PENTINGNYA FILSAFAT ILMU

  • View
    9

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

penting nya ilmu

Text of PENTINGNYA FILSAFAT ILMU

PENTINGNYA FILSAFAT ILMU

PENTINGNYA FILSAFAT ILMU

BAGI PENDIDIKAN PASCASARJANAOleh : DR. Iriyanto Widisuseno, M.Hum

---------------------------------------------------------------

I. PENDIDIKAN PASCASARJANA:

*SUATU PROGRAM PENDIDIKAN TINGGI SETELAH PROGRAM STRATA SATU(POST GRADUATE PROGRAM)MELIPUTI:

PROGRAM STRATA DUA

PROGRAM STRATA TIGA

DIARAHKAN PADA KOMPETENSI AKADEMIK:*PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN

TEORI ILMU (S2)

*PENEMUAN TEORI ILMU (S3)

II. PERTIMBANGAN FILOSOFIS:

*DALAM PENERAPAN, PENGEMBANGAN DAN PENEMUAN TEORI / ILMU TIDAK HANYA DI DASARKAN PADA KEMAMPUAN PENGUASAAN KONSEP-KONSEP SERTA TEORI-TEORI KEILMUAN DALAM BIDANGNYA MASING-MASING, AKAN TETAPI JUGA LANDASAN PEMAHAMAN MENGENAI HAKIKAT ILMU (DASAR ONTOLOGIS), METODE PENGEMBANGAN ILMU (DASAR EPISTEMOLOGIS) DAN KAIDAH-KAIDAH MORAL-ETIKA MENGENAI UNTUK APA TEORI / ILMU ITU DIKEMBANGAN, DITERAPKAN,DITEMUKAN (DASAR AKSIOLOGIS)

SEORANG ILMUWAN, PROFESIONAL DITUNTUT PERTANGGUNGJAWABAN PEMAHAMAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS DAN AKSIOLOGIS.

DENGAN MEMAHAMI HAKIKAT ILMU, CARA KERJA KEILMUAN DAN ASPEK NILAI DARI KEGUNAAN ILMU, MAKA TIDAK AKAN TERJEBAK PADA KOORPORASI FINANSIAL.

*

*ILMU BUKAN SUATU ENTITAS YANG ABADI, ILMU SEBENARNYA SESUATU YANG TIDAK PERNAH SELESAI KENDATI ILMU ITU DIDASARKAN PADA KERANGKA: OBJEKTIF, RASIONAL, SISTEMATIS, LOGIS DAN EMPIRIS.

DALAM PERKEMBANGANNYA ILMU TIDAK MUNGKIN LEPAS DARI MEKANISME KETERBUKAAN TERHADAP KOREKSI, ITULAH SEBABNYA ILMUWAN DITUNTUT MENCARI ALTERNATIF-ALTERNATIF PENGEMBANGANNYA, BAIK MENGENAI ASPEK ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS DAN AKSIOLOGISNYA.

KARENA ITU SETIAP PENGEMBANGAN ILMU PALING TIDAK VALIDITAS DAN KEBENARANNYA (RELIABILITAS) DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABAN BAIK BERDASARKAN CONTEXT OF JUSTIFICATION MAUPUN CONTEXT OF DISCOVERY

SPIRITUALITAS, MORALITAS DAN NORMA ETIK MENDUDUKI PERAN SEBAGAI DASAR DAN ARAH PENGEMBANGAN ILMU ITU SENDIRI. SEBALIKNYA TATA NILAI ILMU PENGETAHUAN HARUS MAMPU MENGEMBANGKAN BUDAYA DAN POLA PIKIR MANUSIA SEHINGGA TIDAK TERJEBAK DALAM PENGEMBANGAN ILMU YANG KERING, HANYA BERSIFAT FISIK SAJA.

*

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DEWASA INI YANG SANGAT PESAT DENGAN DITANDAI SEMAKIN MERUNCINGNYA SPESIALISASI ILMU-ILMU EMPIRIS MEMBAWA KONSEKUENSI, SEMAKIN RAGAM BIDANG-BIDANG KEILMUAN, DAN SIKAP ILMIAH ILMUWAN SEMAKIN INTENS DALAM BIDANGNYA. IMPLIKASI YANG DITIMBULKANNYA, SIKAP EGOISME KEILMUAN YANG DALAM PERJLANANNYA AKAN MEMBAWA DAMPAK NEGATIF BAGI KEHIDUPAN MANUSIA SENDIRI: DEHUMANISASI, DEMORALISASI, INDIVIDUALISME, ANARKHISME KEILMUAN. FILSAFAT ILMU DENGAN MELALUI PEMAHAMAN ESENSI KEILMUAN, ETOS ILMIAH, DAPAT MENGEMBANGKAN DIALOG INTERDISIPLINER, MENGELIMINASI PENAJAMAN SEKAT-SEKAT BIDANG KEILMUAN YANG SEHARUSNYA TIDAK BOLEH TERJADI.

KARENA KERAGAMAN ILMU PENGETAHUAN BUKAN FENOMENA ALAM YANG BERISOLASI MELAINKAN SEKEDAR DIFERENSIASI YANG SALING MENYAPA.

NilAI TAMBAH YANG TERTANAM DALAM PIKIRAN MAHASISWA ADALAH TERSEMAINYA BENIH-BENIH PERSPEKTIF EPISTEMOLOGIS YANG BERBASIS NILAI-NILAI KEMANUSIAAN.

(DIFFERENTIAL IN INTEGRATION)

PERLU PEMBEKALAN FILSAFAT ILMU

*III. PENGERTIAN, CIRI, DAN RUANG LINGKUP ILMU FILSAFAT

*PENGERTIAN FILSAFAT

ISTILAH FILSAFAT (IND) = FALSAFAH (ARAB), PHILOSOPHY (INGG), PHILOSOPHIA (LATIN), PHILOSOPHIE (BLD, JERMAN, PRANCIS), SEMUA ISTILAH ITU BERSUMBER PADA ISTILAH PHILOSOPHIA (YUNANI)

PHILOSOPHIA = PHILEIN (MENCINTAI),PHILOS (TEMAN) + SOPHOS (BIJAKSANA), SOPHIA (KEBIJAKSANAAN)

PHILEIN + SOPHOS= MENCITAI HAL-HAL YANG BERSIFAT BIJAKSANA

PHILOS + SOPHIA = TEMAN KEBIJAKSANAAN

PHILOSOPHOS = PENCINTA KEBIJAKSANAAN

SIKAP MENCINTAI

(PARADOKSAL)

MEMILIKI X MEMPERSOALKAN

(AN UNENDED QUEST AN UNFINISHED JOURNEY)

IMPLIKASINYA:

ORANG SEMAKIN MEMAHAMI MAKNA SEGALA SESUATU, TERMASUK MAKNA KEHIDUPAN INI.

KESIMPULAN FILSAFAT SEBAGAI UPAYA TERUS MENERUS, PROSES MENCARI KEBENARAN MELALUI SIKAP KRITIS, SELALU BERTANYA. FILSAFAT SEBAGAI DISIPLIN ILMU

OBJEK MATERIALNYA: SEGALA SESUATU YANG ADA.

OBJEK FORMALNYA: SEGALA SESUATU DIPERTANYAKAN SAMPAI SUDUT PALING DALAM, PALING MENDASAR SAMPAI UNSUR YANG HAKIKI.

TUJUANNYA MENCARI KEBENARAN

FILSAFAT = SIKAP BIJAKSANA .

KEBIJAKSANAAN MERUPAKAN TITIK IDEAL, DALAM KEHIDUPAN MANUSIA, KARENA DAPAT MENJADIKAN MANUSIA BERSIKAP DAN BERTINDAK ATAS DASAR PERTIMBANGAN KEMANUSIAAN YANG TINGGI (ACTUS HUMANUS), DAN BUKAN ASAL BERTINDAK (ACTUS HOMINI )*LANGKAH-LANGKAH MENUJU BIJAKSANA 1. MEMBIASAKAN DIRI BERSIKAP KRITIS TERHADAP NORMA, KEPERCAYAAN DAN SIKAP YANG SELAMA INI DIJUNJUNG TINGGI

MISAL MEREFLEKSIKAN SECARA KRITIS NORMA-NORMA ADAT, HUKUM, ETIK, AGAMA.

2. BERUSAHA MEMADUKAN (SINTESIS) HASIL BERMACAM-MACAM SAINS DAN PENGALAMAN KEMANUSIAAN, SEHINGGA MENJADI PANDANGAN YANG KONSISTEN TENTANG ALAM SEMESTA BESERTA ISINYA.

3. MENELUSURI BUTIR-BUTIR HIKMAH YANG TERKANDUNG

DALAM AJARAN AGAMA

*CARA-CARA PENDEKATAN DALAM ILMU FILSAFAT1. RADIKAL : BERFIKIR SAMAPI KE AKAR-AKARNYA

2. UNIVERSAL : MENYANGKUT PENGALAMAN UMUM MANUSIA

3. KONSEPTUAL: GENERALISASI DAN ABSTRAKSI PENGALAMAN MANUSIA

4. KOHEREN (KERUNTUTAN BERFIKIR SECARA LOGIS)5. KOMPREHENSIF (MEMANDANG OBJEK DALAM KONTEKS YANG LEBIH LUAS/ MENYELURUH)

**RUANG LINGKUP ILMU FILSAFAT 1. METAFISIKA UMUM (ONTOLOGI)

METAFISIKA KHUSUS (PSIKOLOGI, KOSMOLOGI, THEOLOGI)

2. EPISTEMOLOGI = TEORI PENGETAHUAN TEORI PENGETAHUAN ILMIAH (FILSAFAT ILMU)

3. AKSIOLOGI /TEORI NILAI (LOGIKA, ETIKA, ESTETIKA) *

*PENGETAHUAN DAN ILMU PENGTAHUAN

PERSAMAANNYA : KEDUANYA MENGANDUNG KEBENARAN PERBEDAANNYA:PENGETAHUAN ILMU (KNOWLEDGE) (SCIENCE)

MENGANDUNG SISTEM * REFLEKTIF KRITIS

KEYAKINAN (BELIEF (IMAJINATIVE RATIO-

SYSTEM ) NAL) LINGKUP KEBENARAN * LINGUP KEBERANNYA TERKAIT TEMPAT DAN UNIVERSAL (UNLIMIT WAKTU (SPACE AND ED) TIME)* BELUM TERORGANISASI *TERORGANASI SECARA SECARA ILMIAH: ILMIAH: * SUBJEKTIF * OBJEKTIF * PENDAPAT UMUM * SISTEMATIS * SPONTAN * METODOLOGIS

GEJALA AWAL TIMBULNYA ILMU (FENOMENOLOGI )

MUNCUL DUA KUTUB PANDANGAN

KUTUB SUBJEK KUTUB OBJEK

(SUBJEKTIVISME) VS (OBJEKTIVISME)

MANA YANG LEBIH PENTING?

(OBJEK ATAU SUBJEK)

SINTESISME

(RASIONALISME KRITIS)MENGKRITIK ABAD MODERNingin memadukan peran objek dan subjek

rasio menjelaskan fakta secara empiris, fakta mempunyai nilai kebenarandengan pembuktian empiris semua teori ilmiah mempunyai relasi dengan pengalaman

dengan cara dialektis (mencari satu alat untuk penyangkalan, data yang bertentangan)

memunculkan falsifikasi (penyangkalan) mengkritikverifikasi (pembuktian dengan pembenaran / justifikasi), merupakan ajaran empirisme

mencari bukti2 pembenaran dari teori yang sudah ada

semakin banyak bukti yang ditemukan semakin kokoh teori itu

makna rasionalisme kritis

perbedaan rasionalisme kritis dengn empirisme(falsifikasi dan verivikasi) kelebihan dan kekurangan

Bagaimana implementasi di Indonesia

4 wilayah yang akan dicapai dalam filsafat ilmu:

1. Meningkatkan daya kritis2. Mempertajam kemamapuan analisis ilmiah

3. Dapat menunjang kepentingan profesi

4. Mempertajam kepekaan dan sosial ilmuan (kesadaran etik dan moral)

Teori pengetahuan:

Aliran 2 filsafat yang mencoba memberikan konsep2 tentang kebenaran ilmiah

Motodologi

Sejumlah cara2 kerja keilmuan kumpulan metode2Hub metodologi pengetahuan dgn metodologi penelitian

metodologi pengetahuan Sebagai syarat awal dalam pengkajian hingga praktek dalam penelitian

koroborasi

pengokohan suatu ilmu dengan adanya cobaanilmu bersifat tentatif

saat terakhir diadakan penelitian ???SUBJEKTIVISME :

*PENGETAHUAN SBG HASIL AKAL BUDI

* PENGET BERSIFAT PSIKOLOGIS

*PENGETAHUAN BERKAITAN DENGAN STRUKTUR KESADARAN SUBJEKTIF

OBJEKTIVISME

*PENGETAHUAN SBG PENGALAMAN EMPIRIS

*PENGET BERSIFAT OBJEKTIF UNIVERSAL

* PENGET MERUPAKAN KENYATAAN RIELSINTESISME

*SUBJEK TERARAH PADA OBJEK

*OBJEK TERBUKA, TERARAH PADA SUBJEK

* SYARATNYA:

DALAM DIRI MANUSIA SBG SUBJEK TERDAPAT KESAMAAN-KESAMAAN PRINSIP YG MEMUNGKINKAN MNS DAPAT MENGENAL DAN MENANGKAP OBJEK YANG DIAMATI, MAKA OBJEK DAPAT DITANGKAP

*

KONSEPSI SINTESISME TTG TERBENTUKNYA ILMU.MANUSIA

JIWA

(AKAL)

*KOMPARASI

*REFLEKSI

*ABSTRAKSI

RAGA*MEMPEROLEH PENGET

KONKRET, JASMANI, TEMPORAL UMUM UNIVERSAL (RATIONABLE)

*PENGETAHUAN UMUM UNIVERSAL DIKOMUNIKASIKAN DENGAN BAHASA ILMIAH (LUGAS, OBJEKTIF, GRAMATIKAL)

ILMU PENGETAHUAN LAHIR DARI APA YANG TELAH DIKETAHUI SECARA SPONTAN DISUSUN SECARA SISTEMATIS METODIS

KELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN ILMU * FILSAFAT PENGETAHUAN DAN FILSAFAT ILMU

FILSAFAT PENGETAHUAN :

* SERING DISEBUT TEORI PENGETAHUAN (EPISTEMOLOGI)

*MENGKAJI GEJALA PENG