Tanaman Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume), Center of Origin, dan Penyebarannya

  • View
    62

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tanaman Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume), Center of Origin, dan Penyebarannya

Transcript

  • Tanaman Iles-Iles(Amorphophallus muelleri Blume)

  • PENDAHULUANIles-iles (Amorphophallus muelleri Blume; sin. A. blumei Scott.) Engler; sin. A. oncophyllus Prain) termasuk famili Araceae, merupakan jenis tanaman umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Selain mudah didapatkan, tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat dan indeks panen tinggi.

  • KLASIFIKASISecara taksonomi, tanaman iles-iles mempunyai klasifikasi botani sebagai berikut:Divisio : AnthophytaPhylum : AngiospermaeKlas : MonocotyledoneaeFamili : AraceaeGenus : AmorphophallusSpecies : Amorphophallus oncopphyllus PrainAmorphophallus muelleri Blume (Schott) engl.

  • CENTRE ORIGINJenis iles-iles diperkirakan mencapai lebih dari 170 jenis di seluruh dunia. Iles-iles merupakan tanaman daerah tropis yang dapat tumbuh di bawah naungan. Iles-iles tumbuh optimum jika diberi naungan sebesar 50- 60%. Iles-iles mempunyai dua siklus hidup, yaitu siklus vegetatif dan siklus generatif (Jansen et a., 1996). Indonesia adalah the center of origin iles- iles. Iles- iles banyak tersebar di wilayah Jawa, Kalimantan, dan Sumatra dengan ketinggian antara 0-900 meter diatas permukaan laut (Sugiyamana dan Santosa, 2008).

  • PENYEBARANSecara umum, penyebaran iles-iles adalah dari Kepulauan Andaman melalui Myanmar, ke arah menuju Thailand, terus menyebar ke Sumatera, Jawa, Flores, dan Timor (Hetterscheid & Ittenbach, 1996).

  • Ditinjau dari sistem perkembangbiakan :Perkembangbiakan iles-iles dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Secara umum perkembangbiakan iles-iles dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu antara lain:a. Perkembangbiakan dengan katakDalam 1 kg katak berisi sekitar 100 butir katak. Katak ini pada masa panen dikumpulkan kemudian disimpan sehingga bila memasuki musim hujan bisa langsung ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

  • b. Perkembangbiakan dengan biji/buahTanaman Porang pada setiap kurun waktu empat tahun akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi buah atau biji. Dalam satu tongkol buah bisa menghasilkan biji sampai 250 butir yang dapat digunakan sebagai bibit iles-iles dengan cara disemaikan terlebih dahulu.

  • c. Perkembangbiakan dengan umbiDengan umbi yang kecil, ini diperoleh dari hasil pengurangan tanaman yang sudah terlalu rapat sehingga perlu untuk dikurangi. Hasil pengurangan ini dikumpulkan yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai bibit. Dengan umbi yang besar, ini dilakukan dengan cara umbi yang besar tersebut dipecah-pecah sesuai dengan selera selanjutnya ditanam pada lahan yang telah di siapkan. ( Biro Pembinaan dan Konservasi SDH Perhutani).

  • SYARAT TUMBUH1. Keadaan iklimIntensitas cahaya 60 70%Ketinggian 0 700 m dpl. Namun yang paling bagus pada daerah dengan ketinggian 100 600 m dpl.2. Keadaan tanahDibutuhkan tanah yang gembur/subur dan tidak becek.Tanah dengan tekstur lempung berpasir dan bersih dari alang-alang.Derajat keasaman tanah ideal antara pH 6 7.3. Kondisi lingkunganNaungan yang ideal: Jati, Mahoni Sono, dan lain-lain.Tingkat kerapatan naungan minimal 40% maksimal 60%. Semakin rapat semakin baik.