Wrap Up - Euthanasia (A7)

  • View
    43

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

blok etik

Text of Wrap Up - Euthanasia (A7)

WRAP UPEuthanasia Pilihan Terakhir Agian

Kelompok A-7Ketua: Gigih Usahawan(1102014116)Sekretaris: Fitri Iriyani(1102014106)Anggota: Anindya Anjas Putriavi(1102014027)Bella Bonita(1102014057)Dara Dika Wati(1102014065)Fajar Pambudi(1102014090)Fitrah Adhitya Abjan Sofyan(1102014104)Hamdah(1102014117)Ina Dwi Rahmanika(1102014127)Ivan Prayoga Winata(1102014135)

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS YARSI2014/2015Daftar IsiSkenario.........................................................................................................................1Brain Storming..............................................................................................................2Hipotesa.........................................................................................................................4Sasaran Belajar..............................................................................................................5LI.1. Memahami dan Mengetahui Euthanasia............................................................6LO.1.1.Definisi Euthanasia...............................................................................6LO.1.2 Jenis Euthanasia....................................................................................6LO.1.3 Faktor Euthanasia.............................................................................7LO.1.4 Metode Euthanasia............................................................................8LI.2. Mengetahui dan Memahami Landasan Hukum dan Etik Euthanasia................8LO.2.1 KODEKI...............................................................................................8LO.2.2 Landasan Hukum KUHP....................................................................10LO.2.3 Kaidah Dasar Bioetika........................................................................11LO.2.4 Sanksi..................................................................................................15 LI.3. Mengetahui dan Memahami Euthanasia Menurut Pandangan Islam...............17LO.3.1 Euthanasia Aktif17LO.3.2 Euthanasia Pasif19LO.3.3 Sanksi..................................................................................................20Daftar Pustaka..............................................................................................................24

2

SkenarioIndosiar.com, Jakarta Bagi Agian Isna Nauli Siregar, Euthanasia adalah pilihan terakhir untuk melepaskan diri dari penderitaannya akibat penyakit yang secara medis sulit disembuhkan. Sang suami Panca Satria Hasan Kusuma dengan gigih terus berjuang mencari kepastian hukum, agar keinginannya untuk mengakhiri hidup istrinya terkabul. Kendati sistem hukum di Indonesia belum mengakuinya.Telah lebih dari 3 bulan, Agian Isna Nauli Siregar hanya tergolek tanpa daya di rumah sakit. Sejumlah uang telah dikeluarkan Panca Satria Hasan Kusuma demi kesembuhan istrinya. Namun hingga kini tidak ada perubahan yang berarti terlihat dari dalam diri Agian.Kenyataan pahit ini membuat Hasan pasrah dan rela melepaskan istriya dengan cara Euthanasia atau disuntik mati. Keputusan akhir diperjuangkan Hasan karena telah habisnya dana yang dimiliki dan tidak tahan melihat penderitaan istrinya yang sulit untuk disembuhkan.Kesedihan Hasan semakin bertambah, karena sejak istrinya sakit ia sangat jarang bertemu dengan anak-anaknya. Perjuangan menempuh jalan akhir menuju Euthanasia, hingga kini masih terus dilakukan.Sudah 3 bulan Agian mengalami stroke setelah menjalani operasi seksio di Rumah Sakit Islam Bogor. Sebelumnya, pasien mengalami henti nafas dan henti jantung selama 1 bulan. Mereka kini menunggu keputusan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Pusat yang menangani masalah ini.

Sumber: http://www.indosiar.com/fokus/euthanasia-pilihan-terakhir-agian_29073.html

Penulis: Medi Trianto dan Gunadi/Sup

Brain Storming

Kata Sulit1) Euthanasia (Dorland):Kematian secara mudah/ tanpa rasa sakitMembunuh berdasarkan rasa kasihanDengan sengaja mengakhiri hidup seseorang yang menderitapenyakitdenganrasa sakit yang hebat dan tidak bisadisembuhkan2) Stroke : Suatu gangguan fungsi saraf akutyang disebabkan oleh karena gangguan peredaran darah otak, dimana secaramendadak (dalam beberapa detik) atau secara cepat (dalam beberapa jam) timbulgejala dan tanda yang sesuai dengan daerah fokal di otak yang terganggu3) Operasi Seksio : Suatu proses insisi dinding abdomen dan uterus untuk mengeluarkan janin (Dorland, 2002)4) Henti nafas : Henti nafas yang bukan dikarenakan gangguan pada jalan nafas dapat terjadi karena gangguan pada sirkulasi (asistol, bradikardi, fibrilasi ventrikel) (Materi Umum GELS, IGD-RS Hasan Sadikin Bandung)5) Henti Jantung : Kegagalan jantung dalam mencapai curah jantung yang adekuat akibat terjadinya asistole atau disritmia (biasanya fibrilasi ventrikel) (Boulton, Thomas B., Blogg, Colin E. 1994. Anestesiologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, p222)

Pertanyaan1) Hukum Euthanasia di Indonesia?2) Jenis - jenis Euthanasia?3) Apakah Euthanasia boleh dalam islam?4) Euthanasia bersebrangan dengan sumpah Hipoclates bagaimana?5) Apakah dokter boleh suntik Euthanasia pada orang yang tidak memiliki penyakit?6) Faktor apa saja yang menyebabkan Euthanasia?7) Atas kewenangan siapa Euthanasia boleh dilakukan?8) Cara apa saja Euthanasia dilakukan?9) Kaidah dasar Bioetik apa saja yang menjelaskan tentang Euthanasia?10) Adakah hukuman bagi dokter yang menyetujui Euthanasia?11) Apakah Euthanasia bersebrangan dengan KODEKI?12) Negara mana saja yang memperbolehkan Euthanasia?13) Apakah Euthanasia pasif boleh dilakukan dalam islam?

Jawaban1) Hukum di Indonesia: Sangat dilarang, pasal 344 KUHP (siapa saja yang menghilangkan jiwa atas permintaan pasien) Siapa saja yang menghasut dan membantu menghilangkan jiwa; hukuman penjara 4 tahun Pembunuhan sengaja dibayar nyawa, emas 240 gram2) Euthanasia: Euthanasia aktif: langsung menyuntik mati pasien yang sudah menderita penyakit (tidak ada harapan hidup) Euthanasia pasif: pasien sakit parah, karna alasan ekonomi untuk meringankan penderitaan pasien dokter melakukan pemberhentian tindakan medis (membuat mati secara perlahan)3) Euthanasia aktif sangat dilarang oleh agama karena sama saja dengan bunuh diri. Euthanasia pasif diperbilehkan karna berobat hukumnya mubah.4)-5) Tidak boleh6) Faktor: Penyakit yang rasanya tidak tertahankan Faktor ekonomi Keinginan pasien7) Pasien atau keluarganya8) Cara-cara: Pencabutan alat Oral Obat dosis tinggi Pemberian tablet sianida9) Otonomi PasienApabila pasien mendatangani informed consent, memberikan wasiat kepada keluarga10)-11) Etik: perilaku baik, bersebrangan dengan Euthanasia(=membunuh). Bersebrangan pula dengan hukum kedokteran Indonesia.12) Belanda

Hipotesa

Kematian yang tidak menyakitkan yang dilakukan atas kewenangan pasien atau keluarga pasien. Euthanasia dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu Euthanasia aktif dan Euthanasia pasif. Namun, berdasarkan hukum yang ada di Indonesia Euthanasia termasuk perbuatan yang ilegal dan berdasarkan hukum Islam diharamkan kecuali Euthanasia pasif yang niatnya mencari alternatif lain.

Sasaran Belajar

LI.1. Mengetahui dan Memahami EuthanasiaLO.1.1. Definisi EuthanasiaLO.1.2. Jenis EuthanasiaLO.1.3. Faktor EuthanasiaLO.1.4. Metode EuthanasiaLI.2. Mengetahui dan Memahami Landasan Hukum EuthanasiaLO.2.1. KODEKILO.2.2. Landasan Hukum KUHPLO.2.3. Kaidah Dasar BioetikLO.2.4. SanksiLI.3. Mengetahui dan Memahami Euthanasia Menurut Pandangan IslamLO.3.1. Hukum Euthanasia AktifLO.3.2. Hukum Euthanasia PasifLO.3.3. Sanksi

LI.1. Mengetahui dan Memahami EuthanasiaLO.2.1. Definisi EuthanasiaKataEuthanasiaberasal dari bahasaYunaniyaitu "eu" (baik) dan "thanatos" (maut, kematian) yang apabila digabungkan berarti "kematian yang baik".Hippocratespertama kali menggunakan istilah "euthanasia" ini pada "Sumpah Hippocrates" yang ditulis pada masa 400-300 SM.Euthanasia dalamOxford English Dictionarydirumuskan sebagai kematian yang lembut dan nyaman, dilakukan terutama dalam kasus penyakit yang penuh penderitaan dan tak tersembuhkan. Istilah yang sangat populer untuk menyebut jenis pembunuhan ini adalahmercy killing(Tongat, 2003 :44). Kamus KedokteranDorland,euthanasia mengandung dua pengertian. Pertama, suatu kematian yang mudah atau tanpa rasa sakit. Kedua, pembunuhan dengan kemurahan hati, pengakhiran kehidupan seseorang yang menderita penyakit yang tak dapat disembuhkan dan sangat menyakitkan secara hati-hati dan disengaja. (Tongat, 2003 : 44)Kode Etik Kedokteran Indonesia menggunakan euthanasia dalam tiga arti:1. Berpindahnya ke alam baka dengan tenang & aman tanpa penderitaan, buat yang beriman dengan nama Tuhan di bibir.2. Waktu hidup akan berakhir, diringankan penderitaan si sakit dengan memberi obat penenang.3. Mengakhiri penderitaan & hidup seorang sakit dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri & keluarganya.

LO.2.2. Jenis EuthanasiaDilihat dari cara dilaksanakan Euthanasia dapat dibedakan atas:1. Euthanasia Pasif: Perbuatan menghentikan atau mencabut segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup manusia.2. Euthanasia Aktif: Perbuatan yang dilakukan secara medik melalui intervensi aktif oleh seorang dokter dengan tujuan untuk mengakhiri hidup manusia. Euthanasia Aktif Langsung (direct) / mercy killingTindakan medik secara terarah yang diperhitungkan akan mengakhiri hidup pasien, atau memperpendek hidup pasien.

Euthanasia Aktif Tidak Langsung (indirect)Saat dokter atau tenaga kesehatan melakukan tindakan medik untuk meringankan penderitaan pasien, namun mengetahui adanya risiko tersebut dapat memperpendek atau mengakhiri hidup pasien.

Ditinjau dari permintaan, euthanasia dibedakan atas:1. Euthanasia Voluntir atau Euthanasia Sukarela(atas permintaan pasien)Euthanasia atas permintaan pasien adalah euthanasia ya