of 13/13
 Otot – otot wajah Semua otot wajah dipersyaraf oleh nervus VII yaitu acialis. Sebagian besar otot wajah melekat pada tulang dan berinsersi pada kulit atau menyatu dengan otot lainnya. Berikut adalah beberapa contoh otot pada wajah :

Origo Insersio Musculus pada Facei

  • View
    684

  • Download
    171

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sumber : Sobotta..

Text of Origo Insersio Musculus pada Facei

Otot otot wajah Semua otot wajah dipersyarafi oleh nervus VII yaitu facialis. Sebagian besar otot wajah melekat pada tulang dan berinsersi pada kulit atau menyatu dengan otot lainnya. Berikut adalah beberapa contoh otot pada wajah :

No.Nama OtotOrigoInsersiFungsi

1.M. Occipitofrontalis

Venter frontalis : Kulit dahiVenter Occipitalis : Linea nuchalis supremaGalea aponeuroticaVenter frontalis : mengerutkan dahi (ekspresi terkejut/terkesan)Venter occipitalis : memperhalus kerut kerutan dahi

2.M. Temporoparietalis

Kulit temporal, facia temporalisGalea aponeuroticaMenggerakkan kulit kepala kea rah bawah

3.M. Auricularis anterior

Facia temporalisSebelah anterior auricula (daun telinga)Menggerakkan daun telinga ke atas dank e depan

4.M. Auricularis superior

Galea aponeuroticaSebelah atas auricula (daun telinga)Menggerakkan daun telingan ke atas dan ke belakang

5.M. Auricularis Posterior

Processus mastoideusSebelah belakang auricular (daun telinga)Menggerakkan daun telinga ke belakang

6.M. Orbicularis oculi

Pars orbitalis : Pars nasalis ossis frontalis, Proc. Frontalis maxillae, os. Lacrimale, Ligamentum palpebrale medialePars palpebralis : ligamentum palpebrale mediale, saccus lacrimalisPars lacrimalis : Crista lacrimalis posterior of the Os lacrimale, saccus lacrimalisPars orbitalis : Ligamentum palpebrale lateralePars palpebralis : Ligamentum palpebrale lateralePars lacrimalis : Ductus nasolacrimales, rima palpebrarumMenutup kelopak mata dan menekan saccus lacrimalis

7.M. Depressor supercilii

Pars nasalis ossis frontalis, dorsum nasiSepertiga medial kulit alis mataMenarik turun kulit alis mata

8.M. Corrugator supercilii

Pars nasalis ossis frontalisSepertiga tengah kulit alis mataMenarik kulit dahi dan alis mata kea rah pangkal hidung. Menciptakan kerut vertical tepat di atas pangkal hidung

9.M. Procerus

Os. nasaleKulit glabellaLipatan horizontal pada dorsum manus (kerutan hidung)

10.M. Nasalis

Pars alaris : Maxilla pada dens incisivus lateralisPars transversa : Maxilla pada dens caninusPars alaris : ala nasi, tepian cuping hidungPars transversa : Membran tendo dorsum nasiMenggerakkan alae nasi dan hidungPars alaris : membuka lubang hidungPars transversa : mengecilkan lubang hidung

11.M. Depressor septi nasi

Maxilla pada dens incisivus medialisCartilago septi nasiMenggerakkan hidung ke bawah

12.M. Orbicularis oris

sebelah lateral angulus orisKulit bibirMenutup bibir, mengerutkan bibir

13.M. Buccinator

Maxilla, Raphe pterygomandibularis, MandibulaAngulus orisMengecangkan bibir, meningkatkan tekanan di dalam rongga mulut (missal : ketika meniup dan mengunyah)

14.M. levator labii superioris

Maxilla di sebelah atas foramen infraorbitalisBibir atas

Menarik bibir atas ke lateral dank e atas

15.M. Depressor labii inferioris

Mandibula sebelah bawah foramen mentaleBibir bawahMenarik bibir bawah ke lateral dan ke bawah

16.M. Mentalis

Mandibula pada dens incisivus lateralis bawahKulit daguMembentuk lekuk pada dagu, eversi dan memajukan bibir bawah

17.M. transversus menti

Bagian melintang M.mentalisKulit daguMenggerakkan kulit dagu

18.M. Depressor anguli oris

Tepi bawah mandibulaAngulus orisMenggerakkan angulus oris ke bawah

19.M. Risorius

Fascia parotidea, fascia massetericaAngulus orisMelebarkan mulut (meringis), membentuk lesung di pipi

20.Levator anguli oris

Fossa canina maxillaeAngulus orisMenarik angulus oris ke arah medial dan ke atas

21.M. Zygomaticus major

Os. zygomaticumAngulus orisMenarik angulus oris ke sisi lateral atas

22.M. Zygomaticus minor

Os. zygomaticumAngullus orisMenarik angulus oris ke sisi lateral atas

23.M. Levator labii superioris alaque nasi

Proc. Frontalis maxillae (dinding orbita medial)Ala nasi, bibir atasMenarik keatas bibir dan alaque nasi

Otot otot PengunyahFungsi umum otot otot pengunyah adalah untuk menutup mulut, mengeretakkan gigi dan memajukkan mandibular.

No.Nama OtotOrigoInsersiFungsi

1.M. temporalisOs. Temporale di bawah linea temporalis inferior, lapisan dalam fascia temporalisProc. Coronoideus mandibulaeMengatupkan rahang (otot pengunyah yang paling kuat)Bag. Anterior : menarik mandibula ke depan (protrusi)Bag posterior : menarik mandibula ke belakang (retrusi)

2.M. MasseterPars superficialis : margo inferiorarcus zygomatici (tendo)Pars superficialis : Angulus mandibulae(tuberositas masseterica)Pars profunda : margo inferior mandibulaeMengatupkan rahangPars superficialis : menarik mandibula ke depan (protrusi)

3.M. Pterygoideus medialisFossa pterygodeaMargo inferior mandibulae (tuberositas pterygodea)Mengatupkan rahang, menarik mandibular ke depan (protrusi)

4.M. Pterygoideus lateralisCaput superius : crista infratemporalis ossis sphenoidalisCaput inferius : Lamina lateralis proc. pterygoideiCaput superius : diskus dan kapsul articulation temporomandibularisCaput inferius : condylaris mandibulae(Fovea pterygoidea)Caput superius : mengawali pembukaan rahang dengan menarik discus articularis ke depanCaput inferius : protrusiAksi universal ekskursi kontra lateral

Proses proses biokimia utama selama satu siklus kontraksi dan relaksasi otot :

1. Saat fase relaksasi kontraksi otot, kepala myosin tidak menempel pada aktin namun terdapat ATP yang menempel, kompleks tersebut disebut ATP-Miosin, kemudian ATP dihirolisis dengan bantuan H2O menjadi ADP dan Pi (Fosfat inorganic). Produk produk tersebut tetap terikat dan terbentuk kompleks ADP-Pi-Miosin yang telah mengalami penguatan dan disebut konformasi berenergi tinggi2. Ketika kontraksi, aktin dapat diakses oleh kepala myosin dan membentuk kompleks aktin-miosin-ADP-Pi3. Pembentukan aktin-miosin-ADP-Pi mendorong pelepasan Pi yang memicu terjadinya power stroke. Lalu diikuti oleh pelepasan ADP dan disertai perubahan konformasi mencolok di kepala myosin dalam kaitannya dengan ekornya yang menarik aktin sekitar 10 nm ke arah sarkomer. Hal itu yang disebut power stroke. Saat itu terbentuk kompleks aktin-miosin yang dalam keadaan berenergi rendah4. Molekul ATP lain mengikat kepala myosin dan membentuk kompleks aktin-miosin-ATP5. Miosin-ATP memiliki afinitas yang rendah sehingga memacu aktin untuk terlepas.