PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA pkm 2015.pdf

  • View
    6

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA pkm 2015.pdf

  • v

    PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

    PENINGKATAN KONSUMSI SAYUR ORGANIK SEBAGAI SALAH

    SATU POLA HIDUP SEHAT

    BIDANG KEGIATAN :

    PKM-GT

    Diusulkan oleh :

    Zainul Abidin NIM. 1006121802 /TA: 2010

    Ayu Lestari NIM. 1203121051 /TA: 2012

    Satria Verandoni NIM. 1203113465 /TA: 2012

    UNIVERSITAS RIAU

    PEKANBARU

    2015

  • v

    PENGESAHAN PKM-GAGASAN TERTULIS

    1. Judul Kegiatan : Peningkatan Konsumsi Sayur Organik Sebagai Salah

    Satu Cara Pola Hidup Sehat

    2. Bidang Kegiatan : PKM-GT

    3. Ketua Pelaksana Kegiatan

    a. Nama Lengkap : Zainul Abidin

    b. NIM : 1006121802

    c. Jurusan/Fakultas : Kehutanan/faperta

    d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Riau

    e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Binawidya Kampus, Panam

    Pekanbaru.

    081371326997

    f. Alamat email : 741nul@gmail.com

    4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang

    5. Dosen Pendamping

    a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Nurhayati, M,Sc

    b. NIDN : 0016126401

    c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Bangau Sakti, Gg. Pipit, Panam

    Pekanbaru-Riau/081365427321

    Pekanbaru, 30 Maret 2015

    Ketua Pengusul

    Zainul Abidin

    NIM. 1006121802

    ii

  • v

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat

    dan rahmatnya, Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM/GT) yang

    berjudul Peningkatan Konsumsi Sayur Organik Sebagai Salah Satu Cara Pola

    Hidup Sehat ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

    Dalam penulisan PKM-GT ini, penulis mendapat bantuan serta bimbingan

    dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada:

    1. Ibu Dr. Muhdarina, M.Si selaku ketua jurusan kimia.

    2. Ibu Dr. Nurhayati, M.Sc selaku dosen pendamping yang telah

    membimbing penyusunan PKM-GT ini

    3. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan PKM-

    GT ini

    Semoga PKM-GT ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Penulis sadari

    bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis

    mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan karya tulis

    ini. Akhir kata penulis berharap agar PKM-GT ini dapat dimanfaatkan

    sebagaimana mestinya.

    iii

  • v

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i

    LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. ii

    KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii

    DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv

    DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. v

    RINGKASAN ....................................................................................................... vi

    PENDAHULUAN ................................................................................................... 1

    Latar Belakang ................................................................................................... 1

    Tujuan ................................................................................................................ 3

    Manfaat .............................................................................................................. 3

    GAGASAN ............................................................................................................. 4

    Keunggulan dalam Sistem Pertanian Organik ...................................................... 4

    Penghematan Energi ............................................................................................. 6

    Kualitas Air .......................................................................................................... 6

    Kualitas Udara ...................................................................................................... 6

    Pengelolaan Limbah ............................................................................................. 7

    Keanekaragaman Hayati ....................................................................................... 7

    Kekurangan dalam Sistem organic...7

    KESIMPULAN ....................................................................................................... 8

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN-LAMPIRAN

    iv

  • v

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar . Sayur organik ................................................................................... 4

    v

  • v

    RINGKASAN

    Filosofi yang melandasi pertanian organik adalah mengembangkan

    prinsip-prinsip memberi makan pada tanah yang selanjutnya tanah menyediakan

    makanan untuk tanaman (feeding the soil that feeds the plants) dan bukan

    memberi makanan langsung pada tanaman. memberikan istilah membangun kesuburan tanah. Strategi pertanian organik adalah memindahkan hara secepatnya dari sisa tanaman. Kompos dan pupuk kandang menjadi biomassa

    tanah yang selanjutnya setelah mengalami proses mineralisasi baru menjadi unsur

    dalam larutan tanah. Dengan kata lain, unsur hara di daur ulang melalui satu atau

    lebih tahapan bentuk senyawa organik sebelum diserap tanaman. Hal ini berbeda

    sama sekali dengan pertanian konvensional yang memberikan unsur hara secara

    cepat dan langsung dalam bentuk larutan sehingga segera diserap tanaman dengan

    dosis dan waktu pemberian yang sesuai dengan kebutuhan. Terdapat banyak

    keunggulan dari membudidayakan pertanian organik diantaranya meningkatan

    aktivitas organisme yang menguntungkan bagi tanaman. Mikroorganisme seperti

    rizobium dan mikroriza yang hidup di tanah dan perakaran tanaman sangat

    membantu tanaman dalam penyediaan dan penyerapan unsur hara. Juga banyak

    organisme lain yang bersifat menekan pertumbuhan hama dan penyakit tanaman.

    Misalnya pertumbuhan cendawan akar (Ganoderma sp, Phytopthora sp) dapat

    ditekan dan dihalangi oleh organisme Trichoderma sp, meningkatkan cita rasa dan

    kandungan gizi.

    Cita rasa hasil tanaman organik menjadi lebih menarik. Selain itu

    pertanian organik juga meningkatkan nilai gizi Meningkatkan ketahanan dari

    serangan organisme pengganggu. Karena dengan penggunaan pupuk organik yang

    cukup maka unsur-unsur hara makro dan mikro terpenuhi semua sehingga

    tanaman lebih kuat dan sehat untuk menahan serangan beberapa organisme

    pengganggu dan lebih tahan dari serangan peryakit. Memperpanjang unsur

    simpan dan memperbaiki struktur. Sayur dan buah hasil pertanian tidak cepat

    rusak atau akibat penyimpanan.

    Pertanian organik dengan pemakaian pupuk organik mejadikan tanah

    lebih gembur dan tidak mudah terkikis aliran air. Struktur tanah menjadi lebih

    kompak dengan adanya penambahan bahan-bahan organik dan lebih tahan

    menyimpan air dibanding dengan tanah yang tidak dipupuk bahan organik, itulah

    beberapa keuntungan dari manfaat penggunaan pertanian organik.

    vi

  • v

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Pertanian organik merupakan teknik budidaya pertanian yang menggunakan

    bahan-bahan alami tanpa bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian

    organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan

    yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak

    lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional

    yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman

    dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional

    attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen

    seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik meningkat pesat.

    Saat ini, pertanian organik adalah pilihan yang baik bagi petani yang ingin

    melakukan pertanian yang berkelanjutan. Tetapi ada beberapa hambatan untuk

    mewujudkan pertanian organik di Indonesia seperti, pupuk organik masih

    digunakan sebagai pupuk pelengkap, disamping pupuk kimia karena adanya

    target produksi. Banyak petani di Indonesia beranggapan bahwa pupuk organik

    tidak dapat memenuhi nutrisi tanaman dan memiliki respon yang lebih lamban

    berbeda dengan pupuk anorganik, seperti Urea, TSP dan KCl.

    Sebenarnya, laporan dari Amerika, bahwa efek dari pupuk organik sebesar

    14 ton setahun tiap unit area selama 8 tahun akan tetap ada walaupun setelah 40

    tahun dari pengaplikasikan pupuk terakhir; produk pertanian organik masih

    dipandang mahal; para petani enggan menggunakan pupuk organik secara

    keseluruhan karena pupuk kompos menyebabkan banyak tumbuh gulma.

    Banyak penelitian yang sudah membuktikan manfaat pertanian organik,

    baik dilihat dari aspek ekonomi, ekologi, maupun sosial budaya. Praktik pertanian

    organik dinyatakan oleh banyak kalangan mampu menjamin keberlanjutan

    ekonomi, ekologi, dan keadilan sosial. Namun, ironisnya praktik pertanian

    organik di Indonesia belum berkembang cukup pesat yang terlihat dari data-data

    statistik tentang luas lahan pertanian organik dan jumlah produsen pertanian

    organik yang relatif sangat rendah dibandingkan negara-negara lain. Padahal,

    Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk