Cultural Antropology, Kebudayaan Minangkabau

  • View
    14.896

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Cultural Antropology, Kebudayaan Minangkabau

  • 1. FINAL TEST
    CULTURAL ANTROPHOLOGY
    DR. Tutik Dwi Winarni, MM.
    ANALISIS UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN UNIVERSAL
    TERHADAP BUDAYA MINANGKABAU
    Nama: Herni Veryany
    Kelas: MKT 11-3C
    NIM: 2007110376
    STIKOM The London School of Public Relations
    2009
    KATA PENGANTAR
    Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengentahui dan menganalisa kebudayaan Minangkabau melalui ketujuh unsur-unsur kebudayaan universal.
    Dalam penyusunan makalah ini, penulis juga mendapat banyak bantuan dari pihak lain baik secara moral maupun maupun material. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Tutik Dwi Winarni selaku dosen mata kuliah Cultural Anthropology merupakan pembimbing utama dalam penyusunan makalah ini.
    Penulis berharap semoga karya ilmiah ini dapat diterima dengan baik dan dapat berguna bagi seluruh pembaca juga bagi kemajuan pendidikan di negara Indonesia. Atas perhatiannya penulis ucapkan terima kasih.
    Jakarta, Januari 2009
    Penulis
    DAFTAR ISI
    KATA PENGANTAR2
    DAFTAR ISI3
    BAB I. PENDAHULUAN
    • Latar Belakang Penulisan Makalah4
    2. Perumusan Masalah4 3. Tujuan Penulisan Makalah5

BAB II. KERANGKA TERTULIS
2.1 Definisi Teori Kebudayaan6
2.2. Definisi Teori Masyarakat7
BAB III. ANALISIS DAN PEMBAHASAN10
BAB IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan 18
4.2. Saran 18
Daftar Pustaka 19
Lampiran 20
BAB I
PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Penulisan Makalah

Indonesia merupakan negara yang kaya akan suku dan budaya. Namun kesadaran masyarakat Indonesia sendiri untuk menggali kekayaan bangsanya masih sanagat kurang. Penulis memilih untuk membahas kebudayaan Minangkabau karena penulis tertarik untuk mendalami salah satu budaya dari beragam suku di Indonesia.
Suku Minangkabau merupakan suku asli provinsi Sumatra Barat. Sebutan Minangkabau merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Minangkabau yaitu minang yang berarti menang dan kabau yang beraeti kerbau.
Kebudayaan Minangkabau sendiri memiliki keunikan dibandingkan kebudayaan lain. Budaya Minangkabau adalah satu-satunya budaya di Indonesia yang menganut sistem matrilineal, dimana harta dan tanah diwariskan dari ibu kepada anak perempuan. Sementara perihal agama dan politik adalah tanggung jawab laki-laki.Masyarakat Minangkabau ini pun merupakan masyarakat matrilineal terbesar di dunia.
Makalah ini akan menganalisa ketujuh unsur kebudayaan universal dari kebudayaan Minangkabau. Ketujuh unsur tersebut meliputi bahasa, sistem teknologi dan alat produksi, sistem mata pencaharian, organisasi sosial, sistem pengetahuan, sistem religi, dan kesenian.

  • Perumusan Masalah

Atas dasar latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah dari makalah ini yaitu: Bagaimana penerapan tujuh unsur kebudayaan universal pada kebudayaan Minangkabau?

  • Tujuan Penulisan Masalah

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:

  • Mengetahui dan menganalisis bahasa pada kebudayaan Minangkabau 4. Mengetahui dan menganalisis sistem teknologi dan alat produksi pada kebudayaan Minangkabau 5. Mengetahui dan menganalisis sistem mata pencaharian pada kebudayaan Minangkabau 6. Mengetahui dan menganalisis organisasi sosial pada kebudayaan Minangkabau 7. Mengetahui dan menganalisis sistem pengetahuan pada kebudayaan Minangkabau 8. Mengetahui dan menganalisis sistem religi pada kebudayaan Minangkabau 9. Mengetahui dan menganalisis kesenian pada kebudayaan Minangkabau

BAB II
KERANGKA TERTULIS
2.1 Definisi Teori Kebudayaan
Definisi Etimologis:
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai " kultur"dalam bahasa Indonesia.
Definisi Konseptual:
Koentjaraningrat (http://lzamzami.multiply.com/) memberikan gambaran mengenai kebudayaan, adapun kebudayaan itu adalah keseluruhan sistem atau gagasan, ide, tindakan, artefak dalam masyarakat yang dijadikan sebagai milik bersama dengan cara belajar untuk memiliki kebudayaan.
Menurut Sultan Takdir Alisyahbana (http://lzamzami.multiply.com/) kebudayaan adalah manifestasi dan cara berfikir yang dipakai dan mempengaruhi manusia.
Menurut J.P.H. Dryvendak (Ilmu Budaya Dasar) mengatakan bahwa kebudayaan adalah kumpulan dari cetusan jiwa manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku dalam satu masyarakat tertentu.
Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi (http://id.wikipedia.org/), kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Ralph Linton (Ilmu Budaya Dasar) seorang Antropolog Amerika, memberikan sebuah definisi bahwa kebudayaan itu adalah Mans social heredity (sifat sosial manusia yang temurun).
Definisi Operasional:
Kebudayaan adalah seluruh gagasan, cara pikir, dan tingkah laku manusia yang mengandung nilai sebagai sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Instrumen Variabel Teori:

  • Variabel TeoriDimensiIndikatorKEBUDAYAANGagasanIdePendapatHasil pemikiranNilaiSosialReligiNormaKaryaKarya fisikKarya budayaKarya ilmiah

2.2 Definisi Teori Masyarakat
Definisi Etimologis:
Masyarakat merupakan arti dari kata society dalam bahasa Inggris. Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Kata " masyarakat"sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Definisi Konseptual:
Menurut Selo Sumardjan (http://organisasi.org/) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
Menurut Karl Marx (http://organisasi.org/) masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
Menurut Koentjaraningrat (http://id.answers.yahoo.com/), masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi suatu sistem adat istiadat tertentu yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
Sedangkan menurut Harold J. Laski (http://id.answers.yahoo.com/), masyarakat adalah kelompok manusia yang hidup bersama dan bekerjasama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama.
Menurut Emile Durkheim (http://organisasi.org/) masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
Definisi Operasional:
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup besama secara terstruktur dan saling bekerja sama demi tujuan bersama.
Instrumen Variabel Teori:

  • Variabel TeoriDimensiIndikatorMASYARAKATOrangRaga PikiranMentalStrukturSosialKomponenAturanTujuanHasil akhirArahanUsaha

BAB III
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
3.1 Bahasa
Bahasa Minangkabau atau dalam bahasa asal, Baso Minang adalah sebuah bahasa Austronesia yang digunakan oleh kaum Minangkabau di Sumatra Barat, di barat Riau, Negeri Sembilan (Malaysia), dan juga oleh penduduk yang telah merantau ke daerah-daerah lain di Indonesia.
Terdapat beberapa kontroversi mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa Melayu. Hal inidisebabkan kemiripan dalam tatabahasa mereka. Ada pendapat yang mengatakan bahasa Minangkabau sebenarnya adalah dialek lain dari bahasa Melayu, sedangkan pendapat lain mengatakan bahasa Minangkabau adalah sebuah bahasa dan bukan sebuah dialek.
Secara garis besar, daerah pemakaian bahasa Minangkabau dibedakan dalam dua daerah besar, yaitu daerah /a/ dan daerah /o/. berikut adalah contoh dialek bahasa Minangkabau:
Bahasa MelayuDialek /a/Dialek /o/PenatPanekPonekApaAAnoManaMaManoLepasLapehLopeh
Contoh perbandingan bahasa Minangkabau dan bahasa Melayu:
Bahasa Minangkabau: Sarang kayu di rimbo tak samo tinggi, kok kunun manusiaBahasa Melayu: Pohon di rimba tidak sama tinggi, apa lagi manusia
Bahasa Minangkabau: Indak buliah mambuang sarok disiko!Bahasa Melayu: Tidak boleh membuang sampah di sini!
Bahasa Minangkabau: A tu nan ka karajo ang?Bahasa Melayu: Apa yang kamu sedang kerjakan?
3.2 Sistem Teknologi dan Alat Produksi
Teknologi yang berkembang pada masyarakat Minangkabau contohnya yaitu bentuk desa dan bentuk tempat tinggal. Desa mereka disebut nagari dalam bahasa Minangkabau. Nagari terdiri dari dua bagian utama, yaitu daerah nagari dan taratak. Nagari ialah daerah kediaman utama yang dianggap pusat sebuah desa. Halnya berbeda dengan taratak yang dianggap sebagai daerah hutan dan ladang.
Di dalam nagari biasanya terdapat sebuah masjid, sebuah balai adat, dan pasar. Mesjid merupakan tempat untuk beribadah, balai adat merupakan tempat sidang-sidang adat diadakan. Sedangkan pasar dan kantor kepala nagari terletak pada pusat desa atau pada pertengahan sebuah jalan memanjang dengan rumah-rumah kediaman di sebelah kiri dan kanannya.
Rumah adat Minangkabau biasa disebut rumah gadang dan merupakan rumah panggung. Bentuknya memanjang dengan atap menyerupai tanduk kerbau. Ukuran rumah juga didasarkan kepada perhitungan jumlah ruang yang terdapat dalam rumah itu. Sebuah rumah gadang terdiri dari jumlah ruangan dalam bilangan yang ganjil, mulai dari tiga. Jumlah ruangan yang biasa adalah tujuh, namun ada sebuah rumah gadang yang mempunyai tujuh belas ruangan.
Sebuah rumah gadang biasanya memiliki tiga didieh yang digunakan sebagai kamar dan ruangan terbuka