Click here to load reader

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN · PDF filec. organisasi internasional. 16. Dokumen adalah data, rekaman, atau informasi yang dapat dilihat, dibaca, dan/ a tau didengar,

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN · PDF filec. organisasi internasional. 16....

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SALIN AN

PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 156/PMK.06/2017

TENTANG

PENERAPAN PRINSIP MENGENALI PENGGUNA JASA BAGI BALAI LELANG

Menimbang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (1)

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang

Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana

Pencucian Uang, Menteri Keuangan telah menetapkan

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK.06/2013

tentang Penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa bagi

Balai Lelang;

b. bahwa guna meningkatkan efektivitas pencegahan dan

pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan

tindak pidana terorisme melalui Balai Lelang, perlu

melakukan penyempurnaan terhadap ketentuan

mengenai Penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa

bagi Balai Lelang;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan

Peraturan Menteri Keuangan tentang Penerapan Prinsip

Mengenali Pengguna J as a bagi Balai Lelang;

www.jdih.kemenkeu.go.id

Mengingat

Menetapkan

- 2 -

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 ten tang

2.

Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana

Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2010 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 5164);

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 ten tang

Pencegahan dan Pem be ran tasan Tindak Pi dana

Pendanaan Terorisme (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2013 Nomor 50, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 5406);

3. Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2015 tentang

Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2015 Nomor 51);

4 . Peraturan Menteri Keuangan Nomor 176/PMK.06/2010

tentang Balai Lelang (Berita Negara Republik Indonesia

Tahun 2010 Nomor 476) sebagaimana telah diubah

dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor

160/PMK.06/2013 tentang Perubahan atas Peraturan

Menteri Keuangan Nomor 176/PMK.06/2010 tentang

Balai Lelang (Berita Negara Republik Indonesia Tahun

2013 Nomor 1339);

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27 /PMK.06/2016

tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang (Berita Negara

Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 270);

MEMUTUSKAN:

PERATURAN MENTER! KEUANGAN TENTANG PENERAPAN

PRINSIP MENGENALI PENGGUNA JASA BAGI BALAI LELANG.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1. Menteri adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia.

www.jdih.kemenkeu.go.id

http://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2010/8TAHUN2010UU.HTMhttp://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2015/28TAHUN2015PERPRES.PDFhttp://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2010/176~PMK.06~2010Per.HTMhttp://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2013/160~PMK.06~2013Per.HTMhttp://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2013/160~PMK.06~2013Per.HTMhttp://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2016/27~PMK.06~2016Per.pdfhttp://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2013/9TAHUN2013UU.pdf

- 3 -

2. Direktur Jenderal Kekayaan Negara yang selanjutnya

disebut Direktur Jenderal adalah Pejabat unit Eselon I di

lingkungan Kementerian Keuangan yang mempunyai

tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan

standarisasi teknis di bidang kekayaan negara, piutang

negara dan lelang sesua1 dengan ke bij akan yang

ditetapkan oleh Menteri.

3 . Direktur Lelang yang selanjutnya disebut Direktur adalah

salah satu Pejabat unit Eselon II di lingkungan Direktorat

Jenderal Kekayaan Negara yang mempunya1 tug as

melaksanakan peny1apan

standarisasi dan bimbingan

perumusan kegiatan,

teknis, evaluasi serta

pelaksanaan pembinaan perencanaan lelang,

pemeriksaan, pengawasan, dan pembinaan kinerja di

bidang lelang berdasarkan kebijakan teknis yang

ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

4. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan

Negara yang selanjutnya disebut Kepala Kantor Wilayah

adalah Pejabat instansi vertikal Direktorat Jenderal

Kekayaan Negara yang berada di bawah dan

bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal.

5. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan yang

selanjutnya disingkat PPATK adalah lembaga independen

yang dibentuk dalam rangka mencegah dan memberantas

tindak pidana Pencucian Uang.

6. Balai Lelang adalah badan hukum Indonesia berbentuk

Perseroan Terbatas (PT) yang khusus didirikan untuk

melakukan kegiatan usaha di bidang lelang.

7 . Prinsip Mengenali Pengguna Jasa adalah prinsip yang

diterapkan Balai Lelang dalam rangka mengetahui profil

dan transaksi pengguna Jasa dengan melakukan

kewajiban sebagaimana ditentukan dalam Peraturan

Menteri ini.

8. Setiap Orang adalah orang perseorangan a tau korporasi.

9. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan

yang terorganisasi, baik merupakan badan hukum

maupun bukan badan hukum.

www.jdih.kemenkeu.go.id

-4 -

10. Pengguna Jasa adalah pihak yang menggunakan Jasa

Balai Lelang.

11. Transaksi adalah seluruh kegiatan yang menimbulkan

hak dan/ a tau kewajiban a tau menyebabkan timbulnya

hubungan hukum antara dua pihak atau lebih.

12. Transaksi Keuangan adalah Transaksi untuk melakukan

atau menerima penempatan, penyetoran, penarikan,

pemindahbukuan, pentransferan, pembayaran, hibah,

sumbangan, penitipan, dan/ a tau penukaran atas

sejumlah uang a tau tindakan dan/ a tau kegiatan lain

yang berhubungan dengan uang.

13. Transaksi Keuangan Mencurigakan adalah:

a. Transaksi Keuangan yang menyimpang dari profil,

karakteristik, a tau ke biasaan pola Transaksi dari

Pengguna Jasa yang bersangkutan;

b. Transaksi Keuangan oleh Pengguna Jasa yang patut

diduga dilakukan dengan tujuan untuk menghindari

pelaporan Transaksi yang bersangkutan yang wajib

dilakukan oleh pihak pelapor sesua1 dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan yang

mengatur mengenai pencegahan dan pemberantasan

tindak pidana pencucian uang;

c. Transaksi Keuangan yang dilakukan atau batal

dilakukan dengan menggunakan Harta Kekayaan

yang diduga berasal dari hasil tindak pidana; atau

d. Transaksi Keuangan yang diminta oleh PPATK untuk

dilaporkan oleh Balai Lelang karena melibatkan

harta kekayaan yang diduga berasal dari hasil

tindak pidana.

14. Pemilik Manfaat (Beneficial Owner) adalah orang

perseorangan yang:

a. memiliki hak atas dan/ a tau mener1ma manfaat

tertentu yang berkaitan dengan Transaksi Pengguna

Jasa, baik secara langsung maupun tidak langsung;

b. merupakan pemilik sebenarnya dari harta kekayaan

yang berkaitan dengan Transaksi Pengguna Jasa;

c. mengendalikan Transaksi Pengguna Jasa;

www.jdih.kemenkeu.go.id

- 5 -

d. memberikan kuasa untuk melakukan Transaksi;

e. mengendalikan Korporasi; dan/ a tau

f. merupakan pengendali akhir dari Transaksi yang

dilakukan melalui Korporasi atau berdasarkan suatu

perJanJian.

15. Orang yang Populer Secara Politis atau P olitically Exp osed

Person yang selanjutnya disingkat PEP adalah orang

perseorangan yang memiliki atau pernah memiliki

kewenangan publik pada:

a. lembaga yang memiliki kewenangan dibidang

eksekutif, yudikatif, legislatif;

b. negara asingjyurisdiksi asing; atau

c. organisasi internasional.

16. Dokumen adalah data, rekaman, atau informasi yang

dapat dilihat, dibaca, dan/ a tau didengar, yang dapat

dikeluarkan dengan atau tanpa bantuan suatu sarana,

baik yang tertuang di atas kertas atau benda fisik apa

pun selain kertas maupun yang terekam secara

elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada:

a. tulisan, suara, atau gambar;

b. peta, rancangan, foto, atau sejenisnya;

c. huruf, tanda, angka, simbol, atau perforasi yang

memiliki makna atau dapat dipahami oleh orang

yang mampu membaca atau memahaminya.

17. Evaluasi Kepatuhan adalah serangkaian kegiatan

Lembaga Pengawas dan Pengatur serta PPATK untuk

memastikan kepatuhan Pihak Pelapor atas kewajiban

pelaporan menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun

2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak

Pidana Pencucian Uang dengan mengeluarkan ketentuan

atau pedoman pelaporan, melakukan audit kepatuhan,

memantau kewajiban pelaporan, dan mengenakan

sanksi.

18. Hari Kerja adalah hari Senin sampai dengan hari Jumat,

kecuali Hari Kerja yang ditetapkan oleh pemerintah

sebagai hari libur nasional dan/ atau cuti bersama.

www.jdih.kemenkeu.go.id

- 6 -

BAB II

PRINSIP MENGENALI PENGGUNA JASA

Bagian Kesatu

Umum

Pasal 2

( 1) Balai Lelang wajib menyusun, menetapkan, dan

menerapkan kebijakan dan prosedur penerapan Prinsip

Mengenali Pengguna J as a secara konsisten dan

berkesinambungan berdasarkan Peraturan Menter

Search related