Pengembangan Bahan Ajar 2

  • View
    222

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Pengembangan Bahan Ajar 2

  • PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

  • Daftar pustakaMulyasa, 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi, konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.Mulyasa, 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung. PT. Remaja Rosda karya.Depdiknas, 2005. Standar Nasional Pendidikan, Jakarta : PP No 19 Th 2005.Depdiknas, 2006. Standar Isi. Jakarta : Permendiknas 22 Th 2006.Depdiknas, 2006. standar Kompetensi Lulusan. Jakarta : Permendiknas 23 Th 2006.Joice, Bruce et. al. 1996. Models of Teaching. Boston : Allyn and Bacon.Print, Murray. 1987. Curriculum Development and Design. Sydney : Allen & Unwin.Sukmadinata, Nana Syaodih. 1998. Pengembangan kurikulum. Bandung : Remaja Rosdakarya.

  • PENGEMBANGAN BAHAN AJARPengertian Bahan Ajar Bahan ajar = Materi Pembelajaran Bahan ajar perlu dikembangkan berdasarkan standar kompetensi yang ditetapkan.Pendekatan Pengembangan Bahan Ajar a. Pendekatan hieraskis Pengembangan bahan ajar berdasarkan atas penjenjangan materi pokok. b. Pendekatan holistik Pengembangan bahan ajar dengan memperhatikan keseluruhan materi yang tercakup dalam satuan pelajaran.

  • c. Pendekatan Spiral (Konkret-Abstrak) Pengembangan bahan ajar berdasarkan atas lingkup lingkungan (dari dekat jauh).d. Pendekatan Tematik Pengembangan bahan ajar bertitik tolak dari tema.e. Pendekatan Webbed (jala) Pengembangan bahan ajar dengan menghubungkan antar tema dan subtema yang dapat digambarkan sebagai jala (Webb).f. Pendekatan Prosedural Pengembangan bahan ajar berdasarkan atas urutan penyelesaian suatu tugas pembelajaran

  • Prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar :Berorientasi tujuanRelevansiEfisiensi dan EfektivitasFlexibilitasKontinuitasKeseimbanganKeterpaduanMutuAdekuasiBerorientasi pada tujuan :Pengembangan bahan untuk mencapai tujuan tttTujuan kurikulum : mencapai jenjang pendidikan ttt.Aspek tujuan kurikulum : pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai.

  • Relevansi ( Kesesuaian ) :Pengembangan bahan yang meliputi tujuan, isi, dan sistem harus relevan dengan : 1. kebutuhan siswa2. perkembangan siswa 3. kondisi masy4. sejalan dng perkembangan iptekEfisiensi dan Efektifitas :Dari sesi dana, waktu, tenaga, dan sumber daya yang ada dapat mencapai hasil yang optimalFleksibilitas :Bahan agar dalam kurikulum harus fleksibel : mudah disesuaikan, diubah, dilengkapi, dikurangi, ditambah sesuai kebutuhan.Tidak statis dan kaku.

  • Kontinuitas (Berkesinambungan) :Bahan ajar disusun berkesinambungan, berurutan, dan memiliki pertaliann fungsional.Bahan ajar tidak terlepas-lepas atau seolah olah berdiri sendiri2.Keseimbangan :Antara program dan sub program.Antara aspek2 perilaku yang ingin dikembangkan (Pengetahuan, ketrampilan, dan sikap).Keseimbangan teori dan praktek.Keterpaduan :Keterpaduan dalam proses pembelajaran yang mencakup interaksi antar siswa dan guru.Keterpaduan teori dan praktek.Mutu :Berorientasi pada pendidikan mutu.Pembelajaran bermutu ditentukan o/ kualitas guru, kualitas KBM, peralatan dan sarana yang adaAdekuasi ( kecukupan) :Materi cukup u/ mencapai kompetensi dasar yg ditetapkan.

  • MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM/BAHAN AJAR1. Ralph Tyler dalam Basic Principles Curriculum and Instruction :Apa tujuanya ?Apa isinya ?Bagaimana metodenya ?Bagaimana eveluasinya ?Bentuk diagramnya :Objective

    Selective Learning Experinces

    Organizing Learning experinces

    Evaluation

  • 2. Hilda taba dalam Curriculum Development : Theory and Practice :Step 1 : Diagnosis of needs (diagnosis kebutuhan)Step 2 : Formulation of subjectives (formulasi pokok2)Step 3 : Selection of Content (seleksi isi)Step 4 : Organization of Content (Organisasi isi)Step 5 : Selection of learning experiences (seleksi pengalaman belajar)Step 6 : Organization of learning experinces (organisasi pengalaman belajar)Step 7 : Determination of what to evaluate and mean of doing it (penentuan tentang apa yang harus dievaluasi dan cara untuk melakukanya)

    Model pengembangan Tyler dan Taba dikategorikan ke dalam Rational Model atau Objective.

  • Kelebihan model Tyler dan Taba :Menyokong pengembangan bahan/ kurikulum yang rasionalMenggunakan tata urutan mulai tujuan, formulasi isi, aktivitas belajar dan evaluasi dapat dicapai dengan pemikiran jernihKelemahan :Guru yang kurang pengalaman atau terlatih mengalami kendala menggunakan model rasional.Ketidakjelasan hakikat belajar dan mengajar menspesifikasikan segala objective (tujuan) yang ingin dicapai tetapi seringkali pembelajaran terjadi di luar tujuan2 itu karena adanya faktor2 yang tidak dapat diprediksikan. Misal munculnya penemuan baru.Guru sering tidak mengikuti pendekatan yang logis dan berurutan (memulai begitu saja apa yang mereka ketahui dengan content)

  • 3. D.K. Wheeler dalam bukunya Curriculum Process (1967) :Selection of aims, goals, and objectives (seleksi maksud, tujuan dan sasaranya)Selection of learning experiences to help achieve these aim, goal and objectives (seleksi pengalaman belajar, untuk membantu maksud, tujuan dan sasaran)Selection of content through which certain types of experiences may be offered (seleksi isi melalui tipe2 tertentu dari pengalaman yang mungkin ditawarkan)Organization an Integration of learning experiences and content with respect to the learning process (Organisasi dan integrasi pengalaman belajar dan isi yang berkenaan dengan PBM)Evaluation of each phase and the problems of goals (Evaluasi setiap fase dan masalah tujuan2)

  • Pengembangan KK model Wheeler dalam bentuk lingkaran :1. Aim, goal and objective3. Selection of content2. Selection of learning experience5. Evaluation4. Organization and integration of learning experience and contentKeterangan :Langkah2 dalam lingkaran bersifat berkelanjutan, bermakna responsif thd perubahanAdanya ketergantungan antar unsur elemen ada

  • 4. Audrey dan Howard Nicoles dalam bukunya Developing Curriculum : A Practical Guide (1978)Situasional Analysis (analisis situasi)Selection Objectives (seleksi tujuan)Selection and Organization of Conten (seleksi dan organisasi isi)Selection and organization of methods (seleksi dan organisasi metode)Evaluation (evaluasi)

  • Gambar Pengembangan model Nicholls

    Selection of objectivesEvaluation analysisSelection and organization of contentEvaluationSelection and organization of method

  • Kekuatan :- Situation analysis sbg titik permulaan memberikan dasar data sehingga tujuan2 yg lebih efektif dapat dikembangkan-Fleksibel thd perubahan situasiMenawarkan ruang lingkup yg lebih luas untuk pengembangan kurikulum yang efektif

    Kelemahan :Jumlah waktu yang banyak diperlukan untuk melakukan analisis situasi yang efektifCycle model mempunyai banyak kesamaan dengan rational model, sehingga kelemahanya seperti pada rational model.

  • 5. Malcolm Skilbeck

    Situation analysisGoal FormulationProgram BuildingInterpretation and implementationMonitoring, feed back assesment recontruction

  • 6. Intergated Curriculum (kurikulum terpadu)Dalam kurikulum terpadu disusun research unit (unit sumber yg meliputi) :Subject matter (bahan)Learning activity (kegiatan belajar)Resources (sumber daya)Ada kebebasan anak didik memilih pelajaran menurut minat, bakat dan kemamuan masing2 : resource unit : apa yg secara ideal dapat dipelajari anak didik learning unit : merupakan apa yang secara aktual dipelajari anak didik.

  • 7. Rogers :Model Pengembangan IKegiatan pendidikan semata mata terdiri dari :Kegiatan memberikan informasi (isi pelajaran)Ujian

    Materi Pelajaran EvaluasiModel sederhana tsb memberikan 2 pertanyaan pokok :Mengapa mengajarkan mapel ini ?Bagaimana dapat mengetahui keberhasilan pengajaran ?Hal yang diabaikan pada model ini :cara2 atau metode pembelajaranUrutan atau organisasi bahan

  • Model Pengembangan IIMenyempurnakan model I dengan menambahkan komponen metode dan organisasi.

    Metode mengajarOrganisasi bahan pelajaranBahan pelajaranEvaluasiModel II belum memasukkan sumber bahan dan alat/media pengajaran

  • Model Pengembangan IIIMerupakan penyempurnaan model IIModel III memasukkan unsur teknologi pendidikan

    Metode mengejarTeknologi PendidikanOrganisasi bahan pelajaranBahan PelajaranEvaluasi

  • Model Pengembangan IVDisempurnakan dengan memasukan tujuanTujuan mengikat komponen lain : Metode, organisasi bahan, teknologi pengajaran, isi/bahan pelajaran dan evaluasi.Metode MengajarTeknologi pendidikanOrganisasi bahanTujuanBahan pelajaranEvaluasi

  • 8. Model BeauchampPenentuan area (kelas, sekolah, regional, dan nasional)Menentukan tim pengembangMenentukan prosedur perencanaan KKMelaksanakan KK di sekolahMelakukan penilaian pelaksanaan KK

    9. Pengembangan KK di IndonesiaPengembangan program tingkat lembagaa. perumusan tujuan institusionalb. penetapan isi dan struktur program c. strategi pelaksanaan2. Pengembangan program setiap mapel a. Perumusan tujuan kurikurel, instruksi oral atau kompetensi dasar b. Msteri pokok dan sub pokok c. penyusunan GBPPd. Pengembangan program pengajaran di kelas (SP atau RPP)

  • PENGEMBANGAN BAHAN DALAM KURIKULUM

    Gall, Meredith Damien (1981) dalam Handbook for Evaluating an Selecting Curriculum Material :Bahan kurikulum adalah seseatu yg mempunyai sifat fisik, sifat mewakili dan yg dipergunakan untuk mempermudah proses belajar.

    - Sifat fisik : dapat dilihat/diobservasi misal buku teks, film, program rekaman, dsb- Sifat Representasional : dapat mewakili yang lain- Mempermudah proses belajar : bahan dibuat untuk mempermudah pengajaran, misal buku teks

  • Penyeleksian dan Pengembangan

    Pengembangan bahan merupakan salah satu pengembangan kurikulumPenyeleksian bahan disesuaikan dengan tujuan pengajaranMenurut Mc Neil (1977), ada konsep yang mempengaruhi pengembangan bahan kurikulum :1. Pandangan humanis2. Rekonstruks