STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN TEMBURUN DI KABUPATEN KEPULAUAN

  • View
    223

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN TEMBURUN DI KABUPATEN...

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN

TEMBURUN DI KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS

Maisarah Mahasiswa Administrasi Publik, FISIP UMRAH

sarahmae694@gmail.com

Dr. Adji Suradji Muhammad S. Sos., M.Si, Dosen Administrasi Publik,

FISIP UMRAH

Imam Yudhi Prastya, S. IP., M.PA, Dosen Administrasi Publik, FISIP

UMRAH

A B S T R A K

Pembangunan kepariwisataan pada hakikat merupakan upaya untuk

mengembangkan dan memanfaatkan obyek dan daya tarik wisata yang

terwujud, antara lain dalam bentuk kekayaan alam yang indah, keragaman

flora dan fauna, tradisi dan seni budaya. Salah satunya Air Terjun Temburun

yang berada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Pada kawasan Air Terjun

Temburun ini terdapat prasarana bangunan yang sudah tidak terawat dan

sampah bertebaran dimana-mana membuat pemandangan yang berada di

kawasan Air Terjun Temburun sangat tidak elok dipandang, tidak adanya

tempat makan yang layak bagi pengunjung untuk menikmati keindahan Air

Terjun Temburun. Hal ini tentunya menjadi permasalahan yang harus

dibenahi, pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas harus mampu

membuat strategi agar pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas banyak

dikunjungi wisatawan. Maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini

adalah untuk mengetahui strategi pengembangan obyek wisata Air Terjun

Temburun di Kabupaten Kepulauan Anambas. Informan dalam penelitian

ini ada 7 informan. Analisis data yang peneliti gunakan untuk mengalisis

data-data yang didapati dari penelitian ini yakni menggunakan analisis

deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini, disamping itu

dikemukakan juga saran-saran yang menurut peneliti dapat berguna untuk

Strategi Pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Temburun di Kabupaten

Kepulauan Anambas. Kesimpulan dari penelitian ini yakni : Secara

keseluruhan strategi yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Kabupaten Kepulauan Anambas belum maksimal. Maka dari itu diperlukan

pengelolaan obyek wisata yang baik, agar fasilitas dan aksesibilitas dapat

digunakan secara efektif.

Kata Kunci : Strategi, Pengembangan, Obyek Wisata

mailto:sarahmae694@gmail.com

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN

TEMBURUN DI KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS

Maisarah Mahasiswa Administrasi Publik, FISIP UMRAH

sarahmae571@gmail.com

Dr. Adji Suradji Muhammad S. Sos., M.Si, Dosen Administrasi Publik,

FISIP UMRAH

Imam Yudhi Prastya, S. IP., M.PA, Dosen Administrasi Publik, FISIP

UMRAH

A B S T R AC T

The development of tourism on the essence is an effort to develop and

utilize the objects and attractions that meterialize, among others in the form

of beautiful natural wealth, diversity of flora and fauna, traditions and

cultural arts. One of them is Temburun Waterfall located in Kabupaten

Kepulauan Anambas. In this Temburun Waterfall area there is a building

infrasstructure that is not maintained and garbage scattered everywhere

making the scenery that is located in the Temburun Waterfall is not very

looking, the absence of a decent eating place for visitors to enjoy the beauty

of Temburun Waterfall. This is certainly a problem that must be addressed,

the goverment of Kabupaten Kepulauan Anambas should be able to make

strategies for tourism in Kabupaten Kepulauan Anambas visited by many

tourists. So the goal to be achieved from this research is to know the strategy

of development of Temburun Waterfall object in Kabupaten Kepulauan

Anambas. Informants in this study there are 7 informants. Analysis of data

that researchers use to analyze the data obtained from this research that is

using qualitative descriptive analysis. The conclusion of this research,

besides that also presented suggestions that according to the researcher can

be useful for Strategy Development of Temburun Waterfall Tourism Object in

Kabupaten Kepulauan Anambas. The conclusion of this study is : As a whole,

the strategy carried out by the tourism and culture departement of the

Kabupaten Kepulauan Anambas has not been maximized. Therefore it is

necessary to manage good tourism objects, so that facilities and accessibility

can be used effectively.

Keywords : Strategy, Development, Tourism Object

mailto:sarahmae571@gmail.com

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Pariwisata merupakan salah satu hal yang menjadi andalan dan

prioritas pengembangan bagi suatu daerah. Dengan adanya pariwisata, suatu

daerah atau lebih khusus lagi pemerintah daerah tempat obyek wisata itu

berada mendapat pemasukan dari pendapatan setiap obyek wisata.

Berkembangnya sektor pariwisata di suatu daerah akan menarik sektor lain

untuk berkembang pula karena produk-produknya diperlukan untuk

menunjang industri pariwisata, seperti sektor pertanian, peternakan,

perkebunan, kerajinan rakyat, peningkatan kesempatan kerja, dan lain

sebagainya. Mata rantai kegiatan yang terkait dengan industri pariwisata

tersebut mampu menghasilkan devisa dan dapat pula digunakan sebagai

sarana untuk menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka

pengangguran dan meningkatkan angka kesempatan kerja.

Pengembangan dan pendayagunaan pariwisata secara optimal mampu

meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempertimbangkan hal tersebut maka

penanganan yang baik sangat diperlukan dalam upaya pengembangan obyek-

obyek wisata di Indonesia. Para pelaku pariwisata mulai melakukan tindakan

pengembangan dengan penelitian, observasi terhadap obyek-obyek wisata di

Indonesia. Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui potensi dan

permasalahan yang ada pada setiap obyek untuk kemudian mencari solusinya.

Langkah lainnya adalah promosi dengan media cetak, elektronik, maupun

multimedia agar masyarakat juga mengetahui akan keberadaan obyek-obyek

tersebut dan turut berpartisipasi dalam pengembangannya. Pariwisata di

Indonesia pada dasawarsa ini mulai menunjukkan perkembangan dan

pertumbuhan menjadi sebuah industri yang berdiri sendiri. Namun yang masih

harus diperhatikan bersama bahwa sampai sejauh ini kesadaran dan pengertian

tentang pariwisata belum sampai menyentuh masyarakat secara umum.

Dalam hal ini para masyarakat kepariwisataan yang menyadari

besarnya potensi kepariwisataan di daerah berusaha menggali,

mengembangkan serta membangun aset obyek dan daya tarik wisata, yang

merupakan modal awal untuk bangkitnya kegiatan pariwisata. Keputusan ini

harus ditindak lanjuti dengan memikirkan dan mengusahakan serta

membenahi potensi obyek dan daya tarik wisata. Pengembangan sektor

pariwisata hakekatnya merupakan interaksi antara proses sosial, ekonomi, dan

industri. Oleh karena itu, unsur-unsur yang terlibat di dalam proses tersebut

mempunyai fungsi masing-masing. Peran masyarakat diharapkan mempunyai

andil yang sangat besar dalam proses ini. Untuk itu masyarakat ditempatkan

pada posisi memiliki, mengelola, merencanakan dan memutuskan tentang

program yang melibatkan kesejahteraannya.

Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki potensi di sektor pariwisata.

Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki peninggalan sejarah yang sangat

menarik untuk dikunjungi. Tidak heran jika pemerintah kabupaten setempat

sangat menaruh perhatian terhadap pariwisata. Pembangunan kepariwisataan

pada hakikat merupakan upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan

obyek dan daya tarik wisata yang terwujud antara lain dalam bentuk kekayaan

alam yang indah, keragaman flora dan fauna, tradisi dan seni budaya, dan

peninggalan purbakala.

Air Terjun Temburun yang terletak di desa Temburun, Kecamatan

Siantan Selatan dapat ditempuh kendaraan dengan waktu lebih kurang satu

jam dari Tarempa dan melewati jalan menanjak dan berkelok-kelok. Air

Terjun Temburun jatuh dari ketinggian 250 meter dari puncak gunung. Airnya

sangat jernih, lagipula panorama alam disekitar kawasan itu terdiri dari

pegunungan dan banyak ditumbuhi pepohonan membuat hawa di daerah itu

semakin sejuk dan dingin. Di dalam kawasan hutan banyak terdapat satwa liar

seperti kera juga burung, dimana kicauan burung bnayak menghiasi kawasan

Air Terjun Temburun.

Dari observasi awal yang dilakukan oleh penulis setelah memasuki

gerbang obyek wisata Air Terjun Temburun, terdapat tangga-tangga kecil

yang dilewati pengunjung untuk mencapai kawasan Air Terjun Temburun,

dan setelah melewati tangga-tangga kecil juga harus melewati bebatuan yang

licin sehingga pengunjung harus berhati-hati melewati bebatuan tersebut.

Keindahan alam yang juga tidak terawat pada kawasan tersebut seperti

prasarana bangunan yang sudah tidak terawat dan sampah bertebaran dimana-

mana membuat pemandangan yang berada di kawasan Air Terjun Temburun

sangat tidak elok dipandang, tidak adanya tempat makan yang layak bagi

pengunjung untuk menikmati keindahan Air Terjun Temburun, melihat

permasalahan yang ada membuat ketertarikan pengunjung sangat kurang

untuk berwisata ke Air Terjun Temburun karena keamanan dan kenyamanan

bagi pengunjung.