Centrifugal Fan Edit

  • View
    67

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

aaa

Text of Centrifugal Fan Edit

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST

Fan Centrifugal Testing Test1. Pendahuluan Centrifugal Fan Testing Unit (HM200 unit), dapat dipergunakan untuk melakukan percobaan-percobaan dalam mekanika fluida yang mempergunakan media udara. Unit penggeraknya motor listrik dengan rpm yang dapat diatur, Unit AT100 atau AT110. Pada ujung saluran udara keluar terdapat seksi uji yang dapat dipasang dan dilepas untuk penggantian dengan yang lain secara mudah antara lain memakai damper untuk mengatur jumlah aliran, ataupun venturi dan iris damper untuk mengukur debit. Untuk mengukur tekanan statis di beberapa titik sepanjang saluran, maka pada dinding saluran diberi lubang-lubang yang dihubungkan dengan manometermanometer. Saluran plastik yang menghubungkan titik pengukuran dan manometer ini dapat dipasang dan dilepaskan secara mudah. Bila perlu beberapa komponen dalam unit ini dapat dipergunakan untuk unit-unit yang lain.

2. Tujuan Praktikum Tujuan praktikum sesuai dengan peralatan HM200 dan Unit AT100 adalah : Melihat grafik karakteristik dari sebuah fan sentrifugal. Mengukur debit dengan mempergunakan venturi dan iris damper. Pengaruh rpm terhadap keluaran. Mencari besarnya daya dengan mengukur torsinya. Beberapa tujuan ini dituangkan dalam 9 unit percobaan yang dapat dilaksanakan dengan cara seperti pada bab selanjutnya. Pada tiap unit percobaan diberikan : 1. Tujuan percobaan 2. Susunan alat percobaan 3. Cara percobaan 4. Tabel data pengukuran 5. Tugas-tugas

FENOMENA DASAR MESIN

1

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST 3. Peralatan yang Digunakan 3.1 Unit Lengkap Alat Percobaan Gambar 1 merupakan skema dari peralatan HM200 dan AT100. Bagianbagian dari peralatan ini ialah (lihat gambar 1) :

Gambar 1. Peralatan Percobaan Fan Sentrifugal

Keterangan : 1. Alas untuk meletakkan unit penggerak dan fan 2. Handle 3. Unit penggerak AT100 4. Titik-titik pengukuran 5. Fan sentrifugal 6. Seksi pengatur aliran mantap 7. Seksi uji venturi 8. Seksi uji damper

FENOMENA DASAR MESIN

2

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST Sedangkan foto dari peralatan ini dapat dilihat pada gambar 2, di sini terlihat pula tiga buah pasang manometer yang dipergunakan untuk pengukuran tekanan. Keterangan yang lebih lengkap diberikan pada sub bab berikutnya.

Gambar 2. Foto Centrifugal Fan Testing Set

FENOMENA DASAR MESIN

3

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST 3.2 Blower / Fan Dalam percobaan ini, fan yang dipergunakan mempunyai data dari prabik pembuat sebagai berikut :

Gambar 3. Grafik Karakteristik Blower Keterangan : V Pt Ps Pd2 : aliran volume (m3/menit) : beda kenaikan tekanan total (Pa) : beda kenaikan tekanan statis (Pa) : beda kenaikan tekanan dinamis (Pa) diukur pada saluran ujung keluar

1 Pa (pascal) = 1 N/m2 ; 0,1 WS = 0,01 bar

FENOMENA DASAR MESIN

4

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST 3.3 Unit Penggerak Dalam versi standar HM200 digunakan motor penggerak GUNT AT100 Drive Unit (lihat gambar 1 atau gambar 2). Dalam unit ini putaran motor dapat diatur. Selain itu dapat dilakukan pula pengukuran daya yang diberikan pada blower secara mekanik. Daya keluaran motor 100-200 Watt. Harus diperhatikan bahwa putaran nominal dari blower 2700 rpm dan putaran ini harus dapat diatur.

3.4 Venturi- Nosel Venturi-nosel ini dirancang berdasarkan DIN 1952 (Deutsche Industrie Normung/German Industrial Standard). DIN 1952 : Pengukuran aliran dengan nosel standar, nosel orifice dan venturi VDI (Verein Deutsche Ingenieure/ Union of German Engineers)-Flow Measurements Norms. Skema venturi-nosel yang terpasang pada rangkaian dapat dilihat pada gambar 5 dan dimensi venturi pada gambar 4. Venturi-nosel dipasang pada rangkaian saluran dengan sambungan flens yang dilengkapi dengan seal Oring.

Gambar 4. Dimensi Venturi

FENOMENA DASAR MESIN

5

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST

Gambar 5. Nosel terpasang pada saluran

3.5 Iris Damper Gambar 6 menunjukkan gambar Iris Damper yang akan digunakan. Pengukuran debit aliran dengan damper ini tidak mengikuti aturan DIN 1952. Cara perhitungan dan data yang diberikan dalam DIN 1952 tidak dapat dipakai pada iris damper ini. Juga informasi yang ada pada diagram yang diberikan oleh pabrik tentang penurunan tekanan, debit aliran dan kecepatan perlu dipertanyakan. Karakteristik yang sesungguhnya dapat dilakukan dengan menghubungkan secara seri dengan venturi-nosel. Rangkaian ini dapat dilihat pada percobaan belakang. Dalam hal ini venturinosel dapat dianggap memenuhi standar DIN serta sesuai untuk kalibrasi damper.

FENOMENA DASAR MESIN

6

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST

Gambar 6. Iris Damper 3.6 Reducing Damper Untuk mengatur jumlah aliran selain dengan mengatur putaran motor, dapat dilakukan pula dengan menggunakan reducing damper (gambar 7).

Gambar 7. Damper Pengatur Jumlah Aliran

FENOMENA DASAR MESIN

7

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST 3.7 Sistem Pengukuran Tekanan Diferensial Gambar 8a, 8b dan 8c menunjukkan sistem pengukuran tekanan yang dipakai dalam percobaan ini.

Gambar 8a. Manometer pipa U tegak-sisi sama -15 mbar > 0 > 15 mbar berat jenis cairan 1 g/cm3.

Gambar 8b. Manometer pipa U-satu sisi 0 1 kPa berat jenis cairan 0,78 g/cm3.

Gambar 8c. Manometer pipa miring 0 500 Pa berat jenis cairan 0,78 g/cm3.

FENOMENA DASAR MESIN

8

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST 1. Pengaruh Putaran Fan Terhadap Tekanan Statis a. Kenaikan Tekanan Statis Tujuan : Mengetahui pengaruh perubahan putaran fan terhadap jumlah tekanan (statis) masuk dan keluar pada kondisi saluran keluar tanpa hambatan.

Susunan Alat Percobaan Susunlah alat percobaan seperti pada Gambar 9. Hubungkan titik titik pengukuran tekanan dengan ujung-ujung manometer: (+) dihubungkan dengan (+) sebagai saluran keluar (outflow) (-) dihubungkan dengan (-) sebagai saluran masuk (suction)

Kondisi Percobaan Aliran Tanpa Hambatan Saluran penyeragaman aliran terbuka pada bagian atasnya

Gambar 9 Pengukuran Tekanan

FENOMENA DASAR MESIN

9

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST Cara Pengujian : 1. Hidupkan motor pada putaran rendah, misalnya pada 500 rpm, ukur kenaikan tekanannya 2. Kemudian, putaran fan dinaikkan menjadi 750 rpm dan tekanannya diukur lagi. Ulangi hal ini dengan menaikkan putaran sebesar 250 rpm sehingga mencapai putaran 2700 rpm.

Data Pengukuran No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Putaran (rpm) P (kPa)

b. Beda Tekanan pada Saluran Masuk Fan Tujuan : Mengetahui pengaruh perubahan putaran fan terhadap besarnya tekanan (statis) pada saluran masuk fan pada kondisi saluran keluar tanpa hambatan.

Susunan Alat Pengujian : Susunlah alat pengujian seperti pada gambar 9. Pengujian (b) ini sama seperti pada pengujian (a), hanya pengukuran dilakukan pada saluran masuk (suction) dari fan : (-) dihubungkan dengan (-) sebagai saluran masuk (suction)

FENOMENA DASAR MESIN

10

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST Kondisi Pengujian : Aliran Tanpa Hambatan Saluran penyeragaman aliran terbuka pada bagian atasnya

Cara Pengujian : 1. Hidupkan motor pada putaran rendah, misalnya pada 500 rpm, ukur kenaikan tekanannya 2. Kemudian, putaran fan dinaikkan menjadi 750 rpm dan tekanannya diukur lagi. Ulangi hal ini dengan menaikkan putaran sebesar 250 rpm sehingga mencapai putaran 2700 rpm.

Data Pengukuran No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Putaran (rpm) P (kPa)

c. Beda Tekanan pada Saluran Keluar Fan Tujuan : Mengetahui pengaruh perubahan putaran fan terhadap besarnya tekanan (statis) pada saluran keluar fan pada kondisi saluran tanpa hambatan.

FENOMENA DASAR MESIN

11

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST Susunan Alat Pengujian : Susunlah alat pengujian seperti pada gambar 9. Pengujian (c) ini sama seperti pada pengujian (b), hanya pengukuran dilakukan pada saluran keluar (outflow) dari fan : (+) dihubungkan dengan (+) sebagai saluran masuk (suction) Kondisi Pengujian : Aliran Tanpa Hambatan Saluran penyeragaman aliran terbuka pada bagian atasnya

Cara Pengujian : 1. Hidupkan motor pada putaran rendah, misalnya pada 500 rpm, ukur kenaikan tekanannya 2. Kemudian, putaran fan dinaikkan menjadi 750 rpm dan tekanannya diukur lagi. Ulangi hal ini dengan menaikkan putaran sebesar 250 rpm sehingga mencapai putaran 2700 rpm.

Data Pengukuran No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Putaran (rpm) P (kPa)

FENOMENA DASAR MESIN

12

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST 2. Pengaruh Pembukaan Damper terhadap Tekanan Statis Tujuan : Mengetahui pengaruh pembukaan damper yang dipasang pada ujung saluran keluar terhadap tekanan statis.

Susunan Alat Pengujian : Susunan alat pengujian yang dipakai seperti pada gambar 10 hanya pada ujung saluran keluar dipasangkan damper. Pada pengujian ini dilakukan dengan tiga macam posisi damper, yaitu terbuka penuh, kirakira , dan tertutup penuh.

Gambar 10 Pengukuran tekanan Menggunakan damper

Kondisi Pengujian : Aliran dengan Hambatan Damper terpasang pada ujung saluran penyeragaman

FENOMENA DASAR MESIN

13

FAN CENTRIFUGAL TESTING TEST Cara Pengujian : 1. Susunlah alat pengujian seperti pada gambar 10, tetapi ujung atasnya terpasang damper 2. Hubungkan titik-titik pengukuran tekanan dengan ujung-ujung manometer (+) dihubungkan dengan (+) sebagai saluran keluar (outflow) (-) dihubungkan dengan (-) sebagai saluran masuk (suction) 3. Hidupkan motor listrik 4. Naikkan putarannya sehingga mencapai putaran 2700 rpm 5. Posisi damper terbuka penuh, ukurlah tekanan-tekanannya 6. Ulangi langkah 3, tetapi posisi damper terbuka 7. Ulangi langkah 4, tetapi posisi damper tertutup penuh

Data Pengukuran Terbuka penuh Kira-kira Tertutup penuh

Posisi Damper

Tekanan keluar (kPa) Tekanan masuk (kPa) Perbedaan tekanan (kPa)

FENOMENA DASAR MESIN