of 53 /53
LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN PENGUJIAN MESIN SORTASI BIJI KACANG TANAH di BALAI BESAR PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN (BBP MEKTAN) SERPONG TANGGERANG Disusun oleh : IKBAR RIZKI NRM : 5353103087 PROGRAM STUDI DIII TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2013

pengujian mesin sortasi kacang tanah

Embed Size (px)

Text of pengujian mesin sortasi kacang tanah

Page 1: pengujian mesin sortasi kacang tanah

LAPORAN KEGIATAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PENGUJIAN MESIN SORTASI BIJI KACANG TANAH

di BALAI BESAR PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN

(BBP MEKTAN) SERPONG TANGGERANG

Disusun oleh :

IKBAR RIZKI NRM : 5353103087

PROGRAM STUDI DIII TEKNIK MESIN

JURUSAN TEKNIK MESIN – FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2013

Page 2: pengujian mesin sortasi kacang tanah

i

LEMBAR PENGESAHAN (I)

Laporan Praktik Kerja Lapangan dengan Judul :

Pengujian Mesin Sortasi Biji Kacang Tanah

Laporan Praktik Kerja Lapangan ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat

kelulusan pada Program Studi Diploma III Teknik Mesin, Fakultas Teknik

Universitas Negri Jakarta disetujui untuk diajukan dalam seminar Praktik Kerja

Lapangan.

Jakarta, Mei 2013

Dosen Pembimbing

Drs. Supria Wiganda, M.Pd

NIP. 19510604 198403 1 001

Page 3: pengujian mesin sortasi kacang tanah

ii

LEMBAR PENGESAHAN (II)

Judul : Pengujian Mesin Sortasi Biji Kacang Tanah

Nama : Ikbar Rizki

NRM : 5353103087

Dosen Pembimbing

Nama Tanda Tangan Tanggal

Drs. Supria Wiganda, M.Pd ............................... ...........................

NIP. 19510604 198403 1 001

Dosen Penguji

Nama Tanda Tangan Tanggal

............................... ........................... ...........................

NIP........................

............................... ........................... ..........................

NIP........................

Page 4: pengujian mesin sortasi kacang tanah

iii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan YME atas segala anugrah

yang telah dilimpahkan kepada penulis. Karena hanya dengan petunjuk dan

bimbingan-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini.

Laporan ini disusun sebagai hasil Praktik Kerja Lapangan yang telah

dilaksanakan Penulis dari tanggal 28 Februari sampai dengan 22 Maret di Balai

Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP MEKTAN) Serpong

Tangerang. Laporan ini berjudul “ Pengujian Mesin Sortasi Biji Kacang Tanah

di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP MEKTAN)

Serpong Tangerang”

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada

Pembimbing Industri/Instruktur (Muhammad, STP), serta teknisi – teknisi di Balai

Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian atas bantuan dan saran – sarannya.

Kepada Ka. Jur Teknik Mesin FT-UNJ (Drs. Agus Dudung, M.pd), Kaprodi DIII

Teknik Mesin FT-UNJ (Drs. Sugeng Priyanto, M.Sc), Koordinator PKL Jurusan

Teknik Mesin FT-UNJ (Drs. Tri Bambang AK.M.Pd), dosen pembimbing PKL

(Drs. Supria Wiganda, M.Pd), dan rekan – rekan mahasiswa yang telah banyak

membantu memberi masukan dan motivasi – motivasi. Tak lupa penulis

mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua atas kasih sayang dan

kesabaran dalam membesarkan penulis.

Penulis menyadari bahwa penulis hanyalah manusia yang mempunyai

keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat

Page 5: pengujian mesin sortasi kacang tanah

iv

diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan laporan praktik kerja

lapangan ini yang telah penulis selesaikan. Tidak semua hal dapat penulis

deskripsikan dengan sempurna dalam laporan ini. Namun penulis melakukannya

semaksimal mungkin dengan kemampuan dan pengetahuan yang penulis dapat

dari praktik kerja lapangan di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian.

Semoga laporan praktik kerja lapangan ini bermanfaat, penulis mohon

ma’af apabila masih banyak kekurangan.

Jakarta, Mei 2013

Ikbar Rizki

Page 6: pengujian mesin sortasi kacang tanah

v

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN (I) ........................................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN (II) .......................................................... iii

KATA PENGANTAR ......................................................................... iv

DAFTAR ISI ........................................................................................ v

DAFTAR GAMBAR ........................................................................... vi

DAFTAR TABEL ................................................................................ vii

DAFTAR LAMPIRAN........................................................................ viii

BAB I Pendahuluan ................................................................. 1

A. Sejarah Institusi ........................................................ 1

B. Tugas dan Fungsi Institusi ....................................... 4

C. Visi dan Misi Institusi .............................................. 5

D. Struktur Organisasi .................................................. 6

1. Bagian Umum .................................................... 8

2. Bagian Program dan Informasi .......................... 8

3. Bidang Program dan Informasi .......................... 8

4. Bidang Sarana dan Kerjasama ........................... 9

5. Kelompok Jabatan Fungsional ........................... 9

E. Fasilitas Instansi ....................................................... 10

F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan .............................. 13

Page 7: pengujian mesin sortasi kacang tanah

vi

BAB II Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ....................... 14

A. Metode Pelaksanaan Praktik Umum ......................... 14

1. Wawancara ......................................................... 14

2. Pengamatan (observasi secara langsung) ........... 14

3. Pengumpulan Data dan Informasi ...................... 14

4. Praktik Lapangan ................................................ 15

5. Studi Pustaka ...................................................... 15

6. Pelaporan ............................................................ 15

B. Pelaksanaan Pekerjaan ............................................. 15

BAB III Analisis Pekrjaan ......................................................... 18

A. Hakikat Kacang Tanah ............................................ 18

B. Standar Mutu Kacang Tanah ................................... 19

C. Sifat Fisik Kacang Tanah ....................................... 21

D. Penanganan Pasca Panen ......................................... 22

E. Pengertian Mutu ....................................................... 24

1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mutu .......... 25

2. Maksud dan Tujuan Pengendalian Mutu ............ 25

F. Prosedur Pelaksanaan Pengujian .............................. 26

G. Deskripsi Gambar Detail .......................................... 27

1. Rangka ................................................................ 27

2. Hopper Pemasukan Bahan ................................. 27

3. Unit Penyaringan ................................................ 27

Page 8: pengujian mesin sortasi kacang tanah

vii

4. Concave Bawah ................................................ 28

5. Komponen Utama ............................................. 29

6. Komponen Pendukung ...................................... 30

H. Mekanisme Kerja Alat Sortasi ................................ 30

I. Pengujian Mesin Sortasi Kacang Tanah ................. 32

1. Peralatan Pengujian .......................................... 33

2. Pengujian Kerja Mesin Sortasi

Kacang Tanah ................................................... 34

3. Pengujian Fungsi Mesin Sortasi

Kacang Tanah ................................................... 34

4. Hasil Pengujian Mesin Sortasi

Kacang Tanah ................................................... 34

5. Analisis Hasil Pengujian Mesin Sortasi

Kacang Tanah ................................................... 35

BAB IV Penutup ....................................................................... 38

A. Kesimpulan ............................................................ 38

B. Saran ....................................................................... 39

Page 9: pengujian mesin sortasi kacang tanah

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Layout Manajemen Instansi BBP Mektan ................................ 3

Gambar 1.2. Bagan Struktur Organisasi ........................................................ 10

Gambar 1.3. Peta Lokasi BBP Mektan .......................................................... 13

Gambar 3.3. Diagram Alir Proses Penanganan Pasca Panen Kacang Tanah.. 23

Gambar 3.4. Gambar Mesin Sortasi ............................................................... 28

Gambar 3.5. Bagian – Bagian Alat Sortasi .................................................... 29

Gambar 3.6. Ruang Unit Kacang Tanah ........................................................ 32

Page 10: pengujian mesin sortasi kacang tanah

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Jadwal Kegiatan PKL .............................................................. 16

Tabel 3.1. Standar Mutu Fisik Kacang Tanah .......................................... 19

Tabel 3.2. Standar Mutu Fisik Kacang Tanah .......................................... 20

Tabel 3.7. Pengujian Kerja Mesin Sortasi Kacang Tanah ........................ 34

Tabel 3.8. Hasil Pengujian Mesin Sortasi Kacang Tanah ........................ 35

Page 11: pengujian mesin sortasi kacang tanah

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Sejarah Institusi

Institusi Mekanisasi Pertanian secara resmi dikembangkan pada tahun

1953 yaitu dengan dibentuknya Jawatan Pertanian Rakyat yang dimaksudkan

untuk meningkatkan produksi pangan, untuk itu didirikan pusat-pusat pelatihan

perbengkelan serta pengiriman tenaga teknis ke luar negeri. Tahun 1957 dibentuk

MEKATANI dengan mekanisasi skala besar, yaitu didirikan pool-pool traktor

roda empat 15-80 Hp pada beberapa provinsi antara lain Sulawesi Selatan,

Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Barat. MEKATANI dianggap gagal karena

penerapan mekanisasi tidak sesuai dengan kondisi petani Indonesia, dimana

pemilikan lahan relatif sempit serta pengetahuan dan keterampilan petani terbatas.

Perkembangan selanjutnya pada tahun 1963 dibentuk Lembaga

Penelitian Tenaga Kerja dan Peralatan Pertanian, yaitu dengan mengintroduksikn

mekanisasi pertanian skala kecil dan efisien dengan mendatangkan pompa air

axial, traktor tangan dari ricemill dari Jepang. Untuk memfasilitasi pengembangan

mekanisasi pertanian dibentuk Diametan pada tahun 1970, dibawah Direktorat

Teknik Pertanian, selanjutnya pada tahun 1975 dibentuk Sub Direktorat

Mekanisasi Pertanian pada tahun 1983 diubah menjadi Subdit Pengembangan Alat

dan Mesin Pertanian, dibawah Direktorat Bina Produksi Padi dan Palawija, Ditjen

Tanaman Pangan.

Page 12: pengujian mesin sortasi kacang tanah

2

Pada tahun 1986, dirintis kerjasama antara Ditjen Tanaman Pangan

dengan JICA (Japan International Coorperation Agency) untuk membangun

instalasi di Desa Situgadung, Lepok, Tanggerang dengan luas lahan kkeseluruhan

35 hektar, yang peletakkan bau pertama dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 1986

dan diresmikan oleh Menteri Pertanian pada tanggal 9 Maret1987.

Instalasi tersebut dari tahun 1987-1991 berada dibawahDitjen Tanaman

Pangan dengan nama proyek Center for Development of Agricultural Engineering

Technology (CDAET-ATA220) yang tugasnya menangani empat divisi, yaitu

System Analysis, Design-DevelopmentandModification, Testing andEvaluation

dan Training untuk pengembangan alat dan mesin tanaman pangan dan

hortikultura.

Mendesaknya kebutuhan akan mekanisasi pertanian untuk komoditas

lintas sektoral (tanaman pangan, hortikultura, perikanan, peternakan, dan

perkebunan), mendorong terbitnya SK MetanNo. 75/Kpts/OT.210/1991 tanggal

21 Februari 1991 untuk dikembangkan menjadi UPT dibawah Badan Penelitian

dan pengembangan Pertanian.

Pada bulan Juni 2002 dipertimbangkan untuk menyesuaikan tupoksi

Balai Besar Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian sebagai unit penelitian

sehingga diubah menjadi Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

dengan tugas pokok lebih diperluas dan terarah (SK MentanNo.

403/Ktps/OT.210/6/2002 tanggal 28 Juni 2002).

Page 13: pengujian mesin sortasi kacang tanah

3

MANAJEMEN INSTANSI

Gambar 1.1 . Lay Out Manajemen Instansi BBP Mektan

Departemen Pertanian

Dirjen Penelitian dan Pengemabangan

Departemen Pertanian

JICA

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi

Pertanian Ahli Jepang

RNAM SNI

Ahli FAO

FAO INS/88/007

Page 14: pengujian mesin sortasi kacang tanah

4

B. Tugas dan Fungsi Institusi

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian mempunyai tugas

melaksanakan dan pengembangan pertanian. Sedangkan fungsi dari Balai Besar

Pengembangan Mekanisasi adalah sebagai berikut :

1. Pelaksanaan penelitian keteknikan pertanian.

2. Pelaksanaan rekayasa, rancangan bangun dan modifikasi desain, model serta

prototipe alat mesin dan pertanian.

3. Pelaksanaan uji fungsional calon prototipe alat dan mesin pertanian.

4. Pelaksanaan penelitian dan rekayasa sistem mekanisasi pertanian.

5. Pelaksanaan penelitian komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis di

bidang mekanisasi pertanian.

6. Penyusunan program dan evaluasi penelitian dan pengembangan mekanisasi

pertanian.

7. Pengelolaan informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan

mekanisasi pertanian.

8. Pengelolaan saran teknis penelitian dan pengembangan mekanisasi pertanian.

9. Pengelolaan kerjasama dan pendayagunaan penelitian dan pengembangan

mekanisasi pertanian.

10. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Page 15: pengujian mesin sortasi kacang tanah

5

C. Visi dan Misi Institusi

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian merupakan salah satu

unit kerja eselon II dibawah Badan Penelitian Pertanian yang dibentuk

berdasarkan SK MentanNo. 403/Kpts/OT.210/6/2002 tertanggal 28 Juni 2002

dengan mandat nasional sebagai pelaksana teknis di bidang penelitian dan

pengembangan pertanian mempunyai visi menjadi lembaga pertanian dan

pengembangan mekanisasi pertanian unggul yang menghasilkan teknologi

mekanisasi pertanian yang berrmanfaat bagi penggunanya. Misinya adalah

sebagai berikut :

1. Melakukan penelitian dan perekayasaan untuk menghasilkan teknologi

mekanisasi pertanian inovatif, teruji, berdaya saing dan hasil guna.

2. Melakukan sinkronisasi program litbang mekanisasi pertanian dengan

institusi pemerintah dan swasta terkait agar hasil litbang mekanisasi pertanian

berhasil guna.

3. Membangun kerjasama kemitraan dalam penelitian dan pengembangan

mekkanisasi pertanian serta alih teknologi hasil penelitian dan perekayasaan.

4. Menghasilkan bahan untuk perumusan kebijakan, rekomendasi dan informasi

untuk pengembangan dan penerapan mekanisasi pertanian serta industri dan

mesin pertanian Indonesia.

5. Membangun kemampuan institusi melalui pengembangan SDM yang handal

dan sarana yang memadai.

Page 16: pengujian mesin sortasi kacang tanah

6

D. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu perangkat manajemen yang sangat

diperlukan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan instansi. Hal ini

dikarenakan dalam struktur organisasi telah tergambar pembagian tugas,

wewenang dan tanggung jawab masing-masing personel serta kepada siapa

pegawai atau karyawan harus bertanggung jawab dan membawahinya. Diperlukan

struktur organisasi juga dikarenakan adanya aktivits yang cukup luas agar tujuan

instansi dapat tercapai.

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian dipimpin oleh seorang

Kepala Balai yang bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Kepala Balai mempunyai tugas

antara lain :

1. Melaksanakan kebijakan dan pengendalian di Balai Besar Pengembangan

Mekanisasi Pertanian sebagai pelaksana umum.

2. Memimpin dan bertanggung jawab atas pelaksanaan pokok-pokok

kebijaksanaan dan pengembangan badan penelitian sesuai dengan ketetapan

yang berlaku.

3. Mengelola secara efisien harta kekayaan Balai Besar Pengembangan

Mekanisasi Pertanian.

4. Struktur organisasi adalah suatu perangkat manajemen yang sangat

diperlukan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan instansi.

Page 17: pengujian mesin sortasi kacang tanah

7

Pengorganisasian di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

dibagi menjadi 4 bagian untuk mempermudah pengaturan dan pengawasan.

Keempat bagian tersebut adalahh bagian umum, bidang program dan informasi,

bidang sarana dan kerjasama, kelompok jabatan fungsional. Di bawah ini terdapat

bagan struktur organisasi BBP Mektan :

Bagian umum membawahi tiga subbagian, yaitu (1) Subbagian

Kepegawaian, (2) Subbagian Keuangan, dan (3) Subbagian Rumah Tangga.

Bidang Program dan Informasi membawahi 2 subbidang, yaitu (1) Subbidang

Program dan Evaluasi dan (2) Subbidang Informasi dan Dokumentasi. Sedangkan

Bidang Sarana dan Kerjasama membawahi 2 subbidang , yaitu (1) Subbidang

Sarana dan (2) Subbidang Kerjasama.

Kelompok jabatan fungsional dibagi menjadi tiga bagian, yaitu (1) Peneliti,

(2) Kelompok Fungsional Perekayasa dan (3) Kelompok Fungsional Teknisi

Litkayasa. Kelompok Fungsional Perekayasa dibagi menjadi tiga Kelompok

Perekayasa (Kelsa), yaitu Kelompok Perekayasa Pra Panen/Produksi, Kelompok

Perekayasa Pasca Panen/Prosesing dan Kelompok Energi dan Irigasi.

Rincian jabatan dalam struktural organisasi Balai Besar Pengembangan

Mekanisasi Pertanian adalah sebagai berikut :

1. Satu orang Eselon II, yaitu Kepala Balai.

2. Tiga orang Eselon III, yaitu Kepala Bagian dan Kepala Bidang.

3. Tujuh orang Eselon IV, yaitu Kepala Subbagian dan Kepala Subbidang.

Page 18: pengujian mesin sortasi kacang tanah

8

Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Balai Besar, Kepala Bagian dan

Kepala Bidang, Kepala Subbidang, Kepala Subbagian dan Kelompok Jabatan

Fungsional wajib menerapkan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, baik di

lingkungan satuan organisasi pada Balai Besar Pengembangan Mekanisasi

Pertanian maupun dengan instansi lain sesuai dengan tugas masing-masing.

1. Bagian Umum

Bagian umumm mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian,

keuangan, persuratan, rumah tangga dan perlengkapan.

2. Bagian Program dan Informasi

Bidang Program dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan

pemberian pelayanan teknik kegiatan penelitian dan pengembangan mekanisasi

pertanian. Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang dan Informasi

menyelenggarakan fungsi :

a) Penyusunan rencana, program dan evaluasi serta penyusunan laporan

penelitian dan pengembangan mekanisasi pertanian.

b) Penyiapan informasi, dokumentasi dan penyebarluasan hasil penelitian

dan pengembangan mekanisasi pertanian serta pengelolaan

3. Bidang Program dan Informasi terdiri dari :

a) Subbidang Program dan Evaluasi

Bertugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan

evaluasi sertan pelaporan penelitian dan pengembangan mekanisasi

pertanian.

Page 19: pengujian mesin sortasi kacang tanah

9

b) Subbidang Informasi dan Dokumentasi

Bertugas melakukan penyiapan bahan informasi, dokumentasi dan

penyebarluasan hasil penelitian dan pengembangan mekanisasi pertanian

serta pengelolaan perpustakaan.

4. Bidang Sarana dan Kerjasama

Bidang Sarana dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan

pengelolaan sarana teknis dan kerjasama serta pendayagunaan hasil penelitian dan

pengembangan mekanisasi pertanian. Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang

Sarana dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi :

a) Pengelolaan sarana teknis penelitian dan pengembangan mekanisasi

pertanian.

b) Pengelolaan kerjasama dan pnelitian dan pendayagunaan penelitian dan

pengembangan mekanisasi pertanian.

5. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan

kegiatan fungsional sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan

peraturan perundang-undangan yang berlaku.. Dalam melaksanakan tugasnya,

Bidang dan Informasi menyelenggarakan fungsi :

a) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari jabatan fungsional Peneliti,

Perekayasa, Teknisi Litkayasa dan jabatan fungsional lain yang terbagi

dalam berbagi Kelompok Jabatan Fungsional sesuai bidang keahliannya.

b) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh

seseorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Balai.

Page 20: pengujian mesin sortasi kacang tanah

10

c) Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban

kerja.

d) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur berdasarkan peraturan

perundang-undangan yangg berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional wajib

menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi.

Gambar 1.2 . Bagan Struktur Organisasi

Page 21: pengujian mesin sortasi kacang tanah

11

E. Fasilitas Instansi

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian dibangun diatas lahan

35 hektar terdiri dari :

1. Luas bangunan 2,5 ha

2. Luas laboratorium uji 1,2 ha.

3. Luas lapangan uji 2,7 ha.

4. Luas instansi umum dan kebun 28,6 ha.

Bangunan dibangun secara permanen dengan fasilitas penghubung

berupa jalan beraspal dengan lebar ± 2,5 meter. Bangunan yang ada di Balai Besar

Pengembangan Mekanisasi Pertanian antara lain :

a) Bangunan Kantor Utama (Main Building)

Merupakan bangunann utama dimana kegiatan administrasi proyek

dilangsungkan. Pada gedung ini terdapat ruang pameran, ruang rapat,

ruang kelompok perekayasa dan perpustakaan.

b) Laboratorium Rekayasa dan Rancangan Bangun Alat dan Mesin

Pertanian Laboratorium ini lebih dikenal dengan sebutan bengkel

(workshop). Fasilitas Laboratorium Rekayasa dan Rancangan Bangun

Alat dan Mesin Pertanian dibangun sebagai tempat peaksanaan

pembuatan serta modifikasi dari alat dan mesin pertanian.

c) Laboratorium Pengujian dan Evaluasi Alsitan

Laboratorium ini dibangun sebagai tempat dilksanakannya kegiatan

pengujian (testing) dan evaluasi alat dan mesin pertanian.

d) Ruang Desain dan Perangkat Komputer

Page 22: pengujian mesin sortasi kacang tanah

12

Ruangan ini diguunakan sebagai tempat mendisain rancangan alat dan

mesin pertanian yang akan dikembangkan. Fasilitas yang terdapat

diruangan ini adalah mesin blueprint, meja gambar dan perangkat

komputer.

e) Gedung Pelatihan dan Pengajaran

Gedung pelatihan dilengkapi dengan alat dan mesin sarana pelatihan,

yaitu berupa mesin diesel, motor bakar dalam serta beberapa alat dan

mesin pertanian seperti reaper dan traktor mini.

f) Rumah Tamu (GuestHouse)

Rumah tamu digunakan sebagai tempat menginap para tamu-tamu untuk

sementara waktu di lokasi proyek dengan fasilitas yang memadai.

g) Asrama Pegawai (Dormitory)

Digunakan bagi pegawai atau karyawan yang berasal dari luar daerah dan

berfungsi sebagai tempat tinggal tetap.

h) Kantin dan Koperasi

Berfungsi sebagai tempat makan bagi pegawai dan karyawan serta

penyediaan berbagai keperluan seperti mesin fotocopy dan sebagainya.

i) Masjid

Sebagai sarana ibadah bagi pegawai dan masyarakat sekitar.

Page 23: pengujian mesin sortasi kacang tanah

13

Gambar 1.3. Peta lokasi BBP Mektan

F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Praktik Umum ini dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2013 sampai 22

Maret 2013 di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan)

Situgadung, Legok Tromol Pos 2 Serpong Tanggerang Banten.

Page 24: pengujian mesin sortasi kacang tanah

14

BAB II

PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

A. Metode Pelaksanaan Praktik Umum

Kegiatan Prakek Kerja Lapangan telah dilaksanakan selama 30 hari ,

terhitung dari tanggal 28 Februari sampai dengan 22 Mei 2013 yang bertempat di

Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BBP MEKTAN) Serpong Tangerang, Dalam

pelaksanaannya, mahasiswa yang bersangkutan menggunakan metode praktek

lapangan sebagai berikut :

1. Wawancara dengan Pihak Terkait

Kegiatan ini dilakukan terhadap pihak yang berwenang sesuai dengan

petunjuk lapangan atau berupa penjelasan langsung dari pembimbing

lapangan. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi yang

dibutuhkan selama dalam kegiatan praktik umum berlangsung.

2. Pengamatan (observasi secara langsung)

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi lapangan secara langsung

sehingga dapat diketahui kondisi aktul dari obyek yang sedang diamati.

3. Pengumpulan Data dan Informasi

Pengumpulan data dilakukan untuk memenuhi keperluan praktek lapangan

mahasiswa yang berkaitan dengan data dan informasi teoritis kegiatan

dilapangan. Pengumpulan data dan informasi ini juga mampu memberikan

masukan kepada perusahaan selama menjalankan proses produksi atau

sumber refrensi dalam melakukan perbaikan.

Page 25: pengujian mesin sortasi kacang tanah

15

4. Praktik Lapangan

Peran serta aktif dalam kegiatan yang disusun oleh perusahaan dapat

diperkaya khasanah keilmuan dan memperoleh keterampilan opersional,

khususnya kondisi kerja pada perusahaan yang bersangkutan.

Selain itu keterlibatan langsung di lapangan dilakukan untuk pengambilan

data yang diperlukan.

5. Studi Pustaka

Kegiatan digunakan untuk memperoleh pembuktian maupun alasan ilmiah

mengenai aktifitas yang di lakukan selama proses berlangsung di lapangan.

Selain itu, praktik ini mampu menghasilkan solusi terhadap berbagai macam

pemasalahan yang dihadapi di lapangan.

6. Pelaporan

Menginterprestasikan data dan informasi yang diperoleh selama kegiatan

praktik umum untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan praktik

umum dan kaitannya dengan topik yang di bahas kemudian

mempersembahkannya dalam bentuk laporan.

B. Pelaksanaan Pekerjaan

Praktik Umum ini dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2013 sampai 22

Maret 2013 di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan)

Situgadung, Legok Tromol Pos 2 Serpong Tanggerang Banten.

Page 26: pengujian mesin sortasi kacang tanah

16

Tabel 2.1. Jadwal Kegiatan PKL

No Minggu Ke Tanggal Kegiatan

1 I 28 Februari 2013 Pengenalan umum tentang BBP

Mektan.

2 1 Maret 2013 Pengenalan pekerjaan tentang BBP

Mektan.

3 4 Maret 2013 Memulai pekerjaan dengan teknisi

bengkel membuat alat pencacah sampah

organik..

4 5 Maret 2013 Memulai pekerjaan dengan teknisi

bengkel membuat alat pencacah sampah

organik.

5 6 Maret 2013 Membantu pekerjaan teknisi bengkel

membuat alat pencacah sampah

organik..

6 II 7 Maret 2013 Tanya jawab ke Kepala Bengkel

7 8 Maret 2013 Konsultasi ke koordinator pengujian

untuk menentukan waktu pengujian

8 11 Maret 2013 Pengujian Alsin sortasi biji kacang

tanah

9

13 Maret 2013

Membantu pekerjaan teknisi bengkel

membuat alat pencacah sampah

Page 27: pengujian mesin sortasi kacang tanah

17

No Minggu Ke Tanggal Kegiatan

10 II 15 Maret 201 Perpustakaan untuk pembuatan laporan

11 18 Maret 2013 Perpustakaan BBP Mektan mencari

referensi

12 19 Maret 2013 Lab. Pasca panen

13 20 Maret 2013 Perpustakaan dan mencari referensi

14 21 Maret 2013 Perpustakaan dan mencari referensi

15 22 Maret 2013 Tanya jawab dengan perekayasa alsin

sortasi biji kacang tanah

Jakarta, Mei 2013

Pembimbing Industri

NIP.

Page 28: pengujian mesin sortasi kacang tanah

18

BAB III

ANALISIS PEKERJAAN

A. Hakikat Kacang Tanah

Kacang tanah merupakan salah satu tanaman palawija yang umum

diusahakan petani di Indonesia, dapat ditanam baik di lahan sawah sesudah

tanaman padi maupun di lahan kering/tadah hujan. Usaha tani kacang tanah cukup

menarik bagi petani karena dapat memberikan margin keuntungan yang lebih

tinggi bila di bandingkan dengan tanaman palawija lainnya seperti jagung,

kedelai, dan kacang hijau. Kebutuhan kacang tanah sebagai bahan baku industri

dari tahun ketahun semakin beragamnya peruntukan hasil olahan.

Industri pengolahan kacang tanah perlu dukungan ketersediaan bahan

baku yang kontinu dan memenuhi standar mutu, karena sangat berpengaruh

terhadap mutu hasil olahannya. Hasil olahan yang banyak dijual di pasar pada

umummnya berasal dari bahan kacang tanah biji dan kacang tanah polong.

Kacang tanah biji digunakan untuk bahan baku produk yang disebut coatedpeanut

seperti kacang atom, kacang telur dan kacang madu.

Produksi kacang tanah para petani selain dijual dalam bentuk ons juga

dijual dalam bentuk polong ( kacang tanah dalam bentuk dikupas kulit luarnya )

dengan kualitas yang beragam sesuai dengan penanganan pasca panen.

Penanganan pasca panen kacang tanah adalah semua kegiatan yang dilakukan

sejak kacang tanah dipanen sampai dipasarkan kepada konsumen. Kegiatan

penanganan pasca panen kacang tanah meliputi semua kegiatan berikut yaitu :

Page 29: pengujian mesin sortasi kacang tanah

19

pemanenan, perontokan, pengangkutan, pengeringan, pengupasan polong dan

penyimpanan.

B. Standar Mutu Kacang Tanah

Standar mutu kacang tanah biji di pasaran terutama tergantung pada

tingkat kadar air, ukuran biji, presentase butir belah, presentase butir rusak dan

presentase butir keriput, terlihat pada tabel 3.1

Tabel 3.1 Standar Mutu Fisik Biji Kacang Tanah .

Persyaratan Mutu ( % Maksimum ) Mutu I Mutu II Mutu III

Kadar air

Butir rusak

Butir belah

Butir warna lain

Butir keriput

Kotoran

Diameter biji

8,0

0,5

4,0

0,0

0,0

0,0

8,0

9,0

1,0

6,0

2,0

3,0

2,0

7,0

9,0

2,0

10,0

3,0

15,0

3,0

6,0

Sumber : Deptan, 1988 dalam Purwadari, 1989.

Standar mutu kacang tanah polong yang berlaku di pasaran biasanya

berdasarkan tingkat kadar air, polong keriput, polong rusak, polong berbiji,

terlihat pada tabel 3.2.

Page 30: pengujian mesin sortasi kacang tanah

20

Tabel 3.2 Standar Mutu Kacang Tanah Polong.

Persyaratan Mutu ( % Maksimum ) Mutu I Mutu II Mutu III

Kadar air biji

Kotoran

Polong keriput

Polong rusak

Polong berbiji

Rendemen air

8,0

1,0

2,0

0,5

3,0

65,0

9,0

2,0

3,0

1,0

4,0

62,0

9,0

3,0

4,0

2,0

5,0

60,0

Sumber : Deptan, 1988 dalam Purwadari, 1989.

Peraturan mutu kacang tanah dipasaran umum lebih di tentukan oleh

kelompok pedagang, mulai dari pedagang besar, pedagang pengepul tingkat

kabupaten sampai tingkat pengepul tingkat pedesaan.

Cara penangan panen dan pasca panen dapat mempengaruhi mutu kacang

tanah. Penanganan yang kasar dapat meningkatkan kerusakan sehingga

menurunkan mutu dan harga kacang tanah.

Produksi kacang tanah petani selain dijual dalam bentuk ons juga dijual

dalam bentuk kacang polong dengan kualitas yang beragam sesuai dengan

varietas dan cara penanganan pasca panennya. Pihak industri menetapkan standar

mutu kualitas kacang tanah yang di olah menjadi produk kacang garing dan

dibedakan menjadi dua tingkat kualitas yaitu :

1. Kacang Kualitas Eeksport.

a. Kacang Harus Berbiji Dua .

b. Kacang Harus Tua.

c. Tampak Kacang Harus Bersih dan Tidak Kusam.

Page 31: pengujian mesin sortasi kacang tanah

21

d. Kacang Tidak Boleh Burik.

e. Kacang Tidak Boleh Pecah Kulit.

f. Fisik Kacang Harus Bagus.

g. Tangkai Kacang Harus Terputus.

2. Kacang Kualitas Lokal.

1) Kacang Boleh Berbiji Satu.

2) Ukuran Kacang Boleh Beragam.

3) Warna Kulit Kacang Boleh Putih atau Kecoklatan.

4) Kacang Muda.

5) Kacang Boleh Burik.

6) Tangkai Kacang Harus Terputus.

C. Sifat Fisik Kacang Tanah

Sifat fisik bahan yang dapat mempengaruhi hasil sortasi adalah ukuran

dan kadar airnya.

Ada empat varietas kacang tanah unggul yang dianjurkan untuk ditanam

di Indonesia, yaitu : varietas gajah, banteng, macan, kijang. Keempatnya

mempunyai ukuran polong dan biji yang hampir sama yaitu :

1. Panjang polong : 1,0 – 8,0 cm.

2. Tebal polong : 0,5 – 2,0 cm.

3. Panjang biji : 0,6 – 1,8 cm.

4. Tebal biji : 0,5 – 1,0 cm.

5. Isi tiap polong : 1 – 4 biji.

Page 32: pengujian mesin sortasi kacang tanah

22

Waktu panen, kadar air kacang tanah berkisar antara 28 % sampai 34%.

Sortasi sebaiknya dilakukan setelah biji kacang tanah dikeringkan terlebih dahulu

sampai kadar air kurang lebih 10%, karena pada kondisi ini biji kacang tanah

tidak mudah pecah dan hancur.

D. Penanganan Pasca Panen

Penanganan pasca panen kacang tanah adalah semua kegiatan yang

dilakukan sejak kacang tanah dipanen sampai dipasarkan kepada konsumen.

Dengan demikian kegiatan penanganan pasca panen meliputi semua kegiatan

berikut :

1. Pemanenan.

2. Perontokan.

3. Pengangkutan.

4. Pengeringan.

5. Penyimpanan.

Pada umumnya dilakukan oleh petani, kelompok tani, koperasi, dan

pedagang.

Berikut adalah langkah-langkah proses penanganan pasca panen kacang

tanah dalam diagram alir seperti pada gambar 3.3 :

Page 33: pengujian mesin sortasi kacang tanah

23

Diagram alir proses penanganan pasca panen kacang tanah

Gambar 3.3 Diagram Alir Proses penanganan pasca panen kacang tanah

Keberhasilan kegiatan penanganan pasca panen oleh petani tergantung

pola kemajuan usaha penyuluhan petani di wilayah masing – masing. Hal ini

Perontokan

Kacang tanah

Kacang polong

Pengupas kulit

Kacang biji

Sortasi

Pengupasan kulit ari

Penambahan tepung

Penggorengan Penggorengan

kacang atom

Kacang bawang

Pembuatan selai

Selai kacang

Pencucian

Pengemasan Pengemasan

Pengering

Kacang

Pengemasan

Pengepresan

Minyak kacang

Page 34: pengujian mesin sortasi kacang tanah

24

disebabkan karena penyuluhan pertanian merupakan pihak yang sehari – harinya

berhubungan langsung dengan petani, sehingga penanganan pasca panen

bertujuan untuk :

1. Menjaga mutu kacang tanah supaya tetap sama seperti waktu panen.

2. Mengurangi susut tercecer pada semua proses kegiatan yang dilakukan.

3. Mendapatkan harga jual kacang tanah yang tinggi.

Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan kemampuan mengolah untuk

memadukan unsur – unsur masukan berupa alat tepat guna, kredit modal,

keterampilan teknologi.

Untuk mencapai ketiga tujuan tersebut, cara – cara penanganan pasca

panen kacang tanah tradisional yang biasa dilakukan petani perlu diamati.

Kebiasaan yang baik diteruskan, kebiasaan yang kurang baik diganti dengan cara

yang lebih baik, kalau perlu digunakan peralatan mekanisme yang tepat guna.

E. Pengertian Mutu

Menurut perbendaharaan istilah ISO 8402 dan dari Standar Nasional

Indonesia ( ISO 19-8402-1991 ) mutu atau kualitas diartikan keseluruhan ciri dan

karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan.,

baik yang dinyatakan secara tegas maupun tersamar. Istilah kebutuhan diartikan

sebagai spesifikasi yang tercantum dalam kontrak maupun kriteria-kriteria yang

harus didefinisikan terlebih dahulu. Mutu atau kualitas seringkali diartikan

sebagai kepuasan pelanggan ( customersatisfaction ) atau konfirmasi terhadap

kebutuhan.

Page 35: pengujian mesin sortasi kacang tanah

25

1. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Mutu

Seperti telah diketahui bahwa mutu dipengaruhi oleh faktor yang

menentukan bahwa suatu barang dapat memenuhi tujuannya. Di bawah ini faktor-

faktor yang mempengaruhi mutu antara lain :

a. Fungsi Suatu Barang.

Fungsi tingkat suatu barang tergantung pada tingkat pemenuhan fungsi

kepuasan penggunaan barang. Mutu yang hendak dicapai sesuai dengan

fungsi untuk apa barang tersebut digunakan atau dibutuhkan, tercermin

pada spesifikasi dari barang tersebut.

b. Wujud Luar.

Salah satu faktor yang penting dan sering dipergunakan oleh konsumen

dalam melihat suatu barang pertama kalinya, adalah wujud luar barang

itu. Faktor wujud luar yang terdapat pada suatu barang tidak hanya

terlihat dari bentuk, tetapi juga dari warna, susunan ( pembungkus ), dll.

c. Biaya Barang Tersebut.

Umumnya biaya dan harga suatu barang akan dapat menentukan mutu

barang tersebut. Mengenai biaya barang-barang ini perlu kiranya disadari

bahwa tidak selamanya biaya suatu barang dapat menentukan mutu

barang tersebut, karena biaya yang diperkirakan bukan biaya sebenarnya.

2. Maksud dan Tujuan Pengendalian Mutu

Maksud Dan Tujuan Pengendalian Mutu adalah :

Page 36: pengujian mesin sortasi kacang tanah

26

a. Agar produk yang dihasilkan dapat mencapai standar mutu yang telah

ditetapkan.

b. Mencegah lolosnya produk-produk cacat ketangan konsumen.

c. Mengusahakan agar biaya yang diakibatkan kerusakan produk dapat

ditekan sekecil mungkin.

F. Prosedur Pelaksanaan Pengujian

Sebelum melakukan pengujian alat, ada beberapa ketentuan dan

persyaratan uji yang berlaku. Persyaratan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Surat permohonan diberikan kepada kepala Balai Besar Pengembangan

Mekanisasi Pertanian.

b. Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

mendisposisikan permohonan uji kepada Kepala Subbidang

Administrasi Pengujian melalui Kepala Bidang Sarana dan Kerjasama.

c. Subbidang administrasi pengujian memberikan jawaban permohonan

uji dengan melampirkan formulir/daftar isian pengujian beserta syarat-

syarat yang harus dipenuhi sebelum dilaksanakan.

d. Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka subbidang administrasi

pengujian mengeluarkan jadwal pengujian baik uji laboratorium

maupun uji lapangan.

e. Pelaksanaan pengujian dilakukan oleh tim pelaksana uji.

f. Prosedur dan pengukuran parameter pengujian berpedoman kepada

sandi uji dan manual instrumen.

Page 37: pengujian mesin sortasi kacang tanah

27

g. Sebelum dilaksanakan sertifikasi lulus SNI, maka tim sertifikasi

melakukan pembahasan terlebih dahulu.

h. Berdasarkan hasil pembahasan tersebut, pihak pemohon akan diberikan

sertifikasi lulus atau tidak lulus SNI serta diberi surat keterangan.

i. Sertifikasi hasil pengujian (laporan hasil pengujian/testreport) diberikan

kepada pemohon uji dan tembusannya disampaikan kepada instansi

terkait.

G. Deskripsi Gambar Detail

Konstruksi alat sortasi biji kacang tanah terdiri dari empat bagian utama

yaitu : rangka, unit penyaringan, concave bawah, hopper pemasukan bahan.

Berikut ini adalah gambar dari alat sortasi biji kacang tanah dan bagian komponen

utama dari alat sortasi kacang tanah terlihat pada gambar 3.4. :

1. Rangka

Rangka berfungsi untuk tempat dudukan semua komponen sortasi biji kacang

tanah. Rangka tersebut pada bagian-bagiannya dibuat menggunakan potongan

plat siku ukuran 40 x 40 kemudian dilas menjadi satu.

2. Hopper Pemasukan Bahan.

Hopper tersebut mempunyai fungsi sebagai pintu masuk biji kacang tanah

yang akan disortir menuju unit penyaringan.

3. Unti Penyaringan.

Unit penyaringan berfungsi untuk menyortir biji kacang tanah berdasarkan

dimensi biji kacang tanah dimana terdapat 3 susunan unit penyaringan yang

Page 38: pengujian mesin sortasi kacang tanah

28

terbuat dari plat forporatet yang dirol, dengan masing - masing lubang

mempunyai diameter lubang berdiameter 6mm untuk gread 3, diameter

lubang 7mm untuk gread 2, dan diameter lubang 8mm untuk gread 1.

4. Concave Bawah

Concave bawah ini berfungsi untuk menampung biji kacang tanah yang telah

tersortir dari unit penyaringan dan keluar melalui masing-masing gread.

Gambar 3.4 Gambar Mesin Sortasi

Berikut Deskripsi gambar detail tiap komponen dapat dilihat pada

gambar 3.5 :

Page 39: pengujian mesin sortasi kacang tanah

29

Gambar 3.5 Bagian – Bagian Alat Sortasi

Penjelasan Gambar :

5. Komponen Utama

1. Rangka Utama

2. Concave Bawah

2.1 Lubang Pengeluaran Biji Kacang Tanah GreadI

2.2 Lubang Pengeluaran Biji Kacang Tanah Gread II

2.3 Lubang Pengeluaran Biji Kacang Tanah GreadIII

2.4 Lubang Pengeluaran Biji Kacang Tanah GreadIV

3. Unit Penyaringan Tiga Lapis

3.1 Lubang Ø 8

3.2 Lubang Ø 7

Page 40: pengujian mesin sortasi kacang tanah

30

3.3 Lubang Ø 6

4. Hopper Pemasukan Bahan Tengah

6. Komponen Pendukung

5. Concave Pelindung Unit Penyaringan

6. Hopper Pemasukan Bahan Atas

7. Poros

8. Sabuk/ V-belt

9. Switch On / Off

10. Reduser Putaran

11. Puli

12. Motor Listrik

13. Pillow Block

H. Mekanisme Kerja Alat Sortasi.

Penggunaan sistem sortasi secara manual membutuhkan waktu yang

cukup lama. Sedangkan apabila menggunakan alat sortasi biji kacang tanah dapat

mempersingkat waktu dan lebih banyak hasil produksinya.

Sortasi adalah dengan mengayak biji kacang tanah pada lapisan unit

penyaringan lapis tiga yang berbentuk lubang – lubang, di mana unti penyaringan

I diameter 8 mm, unti penyaringan II diameter 7 mm, unit penyaringan III

diameter 6 mm untuk mensortir biji kacang tanah digunakan putaran silinder 60

rpm. Pada putaran ini adalah putaran optimum yang mendapatkan hasil sortasi

yang paling baik, karena bahan cukup waktu untuk melalui proses sortasi dan

Page 41: pengujian mesin sortasi kacang tanah

31

gaya sentrifugal cukup untuk mengeluarkan biji melalui lubang unit penyaringan.

Berikut langkah – langkah kerja alat sortasi :

Langkah 1

Siapkan wadah pada masing – masing lubang pengeluaran gread

Langkah 2

Hidupkan terlebih dahulu alat sortasi pada switch on / off pada posisi on

Langkah 3

Masukkan biji kacang tanah menggunakan wadah ke dalam hopper yang

sudah dikupas kulitnya secara perlahan sehingga biji kacang tanah masuk

kedalam ruang unit penyaringan. Gerakan poros motor listrik diteruskan

menuju poros unit penyaringan melalui transmisi gearredution dan v-belt.

Dari hopper biji kacang tanah akan masuk ke unit penyaringan I, biji kacang

tanah jatuh ke dalam concavedan keluar melalui lubang pengeluaran greadI

yang akan mensortasi biji dengan diameter 8 mm, selanjutnya biji kacang

tanah masuk ke penyaringan II kemudian jatuh ke dalamconcave dan keluar

melalui lubang pengeluaran gread II, lalu biji kacang tanah masuk ke unti

penyaringan III kacang tanah jatuh ke dalam concavekemudian keluar melalui

lubang pengeluaran graed III, masing – masing akan mensortir biji kacang

tanah berdiameter 7 mm dan 6 mm, sedangkan diameter biji kacang tanah

yang kurang dari 5 mm akan langsung keluar melalui lubang pengeluaran

gread IV.

Page 42: pengujian mesin sortasi kacang tanah

32

Gambar 3.6 Gambar Ruang Unit Penyaringan

I. Pengujian Mesin Sortasi Kacang Tanah

Pengujian kerja dan fungsi mesin sortasi kacang tanah ini merupakan

salah satu bagian terpenting pada akhir praktek kerja, karena bertujuan untuk

mengetahui fungsi alat yang telah dirancang bekerja dengan baik atau tidak.

Pengujian dilakukan oleh dua orang di mana seseorang bertugas untuk

mengamati dan memasukkan biji kacang tanah pada saat mesin mulai bekerja dan

seorang lagi bertugas menghitung waktu dan mencatat hasil pengujian.

Page 43: pengujian mesin sortasi kacang tanah

33

1. Peralatan Pengujian.

Peralatan yang digunakan dalam pengujian mesin sortasi biji kacang

tanah adalah :

a. Tachometer : Untuk mengukur kecepatan putaran poros drum

dan putaran motor listrik

b. Stopwatch : Mengukur waktu yang dibutuhkan untuk mensor

tasi biji kacang tanah dalam satu kali proses

c. Timbangan digital : Digunakan untuk menghitung berat biji kacang

tanah baik sebelum dan sesudah proses sortasi.

d. Multi Grain : Digunakan untuk mengukur tingkat kadar air

yang dikandung oleh biji kacang tanah baik

sesudah dan sebelum proses sortasi

e. Kantong plastik : Untuk menampung biji kacang tanah hasil sortasi

f. Alat tulis : Untuk mencatat data yang dihasilkan dari hasil

Pengujian

Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan dengan kecepatan

putaran motor listrik yang sama yaitu 1400 rpm, kapasitas biji kacang tanah sama.

Biji kacang tanah yang diuji diambil secara acak dipasaran.

Page 44: pengujian mesin sortasi kacang tanah

34

2. Pengujian Kerja Mesin Sortasi Kacang Tanah.

Pengujian kerja dimaksudkan untuk menguji kinerja mesin sortasi secara

keseluruhan. Adapun hal-hal yang diamati pada saat melakukan pengujian kerja

dari mesin sortasi biji kacang tanah ini, seperti terklihat tabel 3.1.

Tabel 3.7. Pengujian Kerja Mesin Sortasi Kacang Tanah

Pengamatan Sesuai Tidak sesuai

a. Mesin hidup pada saat tombol On pada

saklar

b. Sistem saluran pemasukan dan

pengeluaran bekerja dengan baik pada

saat biji kacang tanah dimasukkan dan

keluar ke tempat penampungan

c. Kecepatan putaran drum silinder sesuai

dengan yang diharapkan

d. Drum dapat melakukan penyortiran

sehingga biji kacang tanah dapat

terpisah sesuai dengan tingkatan grade

e. Biji kacang tanah yang telah disortir,

keluar sesuai dengan saluran masing –

masing

f. Mesin mati pada saat tombol Off pada

saat saklar ditekan

Page 45: pengujian mesin sortasi kacang tanah

35

3. Pengujian Fungsi Mesin Sortasi Kacang Tanah.

Sedangkan pengujian fungsi dimaksudkan untuk menguji fungsi dari

mesin sortasi. Hal – hal yang diamati pada saat melakukan pengujian fungsi dari

mesin sortasi biji kacang tanah, adalah sebagai berikut :

a) Waktu yang diperlukan untuk menyortir biji kacang tanah dalam satu kali

proses

b) Hasil output, dengan mengukur berat biji kacang tanahyang dihasilkan

berdasarkan tingkat golongan grade.

c) Mengukur tingkat kadar air sebelum dan sesudah proses sortasi

4. Hasil Pengujian Mesin Sortasi Kacang Tanah

Berikut ini adalah tabel hasil pengujian alat sortasi biji kacang tanah :

Tabel 3.8. Hasil Pengujian Mesin Sortasi Kacang Tanah

Pengujian

kapasitas

(gr)

Waktu

(menit)

Hasil (Grade) (gr)

Kadar air ( %)

I (8 mm)

II (7 mm)

III (6 mm)

IV (<6 mm)

1 2500 1 1408,7 996,1 122,9 12,2

2 2500 1 1348,1 1028 130,6 17,8 10,8

3 2500 1 1316,0 1070,8 135,1 18,8

Page 46: pengujian mesin sortasi kacang tanah

36

5. Analisa Hasil Pengujian Mesin Sortasi Kacang Tanah.

Data yang diperoleh dari tabel hasil pengujian mesin sortasi biji kacang

tanah, adalah :

a) Waktu rata – rata untuk mensortasi biji kacang tanah dengan berat 2500

gr adalah 1 menit. Sehingga banyaknya jumlah biji kacang yang dapat

diproses dalam 1 jam = 2500 gr 60 menit

= 15000 gr/jam = 150 kg/jam

b) Berat rata – rata biji kacang tanah yang dihasilkan (output) dalam

mensortasi biji kacang tanah dengan berat 2500 gr untuk grade I dengan

diameter biji kacang tanah sebesar 8 mm adalah : 1357,6 gr = 54,3 %

c) Berat rata – rata biji kacang tanah yang dihasilkan (output) dalam

mensortasi biji kacang tanah dengan berat 2500 gr untuk grade II dengan

diameter biji kacang tanah sebesar 7 mm adalah : 1031,6 gr = 41,2 %

d) Berat rata – rata biji kacang tanah yang dihasilkan (output) dalam

mensortasi biji kacang tanah dengan berat 2500 gr untuk grade III dengan

diameter biji kacang tanah sebesar 6 mm adalah : 129,5gr = 5,1 %

e) Berat rata – rata biji kacang tanah yang dihasilkan (output) dalam

mensortasi biji kacang tanah dengan berat 2500 gr untuk grade IV

dengan diameter biji kacang tanah sebesar <6 mm adalah : 16,3gr = 0,6

%

f) Kadar air sebelum dan sesudah proses sortasi adalah sama yaitu 10,8 %.

Kandungan kadar air di dalam biji kacang tanah yang digunakan sebagai

bahan uji berada diatas jumlah rata – rata yang ditetapkan oleh Badan

Page 47: pengujian mesin sortasi kacang tanah

37

Standar Nasional Indonesia dikarenakan umur kacang tanah yang masih

muda.

Page 48: pengujian mesin sortasi kacang tanah

38

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian singkat bab-bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan

sebagai berikut :

1. Alasan utama pemilihan varian tiga yang mempunyai bobot nilai sebesar 3,52

adalah, sesuai dengan fungsi keseluruhan, tidak memerlukan keahlian khusus

dalam mengoperasikan alat, perawatan alat dapat dilakukan sendiri, biaya

komponen murah dan mudah didapat, tingkat keamanannya tinggi, tidak

menggunakan bahan bakar minyak.

2. Kajian teknis dan ekonomis pengolahan kacang tanah dengan menggunakan

alat sortasi kacang tanah layak untuk digunakan dan memberi manfaat

peningkatan efisiensi kerja, peningkatan produktivitas dan peningkatan

kualitas produk kacang tanah.

3. Dari hasil pengujian sortasi biji kacang tanah yang dilakukan sebanyak tiga

kali dengan daya motor listrik HP, putaran drum sortasi 100 rpm dan

berat biji kacang tanah 2,5 kg, diperoleh waktu rata-rata sebanyak satu menit

untuk satu kali proses sortasi, sehingga dalam waktu satu jam dapat

memproses sortasi biji kacang tanah sebanyak 150 kg.

4. Mesin sortasi yang sudah dibuat tidak mempengaruhi bentuk fisik dan kadar

air yang dikandung oleh biji kacanag tanah, sehingga kualitas dari biji kacang

tanah tetap terjaga.

Page 49: pengujian mesin sortasi kacang tanah

39

B. Saran

Melihat lokasi sekitar BBP MEKTAN yanng aktifitas masyarakat sehari

– harinya sebagian besar adalah bertani, namum setelah dilihat pertaniannya

masih banyak yang dilakukan secara tradisional, dan dengan peralatan seadanya,

seharusnya BBP MEKTAN sebagai lembaga yang bergerak dalam teknologi

pertanian dapat membantu petani disekitarnya dengan membeikan fasilitas

penyewaan alat dan mesin, melatih para petani cara mempergunakan alat dan

mesin pertanian, atau bisa langsung menjual alat dan mesin pertanian dengan

harga yang terjangkau sehingga petanipun dapat menikmati hasil teknologi yang

ada di BBP MEKTAN, hasil panenpun menjadi lebih berkualitas dan juga dapat

meningkatkan penghasilan para petani.

Page 50: pengujian mesin sortasi kacang tanah

DAFTAR PUSTAKA

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, , Seminar Nasional Mekanisasi

Pertanian, Bogor 2004.

Daryanto, 1987, Mesin Perkakas Bengkel , PPGT/VEDC Malang

Purwadaria Hadi, 1991, Teknologi Penanganan Pasca Panen Kacang Tanah,

Departemen Pertanian, Legok.

Sularso, Suga Kiyotokatsu, 1980, Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen

Mesin, Jakarta, Pradya Paramita.

Takeshi Sato, N. Sugiarto, 1981, Menggambar Mesin, Jakarta, Pradya Paramita.

Page 51: pengujian mesin sortasi kacang tanah
Page 52: pengujian mesin sortasi kacang tanah
Page 53: pengujian mesin sortasi kacang tanah