Udara Tekan

  • View
    35

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

utilitas udara tekan

Transcript

UDARA TEKAN

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 5Dwi Permara Wisuda21030113120068Dyah Ayu Puspita W.21030113140155Farouk Abdillah21030112130042Kumara Haekal Hafidz21030113130173Refa Putri Ramadhani21030113130135Willbram Magihut Agafe21030113140117William Wicaksono D.21030113140194

JURUSAN TEKNIK KIMIAUNIVERSITAS DIPOEGORO2015KATA PENGANTARPuji syukur di panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya jualah kami dapat menyelesaikan makalah UTILITAS tentang Udara tekan.Dalam menyelesaikan makalah ini penulis banyak sekali mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan terutama kepada Dosen Pengampu mata kuliah ini yaitu Ir Slamet Priyanto, MS.Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin namun kamipun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami mengucapkan mohon maaf apabila dalam penyelesaian tugas ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca sekalian demi perbaikan di masa yang akan datang. Berharap semoga makalah ini dapat berguna bagi segenap mahasiswa/ mahasiswi Teknik Kimia Universitas Diponegoro pada umumnya.

Semarang, 11 November 2015

Penyusun,

DAFTAR ISI

Kata PengantariDaftar IsiiiBAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang11.2 Rumusan Masalah11.3 Tujuan2BAB II ISI 2.1 Udara Tekan4a) Definisi 4b) Sistem Udara tekan6c) Komponen utama sistem udara tekan7d) Aplikasi sistem udara tekan9BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan13Daftar Pustaka

15

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPerkembangan sains dan teknologi yang begitu cepat seiring dengan tuntutan akan kebutuhan hidup manusia yang lebih baik. Kebutuhan manusia terhadap sumber daya alam sebagai sumber energi perlu dikelola dengan baik dan harus memperhatikan kondisi lingkungan dan kelestarian alam.Sumber energi tersebut disamping sebagai kebutuhan manusia secara langsung juga merupakan kebutuhan untuk kegiatan industri (pabrik), misalnya udara. Udara merupakan sumber kehidupan utama bagi manusia, disamping untuk kebutuhan dikomsumsi langsung, juga untuk: pengecatan, penggerak bor gigi, pompa lift udara dan kebutuhan lainnya. Udara dalam industri biasanya digunakan untuk udara tekan dan instrumen, dimana kedua udara ini digunakan tergantung dari karakteristik dan kegunaan masing-masing udara. Pemilihan jenis udara yang digunakan didasarkan pada alat yang digunakan. Seperti kompressor yang memakai udara tekan. Kompressor ini bertujuan sebagai alat mengalirkan udara, menaikkan dan menurunkan tekanan. Kompressor dalam pemanfaatannya memerlukan suatu bentuk yang sederhana dan sistem yang mudah dioperasikan dengan efisiensi yang lebih tinggi dan dapat menghasilkan kapasitas sebesar-besarnya. Banyaknya kendala yang biasa ditemukan dalam sistem pengoperasian kompressor, maka sangat bijaksana jika masalah tersebut jika kita mempelajari sistem udara tekan untuk mencegah kerusakan dan mengoptimalkan efesiensi alat.

1.2 Rumusan Masalah1. Pengertian dan sistem udara tekan 2. Aplikasi dan pemakaian udara tekan3. Peralatan yang mendukung udara tekan

1.3 Tujuan 1. Mahasiswa diharapkan dapat memahami sistem udara tekan dan cara pembuatan udara instrument.2. Mahasiwa diharapkan dapat mengetahui aplikasi dan pemakaian udara tekan dan udara instrumen .3. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui peralatan-peralatan berhubungan dengan udara tekan dan udara instrument.

BAB IIUDARA TEKAN DAN UDARA INSTRUMENT

II.1. Udara Tekana. Defenisi Udara TekanCompressed air, dalam bahasa Indonesia yang menggunakan terminologi: udara tekan atau bisa juga udara bertekanan dibandingkan istilah angin, adalah salah satu cara untuk mengkonversi energi dengan cara memampatkan udara sekitar untuk berbagai keperluan manusia(Chem-is-try, 2011). Paling sederhana dan mudah ditemui sehari-hari adalah digunakan untuk mengisi ban kendaraan.Selain itu, masih banyak aplikasi lainnya yang menggunakan udara tekan.Masih ingat aplikasi spray?Yaitu udara tekan digunakan untuk menyemprotkan anti serangga pun juga untuk pengecatan/airbrush. Contoh dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dari gambar berikut, balon akan mengembang karena berisi udara tekan. Pada saat ujung balon dibuka, maka balon akan bergerak melawan arah keluarnya udara tekan ke udara bebas. Konsep dasar udara tekan dijelaskan dalam gambar berikut :

(sumber : www.chemistry.org)Sebagai salah satu cara mengkonversi energi, aplikasi udara tekan ini banyak digunakan di industri. 90% industri menggunakan udara tekan untuk berbagai keperluan. Mulai dari udara proses, misalkan pada industri pemisahan gas (separation gases) serta industri fermentasi sebagaimana pada industri MSG. Udara tekan sebagian besar juga digunakan untuk udara instrumentasi yaitu pada industri yang sudah menerapkan otomatisasi dengan menggunakan peralatan pneumatik. Pada industri rokok misalnya, saat sebuah pabrik memutuskan berpindah dari industri sigaret kretek tangan (SKT) menjadi industri sigaret kretek mesin (SKM), maka kehadiran buruh-buruh trampil penggulung rokok digantikan dengan kehadiran mesin penggulung rokok yang menggunakan kompresor. Demikian halnya di industri packing, pengisian botol, percetakan, tekstil, pulp & paper, dan lain sebagainya. Udara tekan digunakan seiring terpinggirkannya kerja manual beratasnamakan produktivitas dan efisiensi. Sebagai udara instrumentasi, udara tekan juga digunakan untuk membuka katup pada daerah yang berbahaya jika dioperasikan langsung oleh manusia, misalkan karena berdekatan dengan panas, berkaitan dengan bahan kimia berbahaya dan tegangan listrik tinggi. Udara tekan juga digunakan untuk memindahkan partikel padat dari satu tempat ke tempat yang lain. Misalkan untuk memindahkan semen, tepung, batubara ataupun pasir. Dengan pemindahan cara ini, partikel yang dipindahkan bisa dalam jumlah besar dan waktu singkat, tetapi memerlukan saluran tersendiri agar partikel padat tersebut tidak kemana-mana. Pada penggunaan tools, misalnya impact, hammer, ratchet, winch, ada yang menggunakan udara tekan untuk memudahkan kerja manusia. Penggunaan udara tekan memungkinkan lebih kecilnya daya yang dikeluarkan manusia juga mempersingkat waktu pengerjaan. Misalkan saja pada balapan Formula 1, saat mengganti ban yang diperlukan secepat-cepatnya karena dihitung sebagai bagian balapan, tool yang digunakan bukan lagi manual, melainkan tool yang sudah digerakkan oleh listrik bersumber dari baterai. Sumber penggerak tool tersebut selain listrik dapat menggunakan udara tekan.Umumnya, sumber penggerak udara tekan, yang disebut juga dengan air tool, digunakan pada daerah operasi yang rawan percikan api. Alasan safety inilah yang menyebabkan air tool mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan electrical tool. Alasan kedua adalah masalah efisiensi. Karena penggunaan air tool lebih murah dibandingkan listrik yang terpakai untuk electrical tool. Di Indonesia, penggunaan udara tekan sebagai air tool masih sebatas industri-industri tertentu. Sedangkan di bengkel-bengkel, masih banyak yang menggunakan handtool. Kehadiran compressor di bengkel-bengkel tersebut baru sebatas untuk mengisi ban dan bersih-bersih (general services). Alasan safety dan ekonomis sebagaimana disampaikan di atas, juga menyebabkan udara tekan juga digunakan pada diaghpram pump dan air motor. Kedua peralatan tersebut sering digunakan pada area yang rawan percikan api. Di dunia konstruksi baja, baik gedung-gedung, industri manufakturing, serta galangan kapal, umumnya juga menggunakan aplikasi udara tekan. Ada dua pekerjaan utama yang menggunakan udara tekan: sandblasting dan pengecatan. Meski berbeda tujuan, udara tekan mempunyai fungsi yang hampir mirip. Pada sandblasting, udara tekan meniup butiran pasir untuk mengelupas pengotor dan karat pada permukaan baja. Proses ini dimaksudkan agar proses pengecatan berlangsung dengan baik. Sedangkan pada pengecatan, udara tekan digunakan untuk meniup cairan cat. Udara tekan juga digunakan untuk meniup plastik ataupun alumunium agar mengikuti bentuk cetakannya. Misalnya pada industri botol plastik. Pada aplikasi ini, udara tekan yang digunakan berkategori tekanan tinggi. Selain itu, udara tekan juga dimanfaatkan untuk starting engine. Baik untuk diesel yang digunakan di kapal-kapal ataupun yang digunakan di power plant. Ada yang menggunakan udara bertekanan tinggi (kurang lebih 35 bar) dan ada juga yang menggunakan udara bertekanan sekitar 7 bar, sebagaimana umumnya penggunaan udara tekan lainnya. Hal ini tergantung desain dari pihak pembuat engine.Udara tekanan tinggi juga dimanfaatkan sebagai bagian dari peralatan perang.b. Sistem Udara TekanGambar1.Diagram shanky untuk udara tekan (sumber : www.chemistry.org)Untuk mendapatkan udara yang diinginkan pada pabrik maka digunakanlah alat yaitu Kompresor. Kompresor merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengatur besar kecilnya tekanan yang dihasilkan. Plantindustri menggunakan udara tekan untuk seluruh operasi produksinya, yang dihasilkan oleh unit udara tekan yang berkisar dari 5 horsepower (hp) sampai lebih dari 50.000 hp. Departemen energi Amerika Serikat (2003) melaporkan bahwa 70 sampai 90 persen udara tekan hilang dalam bentuk panas yang tidak dapat digunakan, gesekan, salah penggunaan dan kebisingan. Sehingga kompresor dan sistem udara tekan menjadi area penting untuk meningkatkan efisiensi energi pada plant industri. Merupakan catatan yang berharga bahwa biaya untuk menjalankan sistem udara tekan jauh lebih tinggi dari pada harga kompresor itu sendiri. Penghematan energi dari perbaikan sistem dapat berkisar antara 20 sampai 50 persen atau lebih dari pemakaian listrik, menghasilkan ribuan bahkan ratusan ribu dolar. Sistem udara tekan yang dikelola dengan benar dapat menghemat energi, mengurangi perawatan, menurunkan waktu penghentian operasi, meningkatkan produksi dan meningkatkan kual