of 61/61
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan Trimester III sering kali disebut periode menunggu dan waspada karena ibu sudah merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya dan mulai khawatir dengan diri dan bayinya pada saat melahirkan. Pada saat itu juga merupakan saat persiapan aktif untuk menunggu kelahiran bayi dan menjadi orang tua (Sofie R. 2008). Kehamilan merupakan hal yang fisiologis. Namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologi. Salah satu asuhan yang dilakukan oleh bidan untuk menapis adanya resiko ini yaitu melakukan pendeteksial dini adanya komplikasi atau penyakit yang mungkin terjadi selama hamil muda (Yuni Kusmiati, dkk :2009). Persiapan persalinan merupakan bagian terpenting dari proses persalinan yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan optimal menjelang persalinan dan segera dapat memberikan laktasi (Manuaba, 1998 : 141). Persiapan persalinan meliputi persiapan fisik, psikologis dan materi. Persiapan fisik merupakan persiapan yang berhubungan dengan aspek persiapan tubuh untuk mempermudah persalinan dan laktasi, persiapan psikologis adalah persiapan yang berhubungan dengan ketahanan mental terhadap rasa takut dan kecemasan serta aspek kognitif tentang persalinan sedangkan persiapan materi merupakan persiapan ibu dan keluarga untuk

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - … · PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... berdasarkan laporan rutin PWI-KIA pada tahun 2007, ... (ANC). 3. Bagi Institusi Pendidikan

  • View
    220

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - … · PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... berdasarkan laporan...

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Kehamilan Trimester III sering kali disebut periode menunggu dan

    waspada karena ibu sudah merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya

    dan mulai khawatir dengan diri dan bayinya pada saat melahirkan. Pada saat

    itu juga merupakan saat persiapan aktif untuk menunggu kelahiran bayi dan

    menjadi orang tua (Sofie R. 2008).

    Kehamilan merupakan hal yang fisiologis. Namun kehamilan yang

    normal dapat berubah menjadi patologi. Salah satu asuhan yang dilakukan

    oleh bidan untuk menapis adanya resiko ini yaitu melakukan pendeteksial

    dini adanya komplikasi atau penyakit yang mungkin terjadi selama hamil

    muda (Yuni Kusmiati, dkk :2009).

    Persiapan persalinan merupakan bagian terpenting dari proses

    persalinan yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan optimal menjelang

    persalinan dan segera dapat memberikan laktasi (Manuaba, 1998 : 141).

    Persiapan persalinan meliputi persiapan fisik, psikologis dan materi.

    Persiapan fisik merupakan persiapan yang berhubungan dengan aspek

    persiapan tubuh untuk mempermudah persalinan dan laktasi, persiapan

    psikologis adalah persiapan yang berhubungan dengan ketahanan mental

    terhadap rasa takut dan kecemasan serta aspek kognitif tentang persalinan

    sedangkan persiapan materi merupakan persiapan ibu dan keluarga untuk

  • 2

    mendukung kelancaran persalinan dari aspek finansial (Christina I, 1999 :

    21).

    Persalinan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu

    hamil,sebuah waktu yang menyenangkan namun disisi lain merupakan hal

    yang paling menebarkan. Persalinan terasa akan menyenangkan namun disisi

    lain merupakan hal yang paling mendebarkan. Persaliana terasa akan

    menyenangkan karena sikecil yang selama sembilan bulan bersembunyi

    didalam perut anda akan muncul terlahir kedunia. Disisi lain persalinan

    menjadi mendebarkan khusus bagi calon ibu baru, dimana terbayang proses

    persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan energi yang begitu banyak dan

    sebuah perjuangan yang cukup melelahkan.

    Munculnya perilaku untuk melakukan persiapan persalinan didukung

    oleh adanya motivasi untuk melakukan persiapan persalinan, yaitu alasan atau

    dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan seseorang berbuat sesuatu

    (Sunaryo, 2004 : 143).

    Menurut WHO (2009) sebagian Angka Kematian Ibu (AKI) yang

    terjadi dapat dihindari apabila tersedia tenaga pertolongan persalinan yang

    terampil. Kompetensi adalah prasyarat untuk praktek-praktek terbaik dan

    memastikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu (Canavan dalam

    Cham et Ai, 2008).

    Mortalitas dan morbilitas pada wanita hamil dan bersalin adalah

    masalah besar di Negara berkembang. Di Negara miskin sekitar 25 50 %

    kematian wanita usia subur di sebabkan hal berkaitan dengan kehamilan.

  • 3

    Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama wanita muda pada

    masa puncak produktifitasnya. Pada tahun 1996 Wold Heatlh Organitation

    (WHO).

    Dinegara miskin, sekitar 25-50% kematian wanita usia subur

    disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan,

    nifas. WHO memperkirakan diseluruh dunia setiap tahunnya lebih dari

    585.000 meninggal saat hamil atau bersalin. Berdasarkan hasil SDKI 2007

    derajat kesehatan ibu dan anak di indonesia masih perlu ditingkatkan,

    ditandai oleh Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 228/100.000 kalahiran hidup

    (KH), dan tahun 2008, 4.692 jiwa ibu melayang dimasa kehamilan,

    persalinan, dan nifas. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) 34/1000KH,

    terjadi startegis bila dibandingkan dengan SDKI 2003 yaitu 35 per 1000.

    Memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertahunnya meninggal saat

    hamil atau persalinan. di Asia Selatan, wanita kemungkinan meninggal 1:18

    yang diakibatkan Oleh hamil atau persalinan selama kehidupannya, di banyak

    Negara Afrika 1 : 14, sedangkan di Amerika Utara hanya 1 : 6.366 lebih dari

    50% kematian terjadi di Negara berkembang sebenarnya dapat di cegah

    dengan tekhnologi yang ada serta biaya relatif rendah (Sarwono, 2006 ).

    Kematian pada wanita dan bersalin adalah masalah besar di negara

    berkembang. Di negara berkembang sekitar 25-50% kematian terjadi pada

    wanita usia subur. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama

    kematian wanita usia muda pada masa puncak produktivitasnya. Angka

    kematian ibu (AKI) merupakan tolak ukur untuk menilai keadaan pelayanan

  • 4

    obstetri disuatu negara. Bila AKI masih tinggi berarti sistem pelayanan

    obstetri masih buruk, sehingga memerlukan perbaikan (Anbarwati, 2009).

    Kematian ibu 90% terjadi pada saat sekitar persalinan dan 95%

    penyebab kematian ibu ada adalah komplikasi obsertri yang sering tidak

    diperkirakan sebelumnya, maka kebijaksaana depertemen kesehatan untuk

    mempercepat penurunan AKI adalah memupayakan agar setiap persalinan

    ditolong atau didampingi oleh bidan atau pelayanan obsertri sedekat mungkin

    diberikan pada ibu hamil (Saifuddin, 2002). Bidan sebagai tenaga kesehatan

    juga mempercepat penurunan AKI yaitu dengan salah satu usaha salah

    satunya adalah pelayanan antenatal care (ANC). Pelayanan antenatal

    merupakan sarana agar ibu lebih siap menghadapi persalinan (Depkes RI,

    2000).

    Berdasarkan survey kesehatan rumah tanggan (Depkes RI, 2010)

    Ppenyebab tidak langsung kematian ibu antara lain kekurangan energi kronis

    (KEK) pada kehamilan (37%), dan anemia pada kehamilan (40%), sedangkan

    berdasarkan laporan rutin PWI-KIA pada tahun 2007, penyebab langsung

    kematian ibu adalah akibat perdarahan (28%), eklamsia (24%), infeksi (11%),

    dan lain-lain (33%).

    Berdasarkan survey demografi kesehatan indonesia (SDKI) 2007

    menunjukkan bahwa angka kematian ibu indonesia masih tinggi yaitu

    228/100.000 kelahiran hidup (KH), sedangkan angka kematian bayi (AKB) di

    indonesia juga masih relatif tinggi yaitu 34/1000 KH (Depkes RI, 2010).

  • 5

    AKI di provinsi aceh mencapai 209/100KH, AKB berada diatas rata

    nasional yaitu mencapai 40/1000 KH (Dinkes Prov Aceh, 2009).

    Sedangkan data dari Dinkes kabupaten Aceh Barat Daya ( 2012)

    ditemukan bahwa jumlah sasaran ibu hamil sebesar 3.119 orang dengan

    cakupan KI sebesar 2.558 orang ( 85,90% ) dan cakupan K4 1.822 orang.

    Berdasarkan data yang diperoleh dari pukesmas Bineh Krueng

    Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya dari tahun 2012

    jumlah ibu hamil 249 jiwa. Dan khusus nya pada ibu hamil trimester III

    berjumlah 40 oang.

    Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, peneliti

    menemukan bahwa masyarakat di Pukesmas bineh krueng khususnya ibu

    hamil pada trimester III masih sangat kurang atau tidak memperdulikan

    tentang persiapan persalinannya, penulis juga menemukan sebagian ibu hamil

    pada trimester III tidak mempersiap dana untuk persalinannya. Ada ibu hamil

    yang mengatakan jangankan mempersiapkan dana untuk persiapan persalinan

    makan sehari-hari saja tidak mencukupi, selain dari dana tersebut, dari segi

    lainnya juga tidak ada persiapan, seperti beberapa orang ibu hamil disana

    melakukan pernikahan dini, selain dari biaya, persiapan mentalnya pun

    kurang. Rata-rata pendidikan terahkir ibu hamil disana tamatan SMA, dan

    rata usia pernikahan ibu-ibu hamil di pukesmas rata-rata 18-19 tahun.

  • 6

    Dari penjelasan latar belakang diatas peneliti telah melakukan

    penelitian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil

    Trimester III Terhadap Persiapan Persalinan di Pukesmas Bineh Krueng

    Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya.

    B. Rumusan Masalah

    Perumusan masalah pada penelitian ini adalah apa-apa saja faktor

    yang mempengaruhi ibu hamil trimester III terhadap persiapan persalinan, di

    Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat

    Daya 2013.

    C. Tujuan Penelitian

    1. Tujuan Umum

    Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil

    trimester III terhadap persiapan persalinan.

    2. Tujuan Khusus

    a. Mengetahui pengaruh umur ibu hamil trimester III terhadap persiapan

    persalianan

    b. Mengetahui pengaruh pendidikan ibu hamil trimester III terhadap

    persiapan persalinan.

    c. Mengetahui pengaruh pendapatan ibu hamil trimester III terhadap

    persiapan persalinan

  • 7

    D. Manfaat Penelitian

    1. Bagi Peneliti

    Dapat menerapkan riset kebidanan mengenai faktor-faktor yang

    mempengaruhi ibu hamil trimester III tentang persiapan persalinan.

    2. Bagi Tempat Penelitian

    Sebagai masukan dan bahan informasi bagi bidan setempat yang

    dapat digunakan untuk pemberian penyuluhan dan konseling mengenai

    persiapan persalinan pada saat antenatal care (ANC).

    3. Bagi Institusi Pendidikan

    Sebagai bahan masukan dan kajian ilmu pengetahuan dalam

    meningkatkan wawasan peserta didik tentang faktor- faktor yang

    mempengaruhi ibu hamil trimester III tentang persiapan persalinan.

    E. Keasliaan peneliti.

    Penelitian yang sama sudah pernah dilakukan oleh :

    1. Sri guslena ( 2011 ) dengan judul faktor- faktor yang mempengaruhi

    ibu hamil trimester III dengan persiapan persalinan di Bidan Praktet

    Swasta Sinarti lambaro skep Banda Aceh Provinsi Nanggro Aceh

    Darusalam, metode yang digunakan yaitu analitik dengan pendekatan

    cross sectional, sampel berjumlah 36 ibu hamil, dengan teknik Sampling

    menggunakan Quata sampling teknik pengumpulan data primer yaitu

    dengan wawancara hasil yang diperoleh yaitu dengan 10 responden

    (27%) tingkat pendidikan ibu hamil tinggi , 18 responden (50%) dengan

    tingkat pendidikan menengah, dan 8 responden (22,2%) dengan tingkat

  • 8

    pendidikan dasar. Hasil penelitian analitik : ada pengaruh antara

    pendidikan ibu hamil trimester III dengan persiapan persalinan.

    2. Saputri silviana (2011) dengan judul Faktor-faktor yang mempengaruhi

    ibu Hamil Trimester III terhadap persiapan persalinan, di UPT

    Puskesmas Gajahan Surakarta. Metode yang di gunakan adalah Analitik

    dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 36 ibu hamil,

    dengan teknik Sampling menggunakan Quota Sampling, Teknik

    pengumpulan data menggunakan pengumpulan data primer yaitu dengan

    Kuesioner. Hasil yang diperoleh yaitu 10 responden (27,8%) dengan

    tingkat pengetahuan baik. 18 responden (50%) dengan tingkat

    pengetahuan cukup, dan 8 responden (22,2%) tingkat pengetahuan

    kurang.

    Hasil penelitian analitik : ada pengaruh antara pengetahuan ibu hamil

    trimester III terhadap persiapan persalinan.

    3. Dwi Setyowati (2009) dengan judul Gambaran pengetahuan ibu hamil

    trimester III tentang persiapan persalinan di Bidan Praktet Swasta

    Supriharini di desa garahan dikecamatan silo kabupaten jember metode

    yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional.

    Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel

    30 ibu hamil. Teknik pengumpulan data mengunakan kuesioner. Hasil

    yang diperoleh yaitu 3 responden (10 %) mempunyai pengetahuan baik,

    17 responden (50%) mempunyai pengetahuan cukup, dan yang

    mempunyai pengetahuan yang kurang yaitu 10 responden (33,3%).

  • 9

    Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan adalah lokasi dan

    waktu, jumlah responden dan hasil, tahun, sedangkan persamaan dengan

    penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang persiapan persalinan.

  • 10

    BAB II

    TINJAUAN TEORITIS

    A. Pengertian Kehamilan

    Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya

    hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari

    hari pertama haid terahkir (Saifuddin, 2002).

    Menurut Sunarsih dan Dewi (2011) Kahamilan merupakan saat yang

    sangat menakjubkan dalam kehidupan seorang wanita. Hal itu juga

    merupakan saat yang menyenangkan ketika sebuah kehidupan baru yang

    misterius bertumbuh dan berkembang didalam rahim. Sekali kehamilan

    terjadi, berbagai macam efek terjadi dalam tubuh wanita, baik efek karena

    perubahan hormon, bentuk tubuh, maupun kondisi emosional wanita yang

    mengalami kehamilan.

    Kehamilan adalah mulai dari ovulasi sampai partus lamanya 280 hari

    (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu).pembagian kehamilan

    dibagi dalam 3 trimester, trimester pertama, dimulai dari konsepsi sampai 3

    bulan (0-12 minggu), trimester kedua dari bulan ke empat sampai 6 bulan

    (13-28 minggu), trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (29 42

    minggu) (Prawirohardjo, 1999).

    1. Trimerter I

    a) Menjalin hubungan saling pecaya

    Ini merupakan langkah paling awal namun akan sangat

    menentukan kualitas asuhan diwaktu-waktu berikutnya. Hubungan

  • 11

    saling percaya antara pasien dan asuhan bidan mutlak harus dapat

    dipenuhi sehingga informasi dan penatalaksanaan yang diberikan oleh

    bidan dapat selalu sesuai dengan data yang disampaikan pasien secara

    jujur. Bisa dibayangkan jika pasien tidak dapat percaya dengan bidan

    dan memberikan data yang tidak sesuai, maka jika terjadi gangguan

    pada ibu, bidan tidak akan dapat mendeteksi sehingga akan berakibat

    fatal yaitu salah dalam memberikan pelayanan.

    b) Deteksi masalah

    Pada tahap awal pemberian asuhan, bidan melakukan deteksi

    kemungkinan masalah atau komplikasi yang muncul dengan

    melakukan penapisan- penapisan. Beberapa diantaranya adalah

    penapisan kelainan bentuk panggul pada pasien dengan tinggi badan

    kurang dari 145 cm, pre-eklamsi,hipertensi dalam kehamilan, infeksi,

    dan sebagainya. Penapisan ini dilakukan melalui proses pengkajian

    data subjektif dan objektif serta ditunjang dengan pemeriksaan

    laboratorium, USG, serta rontgen.

    c) Mencegah masalah (TT dan anemia)

    Pencegahan masalah anemia merupakan prioritas pertama

    yang harus dilakukan oleh bidan karena anemia merupakan penyebab

    utama perdarahan postpartum. Berdasarkan data departemen

    kesehatan, penyebab kematian ibu terbanyak di indonesia adalah

    perdarahan. Selain anemia, bidan juga harus melakukan pencengahan

  • 12

    penyakit tetanus neonatorum karena penyakit ini memberikan peran

    yang cukup besar dalam menyebabkan kematian bayi.

    d) Persiapan persalinan dan kompilkasi

    Meskipun proses persalinan masih cukup lama, namun bidan

    tetap harus menyampaikan informasi ini seawal mungkin sehingga

    pasien dan keluarga sudah mempunyai gambaran mengenai apa yang

    harus direncanakan. Selain itu untuk memperdayakan pasien dan

    keluarga, beberapa komplikasi yang mungkin terjadi dalam kehamilan

    juga perlu disampaikan sejak dini sehingga pasien dan keluarga dapat

    ikut aktif dalam pemantauan perjalanan kehamilannya.

    e) Perilaku sehat (gizi, latihan /senam, kebersihan, istirahat)

    Untuk informasi ini bidan perlu menyampaikan materi

    perilaku hidup sehat secara terperinci karena aspek ini merupakan hal

    sangat menentukan kualitas kesehatan ibu hamil.

    2. Trimester II Gejala Pre-Eklampsi Ringan

    Setelah bidan menyimpulkan bahwa pasien sudah cukup paham

    dengan informasi yang harus diketahui pada trimester I, maka pada

    trimester II ini bidan memberikan informasi yang berkaitan dengan pre-

    eklampsi ringan. Bidan mengajak pasien dan keluarga untuk aktif dalam

    memantau kemungkinan gejala-gejala pre-eklampsi ringan dalam

    kehamilannya sehingga timbul tanggung jawab bagi pasein dan keluarga

    untuk mempertahankan kesehatannya secara mandiri.

  • 13

    3. Trimester III

    Pada Trimester ke tiga ini perut ibu sudah membesar, maka para

    calon ibu sudah akan mempersiapkan untuk kehadiran si bayi baru dalam

    keluarga. Pada tahap ini dimungkinkan muncul berbagai perasaan

    emosional yang berbeda-beda. Kegembiraan untuk bertemu bayi baru atau

    mungkin ada kekuatiran dengan kesehatan bayi. Pada saat ini calon ibu

    akan mulai berfikir tentang persalinan, dengan tambahan perubahan emosi,

    tubuh secara fisik juga mengalami perubahan pada trimester akhir

    ini.Perubahan-perubahan tersebut meliputi sakit punggung karena beban

    berat tubuh, payudara, konstipasi, pernapasan, sering kencing, masalah

    tidur, varises, kontraksi perut, bengkak, kram kaki dan cairan vagina.

    Sehingga pada masa ini perlu persiapan yang sangat matang dari para

    calon ibu (Suririnah, 2004).

    Karakteristik utama perkembangan intrauterin pada trimester ketiga

    adalah penyempurnaan struktur organ khusus / detail dan penyempurnaan

    fungsi berbagai sistem organ.Satu karekteristik perkembangan akhir masa

    janin adalah perlambatan pertumbuhan kepala relatif terhadap

    pertumbuhan badan. Pada awal bulan ke-3, ukuran kepala merupakan

    separuh ukuran kepala bokong (crown-rump length/ CRL). Akan tetapi,

    sejak awal bulan ke-5, ukuran kepala relatif berkurang menjadi sepertiga

    dari CRL, sampai pada saat lahir ukuran kepala hanya seperempat dari

    CRL. Hal ini disebabkan peningkatan pertumbuhan badan dan ekstremitas

    bersama dengan penurunan pertumbuhan kepala (Dewi Surnarsih, 2011).

  • 14

    a) Minggu ke-28

    Pada akhir minggu ke-28, panjang ubun-ubun-bokong adalah

    sekitar 25 cm dan berat janin sekitar 1.100 g. Endapan lemak subkutis

    meningkat sehingga janin memperoleh bentuk membulat/menggemut.

    Produksi kelenjar lemak kulit juga menghasilkan lapisan vernix

    caseosa yang melapisi kulit janin. Sejak usia 28 minggu lengkap, telah

    terbentuk koordinasi antara sistem saraf pusat, pernapasan, dan

    kardiovaskular, meskipun masih sangat minimal. Surfaktan

    (surfuctant) terbentuk di dalam paru-paru. Mata mulai membuka dan

    menutup. Ukuran janin 2/3 ukuran pada saat lahir. Janin yang lahir

    pada masa ini dapat bertahan hidup, namun diperlukan tunjangan

    hidup berupa perawatan intensif yang sangat baik untuk mencapai

    hasil optimal.

    b) Minggu ke-32

    Simpanan lemak coklat berkembang dibawah kulit untuk

    persiapan pemisahan bayi setelah lahir. Bayi sudah tumbuh 38-43 cm

    dan panjang ubun-ubun bokong sekitar 28 cm dan berat sekitar 1.800

    gr. Mulai menyimpan zat besi, kalsium, dan fostor.

    c) Minggu ke-36

    Pada ahkir minggu ke-36 gestasi, janin memiliki panjang

    ubun-ubun bokong rata-rata yaitu 32 cm dan berat sekitar 2.500 g.

    Seluruh uterus terisi oleh bayi sehingga ia tidak bisa bergerak atau

    berputar banyak. Pertumbuhan kepala maksimal, lingkar kepala

  • 15

    menjadi lingkar terbesar dari pada seluruh bagian tubuh, pada bayi

    laki-laki, testis mulai turun ketempatnya didalam skrotum antibodi ibu

    ditransfer kebayi. Hal ini akan memberikan kekebalan untuk enam

    bulan pertama sampai sistem kekebalan bayi berkerja sendiri.

    4. Saat lahir

    Terjadi mekanisme adaptasi berbagai struktur janin. Di

    antaranya, paru yang semula kolaps karena belum terisi udara, sejak

    lahir menjadi mengembangkan karena terisi udara pernapasan. Berbagai

    struktur dalam sistem kardiovaskular menutup. Sejak tali pusat

    diputuskan, sirkulasi feto-maternal melalui plasenta dan pembuluh

    umbilikasi terputus, dan bayi terpisah dari sirkulasi ibunya.

    B. Persiapan Persalinan

    1. Pengertian Persiapan Persalinan

    Persalian adalah kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi

    yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusun dengan pengeluaran

    placenta dan selaput janin dari tubuh ibu. (Sujiyatini et al, 2011).

    Persiapan persalinan adalah rencana tindakan yang dibuat oleh ibu,

    anggota keluarga, dan bidan, rencana ini tidak harus dalam bentuk tertulis

    dan biasanya memang tidak terlulis. Rencana ini lebih hanya sekedar

    diskusi untuk memastikan bahwa ibu menerirma asuhan yang ia

    perlukan.dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi kebingungan

    dan kekacauan pada saat persalinan, serta meningkatkan kemungkinan ibu

  • 16

    akan menerima asuhan yang sesuai dan tepat waktu (Dewi & Surnarsih,

    2011).

    Persiapan Persalinan dan Kelahiran Persiapan persalinan dan

    kelahiran yaitu suatu tahap dalam masa persalinan,dimana semua wanita

    akan menyadari keharusan untuk melahirkan anaknya.Rencana persalinan

    adalah rencana tindakan yang dibuat ibu, anggota keluarganya dan bidan.

    Dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi kebingungan dan

    kekacauan pada saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan bahwa

    ibu akan menerima asuhan yang sesuai serta tepat waktu. Persiapan

    persalinan adalah hal yang penting. Dengan lahirnya sikecil, maka akan

    ada begitu banyak persiapan untuk menyambutnya. Persiapan untuk

    menyambut kelahiran sang buah hati meliputi pakaian, popok, hingga

    aktifitas anda dalam menyusui sang bayi (Ningsih dan Arifah, 2011).

    Ibu hamil yang dalam waktu dekat akan menjalani proses

    persalinan memang sebaiknya mengetahui hal-hal apa yang akan dihadapi.

    Hal ini lebih kepada untuk mempersiapkan diri secara mental (psikologis),

    apalagi jika proses persalinan nanti adalah pengalaman yang pertama.

    Sebuah survey membuktikan bahwa ibu hamil yang mempersiapkan diri

    biasanya akan mengalami lebih sedikit stress dan hasil persalinannya pun

    relatif lebih baik (Gunawan, 2011).

  • 17

    a) Persiapan persalinan (Depkes RI 2007)

    (1) Mempersiapkan ruang untuk persallinan dan kelahiran bayi.

    Persalinan dan kelahiran bayi mungkin terjadi dirumah

    (rumah ibu maupun kerabat) ditempat bidan puskesmas, polindes

    atau rumah sakit, pastikan ketersedian bahan-bahan dan saranan

    yang memadai. Laksanakan upaya PI sesuai dengan standar yang

    telah ditetapkan (JNPK-KR,2007).

    Di manapun persalinan dan kelahiran bayi terjadi,

    diperlukan hal-hal pokok seperti bentuk : ruangan yang hangat

    dan bersih memiliki sirkulasi udara yang baik dan terlindung dari

    tiupan angin, sumber air bersih dan mengalir untuk cuci tangan

    dan memandikan ibu sebelum dan sesudah malahirkan.

    (2) Persiapan perlengkapan bahan-bahan dan obat-obatan yang

    diperlukan

    Pastikan kelengkapan jenis dan jumlah bahan-bahan yang

    diperlukan serta dalam keadaan siap pakai pada setiap persalinan

    dan kalahiran bayi. Jika tempat persalinan dan kelahiran bayi jauh

    dari fasilitas kesehatan, bawahlah semua keperluan tersebut

    kelokasi persalinan. Ketidak mampuan untuk menyediakan semua

    perlengkapan, bahan-bahan dan obat-obat esensial pada saat

    diperlukan akan meningkat resiko terjadinya penyulit pada ibu

    dan bayi baru lahir sehingga keadaan ini dapat membahayakan

    keselamatan jiwa mereka (Rukiyah et al, 20011).

  • 18

    Pada setiap persalinan dan kelahiran bayi : periksa semua

    peralatan sebelum dan setelah memberikan asuhan. Segera ganti

    peralatan sebelum dan setelah memberikan asuhan, segera ganti

    peralatan yang hilang atau rusak, periksa semua obat-obatan dan

    bahan setelah menolong persalinan dan melahirkan bayi.

    Menurut Sujiyatini et al (2011) Untuk mengingat hal-hal penting

    dalam mempersiapkan rujukan, maka singkatan BAKSOKUDA dapat

    digunakan :

    B ( bidan )

    Pastikan bahwa ibu dan atau bayi baru lahir didampingi oleh

    penolong persalinan yang kompeten untuk melaksanakan gawatdarurat

    obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa kefasilitas rujukan.

    A ( alat )

    Bawa perlengkapan dan bahan-bahan untuk asuhan persalinan.

    Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu

    melahirkan dalam perjalanan menuju fasilitas rujukan.

    K ( keluarga )

    Beritahu ibu dan keluarga mengenai kondisi terahkir ibu dan bayi

    dan mengapa ibu dan bayi perlu dirujuk. Jelaskan pada mereka alasan dan

    tujuan rujukan merujukan ibu kefasilitas rujukan tersebut. Suami dan

    anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan bayi hingga ke

    fasilitas rujukan.

  • 19

    S ( surat )

    Berikan surat ketempat rujukan. Surat ini harus memberikan

    identifikasi mengenai ibu dan bayi baru lahir, cantumkan alasan rujukan

    dan uraikan hasil pemeriksaan, asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu

    dan bayi baru lahir. Sertakan juga patograf yang dipakai untuk membuat

    keputusan klinik.

    O ( obat )

    Bawa obat-obatan esensia pada saat mengantar ibu ke fasilitas

    rujukan. Obat-obatan tersebut mungkin diperlukan selama perjalanan.

    K ( kendaraan )

    Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu

    dalam kondisi cukup nyaman. Selain itu pastikan kondisi kendaraan cukup

    baik untuk mencapai tujuan pada waktu yang tepat.

    U ( uang )

    Ingatkan pada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang

    cukup untuk membeli obat-obatan yang perlukan dan bahan-bahan yang

    diperlukan selama ibu dan bayi baru lahir tinggal difasilitas rujukan.

    D ( darah )

    Siapkan orang yang akan menjadi pendonor darah jika transfusi

    diperlukan.

    b) Komponen penting persiapan persalinan

    (1) Pemilahan tempat persalinan ditentukan oleh nilai risiko

    kehamilan dan jenis persalinan yang direncanakan. Persalinan

  • 20

    berisiko rendah dapat dilakukan di puskesmas, polindes, atau

    rumah bersalin, sedangkan persalinan berisiko tinggi harus

    dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas kamar operasi,

    tranfusi darah, dan perawatan bayi risiko tinggi.

    (2) Persalinan dianjurkan dilaksanakan dirumah sakit umum/rumah

    sakit ibu dan anak, lengkap dengan tenaga terlatih dan peralatan

    yang memandai. Sarana tranportasi serta tenga kesehatan yang

    masih terbatas membuat persalinan di beberapa daerah sebagai

    besar masih ditolong oleh dukun bersalin dan berlangsung di

    rumah. Kondisi tersebut merupakan kendala tersendiri yang masih

    sulit diatasi sampai saat ini.

    (3) Di luar negeri (misalnya di Amerika dan Belanda), persalinan

    dapat dilakukan dirumah karena memiliki kelebihan

    dibangdingkan persalinan dirumah sakit. Suasanan rumah

    membuat ibu lebih nyaman sehingga proses persalinan lebih

    lancar dan peran serta suami tampak nyata diraskan. Walaupun

    demikian, persalinan dirumah memerlukan dukungan

    infrastruktur yang baik, serta kesiapan tenaga penolong untuk

    menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada saat

    persalinan maupun pasca persalinan.

    c) Memilih tenaga kesehatan terlatih

    (1) Tenaga kesehatan yang diperolehkan menolong persalinan adalah

    dokter umum, bidan, serta dokter kebidanan dan kandungan. Di

  • 21

    negara kita masih banyak persalinan yang ditolong oleh dukun

    bersalin, baik yang terlatih maupun yang tidak terlatih,. Hal ini

    masih menjadi kendala dimana merupakan salah satu sebab

    tingginya angka kematian bayi.

    (2) Pemilihan tenaga penolongan persalin ditentukan oleh pasien,

    nilai risiko kahamilan, dan jenis persalinan yang akan

    direncanakan bagi masing-masing pasien.

    (3) Pemilihan pasien berdasar resiko dimaksudkan agar penaganan

    kasus lebih terarah dan ditangani oleh tenaga yang kopeten. Pada

    saat persalinan, penanganan kasus dilakukan lebih cermat lagi

    dengan memperhatikan karekteristik kasus. Sebaiknya semua

    kasus dianggap memiliki resiko tinggi karena tidak ada satu cara

    pun yang dapat meramal bahwa persalinan tersebut pasti berjalan

    normal sehingga setiap penolong persalinan akan selalu berhati-

    hati dan mempersiapan segala sesuatunya untuk mengatasi

    penyulit yang mungkin terjadi.

    (4) Selain itu faktor ekonomi, agama, sosial, dan budaya kadang-

    kadang juga mempengaruhi pemilihan tenaga penolong

    persalinan:

    (a) Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi

    kegawatdaruratan pada saat pengambilan keputusan utama

    tidak ada.

    (1) Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga?

  • 22

    (2) Siapa yang akan membuat keputusan jika pembuatan

    keputusan utama tidak ada saat terjadi kegawatdarutan?

    (b) Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi

    kegawatdaruratan

    (1) Banyak ibu yang meninggal karena mengalami

    komplikasi yang serius selama kehamilan. Persalinan

    atau pasca persalinan dan tidak mempunyai jangkauan

    transportasi yang dapat membawa mereka ketingkat

    asuhan kesehatan yang dapat memberikan asuhan yang

    kompeten untuk menangani masalah mereka.

    (2) Setiap keluarga seharusnya mempunyai suatu rencana

    transportasi untuk ibu jika ia mengalami komplikasi dan

    perlu segera dirujuk ke tingkat asuhan yang lebih tinggi.

    Rencana persalinan perlu dipersiapkan lebih dini dalam kehamilan,

    dan harus terdiri atas elemen- elemen di bawah ini :

    (1) Dimana ibu akan bersalin (desa, fasilitas kesehatan, rumah sakit)

    (2) Bagaimana cara menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika

    terjadi kegawatdarutan.

    (3) Kefasilitas kesehatan mana ibu akan dirujuk.

    (4) Bagaiman cara mendapatkan dana jika terjadi kegawatdaruratan.

    (5) Bagaimana cara mencari donor darah.

    (6) Membuat rencana / pola menabung.

  • 23

    (a) Keluarga dianjurkan untuk menambung sejumlah uang untuk

    persediaan dana guna asuhan selama kehamilan dan jika

    kegawatduraratan.

    (b) Menabung sesuai kemampuan dan terprogram.

    (c) Kesepakatan bersama dalam keluarga.

    (d) Program tabulin.

    (7) Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk persalinan

    (a) Ibu dan keluarga dapat mengumpulkan barang-barang (seperti

    pembalut wanita, sabun, baju ibu, baju bayi, dan lain-lain) dan

    menyimpannya untuk persiapan persalinan.

    (b) Beberapa rumah sakit biasanya sudah membuatkan daftar

    peralatan yang harus dibawa saat datang, misalnya gurita,

    peralatan mandi (sabun, sikat gigi, pasta gigi, sampo, deodoran,

    bedak, sisir, pelembap bibir, handuk kecil, handuk besar),

    perlengkapan pribadi (pembalut wanita, alas BH, BH untuk

    menyusui, celana dalam, beberapa blus, kaos longgar/daster, dan

    kaos kaki), krim puting susu, spon kecil, waslap, kain, baju bayi,

    dan popok.

    (c) Hendaknya dipersiapkan jauh hari sebelumnya, dimasukan

    kedalam tas sehingga begitu tanda-tanda persalinan muncul, ibu

    tidak panik dan dapat berlangsung mencari pertolongan (ke rumah

    sakit, rumah bersalin, dan sebagainya).

  • 24

    (d) Mempersiapkan perlengkap buah hati dapat menjadi kesibukan

    yang menyenangkan.

    C. Membuat Rencana Persalinan

    Hal-hal mengenai pembuatan rencana persalinan adalah sebagai

    berikut :

    1. Tempat persalinan

    a) Pemilihan tempat persalinan ditentukan oleh nilai risiko kehamilan dan

    jenis persalinan yang direncanakan. Persalinan berisiko rendah dapat

    dilakukan di puskesmas, polindes, atau rumah bersalin, sedangkan

    persalinan berisiko tinggi harus dilakukan di rumah sakit yang memiliki

    fasilitas kamar operasi, tranfusi darah, dan perawatan bayi berisiko

    tinggi.

    b) Persalinan dianjurkan dilaksanakan di rumah sakit umum/rumah sakit

    ibu dan anak, lengkap dengan tenaga terlatih dan peralatan yang

    memadai. Sarana transportasi serta tenaga kesehatan yang masih

    terbatas membuat persalinan di beberapa daerah sebagian besar masih

    ditolong oleh dukun bersalin dan berlangsung dirumah. Kondisi

    tersebut merupakan kendala tersendiri yang masih sulit diatasi sampai

    saat ini.

    c) Diluar negri (misalnya di Amerika dan Belanda), persalinan dapat

    dilakukan di rumah karena memiliki kelebihan dibandingkan persalinan

    di rumah sakit. Suasana rumah membuat ibu lebih nyaman sehingga

    proses persalinan lebih lancar dan peran serta suami tampak nyata

  • 25

    dirasakan. Walaupun demikian, persalinan dirumah memerlukan

    dukungan infrastruktur yang baik, serta kesiapan tenaga penolong untuk

    menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada saat persalinan

    maupun pascapersalinan (Sunarsih, 2011).

    Saran untuk ibu hamil adalah melahirkan dirumah sakit besar yang

    fasilitasnya lengkap tidak sepenuhnya benar. Apalagi bila selama

    kehamilan, dokter yang memeriksa tidak menemukan masalah atau faktor

    risiko tertentu pada ibu dan janin. Ada banyak faktor yang harus

    dipertimbangkan saat calon ibu menentukan tempat ia akan melahirkan.

    Selain faktor jarak, faktor biaya juga mesti dipertimbangkan.

    Berbeda dengan rumah sakit khusus untuk bersalin atau klinik

    bidan. Biasanya, melahirkan di rumah sakit dengan peralatan medis yang

    amat lengkap tarifnya memang relatif mahal.

    Faktor lain yang harus dipertimbangkan saat memilih tempat

    bersalin adalah sebagai berikut :

    (1) Usahakan agar jarak tempat melahirkan dengan tempat tinggal tidak

    terlalu jauh. Jika dokter menyatakan calon ibu dan janinnnya dalam

    kondisi yang sangat baik dan sehat. Maka boleh-boleh saja bersalin di

    klinik kecil dekat rumah. Hal ini agar ibu yang akan melahirkan

    segera mendapatkan penanganan secara cepat.

    (2) Pilihlah klinik atau rumah bersalin yang memiliki fasilitas rujukan ke

    rumah sakit yang lebih besar dan juga memiliki mobil ambulan.

  • 26

    Gunanya agar jika ibu mengalami kondisi darurat dapat segera

    dilarikan dengan ambulan ke rumah sakit rujukan.

    (3) Rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap, seperti NICU dan ICU.

    2. Memilih penolong persalinan

    a) Tenaga kesehatan

    (1) Pengertian tenaga kesehatan

    Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri

    dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan atau

    keterampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan yang untuk

    jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya

    kesehatan. Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk

    menyelenggarakan upaya kesehatan (Sularsono, 2005).

    (2) Definisi Bidan

    Menurut Sofyan et al (2008) yang mengatakan bahwa Bidan

    adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan Bidan yang

    terakreditasi dan memenuhi kualifikasi untuk diregister, sertifikasi

    dan atau secara sah mendapat lisensi untuk praktik kebidana, bidan

    diakui sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab dan

    akuntabel, bermitra dengan perempuan dalam memberikan

    dukungan, asuhan dan nasehat yang diperlukan selama masa

    kehamilan, persalinan dan nifas, memfasilitasi kelahiran atas

    tanggung jawabnya sendiri serta memberikan asuhan kepada bayi

    baru lahir dan anak.

  • 27

    Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti dan

    menyelesaikan pendidikan bidan yang telah diakui pemerintah dan

    lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku, dicatat

    (register), di beri izin secara sah untuk menjalankan praktek

    (Sofyan et al, 2008).

    b) Tenaga Non Kesehatan

    (1) Pengertian

    Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Non-medis

    seringkali dilakukan oleh seseorang yang disebut sebagai dukun

    beranak, dukun bersalin atau peraji. Pada dasarnya dukun bersalin

    diangkat berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat atau

    merupakan pekerjaan yang sudah turun temurun dari nenek

    moyang atau keluarganya dan biasanya sudah berumur 40 tahun

    ke atas (Prawirohardjo, 2005).

    Menurut Niken et al (2009) yang menjelaskan bahwa

    Dukun bayi adalah seorang anggota masyarakat yang pada

    umumnya adalah seorang wanita yang mendapat kepercayaan

    serta memiliki keterampilan menolong persalinan secar

    tradisional. Keterampilan tersebut diperoleh secara turun temurun,

    belajar secara praktis atau cara lain yang menjurus ke arah

    peningkatan keterampilan serta melalui tenaga kesehatan. Dukun

    bayi juga merupakan seseorang yang dianggap terampil dan

  • 28

    dipercaya oleh masyarakat untuk menolong persalinan dan

    perawatan ibu dan anak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Pendidikan Dukun umumnya adalah kejar paket A atau

    tamat SD, bisa baca tulis dengan kapasitas yang rendah, mereka

    tidak mendapat ilmu tentang cara pertolongan persalinan secara

    teori di bangku kuliah, tetapi mereka hanya berdasarkan

    pengalaman saja. Peralatan yang digunakannya hanya seadanya

    seperti memotong tali pusat menggunakan bambu, untuk

    mengikat tali pusat menggunakan tali naken, dan untuk alasnya

    menggunakan daun pisang (Gerungan, 2010).

    (2) Cara-cara Pertolongan Oleh Tenaga Non Kesehatan

    Didalam Simolol (2010) juga dijelaskan bahwa tak

    berbeda dengan seorang Bidan, dukun beranak juga melakukan

    pemeriksaan kehamilan melalui indra raba (palpasi). Biasanya

    perempuan yang mengandung, sejak mengidam sampai

    melahirkan selalu berkonsultasi dengan dukun, bedanya dibidan

    perempuan yang mengandunglah yang datang ketempat praktek

    bidan untuk berkonsultasi.

    Sedangkan Dukun ia sendiri yang berkeliling dari pintu ke

    pintu memeriksa ibu yang hamil. Sejak usia kandungan 7 bulan

    kontrol dilakukan lebih sering. Dukun menjaga jika ada

    gangguan, baik fisik maupan non fisik terhadap ibu dan janinnya,

    agar janin lahir normal dukun biasanya melakukan perubahan

  • 29

    posisi janin dalam kandungan dengan cara pemutaran perut

    (diurut-urut), disertai doa ketika usia kandungan 4 bulan, dukun

    melakukan upacara tasyakuran katanya janin mulai memiliki roh,

    hal itu terasa pada perut ibu bagian kanan ada gerakan halus.

    c) Memilih Tenaga Kesehatan Terlatih

    (1) Tenaga kesehatan yang diperbolehkan menolong persalinan

    adalah dokter umum, bidan, serta dokter kebidanan dan

    kandungan. Di negara kita masih banyak persalinan yang ditolong

    oleh dukun bersalin, baik yang terlatih maupun yang tidak terlaih.

    Hal ini masih menjadi kendala dan merupakan salah satu sebab

    tingginya angka kematian bayi.

    (2) Pemilihan tenaga penolong persalianan ditentukan oleh pasien,

    nilai risiko kehamilan, dan jenis persalinan yang akan

    direncanakan bagi masing-masing pasien.

    (3) Pemilihan pasien berdasarkan risiko dimaksudkan agar

    penanganan kasus lebih terarah dan ditangani oleh tenaga yang

    kompenten. Pada saat persalinan, penanganan kasus dilakukan

    lebih cermat lagi dengan memperhatikan karekteristik kasus.

    Sebaiknya semua kasus dianggap memiliki risiko tingggi karena

    tidak ada satu cara pun yang dapat meramalkan bahwa persalinan

    tersebut pasti berjalan normal sehingga setiap penolong

    persalinan akan selalu berhati-hati dan mempersiapkan segala

    sesuatunya untuk mengatasi penyulit yang mungkin terjadi.

  • 30

    (4) Selain itu, faktor ekonomi, agama, sosial dan budaya kadang-

    kadang juga mempengaruhi pemilihan tenaga penolong persalinan

    (Sunarsih, 2011).

    d) Pengambilan Keputusan

    Pengambilan keputusan Diskusi dengan pasangan pada saat

    awal memasuki trimester III. Karena proses persalinan merupakan hal

    yang unik (dan baru bagi pasangan yang baru pertama kali

    mengalaminya) Hal ini penting untuk meminimalisasi kemungkinan

    konflik (Gunawan, 2010).

    Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi

    kegawat daruratan pada saat pengambil keputusan utama tidak ada.

    e) Transportasi

    Direncanakan sejak awal memasuki trimester III kehamilan.

    Karena untuk mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi

    kegawatdaruratan.

    (1) Banyak ibu yang meninggal karena mengalami komplikasi yang

    serius selama kehamilan, persalinan atau pascapersalianan dan

    tidak mempunyai jangkauan transportasi yang dapat membawa

    mereka ketingkat asuhan menangani masalah mereka.

    (2) Setiap keluarga seharusnya mempunyai suatu rencana transportasi

    untuk ibu jika ia mengalami komplikasi dan perlu segera dirujuk

    ke tingkat asuhan yang lebih tinggi (Sunarsih, 2011).

  • 31

    f) Mempersiapkan rujukan

    (1) Pengertian

    Rencana rujukan harus dikaji ulang pada ibu dan

    keluarganya, kesepakatan ini dilakukan selama kunjungan

    antenatal atau awal persalinan. Jika ibu belum membuat rencana

    rujukan selama kehamilannya, penting untuk dapat

    mendiskusikan rencana tersebut dengan ibu dan keluarganya awal

    persalinan. Jika timbul masalah pada saat persalinan dan rencana

    rujukan belum dibicarakan, maka sering kali sulit melakukan

    semua persiapan secara cepat (Sujiatini, 2010).

    Jika terjadi penyulit, keterlambatan untuk merujuk

    kefasilitas yang sesuai dapat membahayakan jiwa ibu atau

    bayinya. Jika perlu dirujuk, siapkan dan sertakan dokumentasi

    tertulis semua asuhan / perawatan yang telah diberikan dan semua

    hasil penilaian (termasuk patograf) untuk dibawa kefasilitas

    rujukan. Jika ibu datang hanya untuk mendapatkan asuhan

    persalinan dan kelahiran bayi dan ia tidak siap untuk

    mendapatkan asuhan persalinan dan kelahiran bayi dan ia tidak

    siap atau kurang memahami bahwa kondisinya memerlukan

    upaya rujukan maka lakukan konseling terhadap ibu dan keluarga

    nyan tentang perlunya memiliki rencana rujukan. Bantu mereka

    mengembangkan rencana rujukan pada saat awal persalinan

    (Rukiyah, 2009).

  • 32

    D. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Persiapan Persalinan

    1. Umur

    Umur mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir

    seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya

    tangkap dan pola pikirnya. Sehingga pengetahuan yang diperolehnya

    semakin membaik pada usia madya, individu akan lebih berperan aktif

    dalam masyarakat dan kehidupan sosial serta lebih banyak melakukan

    persiapan demi suksesnya upaya menyesuaikan diri menuju usia tua, selain

    itu orang usia madya akan lebih banyak menggunakan banyak waktu untuk

    membaca kemampuan intelektual. Semakin tua semakin bijaksana,

    semakin banyak informasi yang dijumpai dan semakin banyak hal yang

    dikerjakan sehingga menambah pengetahuanya, tidak dapat mengajarkan

    kepandaian baru kepada orang yang sudah tua karena mengalami

    kemunduran baik fisik maupun mental. Dapat diperkirakan bahwa IQ akan

    menurun sejalan dengan bertambahnya usia, khususnya pada beberapa

    kemampuan yang lain seperi misalnya kosa kata dan pengetahuan umum.

    Beberapa teori berpendapat ternyata IQ seseorang akan menurun cukup

    cepat sejalan dengan bertambahnya usia.

    Umur adalah usia ibu yang secara garis besar menjadi indikator

    dalam kedewasaan dalm setiap pengambilan keputusan yang mengacu

    pada setiap pengalaman. Usia yang cukup dalam mengawali atau memasuki

    masa perkawinan dan kehamilan akan membantu seseorang dalam

    kematangan dalam menghadapi persoalan atau masalah, dalam hal ini

  • 33

    menghadapi kehamilan dan perubahan selama hamil. Demikian sebaliknya

    dengan usia kurang dari 16 tahun maka kemungkinan kematangan pikiran

    dan perilaku juga kurang terlebih menghadap perubahan dan adaptasi

    selama kehamilan. Karakteristik pada ibu hamil berdasarkan usia sangat

    berpengaruh terhadap perhatian dalam proses persalinan, dimana semakin

    muda umur ibu maka semakin kurang perhatian serta pengalaman yang

    dimiliki ibu hamil karena ketiksiapan ibu dalam menerima sebuah

    kehamilan, selain itu usia yang masih muda sistem reproduksi yang belum

    matang, sehingga akan berisiko terjadi gangguan selama kehamilan. Hal

    ini akan berdampak pada persiapan persalinan yang minim dan dapat

    berdampak buruk selama proses persalinan berlangsung (Anynom, 2004).

    Dalam usia reproduksi sehat dikenal usia aman untuk kehamilan

    dan persalinan adalah 20 sampai 30 tahun. Kematian maternal pada wanita

    hamil dan melahirkan pada usia dibawah 20 tahun ternyata 2 sampai 5 kali

    lebih tinggi dari pada usia 20 sampai 29 tahun. Kematian maternal

    meningkat kembali sesudah usia 30 sampai 35 tahun (Wiknjosastro, 2005).

    Menurut teori Notoadmajo (2007), menemukan bahwa makin tua

    umur seseorang maka proses-proses perkembangan mentalnya bertambah

    baik, akan tetapi pada umur tertentu, bertambanhnya proses perkembangan

    mental ini tidak secepat seperti ketika berumur belasan tahun. Selain itu

    memang daya ingat seseorng dapat berpengaruh pada pertambahan

    pengetahuan yang diperolehnya, akan tetapi pada umur-umur tertentu atau

  • 34

    menjelang usia lanjut kemampuan penerimaan atau mengingat suatu

    pengetahuan akan berkurang.

    2. Pendidikan

    Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian

    dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur

    hidup. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan

    seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi.

    Pendidikan adalah jenjang pendidikan formal terdiri atas

    pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar dan madrasah ibtidayah atau

    bentuk lain yang sederajat, serta sekolah menengah pertama dan madrasah

    sanawiyah atau bentuk lain sederajat, pendidikan menengah terdiri dari

    pendidikan menengah umum dan pendidikan tinggi terdiri dari diploma,

    sarjana, magister, spesialis dan dokter yang di selengarakan perguruan

    tinggi (Sisdiknas, 2003).

    Pendidikan Tingkat pendidikan turut menentukan mudah tidaknya

    seseorang menyerap dan memahami pengetahuan tentang persiapan

    menghadapi persalinan yang mereka peroleh (Kodyat, 1999).

    Dari kepentingan keluarga pendidikan itu sendiri amat diperlukan

    seorang lebih tanggap adanya persalinan yang bermasalah atau terjadi

    insiden selama proses persalinan terjadi dan keluarga dapat segera

    mengambil tindakan secepatnya. Tingkat pendidikan turut menentukan

    rendah tidaknya seseorang menyerap dan memakai pengetahuan) demikian

  • 35

    halnya dengan persiapan menghadapi persalinan yang mereka peroleh

    (Notoadmodjo, 2003)

    3. Pendapatan

    Penghasilan adalah pendapatan yang didapatkan oleh seorang

    dalam sebulan yang kemudian dibagikan berdasarkan jumlah anggota

    keluarga (Badan Pusat Statistik, 2004).

    Menurut Soetjiningsih (2004), Status sosial ekonomi adalah

    kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat, status sosial ekonomi

    adalah gambaran tentang keadaan seseorang atau suatu masyarakat yang

    ditinjau dari segi sosial ekonomi, gambaran itu seperti tingkat pendidikan,

    pendapatan dan sebagainya. Status ekonomi kemungkinan besar

    merupakan pembentuk gaya hidup keluarga. Pendapatan keluarga

    memadai akan menunjang tumbuh kembang anak. Karena orang tua dapat

    menyediakan semua kebutuhan anak baik primer maupun skunder

    (Suparyanto, 2010).

    Menurut Kartono (2006), Status ekonomi adalah kedudukan

    seseorang atau keluarga di masyarakat berdasarkan pendapatan per bulan.

    Status ekonomi dapat dilihat dari pendapatan yang disesuaikan dengan

    harga barang pokok (Suparyanto, 2010).

    Tingkat perekonomian adalah perolehan uang yang diterima oleh

    orang tua selama satu bulan yang berasal dari berbagai sumber dibagi

    dengan jumlah anggota keluarga yang ditanggung. Tingkat pendapatan

    keluarga akan mempengaruhi gaya hidup seseorang dan cara memperoleh

  • 36

    pelayanan kesehatan bila ada anggota keluarga yang sakit (Asmiadi,

    2007).

    Seseorang yang berasal dari keluarga berpenghasilan tinggi

    cenderung lebih mudah dalam memperoleh pelayanan dan informasi

    tentang kesehatan, dibandingkan dengan orang yang berasal dari keluarga

    dengan penghasilan rendah. Keluarga dengan penghasilan tinggi

    cenderung mendapatkan kesempatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan

    pengetahuan dan informasi tentang arti kesehatan dan manfaat pelayanan

    kesehatan (Asmiadi, 2007).

    Upah Minimum Provinsi (UMP) Nanggroe Aceh Darussalam tahun

    2012 adalah Rp. 1.400.000.- perbulan. Ini menggambarkan bahwa

    penghasilan keluarga minimal untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar

    kelurga di Nanggroe Aceh Darussalam adalah Rp. 1.400.000.- perbulan.

    Bila penghasilan keluarga tidak mencapai Rp. 1.400.000.- perbulan, maka

    akan sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga

    (www.infointeraktif.com).

    a) Tingkat Ekonomi

    Geimar dan Lasorte (1964) dalam Friedman (2004) membagi

    keluarga terdiri dari 4 tingkat ekonomi:

    (1) Adekuat

    Adekuat menyatakan uang yang dibelanjakan atas dasar

    suatu permohonan bahwa pembiayaan adalah tanggung jawab

    http://www.infointeraktif.com/

  • 37

    kedua orang tua. Keluarga menganggarkan dan mengatur biaya

    secara ralisitis.

    (2) Marginal

    Pada tingkat marginal sering terjadi ketidak sepakatan dan

    perselisihan siapa yang seharusnya mengontrol pendapatan dan

    pengeluaran.

    (3) Miskin

    Keluarga tidak bisa hidup dengan caranya sendiri,

    pengaturan keuangan yang buruk akan menyebabkan

    didahulukannya kemewahan. Diatas kebutuhan pokok,

    manajemen keuangan yang sangat buruk dapat atau tidak

    membahayakan kesejahteraan anak, tetapi pengeluaran dan

    kebutuhan keuangan melebihi penghasilan.

    (4) Sangat Miskin

    Menejemen keuangan yang sangat jelek, termasuk

    pengeluaran saja dan berhutang terlalu banyak, serta kurang

    tersedianya kebutuhan dasar (Suparyanto, 2010).

    b) Faktor yang Mempengaruhi Status Ekonomi

    Menurut friedman (2004) faktor yang mempengaruhi status

    ekonomi seseorang yaitu:

    (1) Pendidikan

    Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh

    seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah

  • 38

    suatu cita-cita tertentu. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang

    maka makin mudah dalam memperoleh pekerjaan, sehingga

    semakin banyak pula penghasilan yang diperoleh. Sebaliknya

    pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap

    seseorang terhadap nilai-nilai yang baru dikenal.

    (2) Pekerjaan

    Pekerjaan adalah simbol status seseorang dimasyarakat.

    Pekerjaan jembatan untuk memperoleh uang dalam rangka

    memenuhi kebutuhan hidup dan untuk mendapatkan tempat

    pelayanan kesehatan yang diinginkan.

    (3) Keadaan Ekonomi

    Kondisi ekonomi keluarga yang rendah mendorong ibu

    hamil untuk tidak teratur dalam melakukan antenatal care.

  • 39

    BAB III

    KERANGKA KONSEP

    A. Kerangka Konsep

    Menurut Matterson (2001), persiapan persalinan dapat dipengaruhi

    oleh beberapa faktor diantaranya, yaitu: Umur, pendidikan, pekerjaan,

    pendapatan. Dari poin di atas peneliti berminat untuk meneliti tiga poin saja.

    Untuk lebih jelas, peneliti sudah menggambarkan kerangka konsep di bawah.

    Variabel Independen Variabel Dependen

    Gambar 3.1. Kerangka Konsep

    Umur

    Persiapan persalinan Pendidikan

    Pendapatan

  • 40

    B. Hipotesa Penelitian

    1. Ha : Ada pengaruh antara umur ibu hamil trimester III

    terhadap persiapan

    persalinan di Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan

    Tangan-Tangan

    Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2013.

    2. Ha : Ada pengaruh antara pendidikan ibu hamil trimester III

    terhadap

    persiapan persalinan di Puskesmas Bineh Krueng

    Kecamatan Tangan-

    Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2013.

    3. Ha : Ada pengaruh antara pendapatan ibu hamil trimester III

    terhadap

    persiapan persalinan di Puskesmas Bineh Krueng

    Kecamatan Tangan- Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya

    Tahun 2013.

  • 41

    C. Definisi Operasional

    Tabel 3.1 Definisi Operasional

    No Variabel Defenisi Operasional Cara Ukur Alat Ukur Hasil Ukur Skala

    Ukur

    Dependent

    1 Persiapan

    Persalinan

    Suatu bagian terpenting

    dari proses persalinan

    yang ditujukan untuk

    meningkatkan

    kesehatan optimal

    menjelang persalinan

    dan segera dapat

    memberikan laktasi

    Wawancara &

    Penyebaran

    Kuesioner,

    - Positif > 50%,

    - Negatif 50%.

    Memberi

    12

    pertanyaan

    - Positif - Negatif

    Ordinal

    Independent

    1 Umur Lamanya seseorang

    hidup yang dihitung

    sejak lahir sampai saat

    dilakukanya penelitian.

    Wawancara, &

    Penyebaran

    Kuesioner

    - - Muda jika < 20 tahun.

    - - Sedang, jika 20-30 tahun.

    - Tua jika > 30 tahun.

    Memberi 2

    pertanyaan

    - Muda - Sedang - Tua

    Ordinal

    2 Pendidikan Tingkat pendidikan Wawancara, & Memberi 1 - Tinggi Ordinal

  • 42

    formal yang

    ditempuh oleh ibu

    Penyebaran

    Kuesioner

    - Tinggi : bila Tamat

    perguruan tinggi

    atau Diploma

    - Menengah : bila

    tamat SLTA atau

    sederajat

    - Dasar : bila tamat

    SD atau SLTP

    sederajat.

    pertanyaan - Menengah - Dasar

    3 Pendapatan Pendapatan keluarga

    yang diperoleh setiap

    bulan atau pendapatan

    yang diperoleh dari

    usaha yang telah

    dilakukan

    Wawancara, &

    Penyebaran

    Kuesioner

    - Tinggi, bila UMP

    Rp. 1.400.000/

    bulan.

    - Rendah, bila UMP

    < Rp. 1.400.000/

    bulan

    Memberi 1

    pertanyaan

    - Tinggi - Rendah

    Ordinal

  • 43

    BAB IV

    METODE PENELITIAN

    A. Desain Penelitian

    Peneletian ini bersifat Analitik dengan desain cross sectional yaitu

    untuk mengetahui Apa Apa Saja Faktor yang mempengaruhi ibu Hamil

    Trimester III Terhadap Persiapan Persalinan.

    B. Populasi dan Sampel

    1. Populasi

    Populasi penelitian adalah keseluruhan objek penelitian atau objek

    yang diteliti (Notoatmodjo, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah

    semua Ibu Hamil yang ada di Puskesmas Bineh Krueng, Kecamatan

    Tangan-tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, yaitu 40 orang. Khusus nya

    pada ibu hamil trimester III.

    2. Sampel

    Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling pada ibu-ibu

    hamil yang bertempat tinggal di puskesmas Bineh Krueng Kecamatan

    Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya pada tahun 2013 yang

    berjumlah 40 orang. Khusus nya pada ibu hamil trimester III.

  • 44

    C. Tempat dan Waktu Penelitian

    1. Tempat

    Penelitian ini dilakukan di puskesmas Bineh Krueng Kecamatan

    Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya.

    2. Waktu

    Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 01 Agustus 03

    Agustus 2013.

    D. Pengumpulan Data

    1. Tehnik Pengumpulan Data

    Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

    pengisian kuesioner yang sudah tersusun secara terstruktur berdasarkan

    tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui apa-apa saja faktor yang

    mempengaruhi Ibu Hamil Trimester III Terhadap Persiapan Persalinan.

    Instrumen terdiri dari :

    a) 12 soal untuk mengetahui ibu hamil trimester III terhadap persiapan

    persalinan dan untuk mengukur persiapan persalinan digunakan soal

    dalam berbentuk likert. Dengan penilaian secara negatif dan positif.

    1) Penilaian secara positif yaitu SS (sangat setuju) diberi nilai 5, S

    (setuju) diberi nilai 4, N (netral) diberi nilai 3, TS (tidak setuju)

    diberi nilai 2 dan STS (sangat tidak setuju) diberi nilai 1.

    2) Penilaian secara negatif yaitu STS (sangat tidak setuju) diberi

    nilai 5, TS (tidak setuju) diberi nilai 4, N (netral) diberi nilai 3, S

  • 45

    (setuju) diberi nilai 2 dan SS (sangat setuju) diberi nilai 1. Hal

    tersebut menggunakan kategori positif > 50%, dan negatif

    50%.

    b) 2 soal untuk mengetahui umur ibu hamil trimester III terhadap

    persiapan persalinan dan untuk mengukur umur digunakan soal

    dalam berbentuk dichotomy.

    c) 1 soal untuk mengetahui pendidikan ibu hamil trimester III terhadap

    persiapan persalinan dan untuk mengukur pendidikan digunakan soal

    dalam berbentuk dichotomy.

    d) 1 soal untuk mengetahui pendapatan ibu hamil trimester III terhadap

    persiapan persalinan dan untuk mengukur pendapatan digunakan

    soal dalam berbentuk dichotomy.

    2. Instrumen Penelitian

    a) Data primer

    Data primer dikumpulkan langsung dari responden dengan

    cara menyebarkan kuesioner tentang faktor-faktor yang

    mempengaruhi ibu hamil trimester III terhadap persiapan persalinan.

    b) Data sekunder

    Data sekunder berupa data terkait penelitian yang didapatkan

    di Desa Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh

    Barat Daya dan literature lainnya.

  • 46

    E. Pengolahan dan Analisa data

    1. Pengolahan Data

    Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-

    langkah sebagai berikut :

    a) Editing

    Kegiatan memeriksa data-data yang terkumpul apakah sudah terisi

    secara sempurna atau belum benar pengisiannya untuk memperbaiki

    dan melakukan pengumpulan data.

    b) Coding

    Memberikan kode ceklist pada jawaban yang benar dan memberikan

    tanda silang pada jawaban yang salah.

    c) Trasfering

    Memindahkan jawaban atau kode jawaban kedalam media tertentu

    misalnya master table atau kartu kode.

    d) Tabulating

    Mengelompokkan data berdasarkan kategori yang telah dibuat

    selanjutnya masing-masing dimasukkan kedalam table distribusi

    penelitian.

    2. Analisa Data

    Analisa data akan dilakukan secara univariat dan bivariat

    a) Analisa Univariat

    Analisa Univariat dilakukan terhadap pada tiap-tiap variabel

    dari hasil penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya

  • 47

    menghasilakan distribusi dan presentase dari tiap variabel

    (Notoatmodjo, 2005).Menurut Budiarto (2002) data yang telah

    dimasukkan kedalam tabel distribusi frekuensi ditentukan presentase

    perolehan untuk masing-masing variabel, dengan menggunakan rumus

    sebagai berikut:

    %100n

    fp

    Keterangan :

    P : Presentase

    f : Frekuensi Teramati

    n : Jumlah Sampel

    100% : Bilangan Tetap

    b) Analisa Bivariat

    Analisa ini digunakan untuk menguji hipotesis yang diolah

    dengan computer menggunakan rumus SPSS versi 15, untuk

    menentukan hubungan antara variabel independen dan variabel

    dependen melalui uji Chi-Square Tes (X2), untuk melihat

    kemungkinan (CI) 0,05 % (Arikunto, 2006), dengan ketentuan bila

    nilai P < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan

    adanya hubungan antara variabel terkait dengan variabel bebas.

    Untuk menentukan nilai P-value Chi-Square Tes (X2) tabel,

    memiliki ketentuan sebagai berikut :

    (1) Bila Chi-Square Tes (X2) tabel terdiri dari tabel 2 x 2 dijumpai

    nilai ekspantasi (E) < 5, maka P-value yang digunakan adalah

    nilai yang terdapat pada nilai fisher exact test.

  • 48

    (2) Bila Chi-Square Tes (X2) tabel terdiri dari tabel 2 x 2 tidak

    dijumpai nilai ekspantasi (E) < 5, maka P-value yang digunakan

    adalah nilai yang terdapat pada nilai continuity correction.

    (3) Bila Chi-Square Tes (X2) tabel terdiri lebih dari tabel 2 x 2,

    contohnya tabel 3 x 2, 3 x 3 dan sebagainya, maka P-value yang

    digunakan adalah nilai yang terdapat pada nilai pearson chi-

    square (Hastono, 2001).

  • 49

    BAB V

    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

    Puskesmas Bineh Krueng berada di Kecamatan Tangan Tangan

    Kabupaten Aceh Barat Daya dengan luas Kecamatan 3742 km, tinggi tempat

    dengan permukan laut rata rata 15 m, Kecamatan Tangan Tangan

    berbatas dengan wilayah sebagai berikut, Sebelah Utara berbatasan dengan

    samudra indonesia, Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Manggeng,

    Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tangan Tangan, Dan Sebelah

    Timur berbatasan dengan Kecamatan Suak Setia.

    B. Hasil Penelitian

    Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-

    Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya, dengan jumlah responden 40 orang.

    Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner yang berisi

    16, sehingga diperoleh hasil sebagai berikut :

    1. Analisa Univariat

  • 50

    a. Persiapan persalinan

    Tabel 5.1

    Distribusi Frekuensi Persiapan Persalinan Pada Responden

    di Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan

    Kabupaten Aceh Barat Daya

    No. Persiapan Persalinan Frekuensi Persentase (%)

    1 Negatif 22 55

    2 Positif 18 45

    Total 40 100

    Sumber : Data Primer (Tahun 2013)

    Berdasarkan tabel 5.1 dapat dilihat bahwa dari 40 responden

    mayoritas berada pada kategori negatif dalam persiapan persalinan yaitu

    sebanyak 22 responden (55 %).

    b. Umur

    Tabel 5.2

    Distribusi Frekuensi Umur Pada Responden di Puskesmas

    Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten

    Aceh Barat Daya

    No. Umur Frekuensi Persentase (%)

    1 Muda 13 32,5

    2 Sedang 17 42,5

    2 Tua 10 25

    Total 40 100

    Sumber : Data Primer (Tahun 2013)

    Berdasarkan tabel 5.2 dapat dilihat bahwa dari 40 responden

    mayoritas berada pada kategori umur sedang yaitu sebanyak 17

    responden (42,5 %).

  • 51

    c. Pendidikan

    Tabel 5.3

    Distribusi Frekuensi Pendidikan Pada Responden di

    Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan

    Kabupaten

    Aceh Barat Daya

    No. Pendidikan Frekuensi Persentase (%)

    1 Dasar 16 40

    2 Menengah 14 35

    3 Tinggi 10 25

    Total 40 100

    Sumber : Data Primer (Tahun 2013)

    Berdasarkan tabel 5.3 dapat dilihat bahwa dari 40 responden

    mayoritas berada pada kategori pendidikan dasar yaitu sebanyak 16

    responden (40 %).

    d. Pendapatan

    Tabel 5.4

    Distribusi Frekuensi Pendapatan Pada Responden di

    Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan

    Kabupaten

    Aceh Barat Daya

    No. Pendapatan Frekuensi Persentase (%)

    1 Rendah 28 70

    2 Tinggi 12 30

    Total 40 100

    Sumber : Data Primer (Tahun 2013)

  • 52

    Berdasarkan tabel 5.4 dapat dilihat bahwa dari 40 responden

    mayoritas berada pada kategori pendapatan rendah yaitu sebanyak 28

    responden (70 %).

    2. Analisa Bivariat

    a. Pengaruh umur ibu hamil trimester III terhadap persiapan persalinan

    Tabel 5.5

    Pengaruh umur ibu hamil trimester III terhadap persiapan

    persalinan di Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan

    Kabupaten

    Aceh Barat Daya

    No. Umur Persiapan Persalinan Total p_

    Value Negatif Positif

    f % f % f %

    0,002

    1 Muda 11 84,6 2 15,4 13 100

    2 Sedang 4 23,5 13 76,5 17 100

    3 Tua 7 70 3 30 10 100

    Total 22 18 40

    Sumber : Data Primer (Tahun 2013)

    Berdasarkan tabel 5.5 dapat dilihat bahwa dari 17 responden yang

    berada pada kategori umur sedang positif dalam persiapan persalinan

    sebanyak 76,%, dari 13 responden yang berada pada katagori umur muda

    negatif dalam persiapan persalinan sebanyak 84,6%, dan dari 10

    responden yang berada pada katagori umur tua negatif dalam persiapan

    persalinan sebanyak 70%.

    Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square diperoleh p

    value 0,002 yang artinya Ha diterima atau terdapat pengaruh umur ibu

    hamil trimester III terhadap persiapan persalinan di Puskesmas Bineh

    Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya.

  • 53

    b. Pengaruh pendidikan ibu hamil trimester III terhadap persiapan

    persalinan

    Tabel 5.6

    Pengaruh pendidikan ibu hamil trimester III terhadap persiapan

    persalinan di Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan

    Kabupaten Aceh Barat Daya

    No. Pendidikan Persiapan Persalinan Total p_

    Value Negatif Positif

    f % f % f %

    0,036

    1 Dasar 11 68,8 5 31,3 16 100

    2 Menengah 9 64,3 5 35,7 14 100

    3 Tinggi 2 20 8 80 10 100

    Total 22 18 40

    Sumber : Data Primer (Tahun 2013)

    Berdasarkan tabel 5.6 dapat dilihat bahwa dari 16 responden yang

    berada pada katagori pendidikan dasar negatif dalam persiapan

    persalinan sebanyak 68,8%, dari 14 responden yang berada pada katagori

    pendidikan menengah negatif dalam persiapan persalinan sebanyak

    64,3%, dan dari 10 responden yang berada pada katagori pendidikan

    tinggi sebanyak 80% positif dalam persiapan persalinan.

    Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square diperoleh p

    value 0,036 yang artinya Ha diterima atau terdapat pengaruh pendidikan

    ibu hamil trimester III terhadap persiapan persalinan di Puskesmas Bineh

    Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya.

    c. Pengaruh pendapatan ibu hamil trimester III terhadap persiapan

    persalinan

  • 54

    Tabel 5.7

    Pengaruh pendapatan ibu hamil trimester III terhadap persiapan

    persalinan di Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan

    Kabupaten Aceh Barat Daya

    No. Pendapatan

    Persiapan Persalinan Total p_

    Value Negatif Positif

    f % f % f %

    0,032 1 Rendah 19 67,9 9 32,1 28 100

    2 Tinggi 3 25 9 75 12 100

    Total 22 18 40

    Sumber : Data Primer (Tahun 2013)

    Berdasarkan tabel 5.7 dapat dilihat bahwa dari 28 responden yang

    berada pada katagori pendapatan rendah negatif dalam persiapan

    persalinan 67,9%, dan dari 12 responden yang berada pada katagori

    pendapatan tinggi positif dalam persiapan persalinan sebanyak 75%.

    Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square diperoleh p

    value 0,032 yang artinya Ha diterima atau terdapat pengaruh pendapatan

    ibu hamil trimester III terhadap persiapan persalinan di Puskesmas Bineh

    Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya.

    C. Pembahasan

    1. Pengaruh umur ibu hamil trimester III terhadap persiapan persalinan

    Berdasarkan tabel 5.5 dapat dilihat bahwa dari 17 responden yang

    berada pada kategori umur sedang positif dalam persiapan persalinan

    sebanyak 76,5%, dari 13 responden yang berada pada katagori umur muda

    negatif dalam persiapan persalinan sebanyak 84,6%, dan dari 10 responden

    yang berada pada katagori umur tua negatif dalam persiapan persalinan

    sebanyak 70%.

  • 55

    Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square diperoleh p value

    0,002 yang artinya Ha diterima atau terdapat pengaruh umur ibu hamil

    trimester III terhadap persiapan persalinan di Puskesmas Bineh Krueng

    Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya.

    Berdasarkan hasil penelitian Khairunnisak (2012), yang berjudul

    faktor-faktor yang mempengaruhi persiapan persalinan pada ibu hamil di

    wilayah kerja puskesmas Lageun Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh

    Jaya menunjukkan bahwa ada pengaruh umur terhadap persiapan persalinan

    pada ibu hamil (p value 0,021)

    Umur adalah umur ibu yang secara garis besar menjadi indikator

    dalam kedewasaan dalam setiap pengambilan keputusan yang mengacu

    pada setiap pengalamannya. Umur yang cukup dalam mengawali atau

    memasuki masa perkawinan dan kehamilan akan membantu seseorang

    dalam kematangan dalam menghadapi persoalan atau masalah, dalam hal ini

    menghadapi kehamilan dan perubahan selama hamil serta mempersiapan

    proses persalinan (Anynom, 2004).

    Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa umur

    sangat berpengaruh terhadap perhatian dalam proses persalinan, dimana

    semakin muda umur ibu maka semakin kurang perhatian serta pengalaman

    yang dimiliki ibu hamil, karena ketidaksiapan ibu dalam menerima sebuah

    kehamilan, selain itu pada umur yang masih muda sistem reproduksi juga

    belum matang (Anynom, 2004).

  • 56

    Menurut peneliti, umur sangat mempengaruhi kesiapan ibu hamil

    dalam persalinan. Karena pada umur yang masih muda, selain sistem

    reproduksi yang belum matang keadaan psikologi ibu juga belum

    sepenuhnya memiliki naluri untuk menjalani persalinan dan menjadi

    seorang ibu. Begitu juga pada umur yang terlalu tua, walaupun sudah

    memiliki kesiapan psikologi yang matang namun sistem reproduksi ibu

    justru akan rentan terhadap kehamilan. Umur yang baik bagi seorang wanita

    untuk masa kehamilan dan proses persalinan adalah 20-30 tahun. Oleh

    sebab itu, wanita yang memiliki usia sedang akan lebih siap dalam

    menghadapi persalinan. Karena usia sedang lebih memiliki kesiapan yang

    matang terhadap persalinan baik fisik maupun psikologi.

    2. Pengaruh pendidikan ibu hamil trimester III terhadap persiapan persalinan

    Berdasarkan tabel 5.6 dapat dilihat bahwa dari 16 responden yang

    berada pada katagori pendidikan dasar sebanyak 68,8% negatif dalam

    persiapan persalinan, dari 14 responden yang berada pada katagori

    pendidikan menengah sebanyak 64,3% negatif dalam persiapan persalinan,

    dan dari 10 responden yang berada pada katagori pendidikan tinggi

    sebanyak 80% positif dalam persiapan persalinan,

    Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square diperoleh p value

    0,036 yang artinya Ha diterima atau terdapat pengaruh pendidikan ibu

    hamil trimester III terhadap persiapan persalinan di Puskesmas Bineh

    Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya.

  • 57

    Berdasarkan hasil penelitian Khairunnisak (2012), yang berjudul

    faktor-faktor yang mempengaruhi persiapan persalinan pada ibu hamil di

    wilayah kerja puskesmas Lageun Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh

    Jaya menunjukkan bahwa ada pendidikan terhadap persiapan persalinan

    pada ibu hamil (p value 0,017)

    Pendidikan adalah jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan

    dasar (SD, MIN, Sederajat), pendidikan menengah (SMP, MTSN,

    Sederajat), dan pendidikan tinggi (Diploma, Sarjana, Magister, dll) yang

    diselenggarakan perguruan tinggi (Sisdiknas, 2003).

    Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang disampaikan oleh

    Notoatmodjo (2003), bahwa dari kepentingan keluarga pendidikan itu

    sendiri sangat diperlukan. Seseorang yang memiliki pendidikan tinggi lebih

    tanggap adanya persalinan yang bermasalah atau terjadi inseden selama

    proses persalinan terjadi dan keluarga dapat segera mengambil tindakan

    secepatya. Tingkat pendidikan turut menentukan rendah tidaknya seseorang

    menyerap dan memakai pengetahuan, demikian halnya dengan persiapan

    menghadapi persalinan yang mereka peroleh.

    Menurut peneliti, ibu hamil yang memiliki jenjang pendidikan tinggi

    akan lebih siap dalam persalinan, karena seseorang yang memiliki

    pendidikan tinggi akan lebih tanggap terhadap hal yang terjadi. Begitu juga

    sebaliknya, seorang ibu yang memiliki pendidikan rendah, akan kurang siap

    dalam menghadapi persalinan, selain karena kurang siap mengahadapi

    insiden-insiden yang mungkin terjadi.

  • 58

    3. Pengaruh pendapatan ibu hamil trimester III terhadap persiapan persalinan

    Berdasarkan tabel 5.7 dapat dilihat bahwa dari 28 responden yang

    memiliki pendapatan rendah sebanyak 67,9% negatif dalam persiapan

    persalinan, dan dari 12 responden yang memiliki pendapatan tinggi

    sebanyak 75% positif dalam persiapan persalinan.

    Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square diperoleh p value

    0,032 yang artinya Ha diterima atau terdapat pengaruh pendapatan ibu

    hamil trimester III terhadap persiapan persalinan di Puskesmas Bineh

    Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya.

    Berdasarkan hasil penelitian Nurhayati yang berjudul hubungan

    dukungan keluarga, pendapatan, dan informasi dengan kesiapan

    mengahadapi persalinan di wilayah kerja puskesmas pasi raya kecamatan

    Teunom tahun 2011 menyatakan bahwa ada hubungan pendapatan dengan

    kesiapan menghadapi persalinan (p value 0,008).

    Pendapatan adalah penghasilan yang didapatkan seseorang dalam

    sebulan yang kemudian dibagikan berdasarkan jumlah anggota keluarga

    (Badan Pusat Statistik, 2004).

    Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang disampaikan oleh

    Asmiadi (2007) bahwa seseorang yang berasal dari keluarga yang

    berpenghasilan tinggi cenderung lebih mudah dalam memperoleh

    pelayanan dan informasi tentang kesehatan, dibandingkan dengan

    seseorang yang berasal dari keluarga dengan penghasilan rendah.

    Keluarga dengan penghasilan tinggi cederung mendapatkan kesempatan

  • 59

    yang tinggi untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang arti

    kesehatan dan manfaat pelayanan kesehatan.

    Menurut peneliti, dengan penghasilan yang cukup, ibu hamil

    memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan fasilitas yang lebih baik

    dalam persalinan serta mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk

    proses persalinan dan menyambut kelahiran sang bayi dengan lebih

    maksimal. Berbeda dengan ibu yang memiliki pendapatan rendah, ibu

    dengan pendapatan rendah walaupun sudah tahu apa-apa saja yang harus

    dipersiapkan untuk proses persalinan, namun karena keterbatasan

    ekonomi, maka persiapan yang dilakukanpun akan semakin minim. Oleh

    karena itu pendapatan yang cukup sangat diharapkan bagi setiap

    keluarga, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga untuk

    persiapan persiapan yang diperlukan di masa yang akan mendatang

    khususnya untuk persalinan karena pendapatan seseorang sangat

    mempengaruhi persiapan persalinan dalam sebuah keluarga.

  • 60

    BAB VI

    KESIMPULAN DAN SARAN

    A. Kesimpulan

    Setelah dilakukan penelitian dan uji statistik tentang faktor-faktor yang

    mempengaruhi ibu hamil trimester III terhadap persiapan persalinan di

    Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat

    Daya, maka dapat disimpulkan bahwa :

    1. Ada pengaruh umur ibu hamil Trimester III terhadap persiapan persalinan di

    Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh

    Barat Daya 2013

    2. Ada pengaruh pendidikan ibu hamil Trimester III terhadap persiapan

    persalinan di Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan

    Kabupaten Aceh Barat Daya 2013

    3. Ada pengaruh pendapatan ibu hamil Trimester III terhadap persiapan

    persalinan di Puskesmas Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan

    Kabupaten Aceh Barat Daya 2013

    B. Saran

  • 61

    1. Bagi Peneliti

    Diharapkan dengan adanya riset kebidanan mengenai faktor-faktor

    yang mempengaruhi ibu hamil trimester III tentang persiapan persalinan

    dapat menambah pengetahuan peneliti untuk penelitian selanjutnya.

    2. Bagi Tempat Penelitian

    Diharapkan agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai

    informasi bagi tenaga kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas

    pelayanan melalui pemberian penyuluhan dan konseling mengenai

    persiapan persalinan pada saat antenatal care (ANC).

    3. Institusi Pendidikan

    Diharapkan bagi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan UBudiyah

    khususnya Program Studi D-III Kebidanan, agar hasil penelitian ini dapat

    dimanfaatkan untuk menambah khasanah ilmu kesehatan terutama tentang

    persiapan persalinan serta dapat dijadikan bahan bacaan untuk

    meningkatkan pengetahuan mahasiswi kebidanan.