amati tiru modifikasi

  • View
    217

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

amati tiru modifikasi adalah blog islami yang penuh motivasi

Transcript

  • Panduan Investasi Perbankan Syariah Indonesia 1

    alam rangka menangkap peluang dan potensi perbankan syariah yang berkembang denganpesat di Indonesia maupun didunia internasional, diperlukan adanya suatu panduan yangringkas tetapi memuat hal-hal yang diperlukan bagi kepentingan para investor, agar dapat

    memberikan gambaran secara singkat mengenai potensi dan mekanisme investasi ke d alam industriperbankan syariah di Indonesia. Dengan tujuan inilah, Panduan Investasi Perbankan Syariah disusunoleh Bank Indonesia.

    Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia, sesuai dengan UU No. 10 Tahun1998 tentang Perbankan dan UU No. 23 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 3Tahun 2004 tentang Bank Indonesia, diamanatkan untuk mengatur dan turut mengembangkanperbankan syariah di Indonesia. Dalam rangka pengaturan dan pengembangan perbankan syariah,Bank Indonesia turut aktif dalam lingkup internasional terkait keuangan dan perbankan syariah,dengan keikutsertaan dalam berbagai organisasi keuangan dan perbankan syariah internasional.Pengaturan dan pengembangan perbankan syariah sangat penting guna menciptakan perbankansyariah yang sehat dan mempunyai kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia, khususnyadalam keadaan masih adanya kesenjangan (gap) antara potential demand akan produk dan jasaperbankan syariah dengan ketersediaan layanan perbankan syariah dari sisi supply. Adanya kesenjangantersebut merupakan peluang bagi para investor baik dalam maupun luar negeri untuk berperandalam industri perbankan syariah di Indonesia.

    Selain itu, dengan pertumbuhan perbankan syariah Indonesia yang diatas 65 % pada 4 tahunterakhir dan penduduk muslim di Indonesia yang merupakan 85% dari 220 juta penduduk Indonesia,adalah merupakan potensi pasar perbankan syariah yang menjanjikan.

    Dengan adanya Panduan Investasi Perbankan Syariah ini, diharapkan akan memberikan informasidan pemahaman mengenai potensi Indonesia, dan mekanisme serta persyaratan yang diperlukanbagi investor potensial untuk dapat masuk kedalam industri perbankan syariah di Indonesia. BankIndonesia akan memfasilitasi para pihak yang berkeinginan memanfaatkan peluang untuk masukdalam industri perbankan syariah yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

    Bank IndonesiaJuli 2007

    Kata PengantarD

  • 2 Panduan Investasi Perbankan Syariah Indonesia

  • Panduan Investasi Perbankan Syariah Indonesia 3

    Kata Pengantar 1

    I. Informasi Umum 6

    A. Indonesia : gambaran secara umum 6B. Perekonomian dan Perbankan 7C. Perbankan Syariah di Indonesia 9

    1. Kebijakan Pengembangan 92. Perkembangan dan Prospek 103. Program Akselerasi (2007-2008) 11

    II. Tata Cara Masuk Kedalam Industri Perbankan Syariah 14

    A. Pendirian Bank Umum Syariah 14B. Pembukaan Kantor Cabang dan Kantor Perwakilan Bank Asing 15C. Konversi Bank Umum Konvensional Menjadi Bank Umum Syariah 16

    - Akuisisi Bank Umum Konvensional untuk Dikonversi 17D. Pembentukan Unit Usaha Syariah (UUS) dan Pembukaan Kantor Cabang

    Syariah di Bank Umum Konvensional 19

    III. Kepemilikan Bank Umum Syariah Melalui Pembelian Saham 22

    IV. Pengurus, Pejabat Eksekutif dan Dewan Pengawas Syariah :Tata Cara dan Persyaratan 26

    A. Pengurus 26B. Pejabat Eksekutif 26C. Dewan Pengawas Syariah 27D. Tenaga Kerja Asing (TKA) 27

    V. Investasi/Pinjaman Subordinasi, Penempatan dan Penyaluran Danadi Bank Syariah 30

    LAMPIRAN

    Lampiran 1 - Data Perbankan SyariahLampiran 2 - Pasar Keuangan Syariah (Pasar Modal dan Pasar Uang)Lampiran 3 - Pengaturan tentang Tenaga Kerja Asing, Perlindungan/Jaminan

    Investasi dan PerpajakanLampiran 4 - Alamat dan Website Penting

    DAFTAR ISI

  • 4 Panduan Investasi Perbankan Syariah Indonesia

  • Panduan Investasi Perbankan Syariah Indonesia 5

  • 6 Panduan Investasi Perbankan Syariah Indonesia

    BAB I INFORMASI UMUM

    Buku Panduan Investasi Perbankan Syariah ini dimaksudkanuntuk memberikan gambaran mengenai potensi dan mekanismemasuk kedalam industri perbankan syariah di Indonesia. Untuk itu,pada Bab I tentang Informasi Umum akan dijelaskan mengenaiinformasi secara umum tentang kondisi, perkembangan dan potensidari Indonesia, perbankan dan perbankan syariah di Indonesia.

    Pada bab-bab selanjutnya akan dijelaskan mengenai hal-halapa yang diperlukan bagi para investor dalam mengetahui danmemahami secara ringkas tentang mekanisme dan persyaratanmasuk kedalam industri perbankan syariah di Indonesia. Bab II akanmembahas mengenai tata cara masuk kedalam industri perbankansyariah di Indonesia berupa : pendirian bank baru, pembukaan kantorcabang/kantor perwakilan bagi bank asing, konversi & akuisisi, danpembukaan kantor cabang syariah di bank umum konvensionalIndonesia. Selanjutnya pada Bab III akan diuraikan mengenaimekanisme kepemilikan bank umum syariah melalui pembeliansaham bank. Sedangkan pada Bab IV, membahas mengenaipersyaratan pengurus, pejabat eksekutif dan Dewan PengawasSyariah di perbankan syariah ,termasuk didalamnya untuk TenagaKerja Asing. Akhirnya pada Bab V akan memberikan informasimengenai penempatan maupun penyaluran dana di perbankansyariah di Indonesia.

    A. Indonesia : gambaran secara umum

    Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan terbesardidunia dengan jumlah pulau lebih dari 17.508 yangmembentang sepanjang 5.120 kilometer dari Barat ke Timur

    dan 1.760 kilometer dari Utara ke Selatan, serta meliputi luasdaratan sekitar 2 juta kilometer persegi dan dengan wilayahlautan lebih dari dua kali luas daratannya. Untuk dapatmenggambarkan luas wilayah Indonesia ini, bisa diper-bandingkan bahwa bentangan wilayah Indonesia hampir samadengan bentangan dari wilayah pantai barat Amerika sampaidengan pantai timur Amerika atau kalau di Eropa hampirmenyamai wilayah dari mulai Britania Raya sampai dengan Turki.

    Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 220 juta (populasimuslim 85%) pada tahun 2006 yang merupakan negaraberpenduduk muslim terbesar didunia; dan merupakan negarakeempat terbanyak jumlah penduduknya didunia setelah Cina,India dan Amerika Serikat.

    Selain dari jumlah penduduk yang besar dan merupakan pasarpotensial bagi berbagai produk dan industri, Indonesia jugamemiliki sumber daya alam yang cukup melimpah dimanatermasuk didalamnya adalah produk pertanian, minyak mentah,gas alam , timah, batubara dan emas. Indonesia juga adalahnegara produsen/pengekspor gas sekitar 20% dari total volumedunia pada tahun 2002, dan saat ini merupakan salah satunegara penghasil kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia.

    Dalam hal perdagangan luar negeri dengan dunia internasional,Indonesia mengalami surplus perdagangan sekitar US$ 39,73miliar pada tahun 2006 yang terdiri dari penerimaan eksporsekitar US $ 100,80 miliar dan pengeluaran impor sebesar US$ 61,07 miliar.

  • Panduan Investasi Perbankan Syariah Indonesia 7

    B. Perekonomian dan Perbankan

    Perekonomian Indonesia telah berhasil melewati berbagaitekanan yang cukup berat, sehingga tahun 2006 ditandaisebagai tahun kestabilan makroekonomi. Di tengah ber-langsungnya penyesuaian ketidakseimbangan perekonomianglobal dan menurunnya daya beli masyarakat pascakenaikanharga bahan bakar minyak, perekonomian Indonesia tahun 2006secara gradual mengalami perbaikan. Tingkat inflasi yang padaawalnya sangat tinggi berangsur menurun mencapai 6,6%(yoy),atau berada di bawah sasaran, dan nilai tukar rupiah bergerakstabil dengan kecenderungan menguat. Terjaganya kestabilanmakroekonomi memberikan ruang bagi perekonomian untuktumbuh dengan tren membaik sehingga untuk keseluruhantahun 2006 pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) riilmencapai 5,5%(yoy), atau secara nominal mencapai US$370,40milyar dengan GDP/capita sebesar US$1.663.

    1. Perkembangan Investasi Asing di IndonesiaInvestasi asing di Indonesia selama kurun waktu 38 tahunterakhir didominasi oleh 10 besar negara investor utamayang porsinya mencapai 72% dari sisi jumlah proyekdibandingkan dengan total proyek seluruh investasi asing,dan 60% dari sisi nilai investasi dibandingkan seluruh nilaiinvestasi asing pada kurun waktu tersebut.

    Secara kumulatif 10 negara investor terbesar selama kurunwaktu 38 tahun mencapai jumlah 9.315 proyek dan nilaisebesar US$ 163,923 miliar. Investasi asing ini adalah diluarinvestasi dibidang perminyakan & gas serta dibidangperbankan & jasa keuangan.

    Tabel 10 Negara Investor Utama, 1967 2004*)

    Negara Proyek Nilai (US$ Miliar)

    1. Jepang 1.535 36.642,8

    2. United Kingdom 694 30.465,4

    3. Singapura 1.685 20.496,0

    4. Hong Kong 483 15.937

    5. Taiwan 1.010 13.016,8

    6. USA 555 10.721,8

    7. Korea Selatan 1.821 10.019,1

    8. Jerman 281 9.419,8

    9. Malaysia 640 9.018,8

    10. Australia 611 8.185,6

    Sumber: BKPM *) sampai dengan Februari 2004

    Sedangkan investasi atau kepemilikan asing di industriperbankan Indonesia pada tahun 2006 ditandai denganmeningkatnya kepemilikan asing pada beberapa bankswasta nasional. Sehubungan dengan divestasi yangdilakukan oleh pemerintah setelah sebelumnya pada krisisekonomi sebagian besar bank di Indonesia dimilikipemerintah sebagai konsekuensi penerbitan obligasirekapitalisasi perbankan oleh pemerintah dalam menolongperbankan Indonesia, tetapi seiring berjalannya waktu danperbaikan iklim industri perbankan di Indonesiamengakibatkan telah terjadinya perubahan petakepemilikan perbankan di Indonesia. Jumlah kepemilikanbank asing di bank umum swasta nasional devisameningkat dari 31,0% (2005) menjadi 46,4% (2006),sementara untuk bank swasta nasional bukan devisa

    Negara Proyek Nilai (US$ Miliar)

    1. Jepang 1.535 36.642,8

    2. United Kingdom 694 30.465,4

    3. Singapura 1.685 20.496,0