hakikat negara.docx

  • View
    76

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Artikel Hakikat Negara

Transcript

HAKIKAT NEGARAMAKALAHDiajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan

Dosen Pembina:

Disusun OlehPutri Nurjanah Muslimah (1203874)Mahardhita Rahayu P (1203450)Ahmad Kahfi Sobar(1200769)Sopyan Irawan(1204376)

PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNISFAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNISUNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA2013i

16

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas petunjuk, Rahmat, dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Tugas Makalah mengenai Hakikat Negara Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.Dan diharapkan setelah membuat makalah ini, penyusun dan pembaca dapat menambah wawasannya.Bukan hanya bagi peyusun, tetapi untuk teman-teman dan bermanfaat untuk semua orang.Kami sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan, demi kesempurnaan makalah ini.Akhir kata penyusun selaku pembuat makalah ini mohon maaf yang sebesar besarnya apabila dalam penyusunan makalah ini banyak kesalahan.Semoga makalah ini bermanfaat untuk semuanya. Aamiin

Bandung, Oktober 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARiDAFTAR ISIiiBAB I1PENDAHULUAN11.1Latar Belakang Masalah11.2Rumusan Masalah21.3Tujuan Penulisan2BAB II3PEMBAHASAN32.1Pengertian Negara32.2Sifat-sifat Negara42.3Unsur-unsur Pembentuk Negara42.4Asal Mula Terjadinya Negara82.5Tujuan dan Fungsi Negara10BAB III13PEMBAHASAN133.1 Contoh Kasus133.2Analisis Kasus14BAB IV16KESIMPULAN164.1Kesimpulan16DAFTAR PUSTAKA17

BAB IPENDAHULUANLatar Belakang MasalahManusia Berasal dari bahasa Sansekerta, manu yang artinya berakal budi dan berpikir.dan dalam sejarah homo berarti manusia.Manusia adalah makhluk social, sebagai mana yang dikatakan oleh Aristoteles dan bahwa manusia adalah makhluk yang bergaul serta bermasyarakat. Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang paling sempurna melibihi makhluk lainnya, karena manusia diciptakan dengan akal, pikiran, dan itulah yang membedakan manusia dengan binatang, binatang diciptakan dengan otak namun tidak dengan akal seperti manusia.Manusia selalu membutuhkan orang lain untuk memenuhi segala kebutuhannya , baik rohani maupun jasmani. Kebutuhan rohani misalnya seseorang pasti akan membutuhkan orang lain sebagai teman yang berbeda dalam berbagai urusan, baik kerja ,sekolah,bergaul, dan lain sebagainya. Manusia juga dalam mempertahankan keturunannya membutuhkn orang lain agar tidak punah. Kebutuhan jasmani manusia misalnya, utuk memenuhi kebutuhan pangan seseorang harus bekerja untuk mendapat uang dan selanjutnya untuk makan, namun bekerja tanpa orang lain adalah sesuatu yang mungkin bias dikatakan mustahil, karena dalam bekerja seharusnya manusia tidak sendiri , baik dalam mencari bahan untuk di produksi dan proses memproduksi suatu barang selain untuk diri sendiri juga membutuhkan manusia lain sebagai subjek sasaran produksinya. Bahkan Nabi Muhammad saw pun mengajurkan para umatnya untuk berdagang, otomatis dalam hal ini seseorang akan membutuhkan orang lain untuk menukar dagangannya dengan uang.Adapun manusia sebagai makhluk individu, maksudnya adalah Tuhan mencitakan manusia yang berbeda-beda. Setiap manusia memiliki karakter , sifat , cirri, kemampuan, kepribadian,perilaku dan perbuatan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Manusia mempunyai hak-hak individu dalam bergaul sehingga dapat terjalin hubungan yang harmonis ,selaras, serasi dan seimbang.Sedangkan bangsa adalah perkumpulan manusia yang mempunyai cita-cita yang sama, keinginan bersatu yang kuat, perasaan senasib sepenanggungan, adat istiadat, karakter yang sama, yang mendiami suatu wilayah yang nyata dan mempunyai suatu organisasi kekuasaan.

Rumusan Masalah1. Apa yang dimaksud dengan Negara?2. Bagaimana sifat-sifat Negara?3. Bagaimanaa unsur-unsur pembentukan Negara?4. Bagaimana asal mula terjadinya suatu Negara?Tujuan Penulisan1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud Negara2. Untuk mengetahui sifat-sifat Negara3. Untuk mengetahui unsur-unsur pembentukan Negara4. Untuk mengetahui bagaimana asal mula terjadinya negara

BAB IIPEMBAHASAN2.1 Pengertian NegaraSecara etimologi kata Negara berasal dari kata staat (Belanda dan Jerman); state (Inggris); etat (Perancis); Status atau statuum (Latin). Kata-kata tersebut berarti meletakkan dalam dari keinginan manusia untuk bergaul dengan orang lain dalam rangka menyempurnakan segala kebutuhan hidupnya. Semakin luas pergaulan manusia, semakin banyak pula kebutuhannya, sehingga bertambah besar kebutuhannya akan suatu organisasi Negara yang akan melindungi dan memelihara keselamatan hidupnya.Menurut pendapat para ahli:George JellinekNegara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.R.DjokosoetonoNegara adalah organisasi manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.J.H.A LogemannNegara adalah suatu organisasi kemasyarkatan yang mempunyai tujuan melalui kekuasaannya untuk mengatur serta menyelenggarakan sesuatu (berkaitan dengan jabatan, fungsi lembaga kenegaraan, atau lapangan kerja) dalam msyarakat.

Dari berbagai pendapat di atas dapat diambil suatu pengertian bahwa Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang secara bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertibserta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut.Negara juga merupakan suatu perserikatan yang melaksanakan suatu pemerintahan melalui hukum mengikat masyarakat dengan kekuasaan untuk memkasa demi ketertiban social. Masyarakat ini berada dalam satu wilayah tertentu yang membedakannya dari kondisi masyarakat lain diluarnya.2.2 Sifat-sifat Negara Sifat memaksa,artinya semua peraturan perundangan yang berlaku diharapkan akan di taati sehingga keamanan dan ketertiban Negarapun akan tercapai. Untuk mencapai hal tersebut Negara di lengkapi keuatan fisik secara legal seperti adanya polisi, tentara, dan alat hokum lainnya (jaksa, hakim, peradilan). Sifat monopoli, artinya Negara berhak menentukan tujuan bersama masyarakat, menentukan mana yang boleh dan tidak boleh, mana yang baik dan bertentangan dengan tujuan Negara dan masyarakat. Sifat mencakup semua, artinya segala peraturan perundangan yang berlaku adalah untuk sebuah orang, semua warga Negara, tanpa kecuali.

2.3 Unsur-unsur Pembentuk NegaraBerdasarkan onvensi Montevideo (Uruguay) tahun 1933, suatu Negara harus memiliki empat unsur yaitu, tiga unsur konstitutif (unsur yang harus ada ketika Negara berdiri) yang terdiri atas penghuni (rakyat, penduduk, warga Negara) atau bangsa, wilayah, dan kekuasaan tertinggi (penguasa yang berdaulat). Disamping itu ada satu unsur deklaratif yaitu pengakuan dari Negara lain.A. RakyatRakyat suatu Negara adalah semua orang yang secara nyata berada dalam wilayah suatu Negara yang tunduk dan patuh terhadap pertauran Negara tersebut.Secara sosiologis, rakyat adalah sekumpulan manusia yang dipersatukan oleh rasa persamaan dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu.Sedangkan secara yuridis, rakyat merupakan warga Negara dalam suatu Negara yang memiliki ikatan hokum dengan pemerintah. Rakyat suatu Negara dapat dibedakan atas: Penduduk, yaitu orang-orang yang berdomisili secara tetap dalam wilayah suatu Negara untuk jangka waktu yang lama. Di Indonesia, penduduk yang memiliki status kewarganegaraan disebut Warga Negara Indonesia. Penduduk suatu negar dapat dibedakan antar warga Negara dan bukan warga Negara. Warga Negara adalah orang-oarang yang secara sah menurut hokum menjadi anggota suatu Negara, dengan status kewarganegaraan warga Negara asli atau warga Negara keturunan asing. Bukan warga Negara adalah mereka yang berada di Indonesiatetapi menurut hokum tidak diakui sebagai anggota suatu Negara. Mereka berstatus warga Negara asing (WNA). Bukan penduduk, yaitu mereka yang berada dalam wilayah suatu Negara tidak secara tetap, hanya untuk sementara waktu saja. Status kewarganegaraan mereka adalah warga Negara asing.

B. WilayahWilayah merupakan salah satu unsur mutlak bagi suatu Negara.Jika warga Negara merupakan dasar personal suatu Negara, maka wilayah merupakan landasan material atau landasan fisik Negara.Suatu bangsa nomaden tidak mungkin mempunyai Negara walaupun mereka memiliki warga dan penguasa sendiri.Wilayah suatu Negara biasanya terdiri atas wilayah daratan, lautan, udara, dan eksterritorial.Mungkin juga wilayah Negara hanya terdiri atas daratan, udara, dan eksterritorial, tidak memiliki wilayah lautan. Wilayah daratan, suatu Negara biasanya ditentukan batas-batasnya melalui perjanjian antar Negara baik berbentuk bilateral (dua Negara) maupun multilateral (lebih daru dua negara). Sebagai batas daratan biasanya dintentukan ciri-ciri alamiah seperti gunung dan sungai atau mungkin dibuat bata buatan dalam bentuk tembok pembatasan.

Wilayah lautan, wilayah laut yang masuk ke dalam wilayah Negara tertentu disebut lautteritorial .berdasarkan hasil Konvensi Hukun Laut III yang diadakan PBB tgl. 10 Desember 1982 di Jamica, ditetapkan wilayah laut terdiri atas:a) Laut Teritorial, yang lebarnya 12 mil diukur dari garis-garis dasar yang menghubungkan pulau terluar kepulauan suatu Negara yang diukur pada saat air surut.b) Zona bersebelahan, yaitu wilayah laut yang lebarnya 12 mil dari laut territorial suatu Negara. c) Zona ekonomi esklusif (ZEE), yaitu wilayah laut suatu Negara yang lebarnya 200 mil kelaut bebas. Di zona ini Negara pantai berhak menggali dan mengolah segala kekayaan alam untuk kegiatan ekonomi Negara tersebut. Di zona tersebut Negara pantai berhak menangkap kapal asing yang sedang menangkap ikan. d) Landas Kontinen, yaitu daratan di bawah permukaan laut di laut territorial dengan kedalaman dua ratus meter atau lebih .e) Lamdas benua, yaitu wilayah laut suatu Negara yang lebarnya lebih dari 20