tugas presentasi tik kelompok netty

Embed Size (px)

Text of tugas presentasi tik kelompok netty

netty

alfonsus

Team Kerja Presentasi Geografi Mata Pelajaran TIK

Pengertian Perkembangan muka bumi

Perkembangan muka bumi dalam kurun waktu

Macam-macam tenaga endogen

Lapisan Bumi

Macam-macam tenaga eksogen

y

Permukaan bumi yang kita tempati ini mempunyai variasi yang begitu lengkap seperti adanya lereng, lembah, bukit, daerah datar , dan sebagainya ,dengan ketinggian yang ber aneka ragam pula yang sudah kita kenal sebagai relief. Relief ini terbentuk oleh gaya gaya yang datang dari dalam bumi (Endogen) dan dari luar bumi (Eksogen) yang disebut tenaga geologi.

TENAGA ENDOGEN

y

y

Geologi adalah pengetahuan alam yang mempelajari segala gejala yang terdapat dimuka bumi dan didalam bumi. Tenaga endogen dengan arah vertikal mengakibatkan tonjolan permukaan bumi berupa kubah (domes), sedangkan tenaga endogen yang arahnya lateral atau horizontal mengakibatkan lipatan lipatan dibumi, retakan - retakan bahkan patahan (fault). Secara umum, endogen dapat dibedakan atas tenaga tektonik, tenaga vulkanik, dan gempa. ketiga tenaga tersebut merupakan suatu rangkaian proses yang terjadi pada kulit bumi (litosfer) yang dapat diterangkan oleh suatu teori tentang dinamika bumi yang saat ini tengah berkembang dengan pesat, yaitu Teori Tektonik Lempeng.

TENAGA GEOLOGI

Menurut Haartman yang dimaksud dengan tektonisme adalah dislokasi yang terjadi pada batuan didalam bumi. Dislokasi adalah perubahan posisi atau letak dari komplek batuan, baikyang mengakibatkan putusnya hubungan antarbatuan atau tidak. Tektonisme terbagi dalam 2 hal yaitu : Gerak Epirogenetik dan Gerak Orogenetik. y A. Epirogenesa adalah pergeseran kulit bumi yang berlangsung dalam waktu yang lama, gerakannya lambat, dan meliputi daerah yang luas. y Epirogenesa ada 2 macam : y Epirogenesa positif adalah gerakan yang ditimbulkannya menuju kedalam bumi/penurunan .penyebabnya adalah tambahan beban, misalnya adanya sedimen yang sangat tebal didaerah geosinklinal, karena tertutup glasial yang sangat tebal dan sebagainya, sehingga lautan seakan akan naik. y Epirogenesa negatif adalah jika gerakan yang ditimbulkan menuju keluar atau keatas, biasanya berupa pengangkatan. Penyebabnya adalah pengurangan beban lapisan kerak bumi, misalkan lapisan es mencair sehingga laut seakan akan turun. Contoh : Pantai Stockholm, naik rata-rata 1 m/100 tahun. y B. Orogenesa adalah gerakan pergeseran lapisan kulit bumi dengan arah vertikal (domes = gunung) dan horizontal dengan gerakannya relatif cepat pada wilayah yang sempit. Gerakan ini menghasilkan gunung, patahan, dan lipatan.

1.tektonisme

Vulkanisme adalah proses pembentukan gunung berapi yang menyusup kelapisan yang lebih atas atau sampai kepermukaan bumi.

2.vulkanisme

Magma dapat diartikan sebagai bahan bahan silikat pijar yang terdiri atas bahan padat, cairan, dan gas yang berbeda didalam lapisan kulit bumi. Gas gas yang terkandung didalam magma antara lain: uap air, oksida belerang, gas hidrokarbon, oksida nitrogen, dan asam sulfat.Ada 3 macam magma berdasarkan susunan mineral yang dikandungnya,yaitu : a) magma asam (granitis) adalah magma yang banyak mengandung kuarsa (SiO2) dan berwarna terang. b) magma basa (basaltis) adalah magma yang banyak mengandung besi dan magnesium dan berwarna gelap. c) magma pertengahan (andesit) adalah magma yang mengandung kuarsa, besi dan magnesium seimbang dan berwana kelabu gelap.

A. Magma

Intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma diantara lapisan batuan (magma tidak sampai ke permukaan bumi)

B.Intrusi magma

Ada kalanya magma itu dapat mencapai permukaan bumi. Hal itu disebut ekstrusi atau erupsi. Hal ini bisa terjadi didaratan maupun di dasar laut. Ekstrusi magma itu akan melahirkan gunung api.Dilihat dari bentuknya, ekstrusi magma ada 3, yaitu : * Ekstrusi sentral. Magma keluar dari saluran magma (pipa kawah). * Ekstrusi linier. Magma keluar melalui celah-celah retakan atau patahan dan akan membentuk deretan gunung api. Misalnya Gunung Api Laki atau Laki Spleet di Eslandia. * Ekstrusi areal. Magma terletak dekat dengan permukaan bumi, sehingga magma keluar dibeberapa tempat pada suatu areal tertentu. Misalnya di Yellow Stone National Park (Amerika Serikat) yang luasnya mencapai 10.000 km2.

C.Ekstrusi magma (erupsi) (erupsi)

Erupsi eksplosif (letusan)Tenaga gas sangat besar dan terletak sumber magma sangat dalam, sehingga terjadi ledakan yang dasyat. Gunung api yang terbentuk adalah jenis gunung api maar. Contohnya : Gunung Eiffel- Prancis . Erupsi Efusif (lelehan) Tekanan gas magma lemah dan letak sumber magma tidak dalam, sehingga tidak terjadi ledakan yang kuat. Jenis gunung api yang terbentuk adalah gunung api tameng. Contohnya : Gunung Maona Loa dan Maona Kea di Hawaii. Erupsi campuran Erupsi eksplosif diselingi dengan erupsi effusif. Dengan demikian, lerengnya berlapis lapis, yang terdiri bermacam macam batuan. Jenis gunung yang terbentuk adalah gunung api strato.

D. Macam macam erupsi gunung api

* Gunung api perisai (tameng) Erupsi bersifat efusif, bahan yang dikeluarkan hanya berwujud cair. * Gunung api maar Erusinya bersifat eksplosif. Bahan yang dikeluarkan relatif sedikit, karena sumber magma dangkal dan sempit. Gunung ini tak ubahnya seperti cekungan dengan tanggul disekitarnya. Tak mustahil gunung ini akan berubah menjadi danau. Contohnya : Danau Klakah di Lereng Gunung Lamongan dan Danau Eiffel di Perancis. * Gunung api strato. Gunung ini terjadi karena erupsi yang bersifat campuran. Gunung ini paling banyak didunia, terutama di Indonesia

E. Berdasarkan sifat erupsi dan bahan yang dikeluarkan, dikenal 3 macam dikeluarkan, bentuk gunung api sentral, yakni : sentral,

y

y y

y

Gempa bumi merupakan salah satu proses endogenetik yang turut mempengaruhi pembentukan bentangan alam dipermukaan bumi. Gempa artinya getaran dipermukaan bumi. Menurut Katili, Gempa bumi adalah suatu sentakan asli yang terjadi dibumi, bersumber dari dalam bumi yang kemudian merambat kepermukaan. Alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa disebut seismograf.

3. Gempa Bumi (seisme) seisme)

Selain aktivitas tektonik, gempa juga bisa ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik atau gunung api. Seperti diketahui gempa-gempa tektonik diBusur Sunda atau jajaran kepulauan 2 busur selatan Indonesia amat ditentukan oleh proses subduksi Lempeng Indo-Australia yang masih terus mendesak dan menghujam Lempeng Eurasia. Jajaran kepulauan ini terhampar diujung lempeng Eurasia yang menyerupai busur. Pada busur inilah kenyataannya gunung api itu juga berderet. Sedangkan di Sumatra hingga Laut Banda, secara keseluruhan panjang sabuk gunung api di Indonesia mencapai 3.000 km. khususnya untuk gunung api disekitar Banda, aktivitas cenderung bertalian dengan subduksi atau penunjaman lempeng Pasifik terhadap Eurasia. Sementara beberapa gunung api lain berada dibawah pengaruh lempeng Sangihe dan lempeng Halmahera. Belakangan ini, karena terus didesak oleh lempeng Halmahera, lempeng kecil ini kemudian masuk dan dimakan lapisan astenosfer. Aktivitas tersebut berkaitan dengan proses subduksi (subduction zone) atau penunjamanlempeng.

a. Faktor penyebab gempa di Indonesia

1) Gempa berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi beberapa macam : * Terjadi akibat batu-batu raksasa disisi gunung runtuh atau akibat gua-gua besar runtuh. Radius gempa tidak begitu besar dan disebut gempa terban. * Gempa bumi vulkanik (vulkanik earthquake), terjadi akibat aktivitas gunung api. Radius gempa agak lebih luas. * Gempa bumi tektonik (tectonic eartquake) Terjadi akibat proses tektonik didalam litosfer, berupa pergeseran lapisan batuan atau terjadi dislokasi. Gempa ini adalah gempa terkuat dengan daerah yang sangat luas. 2) Gempa berdasarkan kedalaman hiposentrumnya (sumber magma) * Gempa dangkal: < 100 km dibawah permukaan laut. * Gempa menengah: 100 300 km dibawah pemukaan laut. * Gempa dalam: > 300 km dibawah permukaan laut.

b. Klasifikasi gempa

3) Gempa berdasarkan jarak episentrumnya adalah titik atau garis dipermukaan bumi atau dipermukaan laut sebagai tempat gelombang gempa yang mulai dirambatkan * Gempa setempat: < 10.000 km. * Gempa jauh: sekitar 10.000 km. * Gempa sangat jauh: > 10.000 km. 4) Gempa berdasarkan bentuk episentrumnya * Gempa linear: episentrum gempa ini berbentuk garis gempa patahan. * Gempa sentral: episentrumnya berbentuk titik gempa runtuhan dan vulkanik. 5) Gempa berdasarkan letak episentrumnya * Gempa laut: episentrumnya didasar laut dan hiposentrumnya didasar laut. * Gempa darat: episentrumnya didaratan

1) metode homoseista Homoseista adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat tempat yang mengalami/mencatat gelombang primer pada waktu yang sama. 2) Metode episentral Dengan menggunakan metode ini kita harus menggunakan : Rumus Laska: J = {(S P)} x 1megameter keterangan: J = Jarak episentrum dari pencatat gempa. S= Waktu yang menunjukkan pukul berapa gelombang sekunder tercatat distasiun itu. P= Waktu yang menunjukkan pukul berapa gelombang primer tercatat distasiun itu. 1= 1 menit (konstanta). 1 megameter = 1.000 km 3) Jika diketahui 3 stasiun, dapat ditentukan dimana letak pusat gempa itu.

c. Cara menentukan letak episentrumnya

Untuk mengetahui intensitas kekuatan gempa kita dapat menggunakan skala intensitas gempa. Skala yang biasa digunakan adalah : 1) Richter Magnitude Scale (skala magnitude menurut Charles richter). 2) Modified Mercalli Intensity (skala intensitas menurut Guiseppe mercalli) 3) Rossi and Forrel Intensity scale. 4) Beno Gutenberg. 5) Skala b dan c sudah dimodifikasi oleh H.O.Wood dan Frank Neumann.

d. Intensitas kekuatan gempa

y

Efek destruktif gempa pada dasarnya ditimbulkanoleh serangan gelombang P (primary) dan gelombang S (