Program Kreativitas Mahasisw1

  • View
    43

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWAJUDUL PROGRAM:

PERMEN INOVATIF BERBAHAN DASAR EKSTRAK UMBI (Cyperus rotundus L.) RUMPUT TEKI BERKHASIAT ANTI DEPRESAN DAN ANALGETIK PADA SINDROM PREMENSTRUASI

BIDANG KEGIATAN :PKM-GTDiusulkan oleh :Nindy Kusumaningtias(24030111130055 )Angkatan 2011Jari Siti Handayani(24030111130056)Angkatan 2011Widiarsih(24030111120018)Angkatan 2011

UNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013

HALAMAN PENGESAHANPROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1. Judul Kegiatan : Permen Inovatif Berbahan Dasar Ekstrak Umbi (cyperus rotundus l.) Rumput Teki Berkhasiat Anti Depresan Dan Analgetik Pada Sindrom Premenstruasi2. Bidang Kegiatan : ( )PKM AI( V )PKM GT3. Ketua Penulis a. Nama Lengkap : Nindy Kusumaningtias b. NIM: 24030111130055 c. Universitas: Universitas Diponegoro d. Alamat Rumah dan No HP : Srinindito Timur RT 05 RW 03 No. 45 Semarang Barat085641703301 e. Alamat email : nhien_dhiezone@yahoo.co.id

4. Anggota Penulis : 2 orang

5. Dosen Pembimbing a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Khairul Anam, S.Si, M.Si b. NIP/NIDN: 196811041994031002/0004116805 c. Alamat Rumah dan No HP : Garden View Cluster Kav.12 Jl. Timoho Timur, Bulusan Tembalang, Semarang/024 70807524

Semarang, 28 Februari 2013 Menyetujui: Ketua Jurusan Kimia Ketua Penulis

(Dr. Khairul Anam, S.Si, M.Si) (Nindy Kusumaningtias) NIP. 196811041994031002 NIM.24030111130055

Mengetahui PR III Dosen Pembimbing Universitas Diponegoro

(Drs. Warsito, SU) (Dr. Khairul Anam, S.Si, M.Si)

NIDN. 0004116805NIP.1954020219811031014 NIP. 196811041994031002

Kata PengantarPuji syukur atas segala rahmat dan karunia yang Allah SWT berikan kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul Permen Inovatif Berbahan Dasar Ekstrak Umbi (Cyperus rotundus L.) Rumput Teki Berkhasiat Anti Depresan Dan Analgetik Pada Sindrom PremenstruasiKarya tulis disusun dalam rangka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT) tahun 2013. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dr. Khairul Anam, S.Si, M.Si, selaku dosen pembimbing yang telah banyak mencurahkan waktu dan pikiran dalam penyusunan karya tulis ini. 2. Keluarga penulis yang selalu berdoa dan mendukung atas segala penulis lakukan.

Tak ada gading yang tak retak, demikian pula dalam penyusunan karya tulis ini, sehingga saran dan kritik dari segala pihak yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang.

Semarang, 28 Februari 2013

Penulis

DAFTAR ISIHalaman JuduliHalaman PengesahaniiKata PengantariiiDaftar IsiivDaftar GambarvRingkasanviPendahuluan1-3 Latar Belakang1 Tujuan Penulisan3 Manfaat Penulisan3Gagasan3-5 Menstruasi dan Efek yang Ditimbulkannya3 Solusi yang Pernah Ada untuk Mengatasi Sindrom Premenstruasi4 Dampak yang Diharapkan dari Gagasan4 Pihak yang Diharapkan Mampu Mengimplementasikan Gagasan4 Langkah-langkah Strategis untuk Mengimplementasikan Gagasan5Kesimpulan 5-8 Gagasan yang Diajukan5 Teknik Implementasi Gagasan5 Prediksi Hasil8Daftar Pustaka 9 Lampiran10-13

DAFTAR GAMBARGambar 1. Rumput Teki (Cyperus rotundus) 2Gambar 2. Struktur Senyawa Cyperone 2

PERMEN INOVATIF BERBAHAN DASAR EKSTRAK UMBI (Cyperus rotundus L.) RUMPUT TEKI BERKHASIAT ANTI DEPRESAN DAN ANALGETIK PADA SINDROM PREMENSTRUASIRingkasanBeberapa saat sebelum menstruasi, wanita biasanya mengalami rasa tidak enak. Mereka biasanya merasakan satu atau beberapa gejala yang disebut dengan kumpulan gejala sebelum datang bulan atau istilah populernya premenstrual syndrome (PMS). Hal-hal yang sering dirasakan adalah rasa penuh atau kembung di perut bagian bawah, nyeri otot, terutama di punggung bagian bawah atau perut. Studi epidemiologi menunjukkan kurang lebih 20% dari wanita usia reproduksi mengalami gejala PMS sedang sampai berat. Sedangkan pada penelitian yang disponsori oleh WHO pada tahun 1981 menunjukkan bahwa gejala PMS dialami oleh 23% wanita Indonesia. Salah satu bahan alam yang dapat meredakan gangguan haid ini adalah Ekstrak Umbi Rumput Teki. Menurut penelitian sebelumnya, umbi dari tanaman yang dapat ditemukan sebagai gulma ini ternyata mengandung minyak atsiri dengan 0,45 1% cyperone sebagai zat aktif yang bersifat analgetik. Sehingga ekstraknya dapat dimanfaatkan sebagai obat pereda nyeri.Tujuan dari penulisan gagasan ini adalah untuk membuat suatu produk yang mampu memanfaatkan bahan yang murah dan mudah didapat sebagai alternatif untuk mengatasi Sindrom Premenstruasi yang dapat dijangkau oleh masyarakat berbagai lapisan. Produk yang dibuat ini adalah Permen analgetik yang mampu meredakan sindrom premenstruasi yang berbahan dasar ekstrak umbi rumput teki dengan tepung ketan dan gula alami yang sehat tanpa menimbulkan hiperglikemi, membantu menghindarkan gigi dari caries (gigi berlubang) dan aman bagi penderita diabetes sekalipun karena menggunakan gula xylitol yang aman sebagai campuran gula alami. Hasil dari Pembuatan produk ini adalah sebuah permen yeng mengandung cyperone sebagai zat analgetik yang mampu meredakan nyeri haid serta rasanya yang manis dengan tekstur yang lembut mampu menekan depresi dan memperbaiki suasana hati wanita yang mengalami sindrom premenstruasi tanpa menyebabkan hiperglikemi maupun kegemukan sehingga aman sekalipun dikonsumsi penderita diabetes. Selain itu, pembuatan permen ini juga dapat melestarikan plasma nutfah rumput teki yang selama ini ingin dimusnahkan sebagai gulma. Sehingga produk ini mampu menjadi inovasi baru di tengah masyarakat sebagai alternatif yang baik bagi masalah yang dihadapi selama ini14

ii

PENDAHULUANLatar Belakang Masalah Sindrom Premenstruasi adalah sekumpulan gejala berupa perubahan fisik dan psikis yang dialami kurang lebih 7-10 hari menjelang menstruasi dan menghilang beberapa hari setelah menstruasi (Karyadi, 1999). Brunner & Suddarth (2001) menyatakan gejala utama Sindrom Premenstruasi termasuk sakit kepala, keletihan, sakit pinggang, pembesaran dan nyeri pada payudara, dan perasaan begah pada abdomen. Irritabilitas umum, perubahan suasana hati, ketakutan akan kehilangan kontrol, makan sangat berlebihan dan menangis tiba-tiba dapat juga terjadi. Gejala-gejala sangat beragam dari satu wanita ke wanita lainnya dan dari satu siklus ke siklus berikutnya pada wanita yang sama.Studi epidemiologi terakhir menunjukkan bahwa 5-10 % wanita kelompok usia reproduksi dari populasi yang diteliti, mengalami gejala-gejala sementara bersifat sedang sampai berat yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Mereka pada umumnya mencari bantuan medis. 20-40% merasa kurang sehat selama fase luteal akhir serta awal fase menstruasi dan satu hari atau lebih pada pertengahan siklus (Greenspan et al., 1998). Sedangkan di Indonesia sendiri, pada penelitian yang disponsori oleh WHO pada tahun 1981 menunjukkan bahwa gejala PMS atau Sindrom Premenstruasi dialami oleh 23% wanita Indonesia (Essel,Sering kali wanita Indonesia hanya mengabaikan rasa nyeri haid dan ketidaknyamanan karena sindrom premenstruasi ini. Hal ini disebabkan efek samping yang didapat ketika mengonsumsi beberapa obat pereda nyeri haid. Efek samping ini dapat berupa reaksi hipersensitivitas, mulut kering, sembelit, hingga ketakutan akan ketergantungan. Beberapa minuman pelancar haid juga menganjurkan untuk diminum setiap bulan beberapa hari menjelang datang bulan hingga beberapa hari setelah haid berakhir. Hal inilah yang membuat para wanita berpikir ulang untuk melakukan pengobatan terhadap gangguan haid yang mereka alami. Selain karena ketakutan akan ketergantungan maupun ketidakteraturan siklus haid ketika berhenti meminumnya, meskipun minuman pereda nyeri haid sudah teruji secara klinis dan terbukti aman untuk dikonsumsi secara berkala, para wanita juga mempertimbangkan ulang untuk biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan menjelang datang haid.Dengan kekurangan tersebut, perlu ada solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para wanita. Karena selain obat-obatan yang tidak baik ketika dikonsumsi secara berkala dan berlebih, Obat-obatan pereda nyeri haid juga memiliki rasa yang kurang begitu enak untuk dikonsumsi. Selain itu harga minuman pelancar haid yang kurang terjangkau bagi masyarakat khususnya remaja putri sedangkan minuman tersebut harus dikonsumsi secara berkala dan teratur agar terhindar dari gangguan haid yang merupakan bagian dari sindrom premenstruasi. Dengan masalah ini, perlu adanya alternatif untuk terhindar dari sindrom premenstruasi yang lebih praktis, ekonomis, aman dan nyaman untuk dikonsumsi.Alam telah menyediakan banyak hal untuk dapat dimanfaatkan oleh manusia. Dengan penggabungan antara ilmu kimia dan ginekologi, alam telah menunjukkan contoh luar biasa. Salah satunya adalah rumput teki. Masyarakat di Indonesia khususnya masyarakat di daerah Kulon Progo Jogjakarta dan Jemur Sari Surabaya Timur, telah menggunakan jamu cem-ceman (rebusan) daun rumput teki sebagai pereda nyeri haid yang disebut Dismenorhea primer yang merupakan nyeri berlebih saat menstruasi tanpa kelainan patologik (Dawood, 2006). Hal terpenting yang perlu diingat adalah pemahaman bahwa Dismenorhea primer tidak berbahaya (Moki, 2009).

Gambar 1. Rumput Teki (Cyperus rotundus), (Anonim, 2013)Tumbuhan dengan nama latin Cyperus rotundus ini memiliki zat kimia yang berpotensi sebagai pereda rasa nyeri (analgesik). Senyawa pada rumput teki yang diketahui berpengaruh pada pereda nyeri adalah cyperone. Dimana minyak atsiri mengandung 0,45 1% cyperone, bobot jenis 0,9829-0,9907, indeks bias 1,5127, memutar bidang polarisasi ke kanan +11,7 hingga +16,1, nilai penyabunan setelah asetilasi 16,5 sampai 98%.