Click here to load reader

Evolusi Tumbuhan

  • View
    1.023

  • Download
    144

Embed Size (px)

DESCRIPTION

• Untuk mengetahui tentang evolusi tumbuhan.• Untuk mengetahui peranan atau manfaat dari keanekaragaman tumbuhan akibat adanya evolusi tumbuhan.

Text of Evolusi Tumbuhan

MAKALAH BIOLOGI DASAR IEVOLUSI TUMBUHAN

DISUSUN OLEHBAIQ AZQIANA SATIRAHLALU RIZA MAHENDRARIZA KURNIA HAFIZIROSITA WATIWINDA HARNIATI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS MATARAM2015BAB IPENDAHULUAN

A. Latar belakangTeori evolusi (dalam kajian biologi) dapat diartikan sebagai perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan itu disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama yaitu variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang dapat di katakan sebagai dasar evolusi ini yang dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup sehingga menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru itu dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar spesies dan atau antar populasi. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan sifat kecil yang terjadi secara terus menerus serta acak ini dengan adanya seleksi alam. Proses ini akan mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru. Dan oleh sebab itu, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan.

B. Tujuan Untuk mengetahui tentang evolusi tumbuhan. Untuk mengetahui peranan atau manfaat dari keanekaragaman tumbuhan akibat adanya evolusi tumbuhan.

BAB IIPEMBAHASAN

1. Pengertian EvolusiEvolusi berasal daribahasa latin evolvere "membuka lipatan," dari ex- "keluar" + volvere "menggulung" (1641) yang berarti "membuka lipatan, keluar, berkembang,". Evolusi pada tahun 1622, pada awalnya berarti "membuka gulungan buku"; namun istilah ini digunakan pertama kali dalam pengertian ilmiah modern pada tahun 1832 oleh seorang Geologis berkebangsaan Skotlandia bernama Charles Lyell. Charles Darwin kemudian menggunaka istilah ini satu kali dalam paragraf penutup bukunya yang berjudul "The Origin of Species" (Asal mula Spesies) pada tahun 1859. Istilah ini kemudian dipopulerkan oleh Herbert Spencer dan ahli biologi lainnya.Evolusi adalah proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik, 2. Evolusi TumbuhanMenurut Campbell dkk (2003), berdasarkan catatan fosil yang ada, sejarah adaptasi daratan oleh tumbuhan terdapat empat periode utama evolusi tumbuhan. Periode tersebut merupakan radiasi adaptif yang mengikuti evolusi struktur bagi peluang kehidupan di darat. Keempat periode adalah sebagai berikut:

Gambar di atas menjelaskan empat periode utama dalam evolusi tumbuhan, yaitu:1) Periode pertama, evolusi yaitu selama masa Ordovisian, zaman palaeozoikum, sekitar 475 juta tahun yang silam, asal mula tumbuhan diduga berasal dari nenek moyang akuatik. Adaptasi terhadap kehidupan darat (terrestial) dibuktikan oleh adanya sporopolenin dan gametangia berlapis yang melindungi gamet dan embrio. Adaptasi ini terjadi pada briofita yang merupakan tumbuhan darat pertama. Briofita atau tumbuha lumut ini berkembang menjadi berbagai variasi dalam kelompoknya. Jaringan pembuluh yang terdiri atas sel-sel membentuk pembuluh untuk mengangkut air dan zat hara ke seluruh tubuh tumbuhan. Evolusi briofita merupakan evolusi yang relatife dini dalam sejarah tumbuhan. Oleh karena sebagian besar briofita tidak memiliki jaringan pembuluh maka briofita disebut sebagai tumbuhan yang non vaskuler atau tumbuhan tidak berpembuluh. Namun ada sebagian kecil briofita yang memiliki jaringan pembuluh pengangkutan air, dengan demikian pengelompokan briofita sebagai tumbuhan non vaskuler tidak seluruhnya benar.

2) Periode kedua, diversifikasi tumbuhan vaskuler selama masa Devon awal, sekitar 420 juta tahun silam. Di mana tumbuhan vaskuler pertama tidak memiliki biji, dan keadaan ini masih ditemukan pada paku-pakuan.

3) Periode ketiga, dimulai dengan kemunculan biji, yaitu struktur yang mempercepat kolonisasi daratan dengan cara melindungi embrio tumbuhan dari kekeringan dan ancaman lainnya. Tumbuhan vaskuler biji pertama muncul sekitar 360 juta tahun silam, dekat dengan masa Devon. Tumbuhan berbiji awal, bijinya tidak terbungkus dalam ruang khusus, seperti pada berbagai jenis gimnospermae termasuk konifer seperti pinus dan tumbuhan konus. Tumbuhan ini hidup bersama tumbuhan lainnya mendominasi bentang alam selama lebih dari 200 juta tahun.

4) Periode keempat, evolusi tumbuhan terjadi pada masa Kreta, zaman Mesozoikum sekitar 130 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan kemunculan tumbuhan berbunga yang memiliki struktur reproduksi yang agak rumit dimana biji dilindungi oleh ruangan yang disebut ovarium. Karena biji terlindung sedemikian rupa maka kelompok ini disebut tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae (Bhs. Yunani: Angion= wadah; spermae= benih atau biji) Betapapun juga telah lama diyakini bahwa tumbuhan berevolusi dari alga hijau, yaitu protista fotosintetik yang hidup di air. Kelompok alga hijau berkembang sangat pesat sehingga keanekaragamannya juga tinggi. Kini banyak bukti yang mengarahkan kekerabatan jenis alga hijau yang termasuk karofita degan tumbuhan.

Studi evolusi tumbuhan didasarkan pada kesamaan bukti dan pada umumnya memiliki keterbatasan yang secara umum hampir sama dengan studi evolusi pada hewan, yaitu adanya kenyataan berikut ini:1) Tumbuhan tinggi tidak dapat berpindah tempat sehingga kecil kemungkinan terjadinya fosilisasi apabila tumbuh ditempat yang tidak memungkinkan terjadinya proses fosilisasi.2) Tumbuhan cenderung menggugurkan bagian-bagiannya, seperti daun, batang, bunga, danbiji. Jadi daun dan polen yang mengalami fosilisasi mungkin dapat dinyatakan sebagai spesies yang berbeda, karena sepintas lalu tidak tampak adanya hubungan organik satu sama lain. Meski pada kenyataannya berasal dari tumbuhan yang sama.

Bila kita telusuri lebih lanjut ternyata tumbuhan yang sudah memiliki sistem pembuluh (floem dan xilem) sudah ada sejak periode Silur, 425 10 juta tahun yang lalu, yaitu pada akhir periode Devon, muncul empat kelompok tumbuhan yang keturunannya masih dapat kita temui pada masa sekarang. Kelompok tumbuhan tersebut adalah psilopsida, spenhopsida, dan pteropsida, serta gymnosperma primitif yang dikenal dengan sebutan paku biji.Keturunan jenis paku biji yang dapat kita jumpai pada saat ini adalah pakis dan ginkgo. Jenis gimnosperma terus berevolusi, dan pada akhir periode Trias 230 10 juta tahun yang lalu mulai muncul konifer. Kemudian pada periode Jura 180 5 juta tahun yang lalu tumbuhan angiosperma yang pertama mulai terdapat di daratan.Evolusi selanjutnya menghasilkan jenis angiospermae modern yang mulai mendominasi dunia tumbuhan sejak awal periode Kreta 70 tahun yang lalu. Sejak periode tersebut jenis-jenis angiosperma dapat dijumpai dengan mudah hampir di setiap habitat. Angiosperma dibagi kedalam 2 kelas, yaitu dikotil dan monokotil berdasarkan jumlah kotiledon yang terdapat di dalam biji. Tumbuhan jenis dikotil muncul lebih dahulu dipermukaan bumi dan kemudian diikuti oleh tumbuhan monokotil.Keberhasilan tumbuhan angiosperma mendominasi dunia tumbuhan didukung olehperkembangan yang sangat baik pada beberapa bagian tumbuhan seperti akar, batang, daun, dan adanya bunga serta buah yang merupakan adaptasi untuk menunjang penyerbukan dan penyebaran biji.Karofita yang diwakili oleh ganggang karangan (Characeae) menunjukan bahwa karofita dan tumbuhan memiliki nenek moyang yang sama. Karofita modern umumnya hidup di perairan dangkal, sementara karofita primitif diduga juga telah hidup di air dangkal yang mudah terancam kekeringan. Seleksi alam terjadi sehingga alga ini bertahan hidup di laut dangkal. Perlindungan terhadap embrio yang berkembang di dalam gametangia merupakan cara adaptasi terhadap kekeringan, dan ternyata cara ini berguna pada saat mereka hidup di darat. Walaupun mengenai evolusi tumbuhan tidak ada bukti fosil secara langsung, tetapi diduga dimulai pada periode Pra Kambrium sebelum era Paleozoic, saat laut bertemu daratan alga hijau telah mengembangkan ciri-ciri yang memungkinkan bertahan hidup dalam periode kekeringan yang sebentar-sebentar. Kemiripan antara tumbuhan dan ganggang hijau antara lain: Struktur selulosa dinding sel Mekanisme pembentukan lempengan sel Peroksisom Sperma berflagel Gen inti dan kloroplas

Pada akhir Silur keturunan yang mampu hidup ditanah gersang telah muncul dan mulai menempatilingkungan yang baru, kelompok itu yang disebutsebagai tumbuhan dengan syarat, yaitu:1 Mengandung klorofil a dan b.2. Kekurangan daya gerak/daya berpindah tempat dengan cara pengkerutan serabutnya.3.Mempunyai tubuh yang tersusun dari banyak sel yang berlainan untuk membentuk jaringan dan organ.4. Mempunyai organ seks yang tersusun dari banyak sel tambahan5. menghasilkan keturunan yang disebut embrio yang berkembang sebagian dan dilindungi serta diberi makan untuk masa tertentu dalam tubuh induknya

Perbandingan antara tumbuhan dan algaDengan syarat tersebut, Ernest Haeckel menempatkan ALGA (kecuali Cyanophyta) ke dalam dunia Protista, karena Alga tidak mempunyai persyaratan 4 dan 5 Ahli botani membagi dunia Tumbuhan ke dalam 2 devisi yaitu Bryophyta dan Tracheophyta.

3. BryophytaBryophiyta atau briofita (dalam bahasa Indonesia) merupakan tumbuhan daratawal yang berevolusi dari jenis yang hidup di air. Adaptasi ini belum sempurna, sehingga briofita memerlukan tempat hidup yang lembab. Briofita (Bhs Yunani lumut) menunjukkan adaptasi p