi pascabencana menjadi

penting.

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang

sering terdampak bencana alam paling besar. Bencana alam

tersebut berdampak buruk dan mengakibatkan rusaknya

infrastruktur pertanian yang meliputi bangunan bendung, dam,

jaringan irigasi, jalan usahatani, kerusakan tanaman dan

ternak, hingga penurunan produktivitas dan produksi pangan.

Naiknya suhu permukaan bumi dan pergeseran pola curah

hujan menyebabkan terjadinya pergeseran pola musim yang

berdampak pada perubahan pola dan kalender tanam. Cuaca

Page 28: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

24

yang tidak menentu sering mengakibatkan petani sulit

memperkirakan waktu untuk mengolah lahan dan memanen.

Akibat perubahan iklim,tidak kurang dari 50 % wilayah

pertanian di Indonesia menghadapi musim hujan yang

cenderung mundur dan musim kemarau yang cenderung maju,

sehingga musim tanam menjadi pendek. Kondisi ini akan

sangat berdampak buruk terhadap intensitas tanam jika tidak

ada terobosan inovasi dan teknologi yang mampu memecahkan

masalah tersebut. Salah satu inovasi yang telah dihasilkan oleh

Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian adalah

varietas unggul berumur genjah dan sangat genjah serta inovasi

teknologi pengelolaan tanah, air dan tanaman pendukungnya.

2. Alih fungsi atau konversi lahan pertanian yang tidak

terkendali

Dewasa ini, keberlanjutan sektor pertanian–tanaman

pangantengah dihadapkan pada ancaman serius, yakni luas

lahanpertanian yang terus menyusut akibat konversi lahan

pertanianproduktif ke penggunaan non-pertanian yang terjadi

secaramasif. Kini lahan sawah lebih menguntungkan untuk

dijadikansebagai real estate, pabrik, atau infrastruktur untuk

aktivitasindustri lainnya daripada ditanami tanaman pangan.

Dengan terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi

lahan nonpertanian (industri, jasa, pemukiman) menyebabkan

berkurangnyaluas lahan sehingga berakibat pada penurunan

luas tanam dan luaspanen serta penurunan produksi

pertanian. Hal ini berdampak pada persoalanketahanan

Page 29: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

25

pangan, mau tidak mau harus didukung oleh lahan

yangproduktif. Untuk itu, diperlukan peran aktif pemerintah

daerah yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) terutama

dalampenyediaan peraturan perlindungan bagi lahan pertanian.

Beragamkebijakan dikeluarkan Pemerintah untuk mendorong

ketersediaanlahan pertanian berkelanjutan, termasuk

memberikan insentif danperlindungan, atau melarang konversi

lahan pertanian produktif,agar lahan pertanian tidak terus

menerus berkurang tanpa terkendali.

Upaya pengendalian terhadap terjadinya alih fungsi lahan

pertanian ke non-pertanian tanaman pangan secara efektif

dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang

Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B)

dan Peraturan Pemerintah pendukungnya. Namun pada

kenyataannya konversi lahan pertanian ke perumahan dan

industri terus berlangsung. Hal ini menjadi tantangan yang

cukup berat bagi keberlanjutan produksi pertanian dan

mewujudkan ketahanan pangan. Oleh karena sistem atau cara

perlindungan yang diberikan terhadap petani mulai dari aspek

proses produksi sampai aspek pemasaran hasil dan sistem

perdagangannya perlu dikembangkan lebih lanjut.

Upaya menekan laju konversi lahan pertanian ke depan

adalah bagaimana melindungi keberadaan lahan pertanian

melalui perencanaan dan pengendalian tata ruang;

meningkatkan optimalisasi, rehabilitasi dan ekstensifikasi

Page 30: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

26

lahan; meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha

pertanian serta pengendalian pertumbuhan penduduk.

3. Keterbatasan dalam pencetakan lahan baru

Kemampuan cetak sawah oleh pemerintah memangbelum

bisa menyamai laju konversi lahan sawah seluas 100ribu ha

per tahun. Salah satu penyebabnya adalah

keterbatasananggaran yang dimiliki pemerintah. Untuk

mencetak satu hektarsawah sedikitnya dibutuhkan dana

sekitar 30 juta rupiah. Selain itu,sangat tergantung dari

koordinasi dengan daerah dan juga adanyaberbagai persoalan

yang dihadapi dalam merealisasikan, terutamamasalah status

penguasaan dan kepemilikan lahan.

4. Penurunan kualitas lahan

Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia sudah

mengalamipenurunan kualitas, bahkan banyak yang termasuk

kategori kritis. Halini akibat pemakaian bahan kimia anorganik

berlebihan. Pemakaianpupuk kimia anorganik berlebihan

menyebabkan struktur tanahmenjadi padat dan daya dukung

tanah bagi pertumbuhan tanamanmenurun. Disamping itu,

produk-produk kimiawi tersebut,selain mengandung bahan

yang diperlukan tanaman, dapat jugamengandung bahan

kimiawi yang berbahaya (seperti senyawaklorin dan merkuri)

bagi lahan dan makhluk hidup. Bila kondisiini dibiarkan, maka

dapat menimbulkan kerusakan lahan semakinluas dan

berakibat penurunan produktivitas lahan dan tanaman.

Page 31: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

27

Langkah penanganan untuk mengatasi penurunan

kualitas lahanmelalui memanfaatkan produk bioteknologi,

seperti pupukdan pestisida hayati yang mengandung mikroba

bersifat ramahlingkungan. Penggunaan mikroba sebagai pupuk

hayati dapatmembantu menyediakan unsur hara yang lengkap

bagi tanaman,meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah

dan juga sangatpenting dalam memperbaiki struktur tanah.

Sedangkan pemakaianpestisida hayati diharapkan selain dapat

menanggulangi seranganhama dan penyakit dan mampu

menjaga lingkungan tetap sehat.

5. Prasarana Pertanian yang masih kurang memadai

Salah satu prasarana pertanian yang saat ini sangat

memprihatinkanadalah jaringan irigasi. Kurangnya

pembangunan waduk danjaringan irigasi baru serta rusaknya

jaringan irigasi yang adamengakibatkan daya dukung irigasi

bagi pertanian sangat menurun.Kerusakan ini terutama

diakibatkan banjir dan erosi, kerusakan didaerah aliran sungai,

serta kurangnya pemeliharaan irigasi hinggake tingkat

usahatani. Selain itu, masih terbatasnya jalan usahatani,jalan

produksi, pelabuhan yang dilengkapi dengan

pergudanganberpendingin udara, laboratorium dan kebun

percobaan bagipenelitian, laboratorium pelayanan uji standar

dan mutu, pos danlaboratorium perkarantinaan, kebun

penangkaranbenih dan bibit, klinik konsultasi kesehatan

tanaman,balai informasi dan promosi pertanian, balai-balai

penyuluhan sertapasar-pasar yang spesifik komoditas.

Page 32: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

28

Prasarana usahatani lain yang sangat dibutuhkan

masyarakat untukmenggerakkan proses produksi dan

pemasaran komoditas pertaniannamun keberadaannya masih

terbatas adalah jalan usahatani,jalan produksi, pelabuhan yang

dilengkapi dengan pergudangan.

Dengan kondisi infrastruktur (jalan pertanian, jaringan

irigasi) yang belum memadai menyebabkan terjadinya

peningkatan biaya produksi. Hal tersebut menyebabkan

inefisiensi usaha tani yang dilaksanakan. Misalnya

infrastruktur jalan tidak memadai, menyebabkan biaya angkut

sarana produksi dan produk pertanian menjadi mahal, dan

jaringan irigasi yang tidak memadai menyebabkan biaya

pengairan meningkat disebabkan adanya alokasi biaya sewa

pompa air dan BBM.

6. Belum Cukup Tersedianya Sarana Produksi Pertanian

Di sisi sarana produksi, permasalahan yang dihadapi

adalahbelum cukup tersedianya benih/bibit unggul bermutu,

pupuk,pakan, pestisida/obat-obatan, alat dan mesin pertanian

hinggake tingkat usahatani, serta belum berkembangnya

kelembagaanpelayanan penyedia sarana produksi.Belum

perkembangnyausaha penangkaran benih/bibit secara luas

hingga di sentraproduksi mengakibatkan harga benih/bibit

menjadi mahal, bahkanmengakibatkan banyak beredarnya

benih/bibit palsu di masyarakatyang pada akhirnya sangat

merugikan petani.

Page 33: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

29

Benih merupakan sarana penting bagi usaha di bidang

pertanian,apabila benih/ bibit yang tersedia tidak baik atau

palsu maka hasilyang didapat tidak sesuai dengan yang

diharapkan. Selain itu,pengadaan benih belum sesuai dengan

musim tanam, biasanyabenih sampai dilokasi setelah musim

tanam dan kadangkala benihsudah kadaluarsa. Kondisi

dikarenakan infrastruktur dan sistemperbenihan sulit

berkembang karena memerlukan investasi yangcukup besar.

Tidak banyak swasta yang mau menanamkan investasiuntuk

usaha perbenihan/perbibitan. Di lain pihak, pemerintahkurang

berdaya menangani perbenihan.

Dalam sistem perbenihan didukung oleh beberapa

subsistemyang terdiri dari subsistem pengembangan varietas

untukmengantisipasi perubahan dan perkembangan selera

masyarakat;subsistem produksi dan distribusi benih;

subsistem perbaikan mutumelalui sertifikasi dan pelabelan;

dan subsistem kelembagaan danpeningkatan SDM.

Keberhasilan dalam menggerakkan seluruhkomponen sangat

dipengaruhi oleh komponen pendukungantara lain lembaga

perbenihan, sumberdaya manusia, sarana danprasarana,

kebijakan pemerintah, sistem informasi, dan

kesadarankonsumen dalam menggunakan benih bermutu.

Berdasarkan penelitian dan praktek di lapangan,

penggunaan benih/bibit unggul diakui telah menjadi satu

faktor kunci keberhasilanpeningkatan produksi. Swasembada

beras, jagung dan gula yangtelah dicapai selama ini, utamanya

Page 34: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

30

dikarenakan penggunaan benih/bibit unggul. Sampai saat ini,

benih unggul banyak diimpor seperti:padi hibrida, sayuran dan

tanaman hias.

Pupuk merupakan komoditas yang seringkali menjadi

langka padasaat dibutuhkan, terutama pupuk

bersubsidi.Sistem distribusi yangbelum baik serta margin harga

dunia yang relatif tinggi dibandingkandengan harga pasar

domestik mengakibatkan banyak terjadinyapraktek

penyelundupan pupuk bersubsidi ke luar

negeri.Denganketerbatasan penyediaan pupuk kimia, ternyata

pengetahuan dankesadaran petani untuk menggunakan dan

mengembangkan pupukorganik sendiri, sebagai pupuk

alternatif juga masih sangat kurang.

Tantangan untuk mengembangkan sarana produksi

pertanian kedepan adalah bagaimana mengembangkan

penangkar benih/bibit unggul dan bermutu,

menumbuhkembangkan kelembagaanpenyedia jasa alat dan

mesin pertanian, mendorong petanimemproduksi dan

meningkatkan pemakaian pupuk organik, sertamendorong

petani untuk menggunakan pestisida dan obat-obatantanaman

yang ramah lingkungan.

7. Terbatasnya aksesdistribusi dan pemasaran produk

pertanian

Masalah yang dijumpai dalam mendukung kelancaran

distribusi dan akses pangan adalah infrastruktur distribusi,

sarana dan prasarana pasca panen, pemasaran dan distribusi

Page 35: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

31

antar dan keluar daerah dan isolasi daerah, sistem informasi

pasar, keterbatasan lembaga pemasaran daerah, hambatan

distribusi karena pungutan resmi dan tidak resmi, kasus

penimbunan komoditas pangan oleh spekulan, adanya

penurunan akses pangan karena terkena bencana.

Kestabilan pasokan bahan pangan sangat berpengaruh

terhadap perkembangan harga yang terjadi, oleh sebab itu

kelancaran sarana dan prasarana distribusi sangat

berpengaruh terhadap kecepatan distribusi bahan pangan

tersebut. Dari sudut pandang produsen pangan dan produk

pertanian, pemasaran merupakan bagian hilir dari segala upaya

yang dilakukan dalam kegiatan produksi. Dalam hal

pemasaran, faktor kualitas, kontinuitas, kuantitas dan

ketersediaan pasar menjadi faktor kunci.

Ketersediaan pasar bagi petani khususnya petani

komoditas hortikultura sangatlah diperlukan. Selama ini para

petani belumlah memiliki pasar-pasar tani tradisional yang

representatif dan memadai khususnya buah/sayuran. Di

beberapa kecamatan para petani hortikultura masih

memasarkan hasil produksi buah dan sayuran dengan cara

berjualan di pinggir-pinggir jalan. Hal ini berpengaruh bagi

pemasaran hasil produksi buah dan sayuran sehingga

menyebabkan ikut menurunnya intensitas petani hortikultura

dalam memproduksi buah/sayuran.

Tantangan ke depan bagi produsen pertanian atau petani

di Kabupaten Banggai adalah bagaimana memproduksi hasil

Page 36: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

32

pertanian yang memenuhi standar mutu nasional, kontinuitas

pasokan yang terjamin serta dalam skala kuantitas yang

memenuhi permintaan pelanggan. Dengan memenuhi syarat

pemasaran tersebut, maka daya saing dari suatu produk

pertanian akan lebih baik. Namun sebaliknya, bila produk

dalam negeri tidak mampu memenuhi syarat kualitas,

kontinuitas dan kuantitas yang diminta, maka pasar dalam

negeri akan diisi oleh produk sejenis yang berasal dari impor.

8. Lambatnya pemuktahiran data base pertanian

Adanya data base yang akurat bertujuan untuk

memetakan seluruh kelompok tani dan bantuan yang sudah

diterima yang diterapkan pada proses alokasi kegiatan dengan

mempertimbangkan pemerataan bantuan, tingkat pemahaman

penerima manfaat dalam penggunaan alat dan mesin

pertanian/alsintan, IP dan Provitas.Database dikembangkan

dengan menu pilihan untuk menampilkan overlay kegiatan

dengan pendekatan terkecil pada level desa. Pemuktahiran data

base pertanian sangat diperlukan agar tidak terjadi overlay

atau tumpang tindih kegiatan sehingga menghindarkan

penumpukan kegiatan yang akan diterima setiap kelompok

tani, sedangkan masih banyak kelompok tani yang tidak

pernah menerima bantuan.

9. Keterbatasan petani dalam pemanfaatan teknologi

Dari sisi sumberdaya manusia, masih rendahnya kualitas

sumber daya manusia pertanian merupakan kendala yang

serius dalam pembangunan pertanian, karena mereka yang

Page 37: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

33

berpendidikan rendah pada umumnya adalah petani yang

tinggal di daerah pedesaan. Kondisi ini juga semakin

diperparah dengan kurangnya pendampingan penyuluhan

pertanian. Di sisi lain, bagi mereka yang telah mengenyam

pendidikan formal tingkat menengah dan tinggi, mereka kurang

tertarik bekerja dan berusaha di pertanian, sehingga

mengakibatkan tingginya urbanisasi ke perkotaan.

Kondisi ini dapat ditekan dengan mengembangkan

agroindustri pertanian di pedesaan, karena akan mampu

menciptakan lapangan kerja baru dan peluang usaha

agroindustri di pedesaan. Agroindustri di desa ini memegang

peran penting dalam proses produksi seperti penyediaan dan

distribusi sarana produksi, usaha jasa pelayanan alat dan

mesin pertanian, usaha indusri pasca panen dan pengolahan

hasil, usaha jasa transportasi hasil pertanian, pengelolaan

lembaga keuangan mikro, konsultan manajemen agribisnis

serta tenaga pemasaran produk agroindustri.

10. Pengaturan Sistem Pengairan

Tingkat kesadaran kelompok-kelompok petani pemakai

air (P3A/GP3A) masih lemah dalam hal penata kelolaan air

irigasi. Perhimpunan Petani Pemakai Air dihadapkan pada

tantangan untuk merevitalisasi diri dari kelembagaan yang saat

ini masih lemah dalam sistem tata kelola pengairan/irigasi.

2.5 Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2020

Penyusunan dokumen rencana tahunan dilakukan melalui

proses koordinasi antara instansi pemerintah daerah dan proses

Page 38: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

34

partisipasi seluruh pelaku pembangunan daerah untuk menyusun

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2020. Selanjutnya

proses penyusunan RKPD Kabupaten Banggai Tahun 2020 diawali

dengan penyusunan Rancangan Awal (Ranwal RKPD) yang merupakan

pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

yang ditetapkan setelah memperoleh pengesahan oleh Bupati Banggai.

Sehubungan dengan itu dalam penyusunan Renja Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai perlu

dilakukan Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2020.

Telaahan terhadap Rancangan Awal RKPD dimaksudkan untuk

membandingkan antara rumusan hasil identifikasi kebutuhan program

dan kegiatan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah

mempertimbangkan kinerjapencapaian target Renstra SKPD dan

tingkat kinerja yang dicapai oleh SKPD,dengan arahan kepala daerah

terkait prioritas program/kegiatan dan pagu indikatif yang disediakan

untuk setiap OPD berdasarkan rancangan awal RKPD. Review

terhadap rancangan awal RKPD, meliputi kegiatan identifikasi prioritas

program dan kegiatan, indikator kinerja program/kegiatan,tolak ukur

atau target sasaran program/kegiatan, serta pagu indikatif yang

dialokasikan untuk setiap program/kegiatan untuk SKPD yang

bersangkutan.Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2018

kami sajikan dalam bentuk matrik tabel yang dapat dilihat pada

Lampiran 1.

Page 39: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

35

2.6 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat Tahun

2020

Penelaahan usulan program dan kegiatan dari

masyarakatmerupakan bagian dari kegiatan jaring aspirasi terkait

kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan, terhadap prioritas

dan sasaran pelayanan serta kebutuhan pembangunan tahun yang

direncanakan, sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai.

Dalam kaitan itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggaitelah menginventarisasi dan menelaah

usulan-usulan kegiatan dari masyarakat dengan hasil sebagai berikut :

1. Masih banyak usulan yang belum sesuai dengan nomenklatur

kegiatan yang berlaku;

2. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten

Banggai menemukan masih banyak informasi atas usulan kegiatan

yang belum lengkap terutama mengenai jenis kegiatan, indikator

kinerja, lokasi, dan besaran volume kegiatan. Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan telahmelakukan konfirmasi

atas usulan-usulan yang belum lengkap tersebut. Ada beberapa

usulan yangdiberi catatan untuk dikonfirmasikan kembali sesuai

dengan hasil analisis kebutuhan Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan.

3. Kebanyakan usulan kegiatan masyarakat sesuai dengan isu-isu

penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai. Di antaranya

adalah usulan kegiatan cetak sawah, pembangunan jalan

Page 40: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

36

pertanian, sertifikasi benih/bibit Pertanian/Perkebunan dan

bantuan sarana produksi serta sarana pengolahan hasil pertanian

tanaman pangan/hortikultura dan perkebunan. Hal ini jelas sangat

berkaitan dengan isu strategis yaitu Belum optimalnya

pemanfaatan benih unggul bersertifikat,modernisasi alat mesin

dan pembangunan insfrastruktur Tanaman Pangan, Hortikultura

dan Perkebunan dalam upaya peningkatan produksi dan

produktifitas komoditas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan.

4. Masih adanya usulan kegiatan oleh kelompok-kelompok tani yang

sama dengan materi kegiatan yang sama setiap tahunnya.Padahal

masih banyak kelompok tani yang belum pernah menerima

bantuan.

Sehubungan dengan itu, untuk penyempurnaan proses

perencanaan pembangunan bidang pertanian tahun 2020 ada

beberapa inovasi perencanaan yang dilakukan oleh Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai yaitu :

1. Pemerataan bantuan dengan menerapkan proses alokasi kegiatan

dengan mengacu pada hasilreward dan punishmentterhadap

pemanfaatan alsintan,Indeks Pertanaman (IP) dan

produktivitas.Hal ini bertujuan untuk memetakan seluruh

kelompok tani dan bantuan yang sudah diterima dan

menghindarkan penumpukan kegiatan yang diterima setiap

kelompok tani.

2. Penentuan prioritas penerima manfaat yaitu sebagai berikut :

Poktan yang boleh mendapat alokasi bantuan adalah poktan yang

Page 41: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

37

belum pernah menerima bantuan, prioritas lokasi bantuan adalah

poktan/gapoktan yang berada pada jaringan irigasi

primer/sekunder yang sudah diperbaiki, dan untuk bantuan

pengembangan sumber-sumber air diprioritaskan pada lokasi

existing Cetak Sawah.

3. Optimalisasi pengendalian/evaluasi dalam perencanaan dan

pelaksanaan program kegiatan pertanian dan meningkatkan

koordinasi dengan sesama instansi/SKPDsub bidang pertanian

yang ada di Kabupaten Banggai maupun antar sektor terkait.

Page 42: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

38

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

Penetapan tujuan dan sasaran didasarkan pada identifikasi

factor-faktor kunci keberhasilan yang ditetapkan setelah penetapan

visi dan misi. Penetapan tujuan akan mengarah kepada perumusan

sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka

merealisasikan Visi dan Misi. Sedangkan sasaran menggambarkan hal-

hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan terfokus yang

bersifat spesifik, terinci, terukur dan dapat dicapai. Dinas Tanaman

Pangan Hortikultura dan Perkebunan sesuai dengan tugas pokok dan

fungsinya sebagai lembaga teknis daerah yang melaksanakan

Pembangunan Pertanian di Kabupaten Banggai dan membantu Bupati

Banggai dalam menyusun dan merumuskan kebijakan teknis di

bidang Pertanian dituntut untuk menghasilkan produk-produk yang

berkualitas dalam mendukung pembangunan daerah. Untuk itu,

disusun visi dan misi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan

perkebunan Kabupaten Banggai yang akan dicapai melalui pencapaian

tujuan dan pelaksanaan kegiatan utama dan kegiatan pendukungnya.

Dalam hal ini, visi dan misi yang disusun harus dikaitkan dengan

RPJMD 2016 – 2021. VISI Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai adalah : “Terwujudnya Peningkatan

Produktivitas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Yang Maju, Berdaya Saing dan Berkelanjutan Melalui

Pemanfaatan Teknologi Menuju Swasembada Pangan Tahun

2021”. Untuk mewujudkan Visi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura

Page 43: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

39

dan Perkebunan Kabupaten Banggai maka ditetapkan Misi sebagai

berikut :

1. Meningkatkan sumberdaya manusia pertanian yang berkualitas

dan profesional.

2. Meningkatkan kapasitas kelembagaan pelaku utama dan pelaku

usaha tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

3. Meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu hasil tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan melalui pemanfaatan

teknologi.

4. Meningkatkan akses terhadap informasi pasar, teknologi,

permodalan, sarana dan prasarana Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan.

5. Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam melalui

optimalisasi agribisnis yang berkelanjutan

3.1 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai

1. Tujuan Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

PerkebunanKabupaten Banggai yang didasarkan pada visi dan

misi adalah sebagai berikut :

a. Meningkatkan kinerja pelayanan administratif dalam

penyelenggaraan pembangunan bidang Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan.

b. Meningkatkan kapasitas sumber daya dan disiplin

aparatur bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan.

Page 44: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

40

c. Meningkatkan kualitas perencanaan dan akuntabilitas

capaian kinerja dan pengelolaan keuangan.

d. Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman

pangan dan hortikultura melalui intensifikasi tanaman

pangan/ hortikultura, peningkatan ketersediaan lahan dan

pemanfaatan lahan, peningkatan dan rehabilitasi

infrastruktur dasar dan sarana penunjang tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan.

e. Meningkatkan dan mengembangkan sistem pengolahan

hasil tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan

berbasis agribisnis.

f. Meningkatkan kapasitas sumber daya kelembagaan petani

dalam pengembangan tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan dan penanggulangan serangan OPT tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan.

g. Meningkatkan kualitas/ mutu dan standar hasil tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan..

h. Meningkatkan aksesibilitas petani terhadap sarana

produksi pertanian dan akses pemasaran sehingga dapat

mewujudkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha

tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan..

2. Sasaran Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan merupakan dasar untuk mengendalikan dan

memantau pencapaian kinerja Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan PerkebunanKabupaten Banggai serta lebih

menjamin suksesnya pelaksanaan rencana tahunan yang

Page 45: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

41

sifatnya menyeluruh.Adapun sasaran Renja Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang telah ditetapkan

adalah sebagai berikut :

a. Meningkatnya kualitas pelayanan umum administratif

pembangunan bidang tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan.

b. Meningkatnya kualitas disiplin aparatur dan kapasitas

sumber dayaaparatur bidang tanaman pangan, hortikultura

dan perkebunan.yang amanah dan professional.

c. Meningkatnya akuntabilitas kinerja arapatur bidang

tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. dalam

penyusunan perencanaan umum bidang pertanian,

penatausahaan anggaran dan pelaporan keuangan.

d. Tercapainya peningkatan produksi dan produktivitas

tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan yang

bersumber dari produksi lokal.

e. Meningkatnya infrastruktur dasar, sarana penunjang, dan

sarana pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan,

hortikultura dan perkebunan.

f. Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas pelaksanaan

kegiatan pembangunan infrastruktur dasar pertanian.

g. Meningkatnya lahan tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan dan optimalisasi sumber daya air.

h. Menurunnya serangan organisme pengganggu tanaman

tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan dan dampak

lingkungan.

Page 46: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

42

i. Meningkatnya distribusi dan aksesibilitas sarana produksi

pertanian berupa benih, pupuk, pestisida dan alsin dengan

baik.

j. Meningkatnya kapasitas sumber daya kelembagaan petani

dan aksesibilitas petani terhadap pemasaran hasil produksi

tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

k. Meningkatnya kualitas/mutu dan standarisasi hasil

tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta

berkembangnya pengolahan hasil tanaman pangan,

hortikultura dan perkebunan berbasis agribisnis.

3.2 Program dan Kegiatan

Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih

kegiatan yang dirumuskan dan dilaksanakan oleh OPD sebagai wujud

pengimplementasian strategi dan kebijakan yang ditetapkan.

Sedangkan kegiatan adalah bagian dari program yang memuat

sekumpulan tindakan pengerahan sumberdaya sebagai masukan

(input), untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang

dan jasa.

Sebagaimana visi, misi, tujuan dan sasaran strategis serta

kebijakan-kebijakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai, maka untuk mewujudkannya akan

dilaksanakan berbagai rencana program dan kegiatan Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai beserta

indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatifnya yang

dijabarkan setiap tahun melalui mekanisme yang ditentukan.

Page 47: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

43

Perencanaan program, kegiatan dan pengalokasian anggaran

disusun secara efisien dan efektif sehingga dapat memberikan

informasi yang akurat mengenai kondisi existing suatu kawasan yang

akan dibangun. Program dan kegiatan Renja Tahun 2020 ini

mencerminkan keterpaduan program dan kegiatan dari hasil kajian

teknokratis (berdasarkan bukti fisis, data dan informasi yang akurat

serta dapat dipertanggung jawabkan) dan hasil Musrenbang RKPD

Kabupaten Banggai Tahun 2019 yang telah dilakukan. Untuk tahun

2020, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai telah mengkaji kembali beberapa program dan

kegiatan yang dianggap tidak lagi sesuai dengan kerangka misi, tujuan

dan sasaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai sehingga telah dilakukan perubahan-perubahan

terstruktur dan sistematis.

Alokasi anggaran untuk program/kegiatan Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai pada Tahun

2020 (dapat dilihat pada Lampiran 2) mencakup alokasi APBD

Kabupaten yang disinkronkan dengan pendanaan dari Dana Alokasi

Khusus (DAK) Fisik Bidang Kedaulatan Pangan Sub Bidang Pertanian

Tahun 2020 (usulan kegiatannya dapat dilihat pada Lampiran4).

Selain itu terdapat pula usulan program/kegiatan Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang 0indikasi sumber

pembiayaannya berasal dari alokasi Dana Tugas Pembantuan (dapat

dilihat pada Lampiran 5).

Page 48: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

44

Program utama pembangunan Tanaman Pangan, Hortikultura

dan Perkebunan di Kabupaten Banggai meliputi (3) tiga program

utama yaitu :

(1). Program peningkatan pemasaran hasil prouksi

pertanian/perkebunan

(2). Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan.

(3). Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan

Disamping program utama terdapat program pendukung yang

berfungsi sebagai pendukung terlaksananya program utama,

meliputi :

(1). Program pelayanan administrasi perkantoran.

(2). Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur.

(3). Program peningkatan disiplin aparatur.

(4). Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur.

(6). Program peningkatan dan pengembangan sistem pelaporan

capaian kinerja dan keuangan.

(7). Program Pengembangan Sistem Informasi/Data

(8). Program Perencanaan Umum dan Pengendalian Pelaksanaan

Kegiatan.

Kegiatan pembangunan Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan Kabupaten Banggai menurut kelompok program adalah

sebagai berikut :

a. Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan

Program ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan pendapatan

masyarakat secara berkeadilan melalui kegiatan usaha Tanaman

Page 49: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

45

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan secara berkelanjutan,

meliputi kegiatan sebagai berikut :

a. Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan

b. Pengembangan bibit unggul pertanian/perkebunan

c. Pengembangan perbenihan/perbibitan padi, palawija

d. Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Hortikultura

e. Monitoring, evaluasi dan pelaporan

f. Pengembangan Pangan

g. Pengembangan Hortikultura

h. Pengembangan Perkebunan

i. Pengembangan teknologi budidaya tanamanpangan

j. Pengembangan teknologi budidaya tanamanhortikultura

k. Pengembangan teknologi budidaya tanamanperkebunan

l. Peningkatan aksesbilitas petani terhadapsarana produksi

pertanian

m. Peningkatan sarana dan prasarana pertanian (DAK/DAU)

a. Pemberdayaan kelembagaan P3A/GP3A (Dukungan IDEPIM)

b. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/

Perkebunan.

Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup

masyarakat terutama petani pekebun melalui tersedianya pangsa

pasar akan hasil-hasil produksi Tanaman Pangan, Hortikultura

dan Perkebunan, meliputi kegiatan sebagai berikut :

a. Promosi atas hasil produksi tanaman pangan unggul daerah

b. Promosi atas hasil produksi tanaman hortikultura unggul

daerah

Page 50: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

46

c. Promosi atas hasil produksi tanaman perkebunan unggul

daerah

d. Pengolahan dan pemasaran hasil tanaman perkebunan

e. Pengolahan dan pemasaran hasil tanaman hortikultura

f. Pengolahan dan Pemasaran hasil tanaman pangan

c. Program pemberdayaan penyuluh Pertanian/Perkebunan

Program ini dimaksudkan untuk peningkatan kapasitas dan

kesejahteraan penyuluh.

a. Penyuluhan dan Pendampingan Bagi Petani

Program dan Kegiatan dari alokasi DAK Sub Bidang Pertanian

Tahun 2020

Dalam rangka menyediakan infrastruktur dasar di bidang

pertanian yang menjadi urusan Pemerintah Kabupaten dan

merupakan kegiatan prioritas nasional akan dibiayai melalui Dana

Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian. Kebijakan pemanfaatan DAK

Sub Bidang Pertanian Tahun 2020 diarahkan untuk

pembangunan/perbaikan prasarana dan sarana fisik dasar

pembangunan pertanian guna mendukung peningkatan produksi dan

ekspor komoditas pertanian strategis. Tujuan Pemanfaatan DAK Sub

Bidang Pertanian Tahun 2020 ini untuk: (a) Mendukung pencapaian

produksi komoditas pertanian strategis serta pengembangan

bioindustri dan bioenergi; (b) Peningkatan kemampuan produksi

bahan pangan dalam negeri untuk pengamanan kebutuhan pangan

nasional; (c) Mendukung peningkatan nilai tambah, daya saing dan

ekspor komoditas pertanian; dan (d) Meningkatkan kinerja

pembangunan pertanian di daerah.

Page 51: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

47

Berdasarkan menu kegiatan DAK Sub Bidang Pertanian tahun

9maka Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai telah mensingkronkan kegiatan DAK Sub Bidang

Pertanian dalam kegiatan APBD Kabupaten Banggai (kegiatan 16.34

Peningkatan sarana dan prasarana pertanian) dengan prioritas

kegiatan meliputi :

1. Pengembangan Sumber-Sumber Air mendukung sub sektor

tanaman pangan mencakup :

- Pembangunan Embung

- Pembangunan Dam Parit

Program dan Kegiatan melalui alokasi Dana Tugas Pembantuan

(APBN) Tahun 2020

Tugas Pembantuan adalah penugasan dari pemerintah pusat

kepada daerah dan/atau desa, dari pemerintah provinsi kepada

kabupaten/kotadan/atau desa, serta dari pemerintah kabupaten/kota

kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu dengan kewajiban

melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya kepada

yang menugaskan.Dana Tugas Pembantuan (TP) adalah dana yang

berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh daerah dan desa yang

mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka

pelaksanaan tugas pembantuan.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan

PerkebunanKabupaten Banggai telah merencanakan dan mengusulkan

kegiatan untuk dilaksanakan melalui alokasi Dana Tugas Pembantuan

(TP) Kabupaten pada tahun anggaran 2020, dengan prioritas kegiatan

sebagai berikut :

Page 52: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

48

1. Kegiatan Pengembangan Tanaman Tahunan dan Penyegar, meliputi

sub kegiatan :

• Peremajaan Tanaman Kelapa

2. Kegiatan Pengembangan Tanaman Tahunan dan Penyegar, meliputi

sub kegiatan :

• Peremajaan tanaman kakao

3. Pengelolaan Sistem Penyediaan dan Pengawasan Alat

MesinPertanian, meliputi sub kegiatan :

• Bantuan Traktor Roda Empat

• Bantuan Traktor Roda Dua

• Bantuan Cultivator

4. Perluasan dan Perlindungan Lahan Pertanian meliputi sub

kegiatan :

• Optimasi Lahan (Penanaman Padi Pasca Cetak Sawah)

• Optimasi Lahan (Pengembangan Pemanfaatan lahan

Rawa/Gambut Terpadu).

• Pra Sertifikasi Lahan Pertanian.

• Perluasan Sawah.

5. Pengelolaan Air Irigasi Pertanian meliputi sub kegiatan :

• Pengembangan Jaringan Irigasi

6. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan meliputi sub

kegiatan :

• RMU Organik

• Dukungan Sarana Penanganan dan Pengemasan Beras Bermutu

(Grading dan Packing)

• Combine Harvester Besar

Page 53: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

49

• Corn Seller

• Power Thresher Multiguna

7. Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia meliputi sub kegiatan :

• Bantuan Budidaya padi Inbrida Sawah/Tadah Hujan/Lahan

Kering

• Penerapan Budidaya Jagung Hibrida

8. Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi meliputi

sub kegiatan :

• Peningkatan Produksi Kedelei

9. Peningkatan Produksi Sayuran dan Tanaman Obat meliputi sub

kegiatan :

• Kawasan Aneka Cabai

• GAP Bawang Merah

• Kawasan Bawang Merah

10. Pengembangan Sistem Perbenihan Hortikultura meliputi sub

kegiatan :

• Produksi Benih Bawang Merah

Page 54: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

50

BAB IV PENUTUP

Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (RENJA OPD) Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai

Tahun 2020 disusun berdasarkan penjabaran Rencana Strategis Dinas

Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Tahun 2016 – 2021.

Dalam rangka proses penyusunan RENJA OPD, Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai melibatkan

partisipasi seluruh pelaku pembangunan melalui Musrenbang

Kecamatan. Dengan adanya RENJA OPD ini diharapkan menjadi

dokumen penting untuk acuan dan pedoman dalam pelaksanaan

operasional di sektor tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan.Untuk itu perlu dukungan dan komitmen semua pihak

yang terkait agar pembangunan tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan dapat dilaksanakan secara baik, konsisten dengan penuh

rasa tanggungjawab sehingga dapat memecahkan persoalan yang ada

dalam masyarakat.

Demikian penyusunan Rencana Kerja Dinas Tanaman

Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Tahun 2020, semoga dapat

bermanfaat.

Luwuk, Mei 2019

PLT.KEPALA DINAS TANAMAN PANGAN,

HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN

KABUPATEN BANGGAI

Ir. H. USMAN SUNI, MM

NIP.19640313 199402 1 001

Page 55: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Renja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Tahun 2020

51

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Page 56: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Lampiran I

OPD : DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN KABUPATEN BANGGAI

Program/Kegiatan Lokasi Indikator kinerja Pagu Indikatif Program/Kegiatan Lokasi Indikator kinerja Kebutuhan Dana

1 3 4 7 3 4 7 9

1. 01. Pelayanan administrasi perkantoranPersentase peningkatan pelayanan

administrasi perkantoran3,122,200,650 Pelayanan administrasi perkantoran

Persentase peningkatan pelayanan

administrasi perkantoran3,122,200,650

001. Penyediaan jasa surat menyurat Luwuk Jumlah Materai 3000 1,600 Lbr 12,000,000 Penyediaan jasa surat menyurat Luwuk Jumlah Materai 3000 1,600 Lbr 12,000,000

Jumlah Materai 6000 1,800 lbr Jumlah Materai 6000 1,800 lbr

002. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Luwuk Jumlah Jaringan Listrik 1 jrgn 339,600,000 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Luwuk Jumlah Jaringan Listrik 1 jrgn 339,600,000

Jumlah Jaringan Air 1 jrgn Jumlah Jaringan Air 1 jrgn

Jumlah Jaringan Internet 1 jrgn Jumlah Jaringan Internet 1 jrgn

008. Penyediaan jasa kebersihan kantor Luwuk Jumlah Tenaga Kebersihan 7 Org 117,426,050 Penyediaan jasa kebersihan kantor Luwuk Jumlah Tenaga Kebersihan 7 Org 117,426,050

Jumlah Alat Kebersihan dan bahan

pembersih

14 Jenis Jumlah Alat Kebersihan dan bahan

pembersih

14 Jenis

010. Penyediaan Alat Tulis Kantor Luwuk Jumlah Alat Tulis Kantor 15 Jenis 41,294,600 Penyediaan Alat Tulis Kantor Luwuk Jumlah Alat Tulis Kantor 15 Jenis 41,294,600

011. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Luwuk Jumlah Penggandaan/Fotocopy 52,150 Lbr 22,420,000 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Luwuk Jumlah Penggandaan/Fotocopy 52,150 Lbr 22,420,000

Jumlah Cetakan 60 buku Jumlah Cetakan 60 buku

012. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan

kantor

Luwuk Jumlah Komponen Instalasi Listrik 13 Jenis 40,000,000 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan

kantor

Luwuk Jumlah Komponen Instalasi Listrik 13 Jenis 40,000,000

015. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-

undangan

Luwuk Jumlah Surat Kabar 4 Tbt 9,000,000 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-

undangan

Luwuk Jumlah Surat Kabar 4 Tbt 9,000,000

017. Penyediaan makanan dan minuman Luwuk Jumlah Makanan 3,600 Dos 169,200,000 Penyediaan makanan dan minuman Luwuk Jumlah Makanan 3,600 Dos 169,200,000

Jumlah Minuman 3,600 Dos Jumlah Minuman 3,600 Dos

018. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Luwuk Jumlah Perjalanan Dinas Luar Daerah 1 Ls 700,000,000 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Luwuk Jumlah Perjalanan Dinas Luar Daerah 1 Ls 700,000,000

019. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah Luwuk Jumlah Perjalanan Dinas Dalam Daerah 1 Ls 254,000,000 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah Luwuk Jumlah Perjalanan Dinas Dalam Daerah 1 Ls 254,000,000

020. Penyediaan Jasa Administrasi Perkantoran Luwuk Jumlah Tenaga Honorer 75 Org 1,417,260,000 Penyediaan Jasa Administrasi Perkantoran Luwuk Jumlah Tenaga Honorer 75 Org 1,417,260,000

2 02. Peningkatan sarana dan prasarana aparaturPersentase peningkatan sarana dan

prasarana aparatur5,028,468,900 Peningkatan sarana dan prasarana aparatur

Persentase peningkatan sarana dan

prasarana aparatur5,028,468,900

003. Pembangunan gedung kantor Luwuk Jumlah Bangunan Gedung Kantor 4 Unit 525,000,000 Pembangunan gedung kantor Luwuk Jumlah Bangunan Gedung Kantor 4 Unit 525,000,000

005. Pengadaan kendaraan dinas/ operasional Luwuk Jumlah Kendaraan Roda Empat 2 Unit 2,749,175,000 Pengadaan kendaraan dinas/ operasional Luwuk Jumlah Kendaraan Roda Empat 2 Unit 2,749,175,000

Jumlah Kendaraan Roda Dua 50 Unit Jumlah Kendaraan Roda Dua 50 Unit

007. Pengadaan perlengkapan gedung kantor Luwuk Jumlah Pengadaan Perlengkapan

Gedung Kantor

1 Jenis 52,000,000 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Luwuk Jumlah Pengadaan Perlengkapan

Gedung Kantor

1 Jenis 52,000,000

009. Pengadaan peralatan gedung kantor Luwuk dan 23

Kecamatan

Jumlah Pengadaan Peralatan Gedung

Kantor

5 Jenis 959,034,500 Pengadaan peralatan gedung kantor Luwuk dan 23

Kecamatan

Jumlah Pengadaan Peralatan Gedung

Kantor

5 Jenis 959,034,500

010. Pengadaan mebeleur Luwuk dan 23

Kecamatan

Jumlah Pengadaan Meubelair 3 Jenis 326,089,400 Pengadaan mebeleur Luwuk dan 23

Kecamatan

Jumlah Pengadaan Meubelair 3 Jenis 326,089,400

022. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Luwuk Jumlah Pemeliharaan Gedung Kantor 9 Jenis 211,000,000 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Luwuk Jumlah Pemeliharaan Gedung Kantor 9 Jenis 211,000,000

024. Luwuk Jumlah Kendaraan Dinas Roda 4 yang

dipelihara

9 Unit 144,000,000 Luwuk Jumlah Kendaraan Dinas Roda 4 yang

dipelihara

9 Unit 144,000,000

Jumlah Kendaraan Dinas Roda 2 yang

dipelihara

38 Unit Jumlah Kendaraan Dinas Roda 2 yang

dipelihara

38 Unit

026. Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor Luwuk Jumlah Perlengkapan Kantor yang

dpelihara

2 Jenis 25,200,000 Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor Luwuk Jumlah Perlengkapan Kantor yang

dpelihara

2 Jenis 25,200,000

028. Pemeliharaan rutin/berkala Peralatan Gedung Kantor Luwuk Jumlah Peralatan kantor yang dipelihara 5 Jenis 36,970,000 Pemeliharaan rutin/berkala Peralatan Gedung Kantor Luwuk Jumlah Peralatan kantor yang dipelihara 5 Jenis 36,970,000

3 03. Peningkatan disiplin aparatur Tingkat kepatuhan disiplin ASN 495,125,000 Peningkatan disiplin aparatur Tingkat kepatuhan disiplin ASN 495,125,000

002. Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya Luwuk Jumlah pengadaan pakaian dinas beserta

perlengkapannya

125 Psg 282,000,000 Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya Luwuk Jumlah pengadaan pakaian dinas

beserta perlengkapannya

125 Psg 282,000,000

REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN 2020

KABUPATEN BANGGAI

No. Kode

Rancangan Awal OPD Hasil Analisis KebutuhanCatatan

PentingTarget Capaian Target Capaian

2 6 6

Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional

Page 57: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

005. Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari Tertentu Luwuk Jumlah pengadaan pakaian khusus hari

tertentu bagi pegawai

125 Pasang 213,125,000 Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari Tertentu Luwuk Jumlah pengadaan pakaian khusus hari

tertentu bagi pegawai

125 Pasang 213,125,000

4 04. Program Fasilitas Pindah/Purna Tugas PNSPersentase ASN yang purna tugas

yang terfasilitasi sesuai ketentuan50,000,000 Program Fasilitas Pindah/Purna Tugas PNS

Persentase ASN yang purna tugas

yang terfasilitasi sesuai ketentuan50,000,000

001. Pemulangan Pegawai Yang Pensiun Luwuk Jumlah Pegawai yang purna tugas 10 Org 50,000,000 Pemulangan Pegawai Yang Pensiun Luwuk Jumlah Pegawai yang purna tugas 10 Org 50,000,000

5 05. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya AparaturPersentase peningkatan Kapasitas

Aparatur109,150,000 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Persentase peningkatan Kapasitas

Aparatur109,150,000

001. Pendidikan dan pelatihan formal Luwuk Jumlah aparatur yang terlatih, lulus dan

bersertifikat

6 Org 100,000,000 Pendidikan dan pelatihan formal Luwuk Jumlah aparatur yang terlatih, lulus dan

bersertifikat

6 Org 100,000,000

004. Pembinaan dan Pemantauan Kerja Aparatur Luwuk dan 23

Kecamatan

Jumlah Laporan 2 Lap 9,150,000 Pembinaan dan Pemantauan Kerja Aparatur Luwuk dan 23

Kecamatan

Jumlah Laporan 2 Lap 9,150,000

226 Org 226 Org

6 06Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian

kinerja dan keuangan

Tingkat Ketepatan waktu penyusunan

laporan kinerja dan keuangan 226 Org 406,409,150

Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian

kinerja dan keuangan

Tingkat Ketepatan waktu penyusunan

laporan kinerja dan keuangan 226 Org 406,409,150

001. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi

kinerja SKPD

Luwuk Jumlah Laporan Capaian Kinerja dan

Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

1 Lap 5,022,000 Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi

kinerja SKPD

Luwuk Jumlah Laporan Capaian Kinerja dan

Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

1 Lap 5,022,000

002. Penyusunan laporan keuangan semesteran Luwuk Jumlah Laporan Keuangan Semesteran 2 Lap 63,300,000 Penyusunan laporan keuangan semesteran Luwuk Jumlah Laporan Keuangan Semesteran 2 Lap 63,300,000

005. Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran OPD Luwuk Jumlah Dokumen Perencanaan 6 Dok 338,087,150 Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran OPD Luwuk Jumlah Dokumen Perencanaan 6 Dok 338,087,150

7 07. Pengembangan sistem informasi/DataTingkat pelayanan keterbukaan

informasi publik34,710,000 Pengembangan sistem informasi/Data

Tingkat pelayanan keterbukaan

informasi publik34,710,000

005. Pemuktahiran data Kepegawaian Luwuk Jumlah dokumen kepegawaian 2 Dok 34,710,000 Pemuktahiran data Kepegawaian Luwuk Jumlah dokumen kepegawaian 2 Dok 34,710,000

Jumlah pegawai (PNS maupun Non PNS)

yang mematuhi jam kerja

68 Org Jumlah pegawai (PNS maupun Non

PNS) yang mematuhi jam kerja

68 Org

8 08.Perencanaan Umum dan Pengendalian Pelaksanaan

Kegiatan

Tingkat Ketepatan waktu penyusunan

laporan kegiatan pengadaan barang

dan jasa

269,970,800 Perencanaan Umum dan Pengendalian Pelaksanaan

Kegiatan

Tingkat Ketepatan waktu penyusunan

laporan kegiatan pengadaan barang

dan jasa

269,970,800

001. Penyediaan jasa administrasi pengadaan barang dan jasa Luwuk Jumlah dokumen pengadaan barang dan

jasa

3 Dok 34,500,000 Penyediaan jasa administrasi pengadaan barang dan jasa Luwuk Jumlah dokumen pengadaan barang dan

jasa

3 Dok 34,500,000

003. Penyelenggaraan penilaian hasil pelaksanaan Kontrak

(PHO/FHO)

Kab. Banggai Jumlah dokumen PHO dan FHO 1 Dok 56,300,000 Penyelenggaraan penilaian hasil pelaksanaan Kontrak

(PHO/FHO)

Kab. Banggai Jumlah dokumen PHO dan FHO 1 Dok 56,300,000

008 Pembinaan dan Pengendalian Program dan Kegiatan 23 Kecamatan Jumlah dokumen evaluasi program dan

kegiatan

1 Dok 179,170,800 Pembinaan dan Pengendalian Program dan Kegiatan 23 Kecamatan Jumlah dokumen evaluasi program dan

kegiatan

1 Dok 179,170,800

9 16.Program peningkatan pemasaran hasil produksi

pertanian/perkebunan

Persentase produk hasil olahan

tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan yang di Pamerkan

800,148,000 Program peningkatan pemasaran hasil produksi

pertanian/perkebunan

Persentase produk hasil olahan

tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan yang di Pamerkan

800,148,000

014. Promosi Atas Hasil Produksi tanaman pangan Unggul

Daerah

Kab. Banggai dan

Luar Daerah

Jumlah event yang diikuti 2 Keg 423,927,000 Promosi Atas Hasil Produksi tanaman pangan Unggul

Daerah

Kab. Banggai

dan Luar Daerah

Jumlah event yang diikuti 2 Keg 423,927,000

015. Promosi Atas Hasil Produksi tanaman hortikultura Unggul

Daerah

Kab. Banggai dan

Luar Daerah

Jumlah event yang diikuti 1 Keg 210,368,000 Promosi Atas Hasil Produksi tanaman hortikultura Unggul

Daerah

Kab. Banggai

dan Luar Daerah

Jumlah event yang diikuti 1 Keg 210,368,000

016. Promosi Atas Hasil Produksi tanaman perkebunan Unggul

Daerah

Kab. Banggai dan

Luar Daerah

Jumlah event yang diikuti 1 Keg 165,853,000 Promosi Atas Hasil Produksi tanaman perkebunan Unggul

Daerah

Kab. Banggai

dan Luar Daerah

Jumlah event yang diikuti 1 Keg 165,853,000

10 16. Program Peningkatan Pemasaran Hasil

Pertanian/Perkebunan

Persentase kelompok tani yang

mengadopsi teknologi penanganan

pasca panen dan pengolahan hasil

tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan

1,181,163,000 Program Peningkatan Pemasaran Hasil

Pertanian/Perkebunan

Persentase kelompok tani yang

mengadopsi teknologi penanganan

pasca panen dan pengolahan hasil

tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan

1,181,163,000

017. Pengembangan teknologi pasca panen dan Kab. Banggai - Jumlah teknologi yang baru 1 Keg 273,340,000 Pengembangan teknologi pasca panen dan Kab. Banggai - Jumlah teknologi yang baru 1 Keg 273,340,000

pengolahan hasil tanaman pangan - Jumlah alat dan mesin pasca panen 7 Jenis pengolahan hasil tanaman pangan - Jumlah alat dan mesin pasca panen 7 Jenis

018. Pengembangan teknologi pasca panen dan Kab. Banggai - Jumlah teknologi yang baru 1 Keg 205,050,000 Pengembangan teknologi pasca panen dan Kab. Banggai - Jumlah teknologi yang baru 1 Keg 205,050,000

pengolahan hasil tanaman hortikultura - Jumlah alat dan mesin pasca panen 6 Jenis pengolahan hasil tanaman hortikultura - Jumlah alat dan mesin pasca panen 6 Jenis

019. Pengembangan teknologi pasca panen dan Kab.Banggai - Jumlah teknologi yang baru 1 Keg 702,773,000 Pengembangan teknologi pasca panen dan Kab.Banggai - Jumlah teknologi yang baru 1 Keg 702,773,000

pengolahan hasil tanaman perkebunan - Jumlah alat dan mesin pasca panen 6 Jenis pengolahan hasil tanaman perkebunan - Jumlah alat dan mesin pasca panen 6 Jenis

Page 58: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

11 16.Program peningkatan pemasaran hasil produksi

pertanian/perkebunan

Persentase luas areal lahan petani

yang disertifikasi 380,137,500

Program peningkatan pemasaran hasil produksi

pertanian/perkebunan

Persentase luas areal lahan petani

yang disertifikasi 380,137,500

020. Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Pangan Kab.Banggai Jumlah Sertifikat 2 Keg 72,802,500 Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Pangan Kab.Banggai Jumlah Sertifikat 2 Keg 72,802,500

021. Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Hortikultura Kab.Banggai Jumlah Sertifikat 3 Keg 210,845,000 Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Hortikultura Kab.Banggai Jumlah Sertifikat 3 Keg 210,845,000

022. Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Perkebunan Kab.Banggai Jumlah Sertifikat 2 Keg 96,490,000 Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Perkebunan Kab.Banggai Jumlah Sertifikat 2 Keg 96,490,000

13 18. Program Peningkatan Produksi Pertanian/PerkebunanPersentase peningkatan luas areal

tanam 6,323,528,000 Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase peningkatan luas areal

tanam 6,323,528,000

Persentase penggunaan bibit/benih

unggul tanaman pangan, hortikultura

dan perkebunan

Persentase penggunaan bibit/benih

unggul tanaman pangan, hortikultura

dan perkebunan

008. Pengembangan Pangan Kab.Banggai - Jumlah luas tambah tanam 5250 Ha 2,365,146,000 Pengembangan Pangan Kab.Banggai - Jumlah luas tambah tanam 5250 Ha 2,365,146,000

- Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok tani

3 Jenis - Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok tani

3 Jenis

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg - Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg

009. Pengembangan Hortikultura Kab.Banggai - Jumlah luas tambah tanam 510 Ha 1,474,076,000 Pengembangan Hortikultura Kab.Banggai - Jumlah luas tambah tanam 510 Ha 1,474,076,000

- Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok tani

4 Jenis - Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok tani

4 Jenis

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg - Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg

010. Pengembangan Perkebunan Kab.Banggai - Jumlah luas tambah tanam 116500 Ha 2,484,306,000 Pengembangan Perkebunan Kab.Banggai - Jumlah luas tambah tanam 116500 Ha 2,484,306,000

- Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok tani

3 Jenis - Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok tani

3 Jenis

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg - Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg

14 18. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase penggunaan bibit/benih

unggul tanaman pangan, hortikultura

dan perkebunan

1,197,527,000 Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase penggunaan bibit/benih

unggul tanaman pangan, hortikultura

dan perkebunan

1,197,527,000

015. Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Hortikultura Kab. Banggai - Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok penangkar

2 Jenis 247,740,000 Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Hortikultura Kab. Banggai - Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok penangkar

2 Jenis 247,740,000

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg - Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg

- Jumlah kelompok penangkar yang

dibentuk

6 Klp - Jumlah kelompok penangkar yang

dibentuk

6 Klp

003. Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan Kab. Banggai - Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok penangkar

4 Jenis 134,340,000 Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan Kab. Banggai - Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok penangkar

4 Jenis 134,340,000

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg - Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg

- Jumlah kelompok penangkar yang

dibentuk

4 Klp - Jumlah kelompok penangkar yang

dibentuk

4 Klp

014. Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Padi, Palawija Kab. Banggai - Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok penangkar

3 Jenis 815,447,000 Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Padi, Palawija Kab. Banggai - Jumlah bibit/benih unggul yang

disalurkan kepada kelompok penangkar

3 Jenis 815,447,000

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg - Jumlah sosialisasi/bimtek tentang

bibit/benih unggul

1 Keg

- Jumlah kelompok penangkar yang

dibentuk

13 Klp - Jumlah kelompok penangkar yang

dibentuk

13 Klp

15 18. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase kelompok petani yang

mengadopsi teknologi budidaya

tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan

500,439,000 Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase kelompok petani yang

mengadopsi teknologi budidaya

tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan

500,439,000

016. Pengembangan teknologi budidaya tanaman pangan Kab. Banggai Jumlah teknologi baru 1 Keg 202,200,000 Pengembangan teknologi budidaya tanaman pangan Kab. Banggai Jumlah teknologi baru 1 Keg 202,200,000

017. Pengembangan teknologi budidaya tanaman hortikultura Kab. Banggai Jumlah teknologi baru 1 Keg 172,100,000 Pengembangan teknologi budidaya tanaman hortikultura Kab. Banggai Jumlah teknologi baru 1 Keg 172,100,000

018. Pengembangan teknologi budidaya tanaman perkebunan Kab. Banggai Jumlah teknologi baru 1 Keg 126,139,000 Pengembangan teknologi budidaya tanaman perkebunan Kab. Banggai Jumlah teknologi baru 1 Keg 126,139,000

16 18. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase kelompok tani yang

menggunakan sarana dan prasarana

produksi prapanen tanaman pangan,

hortikultura dan perkebunan

31,009,227,000 Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase kelompok tani yang

menggunakan sarana dan prasarana

produksi prapanen tanaman pangan,

hortikultura dan perkebunan

31,009,227,000

Page 59: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

002. Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan Kab. Banggai Jumlah pupuk, pestisida dan alsintan

prapanen

5 Jenis 11,148,137,000 Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan Kab. Banggai Jumlah pupuk, pestisida dan alsintan

prapanen

5 Jenis 11,148,137,000

020. Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian DAK/DAU Kab. Banggai Jumlah Jalan Usaha Tani, Jalan Kantong

Produksi

2 Keg 17,861,090,000 Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian DAK/DAU Kab. Banggai Jumlah Jalan Usaha Tani, Jalan Kantong

Produksi

2 Keg 17,861,090,000

Jumlah Dam Parit, Tata Air Mikro,

Jaringan Irigasi Tersier, Saluran Buang

5 Keg Jumlah Dam Parit, Tata Air Mikro,

Jaringan Irigasi Tersier, Saluran Buang

5 Keg

023. Pemberdayaan Kelembagaan P3A/GP3A (Dukungan

IPDMIP)

Kab. Banggai Jumlah daerah irigasi yang diberdayakan 5 DI 2,000,000,000 Pemberdayaan Kelembagaan P3A/GP3A (Dukungan

IPDMIP)

Kab. Banggai Jumlah daerah irigasi yang diberdayakan 5 DI 2,000,000,000

17 18. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase petani yang dapat

mengakses sarana produksi tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan

7,257,650,000 Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase petani yang dapat

mengakses sarana produksi tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan

7,257,650,000

019. Peningkatan aksesibilitas petani terhadap sarana produksi

pertanian/perkebunan

Kab. Banggai Jumlah kartu petani sejahtera (KPS) 10000 Kartu 7,257,650,000 Peningkatan aksesibilitas petani terhadap sarana produksi

pertanian/perkebunan

Kab. Banggai Jumlah kartu petani sejahtera (KPS) 10000 Kartu 7,257,650,000

18 19.Program Pemberdayaan Penyuluh

Pertanian/Perkebunan

Persentase pendampingan

kepenyuluhan terhadap petani1,834,146,000

Program Pemberdayaan Penyuluh

Pertanian/Perkebunan

Persentase pendampingan

kepenyuluhan terhadap petani1,834,146,000

019. Penyuluhan dan pendapingan bagi pertanian/perkebunan Kab. Banggai Jumlah programa kepenyuluhan 23 Kec 1,834,146,000 Penyuluhan dan pendapingan bagi pertanian/perkebunan Kab. Banggai Jumlah programa 23 Kec 1,834,146,000

60,000,000,000 60,000,000,000 T O T A L

NIP. 19640313 199402 1 001

Luwuk, Mei 2019

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai

Ir. H. USMAN SUNI, MM

Page 60: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

Lampiran II

OPD : DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN KABUPATEN BANGGAI

LokasiKebutuhan Dana/

Pagu Indikatif

Sumber

Dana

Kebutuhan Dana/

Pagu Indikatif

1 3 4 5 7 8 9 11 12

1. 01. Pelayanan administrasi perkantoranPersentase peningkatan pelayanan administrasi

perkantoran3,122,200,650 3,434,420,715

001. Penyediaan jasa surat menyurat Jumlah Materai 3000 Kab. Banggai 1,600 Lbr 12,000,000 APBD 1,760 Lbr 13,200,000

Jumlah Materai 6000 Kab. Banggai 1,800 lbr 1,980 lbr

002. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Jumlah Jaringan Listrik Kab. Banggai 1 jrgn 339,600,000 APBD 1 jrgn 373,560,000

Jumlah Jaringan Air Kab. Banggai 1 jrgn 1 jrgn

Jumlah Jaringan Internet Kab. Banggai 1 jrgn 1 jrgn

008. Penyediaan jasa kebersihan kantor Jumlah Tenaga Kebersihan Kab. Banggai 7 Org 117,426,050 APBD 8 Org 129,168,655

Jumlah Alat Kebersihan dan bahan pembersih Kab. Banggai 14 Jenis 15 Jenis

010. Penyediaan Alat Tulis Kantor Jumlah Alat Tulis Kantor Kab. Banggai 15 Jenis 41,294,600 APBD 17 Jenis 45,424,060

011. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Jumlah Penggandaan/Fotocopy Kab. Banggai 52,150 Lbr 22,420,000 57,365 Lbr 24,662,000

Jumlah Cetakan Kab. Banggai 60 buku APBD 66 buku

012. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan

bangunan kantor

Jumlah Komponen Instalasi Listrik Kab. Banggai 13 Jenis 40,000,000 APBD 14 Jenis 44,000,000

015. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-

undangan

Jumlah Surat Kabar Kab. Banggai 4 Tbt 9,000,000 APBD 4 Tbt 9,900,000

017. Penyediaan makanan dan minuman Jumlah Makanan Kab. Banggai 3,600 Dos 169,200,000 3,960 Dos 186,120,000

Jumlah Minuman Kab. Banggai 3,600 Dos APBD 3,960 Dos

018. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Jumlah Perjalanan Dinas Luar Daerah Luar Daerah 1 Ls 700,000,000 APBD 1 Ls 770,000,000

019. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah Jumlah Perjalanan Dinas Dalam Daerah Kab. Banggai 1 Ls 254,000,000 APBD 1 Ls 279,400,000

020. Penyediaan Jasa Administrasi Perkantoran Jumlah Tenaga Honorer Kab. Banggai 75 Org 1,417,260,000 APBD 83 Org 1,558,986,000

2 02. Peningkatan sarana dan prasarana aparaturPersentase peningkatan sarana dan prasarana

aparatur5,028,468,900 5,510,698,790

003. Pembangunan gedung kantor Jumlah Bangunan Gedung Kantor Kab. Banggai 4 Unit 525,000,000 APBD 4 Unit 577,500,000

005. Pengadaan kendaraan dinas/ operasional Jumlah Kendaraan Roda Empat Kab. Banggai 2 Unit 2,749,175,000 APBD 2 Unit 3,024,092,500

Jumlah Kendaraan Roda Dua Kab. Banggai 50 Unit 55 Unit

007. Pengadaan perlengkapan gedung kantor Jumlah Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Kab. Banggai 1 Jenis 52,000,000 APBD 1 Jenis 57,200,000

009. Pengadaan peralatan gedung kantor Jumlah Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Kab. Banggai 5 Jenis 959,034,500 APBD 6 Jenis 1,054,937,950

010. Pengadaan mebeleur Jumlah Pengadaan Meubelair Kab. Banggai 3 Jenis 326,089,400 APBD 3 Jenis 358,698,340

022. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Jumlah Pemeliharaan Gedung Kantor Kab. Banggai 9 Jenis 211,000,000 APBD 10 Jenis 232,100,000

024. Jumlah Kendaraan Dinas Roda 4 yang dipelihara Kab. Banggai 9 Unit 144,000,000 10 Unit 144,000,000

Jumlah Kendaraan Dinas Roda 2 yang dipelihara Kab. Banggai 38 Unit 42 Unit

026. Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor Jumlah Perlengkapan Kantor yang dpelihara 2 Jenis 25,200,000 APBD 2 Jenis 25,200,000

028. Pemeliharaan rutin/berkala Peralatan Gedung Kantor Jumlah Peralatan kantor yang dipelihara 5 Jenis 36,970,000 APBD 6 Jenis 36,970,000

RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN OPD TAHUN 2020 DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2021

KABUPATEN BANGGAI

No. Kode Uraian Program dan KegiatanIndikator Kinerja Program

(Outcome)/ Kegiatan (Output)

Rencana Tahun 2020Catatan

Penting

Perkiraan Maju Tahun 2021

Ket.Target Capaian

Kinerja

Target Capaian

Kinerja

2 6 10

Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional

Page 61: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

3 03. Peningkatan disiplin aparatur Tingkat kepatuhan disiplin ASN 495,125,000 544,637,500

002. Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya Jumlah pengadaan pakaian dinas beserta

perlengkapannya

Kab. Banggai 125 Psg 282,000,000 APBD 138 Psg 310,200,000

005. Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari Tertentu Jumlah pengadaan pakaian khusus hari tertentu bagi

pegawai

Kab. Banggai 125 Pasang 213,125,000 APBD 138 Pasang 234,437,500

4 04. Program Fasilitas Pindah/Purna Tugas PNSPersentase ASN yang purna tugas yang terfasilitasi

sesuai ketentuan50,000,000 55,000,000

001. Pemulangan Pegawai Yang Pensiun Jumlah Pegawai yang purna tugas Kab. Banggai 10 Org 50,000,000 APBD 11 Org 55,000,000

5 05. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Persentase peningkatan Kapasitas Aparatur 109,150,000 120,065,000

001. Pendidikan dan pelatihan formal Jumlah aparatur yang terlatih, lulus dan bersertifikat Dalam dan Luar

Daerah

6 Org 100,000,000 APBD 7 Org 110,000,000

004. Pembinaan dan Pemantauan Kerja Aparatur Jumlah Laporan Kab. Banggai 2 Lap 9,150,000 APBD 2 Lap 10,065,000

226 Org APBD 249 Org

6 06Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian

kinerja dan keuangan

Tingkat Ketepatan waktu penyusunan laporan

kinerja dan keuangan 226 Org 406,409,150 226 Org 447,050,065

001. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi

kinerja SKPD

Jumlah Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi

Kinerja SKPD

Kab. Banggai 1 Lap 5,022,000 APBD 1 Lap 5,524,200

002. Penyusunan laporan keuangan semesteran Jumlah Laporan Keuangan Semesteran Kab. Banggai 2 Lap 63,300,000 APBD 2 Lap 69,630,000

005. Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran OPD Jumlah Dokumen Perencanaan Kab. Banggai 6 Dok 338,087,150 APBD 6 Dok 371,895,865

7 07. Pengembangan sistem informasi/Data Tingkat pelayanan keterbukaan informasi publik 34,710,000 38,181,000

005. Pemuktahiran data Kepegawaian Jumlah dokumen kepegawaian Kab. Banggai 2 Dok 34,710,000 APBD 2 Dok 38,181,000

Jumlah pegawai (PNS maupun Non PNS) yang

mematuhi jam kerja

68 Org APBD 75 Org

8 08.Perencanaan Umum dan Pengendalian Pelaksanaan

Kegiatan

Tingkat Ketepatan waktu penyusunan laporan

kegiatan pengadaan barang dan jasa 269,970,800 296,967,880

001. Penyediaan jasa administrasi pengadaan barang dan jasa Jumlah dokumen pengadaan barang dan jasa Kab. Banggai 3 Dok 34,500,000 APBD 3 Dok 37,950,000

003. Penyelenggaraan penilaian hasil pelaksanaan Kontrak

(PHO/FHO)

Jumlah dokumen PHO dan FHO Kab. Banggai 1 Dok 56,300,000 APBD 1 Dok 61,930,000

008 Pembinaan dan Pengendalian Program dan Kegiatan Jumlah dokumen evaluasi program dan kegiatan Kab. Banggai 1 Dok 179,170,800 APBD 1 Dok 197,087,880

9 16.Program peningkatan pemasaran hasil produksi

pertanian/perkebunan

Persentase produk hasil olahan tanaman pangan,

hortikultura dan perkebunan yang di Pamerkan800,148,000 880,162,800

014. Promosi Atas Hasil Produksi tanaman pangan Unggul

Daerah

Jumlah event yang diikuti Dalam dan Luar

Daerah

2 Keg 423,927,000 APBD 2 Keg 466,319,700

015. Promosi Atas Hasil Produksi tanaman hortikultura Unggul

Daerah

Jumlah event yang diikuti Dalam dan Luar

Daerah

1 Keg 210,368,000 APBD 1 Keg 231,404,800

016. Promosi Atas Hasil Produksi tanaman perkebunan Unggul

Daerah

Jumlah event yang diikuti Dalam dan Luar

Daerah

1 Keg 165,853,000 APBD 1 Keg 182,438,300

Page 62: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

10 16. Program Peningkatan Pemasaran Hasil

Pertanian/Perkebunan

Persentase kelompok tani yang mengadopsi

teknologi penanganan pasca panen dan pengolahan

hasil tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan

1,181,163,000 1,299,279,300

017. Pengembangan teknologi pasca panen dan - Jumlah teknologi yang baru Kab. Banggai 1 Keg 273,340,000 APBD 1 Keg 300,674,000

pengolahan hasil tanaman pangan - Jumlah alat dan mesin pasca panen 7 Jenis 8 Jenis

018. Pengembangan teknologi pasca panen dan - Jumlah teknologi yang baru Kab. Banggai 1 Keg 205,050,000 APBD 1 Keg 225,555,000

pengolahan hasil tanaman hortikultura - Jumlah alat dan mesin pasca panen 6 Jenis 7 Jenis

019. Pengembangan teknologi pasca panen dan - Jumlah teknologi yang baru Kab. Banggai 1 Keg 702,773,000 APBD 1 Keg 773,050,300

pengolahan hasil tanaman perkebunan - Jumlah alat dan mesin pasca panen 6 Jenis 7 Jenis

11 16.Program peningkatan pemasaran hasil produksi

pertanian/perkebunanPersentase luas areal lahan petani yang disertifikasi 380,137,500 418,151,250

020. Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Pangan Jumlah Sertifikat Kab. Banggai 2 Keg 72,802,500 APBD 2 Keg 80,082,750

021. Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Hortikultura Jumlah Sertifikat Kab. Banggai 3 Keg 210,845,000 APBD 3 Keg 231,929,500

022. Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Perkebunan Jumlah Sertifikat Kab. Banggai 2 Keg 96,490,000 APBD 2 Keg 106,139,000

13 18. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan Persentase peningkatan luas areal tanam 6,323,528,000 6,955,880,800

Persentase penggunaan bibit/benih unggul tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan

008. Pengembangan Pangan - Jumlah luas tambah tanam Kab. Banggai 5250 Ha 2,365,146,000 APBD 5,775 Ha 2,601,660,600

- Jumlah bibit/benih unggul yang disalurkan kepada

kelompok tani

3 Jenis 3 Jenis

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang bibit/benih unggul 1 Keg 1 Keg

009. Pengembangan Hortikultura - Jumlah luas tambah tanam Kab. Banggai 510 Ha 1,474,076,000 APBD 561 Ha 1,621,483,600

- Jumlah bibit/benih unggul yang disalurkan kepada

kelompok tani

4 Jenis 4 Jenis

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang bibit/benih unggul 1 Keg 1 Keg

010. Pengembangan Perkebunan - Jumlah luas tambah tanam Kab. Banggai 116500 Ha 2,484,306,000 APBD 116500 Ha 2,732,736,600

- Jumlah bibit/benih unggul yang disalurkan kepada

kelompok tani

3 Jenis 3 Jenis

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang bibit/benih unggul 1 Keg 1 Keg

14 18. Program Peningkatan Produksi Pertanian/PerkebunanPersentase penggunaan bibit/benih unggul tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan 1,197,527,000 1,317,279,700

015. Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Hortikultura - Jumlah bibit/benih unggul yang disalurkan kepada

kelompok penangkar

Kab. Banggai 2 Jenis 247,740,000 APBD 2 Jenis 272,514,000

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang bibit/benih unggul 1 Keg 1 Keg

- Jumlah kelompok penangkar yang dibentuk 6 Klp 7 Klp

003. Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan - Jumlah bibit/benih unggul yang disalurkan kepada

kelompok penangkar

Kab. Banggai 4 Jenis 134,340,000 APBD 4 Jenis 147,774,000

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang bibit/benih unggul 1 Keg 1 Keg

- Jumlah kelompok penangkar yang dibentuk 4 Klp 4 Klp

014. Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Padi, Palawija - Jumlah bibit/benih unggul yang disalurkan kepada

kelompok penangkar

Kab. Banggai 3 Jenis 815,447,000 APBD 3 Jenis 896,991,700

Page 63: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

- Jumlah sosialisasi/bimtek tentang bibit/benih unggul 1 Keg 1 Keg

- Jumlah kelompok penangkar yang dibentuk 13 Klp 13 Klp

15 18. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase kelompok petani yang mengadopsi

teknologi budidaya tanaman pangan, hortikultura

dan perkebunan

500,439,000 550,482,900

016. Pengembangan teknologi budidaya tanaman pangan Jumlah teknologi baru Kab. Banggai 1 Keg 202,200,000 APBD 1 Keg 222,420,000

017. Pengembangan teknologi budidaya tanaman hortikultura Jumlah teknologi baru Kab. Banggai 1 Keg 172,100,000 APBD 1 Keg 189,310,000

018. Pengembangan teknologi budidaya tanaman perkebunan Jumlah teknologi baru Kab. Banggai 1 Keg 126,139,000 APBD 1 Keg 138,752,900

16 18. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase kelompok tani yang menggunakan

sarana dan prasarana produksi prapanen tanaman

pangan, hortikultura dan perkebunan

Kab. Banggai 31,009,227,000 35,910,149,700

002. Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan Jumlah pupuk, pestisida dan alsintan prapanen Kab. Banggai 5 Jenis 11,148,137,000 APBD 6 Jenis 13,262,950,700

020. Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian DAK/DAU Jumlah Jalan Usaha Tani, Jalan Kantong Produksi kab. Banggai 2 Keg 17,861,090,000 APBD 2 Keg 19,647,199,000

Jumlah Dam Parit, Tata Air Mikro, Jaringan Irigasi

Tersier, Saluran Buang

5 Keg 6 Keg

023. Pemberdayaan Kelembagaan P3A/GP3A (Dukungan

IPDMIP)

Jumlah daerah irigasi yang diberdayakan kab. Banggai 5 DI 2,000,000,000 APBD 7 DI 3,000,000,000

17 18. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Persentase petani yang dapat mengakses sarana

produksi tanaman pangan, hortikultura dan

perkebunan

Kab. Banggai 7,257,650,000 7,983,415,000

019. Peningkatan aksesibilitas petani terhadap sarana produksi

pertanian/perkebunan

Jumlah kartu petani sejahtera (KPS) kab. Banggai 10000 Kartu 7,257,650,000 APBD 11,000 Kartu 7,983,415,000

18 19.Program Pemberdayaan Penyuluh

Pertanian/Perkebunan

Persentase pendampingan kepenyuluhan terhadap

petaniKab. Banggai 1,834,146,000 2,793,858,600

019. Penyuluhan dan pendapingan bagi pertanian/perkebunan Jumlah programa kab. Banggai 23 Kec 1,834,146,000 APBD 23 Kec 2,793,858,600

60,000,000,000 68,555,681,000

Ir. H. USMAN SUNI, MM

NIP. 19640313 199402 1 001

T O T A L

Luwuk, Mei 2019

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai

Page 64: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

LAMPIRAN III

PHLNAPBN

LainnyaDarurat Tugas Pembantuan Dekon

Tugas

Pembantuan

APBD

Provinsi

Lainnya

DAU DAK Dana Hibah PAD

APBD

Provinsi

Lainnya

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

02.01 Bidang Pertanian

01. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 3,122,200,650

Penyediaan jasa surat menyurat 12,000,000

Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik 339,600,000

Penyediaan jasa kebersihan kantor 117,426,050

Penyediaan Alat Tulis Kantor 41,294,600

Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 22,420,000

Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan

bangunan kantor40,000,000

Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-

undangan9,000,000

Penyediaan makanan dan minuman 169,200,000

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 700,000,000

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah 254,000,000

Penyediaan Jasa Administrasi Perkantoran 1,417,260,000

02. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur 5,028,468,900

Pembangunan gedung kantor 525,000,000

Pengadaan kendaraan dinas/ operasional 2,749,175,000

Pengadaan perlengkapan gedung kantor 52,000,000

Pengadaan peralatan gedung kantor 959,034,500

Pengadaan meubelair 326,089,400

Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 211,000,000

Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional 144,000,000

Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor 25,200,000

Pemeliharaan rutin/berkala Peralatan Gedung Kantor 36,970,000

03. Program peningkatan disiplin aparatur 495,125,000

Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya 282,000,000

Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu 213,125,000

04 Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 50,000,000

Pemulangan Pegawai Yang Pensiun 50,000,000

05. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 109,150,000

TAHUN ANGGARAN 2020DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN KABUPATEN BANGGAI

Pusat Provinsi Kabupaten

Swadaya Pihak Ketiga

INDIKASI SUMBER PENDANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN RENJA

No.Urusan

Pemerintahan

Kode

Program/

Keg.

Program dan Kegiatan

Sumber Pendanaan

Page 65: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

PHLNAPBN

LainnyaDarurat Tugas Pembantuan Dekon

Tugas

Pembantuan

APBD

Provinsi

Lainnya

DAU DAK Dana Hibah PAD

APBD

Provinsi

Lainnya

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Pusat Provinsi Kabupaten

Swadaya Pihak KetigaNo.

Urusan

Pemerintahan

Kode

Program/

Keg.

Program dan Kegiatan

Sumber Pendanaan

Pendidikan dan Pelatihan Formal 100,000,000

Pembinaan dan pemantauan kerja aparatur 9,150,000

06.Program peningkatan pengembangan sistem

pelaporan capaian kinerja dan keuangan406,409,150

Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi

kinerja SKPD5,022,000

Penyusunan laporan keuangan semesteran 63,300,000

Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran SKPD 338,087,150

07. Program Pengembangan Sistem Informasi/Data 34,710,000

Pemuktahiran data Kepegawaian 34,710,000

08.Program Perencanaan Umum dan Pengendalian

Pelaksanaan Kegiatan269,970,800

Penyediaan jasa administrasi pengadaan barang dan jasa 34,500,000

Penyelenggaraan penilaian hasil pelaksanaan Kontrak

(PHO/FHO)56,300,000

Pembinaan dan Pengendalian Program dan Kegiatan 179,170,800

16.Program peningkatan pemasaran hasil produksi

pertanian/perkebunan2,361,448,500

Promosi Atas Hasil Produksi tanaman pangan Unggul

Daerah423,927,000

Promosi Atas Hasil Produksi tanaman hortikultura Unggul

Daerah210,368,000

Promosi Atas Hasil Produksi tanaman perkebunan Unggul

Daerah165,853,000

Pengembangan teknologi pasca panen dan pengolahan

hasil tanaman pangan273,340,000

Pengembangan teknologi pasca panen dan pengolahan

hasil tanaman hortikultura205,050,000

Pengembangan teknologi pasca panen dan pengolahan

hasil tanaman perkebunan702,773,000

Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Pangan 72,802,500

Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Hortikultura 210,845,000

Mutu dan Standarisasi Hasil Tanaman Perkebunan 96,490,000

18. Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan 42,782,038,005 3,506,332,995

Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan 11,148,137,000

Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan 134,340,000

Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Padi, Palawija 815,447,000

Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Hortikultura 247,740,000

Pengembangan teknologi budidaya tanaman pangan 202,200,000

Pengembangan teknologi budidaya tanaman hortikultura 172,100,000

Pengembangan teknologi budidaya tanaman perkebunan 126,139,000

Pengembangan Pangan 2,365,146,000

Pengembangan Hortikultura 1,474,076,000

Page 66: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

PHLNAPBN

LainnyaDarurat Tugas Pembantuan Dekon

Tugas

Pembantuan

APBD

Provinsi

Lainnya

DAU DAK Dana Hibah PAD

APBD

Provinsi

Lainnya

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Pusat Provinsi Kabupaten

Swadaya Pihak KetigaNo.

Urusan

Pemerintahan

Kode

Program/

Keg.

Program dan Kegiatan

Sumber Pendanaan

Pengembangan Perkebunan 2,484,306,000

Peningkatan aksesibilitas petani terhadap sarana produksi

pertanian/perkebunan7,257,650,000

Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian DAK/DAU 14,354,757,005 3,506,332,995 Pemberdayaan Kelembagaan P3A/GP3A (Dukungan

IPDMIP)2,000,000,000

19.Program Pemberdayaan Penyuluh

Pertanian/Perkebunan 1,834,146,000

Penyuluhan dan pendapingan bagi pertanian/perkebunan 1,834,146,000

#REF! - - - 56,493,667,005 3,506,332,995 - - - - -

-

JUMLAH

Ir. H. USMAN SUNI, MM

NIP. 19640313 199402 1 001

Luwuk, Mei 2019

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai

Page 67: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum

LAMPIRAN IV

OPD : DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN KABUPATEN BANGGAI

No. Fungsi dan Sub FungsiKode Program

dan KegiatanKeluaran

Pagu Indikatif

(Rp)Lokasi Kementerian

1. 16. 3,506,332,995

16.34 3,506,332,995 Pertanian

1. Pengembangan Sumber-Sumber Air Terbangunnya infrastruktur dasar pertanian untuk pengembangan

sumber-sumber air

1,325,000,000

a. Pembangunan Embung Terbangunnya Embung sebanyak 5 unit 875,000,000 Kec.Toili Barat, Luwuk Utara, Luwuk Selatan, Pagimana dan

Toili

b. Pembangunan Dam Parit Terbangunnya Dam Parit sebanyak 3 unit 450,000,000 Kec. Batui Selatan, Moilong dan Toili Barat

2. Sarana Pendukung Badan Penyuluhan Pertanian

(BPP)

Terpenuhinya sarana pendukung Badan Penyuluhan Pertanian 2,181,332,995

a. Projektor/LCD Terpenuhinya Projeckto/LCD sebagai alat bantu penyuluhan sebanyak

23 unit

200,766,195 23 BPP di 23 Kecamatan

b.Portable Sound System Wireless Microphone Terpenuhinya Portable Sound System Wireless Microphone sebagai alat

bantu penyuluhan sebanyak 23 unit

172,500,000 23 BPP di 23 Kecamatan

c. Handtraktor Terpenuhinya PHandtraktor sebagai alat bantu percontohan sebanyak

23 unit

823,515,000 23 BPP di 23 Kecamatan

d. Komputer (PC) Terpenuhinya Komputer sebagai peralatan admninistrasi sebanyak 23

unit

217,318,950 23 BPP di 23 Kecamatan

e. Printer Terpenuhinya Printer sebagai peralatan admninistrasi sebanyak 23 unit 62,627,850 23 BPP di 23 Kecamatan

f. Kendaraan Roda 2 (Dua) Terpenuhinya Kendaraan Roda 2 (Dua) untuk penyuluh pertanian PNS

sebanyak `23 unit

704,605,000 23 BPP di 23 Kecamatan

3,506,332,995

USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN SUMBER DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)TAHUN ANGGARAN 2020

Nama Program dan Kegiatan

Program Peningkatan Ketahanan Pangan

(Pertanian/Perkebunan)

Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian

(Perbenihan dan Perbibitan)

JUMLAH

Luwuk, Mei 2019

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan,

Hortikultura dan Perkebunan

Kabupaten Banggai

Ir. H. USMAN SUNI, MM

NIP. 19640313 199402 1 001

Page 68: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan ...esakip.banggaikab.go.id/dokumen/perencanaankerja/... · tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2020.Hasil dari forum