Click here to load reader

PERATURAN DAERAH KOTA BATAM TENTANG RETRIBUSI filepemerintah kota batam peraturan daerah kota batam nomor 3 tahun 2012 tentang retribusi pengujian kendaraan bermotor, retribusi terminal

  • View
    218

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PERATURAN DAERAH KOTA BATAM TENTANG RETRIBUSI filepemerintah kota batam peraturan daerah kota batam...

PEMERINTAH KOTA BATAM

PERATURAN DAERAH KOTA BATAM

NOMOR 3 TAHUN 2012

TENTANG

RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR, RETRIBUSI TERMINAL DAN RETRIBUSI IZIN TRAYEK KOTA BATAM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA BATAM,

Menimbang : a. bahwa dengan telah diundangkannya Undang-Undang

Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan

Retribusi Daerah dan sesuai dengan ketentuan Pasal 108, maka Daerah berhak melakukan penarikan Retribusi

guna meningkatkan pendapatan Daerah; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

dalam huruf a diatas, perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, Retribusi Terminal dan Retribusi Izin Trayek Kota Batam;

Mengingat

: 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan

Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang

Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten

Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 181, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 3902), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2008 tentang Perubahan ketiga

Atas Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan

Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2008 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Nomor 4880);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003

Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-

Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

6. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu

Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025);

7. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak

Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);

8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang

Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Daerah Tahun 2007 Nomor

82 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161);

11. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pokok Pokok Pengelolaan dan

Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2006 Nomor 7 Seri A, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 40 Seri A);

12. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 12 Tahun 2007

tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Cara Kerja Dinas Daerah Kota Batam (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2007 Nomor 12, Tambahan Lembaran

Daerah Kota Batam Nomor 51);

13. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 Tahun 2010 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan

Pemerintahan Daerah Kota Batam (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2010 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah

Kota Batam Nomor 7).

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BATAM

Dan

WALIKOTA BATAM

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN

KENDARAAN BERMOTOR, RETRIBUSI TERMINAL DAN RETRIBUSI IZIN TRAYEK KOTA BATAM.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

1. Daerah adalah Kota Batam.

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Batam.

3. Walikota adalah Walikota Batam.

4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan

Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batam.

5. Dinas Perhubungan Kota Batam yang

selanjutnya disebut Dinas adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di bidang lalu lintas

dan angkutan jalan.

6. Badan adalah sekumpulan orang dan atau modal

yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan

komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi,

dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial

politik, atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap, dan bentuk badan lainnya.

7. Terminal adalah pangkalan Kendaraan Bermotor Umum yang digunakan untuk mengatur

kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang dan/atau barang, serta

perpindahan moda angkutan.

8. Retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin

tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan yang

didalam peraturan daerah ini meliputi Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, Retribusi

Terminal dan Retribusi Izin Trayek.

9. Kendaraan bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa

mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel.

10. Pengujian Kendaraan Bermotor adalah pengujian

fisik untuk pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan yang dilakukan terhadap landasan kendaraan bermotor dan kendaraan bermotor

dalam keadaan lengkap termasuk penelitian rancang bangun dan rekayasa kendaran bermotor yang dilakukan terhadap rumah-

rumah, bak muatan, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan bermotor yang

dimodifikasi tipenya.

11. Penilaian Kondisi Teknis Kendaraan adalah penilaian kondisi fisik kendaraan yang telah

dipakai yang dihitung berdasarkan antara lain umur kendaraan, kondisi mesin, chasis, rumah-rumah kendaraan dan kelengkapan lainnya.

12. Surat ketetapan retribusi daerah, yang selanjutnya disebut SKRD adalah surat

keputusan yang menentukan besarnya retribusi yang terutang.

13. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang

selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan atau sanksi

administrasi berupa bunga dan atau denda.

14. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar, yang selanjutnya disingkat SKRDLB adalah

surat ketetapan retribusi yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi karena

jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau tidak seharusnya terutang.

15. Surat Setoran Retribusi Daerah, yang selanjutnya disingkat SSRD, adalah bukti pembayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan dengan

menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas daerah melalui tempat

pembayaran yang ditunjuk oleh Kepala Daerah.

16. Kas Daerah adalah tempat penyimpanan uang

daerah yang ditetapkan oleh Walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan

digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah.

17. Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya

disingkat PPNS adalah Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di Lingkungan pemerintah Daerah yang diberi wewenang khusus oleh undang-

undang untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah.

BAB II

KETENTUAN RETRIBUSI

Bagian kesatu Nama, Objek, Subjek Retribusi dan Wajib Retribusi

Pasal 2

(1) Setiap orang/badan yang melakukan pengujian

kendaraan bermotor yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, dipungut retribusi dengan

nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor.

(2) Setiap orang/badan yang mendapatkan

pelayanan terminal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, dipungut retribusi dengan nama Retribusi Ter

Search related