Hemorroid (wasir, ambien)

Embed Size (px)

DESCRIPTION

anestesi (teknik bius) pada pasien yan akan dilakukan pembedahan hemorroid

Text of Hemorroid (wasir, ambien)

HEMORROID29/08/2011BAB IPENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANGHemorrhoid atau wasir adalah dilatasi varikosus vena dari pleksus hemorrhoidal inferior atau superior, akibat dari peningkatan tekanan vena yang persisten. Survey di negara barat menyebutkan bahwa setengah dari populasi berumur diatas 40 tahun menderita penyakit ini dengan insidensi tertinggi antara 45 sampai 65 tahun dan ditemukan seimbang antara pria dan wanita. Penyakit ini bisa disertai gejala mulai dari ringan hingga berat. Walaupun penyakit ini tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan perasaan yang sangat tidak nyaman dan diperlukan tindakan.Hemorrhoid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik vena hemoroidalis. Beberapa faktor risiko terjadinya hemorrhoid adalah faktor kerusakan dari tonus sphincter atau defisiensi sphincter ani, hereditas, obstruksi vena, kebiasaan defekasi dan akibat langsung prolaps dari lapisan pembuluh darah. Yang mengakibatkan obstruksi vena yaitu kehamilan, asites, tumor pelvis, sirosis hepatis dan hemorrhoid dengan akibat langsung prolaps dari lapisan pembuluh darah dapat terjadi karena faktor endokrin, umur, kehamilan, konstipasi dan juga tegangan yang lama saat defekasi.Prevalensi penyakit ini rendah pada negara berkembang dibandingkan negara maju. Beberapa pustaka menyebutkan bahawa salah satu faktor yang mempengaruhi hal ini adalah pola makan yang berbeda, yaitu diet tinggi serat di negara berkembang dan tinggi lemak pada negara maju. Hal ini menjelaskan hubungan sebab akibat dimana populasi dengan diet serat yang tinggi, maka angka kejadian hemorrhoidnya akan rendah.1.2 BATASAN MASALAHLaporan Kasus ini berisi tentang Anamnesa, pemeriksaan fisik, gejala pasien, serta penatalaksanaan Hemorrhoid. Laporan ini juga membahas sedikit mengenai Hemorrhoid secara umum.1.3 TUJUAN PENULISANPenulisan Laporan Kasus ini bertujuan untuk: Melaporkan pasien dengan diagnose Hemorrhoid. Meningkatkan kemampuan dalam penulisan ilmiah di bidang kedokteran. Memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Klinik di Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang.BAB IILAPORAN KASUS2.1 IDENTITASNama : Tn.SUmur : 51 tahunJenis kelamin : Laki-lakiAlamat : Sumber PucungPekerjaan : PetaniPendidikan : tamat SDAgama : IslamSt.Perkawinan : MenikahSuku : JawaTgl. Berobat : 08 Juni 2011No. Register : 1752802.2 ANAMNESA2.2.1 KELUHAN UTAMABenjolan yang keluar dari anus2.2.2 RIWAYAT PENYAKIT SEKARANGPasien datang ke poli bedah RSUD Kanjuruhan Kepanjen dengan keluhan benjolan yang keluar dari anus. Keluhan Benjolan tersebut mulai dirasakan pasien sejak 1 tahun yang lalu, mula mula keluar benjolan kecil dan semakin lama semakin bertambah besar. Benjolan tersebut mulanya bisa masuk sendiri setelah BAB, namun lama kelamaan benjolan tidak dapat masuk kembali sehingga pasien menggunakan jari tangannya untuk memasukkan benjolan tersebut kembali kedalam anus. Sejak 1 minggu yang lalu pasien mengeluh benjolan tersebut sudah tidak bisa dimasukkan lagi dengan bantuan jari tangannya. Pasien merasa tidak nyaman saat jalan maupun duduk. Menurut pasien benjolan tersebut teraba lunak saat diraba dan tidak berbenjol-benjol pasien. Pasien juga mengeluh ketika BAB terasa nyeri dan panas disekitar anus, kadang terasa gatal disekitar anus dan keluar darah merah segar menetes di akhir BAB dan tidak bercampur dengan fesesnya.Pasien belum pernah memeriksakan dirinya ke dokter. Pasien juga tidak meminum obat apapun untuk mengobati keluhan tersebut. Pasien seringkali dalam seminggu buang air besarnya tidak teratur dan bila buang air besar harus berlama-lama jongkok di toilet dan harus mengejan karena BAB nya keras. Pasien juga tidak mengeluh perutnya kembung atau mules, nyeri didaerah perut, tidak merasa mual atau muntah, tidak mengeluh nafsu makan turun, maupun berat badan turun. Pasien tidak mengeluh adanya perubahan ukuran feses.2.2.3 RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Diabetes Melitus : disangkal Hipertensi : disangkal Alergi : disangkal Batuk lama : disangkal Sembelit : (+)2.2.4 RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Riwayat sakit dengan gejala serupa : Tidak diketahui Diabetes Melitus : Tidak diketahui Hipertensi : Tidak diketahui Alergi : Tidak diketahui2.2.5 RIWAYAT KEBIASAAN Makan :3 x sehari dengan lauk: tahu, tempe, ikan, telur. jarang mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Sering makan makanan yang pedas. Minum :Minum air putih sekitar 3-4 gelas/hari. Sering minum kopi kental 3 gelas/hari. Rokok : (+) 16-20 batang/hari. Alkohol : (-) Obat-obatan : (-) Jamu : (+) Olahraga : (-) BAB : 1tahun ini 1x/2hari (sulit BAB). BAK : teratur 5x/hari2.3 PEMERIKSAAN FISIK2.3.1 KEADAAN UMUMTidak tampak sakit, kesadaran compos mentis (GCS E4V5M6)Tanda VitalTensi : 130/80 mmHgNadi : 80 x/menit, isi cukupPernafasan : 18 x/menit, regular, Kusmaull (-), Cheyne-Stokes (-)Suhu : 36,7oC2.3.2 STATUS GENERALIS KepalaBentuk : normocephaliRambut : warna putih beruban, distribusi merata MataSklera Ikterik : -/-Conjuctiva Anemis : -/- TelingaBentuk : normotiaSecret : -/- HidungDeviasi septum : -/-Sekret : -/- Mulut dan tenggorokanBibir : tidak kering dan tidak cyanosisTonsil : T1/T1Pharing : tidak hiperemi LeherTrakea lurus di tengah, tidak teraba pembesaran KGB ParuSuara nafas vesikuler, ronchi -/-, wheezing -/- JantungAuskultasi : Bunyi jantung I dan II reguler, murmur (-), gallop (-) AbdomenInspeksi : abdomen datar, tidak tampak adanya massaPalpasi : teraba lemas, tidak ada defence muskularPerkusi : timpani.Auskultasi : bising usus (+) normal2.3.3 STATUS LOKALISATARegio anus terlihat adanya benjolan dengan diameter kira-kira 3 cm yang keluar dari anus yang dilapisi oleh mukosa. Pada rektal touch benjolan berada pada arah jam 7, pasien mengeluh nyeri, ada lendir, tonus sphincter ani baik, ampula tidak collaps, tidak teraba adanya massa padat, pada sarung tangan tidak ada feces, tidak ada darah.2.4 RESUMEPasien Tn.S umur 51 tahun datang ke poli bedah RSUD Kanjuruhan Kepanjen dengan keluhan benjolan yang keluar dari anus. Keluhan Benjolan tersebut mulai dirasakan pasien sejak 1 tahun yang lalu, mula mula keluar benjolan kecil dan semakin lama semakin bertambah besar. Benjolan tersebut mulanya bisa masuk sendiri setelah BAB, namun lama kelamaan benjolan tidak dapat masuk kembali sehingga pasien menggunakan jari tangannya untuk memasukkan benjolan tersebut kembali kedalam anus. Sejak 1 minggu yang lalu pasien mengeluh benjolan tersebut sudah tidak bisa dimasukkan lagi dengan bantuan jari tangannya. Menurut pasien benjolan tersebut teraba lunak saat diraba dan pasien merasa tidak nyaman saat jalan maupun duduk. Pasien juga mengeluh ketika BAB terasa nyeri dan panas disekitar anus, kadang keluar darah merah segar menetes di akhir BAB dan tidak bercampur dengan fesesnya.Pasien belum pernah memeriksakan dirinya ke dokter. Pasien juga tidak meminum obat apapun untuk mengobati keluhan tersebut. Pasien adalah seorang petani yang pekerjaannya banyak berdiri daripada duduk dan sering mengangkat barang-barang yang berat. Pasien seringkali dalam seminggu buang air besarnya tidak teratur dan bila buang air besar harus berlama-lama jongkok di toilet dan harus mengejan karena BAB nya keras. Pasien juga tidak mengeluh perutnya kembung atau mules, tidak merasa mual atau muntah, tidak mengeluh nafsu makan turun, maupun berat badan turun. Pasien tidak mengeluh adanya perubahan ukuran feses.Pada pemeriksaan lokalisata Regio anus terlihat adanya benjolan dengan diameter kira-kira 3 cm yang keluar dari anus yang dilapisi oleh mukosa. Pada rektal touche teraba benjolan searah jam 7, pasien mengeluh nyeri, ada lendir, tonus sphincter ani baik, ampula tidak collaps, tidak teraba adanya massa, pada sarung tangan tidak ada feces, tidak ada darah.2.5 DIAGNOSIS2.5.1 DIAGNOSIS KERJAHemorrhoid Interna Grade IV2.5.2 DIAGNOSIS BANDING Karsinoma kolorektum Penyakit divertikel Polip2.6 DISKUSI2.6.1 DASAR DIAGNOSIS1. Identitas:Usia pasien 51 tahun, Pekerjaan sebagai petani, Pendidikan tamat SD.2. Anamnesa:Keluhan benjolan yang keluar dari anus. Sejak 1 minggu yang lalu pasien mengeluh benjolan tersebut sudah tidak bisa dimasukkan lagi dengan bantuan jari tangannya. BAB terasa nyeri dan panas disekitar anus, kadang terasa gatal disekitar anus dan keluar darah merah segar menetes di akhir BAB dan tidak bercampur dengan fesesnya. Seringkali dalam seminggu BAB tidak teratur dan bila buang air besar harus berlama-lama jongkok di toilet dan harus mengejan karena BAB nya keras. Tidak ada keluhan perut kembung atau mules, tidak merasa mual atau muntah, tidak mengeluh nafsu makan turun, maupun berat badan turun. Pasien tidak mengeluh adanya perubahan ukuran feses.3. Pada pemeriksaan lokalisataTampak regio anus terlihat adanya benjolan dengan diameter kira-kira 3 cm yang keluar dari anus yang dilapisi oleh mukosa. Pada rektal touche pasien mengeluh nyeri, ada lendir, tonus sphincter ani baik, ampula tidak collaps, tidak teraba adanya massa, pada sarung tangan tidak ada feces, tidak ada darah.2.6.2. DIAGNOSIS BANDING1. Karsinoma kolorektumKarsinoma rectum dijadikan diagnosis banding didasarkan pada benjolan yang keluar dari anus. Pemeriksaan penunjang seperti kolonoskopi maupun anuskopi dapat dilakukan untuk mengetahui letak benjolan tersebut. Diagnose Karsinoma kolorekti ini disingkirkan karena pada pemeriksaan rectal touch tidak teraba massa padat yang berbenjol-benjol serta pada anamnesa tidak ditemukan darah bercampur dengan kotoran, feses seperti kotaran kambing, tidak terjadi penurunan berat badan, tidak ada keluhan nyeri didaerah umbilicus maupun di epigastrium.2. Penyakit Divertikel KolonPenyakit divertikel dijadikan diagnosis banding didasarkan pada benjolan yang keluar dari anus. Namun pada kasus ini diagnosis tersebut disingkirkan karena pada pemeriksaan rectal touch tidak ditemukan massa yang padat / keras, tidak ada keluhan diare, serangan akut, maupun nyeri tekan local.3. PolipPolip dijadikan diagnosis banding didasarkan pada benjolan yang