Anak ‘Sehat’ Yang Kurang Gizi

  • View
    11

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

gizi

Transcript

Anak sehat yang kurang gizi

Anak sehat yang kurang giziManfaat ASI,MP ASI,SUSU FORMULA,MAKANAN SAPIHANManfaat ASI :Kandungan gizi yg lengkap dan sesuai dgn kebutuhan bayiMengandung bermacam-macam zat anti baik yg seluler maupun yg humoral, shgga angka mortalitas dan morbiditas lbh rendah drpd bayi yg minum susu formula.Mendekatkan hub. Ibu dan bayi penting untuk mengembangkan dasar kepercayaanMengurangi angka kejadian karies gigi dan maloklusi rahangMengandung enzim-enzim yg membantu mencerna mknan dan enzim yg berfungsi anti bakteri, ex : lisozim, katalase, peroksidaseMengandung hormon-hormonMengurangi perdarahan setelah melahirkan

Kandungan asi1.LAKTOSA Merupakan jenis karbohidrat utama dalam ASI yang berperan penting sebagai sumber energi . Selain itu laktosa juga akan diolah menjadi glukosa dan galaktosa yang berperan dalam perkembangan sistem syaraf. Zat gizi ini membantu penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan bayi.

2.LEMAK Merupakan zat gizi terbesar kedua di ASI dan menjadi sumber energi utama bayi serta berperan dalam pengaturan suhu tubuh bayi. Lemak di ASI mengandung komponen asam lemak esensial yaitu: asam linoleat dan asam alda linolenat yang akan diolah oleh tubuh bayi menjadi AA dan DHA. AA dan DHA sangat penting untuk perkembangan otak bayi.3.OLIGOSAKARIDA Merupakan komponen bioaktif di ASI yang berfungsi sebagai prebiotik karena terbukti meningkatkan jumlah bakteri sehat yang secara alami hidup dalam sistem pencernaan bayi.

4.PROTEIN Komponen dasar dari protein adalah asam amino, berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berperan dalam proses ingatan.

LemakASI memasok 40-50 % energi sbg lemak 93-4 g/ 100 cc)Dari ASI, bayi menyerap 85-90 % lemak. Enzim lipase di dalam mulut mencerna zat lemak 50-70 %KHSebaiknya 60-70 % energi dipasok oleh KH (laktosa)ProteinASI 150-200 cc/kgBB/hari : 1,3-1,8 g protein, peptida & as amino, serta 0,3-0,4 g nitrogen yg bukan as amino /kgBB/ hari

KolostrumKaya akan antibodi spt :Faktor bifidus : faktor spesifik pemacu ptumbuhan Lactobacillus bifidus, bakteri yg dianggap dpt mengganggu kolonisasi bakteri patogen di dlm sal cerna.SIgA, IgM, IgG. SIgA dianggap bkemampuan mengikat protein asing bmolekul besar, spt : virus, bakteri dan zat toksik. Pengikatan ini btujuan untuk enyerapan shg tdk mbahayakan bayi.Faktor antistafilokokusLaktoferin : protein pengikat zat besi agar tdk dpt dgunakan bakteri untk btumbuh kembang.Laktoperoksidase

Komplemen : C3, C4InterferonLizosim : enzim yg bekerja menghancurkan bakteri dg jalan merobek dinding sel, scr tdk lsg meningkatkan keefektifan antibodiProtein pengikat B12LimfositMakrofagFaktor lipid, as lemak & monogliserida

MP ASITujuan :Memenuhi kebutuhan zat mknan yg adekuat untuk keperluan hidup, memelihara kshtan dan untuk aktifitas sehari-hari.Menunjang tercapainya tumbuh kembang yg optimal.Mendidik anak supaya terbina selera dan kebiasaan makan yang sehat.

Pemberian MP-ASI terlalu dini berakibat :Bayi lebih sering menderita diareBayi mudah alergi terhadap zat makanan tertentuTerjadi malnutrisi/ gangguan pertumbuhan anakProduksi asi menurunTingginya solute load dari MP-ASI yg diberikan, shgg dpt menimbulkan hiperismolaritas yang meningkatkan beban ginjal.

Susu formulaPenggunaan susu formula pada negara berkembang dapat berakibat kelainan yg dikenal dgn trias jelliffe:Diare akibat infeksiMoniliasi pada mulutmarasmus

Kekurangan penggunaan susu formula :Susu botol tidak mengandung zat antiKurang kebersihan dlm penyiapanHarganya mahal shgga cenderung diencerkan sehingga nilai gizi berkurangKEPEtiologi : multifaktoral & kompleksUmumnya karena kemiskinan,ketidak tahuan,sanitasi lingkungan yg burukBanyak di temukan di daerah minus karena :BanjirKemarau panjangGagal panen

Juga dapat terjadi karena :Penyakit metabolik (sindroma nefrotik,penyakit hati)Kelainan kongenital (malabsorbsi protein)Infeksi kronisLuka bakarGejala klinik :ApatisAnoreksiaKurus,otot lembekDehidrasiDiareDefisiensi vitamin (bitot spot)Anemis ( def fe,asam folat,b12)Gejala klinisKelainan kulit dan mukosaRambut : pirang,mudah dicabutHipotermiHipoglikemiPerlemakan hatioedemaMakanan

cadanganpemecahan jaringan

energi

Kehidupan selPenyakit penyertaDef vitamin aAnemia (fe,cu,vit b12,asam folat)Stomatitis (def vit b dan c)EnteritisHelminthiasisTuberkolosisbronkhopnemoniaStatus hormonal KEPInsulin GF-1 Reaksi adaptasi GH dan kortisol meningkat

GH lipolisisKortisol glukoneogenesisStatus metabolisme KEPTerjadinya glukogenolisis dan glukoneogenesis,bila gagal hipotermiOedema terjadi karena hipoalbuminemiaDef kalium pemecahan ototKadar AA plasma perubahan pola AADiagnosisKlinisAntopometrikLaboratoriumPenilaian asupanDETEKSI DINI TUMBUH KEMBANGMenemukan penyimpangan tumbangsejak diniagar lebih mudah diintervensi

Bila penyimpangan terlambat dideteksi- Lebih sulit diintervensi- berpengaruh pada tumbang

Kategori risiko keterlambatan tumbangRisiko tinggi - BBL < 1250 g- Usia gestasi < 30 mg- Perdarahan periventrikuler- Asfiksia- PJB sianotik- Kelainan yang mengenai SSP (didapat/kongenital)- PPHN-TORCH- Hipoglikemia persisten ataupr olonged- Multiple congenital anomalies and genetic disorder Risiko sedangBBL 1250 dan 1500 g-Pemakaian VM lama-Kelainan : Gastroschisis, omphalocele-Tracheostomy-Kelainan metabolikDeteksi diniAnamnesis (+observasi) Pemeriksaan fisik rutin (+pemeriksaan neurologis dasar) Pemeriksaan penunjang,skrining perkembangan

Pemeriksaan Neurologis dasar Saraf kranial Sistem motor : berdiri, berjalan, kekuatanotot, tonus otot, paresis,paralisis,koordinasiSistem sensori : sentuh, nyeri, vibrasi, posisiRefleks : superfisial, tendonRefleks patologis

Observasi dan Anamnesis Observasi : Ketika balita masuk cara berjalan, penampilan wajah, bentuk kepala,proporsi tubuh, pandangan mata,komunikasi, cara bicara, interaksi dglingkungan, perilaku

Anamnesis : kecurigaan ortu, riwayat perkembangan sebelumnya, faktor risiko

Sefalo-kaudal

Ada 4 sektor perkembangan yang dinilai: Personal Social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Fine Motor Adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anakmengamati sesuatu, melakukan gerakan yangmelibatkan bagian tubuh tertentu seperti otot kecil,tetapi memerlukan koordinasi yang cermat

Language(bahasa) Kemampuan untuk memberikan responsterhadap suara, mengikuti perintah danberbicara spontanGross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.

posyanduPosyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh, dari dan untuk masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya serta kesehatan ibu dan anak pada khususnya.Posyandu merupakan bagian dari pembangunan untuk mencapai keluarga kecil, bahagia dan sejahtera, dilaksanakan oleh keluarga bersama dengan masyarakat di bawah bimbingan petugas kesehatan dari Puskesmas setempat.

Sasaran posyandua. Balita dan orangtuanyab. Ibu hamilc. Ibu menyusui dan bayinyad. Perempuan usia subur

5 meja posyanduMeja 1 Pendaftaran balita, ibu hamil, ibu menyusuiMeja 2 Penimbangan balitaMeja 3 Pencatatan hasil penimbanganMeja 4Penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusuiMeja 5Pelayanan kesehatan, KB, imunisasi dan pojok oralit

Pelaksana posyanduPelaksana Posyandu adalah kader. Kader Posyandu adalah siapa saja dari anggota masyarakat yang:Mau bekerja secara sukarela dan ikhlasMau dan sanggup melaksanakan kegiatan PosyanduMau dan sanggup menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan dan mengikuti kegiatan Posyandu.