of 31/31
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang permasalahan Nokia, sebuah perusahaan yang beroperasi dalam menyediakan peralatan telekomunikasi mulai beroperasi sejak awal tahun 1980 dan mempekerjakan ribuan karyawan pada ratusan Negara. 1 Hal ini tentu mempengaruhi kinerja perusahaan baik pengambilan keputusan manajemen maupun menciptakan daya saing dalam kegiatan bisnis. Nokia pernah melakukan restrukturisasi manajerial dan bisnis. 2 Nokia, berasumsi kesuksesannya tergantung pada bakat dan komitmen dari semua pegawainya. Nokia berusaha menciptakan tempat kerja yang menerima laki-laki dan perempuan dari perbedaan budaya, latar belakang etnis, keterampilan dan kemampuan, gaya hidup, generasi dan perspektif. Nokia juga menyediakan peluang terbaik untuk pengembangan karir, dan berkomitmen secara ketat pada etika berstandar tertinggi. 3 Untuk mengintegrasikan perbedaan yang ada, Nokia membuat suatu kesepakatan penting dalam perusahaannya. Nilai-nilai yang disepakatinya ini 1 www.nokia.com 2 Mengubah struktur manajerial yang kompleks dan mengubah unit bisnis yang dijalankannya. 3 Ibid. 1

Makalah MNC

  • View
    1.401

  • Download
    24

Embed Size (px)

Text of Makalah MNC

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang permasalahan Nokia, sebuah perusahaan yang beroperasi dalam menyediakan peralatan telekomunikasi mulai beroperasi sejak awal tahun 1980 dan mempekerjakan ribuan karyawan pada ratusan Negara.1 Hal ini tentu mempengaruhi kinerja perusahaan baik pengambilan keputusan manajemen maupun menciptakan daya saing dalam kegiatan bisnis. Nokia pernah melakukan restrukturisasi manajerial dan bisnis.2 Nokia, berasumsi kesuksesannya tergantung pada bakat dan komitmen dari semua pegawainya. Nokia berusaha menciptakan tempat kerja yang menerima laki-laki dan perempuan dari perbedaan budaya, latar belakang etnis, keterampilan dan kemampuan, gaya hidup, generasi dan perspektif. Nokia juga menyediakan peluang terbaik untuk pengembangan karir, dan berkomitmen secara ketat pada etika berstandar tertinggi.3 Untuk mengintegrasikan perbedaan yang ada, Nokia membuat suatu kesepakatan penting dalam perusahaannya. Nilai-nilai yang disepakatinya ini akan berpengaruh pada pengambilan keputusan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapainya. 1.2 Pokok permasalahan Nokia memiliki budaya organisasi yang khas berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam perusahaan dan upaya menguasai pasar. Pokok permasalahan dalam makalah ini ada 3 hal yaitu: 1. Bagaimana pengaruh nilai budaya dalam pengambilan keputusan perusahaan Nokia ? 2. Bagaimana peranan sumber daya manusia dalam upaya pengambilan keputusan Nokia untuk menguasai pasar ? 3. Bagaimana pengaruh pengambilan keputusan Nokia dalam menciptakan daya saing ?

www.nokia.com Mengubah struktur manajerial yang kompleks dan mengubah unit bisnis yang dijalankannya. 3 Ibid.2

1

1

1.3 Kerangka pemikiran Sama halnya dengan struktur organisasi yang dapat digunakan untuk mencapai keuntungan kompetitif dan memajukan minat stakeholder, budaya organisasi juga dapat digunakan untuk menambah keefektifan organisasi.4 Hal ini terjadi karena budaya organisasi mengontrol cara anggotanya membuat keputusan, cara mereka menginterpretasikan dan mengelola lingkungan organisasi, apa yang mereka lakukan terhadap informasi dan bagaimana mereka bersikap.5 Nilai dan norma dari negara-negara yang berbeda juga mempengaruhi budaya organisasi.6 Perbedaan antarbudaya negara yang berbeda muncul karena perbedaan nilai dan norma nasionalnya. Perbedaan budaya seperti bermacam-macam gaya komunikasi, perbedaan pendekatan untuk menyelesaikan tugas, perbedaan sikap terhadap konflik, dan perbedaan cara pengambilan keputusan merupakan faktor utama yang menghambat koordinasi dan kontak antara orang-orang dari negara yang berbeda.7 Kemampuan budaya organisasi untuk memotivasi pekerja dan menambah keefektifan organisasi berbanding lurus dengan cara anggotanya mempelajari nilai-nilai yang ada dalam organisasi tersebut.8 Anggota organisasi mempelajari nilai-nilai yang sangat penting dari praktik sosialisasi formal dan dari sejarah, tata tertib dan bahasa yang digunakan dalam organisasi tersebut yang mengembangkan budaya organisasi informal.9 1.4 Model analisis

Gareth Jones, ed., Organizational Theory, Design and Change (New Jersey: Pearson Education, Inc., 2007), hal. 201-206. 5 Dalam budaya organisasi terdapat norma dan nilai yang disepakati yang mengatur kehidupan berorganisasi. Kebanyakan dari nilai yang paling penting dalam sebuah organisasi tidak dibuat secara tertulis. Nilai-nilai ini hanya ada dalam norma, kepercayaan, asumsi, cara berpikir dan bertindak yang digunakan orang-orang organisasi untuk berhubungan satu sama lain. (Ibid). 6 Definisi: seperangkat nilai dan norma yang mengontrol anggota organisasi untuk berinteraksi satu sama lain termasuk dengan lingkungan luar organisasi. (Ibid). 7 Ibid. 8 Ibid. 9 Untuk mengubah suatu budaya dalam organisasi menjadi hal yang sulit karena adanya faktor-faktor yang saling mempengaruhi dan perubahan utama yang sering diperlukan untuk mengubah nilai-nilai dalam organisasi. 2

4

Deterministik Faktor: * lingkungan * sumber daya manusia * sturktur organisasi

Masalah: * nilai budaya dalam pengambilan keputusan * sumber daya manusia dalam menguasai pasar * pengambilan keputusan dalam menciptakan daya saing

Proses: * implementasi kode etik dalam pengambilan keputusan * penyusunan strategi menguasai pasar * pengambilan keputusan yang rasional untuk meningkatkan daya saing

Tujuan: * memenuhi kebutuhan pelanggan * meningkatkan efektifitas perusahaan * meningkatkan pangsa pasar yang dikuasai

Skema budaya pengambilan keputusan dalam perusahaan Nokia Pada skema tersebut ada 3 faktor penentu yang mempengaruhi budaya pengambilan keputusan perusahaan Nokia. Karena Nokia merupakan perusahaan multinasional, lingkungan memiliki peranan yang sangat penting. Nokia mempekerjakan karyawan dan manajemen yang berasal dari negaranegara yang berbeda dengan budaya yang berbeda. Nokia juga menjalin hubungan dengan stakeholder dari lingkungan yang berbeda. Hal ini mempengaruhi budaya di lingkungan perusahaan. Sumber daya manusia yang bekerja di Nokia memiliki perbedaan karakteristik, latar belakang dan kemampuan. Sumber daya manusia yang berkualitas dan beretika dapat mendorong efektifitas perusahaan. Struktur organisasi perusahaan ini juga mempengaruhi budaya dalam pengambilan keputusan. Perusahaan ini pernah melakukan restrukturisasi manajerial. Hal itu dilakukan agar struktur perusahaan ini tidak terlalu kompleks. Masalah-masalah yang dapat ditimbulkan dari deterministik faktor tersebut antara lain: permasalahan nilai budaya yang diambil perusahaan untuk menetapkan keputusan, masalah sumber daya manusia yang berkaitan dengan etika bisnis dan kualitasnya, serta keputusan yang diambil perusahaan dalam menciptakan daya saing. Masalah-masalah tersebut dihadapi dengan mengimplementasikan kode etik dalam pengambilan keputusan, menyusun strategi, dan mengambil keputusan yang rasional untuk menghadapi persaingan. Kemudian, interaksi antara deterministik faktor, permasalahan yang muncul dan proses yang dilakukan perusahaan untuk menghadapinya berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai Nokia. Tujuan yang ingin dicapai itu mencakup pemenuhan kebutuhan dan kepuasaan pelanggan, peningkatan efektifitas perusahaan, dan peningkatan pangsa pasar yang dikuasai Nokia.3

BAB II PEMBENTUKAN NILAI BUDAYA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN NOKIA

2.1 Faktor-faktor pembentuk budaya organisasi dan kaitannya dengan perusahaan Nokia Budaya organisasi terbentuk melalui interaksi antara 4 faktor utama, antara lain: karakteristik personal dan profesional masing-masing anggota dalam organisasi, etika organisasi, hak-hak yang diberikan organisasi kepada pekerja, dan struktur dari organisasi itu. Interaksi antara 4 faktor ini memproduksi perbedaan budaya diantara organisasi yang berbeda dan menyebabkan perubahan budaya.10 Pertama, karakteristik personal dalam organisasi. Organisasi yang satu dan lainnya mengembangkan budaya yang berbeda dengan jelas karena setiap perusahaan menarik, memilih, dan melatih orang-orang yang memiliki perbedaan nilai, kepribadian, dan etika.11 Nokia tumbuh sebagai sebuah perusahaan yang memiliki perbedaan karakteristik personal. Hal ini terjadi karena pihak-pihak yang berada dalam perusahaan Nokia baik manajemen, pekerja, distributor dan stakeholder lainnya berasal dari negara yang berbeda dengan perbedaan budaya dan kepribadian masing-masing. Dengan adanya perbedaan personal ini, Nokia berusaha menciptakan lapangan pekerjaan yang tidak mendiskriminasikan pekerjanya, berusaha membuat tempat bekerja yang nyaman untuk sosialisasi antarpekerjanya dan memberikan kesempatan yang sama bagi pekerjanya untuk mengembangkan karirnya bersama Nokia. Semua pihak yang ada dalam perusahaan ini harus dapat menerima perbedaan personal yang ada dengan tidak mempermasalahkannya. Kedua, etika dalam organisasi.12 Faktor yang mempengaruhinya berupa etika profesional dan etika individual. Kebanyakan nilai budaya organisasi diturunkan dari kepribadian dan kepercayaan pendiri dan top manajemen yang mengontrol organisasi tersebut. Nilai etika, peraturan, dan norma yang dibangun tidak dapat dipisahkan dari budaya organisasi karena membantu pembentukanJones, Op. Cit. hal. 212. Jones, OP. Cit. hal. 213. 12 Definisi: nilai moral, kepercayaan, dan peraturan yang membentuk cara yang tepat bagi pihak-pihak yang terkait dengan organisasi untuk saling berhubungan satu dan lainnya dan berhubungan dengan lingkungan organisasi.11 10

4

nilai yang digunakan anggotanya untuk mengelola situasi dan mengambil keputusan.13 Perusahaan Nokia pun memiliki etika organisasi yang dikenal dengan Code of Conduct Nokia.14 Kode etik perusahaan ini sudah mencakup etika profesional dan etika individual. Sesuai dengan etika profesional, Nokia memiliki peraturan yang disepakati bersama dalam pekerjaan yang harus dilaksanakan secara professional. Sesuai dengan etika individual, Nokia menyepakati pemakaian etika tertinggi dengan baik untuk menunjang kinerja perusahaan. Ketiga, hak-hak yang diberikan organisasi kepada pekerja (Property Rights).15 Nilai dari sebuah budaya organisasi juga berkaitan dengan bagaimana organisasi mendistribusikan hak-hak pekerjanya. Pendistribusian hak-hak ini memiliki efek searah pada nilai instrumental yang membentuk perilaku pekerja dan memotivasi anggota organisasi.16 Perusahaan Nokia selalu berusaha memenuhi hak-hak pekerjanya dan memberikan motivasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Nokia bersifat aktif dan terbuka dalam memenuhi hak-hak pekerjanya. Keempat, struktur organisasi.17 Sebuah struktur organisasi dapat mempromosikan nilai budaya yang menggambarkan integrasi dan koordinasi. Kemudian norma, nilai dan bahasa organisasi yang umum digunakan dapat mengimprovisasi pelaksanaan tugas kelompok dan satuan tugas. Melalui norma dan peraturan, pekerja dididik untuk bersikap konsisten dan jujur, serta mereka juga belajar untuk berbagi informasi dengan supervisornya terutama informasi tentang kesalahan.18 Nokia mempekerjakan dan berhubungan dengan banyak orang, Nokia berusaha untuk menjadi perusahaan yang dapat mengkoordinasikan perbedaan komunitas dengan kesamaan visi yang ingin dicapai perusahaan, memenuhiJones, Op. Cit. hal. 214. Definisi: kode etik Nokia yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1997 dan telah direvisi dalam beberapa tahun terakhir. Isinya mencakup peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh seluruh karyawan Nokia. Kode etik ini dibentuk untuk membangun perusahaan yang berstandar etika tinggi. Kode etik ini didasarkan pada nilai-nilai, harapan dan komitmen Nokia. 15 Definisi: hak-hak yang diberikan organisasi kepada anggotanya untuk menerima dan menggunakan sumber daya organisasi. 16 Jones, Op. Cit. hal. 216. 17 Definisi: sistem formal dari pembagian tugas dan hubungan kewenangan yang mengontrol bagaimana orang-orang mengkoordinasikan pekerjaan mereka dan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. 18 Jones, Op. Cit. hal. 218.14 13

5

kepuasan konsumen dan membangun bisnis yang sehat, serta memberikan peluang yang sama bagi setiap orang untuk berkarir. 2.2 Kode etik perusahaan Nokia dan aplikasinya dalam lingkungan perusahaan Nokia mendorong keberagaman dan persamaan kesempatan, juga tidak memberikan toleransi sama sekali terhadap korupsi. Kode Etik didasarkan pada nilai-nilai yang memaparkan tentang harapan dan komitmen Nokia. Kode Etik juga memandu dalam situasi pengambilan keputusan yang sulit terkait bagaimana mempertahankan standar etika tertinggi yang sudah ditentukan.19 Ada beberapa hal penting dalam Kode Etik Nokia, antara lain: menetapkan standar tinggi, komunikasi yang lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik, etika tinggi yang berarti kesuksesan, ramah lingkungan dalam setiap tindakan, karyawan membangun masa depan, dan tidak ada toleransi terhadap korupsi. Komitmen untuk mematuhi Kode Etik ini berlaku dalam segala hal, termasuk keputusan yang terkait dengan perdagangan, investasi, subkontrak, pasokan, pengembangan usaha, dan di semua hubungan bisnis dan hubungan kerja lainnya. Pendekatan Nokia untuk melaksanakan Kode Etik ini bersifat aktif, terbuka, dan benar secara etika.20 Berkaitan dengan kepentingan jangka panjang dan kepentingan pemilik sahamnya, Nokia harus patuh pada peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku serta standar etika tertinggi.21 Bagi Nokia, pelaksanaan bisnis yang beretika bukan sekedar mematuhi hukum. Nokia ingin menjadi salah satu yang terbaik di dunia dalam hal tanggung-jawab perusahaan, mempromosikan secara aktif hak asasi manusia dan perlindungan lingkungan hidup melalui produkproduk dan solusinya. Karena komunikasi yang baik berkaitan dengan kehidupan yang lebih baik, maka Nokia mengakui dan menghormati Deklarasi Universal PBB tentang Hak Asasi Manusia.22 Untuk mendukung hal tersebut Nokia menciptakan produk yang dapat berkontribusi secara positif terhadap pemenuhan hak asasi manusia tersebut. Caranya dengan membuat peralatan komunikasi yang mempermudahCode of Conduct Nokia, www.nokia.com. Ibid. 21 Ibid. 22 Definisi: hak hak yang fundamental dan universal mencakup kebebasan dari diskriminasi atas alasan apapun; kebebasan dari penahanan sewenang-wenang; eksekusi atau penyiksaan; kebebasan berkumpul dan berserikat; kebebasan berpikir, bernurani dan beragama; serta kebebasan berpendapat dan berekspresi.20 19

6

masyarakat untuk tetap dapat berhubungan sekalipun berada pada jarak yang berjauhan. Nokia memiliki komitmen yang kuat untuk memenuhi standar tertinggi kode etik ini serta mematuhi sepenuhnya semua hukum nasional dan internasional yang berlaku.23 Ini mencakup penyediaan lingkungan kerja yang baik, mematuhi undang-undang dan peraturan tentang anti-monopoli serta mempromosikan kompetisi yang adil, mencegah pungutan liar maupun korupsi, melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik, serta memberikan perlindungan dan pengakuan atas hak cipta, aset perusahaan dan bentuk lain dari kekayaan intelektual. Nokia berkomitmen bahwa etika yang tinggi berarti kesuksesan Nokia. Target lingkungan Nokia bukan hanya sekedar mematuhi hukum. Strategi lingkungan dijalankan berdasarkan standar, proses dan praktek global, yang terkait dengan produk dan layanan, serta pengelolaan atas fasilitas dan lokasi produksi.24 Tindakan ini mencakup upaya untuk mengurangi pemakaian energi dan membantu proses pengembalian, dan daur ulang bahan dan produk bekas secara efektif. Nokia tidak menggunakan spesies yang terancam punah untuk tujuan bisnis apapun, serta meminta para pemasoknya agar menghindari pengadaan bahan mentah yang berasal dari sumber yang melibatkan penganiayaan terhadap hewan atau berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan yang tidak ditangani dengan benar. Nokia berkomitmen untuk memberi kesempatan yang adil dalam semua kegiatan, kebijakan, dan prosedur pekerjaannya.25 Karena pekerja merupakan bagian yang sangat penting dalam keberlangsungan perusahaan, maka Nokia berusaha keras membayar kompensasi yang adil dan menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat bagi karyawannya. Apabila persyaratan kerja terpenuhi, maka tidak ada karyawan atau calon karyawan yang akan menerima perlakuan kurang menyenangkan atas alasan apa pun.

23 24

Ibid. Ibid. 25 Komitmen yang tercantum dalam Code of Conduct: Nokia tidak menggunakan pekerja anak atau pekerja paksa, Nokia tidak mentolerir kondisi dan perilaku kerja yang bertentangan dengan konvensi serta praktek internasional. 7

Nokia berkomitmen untuk tidak toleransi terhadap korupsi.26 Sesuai dengan yang tercantum dalam Code of Conduct perusahaan ini menghindari adanya praktek suap, pungutan liar, dan kerjasama dengan suatu partai politik tertentu. Selain itu, Nokia tidak memperbolehkan karyawannnya untuk menyalahgunakan informasi perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari bisnis dengan pesaingnya. Komitmen ini menanamkan kejujuran dan kesetiaan karyawan kepada Nokia. Kode etik tersebut merupakan esensi dari nilai budaya yang telah disusun dan disepakati Nokia dalam menjalankan bisnis dan mengelola perusahaannya. Kode etik tersebut harus diaplikasikan dengan baik dan tegas untuk mendukung produktivitas dan aktivitas perusahaan. Kode etik tersebut ternyata tidak hanya mengatur interaksi antarorgan dalam perusahaan saja tetapi mengatur pula bagaimana perusahaan berhubungan dengan rekan bisnis dan pesaing dan masyarakat dunia sebagai konsumennya. 2.3 Kode etik perusahaan Nokia dan implikasinya terhadap pengambilan keputusan perusahaan

Kode etik Nokia disusun untuk mengelola, mengkoordinasikan, dan mengintegrasikan semua divisi yang ada dalam perusahaan dan aktivitasnya. Kode etik ini menjadi bagian dari budaya organisasi yang diterapkan secara tegas dan benar dengan tetap terbuka terhadap masukan-masukan pekerja. Jika kode etik ini benar-benar dibudidayakan dengan baik, kode etik ini akan mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan. Dengan adanya kode etik ini, keputusan yang diambil perusahaan akan sesuai dengan standar etika dan hukum yang berlaku.27 Perusahaan tidak akan semena-mena mengambil keputusan sepihak yang merugikan banyak pihak. Perusahaan tidak akan melakukan bisnis yang tidak sehat yang dapat merugikan

Nokia dan karyawannya tidak akan membayar atau menawarkan uang suap ataupun pungutan liar kepada pegawai atau calon pegawai pemerintah, atau pihak-pihak lain, untuk mendapatkan atau mempertahankan bisnis Nokia. Nokia tidak akan memberikan bantuan keuangan kepada partai politik atau kelompok politik lainnya. Karyawan Nokia tidak boleh mengambil keuntungan atau membantu orang lain dalam mengambil keuntungan dari kesempatan yang diperoleh melalui pemakaian informasi perusahaan atau jabatan apapun. Karyawan Nokia tidak boleh menggunakan aset perusahaan untuk hal-hal lain, selain bisnis sah atau tujuan-tujuan lain yang sah. Karyawan Nokia juga tidak boleh terlibat dalam kegiatan apapun yang akan bersaing dengan bisnis perusahaan. 27 Ibid. 8

26

pekerja dan pesaingnya. Perusahaan ini akan tetap bersaing secara sehat untuk kemajuan industri dan memelihara kesetiaan pelanggannya. Dengan adanya kode etik ini, Nokia berusaha untuk tidak semena-mena dalam pengambilan keputusan perusahaan yang berkaitan dengan kelangsungan perusahaan. Perusahaan bersikap terbuka, sehingga pekerja dapat menyampaikan keluhan dan laporan kesalahan secara langsung kepada atasannya.28 Hal ini membantu terciptanya iklim organisasi yang demokratis. Keputusan yang dihasilkan pun bukan merupakan keputusan sepihak yang tidak adil. Nokia menilai perilaku etis bukan tanggung jawab satu departemen atau satu tim saja, tetapi tanggung jawab semua orang.29 Situasi bisnis yang kompleks pasti memerlukan perilaku bisnis yang etis, bertanggung jawab dan berkelanjutan agar dapat mempertimbangkan tindakan dan keputusan seharihari. Nokia mewajibkan semua mitra bisnis, subkontraktor, atau pemasoknya untuk mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.30 Nokia mendorong mitra, subkontraktor, atau pemasoknya untuk melakukan yang terbaik dalam memenuhi persyaratan yang berlaku di bidang-bidang seperti tata kelola, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup. Nokia memasukkan kriteria etika, sosial, dan lingkungan dalam perjanjian kerjasamanya dan berkomitmen untuk memantau kinerja para mitranya serta mengambil langkah-langkah yang segera dan menyeluruh apabila kinerja etika para mitra bisnisnya diragukan. Berdasarkan uraian tersebut, Kode Etik Nokia memiliki nilai yang positif terhadap pengambilan keputusan perusahaan. Namun, aplikasinya dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan pembuat peralatan telekomunikasi lainnya Kode Etik ini tidak diterapkan secara menyeluruh. Dalam beberapa kasus yang dihadapinya, nilai-nilai yang terdapat dalam Kode Etik ini menjadi pudar. Contohnya, kasus perselisihan Nokia dengan Apple. Dalam kasus ini Nokia menuduh Apple melanggar hak paten.31 Hingga kini perselisihan ini masih belum menemukan jalan penyelesian yang disepakati keduanya.Ibid. Menurut Olli-Pekka Kallasvuo, CEO Nokia, hanya dengan benar-benar memahami dan menghormati prinsip etika, Nokia dapat memastikan cara menjalankan bisnisnya sehari-hari bertanggung jawab dan berkontribusi secara positif bagi masyarakat di sekitarnya. (Ibid). 30 Ibid. 31 http://www.forumkami.com/forum/teknologi/30708-nokia-menuduh-apple-nyontek.html - bm29 28

9

BAB III PERANAN BUDAYA SDM MENGAMBIL KEPUTUSAN DALAM PENGUASAAN PASAR NOKIA

3.1 Hubungan budaya SDM dengan kemajuan Nokia Peninjauan organisasi sering kali memusatkan perhatian pada struktur dan proses, namun peninjauan sumber daya manusia dalam organisasi itu sangat menentukan karena mereka akan membuat struktur dan proses yang ada dalam organisasi itu berjalan. Para pegawai yang efektif dan dimotivasi dengan baik akan mengatasi kekurangan pada struktur dan proses yang kurang baik, sedangkan struktur dan proses yang terbaik tidak akan berjalan tanpa peran serta para pegawai.32 Dalam menghadapi persaingan global, bukan hanya modal dan investasi material yang diperlukan untuk memajukan sebuah perusahaan. Sumber daya manusia pun memiliki peranan yang sangat penting dalam kemajuan perusahaan. Dalam pengembangan sumber daya manusia, Nokia menganut prinsip yang tercermin dengan kata-kata berikut: continous learning, freedom to develop yourself, support each others growth, learn from your world class colleagues.33 Hal ini menunjukan pengembangan sumber daya manusia sangat penting bagi Nokia. Nokia menilai pelatihan perlu diberikan kepada karyawan dan manajemennya agar mereka memiliki kualitas terbaik yang dapat memajukan perusahaan dalam persaingan global. Terdapat hubungan antara budaya perusahaan dengan kemajuan perusahaan. Salah satunya, hubungan budaya dengan kinerja ekonomi perusahaan. Kotter dan Heskett mengemukakan 4 teori yang mempertinggi performa perusahaan dalam jangka panjang. Teori-teori tersebut antara lain: strong culture, strategically appropriate culture, adaptive culture, dan electic culture.34

Cushway dan Lodge, Op. Cit. hal. 42. Menurut Hasan Aula (Sales and Marketing Manager Nokia Mobile Phone Indonesia), www.portalhr.com 34 Taliziduhu Ndraha, Budaya Organisasi (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003), hal. 114.33

32

10

Sesuai dengan teori strong culture35, Code of Conduct yang dimiliki Nokia sangat berperan untuk mengkoordinasi dan mengontrol setiap karyawan dan manajemennya. Karena Nokia perusahaan yang besar dan kompleks, diperlukan adanya budaya yang kuat untuk mengintegrasikan tugas dan wewenang dalam perusahaan itu. Hal ini dapat mendukung keefektifan kinerja dan kemajuan perusahaan. Sesuai dengan teori strategically appropriate culture36, Nokia perlu melakukan penyesuaian dari setiap tindakan yang dilakukannya dengan kondisi lingkungan perusahaan. Proses pengambilan keputusan dilakukan sesuai dengan budaya yang telah disepakati perusahaan. Sesuai dengan teori adaptive culture37, Nokia harus dapat menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang terjadi baik perubahan di lingkungan dalam perusahaan maupun di lingkungan luar perusahaan. Nokia harus memiliki sensitivitas yang kuat agar dapat mengambil kebijakan dan strategi terbaik untuk menghadapi persaingan global di tengah-tengah situasi yang berubah. Sesuai dengan teori electic culture38, Nokia harus dapat meningkatkan kinerja perusahaan dengan tetap memperhatikan kepentingan pelanggan, karyawan, dan pemegang saham. Dengan semakin banyaknya penyedia ponsel yang menjadi pesaingnya, Nokia tetap fokus dengan tujuannya mengutamakan pemenuhan kebutuhan pelanggan. Namun, saat ini Nokia sedang mengalami masalah serius yang ditimbulkan dari perpaduan antara lemahnya kepemimpinan dan minimnya platform. Hal ini membuat Nokia berada dalam posisi sulit dalam menghadapi Nokia World.39 Masalah lemahnya kepemimpinan ditandai dengan keluarnya beberapa manajer Nokia yang tidak menghendaki pimpinan baru Nokia

Teori 1 yang menerangkan bagaimana nilai dan norma bersama-sama berperan untuk menggerakan dan mengontrol manusia di dalam organisasi berukuran besar dan kompleks. (Ibid). 36 Teori 2 yang menunjukan pentingnya penyesuaian tindakan dengan kondisi lingkungan budaya yang khusus. (Ibid). 37 Teori 3 mengungkapkan nilai dan perilaku khusus yang diperlukan agar organisasi mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. (Ibid). 38 Teori 4 menunjukan bahwa perusahaan mampu meningkatkan kinerja jangka panjangnya jika ia memperhatikan dengan sungguh-sungguh kepentingan pelanggan, pemegang saham dan karyawan, dan juga kepemimpinan yang membawa perubahan terus-menerus. (Ibid). 39 http://www.inilah.com/read/detail/Nokia Alami Masalah Serius

35

11

berkebangsaan Finlandia. Hal ini berlawanan dengan Kode Etik yang dibuat Nokia yang menyatakan Nokia tidak menghendaki adanya diskriminasi. 3.2 Budaya SDM dan strategi Nokia dalam menguasai pasar Budaya tidak hanya berhubungan dengan kinerja perusahaan, tetapi berhubungan pula dengan keunggulan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Perusahaan penyedia peralatan telekomunikasi saat ini cukup banyak. Perusahaan-perusahaan besar seperti Sony Ericsson, Apple, Blackbery, Samsung menjadi pesaing Nokia saat ini. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, Nokia juga berupaya untuk tetap menguasai pasar. Dalam penjualan ponsel di seluruh dunia, Nokia masih memimpin dengan jumlah pangsa pasar sebesar 36 persen. Namun belakangan ini, posisi Nokia terhimpit kompetitor tangguhnya, seperti Apple, Android dan Samsung. Saat ini Nokia lebih fokus pada pelanggan dan memenuhi kebutuhannya. Namun, Nokia tetap memperhatikan situasi pangsa pasar yang terus bergulir.40 Selain itu, Nokia mengalami persengketaan dengan Apple. Nokia telah mengajukan gugatan ke pengadilan Amerika dan menyatakan bahwa Apple telah melanggar 10 paten dalam teknologi seperti data transfer nirkabel, salah satu faktor suksesnya iPhone.41 Saat ini Nokia telah memiliki sekitar 42 model ponsel di pasaran, sehingga Nokia memiliki segmen produk terlengkap dibanding pesaingnya. Mulai Januari 2004, Nokia telah mengaktifkan struktur organisasi globalnya untuk memperkuat fokus pada pemusatan, pasar mobilitas baru dan perkembangan. Untuk mencari daerah bisnis baru dalam era Mobilitas selain terus mengembangkan kepemimpinannya dalam komunikasi suara mobile, Nokia mempunyai empat grup bisnis untuk menemukan dinamika unik dari setiap bisnis. 4 hal yang dikembangkannya antara lain: ponsel, multimedia, jaringan, dan solusi perusahaan.42 Disamping strategi yang dikembangkannya itu, Nokia memiliki sisi kelemahan dalam menghadapi persaingan. Kelemahan yang ada ini bertolak belakang dengan nilai-nilai budaya yang disepakati perusahaan ini. DalamMenurut Bob McDougall (Country Manager Nokia Indonesia), www.mediatren.com One, Thomson. Persengketaan Nokia dan Apple Dapat Berlangsung Lebih Dari Satu Tahun. http://www.pacific2000.co.id. (18 Desember 2010) 42 http://www.nokia.co.id/tentang-nokia.41 40

12

menghadapi persaingan, pihak manajemen Nokia sering kali mengambil tindakan mendahului dengan melakukan pemberitaan bagus mengenai produkproduknya sebelum pesaingnya mengeluarkan produknya. Hal itu dilakukan untuk menarik investor pada Nokia.43 Dengan semakin banyaknya penyedia ponsel, memberikan tantangan yang lebih bagi Nokia untuk terus berinovasi dan menyajikan produk-produk yang terbaik bagi pelanggan sesuai dengan kebutuhan dari semua lapisan masyarakat. Keberhasilan Nokia tidak terlepas dari Nokia sendiri yang menampilkan inovasi-inovasi baru bagi pelanggannya. 3.3 Budaya dalam pengambilan keputusan dan kefektifan NOKIA dalam penguasaan pasar Pengambilan keputusan sangat erat hubungannya dengan kepemimpinan. Hal ini dikemukakan oleh Edgar H. Schein dalam bagian IV bukunya yang berjudul The Role of Leadership in Building Culture.44 Budaya pengambilan keputusan sangat penting dan berkaitan erat dengan kefektifan perusahaan. Perusahaan harus dapat mengambil keputusan terbaik dalam setiap perubahan kondisi lingkungan yang dihadapinya. Terlebih lagi jika perusahaan ingin menguasai pasar. Schein menyimpulkan budaya organisasi terbentuk melalui tindakan dan perilaku para pendiri sebagai strong leaders.45 Di perusahaan Nokia pun begitu. Perusahaan ini tidak akan maju dan tumbuh besar seperti sekarang jika para pendirinya tidak mengambil keputusan yang luar biasa untuk perusahaannya. Terdapat beberapa keputusan penting yang pernah dilakukan sepanjang sejarah berdirinya Nokia. Semula Nokia adalah perusahaan pembuat produk olahan kayu yang telah lama berdiri sejak tahun 1800-an. Kemudian Nokia memperluas basis produknya menjadi berbagai macam komoditas. Perkembangan politik dan perekonomian Finlandia memaksa nokia menjadi perusahaan multinasional. Kemudian Kari Kairamo46, melakukan kebijakan strategis seperti melakukan akuisisi banyak perusahaan di Eropa dan mengembangkan unit usaha ke bidang

43

http://magussudrajat.blogspot.com/2010/12/kasus-perusahaan-nokia.html Ndraha, Op. Cit. hal. 115. 45 Ndraha, Op. Cit. hal. 116. 46 CEO Nokia pada tahun 1980-an yang kemudian bunuh diri karena Nokia ambruk.44

13

consumer electronics. Namun, Nokia ambruk karena kebijakan strategis yang dilakukan tidak sebanding dengan upaya internal perusahaan.47 Kemudian Nokia melakukan restrukturisasi. Setelah melalui masa transisi, Jorma Ollila48 mengambil kebijakan untuk merampingkan struktur bisnis Nokia, mengganti struktur manajerial, dan mengkaji ulang unit bisnis yang tidak menguntungkan bagi perusahaan. Hasilnya, Nokia menjual unit bisnis yang mengalami kerugian dan mengembangkan unit bisnis yang pertumbuhannya signifikan.49 Hingga saat ini Nokia tetap fokus pada pembuatan peralatan telekomunikasi. Berdasarkan uraian tersebut, terdapat hal yang sangat penting bagi kemajuan Nokia. Perusahaan telekomunikasi yang sekarang sudah sangat maju ternyata memiliki sejarah pengambilan keputusan yang besar. Keputusan untuk mengubah usaha perusahan dari perusahaan penghasil olahan kayu menjadi perusahaan penghasil peralatan telekomunikasi raksasa di dunia. Ada nilai penting yang ditanamkan di perusahaan ini, berinovasi dan tidak mudah menyerah dalam mencari solusi terbaik bagi perusahaannya. Saat ini, Nokia sedang mengalami penurunan efektifitas penguasaan pasar. Hal ini ditandai dengan menurunnya saham Nokia di pasar smartphone. Selain itu, Nokia pernah menunda penjualan produknya, N8 ponsel pertama dengan manggunakan perangkat Symbian. Hal itu terjadi karena adanya pembaruan perangkat lunak yang memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.50

http://faridauliatanjung.wordpress.com/2009/02/10/nokia-raksasa-industri-ponsel-dunia/ CEO Nokia yang menggantikan Kari Kairamo. 49 Ibid. 50 http://www.lasembiz.com/ Nokia/nokia-tunda-lagi-penjualan-n8.html48

47

14

BAB IV KEUNGGULAN MUTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN NOKIA DALAM MENCIPTAKAN DAYA SAING BISNIS

4.1 Keunggulan pengambilan keputusan Nokia dan hubungannya dengan persaingan bisnis Sebagai perusahaan yang besar, Nokia harus semakin waspada dengan gempuran produk-produk baru dari pesaingnya. Perusahaan ini selalu mengambil keputusan yang dianggap relevan dan baik untuk perusahaan. Keunggulan keputusan yang diambilnya ini sesuai dengan visi perusahaan yang terdapat dalam situs web Nokia.51 Perusahaan ini nampak unggul dalam keputusan yang diambilnya terbukti ketika pada tahun 1980-an Nokia memutuskan untuk merestrukturisasi manajerial dan unit-unit bisnis yang dikelolanya. Keputusan yang diambilnya saat itu sangat dipengaruhi dengan kondisi perekonomian Finlandia saat itu dan juga kondisi perusahaan yang saat itu melakukan perdagangan yang sangat menguntungkan dengan Rusia. Akhirnya, karena adanya berbagai faktor lingkungan dalam dan luar perusahaan yang berubah maka Nokia memutuskan untuk tetap fokus dengan memproduksi peralatan telekomunikasi. Keputusan keputusan yang diambil Nokia, tidak semata-mata ada jika para pendiri sebelumnya tidak melakukan keputusan besar mengenai perusahaan ini. Keputusan restrukturisasi dan perubahan unit bisnis yang dijalankan pada masa sebelumnya mempengaruhi semangat Nokia untuk terus menguasai pasar dan mempertahankan diri dari gempuran produk dari para pesaingnya. Pengambilan keputusan Nokia saat ini, berkaitan dengan budaya organisasi yang ditanamkan perusahaan melalui Code of Conduct Nokia. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, karyawan Nokia diperbolehkan memberikan masukan kepada para supervisornya baik itu berupa inovasi baru, cara pengerjaan baru, maupun keputusan yang diambil dalam menghadapi persaingan global. Dengan adanya input dari setiap elemen Nokia yang berupa51

Visi Nokia adalah dunia di mana siapa pun dapat terhubung. (http://www.nokia.com/aboutnokia/company/vision-and-strategy/nokias-strategy)

15

laporan, maka itu akan diproses oleh para manajer, kemudian menjadi output berupa kebijakan yang akan dilakukan perusahaan. Dalam hal riset, inovasi dan pemasaran, Nokia memutuskan hal tersebut dengan cara yang cukup demokratis. Karena sebelum memutuskan suatu kebijakan baik mengenai karyawan, produk dan persaingan, para manajer biasanya melakukan pengkajian mengenai putusan apa yang harus dilakukan Nokia untuk tetap menjaga eksistensinya. Dengan demikian, keputusan yang diambil Nokia cukup unggul dalam menghadapi persaingan bisnisnya. Hingga saat ini Nokia masih tetap berada dalam deretan pemimpin pangsa pasar ponsel dunia. 4.2 Prinsip dasar pendekatan Nokia dan hubungannya dengan chain supply Nokia menilai kondisi lingkungan dan prinsip-prinsip sosial merupakan bagian yang penting dari kesuksesan yang berkelanjutan dan bisnis yang bertanggung jawab.52 Nokia bekerja keras untuk mengantisipasi resiko, mendemonstrasikan nilai-nilai perusahaan, menambah kepuasan pekerja, dan mencari lingkungan dan komunitas dimana bisnisnya dapat dilakukan.53 Keunggulan pengambilan keputusan Nokia dapat dideskripsikan dengan 3 prinsip, yaitu: integrating sustainable practices into our business, close cooperation, dan continuous improvement. Pendekatan yang pertama adalah integrating sustainable practices into our business. Tujuan Nokia adalah untuk memastikan bahwa lingkungan, etika, kesehatan dan isu-isu keamanan, sama halnya dengan pekerja tidak terpisahkan dari faktor yang diutamakan. 54 Pendekatan yang kedua adalah close co-operation. Salah satu dari pengembangan prinsip inti adalah untuk bekerja secara dekat dengan pelanggan

http://www.nokia.com/corporate-responsibility/supply-chain (3 Desember 2010) Nokia berharap perusahaan-perusahaan yang ada dalam jaringan suppliernya untuk mengambil pendekatan etika bisnis yang sama dan mendemonstraskan kemajuan dan prestasi sebaik dalam hal pendidikan dan praktik pengawasan yang dilakukan kepada suppliernya. (Ibid). 54 Dengan adanya pendekatan ini, Nokia berusaha untuk melakukan integrasi paraktik bisnis yang berkelanjutan. Hal ini berkaitan dengan kondisi lingkungan, isu-isu yang mungkin timbul. Nokia juga berharap para suppliernya dapat menanamkan pendekatan yang sama. (Ibid).53

52

16

dan supplier. Hal ini akan meningkatkan efesiensi dan faktor kunci kesuksesan untuk semua rantai supply.55 Pendekatan yang ketiga adalah continous improvement. Secara berkelanjutan, Nokia berusaha untuk memperbaiki cara bekerja agar lebih efektif dan efisien. Hasilnya, segala keperluan, peralatan, metode dan proses yang digambarkan akan terus dikembangkan.56 Pendekatan-pendekatan yang berkaitan dengan chain supply tersebut sangat penting bagi Nokia untuk meningkatkan daya saingnya di pasaran ponsel dunia. Untuk menghadapi persaingan yang global setiap perusahaan harus menyusun strategi terbaik untuk mempertahankan eksistensi dan mempertahankan posisinya di pangsa pasar. Prinsip-prinsip dasar yang dipakai oleh Nokia ini seharusnya diimplementasikan dengan baik dan tegas. Terlebih lagi dalam menghadapi kasus-kasus tertentu dengan pesaingnya, seperti Apple dan Motorola yang pernah terjadi. 4.3 Keunggulan keputusan Nokia dan pangsa pasar yang dikuasainya Keunggulan Nokia terlihat jelas dari pangsa pasar yang saat ini dikuasainya. Sebagai sebuah perusahaan pembuat ponsel terbesar di dunia pada tahun 2007 Nokia memimpin dengan 38 persen pangsa pasar global. Salah satu alasan untuk dominasi yang dilakukannya ini berkaitan dengan kemampuan supply chain management globalnya. Strategi global Nokia dalam mempertahankan eksistensi ponselnya adalah dengan menjualnya di beberapa wilayah dan membangun pabrik pembuatannya di beberapa negara tertentu.57 Di Asia Pasifik Nokia menempati posisi pertama dalam pangsa pasar ponsel. Untuk wilayah Asia Pasifik, kantor regional Nokia berdiri di Alexandra Technopark, Singapura. Kantor regional ini merupakan basis dari 700 stafNokia juga mengikutsertakan pelanggan dan supplier, organisai non-pemerintah, organisasi pemerintah dan asosiasi industri untuk melihat pada isu isu supply chain dari perspektif industry. (Ibid). 56 Sekalipun Nokia merupakan perusahaan pembuat peralatan telekomunikasi yang besar, namun Nokia mengakui bahwa perusahaannya masih memerlukan perbaikan dalam berbagai hal, baik inovasi produk, metode dan proses pengerjaan, distribusi produk dan bahkan tata manajemen perusahaannya. Perbaikan demi perbaikan harus terus menerus dilakukan untuk tetap menjaga kualitas efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan. (Ibid). 57 Nokia membangun menufaktrunya di Jerman, Brazil, China, India dan pada tahun 2008 telah dibuka pabrik baru di Romania, Eropa Barat untuk memperluas pasar Eropa. (Jones, Op. Cit. hal. 84). 1755

pekerja profesional yang menjadi pelopor dalam inovasi teknologi produk dan solusi bisnis untuk 20 pasar yang berbeda.58 Selain membangun kantor yang berisi pekerja profesional inovatif, Nokia juga membangun pusat perbendaharaan regional Nokia Treasury Asia yang beroperasi di luar Singapura. Nokia juga membangun Nokia Research Center, unit penelitian perusahaan yang berpusat di Jepang dan Cina. Nokia juga mendirikan tempat pembuatan produk di Masan, Korea dan Beijing dan Dongguan, Cina.59 Pembukaan pabrik baru di beberapa negara itu sesuatu hal yang cukup kompleks. Untuk menambah efektifitas perusahaan, pabrik barunya tersebut bekerja pada tingkat efisiensi tinggi sesuai yang diharapkan perusahaan. Para manajernya harus mengadopsi beberapa strategi.60 Pertama, bekerja untuk menciptakan budaya yang akan membuktikan keatraktifan pekerja dan mendorong mereka untuk tetap setia pada perusahaan dan belajar mengembangkan kemampuan untuk beroperasi dengan lebih efisien. Kedua, semua pabriknya diharuskan beroperasi pada tingkat efisiensi yang sama. Untuk mewujudkan upaya ini, Nokia melakukan kompensasi untuk pabrikpabriknya.61 Dengan demikian, keputusan yang dilakukan Nokia dengan membangun pabrik baru di beberapa negara sasarannya berbanding lurus dengan pangsa pasar yang saat ini dikuasainya. Pendirian pabrik baru yang dilakukannya berkaitan dengan proses distribusi agar tidak terlalu rumit dan memakan biaya yang besar serta untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Dengan mendirikan pabrik dan pusat riset dan inovasi, Nokia dapat terus melangkah dan mempertahankan posisinya di tengah persaingan global.

58 59

Nokia di Asia Pasifik http://www.nokia.co.id/tentang-nokia Ibid. 60 Jones, Op. Cit. hal. 84. 61 Ibid. 18

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara budaya perusahaan Nokia melalui Code of Conductnya, strategi yang dilakukan dan keputusan yang diambil perusahaan dalam menghadapi persaingan. Akumulasi antara nilai budaya yang ditanamkan pada perusahaan Nokia, peran dan kualitas sumber daya manusia yang dikembangkannya, serta keputusan perusahaan berbanding lurus dengan pangsa pasar yang dikuasainya. Meskipun begitu, pangsa pasar ponsel global akan terus bergulir. Nokia haru siap menghadapi gempuran pesaingnya yang juga terus berinovasi dan berkreativitas dalam menciptakan ponsel yang berteknologi tinggi. Selain itu, semakin tinggi nilai budaya yang ditanamkan perusahaan maka akan semakin tinggi efektifitas perusahaan. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusia maka kinerja perusahaan akan semakin baik. Semakin tinggi motivasi manajemen kepada pekerja maka akan semakin tinggi produktivitas pekerja. Semakin baik strategi dan keputusan perusahaan maka akan semakin besar kemampuan perusahaan dalam menguasai pangsa pasar bisnisnya. 5.2 Saran Berkaitan dengan restrukturisasi manajemen dan unit bisnis yang pernah dilakukannya, Nokia sebaiknya terus memperbaiki struktur dan unit bisnis yang saat ini dilakukannya. Nokia harus terus memperhatikan perubahan situasi yang terjadi karena sekecil apapun perubahan lingkungan yang terjadi, akan mempengaruhi keputusan yang diambil perusahaan. Dengan pangsa pasar yang saat ini telah diraihnya, Nokia sebaiknya jangan terlalu santai dengan kondisi saat ini, mengingat pesaing yang kini tengah berselisih dengannya, Apple, pasti menyusun strategi untuk merebut kekusaan Nokia di pangsa pasar global.

19