BAB 11 HIPOTESIS A. Pengertian Hipotesis Statistik Hipotesis pada

  • View
    226

  • Download
    8

Embed Size (px)

Transcript

  • Hipotesis Page 1

    BAB 11

    HIPOTESIS

    A. Pengertian Hipotesis Statistik

    Hipotesis pada dasarnya merupakan suatu proposisi atau anggapan yang

    mungkin benar, dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan/pemecahan

    persoalan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut. Hipotesis statistik ialah suatu

    pernyataan tentang bentuk fungsi suatu variabel atau tentang nilai sebenarnya suatu

    parameter. Suatu pengujian hipotesis statistik ialah prosedur yang memungkinkan

    keputusan dapat dibuat, yaitu keputusan untuk menolak atau tidak menolak hipotesis

    yang sedang dipersoalkan/diuji.

    Hipotesis (atau lengkapnya hipotesis statistik) merupakan suatu anggapan atau

    suatu dugaan mengenai populasi. Sebelum menerima atau menolak sebuah hipotesis,

    seorang peneliti harus menguji keabsahan hipotesis tersebut untuk menentukan apakah

    hipotesis itu benar atau salah. H0 dapat berisikan tanda kesamaan (equality sign)

    seperti : = , , atau . Bilamana H0 berisi tanda kesamaan yang tegas (strict equality

    sign) = , maka Ha akan berisi tanda tidak sama (not-equality sign). Jika H0 berisikan

    tanda ketidaksamaan yang lemah (weak inequality sign) , maka Ha akan berisi tanda

    ketidaksamaan yang kuat (stirct inequality sign) > ; dan jika H0 berisi , maka Ha

    akan berisi

    0: : <

    Istilah hipotesis berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata hupo dan thesis.

    Hupo artinya sementara, atau kurang kebenarannya atau masih lemah kebenarannya.

    Sedangkan thesis artinya pernyataan atau teori. Karena hipotesis adalah pernyataan

    sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu diuji kebenarannya, sehingga

    istilah hipotesis ialah pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya.

    Hipotesis dapat diartikan sebagai pernyataan statistik tentang parameter

    populasi. Dengan kata lain, hipotesis adalah taksiran terhadap parameter populasi,

    melalui data-data sampel. Dalam statistik dan penelitian terdapat dua macam hipotesis,

    yaitu hipotesis nol dan alternatif. Pada statistik, hipotesis nol diartikan sebagai tidak

    adanya perbedaan antara parameter dengan statistik, atau tidak adanya perbedaan

  • Hipotesis Page 2

    antara ukuran populasi dan ukuran sampel. Dengan demikian hipotesis yang diuji

    adalah hipotesis nol, karena memang peneliti tidak mengharapkan adanya perbedaan

    data populasi dengan sampel.selanjutnya hipotesis alternatif adalah lawan hipotesis

    nol, yang berbunyi ada perbedaan antara data populasi dengan data sampel.

    B. Tipe tipe Hipotesis Statistik

    Hipotesis dibagi menurut tingkat eksplanasi hipotesis yang akan diuji, maka

    rumusan hipotesis dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu hipotesis deskriptif

    (pada satu sampel atau variabel mandiri/tidak dibandingkan dan dihubungkan),

    komparatif dan hubungan.

    1. Hipotesis Deskriptif

    Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak

    membuat perbandingan atau hubungan. Dalam perumusan hipotesis statistik, antara

    hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha) selalu berpasangan, bila salah satu

    ditolak, maka yang lain pasti diterima sehingga dapat dibuat keputusan yang tegas,

    yaitu kalau H0 ditolak pasti Ha diterima. Hipotesis statistik dinyatakan melalui

    simbol-simbol.

    Contoh pernyataan yang dapat dirumuskan hipotesis deskriptif-statistiknya :

    Suatu perusahaan minimum harus mengikuti ketentuan, bahwa salah satu unsur

    kimia hanya boleh dicampurkan paling banyak 1%. Dengan demikian rumusan

    hipotesis statistik adalah :

    0: 0,01

    : > 0,01

    Suatu bimbingan tes menyatakan bahwa murid yang dibimbing di lembaga itu,

    paling sedikit 90% dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Rumusan hipotesis

    statistik adalah :

    0: 0,90

    : < 0,90

    Seorang peneliti menyatakan bahwa daya tahan lampu merk A = 450 jam dan B =

    600 jam. Hipotesis statistiknya adalah :

    Lampu A : Lampu B :

    0: = 450 jam 0: = 600 jam

    : 450 jam : 600 jam

  • Hipotesis Page 3

    Hipotesis pertama dan kedua diuji dengan uji satu pihak (one tail) dan ketiga

    dengan dua pihak (two tail).

    2. Hipotesis Komparatif

    Hipotesis komparatif adalah pernyataan yang menunjukkan dugaan nilai dalam satu

    variabel atau lebih pada sampel yang berbeda.

    Contoh rumusan masalah komparatif dan hipotesisnya :

    Apakah ada perbedaan daya tahan lampu merk A dan B ?

    Rumusan Hipotesis adalah :

    1) Tidak terdapat perbedaan daya tahan lampu antara lampu merk A dan B.

    2) Daya tahan lampu merk B paling kecil sama dengan lampu merk A.

    3) Daya tahan lampu merk B paling tinggi sama dengan lampu merk A.

    Hipotesis statistiknya adalah :

    0: 1 = 2

    : 1 2

    0: 1 2

    : 1 < 2

    0: 1 2

    : 1 > 2

    3. Hipotesis Hubungan (Assosiatif)

    Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang

    hubungan antara dua variabel atau lebih. Contoh rumusan masalahnya adalah

    Apakah ada hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Efektifitas Kerja ?

    Rumus dan hipotesis nolnya adalah : Tidak ada hubungan antar gaya

    kepemimpinan dengan efektifitas kerja.

    Hipotesis statistiknya adalah ;

    0: = 0

    : 0 ( = simbol yang menunjukkan kuatnya hubungan)

    C. Tipe tipe Kesalahan

    Dalam melakukan pengujian hipotesis, ada dua macam kesalahan yang dapat

    terjadi, dikenal dengan nama-nama :

    1. Kesalahan tipe I yaitu menolak hipotesis (H0) yang seharusnya tidak ditolak atau Ho

    ditolak padahal Ho benar. Kesalahan ini disebut kesalahan ..

    Rumusan uji hipotesis dua pihak

    Rumusan uji hipotesis satu pihak

    Rumusan uji hipotesis satu pihak

  • Hipotesis Page 4

    2. Kesalahan tipe II yaitu tidak menolak hipotesis (H0) yang seharusnya ditolak atau

    Ho diterima padahal Ho salah. Kesalahan ini disebut kesalahan .

    D. Prosedur Uji Hipotesis

    Pengujian hipotesis ada tiga macam yaitu :

    1. Uji dua pihak

    2. Uji satu pihak yaitu pihak kanan

    3. Uji satu pihak yaitu pihak kiri

    Untuk dapat memutuskan apakah H0 ditolak atau diterima, maka diperlukan

    kriteria tertentu dengan nilai tertentu baik dari hasil perhitungan maupun hasil dari

    tabel. Kedua hasil tersebut dibandingkan. Dalam hal ini dimisalkan menggunakan

    perhitungan t dengan menggunakan rumus t sehingga diperoleh thitung. Kemudian dicari

    ttabel dari tabel t dengan tertentu. Nilai ttabel dua pihak dan satu pihak dengan

    tertentu diperoleh dengan melihat daftar atau tabel t. Sebelum mengadakan pengujian

    hipotesis, maka asumsi asumsi yang berlaku hendaklah dipenuhi terlebih dahulu.

    Asumsi-asumsi yang diperlukan sebelum melakukan pengujian hipotesis

    adalah :

    1. Nyatakanlah data yang akan diuji tersebut berasal dari sampel atau populasi. Jika

    menggunakan data sampel, maka rata ratanya adalah . Dan jika menggunakan

    data populasi, maka rata ratanya adalah .

    2. Data yang diuji berdistribusi normal.

    Langkah langkah Pengujian Hipotesis adalah sebagai berikut:

    1. Tulis Ha dan H0 dalam bentuk kalimat.

    2. Tulis Ha dan H0 dalam bentuk statistik.

    3. Hitung atau (salah satu tergantung tak diketahui atau diketahui)

    Jika tidak diketahui, maka adalah :

    hitung =0

    Di mana : = rata-rata data yang ada

    0 = rata-rata sekarang

    = simpangan baku

    = jumlah data sampel

    Jika diketahui, maka adalah :

  • Hipotesis Page 5

    hitung =0

    Di mana : = rata-rata data yang ada

    0 = rata-rata sekarang

    = simpangan baku

    = jumlah data sampel

    4. Tentukan taraf signifikansi ().

    5. Cari dengan ketentuan :

    seperti langkah 4,

    = 1

    Dengan menggunakan tabel t diperoleh atau

    6. Tentukan kriteria pengujian.

    7. Bandingkan dengan atau dengan

    8. Buatlah kesimpulannya

    Penentuan kriteria pengujian dan nilai kritis digambarkan seperti tabel berikut ini

    1. Uji Dua Pihak ( Two Tail Test )

    Uji dua pihak digunakan bila hipotesis nol (H0) berbunyi sama dengan dan

    hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi tidak sama dengan

    Hipotesis statistiknya :

    H0 : = 0

    Ha : 0

    Kriteria Pengujian :

    Jika +

    Maka H0 diterima dan Ha ditolak

    Contoh soal :

    Telah dilakukan pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang menyatakan

    bahwa daya tahan berdiri pramuniaga (pelayan toko) di Jakarta adalah 4 jam/hari.

    Berdasarkan sampel 31 orang yang diambil secara random terhadap pelayanan toko

    yang dimintai keterangan masing-masing memberikan data sebagai berikut :

    3 2 3 4 5 6 7 8 5 3 4 5 6 6 7 8 8 5 3 4 5 6 2 3 4 5 6 3 2 3 3

    Penyelesaian :

    Berdasarkan pertanyaan tersebut, maka

  • Hipotesis Page 6

    Menentukan H0 dan Ha dalam bentuk kalimat

    H0 : Daya tahan berdiri pramuniaga di Jakarta adalah 4 jam / hari.

    Ha : Daya tahan berdiri pramuniaga di Jakarta bukan 4 jam / hari.

    Menentukan H0 dan Ha dalam bentuk statistik

    H0 : = 4 jam / hari

    Ha : 4 jam / hari

    Menghitung thitung

    n = 31 ; 0 = 4 jam / hari

    =

    =3+2+3++3+3

    31=

    144

    31= 4,645

    = 2( )

    2

    (1)

    = 31(76