penjelasan aspal

  • View
    853

  • Download
    18

Embed Size (px)

Text of penjelasan aspal

CIVIL ENGINNERINGLaporkan Penyalahgunaan Blog Berikut Buat Blog

Page 1Masuk

CIVIL ENGINNERINGS E N I N, 0 4 O K T O B E R 2 0 1 0

Mengenai SayaNama: juffrez jufres Lokasi: BOGOR, Bogor Lihat profil lengkapku

BAHAN LAPIS KERASBAHAN LAPIS KERAS Yang dimaksud dengan bahan lapis keras adalah semua bahan susun yang diperlukan untuk membuat perkerasan jalan meliputi agregat, aspal, bahan tambah (additive ) serta bahan stabilisasi tanah dasar jika diperlukan khususnya untuk jalan yang dibuat pada daerah dengan tanah dasar yang jelek. I. LAPIS KERAS JALAN Lapis keras jalan adalah bagian dari struktur jalan yang terletak di atas tanah dasar atau subgrade yang dibuat keras agar dapat dilalui lalu lintas yang lewat di atasnya. Tujuan pembuatan lapis keras jalan adalah agar dapat dicapai suatu kekuatan tertentu sehingga mampu meneruskan beban beban lalu lintas yang diterima oleh lapis keras ke dalam bidang yang lebih luas pada tanah dasar, sehingga beban beban tersebut dapat didukung oleh tanah dasar. Pada umumnya, lapis keras jalan dapat digolongkan menjadi tiga golongan besar yaitu : -flexible pavement - rigid pavement - composite pavement Dalam hal ini, yang akan dibahas hanya bahan dari lapis keras yang masuk ke dalam golongan flexible pavement, karena untuk bahan yang digunakan pada rigit pavement sudah dibahas panjang lebar pada matakuliah teknologi beton. PERANCANGAN PERKERASAN Pada umumnya Perancangan Perkerasan dapat dibedakan atas dua pengertian yaitu : 1. Structural Pavement Design (Perancangan Struktur Perkerasan) Yaitu menentukan tebal dari pavement beserta komponenkomponennya antara lain : Menentukan tebal : surface course base course untuk flexible pavement sub base course subgrade plat beton lapis fondasi untuk rigid pavement lapis pasir subgrade 2. Paving Mixture Design (Perancangan Campuran Perkerasan) Yaitu tahapann yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan dilapangan dimulai yang bertujuan untuk menentukan kualitas bahan susun yang akan digunakan serta proporsi campuran bahan yang akan digunakan untuk bahan perkerasan. Berlangganan Entri [Atom]

LinkGoogle News Edit -Me Edit -Me

Posting SebelumnyaBAHAN LAPIS KERAS LAPORAN PRATIKUM HIDRAULIKA SNI GEMPA 2002 SNI BAJA INPUT MS. PROJECT desine prategang Pembebanan Pada Struktur REFERENSI GEMPA ISIAN BENDEL KUALIFIKASI PENGADAAN ANALISIS SPECIFIC GRAVITY DAN PENYERAPAN AGREGAT H...

ArsipJanuari 2010 April 2010 Oktober 2010

http://www.facebook.com/?sk=nf

3/12/2011 9:09:21 PM

CIVIL ENGINNERINGMisal : Menentukan jenis aspal yang akan dipakai serta perbandingan jumlah aspal dengan batuan Menentukan gradasi serta jenis batuan Menentukan mutu beton serta perbandingan campuran antara semen , pasir krikil (untuk rigid pav) Dll II. BAHAN LAPIS KERAS Bahan utama perkerasan jenis flexible pavement pada umumnya terdiri dari bahan yang disusun sebagai berikut : bahan pengikat : aspal bahan pengisi : agregat kasar, agregat halus, filler. ASPAL Aspal merupakan salah satu bahan pengikat perkerasan yang paling banyak dipakai di Indonesia. Disamping harganya relatif murah, aspal juga banyak tersedia di negara kita yang kaya akan minyak mentah yang banyak mengandung aspal. Aspal merupakan bahan yang termoplastis, yaitu suatu sifat viskositas / kekentalan yang sangat dipengaruhi oleh temperatur. Pada saat temperatur rendah (dingin) aspal akan bersifat keras, dan sebaliknya pada saat temperatur tinggi (panas) aspal akan bersifat lunak, dan lebih bersifat plastis . Kepekaan terhadap temperatur dari tiap hasil produksi aspal berbeda beda tergantung dari asalnya, walaupun aspal tersebut diambilkan dari jenis yang sama.

Page 2

A Viscositas B

Temperatur (oc) Gambar Hubungan Viscositas dan Temperatur (suhu) Oleh karena hal seperti diatas, maka sebelum kita memakai jenis aspal lebih dahulu perlu kita ketahui aspal tersebut berasal dari mana, sehingga pada proses pencampuran antara agregat dengan aspal dapat ditetapkan temperatur yang paling baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sebagai contoh aspal dari dari jenis yang sama produksi Pertamina akan mempunyai kepekaan temperatur yang berbeda dengan aspal produksi Esso. Ada beberapa jenis perkerasan yang menuntut perhatian kusus yang ada kaitannya dengan masalah temperatur, yaitu konstruksi perkerasan pada landas pacu (runway). Bahan maupun jenis konstruksi yang dipakai pada landas pacu secara garis besar menyerupai dengan perkerasan pada perkerasan jalan raya. Bedanya pada runway harus mempunyai daya dukung yang lebih besar, dan biasanya temperatur disekitar landas pacu lebih panas . Sehingga dibutuhkan jenis aspal yang lebih tahan terhadap pengaruh temperatur.

Kekuatan

http://juffrez.blogspot.com/

3/12/2011 9:09:21 PM

CIVIL ENGINNERINGaspal

Page 3

Lama Pembebanan Gambar Hubungan Kekuatan aspal dan Lama Pembebanan Di samping itu aspal juga bersifat reologic yaitu suatu sifat yang sangat dipengaruhi oleh lamanya pembebanan. Semakin lama bebn beada di atas perkerasan, maka kekuatan aspal akan semakin turun, Sebagai contoh bila aspal dibebani selama satu menit akan sangat berbeda pada aspal yang dibebani pada beban yang sama tapi dalam tempo yang lebih lama misal satu jam. Aspal yang dibebani pada waktu yang lebih lama akan mengalami perubahan geometrik yang lebih besar. Disamping kedua sifat terebut aspal juga memiliki sifat yang lain yang disebut sifat Tyxotropy yaitu sifat yang dipengaruhi oleh cuaca. Aspal yang disimpan di udara terbuka dalam dalam jangka waktu yang cukup lama akan mengalami penurunan kelenturan atau fleksibilitasnya menurun sehingga aspal akan menjadi kaku . Hal ini akan labih cepat terjadi apabila aspal dalam drum sudah dibuka.

kelenturan

lama penyimpanan Gambar hubungan kelenturan aspal dan lama penyimpanan Aspal juga merupakan bahan yang memiliki kohesi (kemampuan saling tarik-menarik) yang cukup besar. Sehingga aspal merupakan bahan pengikat aggregat yang baik serta memiliki kemampuan untuk mempertahankan agregat supaya tetap ditempatnya sebagai bahan pengisi pada suatu lapis keras. Aspal juga merupakan bahan yang mudah teroksidasi. Pada udara terbuka, aspal akan mudah beroksidasi dengan udara yang banyak mengandung oksigen, sehingga lama kelamaan permukaan aspal secara perlahan akan menjadi keras dan getas, dan akan kehilangan sifat kohesifnya. Tapi peristiwa oksidasi ini lebih banyak terjadi pada daerah permukaan aspal saja, sehingga biasanya yang mengeras dan yang menjadi getas hanya pada permukaan lapis luarnya sedang lapis aspal bagian dalam tidak banyak mengalami perubahan kecuali hanya perubahan viskositasnya. Pada campuran antara aspal dan agregat, semakin tipis lapisan aspal yang menyelimuti agregat, akan semakin besar tingkat kerapuhan yang terjadi. Lapis aspal yang sudah kehilangan sifat kohesifnya biasanya dikatakan sebagai aspal usang. Menurut proses terjadinya, aspal dapat dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu : aspal alam aspal minyak/buatan Aspal alam Di Indonesia, jenis aspal ini banyak terdapat di Pulau Buton, sehingga aspal alam ini sering disebut Butas ( Buton Aspal). Proses terjadinya: Sebelum di proses lebih lanjut, aspal alam ini terdapat di alam terbuka sebagai batuan sehingga biasa disebut batuan aspal / aspal batu (rock

http://juffrez.blogspot.com/

3/12/2011 9:09:21 PM

CIVIL ENGINNERINGasphalt) atau batuan yang bersifat aspal ( asphaltic rock). Dalam bentuk aslinya, Butas di P. Buton (Sulawesi Tenggara) berbentuk sebagai lapisan batu berwarna hitam yang kadang-kadang muncul di atas tanah sebagai gunung kecil. Butas ini dapat terjadi karena pada daerah tersebut banyak mengandung minyak mentah dengan kadar aspal yang cukup tinggi (asphaltic base crude oils). Minyak yang mengandung aspal (bitumen) ini dapat keluar dari bumi akibat adanya tekanan yang disebabkan oleh proses geologi, kemudian meresap diantara celah-celah lapisan serta batuan yang poros (poreous) . Oleh karena terjadinya Butas disebabkan dari proses alam seperti yang sudah dijelaskan di atas, maka akibatnya kandungan aspal pada batuan jumlahnya tidak me nentu, artinya kandungan aspal pada batuan sangat bervariasi ada yang kandungannya sedikit dan ada kandungan aspalnya yang banyak. Di dalam prakteknya, batuan aspal yang ditambang harus diseleksi dulu serta dipilih dari batuan yang memiliki kandungan aspal minimum 25 %. Karena aspal memiliki sifat termoplastis, maka akibatnya batu aspal ini memiki beberapa sifat diantaranya pada temperatur dingin yaitu pada malam dan pagi hari dengan temperatur 28o ke bawah bersifat getas dan mudah pecah . Sebaliknya pada siang hari dengan temperatur 30o ke atas, batu aspal bersifat liat/ulet dan agak sukar untuk dipecah. Oleh karena itu pemecahan batu aspal sebaiknya dilakukan pada malam hari atau pagi hari. Kalau dilakukan pada siang hari sebaiknya harus dilakukan pada tempat yang teduh atau beratap. Karena umur dari sStu aspal (yang ditambang) sudah terlalu tua, maka biasanya aspal yang dikandung sudah kehilangan sifat plastisnya. Tapi justru batu aspal seperti inilah yang mudah dikerjakan dari pada jenis batu aspal yang sifatnya plastis yang masih banyak mengandung minyak. Sebaliknya untuk keperluan pengaspalan jalan dibutuhkan aspal yang agak cair supaya mudah pengerjaannya dan bersifat lentur, sehingga tahan terhadap getaran dan pukulan roda kendaraan . Oleh karena itu pada batu aspal/butas perlu ditambahkan flux oil (minyak pengencer) yang mengandung minyak mentah sehingga aspalnya menjadi lebih encer (diremajakan). Batu butas yang banyak dipergunakan sekarang kira-kira mengandung bagian-bagian sebagai berikut : Aspal murni (bitumen) berat rata-rata sekitar 30 % Debu kapur (debu mineral) ,, ,, ,, 55 % Pasir ,, ,, ,, 15 % Dari hasil penelitian pada butas dapat diambil kesimpulan : Kadar bitumen sangat bervariasi Kualitas bitumen ber beda-beda Komposisi batuan ber beda-beda Berdasarkan kad