Roadmap Buah

  • View
    73

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

ROADMAPINDUSTRI PENGOLAHAN BUAH

DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN JAKARTA, 2009

DAFTAR ISIHalaman I. PENDAHULUAN 1.1. Ruang Lingkup Industri Pengolahan Buah.................................. 1.2. Pengelompokan Industri Pengolahan Buah ............................... 1.3. Kecenderungan Global Industri Pengolahan Buah .................... 1.4. Permasalahan Yang dihadapi Industri Pengolahan Buah........... FAKTOR DAYA SAING 2.1. Permintaan dan Penawaran........................................................ 2.2. Faktor Kondisi (Input) ................................................................. 2.3. Industri Inti, Pendukung dan Terkait ........................................... 2.4. Strategi Pengusaha dan Perusahaan ......................................... ANALISIS SWOT 3.1. Kekuatan .................................................................................... 3.2. Kelemahan ................................................................................. 3.3. Peluang ...................................................................................... 3.4. Tantangan .................................................................................. SASARAN 4.1. Jangka Menengah (2010-2014).................................................. 4.2. Jangka Panjang (2010-2025) ..................................................... STRATEGI DAN KEBIJAKAN 5.1. Visi dan Arah Pengembangan Industri Pengolahan Buah ......... 5.2. Indikator Pencapaian ................................................................. 5.3. Tahapan Implementasi .............................................................. PROGRAM/RENCANA AKSI 6.1. Jangka Menengah (2010-2014) ................................................. 6.2. Jangka Panjang (2010-2025)...................................................... 1 3 3 5

II.

6 8 9 10

III.

11 11 11 11

IV.

12 12

V.

13 13 15

VI.

15 16 20

VII. KELEMBAGAAN ..............................................................................

1

DAFTAR GAMBARHalaman Gambar 1. Kerangka Pengembangan Industri Pengolahan Buah............. Gambar 2. Kerangka Keterkaitan Industri Pengolahan Buah.................... 17 18

2

DAFTAR TABELHalaman Tabel 1. Peran Pemangku Kepentingan dalam Pengembangan Industri Pengolahan Buah....................................................................... 19

3

I.

PENDAHULUAN1.1. Ruang Lingkup Industri Pengolahan Buah Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi besar untuk dapat menghasilkan aneka macam buah. Berbagai jenis buah utama yang dihasilkan oleh Indonesia dan mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan, seperti buah dalam kaleng, minuman sari buah, manisan buah, selai dan produk olahan buah lainnya adalah mangga, jeruk, nanas dan buah markisa. Produksi dan daerah penghasil buah-buahan tersebut pada tahun 2007 : Produksi buah nasional tahun 2007 sebesar 15,84 juta ton. Mangga, produksi buah mangga nasional sebasar 1,82 juta ton, dengan potensi produksi di Jawa Timur sebesar 0,59 juta ton dan Jawa Barat dengan potensi produksi sebesar 0,45 juta ton. Jeruk, produksi buah jeruk secara nasional sebesar 2,63 juta ton, dengan potensi produksi di Sumatera Utara sebesar 0,96 juta ton dan Jawa Timur sebesar 0,61 juta ton. Markisa, produksi buah markisa secara nasional sebesar 0,11 juta ton, dengan potensi produksi di Sulawesi Selatan sebesar 6,14 ribu ton dan Sumatera Utara dengan potensi produksi sebesar 11,20 ribu ton. Nenas, produksi nenas nasional sebesar 2,24 juta ton, dengan potensi produksi di Lampung sebesar 1,24 juta ton dan Jawa Barat dengan potensi produksi sebesar 0,54 juta ton. Luas area tanaman buah Indonesia tahun 2007 sebesar 727.640 Ha dengan produksi 15,84 juta ton Pada tahun 2007, Indonesia mengekspor buah dalam kaleng, terutama nenas dengan nilai US$ 144,3 juta dan sari buah sebesar US$ 22,12 juta. Namun dalam tahun yang sama Indonesia juga mengimpor buah dalam kaleng dengan nilai U$ 0,43 juta dan sari buah sebesar US$ 7,6 juta. Berdasarkan pada potensi buah (jeruk, mangga, nenas dan markisa) dan peluang ekspor maka pengembangan industri pengolahan buah

4

mendapatkan

prioritas

untuk

dikembangkan

sebagai

upaya

untuk

peningkatan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja. Pohon Industri Pengolahan Buah

Kosmetik / Biofarmaka Buah Kaleng Fruit Leather Daging Buah Matang Sale Anggur Puree Pikle Sirop Keripik Makanan dari Buah Asinan Daging Buah Mentah Buah Cutney Tepung Buah Makanan Bayi Makanan Pektin Farmasi Kulit Buah Pupuk Makanan Ternak Manisan Selai Juice Jelly

Pati Biji Makanan Ringan

Makanan

5

1.2. Pengelompokan Industri Pengolahan Buah 1.2.1. Kelompok Industri Hulu Pengalengan Buah Pengasinan Buah Pemanisan Buah 1.2.2. Kelompok Industri Antara Puree Buah 1.2.3. Kelompok Industri Hilir Sari buah Selai Fruit leather Kosmetik Industri Pengolahan dan Pengawetan lainnya untuk Buah

1.3. Kecenderungan Global Industri Pengolahan Buah 1.3.1. Kecenderungan Yang Telah Terjadi Total ekspor buah olahan Indonesia pada tahun 2005 menurut International Trade Centre adalah sebesar US$. 175,7 Juta dan pada tahun 2006 turun menjadi US$. 171,8 juta turun sebesar 2,2%. Sementara nilai ekspor buah olahan dunia pada tahun 2005 adalah sebesar US$. 31,615.8 juta dan meningkat menjadi US$.35,766,8 juta atau mengalami peningkatan sebesar 10 % pada tahun 2006. Sehubungan dengan data tersebut maka share ekspor buah olahan Indonesia terhadap nilai ekspor buah olahan dunia baru mencapai 0,6% tahun 2005 dan turun menjadi 0,5% tahun 2006. Walaupun share ekspor buah olahan Indonesia masih kecil terhadap ekspor dunia maka dalam jangka panjang Indonesia dapat lebih meningkatkan ekspor buah olahan melalui peningkatan produksi buah-buahan eksotis dan usaha

perkebunan yang terpadu dengan industri pengolahan buah.

6

1.3.2. Kecenderungan Yang Akan Terjadi Produksi buah-buahan tropis di masa depan cenderung meningkat baik dari kuantitas maupun kualitasnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah meningkatnya tingkat pendapatan per kapita penduduk dunia; meningkatnya jumlah penduduk dunia, dan meningkatnya penguasaan teknologi pengolahan buah. Dimasa yang akan datang juga akan terjadi perubahan permintaan berbagai produk buah, diantaranya seperti : Permintaan buah-buahan tropis organik (green product, Eco production), hal ini disebabkan meningkatnya kesadaran akan keamanan pangan dan kelestarian lingkungan. Hal ini merupakan peluang untuk Indonesia, karena sebagian besar masih diproduksi secara tradisional tanpa atau minimal penggunaan pupuk anorganik dan bahan kimia lainnya. Permintaan buah-buahan yang diproses minimal (minimally

processed) yang masih mempunyai cita rasa asli buah tropis. Permintaan produk baru dari buah-buahan sebagai obat, minuman kesehatan dan bahan kosmetik.

1.3.3. Analisis Terhadap Kecenderungan Yang Telah dan Akan Terjadi Dalam Perkembangan Industri Pengolahan Buah Kecenderungan masyarakat sampai saat ini masih lebih menyukai mengkonsumsi buah dalam keadaan segar dari pada mengkonsumsi buah olahan, karena harganya yang mahal sehingga ada persaingan pasar antara sari buah olahan yang asli dengan minuman buah essence dengan harga yang relatif terjangkau. Hal untuk

mengkonsumsi buah dalam bentuk segar dan diproses minimal merupakan peluang bagi petani untuk memproduksi buah dengan konsistensi di bidang mutu dan ukuran. Adanya perubahan perilaku masyarakat modern yang lebih menyukai minuman sari buah dalam kemasan praktis khususnya kemasan kecil dan mempunyai masa kadaluarsa lebih lama dari pada buah segar yang panjang. Hal ini dapat menjadi peluang bagi petani buah untuk

7

meningkatkan produksi buah-buahan dengan kualitan yang sesuai dengan permintaan pasar.

1.4. Permasalan Yang Dihadapi Industri Pengolahan buah a. Bahan Baku Pasokan bahan baku tidak kontinyu karena produksi buah-buahan bersifat musiman, konsistensi mutu dan ukuran serta tingkat

kematangan buah tidak merata disebabkan masih terbatasnya investasi budidaya perkebunan buah skala komersial; Sebaran peta potensi buah secara komprehensif terbatas pada produk buah-buahan tertentu di Indonesia; Terbatasnya penanganan teknologi pasca panen produksi buah-buahan dan penguasaan teknologi proses produksi di tingkat usaha skala kecil dan menengah masih rendah; b. Produksi Rendahnya kemampuan inovasi produk di bidang pengolahan buah; Terbatasnya penerapan Good Manufacturing Practice (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan ISO 9000 series; Belum optimalnya peran litbang untuk kegiatan R & D bidang pengolahan buah; Buah olahan umumnya diproduksi oleh industri skala menegah kecil yang masih terkendala dalam kemasannya. c. Pemasaran Kurangnya promosi pemasaran produk buah olahan di dalam negeri dan luar negeri; d. Infrastruktur Rendahnya kemampuan penyediaan modal khususnya bagi pelaku industri skala kecil.

8

II.

FAKTOR DAYA SAING2.1. Permintaan dan Penawaran 2.1.1. Permintaan Dunia, Regional dan Domestik a. Dunia Total permintaan (impor) buah olahan dunia tahun 2005 sebesar US$ 31,964.57 juta dan pada tahun 2006 sebesar US$. 35,393.78 juta, dengan prediksi pertumbuhan permintaan 10% per tahun maka diperkirakan total permintaan dunia tahun 2010 sebesar US$.51,820 juta. Pangsa pasar buah olahan dalam kaleng dan juice Indonesia di pasar dunia sekitar 4% (US$ 138, 03 juta) dan merupakan urutan ke 51 dari permintaan buah olahan dalam kaleng dunia sebesar US$ 3,450.75 juta. Negara eksportir utama dunia untuk produk buah dalam kaleng dan juice/sari buah adalah Amerika Serikat (41%), Norwegia (27%), Jepang (16%), dan Malaysia (12%). Perkiraan permintaan buah olahan ta