Click here to load reader

Iman Kristen dan Problema Sosial - · PDF filexii Iman Kristen dan Problema Sosial . lebih sensitif terhadap pemakaian bahasa secara kontem- ... dibandingkan dengan konsep proletarian

  • View
    221

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of Iman Kristen dan Problema Sosial - · PDF filexii Iman Kristen dan Problema Sosial . lebih...

  • Iman Kristen

    dan Problema Sosial

    Abraham Kuyper

    Terjemahan dar i Pidato Pembuka pada Kongre s Sos ial Kris t en Pertama

    di Belanda, 9 November 1891 .

    Penerbit Momentum 2004

    Copyright momentum.or.id

  • Iman Kristen dan Problema Sosial (The Problem of Poverty) Oleh: Abraham Kuyper Diedit oleh: James W. Skillen

    Penerjemah: Kalvin Budiman Tata Letak: Wiyanto Tejo Desain Sampul: Ricky Setiawan Editor Umum: Solomon Yo

    Copyright 1991 by Baker Book House Company Originally published in English under the title

    The Problem of Poverty by Baker Books, a division of Baker Book House Company Grand Rapids, Michigan, 49516, U.S.A.

    All rights reserved. Hak cipta terbitan bahasa Indonesia pada Penerbit Momentum (Momentum Christian Literature) Andhika Plaza C/5-7, Jl. Simpang Dukuh 38-40, Surabaya 60275, Indonesia. Copyright 2001 Telp.: +62-31-5472422; Faks.: +62-31-5459275 e-mail: [email protected]

    Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT)

    Kuyper, Abraham, 1837-1920 Iman Kristen dan problema sosial/Abraham Kuyper terj. Kalvin Budiman cet.1 Surabaya: Momentum, 2004. xii + 95 hlm.; 14 cm. ISBN 979-8131-46-0

    1. Gereja dan Problema Sosial 2. Gereja dan Kemiskinan 3. Kemiskinan 4. Kesejahteraan Sosial 5. Sosialisme Kristen

    2004 261.8325dc20

    Cetakan pertama: Juli 2004

    Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang. Dilarang mengutip, menerbitkan kembali, atau memper-banyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun dan dengan cara apa pun untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali kutipan untuk keperluan akademis, resensi, publikasi atau kebutuhan nonkomersial dengan jumlah tidak sampai satu bab.

    Copyright momentum.or.id

  • (

    Daftar Isi

    Prakata Penerbit vii

    Kata Pengantar xi

    Pendahuluan 1

    ( BAB 1

    Menghadapi Realitas Kemiskinan 21

    ( BAB 2

    Yesus Kristus dan Problema Sosial 37

    ( BAB 3

    Tantangan Kelompok Sosialis 49

    ( BAB 4

    Pendekatan Iman Kristen terhadap Problema Kemiskinan 69

    Copyright momentum.or.id

  • (

    Kata Pengantar

    idato oleh Abraham Kuyper ini dipublikasikan

    dalam bahasa Belanda dengan judul Het Sociale Vraagstuk en de Christelijke Religie (Problema Sosial dan Agama Kristen [Amsterdam: J. A.

    Wormser, 1891]) dan untuk pertama kalinya diterjemahkan

    ke dalam bahasa Inggris oleh Dirk Jellema serta diterbitkan

    dengan judul Christianity and the Class Struggle (Kekristenan dan Pergumulan Kelas Sosial [Grand Rapids:

    Piet Hein, 1950]).

    PVersi bahasa Inggris [yang diterjemahkan ke dalam ba-

    hasa Indonesia ini] merupakan revisi secara menyeluruh

    atas terjemahan Jellema dan berusaha sedapat mungkin

    mendekati naskah aslinya dalam bahasa Belanda. Beberapa

    kalimat Kuyper yang dirasa terlalu panjang, dibagi ke

    dalam beberapa kalimat pendek. Terjemahan baru ini juga

  • Iman Kristen dan Problema Sosial xii

    lebih sensitif terhadap pemakaian bahasa secara kontem-

    porer. Saya juga telah memberikan judul untuk empat bagi-

    an dalam pidato ini serta menambahkan subjudul untuk ma-

    sing-masing bagian.

    Jelas dari pidato ini bahwa Kuyper bukan sedang me-

    nyampaikan makalah yang sifatnya teknis ataupun akade-

    mis. Tujuan pidato ini adalah untuk menerangi sebuah per-

    masalahan sosial yang kompleks dan memberikan dorongan

    kepada para pendengarnya untuk terlibat secara aktif dalam

    tindakan yang nyata. Karena itu, pada beberapa bagian, ter-

    jemahan ini dibahasakan secara bebas tanpa mengurangi

    substansi berita, jika hal itu dinilai memang perlu untuk

    dilakukan, serta jika hal tersebut mewakili semangat asali

    Kuyper ketika menyampaikan pidatonya.

    Ucapan terima kasih patut saya utarakan kepada Carol

    Veldman Rudie dan Gary Govert atas berbagai komentar

    dan masukan kritis yang membangun dalam menyusun

    ulang naskah pidato ini. Seandainya masih ada kekurangan

    dalam naskah ini, maka hal tersebut sepenuhnya merupa-

    kan tanggung jawab saya. Dengan sepenuh hati saya meng-

    ucapkan terima kasih atas sumbangsih mereka dalam pe-

    nyusunan ulang naskah pidato ini.

  • (

    Pendahuluan

    Problema Kemi

    ada tahun 1891, dampak sosial Revolusi Industri

    mulai tampak dengan jelas terutama di Eropa dan

    Amerika. Tingkat urbanisasi yang tinggi, pengang-

    guran, kemunduran nilai-nilai dalam keluarga, ke-

    miskinan, dan berbagai masalah sosial merupakan tanda-

    tanda krisis dalam masyarakat yang tak dapat disangkali.

    Sebagai respons terhadap masalah sosial ini, sebagaimana

    yang sering kali disebutkan, muncullah sebuah ideologi so-

    sialisme baru. Kelompok sosialis yang banyak berjuang bagi

    masyarakat miskin memberi kritik yang tajam terhadap para

    kapitalis politik dan ekonomi yang dinilai telah memono-

    poli berbagai keuntungan dari kemajuan yang telah diraih

    hanya untuk kepentingan kelompok mereka sendiri. Banyak

    yang merasa khawatir dengan gerakan ini, namun banyak

    skinan dalam Perspektif Satu Abad Terakhir

    P

    Copyright momentum.or.id

  • Iman Kristen dan Problema Sosial 2

    juga yang mengharapkan adanya sebuah revolusi sosial

    yang lebih radikal ketimbang Revolusi Prancis yang terjadi

    satu abad sebelumnya.1

    Di Eropa, beberapa pemimpin Kristen di kalangan Pro-

    testan maupun Katolik mulai memberikan tanda peringatan

    dan dorongan untuk mengambil tindakan nyata. Di tahun

    1891, Paus Leo XIII menerbitkan selebaran yang sekarang

    ini dikenal dengan sebutan Rerum novarum, yaitu sebuah panggilan bagi adanya penyelesaian secara kristiani terha-

    dap penyimpangan-penyimpangan keji yang terjadi baik di

    kalangan kapitalisme maupun sosialisme. Sejak diterbitkan-

    nya selebaran tersebut, muncullah di Inggris sekelompok

    orang yang menamakan dirinya Christian Socialists (Kelompok Sosialis Kristen). Demikian pula di Jerman

    muncul Evangelical Social Movement (Gerakan Sosial Injili). Gerakan-gerakan yang serupa juga mulai bermun-

    culan di Swis, Prancis, dan Italia. Pada tanggal 9 November

    1891 muncullah Abraham Kuyper, seorang negarawan

    Belanda, pemimpin gereja, pengajar, dan jurnalis, yang

    dalam Christian Social Congress (Kongres Sosial Kristen)

    yang pertama di Belanda memberikan sebuah pidato

    1 Mengenai kondisi sosial dan ideologi-ideologi politik pada akhir abad

    sembilan belas di Eropa dan Amerika secara umum, lihat Bob Goudzwaard, Capitalism and Progress: A Diagnosis of Western Society, terj. dan ed. Josina Van Nuis Zylstra (Toronto: Wedge; Grand Rapids: Eerdmans, 1979), hlm. 80-117; Carl N. Degler, The Age of the Economic Revolution, 1876-1900 (Glenview, Ill.: Scott, Foresman, 1967); Wolfgang J. Mommensen, ed., The Emergence of the Welfare State in Britain and Germany, 1850-1950 (London: Croom Helm, 1981); James T. Kloppenberg, Uncertain Victory: Social Democracy and Progressivism in European and American Thought, 1870-1920 (New York: Oxford University Press, 1986), hlm. 199-297.

    Copyright momentum.or.id

  • Pendahuluan 3

    pembuka yang berjudul Het Sociale Vraagstuk en de Christelijke Religie (Problema Sosial dan Agama Kristen).2

    Pada masa kita sekarang ini, di tahun 1991, [saat ditu-

    lisnya edisi yang menjadi landasan terjemahan ini ed.]

    berbicara tentang revolusi sosial barangkali kedengaran

    aneh dan ketinggalan zaman. Kita semua tahu bagaimana

    pemerintah Komunis di Eropa Timur telah runtuh. Demiki-

    an pula Sosialisme pada masa sekarang ini telah mengalami

    kemunduran. Sebaliknya, demokrasi liberal dan kapitalisme

    pasar bebas tetap bertahan setelah melalui berbagai kritik

    2 Kuyper menyebutkan berbagai gerakan Kristen ini pada pembukaan

    pidatonya. Beberapa buku yang dapat memberikan konteks latar belakang bagi gerakan yang Kuyper canangkan a.l. [semuanya masih dalam bahasa Belanda pen.]: A. Kouwenhoven, De Dynamiek van Christelijk Sociaal Denken (Nijkerk: Callenbach, 1989), hlm. 32-94; dan H. E. S. Woldring dan D. Th. Kuiper, Reformatorische Maatschappijkritiek (Kampen: J. H. Kok, 1980). Rerum novarum Leo XIII dapat dibaca dalam David M. Byers, ed., Justice in the Marketplace: Collected Statements of the Vatican and the United States Catholic Bishops on Economic Policy, 1891-1984 (Washington, D.C.: U.S. Catholic Conference, 1985), hlm. 9-41.

    Mengenai konteks latar belakang secara umum bagi munculnya orga-nisasi-organisasi Kristen dalam menanggapi perubahan-perubahan ekono-mi, sosial, dan politik di Eropa, lihat Michael P. Fogarty, Christian Democracy in Western Europe, 1820-1953 (Westport, Conn.: Greenwood, 1974 [1957]); Hans Maier, Revolution and Church: The Early History of Christian Democracy, 1789-1901, terj. Emily M. Schossberger (Notre Dame: Notre Dame University Press, 1969 [1965]); Eric O. Hanson, The Catholic Church in World Politics (Princeton: Princeton University Press, 1987), khususnya hlm. 19-161; Suzanne Berger, ed., Religion in Western European Politics (London: Frank Cass, 1982); John McManners, Church and State in France, 1870-1914 (London: SPCK, 1972); W. O. Shanahan, German Protestants Face the Social Question (Notre Dame: University of Notre Dame Press, 1954); Joseph N. Moody, ed., Church and Society: Catholic Social and Political Thought and Movements, 1789-1950 (New York: Arts, 1953); M.