Click here to load reader

PSAK No. 1 Dan PSAK No. 5 (Revisi 2009)

  • View
    18

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Standar Akuntansi Keuangan

Text of PSAK No. 1 Dan PSAK No. 5 (Revisi 2009)

TEORI AKUNTANSIPSAK No. 1 (Revisi 2009) Penyajian Laporan KeuanganPSAK No. 5 (Revisi 2009) Segmen Operasi

Kelompok 8A.A. Gede Raka Plasa N.(0915351128)Linda Ayu Utari(1115351098)

Fakultas Ekonomi dan BisnisProgram EkstensiUniversitas Udayana2015PSAK NO. 1 (REVISI 2009) PENYAJIAN LAPORAN KEUANGANI. Laporan KeuanganTujuan Laporan KeuanganLaporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi:1. Aset;2. Liabilitas/kewajiban;3. Ekuitas;4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian;5. Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik;dan6. Arus kas.Informasi tersebut, beserta informasi lainnya yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan, membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan dan, khususnya, dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas.Komponen Laporan Keuangan LengkapLaporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini:1. Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode2. Laporan laba rugi komprehensif3. Laporan perubahan ekuitas4. Laporan arus kas5. Catatan atas laporan keuangan berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan penjelasan lain6. Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restropektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan.Selain komponen tersebut di atas entitas juga dianjurkan untuk menyajikan laporan tambahan di luar laporan keuangan, misalnya tentang laporan lingkungan dan laporan nilai tambah (value added statement) jika manajamen meyakini bahwa informasi tambahan tersebut akan membantu pengguna dalam membuat keputusan ekonomi. Laporan tambahan tersebut disajikan di luar laporan keuangan.Karakteristik UmumPSAK 1 menetapkan karakteristik umum penyajian laporan keuangan sebagai berikut:Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan Terhadap Persyaratan Standar Akuntansi KeuanganPenyajian secara wajar mensyaratkan bahwa dampak transaksi, peristiwa, dan kondisi lainnya disajikan secara akurat, sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang ditetapkan dalam kerangka dasar. Penyajian secara wajar juga mensyaratkan bahwa suatu entitas untuk:1. Memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi berdasarkan PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan. PSAK 25 antara lain mengatur hierarki panduan otoritatif yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam hal tidak terdapat PSAK yang mengatur pos tertentu secara spesifik.2. Menyajikan informasi termasuk kebijakan akuntansi sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi yang releva, andal, dapat dibandingkan,dan mudah dipahami.3. Memberikan pengungkapan tambahan jika kesesuaian dangan persyaratan spesifik dalam SAK tidak cukup bagi pengguna laporan keuangan untuk memahami pengaruh dari transaksi, peristiwa lain dan kondisi tertentu terhadap posisi keuangan dan kinerja keuangan entitas.Entitas yang laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas tidak boleh menyebutkan bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK kecuali laporan keuangan tersebut talah patuh terhadap semua yang disyaratkan dalam SAK.Dalam keadaan yang jarang terjadi ketika manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap persyaratan SAK dapat menimbulkan kesalahpahaman sehingga bertentangan dengan tujuan pelaporan keuangan yang diatur dalam kerangka, PSAK 1 mensyaratkan bahwa entitas itu tidak menerapkan persyaratan tersebut sepanjang tidak dilarang oleh kerangka peraturan yansg relevan. Bila keadaan tersebut terjadi, PSAK 1 mengatur bahwa entitas itu mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:1. Bahwa entitas itu telah memenuhi persyaratan semua SAK yang dapat diterapkan, namun tidak menerapkan persyaratan tertentu guna mencapai penyajian secara wajar.2. Judul SAK yang tidak diterapkan oleh entitas itu, sifat, alasan tidak diterapkan, dan perlakuan yang diterapkan.Ketika menilai apakah kepatuhan terhadap ketentuan spesifik dari suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan, manajeman harus mempertimbangkan:1. Alasan tujuan laoran keuangan tidak tercapai dalam kondisi tersebut2. Bagaimana perbedaan kondisi entitas dengan kondisi entitas lain yang mematuhi persyaratan.Kelangsungan UsahaPSAK 1 mengatur bahwa manejemen mempertimbangkan kelangsungan usaha entitas dalam menyusun laporan keuangan. manajemen memerhatikan semua informasi masa depan, paling sedikit (namun tidak dibatasi untuk) dua belas bulan dari akhir periode pelaporan.PSAK 1 lebih lanjut mengatur bahwa laporan keuangan disusun berdasarkan kelangsungan usaha, kecuali jika manajemen berniat melikuidasi entitas itu atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif realistis kecuali melakukan kedua hal tersebut.Namun bila manajemen menyadari ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menimbulkan keraguan terhadap kelangsungan usaha entitas itu, PSAK 1 mensayratkan agar ketidakpastian itu diungkapan.Bila laporan keuangan tidak disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha , PSAK 1 mensyaratkan agar fakta tersebut beserta alasannya diungkapkan, beserta dasar dalam menyusun laporan keuangan. Apabila laporan keuangan disusun misalnya dengan asumsi perusahaan akan dilikuidasi, pos-pos dalam laporan posisi keuangan diukur bukan dengan harga perolehannya namun dengan nilai bila perusahaan tersubut dilikudasi.

Dasar Akrual AkuntansiPSAK1 mensyaratkan bahwa suatu entitas dalam menyusun laporan keuangannya, kecuali laporan arus kas, dengan menggunakan dasar akrual akuntansi.

Materialitas dan AgregasiPSAK 1 mengatur bahwa masing-masing unsur material diungkapkan secara terpisah dalam laporan keuangan.Suatu informasi disebut material jika informasi tersebut dihapuskan atau disajikan secara tidak tepat, maka keputusan ekonomi pengguna berdasarkan laporan keuangan itu akan terpengaruh. Materialitas bergantung pada besaran dan sifat penghapusan atau penyajian yang tidak tepat, yang dipertimbangkan menurut kondisi yang ada. Besaran atau sifat suatu unsur, atau gabungan keduanya, dapat menjadi faktor penentu.PSAK 1 juga mengatur bahwa unsur-unsur tidak material harus digabungkan dengan unsur lain yang sejenis dan tidak perlu disajikan secara terpisah.Penerapan konsep materialitas juga berarti bahwa persyaratan pengungkapan dalam SAK tidak perlu dipenuhi jika informasi yang dihasilkan tidak maerial.

Saling Hapus (Offsetting)PSAK1 mengatur bahwa aset dan liabilitas, serta pendapatan dan beban tidak boleh saling hapus kecuali bila disyaratkan atau diijinkan oleh SAK lain karena saling hapus dapat mempengaruhi pemahaman pengguna laporan keuangan.Dalam konteks ini, aset yang dilaporkan sebesar nilai setelah dikurangi penyisihan (misalnya penyisihan pitang ragu-ragu) tidak termasuk saling hapus.Frekuensi PelaporanKebermanfaatan laporan keuangan akan berkurang bila laporan keuangan itu tidak diberikan kepada pengguna secara tepat waktu. PSAK1 mensyaratkan bahwa laporan keuangan disajikan paling sedikit satu tahun sekali.Apabila tanggal pelaporan berubah, PSAK 1 mensyaratkan bahwa entitas mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:1. Alasan menggunakan periode yang lebih atau kurang darpi satu tahun kalender2. Fakta bahwa informasi komparatif laba rugi, perubahan ekuitas, arus kas, dan catatan terkait tidak seluruhnya dapat dibandingkan

Informasi KomparatifPSAK 1 mengatur bahwa informasi komparatif diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh informasi angka dalam laporan keuangan kecuali bila tidak diperbolehkan atau dipersyaratkan oleh SAK lain.Informasi komparatif diuangkapkan dalam informasi naratif dan deskriptif bila relevan untuk pemahaman laporan keuangan untuk periode berjalan.Bila ada perubahan penyajian laporan keuangan, informasi komparatif umumnya disesuaikan atau diklasifikasikan ulang agar sesuai dengan penyajian periode berjalan. Fakta ini juga diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

Konsistensi PenyajianPSAK 1 mengatur bahwa penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antarperiode harus konsisten.PSAK 1 memperbolehkan penyajian dan klasifikasi untuk diubah apabila perubahan tersebut:1. Menghasilkan penyajian yang lebi tepat2. Disyaratkan oleh SAK atau interpretasiStruktur dan Isi Laporan KeuanganIdentifikasi Laporan KeuanganEntitas mengidentifikasikan laporan keuangan secara jelas dan membedakannya dari informasi lain dalam dokumen publikasi yang sama. Entitas mengidentifikasi secara jelas setiap laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan dengan menyajikan informasi berikut ini secara jelas:1. Nama entitas pembuat laporan keuangan atau identitas lain, dan setiap perubahan informasi dari akhir periode laporan sebelumnya2. Apakah merupakan laporan keuangan satu entitas atau suatu kelompok entitas3. Tanggal akhir periode pelaporan atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan4. Mata uang pelaporan sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 525. Pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan keuanganLaporan Posisi KeuanganInformasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi KeuanganLaporan posisi keuangan minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut:a. Aset tetapb. Properti investasic. Aset tidak berwujudd. Aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (e), (h) dan (i))e. Investasi dengan menggunakan metode ekuitas;f. Aset biolojikg. Persediaan;h. Piutang dagang dan piutang lainnya;i. Kas dan setara kas;j. Total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual dan aset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58k. Utang dagang dan terutang lainnyal. Kewajiban diestimasim. Laibilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (k) dan (l))n. Laibilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46o. Laibilitas dan aset pajak tangguhan, sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46p. Laibilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58;q. Kepentingan non-pengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitasr. Modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.Entitas menyajikan pos-pos tambahan, judul dan subtotal dalam laporan posisi keuangan jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman posisi keuangan entitas.Ketika entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasfikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan, maka aset (laibilitas) pajak tangguhan tidak boleh diklasifikasikan sebagai aset lancar (laibilitas jangka pendek)PSAK 1 tidak mengatur susunan atau format penyajian pos-pos, namun memberikan pedoman sebagai berikut:a. Suatu pos disajikan terpisah jika ukuran, sifat, atau fungsi dari pos tersebut atau agregasi pos-pos yang sama menyebabkan penyajian terpisah menjadi relevan untuk memahami laporan posisi keuangan entitas.b. Penjelasan yang digunakan dan urutan dari pos-pos atau agregasi pos-pos yang sama dapat diubah sesuai dengan sifat entitas dan transaksinya, untuk memberikan informasi yang relevan dalam memahami posisi keuangan entitas.Dalam mempertimbangkan apakah pos-pos tambahan disajikan secara terpisah, entitas mendasarkannya atas penilaian dari:a. Sifat dan likuiditas asetb. Fungsi aset tersebut dalam entitasc. Jumlah, sifat dan jangka waktu laibilitasPembedaan Aset Lancar dengan Tidak Lancar dan Laibilitas Jangka Pendek dengan Jangka PanjangEntitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan sesuai, kecuali penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. Jika pengecualian tersebut diterapkan, maka entitas menyajikan seluruh aset dan laibilitas berdasarkan urutan likuiditas.Untuk masing-masing pos asset dan laibilitas yang menggabungkan jumlah yang diperkirakan dipulihkan atau diselesaikan baik sebelum maupun setelah 12 bulan sejak tanggal pelaporan, PSAK 1 mensyaratkan pengungkapan jumlah yang diperkirakan dipulihkan atau diselesaikan setelah lebih dari 12 bulan.

Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar, jika:a. Entitas mengharapkan akan merealisasikan aset, atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya dalam siklus operasi normal;b. Entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan;c. Entitas mengharapkan akan merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporand. Kas atau setara kas (seperti yang dinyatakan dalam PSAK 2: Laporan Arus Kas) kecuali aset tersebut dibatasi pertukarannya atau penggunaannya untuk menyelesaikan laibilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporanEntitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar.

Suatu laibilitas diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek jika:a. Entitas mengharapkan akan menyelesaikan laibilitas tersebut dalam siklus operasi normalnyab. Entitas memiliki laibilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkanc. Laibilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan; ataud. Entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian laibilitas selama sekurangkurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.Laibilitas yang tidak termasuk kategori tersebut diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka panjang.Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan KeuanganEntitas mengungkapkan di laporan posisi keuangan atau di catatan atas laporan keuangan, subklasifikasi pos-pos yang disajikan, dan diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai dengan operasi entitas.Entitas mengungkapkan masing-masing kelas modal saham dalam laporan posisi keuangan atau laporan perubahan ekuitas, atau catatan atas laporan keuangan:a. Jumlah saham modal dasarb. Jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh, dan yang diterbitkan tetapi tidak disetor penuhc. Nilai nominal saham, atau nilai dari saham yang tidak memiliki nilai nominald. Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periodee. Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modalf. Saham entitas yang dikuasai oleh entitas itu sendiri atau oleh entitas anak atau entitas asosiasig. Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratanPSAK 1 juga mensyaratkan pengungkapan penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas.

Laporan Laba Rugi KomprehensifPSAK 1 mengatur bahwa seluruh pos penghasilan dan pengelauaran yang diakui dalam suatu periode dimasukkan ke dalam laporan laba rugi komprehensif, kecuali jika tidak diwajibkan oleh standar akuntansi lain. Dalam PSAK 1, perusahaan juga harus menyajikan pendapatan komprehensif lain selain laba rugi dari operasi.Pendapatan komprehensif lain berisi pos-pos pendapatan dan beban yang tidak diakui dalam laba rugi dari laporan pendapatan komprehensif. Komponen pendapatan komprehensif lain meliputi:1. Perubahan dalam surplus revaluasi (PSAK 16: Aset tetap dan PSAK 19: Aset tak berwujud)2. Keuntungan dan kerugian aktuaria aras program manfaat pasti yang diakui sesuai dengan PSAK 24: Imbalan kerja paragraf 993. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan dari kegiatan usaha luar negeri (PSAK 10: Pengaruh perubahan kurs valuta asing)4. Keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan sebagai tersedia untuk dijual (PSAK 55: instrumen keuangan: Pengakuan dan Pengukuran)5. Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas (PSAK 55)PSAK 1 memberikan dua pilihan dalam format laporan laba rugi komprehensif. Yang pertama adalah laporan laba rugi komprehensif di mana pendapatan komprehensif disajikan dalam satu kesatuan. Sedangkan pilihan kedua adalah menyajikan secara terpisah yakni laporan laba rugi dan laporan laba rugi komprehensif lain.Laporan laba rugi komprehensif minimal menyajikan pos-pos sebagai berikut:1. Pendapatan2. Biaya keuangan3. Bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas4. Beban pajak5. Suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan6. Laba rugi7. Setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf (h))8. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas9. Total laba rugi komprehensif

Entitas mengungkapkan pos-pos di bawah ini dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai alokasi laba rugi untuk periode:1. laba rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:a. kepentingan non-pengendali; danb. pemilik entitas induk2. total laba rugi komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:a. kepentingan non-pengendali; danb. pemilik entitas induk

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif atau Catatan atas Laporan KeuanganKetika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material, maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah. Keadaan yang menyebabkan pengungkapan secara terpisah atas pos-pos pendapatan dan beban adalah sebagai berikut:1. Penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi neto atau penurunan nilai aset tetap menjadi jumlah yang dapat dipulihkan kembali, sebagaimana pemulihan atas penurunan tersebut;2. Restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap laibilitas diestimasi atas biaya restrukturisasi;3. Pelepasan aset tetap;4. Pelepasan investasi;5. Operasi yang dihentikan;6. Penyelesaian litigasi; dan7. Pembalikan laibilitas diestimasi lain.Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas, mana yang dapat menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan.Ada dua metode analisis dalam mengklasifikasi beban:Berdasarkan SifatnyaEntitas mengabungkan beban dalam laba rugi berdasarkan sifatnya (misalnya, penyusutan, pembelian bahan baku, biaya transportasi, imbalan kerja, dan biaya iklan), dan tidak merealokasikan menurut berbagai fungsi dalam entitas. Metode ini mudah diterapkan karena tidak memerlukan adanya alokasi beban menurut klasifikasi fungsional. Contoh dari klasifikasi dengan menggunakan metode sifat beban adalah sebagai berikut:Pendapatan XXXPendapatan lainnya XXXPerubahan atas persediaanBarang jadi dan barang dalam proses XXXBahan baku yang digunakan XXXBeban imbalan kerja XXXBeban penyusutan dan amortisasi XXXBeban lainnya XXXTotal beban (XXX)Laba sebelum pajak XXXBerdasarkan FungsinyaMengklasifikasikan beban berdasarkan fungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan atau, misalnya, biaya aktivitas distribusi atau administratif. Sekurang-kurangnya entitas mengungkapkan biaya penjualan berdasarkan metode ini secara terpisah dari beban-beban lainnya. Metode ini dapat memberikan informasi yang lebih relevan kepada pengguna laporan keuangan dibandingkan dengan metode klasifikasi beban berdasarkan sifat, namun pengalokasian biaya berdasarkan fungsi mungkin membutuhkan pengalokasian secara arbiter dan pertimbangan yang matang. Contoh klasifikasi berdasarkan metode fungsi beban adalah sebagai berikut:Pendapatan XXXBeban penjualan XXXLaba bruto XXXPendapatan lainnya XXXBeban distribusi XXXBeban administratif XXXBeban lainnya XXXLaba sebelum pajak XXXLaporan Perubahan EkuitasBeberapa jenis laba/rugi seperti surplus/defisit revaluasi, selisih penjabaran mata uang, dan laba/rugi akibat perubahan nilai pasar aset kuangan tersedia untuk dijual tidak disajikan dalamlaporan laba rugi namun diakui secara langsung dalam ekuitas. Oleh karena seluruh informasi laba/rugi penting untuk diperhitungkan dalam menilai posisi keuangan entitas, PSAK 1 mensyaratkan suatu laporan tersendiri yaitu laporan perubahan ekuitas.a. Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan:b. Total laba rugi komprehensif selama suatu periode, yang menunjukkan secara terpisah total jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan non-pengendali;c. Untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif yang diakui sesuai dengan psak 25;d. Untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode, secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari:1. laba rugi;2. masing-masing pos pendapatan komprehensif lain; dan3. transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, yang menunjukkan secara terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian.

ModalPSAK 1 mensyaratkan agar entitas juga mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi tujuan, kebijakan, dan proses entitas dalam mengelola permodalannya baik dalam bentuk informasi kualitatif maupun ringkasan informasi kuantitatif.Catatan atas Laporan KeuanganCatatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

PSAK 1 mengatur bahwa catatan atas laporan keuangan harus:a. Menyajikan informasi tentang dasar akuntansi dan kebijakan akuntansi penting yang diterapkanb. Mengungkapkan informasi yang diwajibkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian lain dari laporan keuangan; danc. Memberikan informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan untuk penyajian secara wajar.PSAK 1 lebih jauh mensyaratkan bahwa catatan atas laporan keuangan disajikan secara sistematis. Selain itu, masing-masing pos dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan.PSAK 1 mengatur bahwa catatan atas laporan keuangan secara umum mencakup hal-hal berikut dan biasanya disajikan secara berurutan:a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK (sebagaimana diwajibkan oleh paragraf 17)b. Dasar akuntansic. Kebijakan akuntansi signifikand. Informasi pendukung untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan sesuai urutan penyajiannya; dan (misalnya peristiwa setelah periode pelaporan (PSAK 8), informasi segmen operasi (PSAK 5), dan pengungkapan pihak-pihak berelasi (PSAK 7); dane. Pengungkapan nonkeuangan (misalnya kebijakan pengelolaan risiko)Pengungkapan Kebijakan AkuntansiKebijakan akuntansi adalah serangkaian prinsip, dasar, konvensi, peraturan, dan praktik spesifik yang diterapkan oleh suatu entitas dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan.PSAK 1 mengatur bahwa bagian kebijakan akuntansi dalam catatan atas laporan keuangan harus mencakup hal-hal berikut:a. Dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan (yang biasanya disebut dasar akuntansi)b. Setiap kebijakan akuntansi spesifik yang diperlukan untuk memahami laporan keuangan.

PSAK No. 1 dan Perkembangan Ekonomi dan BisnisSeiring jaman yang mulai berkembang dimana teknologi telah membuka batas dalam perkembangan bisnis, dibutuhkan Standar yang dapat dimengerti oleh pihak-pihak luar di seluruh dunia. Maka dari itu, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah mensahkan PSAK No. 1 (revisi 2009) pada tanggal 15 Desember 2009 untuk merevisi PSAK 1 tahun 1998.Pada kesempatan ini, akan dipaparkan tentang beberapa perubahan-perubahan yang terkait dengan PSAK No. 1 tantang penyajian laporan keuangan yang akan dimulai dari istilah-istilah apa saja yang berubah, disusul dengan komponen laporan keuangan yang lengkap, dan bagaimana bentuk penyajian laporan keuangan, dan alasan mengapa pos luar biasa (extraordinary items) tidak diperbolehkan lagi disajikan dalam laporan keuangan.

Istilah dan Perubahan IstilahDalam PSAK No. 1 (Revisi 2009) terdapat beberapa istilah baru yang diungkap dan terdapat juga beberapa istilah yang telah berubah jika dibandingkan dengan PSAK No. 1 tahun 1998. Istilah-istilah baru yang diungkap dalam PSAK No. 1 (Revisi 2009), yang sebelumnya tidak diungkap dalam PSAK No. 1 (Revisi 1998), adalah:1. Catatan atas laporan keuangan2. Laba atau rugi3. Laporan keuangan bertujuan umum4. Material5. Pemilik6. Pendapatan komprehensif lain7. Penyesuaian reklasifikais8. Standar akuntansi keuangan9. Tidak praktis10. Total laba rugi komprehansifBeberapa perubahan istilah diantaranya adalah:1. Penggantian istilah kewajiban pada PSAK No. 1 (Revisi 1998) menjadi liabilitas pada PSAK No. 1 (Revisi 2009).2. Penggantian istilah aktiva pada PSAK No. 1 (Revisi 1998) menjadi aset pada PSAK No.1 (Revisi 2009).3. Penggantian istilah neraca pada PSAK No. 1 (Revisi 1998) menjadi laporan posisi keuangan pada PSAK No. 1 (Revisi 2009)4. Satu hal penting dalam kaitannya dengan istilah, PSAK No. 1 (Revisi 2009) tidak lagi memperkenankan penggunaan istilah Pos Luar Biasa, sedangkan PSAK No. 1 (1998) masih memperkenankan penggunaan istilah tersebut. Pertanyaannya adalah, mengapa pos luar biasa tidak diperkenankan lagi ada?

Komponen Laporan Keuangan LengkapBerdasar pada PSAK No. 1 (Revisi 2009), komponen laporan keuangan lengkap mengalami perubahan dari yang tadinya hanya mencakup lima item, sekarang mencakup enam item.Berdasar PSAK No. 1 (Revisi 1998), komponen laporan keuangan lengkap meliputi:1. Neraca,2. Laporan laba rugi,3. Laporan perubahan ekuitas,4. Laporan arus kas, dan5. Catatan atas laporan keuangan.Sedangkan menurut PSAK No. 1 (Revisi 2009) yang disahkan pada tanggal 15 Desember 2009 dan mulai yang efektif berlaku untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011, laporan keuangan yang lengkap harus meliputi komponen-komponen berikut ini :1. Laporan posisi keuangan pada akhir periode2. Laporan laba rugi komprehensif selama periode3. Laporan perubahan ekuitas selama periode4. Laporan arus kas selama periode5. Catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan6. Informasi penjelasan lain; dan7. Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.Jika kita bandingkan antara PSAK No. 1 (Revisi 1998) dengan PSAK No. 1 (Revisi 2009), terkait komponen laporan keuangan, maka terdapat dua perbedaan utama yaitu:perubahan pada laporan laba rugi, dimana sebelumnya hanya mensyaratkan laporan laba rugi, sekarang harus menyajikan laporan laba rugi komprehensif PSAK No. 1 (Revisi 1998) tidak mensyaratkan adanya laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. Perlu ditekankan bahwa antara laporan laba rugi dengan laporan laba rugi komprehensif memiliki perbedaan. Laporan laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban, tidak termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif lain. Sedangkan laporan laba rugi komprehensif termasuk didalamnya laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif. Pendapatan komprehensif mencakup (paragraf 7):1. Perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK No. 16 (Revisi 2007): Aset Tetap dan PSAK No. 19 (Revisi 2009): Aset Tidak Berwujud)2. Keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti yang diakui sesuai dengan PSAK No. 24: Imbalan Kerja3. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan dari entitas asing (lihat PSAK No. 10 (Revisi 2009): Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing)4. Keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual (lihat PSAK no. 55 (Revisi 2006) : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran)5. Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas (lihat PSAK No. 55 (Revisi 2006) : Instrume Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran)

Penyajian Laporan KeuanganPenyajian laporan keuangan yang dituangkan dalam PSAK No.1 merupakan adopsi dari IAS 1 Presentation of Financial Statements (2009). Terdapat beberapa perbedaan berdasar PSAK No. 1 (Revisi 2009) dengan PSAK No. 1 (Revisi 1998). Beberapa perbedaan terkait penyajian laporan keuangan di antaranya:1. Dalam paragraf 9 PSAK No. 1 (Revisi 2009), laporan keuangan menyajikan beberapa informasi mengenai entitas yang meliputi: aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian, kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, serta arus kas sedangkan menurut PSAK No. 1 (1998), informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meliputi: aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban, serta arus kas.2. PSAK No. 1 (Revisi 2009) tidak mengatur kapan entitas sebaiknya mengeluarkan laporan keuangan, sedangkan PSAK No. 1 (1998) mengatur bahwa entitas sebaiknya mengeluarkan laporan keuangan paling lama 4 bulan setelah tanggal neraca.3. Paragraf 84 PSAK No. 1 (Revisi 2009) tidak memperkenankan penyajian pos luar biasa dalam laporan laba rugi komprehensif (akan dibahas spada bagian berikutnya).4. Dalam paragraf 78 PSAK No. 1 (Revisi 2009) mensyaratkan bahwa seluruh pos penghasilan dan beban yang diakui dalam satu periode dapat disajikan dengan dengan memilih salah satu format berikut:a. Dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif, ataub. Dalam bentuk dua laporan, yaitu:1) Laporan yang menunjukkan komponen laba rugi (laporan laba rugi terpisah), dan2) Laporan yang dimulai dengan laba rugi dan menunjukkan komponen pendapatan komprehensif lain (laporan laba rugi komprehensif)

PSAK NO. 5 (REVISI 2009) SEGMEN OPERASI

I. PENDAHULUANA. Prinsip UtamaEntitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi.

B. Ruang LingkupPernyataan ini diterapkan atas:a) Laporan keuangan tersendiri atau laporan keuangan individual dari entitas:i. yang instrumen utang atau instrumen ekuitasnya diperdagangkan di pasar publik (pasar modal domestic atau luar negeri atau over-the-counter, termasuk pasar modal lokal dan regional), atauii. yang telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada regulator pasar modal atau regulator lainnya untuk tujuan menerbitkan semua jenis instrumen dipasar publik; danb) Laporan keuangan konsolidasian kelompok usaha dengan entitas induk:i. yang instrumen utang atau instrumen ekuitasnya diperdagangkan di pasar publik (pasar modal domestik atau luar negeri atau over-the-counter, termasuk pasar modal lokal dan regional), atauii. yang telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada regulator pasar modal atau regulator lainnya untuk tujuan penerbitan semua kelas instrumen di pasar publik.

II. SEGMEN OPERASISegmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:(a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);(b) hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan(c) tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Segmen operasi dapat terlibat dalam aktivitas bisnis yang belum menghasilkan pendapatan, misalnya operasi permulaan dapat menjadi segmen operasi sebelum memperoleh pendapatan.

Secara umum, segmen operasi memiliki seorang manajer segmen yang bertanggung jawab secara langsung pada dan memelihara hubungan secara reguler dengan pengambil keputusan operasional untuk mendiskusikan aktivitas operasi, hasil keuangan, perkiraan, atau rencana atas segmen tersebut. Istilah manajer segmen mengidentifi kasikan suatu fungsi, tidak perlu seorang manajer dengan jabatan tertentu.Pengambil keputusan operasional juga dapat menjadi manajer segmen untuk beberapa segmen operasi.

III. SEGMEN DILAPORKANA. Kriteria AgregasiSegmen operasi seringkali memperlihatkan kinerja keuangan jangka panjang serupa jika mereka memiliki karakteristik ekonomi serupa. Misalnya, rerata margin bruto jangka panjang untuk dua segmen operasi diperkirakan serupa jika karakteristik ekonominya serupa. Dua atau lebih segmen operasi dapat diagregasikan dalam suatu segmen operasi tunggal jika agregasi tersebut konsisten dengan prinsip utama Pernyataan ini, segmen tersebut memiliki karakteristik ekonomi serupa, dan segmen tersebut serupa dalam setiap hal berikut ini:a. Sifat produk dan jasa;b. Sifat proses produksi;c. Jenis atau kelompok pelanggan untuk produk dan jasanya;d. Metode yang digunakan untuk mendistribusikan produk dan penyediaan jasanya; dane. Jika dapat diterapkan, sifat lingkungan pengaturan, misalnya, perbankan, asuransi atau utilitas publik.

B. Ambang Batas KuantitatifEntitas secara terpisah melaporkan informasi tentang suatu segmen operasi yang memenuhi ambang batas kuantitatif berikut:a. Pendapatan yang dilaporkannya dari segmen, termasuk penjualan ke pelanggan eksternal dan penjualan atau transfer antar segmen, adalah 10% atau lebih dari gabungan pendapatan internal dan eksternal dari semua segmen operasi.b. Jumlah absolut dari laba atau rugi yang dilaporkan dari segmen adalah 10% atau lebih dari jumlah yang lebih besar dari, dalam jumlah absolut, (i) gabungan laba yang dilaporkan dari seluruh segmen operasi yang tidak melaporkan kerugian, dengan (ii) gabungan kerugian yang dilaporkan dari seluruh segmen operasi yang melaporkan kerugian.c. Memiliki aset 10% atau lebih dari gabungan aset seluruh segmen operasi. Segmen operasi yang tidak memenuhi ambang batas kuantitatif dapat dipertimbangkan sebagai dilaporkan, dan diungkapkan secara terpisah, jika manajemen percaya bahwa informasi tentang segmen tersebut akan berguna bagi para pengguna laporan keuangan.

Jika total pendapatan eksternal yang dilaporkan oleh segmen operasi kurang dari 75% dari pendapatan entitas, maka tambahan segmen operasi diidentifi kasi sebagai segmen dilaporkan hingga sedikitnya 75% dari pendapatan entitas tercakup dalam segmen dilaporkan.Jika segmen operasi diidentifikasi sebagai segmen dilaporkan pada periode kini sesuai dengan ambang batas kuantitatif, maka data segmen sajian periode lalu untuk tujuan perbandingEn disajikan kembali untuk men cermin kan segmen dilaporkan yang baru sebagai suatu segmen terpisah.

IV. PENGUNGKAPANEntitas mengungkapkan informasi untuk memungkinkan para pengguna laporan keuangan mengevaluasi sifat dan dampak keuangan atas aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Entitas mengungkapkan hal-hal berikut untuk setiap periode laporan laba rugi komprehensif disajikan:

a) Informasi umum. b) Informasi tentang laba atau rugi segmen dilaporkan, termasuk pendapatan dan beban tertentu.

A. Informasi UmumEntitas mengungkapkan informasi umum berikut ini:a) Faktor-faktor yang digunakan untuk mengidentifi kasi segmen yang dapat dilaporkan dari entitas, termasuk dasar organisasi (misalnya, apakah manajemen telah memilih untuk mengatur entitas diantara perbedaan dalam produk dan jasa, wilayah geografis, lingkungan peraturan, atau gabungan dari faktor-faktor tersebut dan apakah segmen operasi telah diagregasikan), danb) Jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan untuk dari setiap segmen dilaporkan.

B. Informasi tentang Laba atau Rugi, Aset dan KewajibanEntitas melaporkan suatu ukuran atas laba atau rugi dan total untuk atas setiap segmen yang dilaporkan. Entitas melaporkan suatu ukuran kewajiban untuk setiap segmen dilaporkan jika jumlah tersebut secara reguler disediakan kepada pengambil keputusan operasional. Entitas juga mengungkapkan hal-hal berikut untuk setiap segmen dilaporkan jika jumlah tertentu termasuk dalam ukuran laba atau rugi segmen yang dikaji oleh pengambil keputusan operasional, atau secara teratur disediakan untuk pengambil keputusan operasional, bahkan jika tidak termasuk dalam mengukur laba atau rugi segmen:a) Pendapatan dari pelanggan eksternal;b) Pendapatan dari transaksi dengan segmen operasi lain dalam entitas yang sama;c) Pendapatan bunga;d) Beban bunga;e) Penyusutan dan amortisasi;f) Unsur-unsur material dari penghasilan dan beban; g) Bagian entitas atas laba atau rugi entitas asosiasi dan ventura bersama; h) Beban atau pendapatan pajak penghasilan; dani) Unsur-unsur material nonkas selain penyusutan dan amortisasi.

Entitas mengungkapkan hal-hal berikut untuk setiap segmen jika jumlah tertentu yang dimasukkan dalam mengukur aset segmen yang dikaji ulang oleh pengambil keputusan operasional atau sebaliknya secara reguler disediakan kepada pengambil keputusan operasional, bahkan jika tidak termasuk dalam mengukur aset segmen:a) Jumlah investasi pada entitas asosiasi dan joint venture yang dicatat dengan metode ekuitas, danb) Jumlah tambahan pada aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak tangguhan, aset imbalan

V. PENGUKURANJumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya. Penyesuaian dan eliminasi yang dibuat dalam penyusunan laporan keuangan entitas dan pengalokasian pendapatan, beban, dan keuntungan atau kerugian termasuk dalam menentukan laba atau rugi segmen yang dilaporkan hanya jika hal tersebut termasuk dalam pengukuran laba atau rugi segmen yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional. Jika pengambil keputusan operasional hanya menggunakan satu ukuran atas laba atau rugi, aset atau kewajiban segmen operasi dalam menilai kinerja dan memutuskan bagaimana alokasi sumber daya, maka laba atau rugi, aset dan kewajiban segmen dilaporkan atas ukuran tersebut. Jika pengambil keputusan operasional menggunakan lebih dari satu ukuran laba atau rugi, aset atau kewajiban segmen operasi, maka ukuran yang dilaporkan adalah ukuran yang dipercayai manajemen ditentukan sesuai dengan dasar pengukuran yang paling konsisten dengan yang digunakan dalam mengukur jumlah yang terkait dalam laporan keuangan entitas.Entitas menyampaikan penjelasan pengukuran laba atau rugi, aset dan kewajiban segmen untuk setiap segmen dilaporkan. Paling tidak, entitas mengungkapkan sebagai berikut:a) Dasar akuntansi untuk transaksi di antara segmen dilaporkan.b) Sifat dari setiap perbedaan antara pengukuran laba atau rugi segmenc) Sifat dari setiap perbedaan antara pengukuran atas aset segmen d) Sifat dari setiap perbedaan antara pengukuran atas kewajiban segmen e) Sifat dari setiap perubahan dari periode lalu dalam metode pengukuran yang digunakan.f) Sifat dan dampak dari alokasi yang tidak simetris kepada segmen dilaporkan

A. RekonsiliasiEntitas melakukan rekonsiliasi atas semua hal sebagai berikut:a) Total pendapatan segmen dilaporkan terhadap pendapatan entitas.b) Total ukuran laba atau rugi segmen dilaporkan terhadap laba atau rugi entitas sebelum beban pajak (pendapatan pajak) dan operasi dihentikan. c) Total aset segmen dilaporkan terhadap aset entitas.d) Total kewajiban segmen dilaporkan terhadap kewajiban e) Total jumlah dalam segmen dilaporkan untuk setiap informasi unsur material yang diungkapkan terhadap jumlah terkait dalam entitas.

B. Penyajian Kembali Informasi yang Dilaporkan SebelumnyaJika entitas mengubah struktur organisasi internal yang menyebabkan komposisi segmen dilaporkan berubah, maka informasi yang terkait untuk periode sebelumnya (termasuk periode interim) disajikan kembali, kecuali infomasi tersebut tidak tersedia dan biaya untuk mengembangkannya akan jauh lebih besar. Penentuan apakah informasi tidak tersedia dan biaya untuk mengembangkannya akan jauh lebih besar dilakukan untuk setiap unsur individual pengungkapan. Jika entitas telah mengubah struktur organisasi internal yang menyebabkan komposisi segmen dilaporkan berubah dan informasi segmen untuk periode yang lebih awal (termasuk periode interim) tidak disajikan kembali untuk mencerminkan perubahan tersebut, maka entitas mengungkapkan pada tahun dimana perubahan tersebut mengakibatkan informasi segmen untuk periode kini dengan segmentasi dasar baru dan dasar lama, kecuali informasi yang diperlukan tidak tersedia dan biaya untuk mengembangkan nya akan jauh lebih besar.

VI. PENGUNGKAPAN PADA LEVEL ENTITASBeberapa aktivitas bisnis entitas tidak diatur berdasarkan perbedaan yang terkait dengan produk dan jasa atau operasi wilayah geografis. Segmen dilaporkan entitas tersebut dapat melaporkan pendapatan dari suatu jajaran produk dan jasa yang berbeda secara esensial, atau lebih dari satu dari segmen dilaporkan dapat menyediakan produk dan jasa yang sama secara esensial. Hal yang serupa, segmen dilaporkan entitas dapat memiliki aset di wilayah geografis yang berbeda dan melaporkan pendapatan dari pelanggan di wilayah geografis yang berbeda, atau lebih dari satu dari segmen dilaporkan dapat beroperasi dalam wilayah geografis yang sama

A. Informasi tentang Produk dan JasaEntitas melaporkan pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa, atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa, kecuali informasi yang diperlukan tidak tersedia dan biaya untuk mengembangkan akan jauh lebih besar, dalam hal demikian fakta tersebut diungkapkan. Jumlah pendapatan yang dilaporkan berdasarkan pada informasi keuangan yang digunakan untuk meng hasilkan laporan keuangan entitas.

B. Informasi tentang Wilayah GeografisEntitas melaporkan informasi geografis berikut, kecuali jika informasi yang diperlukan tidak tersedia dan biaya untuk mengembangkan akan jauh lebih besar:a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada negara domisili entitas dan yang diatribusikan kepada semua negara asing secara total dimana entitas memperoleh pendapatan.b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang timbul akibat kontrak asuransi yang berlokasi di negara domisili entitas dan berlokasi di semua negara asing secara total dimana entitas memiliki aset tersebut.

C. Informasi tentang Pelanggan UtamaEntitas memberikan informasi tentang sejauh mana entitas menyandarkan pada pelanggan utamanya. Jika pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal mencapai jumlah 10% atau lebih dari pendapatan entitas, maka entitas harus mengungkapkan fakta tersebut, total jumlah pendapatan dari setiap pelanggan, dan identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut. Entitas tidak perlu mengungkapkan identitas pelanggan utama atau jumlah pendapatan yang setiap segmen dilaporkan dari pelanggan tersebut. Untuk tujuan Pernyataan ini, kelompok entitas yang merupakan sepengendali dengan entitas pelapor dianggap sebagai suatu pelanggan tunggal, serta pemerintah entitas di bawah kendali pemerintah dianggap sebagai suatu pelanggan tunggal.

VII. TANGGAL EFEKTIFEntitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode tahunan untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. Penerapan dini diperkenankan. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode tahunan yang dimulai sebelum 1 Januari 2011, maka entitas mengungkapkan fakta itu.

VIII. KETENTUAN TRANSISIInformasi segmen untuk tahun-tahun lalu yang dilaporkan sebagai informasi komparatif untuk awal tahun penerapan disajikan kembali sesuai dengan persyaratan dari Pernyataan ini, kecuali jika informasi yang diperlukan tidak tersedia dan biaya untuk pengembangannya akan jauh lebih besar.

IX. PENARIKANPernyataan ini menggantikan PSAK 5 (revisi 2000): Pelaporan Segmen.