Pawer point ppom

  • View
    367

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Pawer point ppom

1. Penyakitparuobstruksimenahun (PPOM)
Oleh:
NunaNurjanah
05200ID10028
2A
2. A.Pengertian
PenyakitParuObstruktifKronik ( PPOK ) atauPenyakitParuObstruktifMenahun (PPOM) adalahklasifikasiluasdarigangguan yang mencakupbronkitiskronis, bronkiektasis, emfisemadanasma. (Bruner & Suddarth, 2002).
PenyakitParuObstruktifKronikatau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) merupakansuatuistilah yang seringdigunakanuntuksekelompokpenyakitparu-paru yang berlangsung lama danditandaiolehpeningkatanresistensiterhadapaliranudarasebagaigambaranpatofisiologiutamanya. Ketigapenyakit yang membentuksatukesatuan yang dikenaldengan COPD adalah : bronchitis kronis, emfisemaparu-parudan asthma bronchiale.
PPOM merupakankondisiireversibel yang berkaitandengandispneasaataktivitasdanpenurunanaliranmasukdankeluarudaraparu-paru.
3. Adatiga(3) kondisipatologisdiparu yang menyebabkanhambatansirkulasiudara yang bersifatkronisyaitu:
Bronkhitiskronis
Asthma bronkhiale
Emfisemaparu
4. 1).Bronkhitis Kronis
A. Pengertian
BronkhitisKronisadalahkelainanpadabronkhus yang sifatnyamenahun (berlangsung lama) dandisebabkanolehberbagaifaktor, meliputifaktor yang berasaldariluarbronkhusmaupundaribronkhusitusendiri. Bronkhitiskronismerupakankeadaan yang berkaitandenganproduksimukustrakheobronkhial yang berlebihan, sehinggamenimbulkanbatuk yang terjadi paling sedikitselamatigabulandalamwaktusatutahununtuklebihdariduatahunsecaraberturut-turut.
5. B.Etiologi
Penyebab bronchitis sampaisekarangmasihbelumdiketahuidenganjelas. Padakenyataannyakasus-kasus bronchitis dapattimbulsecara congenital maupundidapat.
a. Kelainan congenitalDalamhalini bronchitis terjadisejakdalamkandungan. Factor genetic atau factor pertumbuhandan factor perkembangan fetus memegangperanpenting. Bronchitis yang timbul congenital inimempunyaicirisebagaiberikut :Bronchitis mengenaihampirseluruhcabangbronkuspadasatuataukeduaparu.Bronchitis konginetalseringmenyertaipenyakit-penyakitkonginetallainya, misalnya : mucoviscidosis ( cystic pulmonary fibrosis ), sindromkartagener ( bronkiektasiskonginetal, sinusitis paranasaldansitusinversus ), hipoatauagamagl
6. b. KelainandidapatKelaianandidapatmerupakanakibatprosesberikut :InfeksiBronchitis seringterjadisesudahseseorangmenderita pneumonia yang seringkambuhdanberlangsung lama, pneumonia inimerupakankomplikasipertusismaupun influenza yang dideritasemasaanak, tuberculosis parudansebagainya.ObstruksibronkusObstruksibronkus yang dimaksuddisinidapatdisebabkanolehberbagaimacamsebab : korpusalineum, karsinomabronkusatautekanandariluarterhadapbronkus
7. C. Patogenesis
Apabila bronchitis kongenitalpatogenesisnyatidakdiketahuididugaerathubungannyadengan genetic serta factor pertumbuhandanperkembangan fetus dalamkandungan. Pada bronchitis yang didapatpatogenesisnyadidugameleluibeberapamekanisme : factor obstruksibronkus, factor infeksipadabronkusatauparu-paru, fibrosis paru, dan factor intrinsikdalambronkusatauparu.Patogenesispadakebanyakan bronchitis yang didapatmelaluiduamekanismedasar :1. Infeksi bacterial padabronkusatauparu, kemudiantimbul bronchitis. Infeksipadabronkusatauparuakandiikutiprosesdestruksidindingbronkusdaerahinfeksidankemudiantimbul bronchitis.2. Obstruksibronkusakandiikutiterbentuknya bronchitis, padabagian distal obstruksidanterjadiinfeksijugadestruksibronkus.
8. D. Pencegahan
Timbulnya bronchitis sebenarnyadapatdicegah, kecualidalambentuk congenital tidakdapatdicegah. Menurutbeberapa literature untukmencegahterjadinya bronchitis adabeberapacara :Pengobatandengan antibiotic ataucara-cara lain secaratepatterhadapsemuabentuk pneumonia yang timbulpadaanakakandapatmencegah ( mengurangi ) timbulnya bronchitisTindakanvaksinasiterhadappertusis ( influenza, pneumonia ) padaanakdapat pula diartikansebagaitindakanpreventifterhadaptimbulnya bronchitis.
9. E.Prognosis
Prognosis pasien bronchitis tergantungpadaberatringannyasertaluasnyapenyakitwaktupasienberobatpertama kali. Pemilihanpengobatansecaratepat ( konservatifataupembedahan ) dapatmemperbaiki prognosis penyakit.Padakasus-kasus yang beratdantidakdiobati, prognosisnyajelek, survivalnyatidakakanlebihdari 5-10 tahun. Kematianpasienkarena pneumonia, empiema, payahjantungkanan, haemaptoedanlainnya.
10. F. Diagnosakeperawatan yang akanmuncul
1. KetidakefektifanbersihanjalannapasTujuan : JalanNapasEfektifRencanaKeperawatan : KajiKemampuanklienmengeluarkan sputumKajisuarapernapasan (paru)AjarkanteknikbatukefektifLaksanakanfisioterapi dada daninhalasi manualKolaborasi : ekspektoran, antibiotik2. IntoleransiaktifitasTujuan : KlienmenunjukanpeningkatanaktifitasdakekuatanfisikRencanakeperawatan : Monitor toleransiklienterhadapaktifitasJelaskanpenyebabpenurunanaktifitasBerikan/pegaturanwaktuuntukistirahat yang baikAjarkanmanejementenagapadaklienKolaborasi : oksigenasi,
11. A.Pengertian
Asthma bronchial adalahsuatupenyakitdengancirimeningkatnyarespon.trakeadanbronkuterhadapberbagairangsangandenganmanifestasiadanyapenyempitanjalannafas yang luasdanderajatnyadapatberubah-ubahbaiksecaraspontanmaupunhasildaripengobatan (The American Thoracic Society).
2). Asthma Bronchiale
12. Adabeberapahal yang merupakanfaktorpredisposisidanpresipitasitimbulnyaserangan asthma bronkhial.1. Faktorpredisposisi2. Faktorpresipitasi
3. Kontaktan, yang masukmelaluikontakdengankulit.
B. Etiologi
13. C.Klasifikasiasthma
Berdasarkanpenyebabnya, asthma bronkhialdapatdiklasifikasikanmenjadi 3 tipe, yaitu :1. Ekstrinsik (alergik)Ditandaidenganreaksialergik yang disebabkanolehfaktor-faktorpencetus yang spesifik, sepertidebu, serbukbunga, bulubinatang, obat-obatan (antibiotic dan aspirin) dansporajamur.
14. 2. Intrinsik (non alergik)Ditandaidenganadanyareaksi non alergi yang bereaksiterhadappencetus yang tidakspesifikatautidakdiketahui, sepertiudaradinginataubisajugadisebabkanolehadanyainfeksisaluranpernafasandanemosi.
3. Asthma gabunganBentukasma yang paling umum. Asmainimempunyaikarakteristikdaribentukalergikdan non-alergik.
15. D.patofisiologi
Asthma ditandaidengankontraksi spastic dariototpolosbronkhiolus yang menyebabkansukarbernafas. Penyebab yang umumadalahhipersensitivitasbronkhioulusterhadapbenda-bendaasingdiudara. Reaksi yang timbulpada asthma tipealergididugaterjadidengancarasebagaiberikut : seorang yang alergimempunyaikecenderunganuntukmembentuksejumlah antibody Ig E abnormal dalamjumlahbesardanantibodiinimenyebabkanreaksialergibilareaksidenganantigenspesifikasinya.
Padaasma, antibody initerutamamelekatpadasel mast yang terdapatpadainterstisialparu yang berhubunganeratdenganbrokhiolusdanbronkhuskecil.
16. E. Manifestasiklinik
ManifestasiKlinikpadapasien asthma adalahbatuk, dyspne, dari wheezing. Dan padasebagianpenderitadisertaidengan rasa nyeri dada padapenderita yang sedangbebasserangantidakditemukangejalaklinis, sedangkanwaktuserangantampakpenderitabernafascepat, dalam, gelisah, dudukdengantanganmenyanggahkedepansertatampakotot-otot bantu pernafasanbekerjadengankeras.
17. 2. Santin (teofilin)Namaobat :Aminofilin (Amicam supp)Aminofilin (Euphilin Retard)Teofilin (Amilex)
18. H.Diagnosa Yang AkanMuncul
1. Tidakefektifnyakebersihanjalannafasberhubungandenganakumulasimukus.2. Tidakefektifnyapolanafasberhubungandenganpenurunanekspansiparu.3. Gangguannutrisikurangdarikebutuhantubuhberhubungandengan intake yang tidakadekuat.
19. 3). Emfisemaparu
A.PengertianEmfisema
Emfisemadidefinisikansebagaisuatudistensi abnormal ruangudaradiluarbronkiolus terminal dengankerusakandinding alveoli. (Bruner & Suddarth, 2002)
Emfisemamerupakangangguanpengembanganparu-paru yang ditandaiolehpelebaranruangudaradidalamparu-parudisertaidestruksijaringan (WHO).
20. B.Patofisiologi
Padaemfisemabeberapafaktorpenyebabobstruksijalannapasyaitu : inflamasidanpembengkakanbronki; produksilendir yang berlebihan; kehilanganrekoilelastikjalannapas; dankolapsbronkiolussertaredistribusiudarake alveoli yang berfungsi.
Karenadinding alveoli mengalamikerusakan, area permukaan alveolar yang kontaklangsungdengankapilerparusecarakontinuberkurang, menyebabkanpeningkatanruangrugi (area parudimanatidakadapertukaran gas yang dapatterjadi) danmengakibatkankerusakandifusioksigen. Kerusakandifusioksigenmengakibatkanhipoksemia. Padatahapakhirpenyakit, eliminasikarbondioksidamengalamikerusakan, mengakibatkanpeningkatantekanankarbondioksidadalamdaraharteri (hiperkapnia) danmenyebabkanasidosisrespiratorius.
21. Karenadinding alveolar terusmengalamikerusakan, jaring-jaringkapilerpulmonalberkurang. Alirandarahpulmonalmeningkatdanventrikelkanandipaksauntukmempertahankantekanandarah yang tinggidalamarteripulmonal. Dengandemikian, gagaljantungsebelahkanan (korpulmonal) adalahsalahsatukomplikasaiemfisema. Terdapatnyakongesti, edema tungkai, distensi vena leherataunyeripada region heparmenandakanterjadinyagagaljantung.
Sekresimeningkatdantertahanmenyebabkanindividutidakmampuuntukmembangkitkanbatuk yang kuatuntukmengeluarkansekresi. Infeksiakutdankronisdengandemikianmenetapdalamparu yang mengalamiemfisemamemperberatmasalah.
22. Individudenganemfisemamengalamiobstruksikronikkealiranmasukdanalirankeluarudaradariparu. Paru-parudalamkeadaanheperekspansikronik. Untukmengalirkanudarakedalamdankeluarparu-paru, dibutuhkantekanannegatifselamainspirasidantekananpositifdalamtingkat yang adekuatharusdicapaidandipertahankanselamaekspirasi. Posisiselebihnyaadalahsalahsatuinflasi. Daripadamenjalaniaksipasifinvolunter, ekspirasimenjadiaktifdanmembutuhkanupayaotot-otot. Sesaknapaspasienterusmeningkat, dada menjadikaku, daniga-igaterfiksaksipadapersendiannya. Dada seperti tong (barrel chest) padabanyakpasieniniterjadiakibatkehilanganelastisitasparukarenaadanyakecenderungan yang berkelanjutanpadadinding dada untukmengemban