PKM-KC SMS

  • View
    17

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ilmiah

Text of PKM-KC SMS

14

1. PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangIlmu material (bahan) sangat berperan penting dalam perkembangan peradaban manusia selama ini Bidang Transportasi, perumahan, pakaian, komunikasi, rekreasi, dan produksi makanan, bahkan setiap sudut dalam kehidupan, tidak pernah lepas dari pemanfaatan material beserta teknologinya. Dalam perkembangannya, semakin lama keberadaan material dalam kuantitas yang besar semakin langka, misalnya tembaga menjadi sulit ditemukan dalam kondisi bebas di alam, bijih besi yang berkadar besi tinggi semakin jarang ditemukan (Neely, John E., et all. 2003) . Hal ini mengakibatkan biaya pengadaan material semakin tinggi sehingga kemudian muncul pemikiran untuk memanfaatkan material secara lebih efektif dan efisien. Penggunaan bahan secara efektif dan efisien ini menuntut adanya penguasaan pengetahuan terhadap sifat sifat material, penggunaan material alternatif yang memungkinkan, dan variasi proses perlakuan terhadap material untuk mencapai karakteristik sesuai kebutuhan. Namun dengan penguasaan ilmu tersebut faktanya masih memberi hambatan dalam prosesnya. Di dunia industri, pemilihan bahan dilakukan dengan mekanisme yang panjang dan rumit dengan melakukan kajian tinjauan pustaka dari berbagai standar yang telah ditentukan. Sementara, proses produksi memerlukan tahapan yang efisien dan se-efektif mungkin untuk memaksimalkan jumlah, waktu dan kualitas produksi . Sehingga hal ini menimbulkan tuntutan yang tinggi terhadap kreatifitas manusia untuk meningkatkan pemilihan dan penggunaan bahan guna memproduksi produk produk berbasis material dengan sifat sifat yang sesuai kebutuhan serta dengan biaya yang lebih minimal baik dari sisi proses maupun pengadaan materialnya (Callister Jr., William D. 2007). Perkembangan teknologi informasi ternyata dapat menjadi kolaborasi sesuai yang berperan dalam menanggulangi masalah tersebut, pembuatan software database yang merangkum data-data bahan (material) dari berbagai standar (ASM, JIS, ASTM,dan lain sebagainya) dapat menjadi alternatif tahapan material selection sehingga proses tersebut menjadi semakin praktis dan dapat di akses oleh masyarakat luas dan dunia industri. Adapun database tersebut menggunakan software Visual Basic 6.0 yang di dalamnya di-input data material dengan metode taksonomi bahan. Pada akhirnya, piranti lunak yang dihasilkan tersebut, diharapkan menjadi pilihan tepat untuk meningkatkan produksi industri hingga menunjang kualitas hidup manusia masa depan.

1.2 Perumusan MasalahPermasalahan yang akan diselesaikan melalui program karsacipta ini adalah:1. Kesulitan masyarakat atau seorang machine engineer dalam memilih bahan manufaktur yang tepat secara efektif dan efisien.2. Penggabungan fungsi software database Visual Basic 6.0 dengan ilmu taksonomi bahan (material).

1.3 TujuanTujuan yang ingin dicapai melalui program karsacipta ini adalah: 1. Mempermudah masyarakat atau seorang machine engineer dalam proses pemilihan bahan manufaktur tanpa mengkaji seluruh standar material sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi produk yang dihasilkan.2. Tahapan pemilihan bahan menjadi lebih praktis dan efektif dengan hanya menginput beberapa karakteristik objek yang ingin dibuat.

1.4 Luaran yang DiharapkanLuaran yang diharapkan pada program ini berupa piranti lunak (software) database yang kemudian disusun bentuk dalam artikel, dan/atau dijadikan paten.

1.5 Manfaat ProgramAdapun manfaat dari program kreatifitas mahasiswa karsacipta ini adalah:1. Bagi MasyarakatProgram ini dapat digunakan oleh masyarakat luas dalam hal mengetahui bahan (material) apa saja yang digunakan untuk aplikasi tertentu dengan cepat dan mudah walaupun bukan dengan latar belakang pendidikan sarjana mesin/material. 2. Bagi IndustriProgram ini dapat menjadi alternatif yang tepat dan praktis pada proses pemilihan bahan sehingga tahapan pemilihan bahan hanya tinggal membandingkan sifat ekonomisnya serta variabel-variabel lainnya yang memungkinkan.3. Bagi MahasiswaProgram ini dapat meningkatkan kreatifitas mahasiswa serta kepedulian untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna pada masyarakat sehingga fungsi penelitian dan pengabdian masyarakat pada tridharma perguruan tinggi dapat dijalankan.4. Bagi Dosen Perguruan TinggiProgram ini memudahkan dosen untuk menyempurnakan pengetahuan bahan (material sains) dalam hal transfer ilmu kepada mahasiswa agar pembelajaran yang diberikan sesuai dengan tuntutan dunia industri.

2. TINJAUAN PUSTAKA2.1. Jenis-Jenis Material dan KarakteristiknyaBumi terdiri dari beranekaragam material sebagai bahan baku industri dengan karakeristiknya masing-masing. Jenis-jenis material tersebut dapat dikelompokkan seperti bagan berikut:

Gambar 1. Skema Klasifikasi Bahan Teknik 2.2. Prinsip Pemilihan Bahan dan TaksonomiJenis material yangberagam kadang-kadang menyulitkan pemilihan yang tepat. Bahan yang satu mempunyai keunggulan ditinjau dari segi keuletan , kekuatan, ketahanan terhadap korosi, muluratau suhu kerja yang tinggi namun cukup mahal. Olehkarena itu pemilihan sering tidaksemata-mata berdasarkan pertimbangan teknis tetapi pertimbangan ekonomis juga memegang perananyang sangat penting pula. Proses pemilihan bahan (material) selama ini hanya menggunakan tahapan studi literatur dengan membandingkan semua standar material melalui sistim taksonomi seperti pada berikut:

Gambar 2. Skema Taksonomi Bahan

2.3. Standar BahanPemilihan bahanyang tepat pada dasarnya merupakan kompromi antara berbagai sifat, lingkungan dan cara penggunaan dan sampai dimana sifat bahan dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Maka, diperlukan suatu standar yang bisa menunjukan kesesuaian bahan untuk penggunaannya secara global. Sehingga, pengklasifikasian bahan didasarkan pada beberapa sumber seperti ASTM (American Society for Testing and Material ), JIS (Japanese Industrial Standards), ASME , ANSI , API, dan standar lainnya yang dilakukan secara kajian manual dan pertimbangan yang rumit.

Gambar 3. Beberapa buku standar material2.4. Software Visual Basic 6.0Bahasa Basic pada dasarnya adalah bahasa yang mudah dimengerti sehingga pemrograman di dalam bahasa Basic dapat dengan mudah dilakukan meskipun oleh orang yang baru belajar membuat program. Hal ini lebih mudah lagi setelah hadirnya Microsoft Visual Basic, yang dibangun dari ide untuk membuat bahasa yang sederhana dan mudah dalam pembuatan scriptnya (simple scripting language) untuk graphic user interface yang dikembangkan dalam sistem operasi Microsoft Windows. (H. Ary Setiadi, 2010)Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang sangat mudah dipelajari, dengan teknik pemrograman visual yang memungkinkan penggunanya untuk berkreasi lebih baik dalam menghasilkan suatu program aplikasi. Ini terlihat dari dasar pembuatan dalam visual basic adalah FORM, dimana pengguna dapat mengatur tampilan form kemudian dijalankan dalam script yang sangat mudah. Ledakan pemakaian Visual Basic ditandai dengan kemampuan Visual Basic untuk dapat berinteraksi dengan aplikasi lain di dalam sistem operasi Windows dengan komponen ActiveX Control. Dengan komponen ini memungkinkan penguna untuk memanggil dan menggunakan semua model data yang ada di dalam sistem operasi windows. Hal ini juga ditunjang dengan teknik pemrograman di dalam. Visual Basic yang mengadopsi dua macam jenis pemrograman yaitu Pemrograman Visual dan Object Oriented Programming (OOP). (H. Ary Setiade, 2010)Visual Basic 6.0 sebetulnya perkembangan dari versi sebelumnya dengan beberapa penambahan komponen yang sedang tren saat ini, seperti kemampuan pemrograman internet dengan DHTML (Dynamic HyperText Mark Language), dan beberapa penambahan fitur database dan multimedia yang semakin baik. Sampai saat buku ini ditulis bisa dikatakan bahwa Visual Basic 6.0 masih merupakan pilih pertama di dalam membuat program aplikasi yang ada di pasar perangkat lunak nasional. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dalam melakukan proses development dari aplikasi yang dibuat.

Gambar 4. Tampilan software visual Basic 6.03. METODE PELAKSANAAN1.1. Studi LiteraturKegiatan ini berupa pencarian sumber atau literatur yang meliputi dua tahap :a. prinsip pemilihan bahan pada industri beserta teknologi yang pernah dilakukan untuk memudahkan proses tersebut.b. Pengetahuan mengenai pembuatan dan pengelolaan software visual basic yang akan digunakan untuk menghimpun database yang nantinya akan disusun.1.2. Pembuatan databaseKegiatan ini berupa pengumpulan bahan (material) dari berbagai standar (literatur) dengan mengklasifikasikan material menggunakan metode taksonomi bahan sesuai dengan prinsip yang ada pada tinjauan pustaka. Metode taksonomi tersebut disusun berdasarkan alur/jalur yang mengantarkan pada material yang tepat dengan meng-input sejumlah data. Data yang di masukkan dalam database yaitu mengenai properti material, aplikasi, jenis bahan dasar, dan kondisi lingkungan. 1.3. Perancangan SoftwareKegiatan ini berupa perancangan atau membentuk sistem database dengan menginput kode software sehingga terbentuk kotak dialog yang kemudian di-input dengan oleh data-data material. Adapun software yang digunakan yaitu visual basic 6.0. 1.4. Pengisian Database software

PIPAAdapun proses mencapai material tersebut dilakukan dengan meng-input data sebagai berikut:

VALVEAplikasi

.

Bahan

Kekuatan Mekanik

Kondisi Lingkungan

Data yang di-input tersebut kemudian mengantarkan pada nama material dan penjelasan spesifik lainnya.1.5. Pengujian SoftwarePengujian sofware ini mencakup kegiatan penggunaan software pada beberapa sampel masyarakat seperti masyarakat umum, kalangan engineer, dosen dan mahasiswa. Kemudian masing-masing sampel diberikan kuisoner isian untuk mengecek hasil pembuatan software tersebut.1.6. AnalisisBerdasar hasil pengujian software sebelumnya akan didapat analisis hasil akhir dari pengisian kuisoner yang ada.1.7. Diagram Al