Senyawa Hidrokarbon Jenuh

  • View
    745

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Kelompok 1 Yetti Pebriani (H12111001) Zaenal (H12111002) Herianti (H12111003) Wahdaniah (H12111004) Syafaruddin (H121110005) Ashar (H12111006)

Hidrokarbon

Alifatik

Aromatik

Alisiklik

Jenuh

Tdk Jenuh

Jenuh

Tdk Jenuh

Alkana

Alkena

Alkuna

Sikloalkana

Sikloalkena

Hidrokarbon (terdiri dari atom C dan atom H) Berdasarkan bentuk rantai karbonnya:

alifatik yaitu senyawa hidrokarbon dengan rantai terbuka jenuh (ikatan tunggal) maupun tidak jenuh (ikatan rangkap). Hidrokarbon alisiklik yaitu senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar / tertutup (cincin). Hidrokarbon aromatik yaitu senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin) yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selangseling / bergantian (konjugasi). Hidrokarbon

Berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya

Hidrokarbon jenuh yaitu senyawa hidrokarbon yang

ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal (alkana). Hidrokarbon tak jenuh yaitu senyawa hidrokarbon yang memiliki 1 ikatan rangkap dua (alkena) atau lebih dari 1 ikatan rangkap dua (alkadiena), atau ikatan rangkap tiga (alkuna).

Alkana adalah hidrokarbon alifatik jenuh yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal yang diturunkan dari metana. Rumus umum alkana yaitu : CnH2n+2 ; n = jumlah atom C

Berdasarkan aturan dari IUPAC ( nama sistematis ) : 1. Nama alkana bercabang terdiri dari 2 bagian : Bagian pertama (di bagian depan) merupakan nama cabang Bagian kedua (di bagian belakang) merupakan nama rantai induk 2. Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. Jika terdapat 2 atau lebih rantai terpanjang, maka harus dipilih yang mempunyai cabang terbanyak. 3. Rantai induk diberi nama alkana sesuai dengan panjang rantai

4. Cabang

diberi nama alkil yaitu nama alkana yang sesuai, tetapi dengan mengganti akhiran ana menjadi il. Gugus alkil mempunyai rumus umum : CnH2n+1 dan dilambangkan dengan R

5. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Untuk itu rantai induk perlu dinomori. Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk sedemikian rupa sehingga posisi cabang mendapat nomor terkecil. 6. Jika terdapat 2 atau lebih cabang sejenis, harus dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta dst. 7. Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai dengan urutan abjad dari nama cabang tersebut. Awalan normal, sekunder dan tersier diabaikan. Jadi n-butil, sek-butil dan ters-butil dianggap berawalan b-. Awalan iso- tidak diabaikan. Jadi isopropil berawal dengan huruf i- . Awalan normal, sekunder dan tersier harus ditulis dengan huruf cetak miring. 8. Jika penomoran ekivalen (sama) dari kedua ujung rantai induk, maka harus dipilih sehingga cabang yang harus ditulis terlebih dahulu mendapat nomor terkecil.

Berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas, penamaan alkana bercabang dapat dilakukan dengan 3 langkah sebagai berikut : Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang terbanyak. Penomoran, dimulai dari salah 1 ujung sehingga cabang mendapat nomor terkecil. Penulisan nama, dimulai dengan nama cabang sesuai urutan abjad, kemudian diakhiri dengan nama rantai induk. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Antara angka dengan angka dipisahkan dengan

tanda koma (,) antara angka dengan huruf dipisahkan dengan tanda jeda (-).

Menurut aturan nomor 2, rantai C terpanjang 5, jadi nama alkananya

PENTANA dan diletakkan dibelakang (aturan nomor 1). Cabangnya adalah METIL dan diletakkan didepan (aturan nomor 2) Kerena posisi cabang mendapat nomor terkecil maka cabang metil mendapat nomer 1. Jadi nama dari struktur diatas adalah Metil Pentana

Isomer Senyawa Alkana 1. Tergolong keisomeran struktur yaitu perbedaan kerangka atom karbonnya. Makin panjang rantai karbonnya, makin banyak pula kemungkinan isomernya. 2. Pertambahan jumlah isomer ini tidak ada aturannya. Perlu diketahui juga bahwa tidak berarti semua kemungkinan isomer itu ada pada kenyataannya. Misalnya

: dapat dibuat 18 kemungkinan isomer dari C8H18, tetapi tidak berarti ada 18 senyawa dengan rumus molekul C8H18.3.

Cara sistematis untuk mencari jumlah kemungkinan isomer pada alkana :

Mulailah dengan isomer rantai lurus. Kurangi rantai induknya dengan 1 atom C dan jadikan cabang (metil). Tempatkan cabang itu mulai dari atom C nomor 2, kemudian ke nomor 3

dst, hingga semua kemungkinan habis. Selanjutnya, kurangi lagi rantai induknya. Kini 2 atom C dijadikan cabang, yaitu sebagai dimetil atau etil.

Alkana merupakan senyawa non-polar, oleh karena itu tidak dapat bercampur dengan air. Berat jenis Alkana pada umumnya lebih rendah dari pada air sehingga bila dicampur dengan air akan membentuk larutan berlapis dan alkana selalu terapung dinagian atas dan air bagian bawah. Alkana rantai terpendek seperti Metana, Etana, Propana merupakan komponen utama gas alam. Demikian juga dengan minyak bumi cair merupakan campuran yang didominasi oleh alkana. Titik didih alkana menaik sesuai dengan pertambahan panjang rantai karbonnya. Hal ini menjadi dasar pemisahan fraksi minyak bumi melalaui teknik penyulingan.

Berkaitan dengan reaksi kimia. Reaksi-reaksi pada Alkana 1. Alkana tergolong zat yang sukar bereaksi sehingga disebut parafin yang artinya afinitas kecil. Reaksi terpenting dari alkana adalah reaksi pembakaran, substitusi dan perengkahan (cracking). Penjelasan : Pembakaran Pembakaran sempurna alkana menghasilkan gas CO2 dan H2O (uap air), sedangkan pembakaran tidak sempurna menghasilkan gas CO dan uap air, atau jelaga (partikel karbon).

2. Substitusi atau pergantian Atom H dari alkana dapat digantikan oleh atom lain, khususnya golongan halogen. Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi. Salah satu reaksi substitusi terpenting dari alkana adalah halogenasi yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen, khususnya klorin (klorinasi). Klorinasi dapat terjadi jika alkana direaksikan dengan klorin.

3. Perengkahan atau cracking Perengkahan adalah pemutusan rantai karbon menjadi potongan-potongan yang lebih pendek. Perengkahan dapat terjadi bila alkana dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen. Reaksi ini juga dapat dipakai untuk membuat alkena dari alkana. Selain itu juga dapat digunakan untuk membuat gas hidrogen dari alkana.

Alkana adalah komponen utama dari gas alam dan minyakbumi. Kegunaan alkana, sebagai : Bahan bakar Pelarut Sumber hidrogen Pelumas Bahan baku untuk senyawa organik lain Bahan baku industri