?· Web viewFermentasi etanol alkohol dan CO2 oleh mikroba, Karbohidrat akan dipecah dahulu menjadi…

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

PENGARUH VARIASI WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI NIRA BATANG SORGUM

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana

Oleh:

ARRY EKO PRISTIWANTO

NIM. H1F114090

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARBARU

2016

TERIMAKASIH KEPADA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat ALLAH S.W.T, atas segala karunia dan rahmat-Nya penulis dapat menyajikan tugas proposal skripsi yang berjudul:

Pengaruh Variasi Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol Dari Nira Batang Sorgum.

Di dalam tulisan ini, disajikan pokok-pokok bahasan yang meliputi dari penelitian sorgum, melakukan proses fermentasi, melakukan proses destilasi, mengetahui kadar bioetanol dalam sorgum, dan mengetahui kadar etanol terbaik menurut standar nasional indonesia.

Sangat disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki penulis, walaupun telah mengerahkan segala kemampuan penulis untuk lebih teliti, masih dirasakan banyak kekurangan disana-sini, oleh karena itu penulis mengharapkan saran yang membangun agar tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Banjarbaru, Oktober 2016

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

i

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

DAFTAR TABEL

iv

DAFTAR GAMBAR

v

BAB IPENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

1

1.2Perumusan Masalah

2

1.3Tujuan

2

1.4Batasan Masalah

2

1.5Manfaat

3

BAB IIDASAR TEORI

2.1Penelitian Pendahuluan

4

2.2Tanaman Sorgum

6

2.3Komposisi Tanaman Sorgum

8

2.4Pemanfaatan Tanaman Sorgum

8

2.5Nira

9

2.6Fermentasi

11

2.7Fakto-faktor Yang Mempengaruhi Fermentas

12

2.8Ragi ..

14

2.9Destilasi 16

BAB IIIMETODE PENELITIAN

3.1Tempat dan Waktu Penelitian

20

3.2Bahan Penelitian

20

3.3Metode Penelitian

20

3.4Alat Penelitian

21

3.5Prosedur Penelitian

21

3.6Parmeter Pengamatan

21

3.7 Kadar Alkohol

22

3.8Brix ...

22

3.9Derajat Keasaman (pH)

22

3.10 Diagram Penelitian

23

3.11 Proses Fermentasi

24

3.12 Waktu Penelitian

25

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

No Judul Hal

2.1 Komposisi serat baku etanol dari beberapa komoditas yang berbeda.............................. 8

2.2 Komposisi Nira Sorgum dan Nira Tebu

10

DAFTAR GAMBAR

No

Judul Hal

2.1 Sorgum

7

2.2 Ragi

15

2.3 Destilasi Sederhana

16

2.4 Destilasi Uap

17

2.5 Destilasi Vakum

18

2.6 Destilasi Biasa

19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Upaya penciptaan energi baru terbarukan saat ini telah berkembang pesat, karena disamping tidak hanya didasari pada suatu keyakinan bahwa sumber energi fosil akan semakin mahal dan sulit didapat juga merupakan suatu tuntutan perkembangan peradaban manusia untuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan pada kenyataannya isu global dunia masih terus didominasi oleh kepentingan yang saling terkait antara pemenuhan kebutuhan pangan, penguatan sumberdaya energi serta kepentingan pelestarian lingkungan termasuk penyediaan air bersih dan semua dampak dari perubahan cuaca dunia (Tatang.H., 2012).

Indonesia sebagai negara yang jumlah penduduknya besar, cakupan wilayahnya yang sangat luas maka trilemma concern yang saling berkompetisi tersebut haruslah dikelola dengan tepat dan benar sehingga dalam proses pencapaian target setiap bidangnya sebaiknya tertumpu pada upaya penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan dan mengedepankan pertumbuhan, sehingga semuanya berlangsung secara lestari (Wahono. S., 2008).

Penelitian menunjukkan bahwa setiap 3 kg biji sorgum dapat menghasilkan 1,0 l etanol. Produktivitas sorgum dalam menghasilkan bioetanol adalah 2.000-3.500 l/ha/musim atau 4.000- 7.000 l/ha/tahun, sehingga untuk menghasilkan 60 juta kl etanol/tahun sebagai pengganti BBM dibutuhkan lahan seluas 15 juta ha (Sumaryono et al. 2006)

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, yang menjadi rumusan masalah ialah sebagai berikut:

1. Bagaimana kadar bioetanol batang sorgum dengan variasi waktu fermentasi.

2. Bagaimana kadar bioetanol batang sorgum hasil fermentasi terbaik menurut standar SNI (standar nasional indonesia).

1.3. Tujuan

Penulisan tugas akhir yang memuat gagasan dan ide ini memiliki tujuan:

1. Untuk mengetahui kadar bioetanol batang sorgum dengan variasi waktu fermentasi.

2. Untuk mengetahui kadar bioetanol batang sorgum hasil fermentasi terbaik menurut standar SNI (standar nasional indonesia).

1.4. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian dan pengujian ini dilakukan dengan rencana awal data yang ditetapkan sebagai berikut, yaitu :

1. Menggunakan suhu destilasi yaitu + 91oC dengan 1 kali pengambilan sampel.

2. Pembuatan bioetanol batang sorgum dengan menggunakan proses fermentasi dan proses destilasi.

3. Sorgum yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari pekarang rumah saya sendiri terdapat di desa binuang kabupaten tapin kalimantan selatan.

4. Hanya batang dari tumbuhan sorgum yang di pakai dalam penelitian kali ini.

5. Spesifikasi standar bioetanol untuk batang sorgum di batasi pada kadar etanol.

6. Pada proses fermentasi batang sorgum, dilakukan variasi waktu fermentasi nya yaitu 24 jam, 36 jam, 48 jam dan 60 jam.

7. Pengujian kandungan bioetanol di batang sorgum menggunakan alat Gas Chromatography.

8. Standar kadar etanol terbaik hasil fermentasi mengacu pada standar SNI (standar nasional indonesia).

1.5. Manfaat

Manfaat yang dapat di peroleh dari penelitian ini adalah:

a. Bagi peneliti, dengan adanya penelitian ini peneliti peneneliti dapat menemabah wawasan khusuhnya dalam pembuatan Bioetanol.

b. Bagi Universitas Lambung Mangkurat Khususnya Fakultas Teknik program studi Teknik Mesin, dengan adanya penelitian ini akan meningkatkan akreditasi program studi Teknik Mesin serta program studi Teknik Mesin dapat dikenal dimasyarakat luas.

c. Bagi masyarakat, dengan ada penelitiam ini batang sorgum yang selama ini banyak yang tidak di ketahui oleh khalayak umum .bisa menjadi nilai jual dan sorgum tidak hanya sebagai bahan pangan manusia bisa menjadi nilai guna dimanfaaatkan sebagai bahan baku Bioetanol.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Topik Penelitian

Zulaiha manangi, S. Balamba, S. Monintja, dan A. N. Sarajar Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara pada tahun 2014 telah meneliti tentang PENGARUH ANGKA POISSON TERHADAP KESTABILAN PONDASI MESIN JENIS RANGKA (Studi Kasus : Mesin Turbine Generator PT. PLN (Persero) UIP KIT SULMAPA PLTU 2 SULAWESI UTARA 2 X 25 MW POWER PLAN)

Mesinmesin penghasil listrik terdiri dari mesin utama dan mesin penunjang. Pada pembangkit listrik tenaga uap dan gas turbine generator merupakan mesin utama yang mengubah energi dari gas dengan tekanan dan kecepatan yang tinggi hasil dari pembakaran batu bara menjadi energi mekanik berupa rotasi poros turbin. Untuk itu, diperlukan analisis statis dan analisis dinamis sebagai indikator dalam menentukan kestabilan pondasi mesin dan mengaitkan pengaruh modulus geser tanah terhadap kestabilan pondasi mesin. Analisis statis yang memperhitungkan penurunan tanah dan daya dukung tanah dengan menggunakan Metode Terzaghi dan Metode Meyerhof, sedangkan untuk analisis dinamis memperhitungkan frekuensi, redaman, dan amplitudo getaran yang terjadi pada getaran vertikal, getaran horizontal, getaran rocking dan getaran torsi dengan menggunakan Metode Lumped Parameter. Pada analisis statis dengan Metode Terzaghi diperoleh daya dukung tanah ultimate (qu) = 1076,86 t/m2 dan daya dukung izin (qall) = 358,95 t/m2 sedangkan dengan Metode Meyerhof diperoleh daya dukung tanah ultimate (qu) = 1641,95t/m2 dan daya dukung izin (qall)= 547,24t/m2. Nilai beban pondasi untuk pondasi rangka(statis) = 7,28t/m2 Pada analisis dinamis diperhitungkan Variasi angka poisson untuk memperoleh beban maksimum (Qo) pada kondisi G=G dan G= 2Gs. Pada frekuensi operasi 1000-5000 rpm pada tiap ragam getaran dan Variasi angka poisson pada beban maksimum. Penambahan Angka Poisson berpengaruh pada kestabilan pondasi mesin jenis rangka karena penambahan angka poisson berbanding lurus dengan frekuensi natural maupun frekuensi resonansi pada getaran vertikal, horizontal, getaran Rocking. Tetapi untuk getaran torsi penambahan angka poisson berbanding terbalik dengan nilai dari frekunsi natural. Penambahan angka poisson berpengaruh terhadap nilai dari redaman dimana pada masing-masing ragam getaran nilai dari redaman mulai dari frekuensi operasi mesin dari 10005000 rpm, semakin besar angka poisson maka semakin besar juga redaman, redaman yang besar akan memperkecil kemungkinan terjadinya resonansi. Amplitudo getaran pada masing-masing getaran semakin meningkat hal dipengaruhi dari nilai maksimum beban dari masing-masing angka poisson pada masing-masing ragam getaran pada kondisi G=Gs dan G=2Gs.

2.2 Turbin gas

Turbin gas adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai fluida kerja. Didalam turbin gas energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik berupa putaran yang menggerakkan roda turbin