praformulasi injeksi difenhidramin.pptx

  • View
    106

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of praformulasi injeksi difenhidramin.pptx

GROUP 3

Akademi Farmasi Mitra Sehat SidoarjoKrian-Sidoarjo2014-2015Injeksi Difenhidramin HCl 1. Dewi Anista Fatma2. Mifidatul Rosyidah3. Nita Asmarita4. Sokhifatur R.5. Ego Prassetya6. Dwi M. Bahrul Faris NAME GROUPApakah yang di maksud injeksi Difenhidramin HCl.. PERKOLASI

Difenhidramin (Difenhidramin HCl) merupakan generasi pertama obat antihisamin dalam proses terapi digunakan untuk mengatasi gejala alergi pernafasan dan alergi kulit, memberi efek mengantuk bagi orang yang sulit tidur, mencegah mabuk perjalanan dan sebagai antitusif, anti mual dan anastesi topikal.

Injeksi Difenhidramin HCl

GROUP 3

FarmakologiFarmakokinetikIndikasiEfek samping obatCara pemakaianI. TINJAUAN FARMAKOLOGI BAHAN OBAT

GROUP 3 1. FarmakologiOnset: efek sedatif maksimum: 1-3 jam. Durasi: 4-7 jam. Ikatan dengan protein: 78%. Metabolisme: sebagian besar di hati dan sedikit di paru dan ginjal. ;Bioavailabilitas : Oral : 40-60%. Waktu eliminasi: 2-8 jam; usia: 13,5 jam, waktu serum puncak 2-4 jam. Ekskresi: urin (dalam bentuk tidak berubah).

GROUP 3 I. TINJAUAN FARMAKOLOGI BAHAN OBAT2. FarmakokinetikDifenhidramin yang diberikan secara oral akan mencapai kadar maksimal dalam darah setelah kira kira 2 jam dan menetap pada kadar tersebut untuk 2 jam berikutnya. Kemudian dieliminasi dengan masa penuh kira kira 4jam (farmakologi terapi edisi 5. 2007. 279)

GROUP 3 I. TINJAUAN FARMAKOLOGI BAHAN OBAT3. IndikasiDigunakan untuk pengobatan simtomatik berbagai penyakit alergi dan mencegah atau mengobati mabuk perjalanan (farmakologi dan terapi edisi 5. 2007. 280)

GROUP 3 I. TINJAUAN FARMAKOLOGI BAHAN OBAT4. Efek samping obatEfek samping yang paling sering adalah sedasi. Dan efek samping yang berhubungan dengan efek sentral ialah vertigo, tinitus, lelah, penatinkoordinasi, penglihatan kabur, diplopia, eufonia, gelisah, imsonia dan tremor. Efek samping yang sering digunakan juga ialah nafsu makan berkurang mual, muntah, keluhan pada epigastrum, konstipasi atau diare. Efek samping lain yang mungkin timbul ialah mulut kering, disuria, palpitasi, hipotensi, sakit kepala, rasa berat dan lemah pada tangan (farmakologi dan terapi edisi 5.220.280-281).

GROUP 3 I. TINJAUAN FARMAKOLOGI BAHAN OBAT5. Cara PemakaianDiphenhidramin HCl digunakan melalui injeksi intramuskular (im), disuntikan secra perlahan dengan jalur iv atau terus menerus/infus iv intermitten, injeksi subkutan/perivaskular harus dihindarkan karena dapat menyebabkan iritasi (FI IV hal 330).

GROUP 3 I. TINJAUAN FARMAKOLOGI BAHAN OBAT Struktur dan Berat MolekulPemerianKelarutanStabilitasTitik leburInkompatibilitasII. Tinjauan Sifat Fisika Kimia Bahan Obat

GROUP 3 1. Struktur dan Berat Molekul

GROUP 3 II. Tinjauan Sifat Fisika Kimia Bahan Obat

Rumus Molekul: C17H22NOHClBerat Molekul: 291,82

GROUP 3 II. Tinjauan Sifat Fisika Kimia Bahan ObatPemerianSerbuk hablur, putih, tidak berbau, jika terkena cahaya, perlahan lahan warnanya menjadi gelap. Larutannya praktis netral terhadap kertas lakmus P (FI IV 330).

GROUP 3 II. Tinjauan Sifat Fisika Kimia Bahan ObatKelarutanMudah larut dalam air, dalam etanol dan dalam kloroform, agak sukar larut dalam aseton, sangat sukar larut dalam benzen dan eter.

GROUP 3 II. Tinjauan Sifat Fisika Kimia Bahan ObatStabilitasDiphenhidramin HCl harus terlindung dari cahaya, didalam ruang yang temperturnya terjaga (handbook On Injectable Drug hal 424).

GROUP 3 II. Tinjauan Sifat Fisika Kimia Bahan ObatTitik LeburTitik lebur antara 167o 172o C (FI IV. 1995. hal 330).InkompabilitasDifenhidramin HCl inkompatibel dengan amfoterisin B, natrium sefmetazol, natrium sefalotin, hidrokortison natrium suksinat, beberapa larutan barbiturat dan larutan basa atau asam kuat (Martindale ed 36. 2009. hal 577).

GROUP 3 II. Tinjauan Sifat Fisika Kimia Bahan ObatPemerian : Serbuk amorf berwarna putih atau putih kekuningan, memiliki bau dan rasa khas.

GROUP 3

CARA CARA PERKOLASI2. PERKOLASI BERTINGKATIsi perkolator pertamatama dilembabkan, dan ditarik seperti cara memperkoler biasa, tetapi perkolatnya ditentukan dalam beberapa bagian dan jumlah volume tertentu, misalnya : 200 cc, 300 cc, 300 cc, 300 cc, 300 cc, 300 cc bagian yang pertama perkolat A (200 cc) adalah sebagian sediaan yang diminta dan perkolat selanjutnya disebut susulan pertama.Perkolator kedua dilembabkan simplisianya dengan perkolat A (susulan pertama), akan diperoleh perkolat-perkolat dalam jumlah-jumlah dan volume tertentu, dengan catatan perkolat ini nantinya terdapat 300 cc, 200 cc, 200 cc, 200 cc, 200 cc, 200 cc, bagian pertama perkolat (300 cc) adalah sebagian dari sediaan.

GROUP 3 CARA CARA PERKOLASI Perkolator ketiga diolah seperti kedua, dengan perkolator B bagian kedua 200 cc dan seterusnya sampai terdapat nantinya sebanyak 500 cc, terlihat disini bahwa perkolat A bagian pertama, lebih kecil volumenya dari perkolat B bagian pertama, tetapi sebaliknya perkolat A bagian-bagian berikutnya lebih besar volumenya dari perkolat-perkolat B. Hasilnya ialah:perkolat A pertama 200 ccperkolat B pertama 300 cc } jumlah 1000 ccperkolat C pertama 500 cc

CARA CARA PERKOLASI GROUP 3

3. PERKOLASI BERTEKANANDigunakan jika simplisia mempunyai derajat halus yang sangat kecil sehingga cara perkolasi biasa tidak dapat dilakukan. Untuk itu perlu ditambah alat penghisap supaya perkolat dapat turun ke bawah.Alat tersebut dinamakan diacolator.

CARA CARA PERKOLASI GROUP 3

Serbuk simplisia ditempatkan dalam suatu bejana silinder, yang bagian bawahnya diberi sekat berpori.Cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat aktif sel-sel yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh.Gerak ke bawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan cairan di atasnya, dikurangi oleh daya kapiler yang cenderung untuk menahan.

PRINSIP PERKOLASI GROUP 3

METODE PERKOLASI Perkolasi dilakukan dengan membasahi 10 bagian simplisia atau campuran simplisia dengan derajat halus yang cocok dengan 2,5 bagian sampai 5 bagain cairan penyari, lalu dimasukkan ke dalam bejana tertutup sekurang-kurang selama 3 jam. Kemudian massa dipindahkan sedikit demi sedikit ke dalam perkolator sambil tiap kali ditekan hati-hati.Selanjutnya dituangi dengan cairan penyari secukupnya sampai cairan mulai menetes dan di atas simplisia masih terdapat selapis cairan penyari. Kemudian perkolator ditutup dan dibiarkan selama 24 jam. GROUP 3

Selanjutnya cairan dibiarkan menetes dengan kecepatan 1 ml/menit dan ditambahkan cairan penyari berulang-ulang secukupnya sehingga selalu terdapat selapis cairan penyari di atas simplisia, hingga jika 500 mg perkolat yang keluar terakhir diuapkan, tidak meninggalkan sisa. Perkolat kemudian disuling atau diuapkan dengan tekanan rendah pada suhu tidak lebih dari 50C hingga konsistensi yang dikehendaki. METODE PERKOLASI GROUP 3

1. KEUNTUNGANKontak antara sampel padat tidak merata atau terbatasPelarut menjadi dingin selama proses perkolasi sehingga tidak melarutkan komponen secara efisien.Cairan penyari yang dibutuhkan lebih banyak.Resiko cemaran mikroba untuk penyari air, karena dilakukan secara terbuka. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN2. KERUGIANTidak terjadi kejenuhan. Pengaliran meningkatkan difusi (dengan dialiri cairan penyari sehingga zat seperti terdorong u/ keluar dari sel)

GROUP 3

DAUN KUMIS KUCINGAlat:1.Tabung perkolator2.Corong pisah 250 ml3.Batang pengaduk4.Gelas ukur 50 ml5.Cawan penguapan6.Erlenmeyer 250 ml7.Gelas kimia 300 ml8.Sendok tandukBahanSerbuk simplisia kumis kucing sebanyak 20 gram2.Cairan penyari etanol 50% sebanyak 150 ml3.Glas wool secukupnya

PERKOLASI GROUP 3

Cara kerja1. Buatlah cairan penyari etanol 50% sebanyak 150 ml dari etanol 70% dengan cara menghitung terlebih volume etanol 70% dan volume aquades yang harus dikonsentrasikan.Cetanol yang tersediax Vetanol yang dibutuhkan = Calkohol diinginkanx Valkohol diingikan 70 x Vetanol yang dibutuhkan = 50 x 150 Vetanol yang dibutuhkan=50 x 150 70 Vetanol yang dibutuhkan= 107 ml Vaquades yang ditambahkan= 150 ml 107 ml = 53 mlDari hasil perhitungan diatas, yang harus lakukan untuk membuat etanol 50% sebanyak 50 ml adalah dengan cara mengkonsentrasikan atau mencapur sebanyak 107 ml etanol 70% dengan aquades sebanyak 53 ml dalam gelas kimia yang tersedia. PERKOLASI GROUP 3

2. Timbang 20 gram serbuk simplisia kumis kucing dan masukkan ke dalam gelas kimia.3. Serbuk bahan dibasahi dengan cairan penyari sebanyak 50 ml.4. Tutup rapat dan diamkan selama 1jam.5.Ditempatkan pada bejana silinder. Bagian bawah bejana diberi sekat berpori untuk menahan serbuk. Cairan penyari dialirkan dari atas kebawah melalui serbuk tersebut. Cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel yang dilalui sampai keadaan jenuh.

PERKOLASI GROUP 3

Any Question??... GROUP 3

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA..