Wrap Up Euthanasia

  • View
    13

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Wrap Up

Text of Wrap Up Euthanasia

Euthanasia Pilihan TerakhirDaftar Isi

Skenario..................................................................................................................1Brain Storming.................................................................................................................2Hipotesa.................................................................................................................4Sasaran Belajar....................................................................................................................5LI.1. Memahami dan Mengetahui Euthanasia.....................................................6LO.1.1.Definisi Euthanasia........................................................................6LO.1.2 Jenis Euthanasia.............................................................................6LO.1.3 Faktor Euthanasia.......................................................................7LO.1.4 Metode Euthanasia.....................................................................8LI.2. Mengetahui dan Memahami Landasan Hukum dan Etik Euthanasia.........8LO.2.1 KODEKI........................................................................................8

LO.2.2 Landasan Hukum KUHP..............................................................10

LO.2.3 Kaidah Dasar Bioetika..................................................................11

LO.2.4 Sanksi............................................................................................15

LI.3. Mengetahui dan Memahami Euthanasia Menurut Pandangan Islam.........17LO.3.1 Euthanasia Aktif ...........................................................................17LO.3.2 Euthanasia Pasif............................................................................19

LO.3.3 Sanksi............................................................................................20

Daftar Pustaka.......................................................................................................24

I. SKENARIO

Euthanasia Pilihan Terakhir

II. KATA SULIT1) Euthanasia (Dorland):Kematian secara mudah/ tanpa rasa sakit

Membunuh berdasarkan rasa kasihan

Dengan sengaja mengakhiri hidup seseorang yang menderitapenyakitdenganrasa sakit yang hebat dan tidak bisadisembuhkan

2) Stroke : Suatu gangguan fungsi saraf akutyang disebabkan oleh karena gangguan peredaran darah otak, dimana secaramendadak (dalam beberapa detik) atau secara cepat (dalam beberapa jam) timbulgejala dan tanda yang sesuai dengan daerah fokal di otak yang terganggu3) Operasi Seksio : Suatu proses insisi dinding abdomen dan uterus untuk mengeluarkan janin (Dorland, 2002)4) Henti nafas : Henti nafas yang bukan dikarenakan gangguan pada jalan nafas dapat terjadi karena gangguan pada sirkulasi (asistol, bradikardi, fibrilasi ventrikel) (Materi Umum GELS, IGD-RS Hasan Sadikin Bandung)5) Henti Jantung : Kegagalan jantung dalam mencapai curah jantung yang adekuat akibat terjadinya asistole atau disritmia (biasanya fibrilasi ventrikel) (Boulton, Thomas B., Blogg, Colin E. 1994. Anestesiologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, p222)III. ANALISIS

Pertanyaan1) Hukum Euthanasia di Indonesia?2) Jenis - jenis Euthanasia?3) Apakah Euthanasia boleh dalam islam?4) Euthanasia bersebrangan dengan sumpah Hipoclates bagaimana?5) Apakah dokter boleh suntik Euthanasia pada orang yang tidak memiliki penyakit?6) Faktor apa saja yang menyebabkan Euthanasia?7) Atas kewenangan siapa Euthanasia boleh dilakukan?8) Cara apa saja Euthanasia dilakukan?9) Kaidah dasar Bioetik apa saja yang menjelaskan tentang Euthanasia?10) Adakah hukuman bagi dokter yang menyetujui Euthanasia?11) Apakah Euthanasia bersebrangan dengan KODEKI?12) Negara mana saja yang memperbolehkan Euthanasia?13) Apakah Euthanasia pasif boleh dilakukan dalam islam? Jawaban1) Hukum di Indonesia: Sangat dilarang, pasal 344 KUHP (siapa saja yang menghilangkan jiwa atas permintaan pasien)

Siapa saja yang menghasut dan membantu menghilangkan jiwa; hukuman penjara 4 tahun

Pembunuhan sengaja dibayar nyawa, emas 240 gram

2) Euthanasia:

Euthanasia aktif: langsung menyuntik mati pasien yang sudah menderita penyakit (tidak ada harapan hidup)

Euthanasia pasif: pasien sakit parah, karna alasan ekonomi untuk meringankan penderitaan pasien dokter melakukan pemberhentian tindakan medis (membuat mati secara perlahan)

3) Euthanasia aktif sangat dilarang oleh agama karena sama saja dengan bunuh diri. Euthanasia pasif diperbilehkan karna berobat hukumnya mubah.

5) Tidak boleh6) Faktor:

- Penyakit yang rasanya tidak tertahankan

- Faktor ekonomi

- Keinginan pasien

7) Pasien atau keluarganya8) Cara-cara:

- Pencabutan alat

- Oral

- Obat dosis tinggi

- Pemberian tablet sianida

9) Otonomi PasienApabila pasien mendatangani informed consent, memberikan wasiat kepada keluarga11) Etik: perilaku baik, bersebrangan dengan Euthanasia(=membunuh). Bersebrangan pula dengan hukum kedokteran Indonesia.12) Belanda

IV. HIPOTESA

Kematian yang tidak menyakitkan yang dilakukan atas kewenangan pasien atau keluarga pasien. Euthanasia dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu Euthanasia aktif dan Euthanasia pasif. Namun, berdasarkan hukum yang ada di Indonesia Euthanasia termasuk perbuatan yang ilegal dan berdasarkan hukum Islam diharamkan kecuali Euthanasia pasif yang niatnya mencari alternatif lain.V. SASARAN BELAJARLI.1. Mengetahui dan Memahami Euthanasia

LO.1.1. Definisi Euthanasia

LO.1.2. Jenis Euthanasia

LO.1.3. Faktor Euthanasia

LO.1.4. Metode Euthanasia

LI.2. Mengetahui dan Memahami Landasan Hukum Euthanasia

LO.2.1. KODEKI

LO.2.2. Landasan Hukum KUHP

LO.2.3. Kaidah Dasar Bioetik

LO.2.4. Sanksi

LI.3. Mengetahui dan Memahami Euthanasia Menurut Pandangan Islam

LO.3.1. Hukum Euthanasia Aktif

LO.3.2. Hukum Euthanasia Pasif

LO.3.3. SanksILI.1. Mengetahui dan Memahami EuthanasiaLO.2.1. Definisi EuthanasiaKataEuthanasiaberasal dari bahasaYunaniyaitu "eu" (baik) dan "thanatos" (maut, kematian) yang apabila digabungkan berarti "kematian yang baik".Hippocratespertama kali menggunakan istilah "euthanasia" ini pada "Sumpah Hippocrates" yang ditulis pada masa 400-300 SM.

Euthanasia dalamOxford English Dictionarydirumuskan sebagai kematian yang lembut dan nyaman, dilakukan terutama dalam kasus penyakit yang penuh penderitaan dan tak tersembuhkan. Istilah yang sangat populer untuk menyebut jenis pembunuhan ini adalahmercy killing(Tongat, 2003 :44).

Kamus KedokteranDorland,euthanasia mengandung dua pengertian. Pertama, suatu kematian yang mudah atau tanpa rasa sakit. Kedua, pembunuhan dengan kemurahan hati, pengakhiran kehidupan seseorang yang menderita penyakit yang tak dapat disembuhkan dan sangat menyakitkan secara hati-hati dan disengaja. (Tongat, 2003 : 44)

Kode Etik Kedokteran Indonesia menggunakan euthanasia dalam tiga arti:

1. Berpindahnya ke alam baka dengan tenang & aman tanpa penderitaan, buat yang beriman dengan nama Tuhan di bibir.

2. Waktu hidup akan berakhir, diringankan penderitaan si sakit dengan memberi obat penenang.

3. Mengakhiri penderitaan & hidup seorang sakit dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri & keluarganya.

LO.2.2. Jenis EuthanasiaDilihat dari cara dilaksanakan Euthanasia dapat dibedakan atas:

1. Euthanasia Pasif: Perbuatan menghentikan atau mencabut segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup manusia.

2. Euthanasia Aktif: Perbuatan yang dilakukan secara medik melalui intervensi aktif oleh seorang dokter dengan tujuan untuk mengakhiri hidup manusia.

Euthanasia Aktif Langsung (direct) / mercy killingTindakan medik secara terarah yang diperhitungkan akan mengakhiri hidup pasien, atau memperpendek hidup pasien. Euthanasia Aktif Tidak Langsung (indirect)

Saat dokter atau tenaga kesehatan melakukan tindakan medik untuk meringankan penderitaan pasien, namun mengetahui adanya risiko tersebut dapat memperpendek atau mengakhiri hidup pasien.

Ditinjau dari permintaan, euthanasia dibedakan atas:

1. Euthanasia Voluntir atau Euthanasia Sukarela(atas permintaan pasien)

Euthanasia atas permintaan pasien adalah euthanasia yang dilakukan atas permintaan pasien secara sadar dan diminta berulang-ulang.

2. Euthanasia Involuntir (tidak atas permintaan pasien)

Euthanasia tidak atas permintaan pasien adalah euthanasia yang dilakukan pada pasien yang(sudah) tidak sadar, dan biasanya keluarga yang meminta.LO.2.3. Faktor EuthanasiaFaktor-faktor terjadinya euthanasia:

1. Rasa putus asa (terutama pada pasien dengan depresi mayor), ketidakberdayaan, kesepian, letih, nyeri psikologis yang dirasakan tidak tertangguhkan dalam menahan rasa sakit yang luar biasa.2. Adanya hak moral bagi setiap orang untuk mati terhormat, maka seseorang mempunyai hak memilih cara kematiannya

3. Tindakan belas kasihan pada seseorang yang sakit, meringankan penderitaan sesama adalah tindakan kebajikan

4. Tindakan belas kasihan pada keluarga pasien

5. Mengurangi beban ekonomi

Hal-hal yang menyebabkan seseorang menginginkan tindakan euthanasia antara lain:

1. Rasa putus asa (terutama pada pasien dengan depresi mayor), ketidakberdayaan, kesepian, letih, nyeri psikologis yang dirasakan tidak tertangguhkan.

2. Gangguan psikiatrik

a)Gangguan mood mayor, gangguan mood mayor khususnya dengan tanda-tanda vegetatif atau proses fikir menyempit

b)Alkoholisme, sebagian besar pasien kronis, sebagian besar pria, sering setelah kehilangan hubungan pri