Perhitungan Orto

  • View
    43

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

analisis perhitungan dlm orto

Transcript

  • ANALISIS DAN PERHITUNGAN DALAM ORTHODONTI

  • Masa Erupsi gigi sulung/decidui (dalam bulan)

    Gigi sulungRahang atasRahang bawahInsisivi sentral76Insisivi lateral97Kaninus1816Molar pertama1412Molar kedua2420

  • Masa Erupsi Gigi Permanen (dalam tahun)

    Gigi permanenRahang atasRahang bawahInsisivi sentral7-86-7Insisivi lateral8-97-8Kaninus11-129-11Premolar pertama10-1110-12Premolar kedua10-1211-12Molar pertama6-76Molar kedua12-1311-13

  • Gigi telah menembus gingiva, maka gigi tersebut bererupsi dgn cepat sampai hampir mencapai bidang oklusal. Kemudian gigi tsbt terkena pengaruh kekuatan kunyah dan kecepatan erupsi berkurang sampai seakan-akan berhenti.Gigi bererupsi jam 8 malam sd tengah malam sekitar jam 1 malam, pagi atau siang tdk erupsi atau malah sedikit intrusi.

  • Perbedaan siang malam ini tampaknya mengikuti Circadian rhythm yg kemungkinan mengikuti pelepasan hormon pertumbuhan.Erupsi gigi tampaknya sesuai dgn pertumbuhan ramus mandibula kearah vertikal, juga mengalami percepatan saat terjadi growth spurt.

  • Metode PontDasar:Lengkung gigi/dental arch pada susunan gigi teratur, terdapat hubungan antara jumlah lebar mesio distal keempat gigi insisivi RA dgn lebar lengkung inter P1 dan inter M1.Susunan normal, idealnya gigi lebar membutuhkan lengkung yg lebar.

  • Gigi-gigi yg kecil membutuhkan lengkung kecil.Kemungkinan keadaan lengkung gigi:Kontraksi/ penyempitan lengkung:Sebagian/ seluruh lengkung gigi lebih mendekati bidang mid sagital.Distraksi/ pelebaran lengkung:Sebagian/ seluruh lengkung gigi lebih menjauhi bidang mid sagital.

  • Derajat kontraksi atau distraksi:Mild degree: kontraksi/ distraksi hanya 5 mmMedium degree: kontraksi/ distraksi 5-10 mmExtreem degree: kontraksi/ distraksi lebih dari 10 mmIndeks Premolar: 80Indeks Molar: 64

  • Jarak inter P1= lebar mesio distal ke-empat insisivi RA X 100, dibagi 80.Jarak inter P1= md I X 100 80Jarak inter M1= md I X 100 64Jarak inter P1: jarak tepi terdistal cekung mesial permukaan oklusal P1 RABila P1 hilang: diganti pd distobukal tonjol bukal P1 RB

  • Jarak inter Molar 1: Jarak pd cekung mesial permukaan oklusal M1 RA.Metode Pont dpt digunakan utk menganalisa gigi bercampur dan permanen, selama gigi P1 RA dan M1 RA telah erupsi.Cara analisanya dgn bandingkan ukuran langsung pd model dgn ukuran memakai rumus/ ukuran seharusnya.

  • Berdasar metode Pont, Korkhaus menyatakan jarak insisivi permanen RA dan Premolar 1 RA adalah: jarak pada garis sagital antara titik pertemuan insisivi permanen sentral dan titik dimana garis sagital tsb memotong garis transversal yg menghubungkan P1 RA pd palatum.Dibandingkan pengukuran langsung dengan tabel Korkhaus, untuk menyatakan adanya protraksi atau retraksi.

  • Tabel Korkhaus

    Jumlah lebar ke-empat insisivi Rahang AtasJarak antara I P1 (Korkhaus)2727,52828,52929,53030,53131,53232,53333,53434,53535,5361616,316,516,81717,317,517,81818,318,518,81919,319,519,82020,521

  • Metode HowesDasar: adanya hubungan basal arch dgn coronal arch.Rumusannya:Bila gigi dipertahankan dlm lengkung yg seharusnya/ideal, lebar inter P1 RA sekurang-kurangnya = 43% dari ukuran mesio distal dental arch M1 M1 RA

  • Lebar inter P1 RA: diukur pada titik bagian dalam puncak tonjol bukal.Ukuran lengkung gigi: dari distal M1 kiri RA sampai distal M1 kanan RAIndex Howes untuk inter P1:Lebar P1-P1 = 43%Md M1-M1Seharusnya lebar interfossa canina sekurang-kurangnya = 44% lebar mesio distal M1-M1 RA.

  • Fossa canina: terletak pada apex P1 RAIndeks Howes utk interfossa canina: Lebar interfossa canina = 44%Jumlah Md M1-M1 Kasus dgn lebar interfossa canina antara 37%-44% lebar Md M1-M1,dikatagorikan dlm kasus yg meragukan, dimana mungkin dilakukan pencabutan gigi atau mungkin pelebaran lengkung. Untuk itu perlu dipertimbangkan metode lain sbg pembanding.

  • Bila lebar interfossa canina dibanding jumlah Md M1-M1 kurang/ lebih kecil dari 37%, hal ini mengindikasikan basal arch tdk mampu menampung geligi,shg pencabutan hrs dilakukan.

  • Metode Kesling/ Diagnostic Set Up ModelMrp suatu cara yg dipakai sbg pedoman utk menentukan/ menyusun suatu lengkung gigi dari model aslinya dgn membelah/ memisahkan geligi pd hasil cetakan, kemudian disusun kembali pada basal archnya baik pd mandibula dan maksila dlm bentuk lengkung yg dikehendaki sesuai posisi aksisnya.

  • Cara ini digunakan sbg pertolongan yg praktis utk menentukan diagnosis rencana perawatan,maupun prognosis perawatan suatu kasus secara individual.Prosedur:Siapkan cetakan (-) yg blm diisi gipsIsi dgn gips sampai 3 mm dari margin gingiva.Tunggu sampai agak keras, kemudian separasi dgn malam wax cair panas atau bisa dgn diolesi vaselin.

  • Tunggu wax keras,kemudian isi dgn gips lagi sampai seperti biasa saat mengisi cetakan negatif. Setelah keras lepaskan dari cetakan.Fiksasi di okludator,tandai masing-masing gigi agar tidak keliru.Buat irisan vertikal ditiap proksimal gigi,kmd pisahkan masing-masing gigi. Hal ini dilakukan pada satu sisi dahulu (kanan atau kiri),sisi lain sbg pedoman keadaan awal.

  • Susun kembali gigi-gigi tsb dlm lengkung yg dikehendaki sesuai rencana dlm determinasi lengkung dgn mempertimbangkan over jet- over bite, dgn bantuan wax .Pd kasus RB normal,RA mengikuti RB.RA normal, RB mengikuti RA.RA dan RB tdk normal, ditentukan RB terlebih dahulu. Model yg telah disusun mrp gambaran hasil perawatan.

  • DETERMINASI LENGKUNGAdalah suatu cara untuk menentukan kebutuhan ruang untuk perawatan.Siapkan glass plate, spidol ukuran fine 2 warna beda,plastik transparan,dan celotape/untuk fiksasi.Buat lengkung mula-mula untuk rahang atas dan bawah,post. Melewati pertengahan oklusal,ant. Melewati insisal.

  • Lengkung mula-mula dibuat dari distal M1ke M1, buat RA dahulu.Tandai kanan-kirinya,lebar tiap gigi, dan grs tengah rh.Lepas plastik, sesuai kontak oklusi dgn RA,buat pada RB.Harus ditentukan dulu Over jet mula2,midline gigi RB,dan kunci oklusi pd M1 (tandai dulu sisi distal atau mesial M1 RA berkontak di M1 RB pd posisi seperti apa)

  • Buat lengkung mula2 RBKemudian buat lengkung ideal, yaitu lengkung imajiner harapan kita setelah perawatan selesai.Tentukan Over jet ideal,RA mengikuti RB pada kasus RB normal,RA normal,RB mengikuti RA, dan keduanya tdk normal tentukan RB dahulu.Buat lengkung ideal RA dan RB berupa garis lengkung yg smooth/ bayangkan gigi dlm lengkung yang sempurna.

  • Dengan benang ukur panjang lengkung mula2 RA dan RB.Ukur juga panjang lengkung ideal RA dan RB.Akan didapatkan selisih/discrepancy panjang lengkung gigi.Discrepancy tsbt mrpk kebutuhan ruang dalam perawatan nanti.Kebutuhan ruang diatasi dgn grinding/slicing, ekspansi,atau pencabutan,sesuaikan dgn hasil perhitungan dan analisis.