Diplomasi Januari 2011

Embed Size (px)

Text of Diplomasi Januari 2011

  • No. 39 Tahun IV, Tgl. 15 Januari - 14 Februari 2011

    TABLOID

    Media Komunikasi dan Interaksi

    Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

    Email: diplomasi_ri@yahoo.com

    771978 9173869

    ISSN 1978-9173

    DiplomasiDiplomasiNo. 21, Tahun II, Tgl. 15 Juli - 14 Agustus 2009

    Email: diplomasi_ri@yahoo.com

    Kontribusi Islam Dan Demokrasi Dalam Membangun Indonesia

    Menlu RI :Mengenang Seratus Tahun Mohammad Roem

    KINGFilm Bertema Bulutangkis

    Pertama di Dunia

    Kebudayaan, Fondasi Untuk Memperkuat Hubungan RI - Suriname

    Menyelesaikan Persoalan TKI di Malaysia Dengan Kepala Dingin

    Dai Bachtiar :Menyelesaikan Persoalan TKI di Malaysia Dengan Kepala Dingin

    Nia Zulkarnaen :Nia Zulkarnaen :

    www.tabloiddiplomasi.org

    Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

    Email: diplomasi_ri@yahoo.com

    Refleksi Diplomasi 2010 & Proyeksi 2011Mempertajam Diplomasi Ekonomi untuk Memberi Kontribusi Nyata Bagi Pembangunan Nasional

    Presiden RI :

    Kesenjangan Pembangunan Politik Dapat Diatasi dengan Pemahaman Demokrasi yang Baik

    www.tabloiddiplomasi.org

    771978 9173869

    ISSN 1978-9173

  • Daftar Isi

    4 FokusPerhelatan Bali Democracy Forum III Bali Democracy Forum Forum Dunia yang Membahas Demokrasi

    >

    9

    10

    12

    13

    14

    15

    16

    FokusBDF III Menggali Sistem Demokratis yang dapat Menciptakan Perdamaian dan Stabilitas Politik

    LensaIndonesia Melangkah Menuju Demokrasiyang Damai dan Harmonis

    Lensa

    Lensa

    Lensa

    Lensa

    Lensa

    Upaya Perbaikan Mekanisme Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri

    Dibutuhkan Kebijakan Yang Dapat Melindungi TKI

    Meminimalisir Permasalahan TKI

    Perlindungan TKI Cenderung Menggunakan Pendekatan Kuratif bukan Pendekatan Preventif

    Optimalisasi Pelayanan dan Perlindungan WNI di Luar Negeri

    >

    >

    >

    >

    >

    >

    >

    18

    19

    24

    LensaData Kasus WNI di Luar Negeri

    Lensa

    Bilateral

    Memperbaiki Masalah TKIdengan Sistem Informasi Terkoneksi

    Pembukaan SebelasPerwakilan Indonesia

    BilateralRI Akan Membuka Hubungan Diplomatik dengan 21 Negara

    22

    >

    >

    >

    >

    DiplomasiTABLOIDMedia Komunikasi dan Interaksi

    11 FOKUS

    Indonesia Memiliki Banyak Hal yang Bisa Ditawarkan kepada Dunia

    Kevin RuddMenteri Luar Negeri Australia

    lENSA10

    \dai

    lyte

    legr

    aph.

    com

    Indonesia Melangkah MenujuDemokrasi yang Damai dan Harmonis

  • Pemimpin Umum /Pemimpin Redaksi KhaRiRi MaMUn

    Redaktur Pelaksana

    Cahyono

    Staf Redaksi SaifUl aMinaRif hidayat

    taUfiK ReSaMaili dian haRja iRana

    tata letak dan artistiktSabit latief

    distribusiMaRdhiana S.d.

    KontributorM. dihaR

    alamat Redaksijl. Kalibata tiMUR i no. 19

    PanCoRan, jaKaRta Selatan 12740 telP. 021-68663162, fax : 021-86860256,

    Surat Menyurat :direktorat diplomasi Publik, lt. 12

    Kementerian luar negeri Ri jl. taman Pejambon no.6

    jakarta Pusat

    tabloid diplomasi dapat didownload di http://www.tabloiddiplomasi.orgemail : diplomasi_ri@yahoo.com

    diterbitkan oleh diReKtoRat diPloMaSi PUbliK KeMenteRian lUaR negeRi R.i

    beKeRjaSaMa denganPilaR indo MeditaMa

    Sumber gambar Cover :presidensby.info

    Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau menyampaikan tanggapan,

    informasi, kritik dan saran,silahkan kirim email:

    diplomasi_ri@yahoo.com

    Wartawan Tabloid Diplomasi tidak diperkenankan menerima dana atau

    meminta imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber, wartawan Tabloid

    Diplomasi dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas. Apabila

    ada pihak mencurigakan sehubungan dengan aktivitas kewartawanan Tabloid

    Diplomasi, segera hubungi redaksi.

    Diplomasi

    DiplomasiTABLOIDMedia Komunikasi dan Interaksi

    TerasDiplomasi

    Di penghujung tahun 2010 Indonesia kembali menyelenggarakan pertemuan rutin tahunan Bali Democracy Forum. Tema penyelenggaraan BDF ke-3 tahun ini adalah Demokrasi dan Pengembangan Perdamaian serta Stabilitas, ini menunjukkan perkembangan peran Indonesia yang aktif di dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di dunia.

    Tahun demi tahun, penyelenggaraan BDF semakin terkonsolidasi sebagai bagian dari arsitektur di kawasan, khususnya di kawasan Asia. Hal ini terlihat dari segi jumlah maupun tingkatan pesertanya yang terus meningkat.

    Melalui penyelenggaraan BDF ini, demokrasi bukan saja dilihat sebagai suatu konsep di dalam negara, melainkan sebuah hubungan yang sifatnya didorong oleh semangat demokrasi antarnegara, sehingga tercipta saling menghormati, menjunjung tinggi proses demokrasi, menjunjung tinggi prinsip penyelesaian konflik secara damai, yang pada gilirannya juga bisa membawa dan mencegah terjadinya konflik di kawasan.

    Memasuki awal tahun 2011, Indonesia semakin memantapkan posisinya sebagai bagian penting yang memiliki peran kunci dalam berbagai persoalan global, sejalan dengan keketuaan Indonesia di ASEAN yang mengusung tema ASEAN Community in a Global Community of Nations. Dengan terbentuknya Komunitas ASEAN di tahun 2015, maka tanggung jawab ASEAN akan menjadi lebih besar lagi. ASEAN dituntut untuk memperkuat kontribusi kolektifnya dalam penanganan berbagai isu dan tantangan global.

    Indonesia bertekad memberikan kontribusi konkrit dan bermanfaat melalui pemikiran ASEAN beyond 2015 sebagai visi ASEAN setelah terbentuknya ASEAN Community di tahun 2015. Landasan ke depan ini akan diupayakan oleh Indonesia dengan tetap menjaga keberlangsungan proses menuju pembentukan Komunitas ASEAN di tahun 2015. Bagi Indonesia, Komunitas ASEAN merupakan inti dari pengembangan arsitektur kawasan, sebagai suatu tatanan regional yang mengedepankan dynamic equilibrium, yang secara strategis tercermin pada perkembangan East Asia Summit.

    Dalam hal ini Indonesia juga akan terus berupaya mewujudkan People-Oriented and People-Centered ASEAN, dimana segala hasil dan manfaat ASEAN yang diperoleh harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat ASEAN secara luas.

    Dalam hal penanganan permasalahan WNI/TKI , pelayanan dan perlindungan WNI/TKI di luar negeri,

    Kementerian Luar Negeri terus melakukan langkah dan upaya penanganan akar permasalahan yang terjadi di dalam negeri melalui pembentukan grand design sebagai

    suatu policy paper yang dapat digunakan sebagai guidance oleh seluruh stakeholder, termasuk Perwakilan RI. Kemlu RI juga melakukan koordinasi dan harmonisasi dengan Kementerian/Lembaga terkait, parlemen, lembaga swadaya masyarakat (LSM), media massa dan stakeholder terkait lainnya melalui forum kelompok kerja (Pokja) yang diselenggarakan secara berkala dan berkesinambungan sehingga seluruh unsur

    masyarakat well informed terhadap permasalahan yang ada serta upaya-upaya penanganan yang dilakukan oleh Kemlu maupun Perwakilan RI di luar negeri. Forum Pokja ini merupakan wadah bagi peran serta aktif seluruh unsur masyarakat sehingga pengananan terhadap permasalahan WNI di luar negeri tidak lagi dilakukan secara parsial namun secara komprehensif.

    Pembangunan dan pengembangan jejaring (networking) dengan counterpart masing-masing, bagi Kemlu RI merupakan sarana pendekatan second track yang pada akhirnya diharapkan mampu menghilangkan hambatan-hambatan birokrasi dalam penanganan permasalahan WNI/TKI di luar negeri.

    Di sisi lain, peningkatan public awareness campaign melalui welcoming program , adalah upaya Kemlu dan Perwakilan RI untuk memberikan perlindungan kepada WNI/TKI yang mengalami permasalahan dan dilakukan pada kesempatan pertama (immediate response) serta tidak melimpahkannya kepada pihak ketiga. Perwakilan RI secara langsung dan cepat merespon dan memberikan perlindungan dengan berbagai pendekatan, baik hukum, kemanusiaan, maupun politis.

    Di era demokrasi dan reformasi saat ini, kebijakan politik luar negeri Indonesia tentunya harus ditopang oleh rasa kepemilikan dan partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan guna memberikan jaminan atas efektifitas kebijakan politik luar negeri. Menyongsong tahun 2011, Kementerian Luar Negeri berkomitmen untuk meningkatkan upaya menjangkau seluruh elemen masyarakat melalui berbagai program diplomasi publik dan diseminasi informasi guna membangun dan memperkuat konstituen politik luar negeri, khususnya di kalangan pemuda sebagai generasi masa depan

    Indonesia berupaya untuk melaksanaan politik luar negeri di tahun 2011 ini dengan komitmen, niat dan kesungguhan yang kuat. Bukan hanya untuk melanjutkan dan meningkatkan hasil yang telah dicapai pada tahun lalu, namun juga mengidentifikasi peluang-peluang dan kemungkinan-kemungkinan baru serta menjalankan kebijakan politik luar negeri yang bebas dan aktif dalam lingkungan regional dan global yang semakin kompleks.[]

  • 15 JANUARI - 14 FEBRUARI 2011 No. 39 Tahun IV15 JANUARI - 14 FEBRUARI 2011No. 39 Tahun IV

    Diplomasi

    4 F O K U S

    DR. R.M Marty M. Natalegawa Menlu RI

    MeMasuKI awal tahun dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia, pertama-tama kami sampaikan apresiasi dan penghargaan yang mendalam atas seluruh kepedulian dan dukungan yang diberikan selama tahun 2010.

    Sebagaimana yang telah kami tekankan dalam pernyataan di awal tahun 2010 yang lalu, kebijakan politik luar negeri, terlebih dalam era demokrasi di Indonesia saat ini, harus ditopang oleh rasa kepemilikan dan partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan. Untuk menjamin efektifitas kebijakan politik luar negeri, partisipasi dan kepemilikan seluruh pemangku kepentingan merupakan suatu keniscayaan.

    Pada tahun 2011, Kementerian Luar Negeri memilik