of 39 /39
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, sehingga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 dapat diselesaikan. Penyusunan LAKIP merupakan kewajiban sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999, untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya yang dipercayakan kepada BAPPEDA Provinsi Jawa Timur dalam mengelola perencanaan pembangunan daerah berdasarkan Rencana Strategis (RENSTRA) BAPPEDA Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2014. Dengan telah tersusunnya LAKIP BAPPEDA Provinsi Jawa Timur tahun 2011 ini, maka kami menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang telah banyak membantu hingga selesainnya penyusunan LAKIP ini. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pelaksana kegiatan yang bekerja secara maksimal dalam melaksanakan kegiatan selama tahun 2011. Penyusunan LAKIP BAPPEDA ini telah dupayakan sebaik mungkin, walaupun demikian LAKIP BAPPEDA Provinsi Jawa Timur tidak terlepas dari kekurangan- kekurangan sehubungan dengan kendala-kendala yang dihadapi. Namun demikian BAPPEDA Provinsi Jawa Timur telah mengupayakan untuk mengatasi kendala- kendala tersebut melalui koordinasi dengan pelaksana kegiatan. Semoga LAKIP BAPPEDA Provinsi Jawa Timur ini telah dapat mencerminkan kinerja BAPPEDA Provinsi Jawa Timur tahun 2011. Surabaya, Pebruari 2012 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur Dr.Ir. ZAINAL ABIDIN, MM Pembina Utama Madya NIP. 19540822 198503 1 006

KATA PENGANTAR - · PDF fileA. Latar Belakang . ... nasional yang meliputi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang ... Fungsi Dalam melaksanakan tugas,

Embed Size (px)

Citation preview

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, sehingga Laporan

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan

Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 dapat diselesaikan.

Penyusunan LAKIP merupakan kewajiban sebagaimana diamanatkan dalam

Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999, untuk mempertanggungjawabkan

pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya yang dipercayakan kepada BAPPEDA

Provinsi Jawa Timur dalam mengelola perencanaan pembangunan daerah

berdasarkan Rencana Strategis (RENSTRA) BAPPEDA Provinsi Jawa Timur Tahun

2009-2014.

Dengan telah tersusunnya LAKIP BAPPEDA Provinsi Jawa Timur tahun 2011

ini, maka kami menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang telah banyak

membantu hingga selesainnya penyusunan LAKIP ini. Kami juga menyampaikan

terima kasih kepada pelaksana kegiatan yang bekerja secara maksimal dalam

melaksanakan kegiatan selama tahun 2011.

Penyusunan LAKIP BAPPEDA ini telah dupayakan sebaik mungkin, walaupun

demikian LAKIP BAPPEDA Provinsi Jawa Timur tidak terlepas dari kekurangan-

kekurangan sehubungan dengan kendala-kendala yang dihadapi. Namun demikian

BAPPEDA Provinsi Jawa Timur telah mengupayakan untuk mengatasi kendala-

kendala tersebut melalui koordinasi dengan pelaksana kegiatan. Semoga LAKIP

BAPPEDA Provinsi Jawa Timur ini telah dapat mencerminkan kinerja BAPPEDA

Provinsi Jawa Timur tahun 2011.

Surabaya, Pebruari 2012

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur

Dr.Ir. ZAINAL ABIDIN, MM Pembina Utama Madya

NIP. 19540822 198503 1 006

RINGKASAN EKSEKUTIF

Pada dasarnya Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) merupakan laporan yang

memberikan penjelasan mengenai pencapaian kinerja Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah selama Tahun 2011. Capaian kinerja (performance results)

Tahun 2011 tersebut dibandingkan dengan Penetapan Kinerja (performance

agreement) Tahun 2011 sebagai tolok ukur keberhasilan Tahunan organisasi. Analisis

atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan

diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja

di masa datang. Sistematika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2011

berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan

Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyusunan Penetapan

Kinerja dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada

level sasaran dan kegiatan. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada

level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran

dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana

kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas. Selain itu, untuk

memberikan penilaian yang lebih independen melalui indikator-indikator outcomes

atau minimal outputs dari kegiatan yang terkait langsung dengan sasaran yang

diinginkan.

Berdasarkan hasil pengukuran, tingkat pencapaian sasaran Bappeda Provinsi

Jawa Timur tahun 2011 dengan jumlah keseluruhan sasaran sebanyak 4 (empat)

sasaran dengan kategori capaian sasaran sangat berhasil sebanyak 4 (empat)

sasaran. Hal ini menunjukkan bahwa capaian seluruh sasaran program Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2011 telah mencapai target yang telah

ditetapkan dengan harapan semoga di tahun mendatang dapat dipertahankan dan

lebih ditingkatkan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang harus

diupayakan semaksimal mungkin dalam pencapaiannya.

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan Daerah merupakan salah satu sub sistem dari pembangunan

nasional yang meliputi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang

ditujukan untuk meningkatkan harkat, martabat dan memperkuat jati diri serta

kepribadian masyarakat dalam pendekatan lokal, nasional dan global. Dalam

perspektif perencanaan pembangunan, Pemerintah Daerah harus memperhatikan

keseimbangan berbagai aspek dalam satu kesatuan wilayah pembangunan ekonomi,

hukum, sosial, budaya, politik, pemerintahan dan lingkungan hidup untuk

mendukung pembangunan yang berkelanjutan, dengan diikuti oleh penyelenggaraan

pemerintahan yang akuntabel (Good Governance). Kepemerintahan yang akuntabel

merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan

visi misi pembangunan daerah dan aspirasi serta cita–cita masyarakat dalam

mencapai masa depan yang lebih baik. Berkaitan dengan hal itu, diperlukan

pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan

terukur, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat

berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, serta bebas dari korupsi, kolusi

dan nepotisme.

Salah satu tuntutan publik pada saat ini adalah adanya transparansi dan

akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Muara tuntutan ini pada intinya adalah

terselenggaranya tata kepemerintahan yang baik (Good Governance), sehingga

penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara

berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung-jawab serta bebas dari

korupsi, kolusi dan nepotisme.

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 2

Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka pelaksanaan Tap. MPR RI Nomor

IX/MPR/1998 dan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan

Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, maka

diterbitkan Inpres Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah. Dalam ketentuan tersebut dinyatakan bahwa azas-azas umum

penyelenggaraan negara meliputi kepastian hukum, azas tertib penyelenggaraan

negara, azas kepentingan umum, azas keterbukaan, azas proporsionalitas dan

profesionalitas serta akuntabilitas. Dari 7 (tujuh) azas-azas umum penyelenggaraan

negara tersebut dinyatakan bahwa azas akuntabilitas merupakan azas yang paling

utama yang mensyaratkan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan

penyelenggara Negara harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan rakyat

sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

Inpres Nomor 7 Tahun 1999 mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai

unsur penyelenggara negara mulai dari pejabat eselon II ke atas untuk

mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya yang

dipercayakan padanya berdasarkan Rencana Strategis (RENSTRA) yang dirumuskan

sebelumnya.

Pertanggungjawaban dimaksud disampaikan kepada atasan masing-masing,

kepada lembaga-lembaga pengawasan dan penilai akuntabilitas yang

berkewenangan, dan akhirnya kepada Presiden selaku Kepala Pemerintahan serta

dilakukan melalui sistem akuntabilitas dan media pertanggungjawaban yang harus

dilaksanakan secara periodik dan melembaga.

B. KEDUDUKAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Daerah No 10 Tahun 2008 tentang Organisasi dan

Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga

Teknis Daerah Provinsi Jawa Timur dan Peraturan Gubernur Nomor 100 Tahun 2008

tentang Uraian Tugas Sekretariat, Bidang, Sub Bagian dan Sub Bidang Badan

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 3

Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur, maka kedudukan, tugas,

fungsi, susunan organisasi dan tata kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Timur adalah sebagai berikut:

1. Kedudukan

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan unsur perencanaan

penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Timur.

2. Tugas Pokok

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas

melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang

perencanaan pembangunan daerah.

3. Fungsi

Dalam melaksanakan tugas, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

menyelenggarakan fungsi : perumusan kebijakan teknis di bidang perencanaan

pembangunan, mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan,

pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah,

serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai tugas dan

fungsinya.

C. STRUKTUR ORGANISASI

Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2008

tentang Organisasi dan Tata Kerja, Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan

Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Jawa Timur, Struktur Organisasi

Bappeda Provinsi Jawa Timur dipimpin oleh seorang Kepala Badan, yang

membawahi :

1. Sekretariat, yang terdiri atas : Sub Bagian Tata Usaha; Sub Bagian Penyusunan

Program; serta Sub Bagian Keuangan.

2. Bidang Ekonomi, yang terdiri atas : Sub Bidang Pertanian; Sub Bidang Industri,

Perdagangan dan PDU; serta Sub Bidang Koperasi dan UKM.

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 4

3. Bidang Prasarana Wilayah, yang terdiri atas : Sub Bidang Prasarana

Perhubungan; Sub Bidang Keciptakaryaan; serta Sub Bidang Prasarana Sumber

Daya Air.

4. Bidang Pengembangan Regional, yang terdiri atas : Sub Bidang Perencanaan

Tata Ruang; serta Sub Bidang Pengembangan Wilayah Sumberdaya Alam dan

Lingkungan Hidup.

5. Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, yang terdiri atas : Sub Bidang

Pemerintahan dan Aparatur; Sub Bidang Kesejahteraan Rakyat; serta Sub Bidang

Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata dan Kemasyarakatan.

6. Bidang Pembiayaan Pembangunan, yaitu terdiri atas : Sub Bidang Perencanaan

Alokasi Pembiayaan Pembangunan; serta Sub Bidang Perencanaan

Pengembangan Pembiayaan Pembangunan.

7. Bidang Statistik dan Pelaporan, yang terdiri dari atas : Sub Bidang Pengendalian

dan Evaluasi; Sub Bidang Pelporan; serta Sub Bidang Pengolahan Data dan

Informasi.

8. Kelompok Pejabat Fungsional.

Struktur organisasi BAPPEDA Provinsi Jawa Timur selengkapnya diilustrasikan

sebagaimana Gambar 1.1 berikut ini :

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 5

Gambar 1.1. Struktur Organisasi Bappeda Provinsi Jawa Timur

SUB BIDANG PELAPORAN

SUB BIDANG

PENGENDALIAN DAN EVALUASI

BIDANG EKONOMI

BIDANG PENGEMBANGAN

REGIONAL

SUB BIDANG

PENGEMBANGAN WILAYAH DAN SDA-

LH

SUB BIDANG

PERENCANAAN TATA RUANG

BIDANG PRASARANA

WILAYAH

SUB BIDANG PRASARANA

PERHUBUNGAN

SUB BIDANG

PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI

SUB BIDANG

PERENCANAAN ALOKASI

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

SUB BIDANG

PERENCANAAN PENGEMBANGAN

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

BIDANG PEMBIAYAAN

PEMBANGUNAN

BIDANG STATISTIK DAN PELAPORAN

SUB BIDANG

PEMERINTAHAN DAN APARATUR

SUB BIDANG

KESEJAHTERAAN RAKYAT

SUB BIDANG PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN

PARIWISATA DAN KEMASYARAKATAN

KEPALA BADAN

SUB BIDANG

PERTANIAN DAN KELAUTAN

SUB BAG

TATA USAHA

SUB BAG PENYUSUNAN

PROGRAM

SUB BIDANG

KOPERASI DAN UKM

SUB BIDANG

INDUSTRI, PERDAGANGAN

DAN PDU.

BIDANG PEMERINTAHAN DAN KEMASYARAKATAN

SUB BAG KEUANGAN

SEKRETARIAT

SUB BIDANG KECIPTAKAR

YAAN

SUB BIDANG PRASARANA

SUMBER DAYA AIR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 6

D. SISTEMATIKA PENYAJIAN

Pada dasarnya Laporan Akuntabilitas Kinerja ini memberikan penjelasan

mengenai pencapaian kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah selama

Tahun 2011. Capaian kinerja (performance results) Tahun 2011 tersebut

dibandingkan dengan Penetapan Kinerja (performance agreement) Tahun 2011

sebagai tolok ukur keberhasilan Tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja

terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah

celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang.

Sistematika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2011 berpedoman pada

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi

Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyusunan Penetapan

Kinerja dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, sebagai berikut:

Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, aspek

strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta struktur organisasi;

Bab II – Perencanaan dan Penetapan Kinerja, menjelaskan secara ringkas

dokumen perencanaan yang menjadi dasar pelaksanan program, kegiatan dan

anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2011 meliputi RPJMD

2009-2014, Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun

2009 - 2014 dan Penetapan Kinerja Tahun 2011.

Bab III – Akuntabilitas Kinerja Tahun 2011, menjelaskan analisis

pencapaian kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dikaitkan dengan

pertanggungjawaban publik terhadap pencapaian sasaran strategis untuk Tahun

2011.

Bab IV – Penutup, menjelaskan simpulan menyeluruh dari Laporan

Akuntabilitas Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2011 dan

menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa

mendatang.

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 7

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa Berdasarkan Peraturan Gubernur

Jawa Timur Nomor 100 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas Sekretariat, Bidang, Sub

Bagian dan Sub Bidang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa

Timur, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur

diberikan tugas untuk melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah

di bidang perencanaan pembangunan daerah. Untuk melaksanakan tugas tersebut,

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang perencanaan pembangunan

2. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan

3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan

daerah

4. Serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai tugas dan

fungsinya.

Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar efektif, efisien dan

akuntabel, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah berpedoman pada dokumen

perencanaan yang terdapat pada :

1) RPJMD 2009-2014;

2) Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 2009-2014;

3) Penetapan Kinerja Tahun 2011

2.1. RPJMD 2009-2014

2.1.1 Visi

Pembangunan Jawa Timur periode Tahun 2009-2014 berangkat dari landasan

visi: Terwujudnya Jawa Timur yang Makmur dan Berakhlak dalam

Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur merupakan amanat Undang-

Undang Dasar 1945, yang harus dipegang teguh dan diupayakan dapat terwujud.

Masyarakat makmur adalah masyarakat yang sejahtera, yang berkecukupan atau

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 8

tidak kekurangan, yang tidak saja berdimensi fisik atau materi, tetapi juga rohani.

Masyarakat makmur adalah masyarakat yang berkeadilan, bermartabat, dan

terpenuhi hak-hak dasarnya, bebas mengemukakan pikiran dan pendapat, bebas dari

ketakutan dan belenggu diskriminasi, bebas dari penindasan, dengan sumber daya

manusia yang berkualitas secara fisik, psikis maupun intelektualitas. Mewujudkan

Jawa Timur makmur dan sejahtera merupakan keniscayaan.

Pencapaian kemakmuran dan kesejahteraan sebagai sebuah keniscayaan akan

kehilangan makna tatkala tidak diikuti pembentukan akhlak yang baik dan mulia.

Mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang makmur dan sejahtera perlu dibarengi

peningkatan kesalehan sosial (kualitas pemahaman agama dan kehidupan

beragama) yang diimplementasikan secara sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Kemuliaan akhlak akan menuntun individu lebih mampu mengembangkan kerukunan

hidup antar-umat beragama, memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip

kebersamaan, kesediaan menolong sesama, dan berdemokrasi, sehingga tercipta

harmoni sosial dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Jawa Timur yang aman, bersatu, rukun, damai, makmur dan sejahtera adalah

bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena itu, visi

Terwujudnya Jawa Timur Makmur dan Berakhlak dilaksanakan dalam bingkai Negara

Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945,

dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai penegasan komitmen terhadap konsep negara

kebangsaan Indonesia yang telah menjadi ketetapan seluruh rakyat Indonesia ketika

mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan Jawa Timur

diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan, kemakmuran, dan

kesejahteraan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

2.1.2 Misi

Untuk mewujudkan visi pembangunan Jawa Timur 2009-2014 tersebut, maka

misi pembangunan Jawa Timur 2009-2014 adalah: Mewujudkan Makmur

bersama Wong Cilik melalui APBD untuk Rakyat yang diarahkan, terutama,

untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kebutuhan dasar rakyat dan

penanggulangan kemiskinan; meningkatkan kualitas pemerataan dan pertumbuhan

ekonomi, serta pembangunan pedesaan; melalui penguatan perekonomian yang

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 9

didukung pengembangan pertanian dan agroindustri/agrobisnis; pemberdayaan

usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM); peningkatan investasi dan ekspor non-

migas, serta penyediaan infrastruktur yang memadai, dengan tetap memelihara

kualitas dan fungsi lingkungan hidup; memantapkan harmoni sosial melalui

peningkatan kesalehan sosial, penegakan serta penghormatan terhadap hukum dan

hak asasi manusia, dengan didukung birokrasi yang reformatif dan pelayanan publik

yang prima.

2.1.3 Tujuan dan Sasaran

Misi mewujudkan Makmur bersama Wong Cilik melalui APBD untuk Rakyat

bertujuan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Jawa Timur, bukan untuk

segelintir orang tertentu. Kemakmuran Jawa Timur yang ingin diwujudkan adalah

kemakmuran bersama, terutama wong cilik. Pembangunan Jawa Timur diarahkan

untuk agawe wong cilik bisa melu gemuyu, sebagaimana telah ditanamkan sebagai

falsafah pembangunan oleh Gubernur Jawa Timur 1971-1976, R.P.H. Mohammad

Noer. Tujuan kemerdekaan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,

membuat wong cilik bisa melu gemuyu.

Wong cilik atau rakyat kecil merupakan subjek pembangunan, dan tidak boleh

terpinggirkan, apalagi dipinggirkan, dari proses dan hasil pembangunan. Yang

dimaksud “rakyat” dan wong cilik dalam rumusan misi pembangunan Jawa Timur

2009-2014 ini adalah mereka yang mengalami ketidakberdayaan (powerless) akibat

termarginalisasi (marginalized), terdevaluasi (devalued), dan mengalami

keterampasan (deprivation), serta pembungkaman (silencing). Mereka yang - karena

berbagai alasan - terlempar ke luar dari struktur sosial, ekonomi, politik dan budaya.

Peran lebih besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempengaruhi

pembangunan ekonomi yang pro-rakyat sangat diperlukan, terutama melalui

instrumen keuangan daerah yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja

Daerah (APBD). Apalagi, struktur penerimaan APBD Jawa Timur sekitar 72%-77%

berasal dari pendapat asli daerah (PAD) rakyat Jawa Timur sendiri, karena itu sudah

sewajarnya pembangunan Jawa Timur mendasarkan diri pada misi Makmur bersama

Wong Cilik melalui APBD untuk Rakyat, yang bermakna APBD pro-rakyat, pro-mereka

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 10

yang termarginalisasi, terdevaluasi, dan mengalami deprivation, serta

pembungkaman (silencing).

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah merupakan bentuk manajemen

keuangan daerah dalam pengalokasian sumber daya di daerah secara optimal,

sekaligus juga alat evaluasi prestasi pemerintah dalam pembiayaan pembangunan di

daerahnya. Karena itu, setiap belanja pemerintah harus ditujukan untuk kepentingan

publik, dan harus dipertanggungjawabkan pemakaiannya. Dengan kata lain, APBD

harus bermanfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Ada tiga fungsi utama dalam pengelolaan anggaran pemerintah daerah, yakni

alokasi, distribusi dan stabilitas. Fungsi alokasi dimaksudkan agar APBD digunakan

untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintah sehingga pelayanan publik semakin

baik, termasuk penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai.

Pemerataan pendapatan dan pengentasan masyarakat miskin merupakan

perwujudan fungsi distribusi. Sementara fungsi stabilitas ditujukan menciptakan

lingkungan kondusif bagi kegiatan ekonomi, untuk memperluas kesempatan kerja,

stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, APBD Provinsi Jawa Timur harus ditujukan sebesar-besarnya untuk

belanja pelayanan dasar --terutama pelayanan pendidikan, kesehatan, sarana air

bersih, dan perluasan lapangan kerja-- yang berorientasi pada rakyat miskin, sebagai

upaya penanggulangan kemiskinan, dengan tujuan akhir, kesejahteraan seluruh

rakyat Jawa Timur. Sasaran orientasi pembangunan yang dijalankan melalui misi

mewujudkan Makmur bersama Wong Cilik melalui APBD untuk Rakyat adalah

meningkatkan kesejahteraan bersama seluruh rakyat Jawa Timur, terutama wong

cilik. Sebab, kemakmuran tidak boleh hanya menjadi milik dan dinikmati segelintir

orang.

2.2 Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi

Jawa Timur Tahun 2009-2014

2.2.1 Visi

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, pada Pasal 1 ayat (12)

dinyatakan bahwa visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan

pada akhir periode perencanaan, maka visi harus menggambarkan wujud akhir yang

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 11

diinginkan oleh suatu daerah, lembaga atau organisasi pada akhir periode

perencanaan. Dengan demikian visi memegang peranan penting dalam menentukan

arah yang akan dituju oleh suatu daerah/organisasi pada masa mendatang.

Berdasarkan Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2008 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Jawa Timur, kedudukan BAPPEDA Provinsi

Jawa Timur adalah merupakan unsur perencanaan penyelenggaraan pemerintahan

daerah, dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab

kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

Dalam hal ini BAPPEDA Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu SKPD

Provinsi Jawa Timur yang diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan

pemerintahan dalam bidang perencanaan pembangunan. Dalam kedudukannya itu,

BAPPEDA Provinsi Jawa Timur harus dapat memainkan peran sebagai badan daerah

yang mendukung pencapaian visi Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur, sebagaimana

yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2014, pada urusan perencanaan pembangunan.

Melihat kondisi saat in baik pada aspek urusan, kelembagaan, tugas pokok

dan fungsi maupun struktur organisasi BAPPEDA Provinsi Jawa Timur, dapat

disebutkan bahwa urusan pemerintahan bidang perencanaan pembangunan tidak

dapat menjalankan fungsi yang signifikan apabila hanya diorientasikan pada

perencanaan pembangunan semata. Oleh karena itu urusan perencanaan

pembangunan menuntut sistem kelembagaan yang mandiri dengan berbagai

jaringan kegiatan dan bukan subordinasi dari lembaga daerah dengan fungsi lain.

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, BAPPEDA Provinsi Jawa Timur

harus difokuskan pada pencapaian tujuan dan cita-cita pembangunan yang berbasis

perencanaan pembangunan dengan mendasarkan diri pada hasil penelitian/kajian

lapangan yang sistematik dan komprehensif.

Maka visi BAPPEDA Provinsi Jawa Timur itu harus diarahkan pada upaya

berkesinambungan pembangunan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan

sebagai dasar perumusan dan implementasi kebijakan dalam pengembangan dan

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 12

pengelolaan sumberdaya daerah untuk meningkatkan kemakmuran dengan

berlandaskan akhlak mulia.

Dengan semangat itu, maka BAPPEDA Provinsi Jawa Timur untuk kurun waktu

2009-2014 akan mewujudkan visi : “MEWUJUDKAN BADAN PERENCANAAN

PEMBANGUNAN DAERAH SEBAGAI PERENCANA YANG PARTISIPATIF,

PROFESIONAL, INOVATIF DAN BERTANGGUNGJAWAB ”

Rumusan visi tersebut didasarkan pada cita-cita dan kehendak untuk

mewujudkan kondisi ideal dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang

diarahkan pada peningkatan kemakmuran masyarakat dengan berlandaskan pada

akhlak mulia.

Rumusan tersebut di atas dapat dimengerti melalui makna yang terkandung

pada konsep-konsep sebagai berikut :

1. Perencanaan Pembangunan Daerah yang Partisipatif adalah proses

perencanaan pembangunan yang mampu mengakomodir secara obyektif

berbagai kebutuhan dan aspirasi masyarakat agar dapat menghasilkan

konsensus bersama menuju perubahan yang lebih baik dan diterima oleh

semua pihak. Oleh karena itu dalam setiap pengambilan keputusan

memerlukan keterlibatan masyarakat. Partisipasi aktif tersebut secara

langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak positif terhadap

perencanaan pembangunan. Sebaliknya apabila partisipasi masyarakat

diabaikan sedangkan mobilisasi masyarakat yang dikembangkan, proses

pembangunan akan terhambat bahkan akan mengalami kegagalan, karena

masyarakat kurang merasa memiliki hasil-hasil pembangunan.

2. Perencanaan Pembangunan Daerah yang Profesional adalah semua input SDM

aparatur memiliki keahlian dalam perencanaan, pengendalian dan evaluasi

serta keahlian dalam bidang dukungan administrasi ketatausahaan.

3. Perencanaan Pembangunan Daerah yang Inovatif adalah proses perencanaan

pembangunan yang berkenaan dengan menetapkan prosedur atau cara-cara

baru hingga tercapai atau melampaui target yang telah ditetapkan dalam

koridor perundangan yang berlaku.

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 13

4. Perencanaan Pembangunan Daerah yang Bertanggungjawab adalah proses

perencanaan pembangunan yang dilakukan dengan terukur, baik secara

kuantitas maupun kualitas, sehingga memudahkan dalam pengendalian.

2.2.2 M i s i

Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan

untuk mewujudkan visi (Pasal 1 ayat (13) UU No. 25 Tahun 2004). Misi merupakan

pernyataan secara luas dan komprehensif tentang tujuan instansi yang diekspresikan

dalam produk dan pelayanan yang akan diberikan atau dilaksanakan, kebutuhan

masyarakat yang dapat dipenuhi, kelompok masyarakat yang dilayani, serta nilai-nilai

yang dapat diperoleh.

Berkaitan dengan perumusan misi BAPPEDA Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-

2014 maka perlu diperhatikan relevansi dan keterkaitannya dengan upaya

pencapaian misi Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur, sebagaimana yang tertuang

dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Timur

Tahun 2009-2014, yang terkait atau sejalan dan perlu diaktualisasikan oleh BAPPEDA

Provinsi Jawa Timur. Untuk itu, BAPPEDA Provinsi Jawa Timur menetapkan misi

2009-2014 sebagai berikut :

1. Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan dan Profesionalisme Sumber Daya

Manusia;

2. Memantapkan Penyelenggaraan Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah

yang partisipatif dan inovatif ;

3. Melakukan Pendataan, Pengendalian, Monitoring dan Evaluasi serta Pelaporan

Pelaksanaan Pembangunan Daerah

Penjelasan masing-masing misi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Misi Kesatu

Sebagai Institusi perencana harus berperan sebagai pelaksana fungsi

manajemen dalam bidang perencanaan. Institusi perencanaan

pembangunan harus mampu mengkoordinasikan proses perencanaan

pembangunan daerah secara intensif dan menyeluruh serta melakukan

kajian/analisis dalam rangka pengendalian perencanaan yang telah

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 14

dirumuskan. Sumber Daya Manusia perencana pembangunan menjadi

sangat penting dan menjadi kunci keberhasilan proses perencanaan.

Kualitas perencanaan sangat tergantung pada kemampuan dan keahlian

para perencana secara teknis maupun kemampuan lain yang bersifat

intersektoral, multidisipliner dan berfikir komprehensif. Peningkatan kualitas

sumberdaya manusia merupakan peningkatan kapasitas individu dalam

mengemban beban tugas masing-masing dalam organisasi. Peningkatan

profesionalisme merupakan upaya peningkatan kinerja yang berkaitan

dengan kesetiaan, logika dan etika.

2. Misi Kedua

Perencanaan pembangunan daerah merupakan sub sistem dari sistem

perencanaan pembangunan nasional. Sistem perencanaan pembangunan

mengedepankan pada pendekatan perencanaan partisipatif yang

berlandaskan pada prinsip keterbukaan dan partisipasi aktif seluruh

pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip kesetaraan dan

keadilan. Pemantapan sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan

daerah ditempuh dengan mengedepankan partisipasi aktif stakeholders agar

mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang bersifat

komprehensif, dan holistik atau menyeluruh, sehingga mampu memberikan

arah kebijaksanaan pembangunan dan menciptakan iklim kondusif bagi

keterlibatan aktif stakeholders dalam keseluruhan proses pembangunan daerah.

Pada misi ini pula kemampuan mensinergikan, mensinkronkan program sektor

dan kewilayahan menjadi target untuk direalisasikan pada sasaran misi ini.

3. Misi Ketiga

Kualitas perencanaan hanya dapat dibangun melalui ketersediaan data base

yang akurat yang diperoleh dari hasil sistem pengendalian dan evaluasi.

Oleh karena itu pada misi ini target yang direncanakan adalah

terbangunnya sistem data base pembangunan yang akurat, sistem

pengendalian dan evaluasi yang efektif sebagai input pada proses

perencanaan berikutnya (re-planning).

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 15

2.2.3 Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan

tujuan sebagai hasil akhir yang dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 5

(lima) tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan

misi sehingga rumusannya harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin

dicapai di masa mendatang. Untuk itu tujuan disusun guna memperjelas

pencapaian sasaran yang ingin diraih dari masing-masing misi.

Tabel 2.1 Misi - Tujuan

No. Misi Tujuan

1. Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan dan Profesionalisme Sumber Daya Manusia

Meningkatkan Kinerja Pelaksanaan Tugas Pokok , Fungsi serta Peran Kelembagaan BAPPEDA Provinsi Jawa Timur

2. Memantapkan Penyelenggaraan

Sistem Perencanaan

Pembangunan Daerah yang

Partisipatif dan Inovatif

Meningkatkan Implementasi Sistem

dan Mekanisme Perencanaan

Pembangunan Daerah di Provinsi

Jawa Timur

3. Melakukan Pendataan,

Pengendalian, Monitoring dan

Evaluasi serta Pelaporan

Pelaksanaan Pembangunan

Daerah

Meningkatkan Kinerja Pembangunan

Daerah melalui Pengendalian,

Pelaporan, Monitoring dan Evaluasi,

yang Dapat Dipertanggungjawabkan

serta Tersedianya Data dan

Informasi sebagai Bahan Pendukung

Kebijakan Pembangunan Daerah

2.2.4 Sasaran

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai dalam rumusan yang

spesifik, terukur, dalam kurun waktu tertentu secara berkesinambungan

sejalan dengan tujuan yang ditetapkan.

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 16

Tabel 2.2 Tujuan – Sasaran

Sasaran Indikator Kinerja

Tujuan 1 Meningkatkan Kinerja Pelaksanaan Tugas Pokok , Fungsi serta Peran Kelembagaan Bappeda Provinsi Jawa Timur

Sasaran Strategis 1: Meningkatnya Kompetensi Sumber Daya Manusia Perencana yang Profesional

1) Terlaksananya Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perencana yang Profesional

Tujuan 2 Meningkatkan Implementasi Sistem dan Mekanisme Perencanaan Pembangunan Daerah di Provinsi Jawa Timur

Sasaran strategis 2: Terwujudnya Perencanaan Pembangunan Daerah yang partisipatif dan inovatif

1) Terlaksananya Pembinaan Mekanisme Perencanaan Pembangunan Daerah

2) Tersedianya Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah

Tujuan 3 Meningkatkan Kinerja Pembangunan Daerah melalui Pengendalian, Pelaporan, Monitoring dan Evaluasi, yang dapat dipertanggungjawabkan serta tersedianya data dan informasi sebagai bahan pendukung kebijakan Pembangunan Daerah

Sasaran strategis 3:

Terwujudnya Pengumpulan Data dan Informasi Sebagai Pendukung Perencanaan Pembangunan

1) Tersedianya Data dan Informasi Pendukung Perencanaan Pembangunan

2) Tersedianya laporan hasil-hasil pembangunan

Sasaran strategis 4: Terwujudnya Pengendalian, Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan

1) Tersedianya dokumen hasil monitoring dan evaluasi sebagai pengendalian pelaksanaan pembangunan

2.2.5 Strategi

Strategi adalah keseluruhan cara atau langkah dengan penghitungan yang

pasti untuk mencapai tujuan atau mengatasi persoalan. Cara atau langkah

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 17

dirumuskan lebih bersifat makro dibandingkan dengan teknik yang lebih sempit

dan merupakan rangkaian kebijakan, sehingga strategi merupakan cara mencapai

tujuan dan sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakan-kebijakan dan program-

program.

Tabel 2.3 Tujuan – Strategi

No. Tujuan Strategi

1. Meningkatkan Kinerja Pelaksanaan

Tugas Pokok , Fungsi serta Peran

Kelembagaan BAPPEDA Provinsi

Jawa Timur

a. Memantapkan Kelembagaan

dan Ketatalaksanaan

Pemerintahan

b. Meningkatkan Kemampuan dan

Kapasitas Sumber Daya

Manusia

c. Meningkatkan Daya Dukung

Prasarana dan Sarana

2. Meningkatkan Implementasi Sistem

dan Mekanisme Perencanaan

Pembangunan Daerah di Provinsi

Jawa Timur

a. Melaksanakan Penelitian/Kajian

Tematik sesuai dengan

Permasalahan, Kondisi Obyektif

Sumber Daya Daerah

b. Merumuskan Hasil-hasil

Penelitian/Kajian sebagai Dasar Bahan Perumusan Kebijakan

Perencanaan Pembangunan

Daerah

c. Membangun Kemitraan

Koordinatif, Integratif,

Sinkronisasi dan Sinergis di

Lingkungan Pemerintah Provinsi

Jawa Timur, Pemerintah

Kabupaten dan Kota, antar

Provinsi, Pemerintah serta

Lembaga Non Pemerintah

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 18

No. Tujuan Strategi

3. Meningkatkan Kinerja

Pembangunan Daerah melalui

Pengendalian, Pelaporan,

Monitoring dan Evaluasi, yang

Dapat Dipertanggungjawabkan

serta Tersedianya Data dan Informasi sebagai Bahan

Pendukung Kebijakan

Pembangunan Daerah

a. Membangun Pusat Data dan

Informasi Pembangunan Daerah

b. Membangun Sistem dan

Mekanisme Pengendalian,

Monitoring dan Evaluasi serta

Pelaporan Pembangunan

Daerah

2.2.6 Indikator Kinerja Utama (IKU)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur juga telah

menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) secara berjenjang, sebagai ukuran

keberhasilan organisasi secara dalam mencapai sasaran strategis organisasi.

Penetapan IKU telah mengacu pada Renstra Badan Perencanaan Pembangunan

Daerah Provinsi Jawa Timur serta RPJMD tahun 2009-2014. Indikator Kinerja Utama

ditetapkan dengan memilih indikator-indikator kinerja yang ada dalam Renstra Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur tahun 2009-2014 yang

memiliki fokus pada perspektif stakeholder, sedangkan yang fokusnya pada

peningkatan kapasitas internal organisasi (internal bussines process) tidak dijadikan

sebagai Indikator Kinerja Utama.

Indikator kinerja utama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi

Jawa Timur yang akan digunakan untuk periode waktu tahun 2009-2014 sesuai

periode Renstra adalah sebagai berikut :

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 19

Tabel 2.5 Indikator Kinerja Utama

No. Indikator Kinerja Utama (IKU) Target 2014 1 Terlaksananya Pelatihan

Peningkatan Kapasitas Perencana yang Profesional

30 pelatihan, alokasi untuk setiap tahunnya sebanyak 6 (enam) pelatihan/in house training

2 Terlaksananya Pembinaan Mekanisme Perencanaan Pembangunan Daerah

38 Kabupaten/Kota dan 69 Badan/Dinas/Biro/Kantor/UPT Provinsi Jawa Timur

3 Tersedianya Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah

Renja Bappeda, Renstra Bappeda, RKPD dan RPJMD

4 Tersedianya Data dan Informasi Pendukung Perencanaan Pembangunan

Website Pusat Data Jawa Timur, Data Triwulanan

5 Tersedianya laporan hasil-hasil pembangunan

LKPJ, Lakip Bappeda, video visual

6 Tersedianya dokumen hasil monitoring dan evaluasi sebagai pengendalian pelaksanaan pembangunan

Laporan hasil evaluasi triwulanan SKPD

2.3 Penetapan Kinerja Tahun 2011

Target Kinerja yang ingin dicapai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Timur pada tahun 2011 dengan indikator dan target capaiannya

secara rinci dapat dilihat dalam tabel Rencana Target Kinerja Tahun 2011 sebagai

berikut :

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 20

Tabel 2.4 Penetapan Kinerja Bappeda Tahun 2011

No. Sasaran Indikator Sasaran Target (%)

1. Meningkatnya

Kompetensi Sumber

Daya Manusia

Perencana yang

Profesional

Terlaksananya Pelatihan

Peningkatan Kapasitas

Perencana yang Profesional

75

2. Terwujudnya

Perencanaan

Pembangunan Daerah

yang partisipatif dan

inovatif

Terlaksananya Pembinaan

Mekanisme Perencanaan

Pembangunan Daerah

80

Tersedianya Dokumen

Perencanaan Pembangunan

Daerah

3. Terwujudnya

Pengumpulan Data dan

Informasi Sebagai

Pendukung

Perencanaan Pembangunan

Tersedianya Data dan

Informasi Pendukung

Perencanaan Pembangunan

75

Tersedianya laporan hasil-

hasil pembangunan

4. Terwujudnya

Pengendalian,

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan

Pembangunan

Tersedianya dokumen hasil

monitoring dan evaluasi

sebagai pengendalian

pelaksanaan pembangunan

75

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 21

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Pengukuran tingkat capaian kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

tahun 2011 dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian

indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam penetapan kinerja Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah tahun 2011 dengan realisasinya. Target capaian kinerja Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah tahun 2011 dapat diilustrasikan dalam tabel

berikut :

Tabel 3.1 Target Kinerja Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011

No. Sasaran Indikator Sasaran Target (%)

1 Meningkatnya Kompetensi

Sumber Daya Manusia

Perencana yang Profesional

Terlaksananya Pelatihan

Peningkatan Kapasitas

Perencana yang Profesional

75

2 Terwujudnya Perencanaan

Pembangunan Daerah yang

partisipatif dan inovatif

Terlaksananya Pembinaan

Mekanisme Perencanaan

Pembangunan Daerah

80

Tersedianya Dokumen

Perencanaan Pembangunan

Daerah

3 Terwujudnya Pengumpulan

Data dan Informasi Sebagai

Pendukung Perencanaan

Pembangunan

Tersedianya Data dan

Informasi Pendukung

Perencanaan Pembangunan

75

Tersedianya laporan hasil-

hasil pembangunan

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 22

No. Sasaran Indikator Sasaran Target (%)

4 Terwujudnya Pengendalian,

Monitoring dan Evaluasi

Pelaksanaan Pembangunan

Tersedianya dokumen hasil

monitoring dan evaluasi

sebagai pengendalian

pelaksanaan pembangunan

75

A. Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan target dan realisasi.

Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin

baik atau semakin rendah realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang

semakin jelek, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Capaian Indikator Kinerja = ( Realisasi/Rencana ) x 100 %

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada

level sasaran dan kegiatan. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja

pada level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara

sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan

rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas. Selain itu,

untuk memberikan penilaian yang lebih independen melalui indikator-indikator

outcomes atau minimal outputs dari kegiatan yang terkait langsung dengan

sasaran yang diinginkan.

Kemudian nilai capaian kinerjanya dikelompokan dalam skala pengukuran

ordinal sebagai berikut :

X > 85 : Sangat Berhasil

70 < X < 85 : Berhasil

55 < X < 70 : Cukup Berhasil

X < 55 : Tidak Berhasil

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 23

B. Hasil Pengukuran Kinerja

Capaian kinerja yang dapat dilaporkan cenderung lebih dititikberatkan

pada sejauh mana program dan kegiatan pembangunan telah membawa manfaat

bagi masyarakat, pemerintah maupun stakeholder lainnya, dengan indikator

kinerja yang ditetapkan secara mandiri.

Hasil pengukuran kinerja sesuai mekanisme perhitungan pencapaian

kinerja yang diperoleh melalui pengukuran kinerja atas pelaksanaan kegiatan

sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka

mewujudkan visi dan misi Bappeda Provinsi Jawa Timur. Pengukuran kinerja ini

merupakan hasil dari suatu penilaian sistematik yang sebagian besar didasarkan

pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator masukan,

keluaran dan hasil.

Sedangkan hasil pencapaian kinerja sasaran ditentukan oleh indikator

kinerja sasaran yang meliputi indikator makro dan indikator mikro penetapan

indikator-indikator ini harus didasarkan pada perkiraan yang realistis dengan

memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan, serta data pendukung yang

terorganisasi, sehingga keberhasilan pencapaiannya dapat mengindikasikan

sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran pada tahun yang bersangkutan.

Pengukuran kinerja yang dilakukan mencakup:

1. Kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian target dari masing-

masing kelompok indikator kegiatan;

2. Tingkat pencapaian sasaran merupakan tingkat pencapaian target dari

masing-masing indikator sasaran yang telah ditetapkan, sebagaimana telah

dituangkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT), dimana tingkat

pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan.

Upaya pengukuran kinerja diakui tidak selalu mudah karena hasil capaian

suatu indikator tidak semata-mata merupakan output dari suatu program atau

sumber dana, tetapi merupakan akumulasi, korelasi, dan sinergi antara berbagai

program. Dengan demikian, keberhasilan pembangunan tidak dapat diklaim

sebagai hasil dari suatu sumber dana atau oleh suatu pihak saja.

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 24

Berdasarkan hasil pengukuran, tingkat pencapaian sasaran Bappeda

Provinsi Jawa Timur tahun 2011 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.2 Pencapaian Target Kinerja Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011

No. Sasaran Indikator Kinerja Target (%)

Realisasi (%)

Capaian (%)

1 Meningkatnya

Kompetensi Sumber

Daya Manusia

Perencana yang

Profesional

Terlaksananya

Pelatihan Peningkatan

Kapasitas Perencana

yang Profesional

75 75 100

2 Terwujudnya

Perencanaan

Pembangunan

Daerah yang

partisipatif dan

inovatif

Terlaksananya

Pembinaan

Mekanisme

Perencanaan

Pembangunan Daerah

80 92,83 116,04

Tersedianya Dokumen

Perencanaan

Pembangunan Daerah

3 Terwujudnya

Pengumpulan Data

dan Informasi

Sebagai Pendukung

Perencanaan

Pembangunan

Tersedianya Data dan

Informasi Pendukung

Perencanaan

Pembangunan

75 81 108

Tersedianya laporan

hasil-hasil

pembangunan

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 25

No. Sasaran Indikator Kinerja Target (%)

Realisasi (%)

Capaian (%)

4 Terwujudnya

Pengendalian,

Monitoring dan

Evaluasi

Pelaksanaan

Pembangunan

Tersedianya dokumen

hasil monitoring dan

evaluasi sebagai

pengendalian

pelaksanaan

pembangunan

75 75 100

Dari tabel di atas jumlah keseluruhan sasaran sebanyak 4 (empat) sasaran

dengan kategori capaian sasaran sangat berhasil sebanyak 4 (empat) sasaran.

Hal ini menunjukkan bahwa capaian seluruh sasaran program Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2011 telah mencapai target yang

telah ditetapkan dan bahkan beberapa di antaranya melampaui target.

C. Akuntabilitas Keuangan

Untuk mencapai indikator keberhasilan sebagaimana yang telah diuraikan

pada bagian depan, selain faktor pendukung maka aspek keuangan sangat

berpengaruh untuk mencapai indikator keberhasilan dimaksud. Operasionalisasi

kegiatan dapat dilaksanakan apabila didukung pembiayaan yang memadai.

Sumber pembiayaan kegiatan dimaksud berasal dari Anggaran Pendapatan dan

Belanja Daerah.

Pada tahun 2011 belanja bidang perencanaan pembangunan daerah

Provinsi Jawa Timur terdiri atas belanja tidak langsung dan belanja langsung di

laksanakan bedasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 13 tahun 2006

tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Daerah Jawa Timur

Nomor 10 Tahun 2010 tanggal 27 Desember 2010 tentang Anggaran Pendapatan

dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 serta Peraturan Daerah

Jawa Timur Nomor 9 tahun 2011 Tanggal 14 Oktober 2011 tentang Perubahan

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 26

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2011, untuk melihat pembiayaan

selama tahun 2011 dapat di uraikan sebagai berikut :

a. Belanja Langsung

Belanja Langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara

lansung dengan pelaksanaan program dan kegiatan, yang mana dana

tersebut merupakan sebagai salah satu unsur yang sangat penting dalam

mencapai sasaran pembangunan, tahun anggaran 2011 Bappeda Provinsi

Jawa Timur menganggarkan belanja langsung sebesar

Rp. 101.462.652.000,00, dengan realisasi anggaran sebesar

Rp. 94.932.039.379,00 atau 93,56% yang secara rinci dapat dilihat pada tabel

di bawah ini.

Tabel 3.3 Program, Kegiatan, Pagu dan Realisasi Belanja Langsung Tahun

Anggaran 2011

No Uraian Pagu Realisasi %

1 2 3 4 5

1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

8.650.657.982,00 8.251.283.914,00 95,38

1.1 Peningkatan Pelayanan Administrasi Perkantoran

8.650.657.982,00 8.251.283.914,00 95,38

2

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

8.370.338.018,00 6.413.256.502,00 76,62

2.1 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

8.370.338.018,00 6.413.256.502,00 76,62

3

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

7.068.916.000,00 5.941.086.350,00 84,05

3.1 Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 2.068.916.000,00 1.466.629.540,00 70,89

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 27

No Uraian Pagu Realisasi %

1 2 3 4 5

3.2 Fasilitasi Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Jawa Timur

5.000.000.000,00 4.474.456.810,00 89,49

4

Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah

180.000.000,00 180.000.000,00 100,00

4.1

Penyusunan Database SKPD sebagai Penunjang Pusat Data Provinsi Jawa Timur

180.000.000,00 180.000.000,00 100,00

5 Program Perencanaan Tata Ruang

1.200.000.000,00 1.125.305.450,00 93,78

5.1

Penyusunan Rencana Detail Pengembangan Kawasan Pariwisata Koridor C Provinsi Jawa Timur

150.000.000,00 143.472.750,00 95,65

5.2

Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Strategis Agropilitan Ijen

250.000.000,00 235.647.600,00 94,26

5.3 Penyempurnaan Substansi RTRW Provinsi Jawa Timur

800.000.000,00 746.185.100,00 93,27

6 Program Pemanfaatan Ruang 200.000.000,00 196.893.400,00 98,45

6.1

Sinkronisasi Terapan Indikasi Program dan Anggaran Penataan Ruang

200.000.000,00 196.893.400,00 98,45

7 Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

375.000.000,00 350.948.750,00 93,59

7.1 Peningkatan Kinerja Perizinan pemanfaatan ruang

200.000.000,00 183.333.400,00 91,67

7.2 Sistem Informasi Tata Ruang 175.000.000,00 167.615.350,00 95,78

8

Program Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Sinergi Perencanaan

31.628.788.700,00 30.217.913.888,00 95,54

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 28

No Uraian Pagu Realisasi %

1 2 3 4 5 Pembangunan

8.1

Koordinasi dalam Rangka Implementasi Program Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Kesra, Aparatur dan Kemasyarakatan

2,430,050,000.00 2,288,605,053.00 94.18

8.2

Koordinasi Pelaksanaan pengembangan kawasan agropolitan Jawa Timur

1,010,000,000.00 993,416,170.00 98.36

8.3

Koordinasi Pelaksanaan Program Anti Kemiskinan (Anti Poverty Program)

500,000,000.00 489,823,400.00 97.96

8.4

Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi dalam rangka Perencanaan dan Penanganan Isu-isu baru tentang Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Kesra, Aparatur dan Kemasyarakatan

4,199,950,000.00 3,896,917,830.00 92.78

8.5 Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi Data Spatial di Jatim

500,000,000.00 449,791,515.00 89.96

8.6

Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi Perencanaan Program Keciptakarya-an

1,780,000,000.00 1,758,647,900.00 98.80

8.7

Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi Perencanaan Program Prasarana Perhubungan

2,043,400,000.00 2,036,683,700.00 99.67

8.8

Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi Perencanaan Program Prasarana Sumberdaya air

1,800,000,000.00 1,784,749,800.00 99.15

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 29

No Uraian Pagu Realisasi %

1 2 3 4 5

8.9

Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi Perencanaan Program Sumberdaya Alam dan lingkungan hidup

1,250,000,000.00 1,219,272,030.00 97.54

8.10

Peningkatan Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan dengan Pemerintah dan Kabupaten/Kota

3,177,690,000.00 2,946,238,430.00 92.72

8.11 Sinkronisasi Pembangunan Jalan Lintas Selatan

256,600,000.00 240,106,100.00 93.57

8.12

Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi Perencanaan Program Tata Ruang

1,300,000,000.00 1,213,814,300.00 93.37

8.13

Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Sinergitas Bidang Pembiayaan Pembangunan

1,081,598,700.00 960,833,850.00 88.83

8.14

Koordinasi dan Sinkronisasi Program DAK Bidang Infrastruktur

150,000,000.00 147,304,000.00 98.20

8.15

Pendampingan dan Fasilitasi Program Nasional Percepatan Pembangunan Sanitasi Perkotaan (PPSP)

370,000,000.00 365,275,100.00 98.72

8.16

Pendampingan dan Penunjang Loan Water Irrigation Sector Project (WISP) dan Participatory Irrigation Sector Project (PISP)

1,000,000,000.00 958,892,300.00 95.89

8.17 Sosialisasi dan Review RAD-PK 300,000,000.00 289,138,600.00 96.38

8.18

Koordinasi Perencanaan Pembiayaan dari Sumber Kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program

1,039,500,000.00 999,133,250.00 96.12

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 30

No Uraian Pagu Realisasi %

1 2 3 4 5 Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL)

8.19

Koordinasi Pengembangan Klaster Industri Berbasis Migas dan Kondesat di Jawa Timur

203,425,000.00 187,312,000.00 92.08

8.20

Koordinasi, Integrasi, Sinergi dan Sinkronisasi Identifikasi Permasalahan Pembangunan Ekonomi Jawa Timur

650,000,000.00 637,954,000.00 98.15

8.21

Koordinasi, Integrasi, Sinergi dan Sinkronisasi Identifikasi Isu-Isu Strategis Pembangunan Ekonomi Jawa Timur

800,000,000.00 790,932,200.00 98.87

8.22

Koordinasi, Integrasi, Sinergi dan Sinkronisasi Penyusunan Perencanaan Strategi Program Pembangunan Ekonomi Jawa Timur

611,575,000.00 604,290,400.00 98.81

8.23

Koordinasi, Integrasi, Sinergi dan Sinkronisasi Perencanaan Program Investasi dan Rencana Kerja Anggaran Pembangunan Ekonomi Wilayah Jawa Timur

3,850,000,000.00 3,711,214,960.00 96.40

8.24 Rencana Aksi Daerah - Pangan dan Gizi (RAD - PG)

525,000,000.00 505,450,400.00 96.28

8.25

Koordinasi dan Sinkronisasi Program DAK Bidang Keciptakaryaan

150,000,000.00 142,966,600.00 95.31

8.26 Pemantauan Program dan Kegiatan Infrastruktur Lingkup

100,000,000.00 97,725,000.00 97.73

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 31

No Uraian Pagu Realisasi %

1 2 3 4 5 Perhubungan dan Kebinamargaan

8.27 Blue Print Pendidikan di Jawa Timur 250,000,000.00 217,272,000.00 86.91

8.28 Fasilitasi Pendampingan Program PNPM P2KP

100,000,000.00 98,362,300.00 98.36

8.29 Penyusunan Working Paper Sub Bidang Keciptakaryaan

200,000,000.00 185,790,700.00 92.90

9

Program Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

2,910,000,000.00 2,776,515,290.00 95.41

9.1

Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Pelaksanaan Pembangunan Daerah

958,000,000.00 837,660,500.00 87.44

9.2 Evaluasi Pelaksanaan Program Pembangunan

1,565,000,000.00 1,559,479,990.00 99.65

9.3

Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Provinsi Jatim

387,000,000.00 379,374,800.00 98.03

10

Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan

1,570,000,000.00 1,500,515,364.00 95.57

10.1 Kerjasama antara Pemerintah Propinsi dengan UNICEF

420,000,000.00 405,150,000.00 96.46

10.2

Peningkatan Kinerja Jabatan Fungsional Perencana Bappeda Provinsi Jatim

1,150,000,000.00 1,095,365,364.00 95.25

11

Program Penyusunan Data dan Informasi, serta Pelaporan Pembangunan Daerah

6,305,000,000.00 5,939,263,411.00 94.20

11.1 Analisis Data Hasil Pelaksanaan Pembangunan

707,000,000.00 700,360,050.00 99.06

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 32

No Uraian Pagu Realisasi %

1 2 3 4 5

11.2

Penyusunan dan pengumpulan data/informasi Pendukung Perencanaan

720,000,000.00 518,137,215.00 71.96

11.3

Visualisasi Data/Informasi Hasil Pelaksanaan Pembangunan

1,255,000,000.00 1,216,875,465.00 96.96

11.4 Penyusunan Laporan Kinerja SKPD 895,000,000.00 873,413,436.00 97.59

11.5 Koordinasi Penyusunan Capaian Program dan Kinerja

775,000,000.00 749,795,095.00 96.75

11.6 Penyusunan Laporan Kinerja Bappeda Provinsi

165,000,000.00 164,401,950.00 99.64

11.7

Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Timur

900,000,000.00 861,073,550.00 95.67

11.8

Pengembangan dan Pengelolaan Pusat Data Pendukung Perencanaan Pembangunan dan Website Bappeda Provinsi Jatim

888,000,000.00 855,206,650.00 96.31

12

Program Penyusunan Rencana Program Pembangunan Daerah

7,600,651,300.00 6,756,436,370.00 88.89

12.1 Evaluasi Dokumen Perencanaan Kabupaten/Kota

454,525,000.00 328,563,750.00 72.29

12.2 Musrenbang Nasional 715,000,000.00 706,631,950.00 98.83

12.3 Musrenbang Propinsi 937,000,000.00 868,877,000.00 92.73

12.4 Musrenbang Regional 595,525,000.00 535,817,850.00 89.97

12.5

Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)

466,000,000.00 458,322,500.00 98.35

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 33

No Uraian Pagu Realisasi %

1 2 3 4 5

12.6

Penyusunan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)

476,000,000.00 459,401,590.00 96.51

12.7 Penyusunan Rancangan RKPD 560,000,000.00 554,183,410.00 98.96

12.8

Penyusunan Rencana Aksi Hubungan Internasional antara Provinsi Jatim dengan Negara Sahabat dan Lembaga Donor

1,111,601,300.00 961,873,170.00 86.53

12.9

Penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD)

165,000,000.00 164,478,910.00 99.68

12.10

Sinkronisasi Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur

396,500,000.00 357,777,260.00 90.23

12.11 Sinkronisasi Penyusunan P-APBD Jawa Timur

397,500,000.00 381,817,380.00 96.05

12.12

Pengembangan Kebijakan Inovatif Dalam Bidang Pendidikan di Jawa Timur

500,000,000.00 492,299,900.00 98.46

12.13

Perencanaan Pemanfaatan Asset Pemerintah Jawa Timur

398,000,000.00 367,700,100.00 92.39

12.14 Revisi RPJMD 2009-2014 428,000,000.00 118,691,600.00 27.73

b. Belanja Tidak Langsung

Belanja pegawai merupakan belanja konpensasi dalam bentuk gaji dan

tunjangan serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada pegawai negeri

sipil yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 34

undang- undang, tahun anggaran 2011 di Bappeda Provinsi Jawa Timur

menganggarkan belanja tidak langsung sebesar Rp. 12.092.819.201,00,

sedangkan realisasinya sebesar Rp. 11.610.010.963,00 atau 96,01 % yang

secara rinci dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.4 Pagu dan Realisasi Belanja Tidak Langsung TA. 2011

No Uraian Pagu Realisasi % 1 2 3 4 5

I BELANJA DAERAH 113,555,471,201.00 106,542,050,342.00 93.82

1 BELANJA TIDAK LANGSUNG 12,092,819,201.00 11,610,010,963.00 96.01

1.1 BELANJA PEGAWAI 12,092,819,201.00 11,610,010,963.00 96.01

1.1.1 Gaji dan Tunjangan 9,751,765,752.00 9,426,357,215.00 96.66

1.1.2 Gaji Pokok PNS/Uang Representasi

7,186,348,996.00 6,986,716,540.00 97.22

1.1.3 Tunjangan Keluarga 752,931,617.00 731,579,600.00 97.16

1.1.4 Tunjangan Jabatan 291,490,000.00 290,830,000.00 99.77

1.1.5 Tunjangan Fungsional 212,435,000.00 202,700,000.00 95.42

1.1.6 Tunjangan Umum dan Tambahan Tunjangan Umum

443,722,500.00 432,925,000.00 97.57

1.1.7 Tunjangan Beras 602,178,726.00 543,553,650.00 90.26

1.1.8 Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus

242,360,113.00 230,610,143.00 95.15

1.1.9 Pembulatan Gaji 298,800.00 148,982.00 49.86

1.1.10 Uang Duka Wafat/Tewas 20,000,000.00 7,293,300.00 36.47

1.1.2 Tambahan Penghasilan PNS 2,341,053,449.00 2,183,653,748.00 93.28

1.1.2.1

Tambahan Penghasilan Berdasarkan Pertimbangan Obyektif Lainnya

2,341,053,449.00 2,183,653,748.00 93.28

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 35

BAB IV PENUTUP

A. Pengukuran Kinerja

Dari keseluruhan 4 (empat) sasaran telah memenuhi capaian target

sasaran pada tahun 2011. Hal ini sekaligus menunjukkan adanya komitmen untuk

mewujudkan Visi dan Misinya. Secara ringkas seluruh capaian kinerja sasaran

tersebut di atas, telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Bappeda

Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kinerja di masa-masa mendatang. Oleh

karena itu telah dirumuskan beberapa langkah penting sebagai strategi

pemecahan masalah yang akan dijadikan dasar memperbaiki kebijakan dan

program yang dapat memacu pembangunan di Jawa Timur.

Sebagai bagian penutup dari LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur dapat

disimpulkan bahwa selama tahun 2011 hasil capaian kinerja sasaran yang

ditetapkan secara umum dapat memenuhi target dan sesuai dengan rencana

yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, berbagai pencapaian target indikator

kinerja Bappeda Provinsi Jawa Timur memberikan gambaran bahwa keberhasilan

dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh

komitmen, keterlibatan dan dukungan aktif segenap komponen aparatur negara,

masyarakat, dunia usaha dan civil society sebagai bagian integral dari sitem

perencanan pembangunan.

B. Upaya Pemecahan Masalah

Problematika perencanaan pembangunan senantiasa berkembang yang

merupakan tantangan bagi Bappeda Provinsi Jawa Timur dalam upaya untuk

meningkatkan kinerja di masa yang akan datang. Untuk itu diperlukan langkah-

langkah sebagai berikut :

1. Dalam rangka memperkuat fungsi koordinasi pelaksanaan tugas di bidang

perencanan daerah yang diemban oleh Bappeda Provinsi Jawa Timur, perlu

kiranya memperkuat peran kelembagaan Bappeda Provinsi Jawa Timur

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 36

sehingga dapat lebih efektif dalam merumuskan perencanaan pembangunan

daerah Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk memenuhi tuntutan tantangan

perencanaan di masa mendatang, melalui:

a. Terus menerus meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber

daya aparatur perencana;

b. Memberikan kemudahan bagi aparatur pemerintah untuk meningkatkan

profesionalismenya melalui pendidikan kedinasan maupun diluar

kedinasan;

c. Mengupayakan penerapan “reward dan punishment” secara proporsional;

d. Meningkatkan kualitas pendataan dan analisa pembangunan untuk

mendukung kualitas perencanaan

e. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam

perencanaan dan pelaksanaan pembangunan

2. Diperlukan terobosan baru agar pelaksanaan program kerja dan anggaran

menjadi lebih efektif berupa perubahan mekanisme penyusunan program

kerja/anggaran dari pola “top down” menjadi “bottom up” sehingga

mencerminkan kebutuhan organisasi.

3. Penyusunan rencana pelaksanaan program dan kegiatan guna pencapaian

target indikator kinerja yang telah ditetapkan akan dilakukan secara lebih

cermat dengan mempertimbangkan tujuan organisasi secara tepat dan

kemampuan sumber daya yang tersedia serta kemampuan yang ada termasuk

berbagai faktor yang mempengaruhi perubahan alokasi anggaran Tahun

berjalan, langkah percepatan pelaksanaan kegiatan pada awal Tahun

anggaran dan perkembangan masalah-masalah aktual di bidang perencanaan

pembangunan.

4. Agar pelaksanaan program dan kegiatan dapat dilaksanakan secara optimal

sesuai dengan target indikator kinerja yang telah ditetapkan, maka

optimalisasi mekanisme manajemen internal organisasi di lingkungan Bappeda

Provinsi Jawa Timur akan ditingkatkan untuk secara pro aktif memonitor dan

mengevaluasi pelaksanaan berbagai kegiatan yang dilaksanakan.

LAKIP Bappeda Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 37

5. Upaya koordinasi dan peningkatan kerjasama dengan berbagai instansi terkait

baik di pusat maupun daerah akan dilakukan dengan lebih intensif, mengingat

berbagai pencapaian target indikator yang telah ditetapkan hanya dapat

dilakukan dengan melibatkan segenap instansi pemerintah pusat dan daerah,

masyarakat, dunia usaha dan civil society.