of 136 /136
ANALISIS KINERJA KEUANGAN EMITEN TERHADAP HARGA SAHAM SYARIAH PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI ISSI (INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA) SEKTOR INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI PERIODE 2011-2015 Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Syariah ( S.E. Sy) Oleh: HANNA AMALIA YOSRAL NIM. 1112046100104 KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH PROGRAM STUDI MUAMALAT FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1437 H /2016 M

Skripsi - repository.uinjkt.ac.idrepository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789... · 2. Bapak A.M. Hasan Ali, MA dan Bapak Abdurrauf, Lc, MA, selaku Ketua dan Sekertaris Program

  • Author
    doquynh

  • View
    223

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of Skripsi - repository.uinjkt.ac.idrepository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789... · 2. Bapak...

  • ANALISIS KINERJA KEUANGAN EMITEN TERHADAP HARGA

    SAHAM SYARIAH PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI ISSI

    (INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA) SEKTOR INFRASTRUKTUR,

    UTILITAS DAN TRANSPORTASI PERIODE 2011-2015

    Skripsi

    Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

    Gelar Sarjana Ekonomi Syariah ( S.E. Sy)

    Oleh:

    HANNA AMALIA YOSRAL

    NIM. 1112046100104

    KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH

    PROGRAM STUDI MUAMALAT

    FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    1437 H /2016 M

  • LEMBAR PERNYATAAN

    Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya:

    1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi

    salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata 1 (S-1) di Universitas Islam

    Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

    2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan

    sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN)

    Syarif Hidayatullah Jakarta.

    3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau

    merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima

    sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah

    Jakarta.

    Jakarta, 5 Juni 2016

    Hanna Amalia Yosral

  • ANALYSIS OF ISSUERS FINANCIAL PERFORMANCE TO STOCK PRICE

    SHARIA ON COMPANIES LISTED IN ISSI (ISLAMIC STOCK SHARIA

    INDEX) SECTOR INFRASTRUCTURE, UTILITIES AND

    TRANSPORTATION ON PERIOD OF 2011-2015

    Hanna Amalia Yosral

    ABSTRACT

    The purpose of this research is to analyze the influence of the issuer's

    financial performance to Sharia Stock Price. The ratio of the issuer's financial

    performance used that is Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM),

    Earning per Share (EPS) and book value per share (BVPS). This research used a

    samples from 5 companies that consistently at the Indonesian Sharia Stock Index

    (ISSI) in sector of infrastructure, utilities and transportation during the period

    2011-2015. Mechanical Sampling used purposive sampling method. The method

    used is the panel data regression with fixed effect models. The results of analysis

    simultaneously all four ratios significantly influence the sharia stock prices.

    Partially Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Earning per

    Share (EPS) and Book Value per Share (BVPS) positive significant effect on

    fluctuations of sharia stock price.

    Keywords : Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Earning

    per Share (EPS) Book Value per Share (BVPS) and Stock price.

  • ANALISIS KINERJA KEUANGAN EMITEN TERHADAP HARGA

    SAHAM SYARIAH PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI ISSI

    (INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA) SEKTOR INFRASTRUKTUR,

    UTILITAS DAN TRANSPORTASI PERIODE 2011-2015

    Abstrak

    Hanna Amalia Yosral. NIM: 1112046100104. Analisa Kinerja Keuangan Emiten

    Terhadap Harga Saham Syariah pada Perusahaan yang Terdaftar di Indonesia

    Sharia Stock Index (ISSI) Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi periode

    2011-2015. Kosentrasi Perbankan Syariah, Program Studi Muamalat, Fakultas

    Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2016

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan

    emiten terhadap harga saham syariah. Rasio kinerja keuangan emiten yang dipakai

    yaitu Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Earning per Share

    (EPS) dan Book Value per Share (BVPS). Penelitian ini menggunakan data

    sekunder dari data yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia berupa laporan

    rasio keuangan perusahaan. Sampel yang digunakan sebanyak 5 (lima) perusahaan

    di sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi yang secara konsisten berada di

    Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) selama periode 2011-2015. Teknik

    Pengambilan sampel menggunakan metode sampling purposive. Metode yang

    digunakan adalah regresi data panel dengan fixed effect model, teknis analisis data

    menggunakan uji asumsi klasik, uji hipotesis berupa: uji F, uji T, uji koefisien

    determinasi dan persamaan model. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan

    keempat rasio berpengaruh signifikan terhadap harga saham syariah. Secara

    parsial Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Earning per Share

    (EPS) dan Book Value per Share (BVPS) berpengaruh signifikan positif terhadap

    fluktuasi harga saham syariah. Variabel yang paling berpengaruh adalah Book

    Value per Share (BVPS).

    Kata kunci : Harga Saham Syariah, Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit

    Margin (NPM), Earning per Share (EPS) dan Book Value per

    Share (BVPS)

  • vii

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT

    atas segala rahmat, nikmat, serta pertolongan-Nya, Khususnya kepada penulis,

    sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik yang berjudul

    ANALISIS KINERJA KEUANGAN EMITEN TERHADAP HARGA

    SAHAM SYARIAH PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI ISSI

    (INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA) SEKTOR INFRASTRUKTUR,

    UTILITAS DAN TRANSPORTASI PERIODE 2011-2015 Shalawat dan

    salam senantiasa dipanjatkan kepada Rasulullah, Nabi Muhammad SAW yang

    telah mengantarkan manusia dari zaman kegelapan ke zaman yang terang

    benderang ini.

    Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memperoleh lulusan dengan

    menyandang gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy) di Universitas Islam Negeri

    Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulisan skripsi ini tidak akan terselesaikan dengan

    baik tanpa pihak yang terulur memberikan bantuan. Ucapan rasa hormat dan

    terima kasih yang tulus atas segala kepedulian mereka yang telah memberikan

    bantuan berupa doa, bimbingan, kritik, masukan, dorongan semangat, dukungan

    finansial dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, perkenankan penulis

    menyampaikan ucapan terimakasih kepada:

    1. Bapak Dr. Asep Saepudin Jahar, MA, selaku Dekan Fakultas Syariah dan

    Hukum Universitas Islam Syarif Hidaytullah Jakarta.

  • viii

    2. Bapak A.M. Hasan Ali, MA dan Bapak Abdurrauf, Lc, MA, selaku Ketua

    dan Sekertaris Program Studi Muamalat Fakultas Syariah dan Hukum

    Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

    3. Dosen pembimbing yang senantiasa sabar dalam memberikan arahan dan

    bimbingan kepada penulis sehingga skripsi ini terselesaikan, Bpk Arif

    Fauzan, M.M. Semoga Allah senantiasa merahmati beliau.

    4. Para dosen Program Studi Muamalat Konsentrasi Perbankan Syariah,

    Fakultas Syariah dan Hukum atas curahan ilmu dan tuntunannya kepada

    penulis.

    5. Kepada seluruh staff dan pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,

    khususnya pegwai Fakultas Syariah dan Hukum.

    6. Kedua orang tua tercinta Bapak H. Evon Yosral dan Ibu Firda Suryani

    yang selalu memberikan doa dan dukungan dengan sepenuh hati kepada

    penulis selama ini.

    7. Adik tercinta, Rihan Yosral, Kevin Yosral, Ade Zahrah Nur Yosral yang

    selalu memberikan doa, dukungan semangat dan selalu peduli kepada

    penulis.

    8. Keluarga besar Perbankan Syariah angkatan 2012, terkhusus teman-teman

    di kelas PS C 2011 dan keluarga besar KKN SHINE 2012 Aan, Ana, Adit,

    Ayub, Bari, Dirga, Fadhel, Farhan, Fatma, Indah, Mely, Rama, Ratu,

    Sibon. Yang senantiasa memberikan doa, dukungan semangat dan

    keceriaan kepada penulis. Tidak lupa teman-teman seperjuangan Bakwan

    Community Wiwin, Seta, Rama, Farhah, Henis, Syarah, Mugni, Fadil,

  • ix

    Acan yang selalu memberikan doa dan support agar senantiasa selalu

    semangat dalam mengerjakan skripsi ini.

    9. Teman-teman di SMAN 1 Tajurhalang, khususnya teman-teman 12 IPA 2,

    OCHO dan DAbs yang senantiasa memberikan doa dan semangat kepada

    penulis.

    10. Kakak-kakak senior dan adik-adik junior di UIN Syarif Hidayatullah

    Jakarta yang senantiasa meluangkan waktunya kepada penulis untuk

    sharing tentang Skripsi.

    Semoga Allah SWT memberikan perlindungan, rahmat dan balasan berlipat ganda

    kepada seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam skripsi ini

    yang telah memberikan bantuan berupa materi maupun non materi. Semoga

    tulisan ini bermanfaat bagi semua kalangan.

    Jakarta, 5 Juni 2016

    Hanna Amalia Yosral

  • x

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

    LEMBAR PERNYATAAN ........................................................................... ii

    LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ............................................... iii

    LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... iv

    ABSTRACT .................................................................................................... v

    ABSTRAK ..................................................................................................... vi

    KATA PENGANTAR .................................................................................... vii

    DAFTAR ISI ................................................................................................... x

    DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiii

    DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiv

    BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1

    A. Latar Belakang ....................................................................... 1

    B. Identifikasi Masalah ............................................................... 13

    C. Pembatasan dan Perumusan Masalah .................................... 15

    1. Pembatasan Masalah ........................................................ 15

    2. Perumusan Masalah ......................................................... 15

    D. Tujuan Penelitian ................................................................... 16

    E. Manfaat Penelitian ................................................................. 16

    F. Teknik penulisan .................................................................... 17

    G. Sistematika Penulisan ............................................................ 17

    BAB II TINJAUAN TEORITIS ............................................................ 20

    A. Investasi dan Pasar Modal Syariah ........................................ 20

    1. Investasi syariah ............................................................... 20

  • xi

    2. Pasar Modal Syariah ........................................................ 21

    B. Saham Syariah, Indeks dan Harga Saham ............................. 26

    1. Saham Syariah ................................................................. 26

    2. Indeks Saham Syariah ...................................................... 28

    3. Harga saham Syariah ....................................................... 29

    C. Analisis Penilaian Harga Saham ............................................ 31

    1. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan ........................... 33

    2. Rasio Keuangan ............................................................... 34

    3. Variabel kinerja keuangan emiten ................................... 36

    D. Kerangka Pemikiran .............................................................. 42

    E. Tinjauan (Review) Kajian Terdahulu ..................................... 43

    F. Hipotesis ................................................................................ 49

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................... 52

    A. Jenis Penelitian ...................................................................... 52

    B. Ruang Lingkup Penelitian ..................................................... 52

    C. Metode Penentuan Sampel..................................................... 53

    1. Populasi ............................................................................ 53

    2. Sampel ............................................................................. 54

    3. Teknik Pengumpulan Data ............................................... 54

    D. Operasionalisasi Variabel Penelitian ..................................... 56

    1. Variabel Dependen .......................................................... 56

    2. Variabel Independen ........................................................ 56

    E. Sumber Data .......................................................................... 59

    F. Metode Analisis Data............................................................. 59

    1. Uji Asumsi Klasik ............................................................ 60

  • xii

    2. Uji Regresi Data Panel ..................................................... 63

    3. Uji Hipotesis .................................................................... 72

    BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ........................................... 79

    A. Gambaran Umum Objek Penelitian ....................................... 79

    B. Uji Asumsi Klasik .................................................................. 83

    1. Uji Multikolenearitas ....................................................... 83

    2. Uji Heteroskedastisitas .................................................... 83

    3. Uji Autokorelasi ............................................................... 84

    4. Uji Normalitas.................................................................. 85

    C. Uji Model Regresi Data Panel ............................................... 86

    1. Uji Chow .......................................................................... 87

    2. Uji Hausman .................................................................... 88

    D. Uji Hipotesis .......................................................................... 89

    1. Persamaan Koefisien Model Regresi ............................... 89

    2. Uji F ................................................................................. 90

    3. Uji T ................................................................................. 92

    4. Koefisien Determinasi (R2) .............................................. 96

    E. Pembahasan Hasil Penelitian ................................................. 98

    BAB V PENUTUP................................................................................... 104

    A. Kesimpulan ............................................................................ 104

    B. Saran ...................................................................................... 105

    DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 108

    LAMPIRAN

  • xiii

    DAFTAR TABEL

    Halaman

    1.1 Jumlah Saham Syariah dalam Daftar Efek Syariah 6

    1.2 Kapitalisasi Pasar Bursa Efek Indonesia 7

    1.3 Perbandingan Indeks Saham Syariah dengan Indeks Seluruh Saham 8

    1.4 Kapitalisasi Pasar Saham Sektor Infrastruktur, Utilitas dan

    Transportasi 9

    2.1 Studi terdahulu 43

    3.1 Sampel emiten 55

    4.1 Emiten Subsektor Energi 79

    4.2 Emiten Subsektor Jalan tol, Pelabuhan, Bandara dan Sejenisnya 80

    4.3 Emiten Subsektor Telekomunikasi 80

    4.4 Emiten Subsektor Transportasi 80

    4.5 Lima Emiten Saham Syariah yang Diteliti 82

    4.6 Uji Multikolenearitas 83

    4.7 Uji Heteroskedastisitas 84

    4.8 Uji Autokorelasi 85

    4.9 Uji Chow 87

    4.10 Uji Hausman 88

    4.11 Uji Korelasi 89

    4.12 Uji F 91

    4.13 Uji T 93

    4.14 Uji Koefisien Determinasi R2 97

  • xiv

    DAFTAR GAMBAR

    Halaman

    2.1 Kerangka Pemikiran 42

    4.1 Histogram 86

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Ekonomi Islam atau lebih dikenal dengan sebutan ekonomi syariah, kini

    kian tumbuh dan berkembang begitu signifikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa

    perkembangan ekonomi syariah melaju begitu cepat. Hal tersebut tidak lepas

    dari peran serta masyarakatnya dalam berkontribusi dan berpartisipasi dalam

    pengembangan ekonomi syariah serta peran pemerintah dalam menciptakan

    regulasi. Selain itu Perkembangan ekonomi syariah tidak hanya terjadi di

    Indonesia, tetapi hampir sebagian besar Negara di Asia, Afrika, Australia, dan

    Amerika juga mengalami hal yang sama.

    Perekonomian di Indonesia saat ini masih mengalami situasi yang

    terpuruk diambang kehancuran seperti krisis ekonomi yang berulang. Hal ini

    dikarenakan sistem yang dipakai pada perekonomian Indonesia menggunakan

    sistem riba, sedangkan yang telah kita ketahui riba itu merupakan penghancur

    sistem ekonomi.1 Sejarah telah menyuguhkan berbagai macam tragedi

    ekonomi akibat sistem bunga yang dikembangkan oleh perbankan

    konvensiomal. Dalam pandangan Roy Davis, sepanjang abad ke-20 kemarin,

    berbagai belahan dunia dilanda krisis moneter sebanyak 20 kali, itu artinya

    setiap lima tahun sekali dunia dilanda krisis moneter. Sebagian ekonom

    1 Ronald Rulindo, Being Global Leader in Islamic Finance, Review Kuliah umum

    Ekonomi Syariah pada 4 Mei 2015 di Universitas Gunadarma. Artikel diambil dari

    shariaeconomicforum.

  • 2

    menengarai bahwa berbagai krisis tersebut muncul akibat penerapan bunga

    dalam sistem moneter. Seharusnya hal ini dipahami sebagai sebuah tragedi

    kemanusiaan yang harus segera dicarikan jalan keluarnya secara mendasar.2

    Munculnya permasalahan tersebut menyebabkan diadakannya Ekonomi

    Syariah yang merupakan salah satu alternatif atau jalan keluar bagi

    perekonomian di Indonesia saat ini. Ekonomi Syariah menjadi solusi

    dikarenakan memiliki tujuan untuk meningkatkan keadilan dan kesejahteraan

    ekonomi masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial.3

    Sebagai bukti rill di masyarakat, perkembangan ekonomi syariah

    ditunjukkan dengan munculnya lembaga-lembaga keuangan syariah seperti

    Bank Syariah, Asuransi Syariah, BMT, Pasar Modal Syariah dan lain

    sebagainya, dan dari tahun ke tahun semakin banyak. Tentunya dalam

    operasional lembaga tersebut menggunakan akad-akad dan prinsip syariah.

    Hal ini merupakan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi syariah khususnya

    di industri keuangan.4

    Perkembangan ekonomi Islam telah mulai mendapatkan momentum

    sejak didirikannya Bank Muamalat pada tahun 1992. Berbagai Undang-

    Undangnya yang mendukung tentang sistem ekonomi tersebutpun mulai

    dibuat, seperti UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana yang

    2 M. Yazid Affandi, Bunga Bank dalam perspektif Ushul Fiqh (Bukan Ribakah Bunga

    Bank?, EKBISI, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, Vol. VII, No.1,

    (Desember 2012), hal 43-57. 3 Ronald Rulindo, Being Global Leader in Islamic Finance, Review Kuliah umum

    Ekonomi Syariah pada 4 Mei 2015 di Universitas Gunadarma. Artikel diambil dari

    httshariaeconomicforum. 4 Puri, Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia, artikel diakses pada 14 Februari

    2016 dari, https://pur1225.wordpress.com

  • 3

    telah diubah dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 dan Undang-

    undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.

    Berdasarkan pernyataan diatas, selain Perbankan Salah satu instrumen

    dalam perkembangan ekonomi syariah adalah pasar modal syariah. Jika pasar

    modal berfungsi dengan baik, maka pasar modal dapat berperan signifikan

    dalam pembangunan ekonomi. Sebaliknya jika pelaku pasar modal tidak baik

    menyebabkan kerentanan, yang pada gilirannya membawa contagion effect

    (efek menular atas krisis finansial) sangat besar pada kondisi perekonomian

    suatu Negara dan bahkan dunia. Karena di dalamnya menghubungkan begitu

    banyak pelaku ekonomi tanpa batas Negara.5

    Pasar modal memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian

    global saat ini. Sebagai Negara yang pasar keuangannya tengah berkembang,

    pasar modal telah menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia,

    baik sebagai tempat untuk menghimpun dana, tempat alternatif investasi

    melalui penjualan saham dan penerbitan obligasi, maupun sebagai indikator

    stabilitas kondisi makroekonomi.6

    Pengertian Pasar modal sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun

    1995 tentang Pasar Modal (UUPM) adalah kegiatan yang bersangkutan

    dengan penawaran umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang

    berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang

    5 Abdul Aziz, Manajemen Investasi Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2010), Hlm. 62. 6 Irfan Syauqi Beik & Sri Wulan Fatmawati Pengaruh Indeks Harga Saham Syariah

    Internasional dan Variabel Makro Ekonomi Terhadap Jakarta Islamic Index, Al-Iqtishad

    Vol VI No.2 (Juli 2014): hlm.2

  • 4

    berkaitan dengan Efek. Berdasarkan definisi tersebut, terminologi pasar modal

    syariah dapat diartikan sebagai kegiatan dalam pasar modal sebagaimana yang

    diatur dalam UUPM yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Oleh

    karena itu, pasar modal syariah bukanlah suatu sistem yang terpisah dari

    sistem pasar modal secara keseluruhan.

    Secara umum kegiatan Pasar Modal Syariah tidak memiliki perbedaan

    dengan pasar modal konvensional, namun terdapat beberapa karakteristik

    khusus pada Pasar Modal Syariah yaitu bahwa produk dan mekanisme

    transaksi tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.7

    Pasar modal syariah di Indonesia telah berkembang selama dua dekade,

    yaitu dimulai sejak pertama kali diluncurkannya reksa dana syariah pada tahun

    1997. Sejak saat itu pasar modal syariah Indonesia terus tumbuh dan

    berkembang yang ditandai dengan semakin banyaknya produk syariah, dan

    semakin bertambahnya masyarakat yang mengenal dan peduli pasar modal

    syariah. Indikator lainnya yaitu semakin maraknya para pelaku pasar modal

    syariah yang mengeluarkan efek-efek syariah selain saham-saham dalam

    Jakrta Islamic Index (JII)8. Produk syariah yang tersedia hingga akhir 2015

    terdiri dari efek syariah berupa saham syariah, sukuk, reksa dana syariah dan

    exchange traded funds (ETF) syariah. Dalam hal pengembangan produk, baik

    berupa sukuk maupun reksa dana memiliki pangsa pasar kurang dari 5% dari

    seluruh produk syariah dan konvensional, sedangkan saham syariah telah

    7 OJK, Pasar Modal Syariah, artikel diakses pada 12 Februari 2016 pukul 11:07 dari

    http://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/tentang-syariah/pages/pasar-modal-syariah.aspx 8Abdul Aziz, Manajemen Investasi Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2010), Hlm. 75.

    http://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/tentang-syariah/pages/pasar-modal-syariah.aspx
  • 5

    mencapai lebih dari 50% dari seluruh saham yang dicatat di Bursa Efek

    Indonesia. Oleh karena itu, pertumbuhan produk syariah terutama saham perlu

    ditingkatkan melalui peningkatan nilai maupun variasi jenis produk.

    Namun Demikian, dengan banyaknya jumlah penduduk Muslim di

    Indonesia, potensi pasar modal keuangan syariah seharusnya sangat besar.

    Tetapi kenyataannya apabila dibandingkan dengan Negara berpopulasi

    Muslim lainnya, perkembangan Indonesia masih tertinggal dalam pasar modal

    syariah. Presentase perkembangan pasar modal syariah global pada porsi

    produk saham masih dibawah Negara Malaysia yaitu sebesar 62% sedangkan

    Malaysia sebesar 74%. Demikian juga untuk kontribusi efek syariah terhadap

    total nilai efek nasional. Di Indonesia, kapitalsasi pasar (market cap) saham

    syariah sebesar 56% dari total, sedangkan Malaysia sudah mencapai 62%.

    Hal ini dikarenakan di satu sisi banyak pelaku pasar yang belum

    memahami prinsip syariah, di sisi lain banyak ahli syariah yang belum

    memamhami konsep pasar modal.

    Investasi di pasar modal dinilai menarik karena banyak pilihan. Setiap

    pilihan memiliki risiko yang berbeda. Di antara berbagai instrumen pasar

    modal, saham merupakan instrumen dan investasi yang memiliki tingkat

    return dan risiko yang tinggi. Nilai transaksi atau yang dalam istilah pasar

    modal dikenal sebagai nilai kapitalisasi yang tinggi mengindikasikan potensi

    perolehan laba yang tinggi. Disisi lain return atas investasi saham yaitu

    dividend dan capital gain lebih sulit diprediksi, sehingga investor harus

    melakukan analisis saham guna memperoleh keuntungan yang diharapkan

    (Subekti, 1999).

  • 6

    Dari penjelasan tentang antusias investor berinvestasi pada intrumen

    saham di pasar modal, dibawah ini merupakan tabel jumlah emiten saham

    yang terus bertambah dalam Daftar Efek Syariah seiring dengan meningkatnya

    investor saham syariah.

    Tabel I.1

    Jumlah Saham Syariah dalam Daftar Efek Syariah (DES)

    Sumber: Road Map Pasar Modal Syariah-OJK

    Berdasarkan DES yang telah diterbitkan pada periode lima tahun

    terakhir, jumlah saham syariah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun

    sebagaimana telah terlihat di tabel I.1. peningkatan jumlah saham syariah ini

    seiring dengan peningkatan jumlah perusahaan yang melakukan penawaran

    umum saham serta bertambahnya emiten yang sahamnya memenuhi kriteria

    sebagai saham syariah. Pada tahun 2014, total saham syariah pada DES

  • 7

    periode I terdiri dari 326 dan pada periode II terdiri dari 336 saham dan

    diperkirakan jumlah ini terus meningkat.

    Tabel I.29

    Kapitalisasi Pasar Bursa Efek Indonesia (Rp Milyar)

    Tahun

    Jakarta

    Islamic

    Index

    Indeks

    Saham

    Syariah

    Indonesia

    Indeks

    Harga

    Saham

    Gabungan

    Indeks

    LQ45

    2010 1,134,632.00 - 3,247,096.78 1,134,632.00

    2011 1,414,983.81 1,968,091.37 3,537,294.21 1,414,983.81

    2012 1,671,004.23 2,451,334.37 4,126,994.93 1,671,004.24

    2013 1,672,009.91 2,557,846.77 4,219,020.24 1,672,099.91

    2014 1,944,531.70 2,946,892.79 5,228,043.48 3,337,428.00

    2015 1,696,865.14 2,576,748.18 4,701,660.05 2,832,673.44

    Pertumbuhan 49,55% 30,92% 44,79% 49,65%

    Tabel I.2 menunjukkan kapitalisasi pasar saham pada Bursa Efek

    Indonesia sesuai dengan indeks masing-masing selama 6 (enam) tahun

    terakhir. Jakarta Islamic Index dari tahun 2011 sampai 2015 mengalami

    pertumbuhan kapitalisasi pasar sebesar 49,55 % dengan jumlah tahun 2015

    sebesar 1,696,865.14 milyar. Sedangkan pada Indeks Saham Syariah

    Indonesia memiliki pertumbuhan kapitalisasi pasar hingga 2015 sebesar

    30,92% dengan jumlah 2,576,748.18 milyar. Pada Indeks Harga Saham

    Gabungan memiliki pertumbuhan kapitalisasi pasar sebesar 44,79% dan pada

    LQ45 pertumbuhan kapitalisasi pasar sebesar 49,65%. Dari keempat indeks

    yang ada pada Bursa Efek Indonesia, pada tahun 2015 keempatnya mengalami

    penurunan kapitalisasi pasar.

    9 OJK, Statistik Saham Syariah Oktober 2015, diakses pada 14 Feb 2016 dari ojk.go.id,

    hlm 1.

  • 8

    Tabel I.3

    Perbandingan Indeks Saham Syariah dengan Indeks Saham seluruh Saham10

    2011 2012 2013 2014 2015 Pertumbuhan

    Indeks

    Syariah

    JII 537,03 594,78 585,11 691,04 599,44 12,48 %

    ISSI 125,36 144,99 143,71 168,64 143,71 14,64%

    Indeks

    Keseluruhan

    LQ 45 673,51 735,04 711,14 898,58 787.45 19,06 %

    IHSG 3821,99 4316,69 4274,18 5226,95 4561.33 23,16 %

    Tabel I.3 menunjukkan pertumbuhan indeks saham syariah dalam

    periode 5 (lima) tahun terakhir, yaitu sebesar sebesar 14,64% untuk ISSI dan

    14,64% untuk JII. Sedangkan untuk saham secara keseluruhan menunjukkan

    pertumbuhan sebesar 23,16% untuk IHSG dan 19,06% untuk LQ45.

    Dibandingkan tahun sebelumnya, pada penutupan bursa 2014, Indeks Saham

    Syariah Indonesia (ISSI) meningkat 17,35% ke level 168,64 poin dan nilai

    kapitalisasi pasar sahamnya meningkat 15,21% menjadi sebesar Rp2.946,9

    triliun atau sekitar 56,37% dari total kapitalisasi pasar saham. Pada periode

    yang sama, Jakarta Islamic Index (JII) mengalami peningkatan sebesar

    18,10% ke level 691,04 poin. Nilai kapitalisasi pasar saham JII juga

    meningkat 16,29% dibandingkan akhir tahun 2013 menjadi sebesar Rp1.944,5

    triliun atau sekitar 37,19% dari total kapitalisasi pasar saham. Di tahun 2015

    terlihat penurunan level di indeks syariah maupun indeks keseluruhan

    sehingga pertumbuhan dari 2010 ke 2015 sangat sedikit.

    Masuk ke dalam perkembangan harga saham syariah yang berfluktiatif.

    Salah satu sektor perusahaan dari Sembilan sektor yang ada, yaitu pada saham

    syariah sektor Infrastruktur, Uitilitas dan Transportasi juga menyumbangkan

    10 OJK, Road Map Pasar Modal Syariah 2015-2019, hlm. 36

  • 9

    partisipasinya dalam pertumbuhan dari seluruh saham yang berada di ISSI

    (Indeks Saham Syariah Indonesia). Berikut perkembangan saham sektor

    Infrastruktur, Uitilitas dan Transportasi.

    Tabel I.4

    Kapitalisasi Pasar Saham Sektor Infrastruktur, Utilitas, & Transportasi

    (Bill. Rp)

    Sub Sektor Infrastruktur, Utilitas

    dan Transportasi / Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 2015

    Energy 108.201 78.11 112.776 109.632 147.023 68.026

    Toll Road, Airport, Harbor &

    Allied Prod. 30.478 34.727 42.94 43.385 57.514 43.354

    Telecommunication 253.845 239.87 287.36 299.527 357.157 381.987

    Transportation 15.898 32.591 43.566 49.603 77.615 49.137

    Non Building Construction 50.508 35.734 68.02 72.731 103.925 95.158

    Total Keseluruhan 458.93 421.031 554.662 574.879 743.235 637.663

    Dari tabel I.4 diatas menjelaskan bahwa dari tahun 2011 sampai dengan

    tahun 2014 mengalami tren naik dari total keseluruhan sub sektor

    Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi. Pada tahun 2010 ke 2011 mengalami

    penurunan sebesar 37.899 Milyar dan terjadi penurunan kembali dari tahun

    2014 ke tahun 2015 yang begitu signifikan sebesar 105.572 Milyar. Market

    Cap yang paling besar dialami oleh sub sektor Telecommunication dengan

    jumlah 381.987 Milyar pada tahun 2015.

    Pada masa pemerintahan presiden Joko Widodo menyerukan pembangun

    infrastruktur besar-besaran mulai dari pembangun waduk hingga jalan tol.

    Joshua Tanja selaku Head of Equities and Research UBS Indonesia

    menjelaskan keseriusan pemerintah di sektor infrastruktur yang terlihat sangat

    jelas membuat investor tampak menggila sektor tersebut. Antusiasme investor

    terhadap prospek saham saham sektor infrastruktur masih tinggi karena setelah

  • 10

    melihat subsidi BBM dipangkas, ada dana besar yang bergulir ke sektor

    infrastruktur. Akuisisi yang secara efektif berjalan telah cukup

    menggambarkan keseriusan pemerintah di bidang infrastruktur seperti

    pembangunan pembangkit listrik dan proyek-proyek infrastruktur lainnya.11

    Berdasarkan pernyataan diatas investasi sektor infrastruktur menjadi

    menarik dilirik untuk dibeli sahamnya. Dalam hal ini investor akan melihat

    kondisi industri dengan cara membandingkan emiten yang sejenis atau satu

    sektor yang sama, manakah industri yang mengalami trend yaitu industri yang

    sedang booming, industri yang sedang lesu dan industri yang stagnan. Untuk

    kondisi emiten seperti diatas maka investor akan melihat perbandingan harga

    saham dari beberapa emiten yang nantinya akan dibeli. Apakah harga saham

    perusahaan tersebut setara dengan nilai wajar atau tidak.

    Harga saham di bursa efek akan ditentukan oleh kekuatan permintaan

    dan penawaran. Pada saat permintaan saham meningkat, maka harga saham

    tersebut akan cenderung meningkat. Sebaliknya, pada saat banyak orang

    menjual saham, maka harga saham tersebut cenderung akan mengalami

    penurunan12

    Maka dari itu untuk mendorong pertumbuhan saham syariah, harus ada

    faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pada saham syariah baik

    pengaruh negatif maupun positif. Pertumbuhan saham syariah diproksikan

    11 Joshua Tanja, Investor Masih Tergila-gila dengan Sektor Saham Infrastruktur RI,

    Artikel diakses pada 7 Desember 2015 dari http://bisnis.liputan6.com/read/2188583/investor-

    masih-tergila-gila-dengan-sektor-saham-infrastruktur-ri. 12 Pandji Anoraga & Piji Pakarti, Pengantar Pasar Modal Edisi Revisi, (Jakarta: PT.

    Rineka Cipta, 2003), hlm 58.

  • 11

    pada fluktuasi harga saham syariah pada suatu emiten. Khususnya di

    perusahaan sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi.

    Ada berbagai pertimbangan yang mendasari investor dalam berinvestasi

    di Pasar Modal Syariah khususnya pada saham syariah diantaranya

    pertimbangan keuntungan dan risiko atas investasi tersebut. Bentuk

    keuntungan yang diharapkan berupa dividen atau dalam bentuk capital gain

    yang terbentuk dari meningkatnya harga saham. Selain itu calon investor juga

    memilih saham saham yang harus memenuhi segala persyaratan dan

    kualifikasi sesuai dengan prinsip syariah. Maka dari itu selain mendapatkan

    keuntungan, investor juga mendapatkan keberkahan dalam investasi yang di

    pilih.

    Sebelum menginvestasikan uang dengan membeli saham perusahaan

    yang bersangkutan di Bursa Efek, sebaiknya calon investor harus dan telah

    memperhatikan hal-hal seperti faktor-faktor yang ada serta tercermin dalam

    laporan keuangan perusahaan. Investor dalam menanamkan dananya

    membutuhkan berbagai informasi yang berguna untuk mempredeksi hasil

    investasinya dalam pasar modal. Untuk melakukan analisis tentang harga

    saham syariah pada suatu emiten diperlukan adanya informasi dari kinerja

    keuangan emiten itu sendiri.

    Mengukur tingkat kewajaran suatu saham biasanya adalah dengan

    membandingkan rasio-rasio keuangan tertentu dengan saham lainnya yang

    bergerak dalam bisnis yang sama. Rasio keuangan tersebut dapat dikatan

    sebagai kinerja keuangan suatu perusahaan. Rasio keuangan digunakan untuk

  • 12

    mengurangi banyaknya informasi relevan pada serangkaian indikator

    keuangan yang terbatas dan untuk meniadakan pengaruh ukuran besarnya

    perusahaan. Sehingga perbandingan antar perusahaan pada skala yang berbeda

    dapat dilakukan.13 Perusahaan yang akan diteliti adalah perusahan yang

    sejenis dalam satu sektor yang sama.

    Dari aspek tujuan analisis, rasio keuangan dapat diklasifikasikan menjadi

    beberapa kelompok utama. Seluruh rasio keuangan dapat mencerminkan

    seluruh aspek perusahaan. Tetapi dalam hal ini peneliti hanya mengambil

    beberapa rasio saja yang dapat diproksikan pengaruhnya terhadap harga saham

    syariah pada suatu emiten.

    Dari Leverage Ratio diambil indikatornya yaitu Debt to Equity Rasio

    (DER) yang menggambarkan kemampuan modal sendiri untuk memenuhi

    seluruh kewajibannya. Pada Profitability Ratio indikator yang digunakan

    adalah Net Profit Margin (NPM) untuk menghitung sejauh mana kemampuan

    perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio

    berikutnya yaitu Market Value Ratio atau Rasio Investasi dengan indikatornya

    adalah Earning Per Share (EPS) menunjukkan berapa jumlah penghasilan

    perlembar saham, Book Value Per Share (BVPS) menunjukkan Rasio harga

    pasar saham terhadap nilai buku.

    Serta terdapat pula kebijakan kebijakan pemerintah yang berpengaruh

    seperti yang telah tertera diatas sebelumnya dalam mengeluarkan anggaran

    belanja yang besar untuk peningkatan serta pembangunan infrastruktur dan

    13 David & Kurniawan, Manajemen Investasi Pendekatan Teknikal dan Fundamental

    untuk Analisis Saham, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010) hl. 231.

  • 13

    transportasi secara terus menerus pada daerah - daerah yang tersebar di

    Indonesia.

    Berdasarkan latar belakang diatas sehingga penulis tertarik melakukan

    penelitian dengan judul ANALISIS KINERJA KEUANGAN EMITEN

    TERHADAP HARGA SAHAM SYARIAH PADA PERUSAHAAN

    YANG TERDAFTAR DI ISSI (INDEKS SAHAM SYARIAH

    INDONESIA) SEKTOR INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN

    TRANSPORTASI PERIODE 2011-2015.

    B. Identifikasi Masalah

    Persoalan yang timbul yaitu sejauh mana nilai dari sebuah perusahaan

    berupa rasio keuangan mampu mempengaruhi harga saham syariah di sektor

    tranportasi dan infrastruktur yang terdaftar di ISSI (Indeks Saham Syariah

    Indonesia). Apa saja indikator yang berpengaruh dalam keputusan investor.

    Investor dapat menentukkan sejauh mana tingkat kepekaan ataupun sejauh

    mana reaksi dan respon yang terjadi terhadap harga saham syariah atas kondisi

    internal perusahaan.

    Pergerakan harga saham-saham di Indeks Saham Syariah Indonesia juga

    bergerak secara fluktuatif sehingga berpengaruh kepada pengambilan

    keputusan investasi saham. Hal tersebut tergantung pada kondisi dan situasi

    kondisi internal dari perusahaan tersebut. Tidak lupa faktor yang sangat

    penting dari pergerakan tersebut melalui kebijakan pemerintah dalam

    meningkatkan sektor infrastruktur dan transportasi. Namun dalam kondisi

    tertentu harga saham tidak selalu mencerminkan pergerakan kinerja keuangan

  • 14

    perusahaan. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan faktor-faktor teknik

    yang terjadi seperti merger, akuisisi, kondisi ekonomi makro, situasi politik

    dan keamanan.

    Hal ini dibutuhkan agar para calon investor mengetahui faktor rasio

    keuangan mana saja yang berpengaruh signifikan terhadap tren atau fluktuasi

    harga saham syariah pada emiten. Selain membantu keputusan investasi juga

    membantu meminimalisir risiko kerugian. Apabila saham tergolong

    overvalued maka saham tersebut layak jual. Apabila saham tergolong

    undervalued maka saham tersebut layak beli dalam konteks jangka pendek.

    Dalam konteks jangka panjang dapat membantu para investor menentukan

    sektor perusahaan mana yang masa depannya signifikan naik.

    Berdasarkan latar belakang masalah diatas, tentang beberapa variabel

    yang berpengaruh kepada harga saham syariah. Maka berikut ini dikemukakan

    masalah-masalah yang ada pada objek yang diteliti menjadi lebih terarah,

    antara lain:

    1. Bagaimana signifikansi faktor-faktor yang melatarbelakangi investor

    dalam pengambilan keputusan investasi saham?

    2. Sejauh mana faktor-faktor kinerja keuangan emiten mempengaruhi

    fluktuasi harga saham?

    3. Sejauh mana tingkat kepekaan atau reaksi terhadap harga saham syariah

    atas kondisi kinerja keuangan emiten?

    4. Bagaimana cara mengukur variabel dari tiap faktor-faktor kinerja

    keuangan emiten dalam kesinambungan dengan harga saham syariah?

  • 15

    C. Pembatasan dan Perumusan Masalah

    1. Pembatasan Masalah

    Penulis membatasi masalah agar lebih terarah dan fokus pada objek

    permasalahan, yaitu

    1. Penelitian ini fokus terhadap faktor-faktor yang berpengaruh signifikan

    terhadap harga saham syariah pada periode kuartal dari tahun 2011-

    2015.

    2. Komponen-komponen yang digunakan dalam pengaruh harga saham

    syariah dibatasi pada faktor rasio kinerja keuangan emiten yaitu; Debt

    to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Earning Per Share

    (EPS), Book Value Per Share (BVPS).

    3. Perusahaan yang akan diteliti yaitu perusahaan sektor infrastruktur,

    utilitas dan transportasi yang secara konsisten berada di Indeks Saham

    Syariah Indonesia selama periode 2011 2015.

    2. Perumusan Masalah

    Sejalan dengan pembatasan diatas, maka peneliti merumuskan

    masalah dalam penulisan skripsi ini sebagai berikut:

    1. Seberapa besar Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin

    (NPM), Earning Per Share (EPS), Book Value Per Share (BVPS)

    berpengaruh signifikan secara simultan terhadap harga saham syariah

    atas perusahaan sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi yang

    listing di Indeks Saham Syariah Indonesia ?

    2. Seberapa besar Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM),

    Earning Per Share (EPS), Book Value Per Share (BVPS) berpengaruh

  • 16

    signifikan secara Parsial terhadap harga saham syariah atas perusahaan

    sektor infrastruktur dan transportasi yang listing di Indeks Saham

    Syariah Indonesia ?

    3. Variabel manakah yang paling besar sangat berpengaruh terhadap

    harga saham syariah atas perusahaan sektor infrastruktur, utilitas dan

    transportasi yang listing di Indeks Saham Syariah Indonesia ?

    D. Tujuan Penelitian

    Adapun Penelitian ini bertujuan untuk:

    1) Menguji dan menganalisis pengaruh faktor rasio kinerja keuangan yang

    terdiri dari Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM),

    Earning Per Share (EPS), Book Value Per Share (BVPS) secara simultan

    (bersama-sama) terhadap harga saham syariah pada perusahaan sektor

    infrastruktur, utilitas dan transportasi di Indeks Saham Syariah Indonesia.

    2) Menguji dan menganalisis pengaruh faktor rasio kinerja keuangan yang

    terdiri dari Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM),

    Earning Per Share (EPS), Book Value Per Share (BVPS) secara Parsial

    (individu) terhadap harga saham syariah pada perusahaan sektor

    infrastruktur, utilitas dan transportasi di Indeks Saham Syariah Indonesia.

    E. Manfaat Penelitian

    a. Bagi penulis

    Hasil penelitian dapat memberikan suatu pemahaman mengenai disiplin

    ilmu yang diterima dibangku kuliah dan sebagai implentasi teori yang

    diterima di kelas dalam situasi yang nyata. Secara lebih rinci peneliti dapat

  • 17

    memberikan pengetahuan menganalisa faktor-faktor yang dapat

    mempengaruhi fluktuasi harga saham syariah pada perusahaan sektor

    infrastruktur, utilitas dan transportasi.

    b. Bagi investor

    Penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi atau sumbangan

    pemikiran sebagai bahan masukan yang dapat dijadikan bahan

    pertimbangan bagi para investor untuk menginvestasikan dananya di pasar

    modal khususnya pada saham syariah melalui analisis faktor rasio kinerja

    keuangan emiten.

    c. Bagi Akademisi

    Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumbangan informasi

    baru yang positif dan berguna berkaitan dengan saham syariah di pasar

    modal serta menjadi sumber referensi untuk penelitian selanjutnya.

    F. Teknik penulisan

    Dalam teknik penulisan penelitian ini berpedoman pada penulisan skripsi

    Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2012.

    G. Sistematika Penulisan

    Sistematika penulisan diperlukan agar dapat dijadikan arah dalam

    pembahasan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu Skripsi ini disusun

    menjadi lima bab, masing-masing bab terdiri dari beberapa sub bab. Adapun

    penyusunan skripsi ini sebagai berikut:

    BAB I PENDAHULUAN

    Bab ini membahas gambaran umum penulisan skripsi mengenai

    latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan dan rumusan

  • 18

    masalah, tujuan dan manfaat penelitian, pedoman penulisan

    laporan, dan sistematika penulisan.

    BAB II TINJAUAN TEORITIS

    Pada bab ini akan dijelaskan tentang teori-teori berkenaan dengan

    Teori Investasi Saham Syariah, Pasar Modal Syariah, Intrumen

    pasar modal syariah, Indeks Saham Syariah Indonesia, Saham

    syariah, Harga Saham Syariah serta terkait dengan Kinerja

    keuanga perusahaan dan rasio keuangan emiten. Selain itu ada

    kerangka pemikiran, tinjauan pustaka (studi terdahulu) dan

    hipotesis.

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN

    Dalam bab ketiga akan diuraikan metode penelitian yang

    digunakan dalam penyusunan skripsi ini. Sub bab dari metode

    penelitian ini adalah tentang objek penelitian, ruang lingkup

    penelitian, jenis penelitian, teknik pengumpulan data dan metode

    analisa data.

    BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN

    Pada bab ini membahas mengenai pengaruh faktor-faktor faktor

    rasio kinerja keuangan yang terdiri dari Debt to Equity Ratio

    (DER), Net Profit Margin (NPM), Earning Per Share (EPS),

    Book Value Per Share (BVPS) terhadap harga saham syariah pada

    emiten yang terdaftar di ISSI sektor infrastruktur, utilitas dan

    transportasi pada periode kuartal tahun 2011- 2015.

  • 19

    BAB V PENUTUP

    Pada bab ini akan memuat suatu kesimpulan dari hasil penelitian

    yang telah dilakukan bab-bab sebelumnya dan memberikan suatu

    saran yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang dialami

    untuk memperoleh suatu solusi atas permasalahan tersebut. Serta

    dapat dijadikan suatu bahan pertimbangan penelitian.

  • 20

    BAB II

    TINJAUAN TEORITIS

    A. Investasi dan Pasar Modal Syariah

    1. Investasi syariah

    Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya

    lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah

    keuntungan di masa datang.1 Dalam pengertian pasar modal dan juga pasar

    uang, investasi berarti sebagai penanaman uang ataupun modal dalam

    suatu perusahaan ataupun penanaman dana dalam suatu proyek untuk

    mencari keuntungan. Investasi juga dapat dikatakan sebagai kegiatan

    penukaran uang untuk mendapatkan bentuk-bentuk kekayaan yang lain

    seperti saham ataupun harta tidak bergerak yang lain yang diharapkan akan

    dapat ditahan selama periode tertentu agar dapat menghasilkan

    pendapatan. 2

    Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa investasi

    adalah penanaman modal berupa sejumlah dana atau sumber daya lainnya

    pada sektor keuangan dan atau sektor rill dengan harapan memperoleh

    keuntungan yang lebih banyak serta mendapatkan kehidupan yang lebih

    layak di masa yang akan datang.

    Sedangkan Investasi syariah merupakan kegiatan usaha halal yang

    bermanfaat dan memiliki maslahah, berupa penempatan aset, baik harta

    1 Eduardus Tandelilin, Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi, (Yogyakarta:

    Kanisus, 2010), Hlm. 2 2 Mohamad Heykal, Tuntunan dan Aplikasi Investasi Syariah, (Jakarta: PT. Elex Media

    Komputindo, 2012), hlm. 10

  • 21

    maupun dana, pada sesuatu yang diharapkan agar memberikan hasil

    pendapatan di masa mendatang serta hanya mengharapkan ridha Allah3

    Jenis-jenis investasi terbagi menjadi dua yaitu investasi pada aset

    keuangan dan aset rill. Aset keuangan contohnya ekuitas, hutang, sukuk,

    derivatif, sekuritisasi aset, reksadana. Pada aset rill contohnya pabrik,

    perdagangan, properti dan komoditas. Investasi pada aset keuangan dapat

    dilakukan di pasar uang dan atau pasar modal. Pasar uang dilakukan oleh

    lembaga keuangan seperti Bank dengan jangka waktu pendek dibawah

    satu tahun. Sedangkan pasar modal pelakunya adalah Bursa Efek

    Indonesia (BEI) dengan waktu jangka panjang lebih dari satu tahun.

    2. Pasar Modal Syariah

    a. Pengertian Pasar Modal Syariah

    Pasar modal adalah mekanisme transaksi jual beli efek antara

    penjual dan pembeli (individu, korporasi dan pemerintah).4 Peran

    Pasar modal sangat penting bagi perekonomian di Indonesia. Dengan

    adanya pasar modal (capital Market), investor sebagai pihak yang

    memiliki kelebihan dana dapat menginvestasikan dananya pada

    berbagai sekuritas dengan harapan memperoleh imbalan (return).

    Sedangkan perusahaan sebagai pihak yang memerlukan dana dapat

    memanfaatkan dana tersebut untuk mengembangkan proyek-

    proyeknya. Dengan alternatif pendanaan dari pasar modal, perusahaan

    3Yuke Rahmawati, Mengenal Prinsip-Prinsip Investasi Keuangan dalam Islam, artikel

    di akses pada 6 Maret 2016 dari www.academia.edu 4 Bursa Efek Indonesia, Pengantar Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia,

    Sekolah Pasar Modal Syariah Level 1 pada 20 September 2014 (Jakarta: OJK, 2014)

  • 22

    dapat beroperasi dan mengembangkan bisnisnya serta pemerintah

    dapat membiayai berbagai kegiatannya sehingga meningkatkan

    kegiatan perekonomian Negara dan kemakmuran masyarakat luas.5

    Masuk dalam definisi Pasar Modal Syariah, Pasar Modal Syariah

    merupakan kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan efek

    syariah perusahaan publik, berkaitan dengan efek yang diterbitkannya,

    serta lembaga profesi yang berkaitan dengannya, dimana semua

    produk dan mekanisme operasionalnya berjalan sesuai dengan prinsip

    syariah.6

    Pasar modal syariah dapat diartikan sebagai kegiatan yang

    bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan pada efek

    yang diterbitkan oleh perusahaan publik, serta lembaga profesi yang

    berkaitan dengan efek tetapi tidak bertentangan dengan prinsip

    syariah.7

    Oleh karena itu, pasar modal syariah bukanlah suatu sistem yang

    terpisah dari sistem pasar modal secara keseluruhan. Secara umum

    kegiatan Pasar Modal Syariah tidak memiliki perbedaan dengan pasar

    modal konvensional, namun terdapat beberapa karakteristik khusus

    Pasar Modal Syariah yaitu bahwa produk dan mekanisme transaksi

    tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

    5 Eduardus Tandelilin, Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi, (Yogyakarta:

    Kanisus, 2010), Hlm. 61 6 Ahmad Rodoni, Investasi Syariah (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009),

    hlm.62. 7 OJK, Konsep Dasar Pasar Modal Syariah, diakses pada 21 April 2016 dari

    http://www. ojk.go.id/id/kanal/pasar-modal/Pages/Syariah.aspx

  • 23

    b. Instrumen Pasar Modal Syariah

    Intrumen pasar modal syariah atau disebut dengan produk dari

    pasar modal syariah antara lain berupa surat berharga atau efek.

    Instrumen pasar modal syariah dikelompokkan ke dalam tiga kategori

    sebagai berikut;8

    2. Sekuritisasi aset atau proyek aset yang merupakan bukti

    penyertaan, baik dalam penyertaan musyarakah (partnership).

    Penyertaan musyarakah adalah yang mewakili modal tetap (fixed

    capital) dengan hak pengelolaan, mengawasi manajemen, dan hak

    suara dalam mengambil keputusan. Penyertaan mudharabah adalah

    mewakili modal kerja dengan hak atas modal dan keuangan itu

    tetapi tanpa hak suara, hak pengawasan atau hak pengelolaan.

    3. Sekuritisasi hutang atau emisi surat hutang yang timbul atas jual

    beli atau merupakan sumber pendanaan bagi perusahaan.

    4. Sekuritisasi modal. Merupakan emisi surat berharga perusahaan

    emiten yang telah terdaftar dalam pasar modal syariah yang

    berbentuk saham.

    Adapun efek syariah yang dapat diperdagangkan menurut fatwa

    DSN-MUI No. 40/DSN-MUI/X/2003 adalah sebagai berikut.

    1. Efek Syariah mencakup Saham Syariah, Obligasi Syariah, Reksa

    Dana Syariah, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK

    8 DSN-MUI, Fatwa No. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman

    Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal, Jakarta: DSN-MUI, 2003.

  • 24

    EBA) Syariah, dan surat berharga lainnya yang sesuai dengan

    Prinsip-prinsip Syariah.

    2. Saham Syariah adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan

    yang memenuhi kriteria sebagaimana tercantum dalam pasal 3, dan

    tidak termasuk saham yang memiliki hak-hak istimewa.

    3. Obligasi Syariah adalah surat berharga jangka panjang berdasarkan

    Prinsip Syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang

    Obligasi Syariah yang mewajibkan Emiten untuk membayar

    pendapatan kepada pemegang Obligasi Syariah berupa bagi

    hasil/margin/fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat

    jatuh tempo.

    4. Reksa Dana Syariah adalah Reksa Dana yang beroperasi menurut

    ketentuan dan prinsip Syariah Islam, baik dalam bentuk akad

    antara pemodal sebagai pemilik harta (shahib al-mal/rabb al-mal)

    dengan Manajer Investasi, begitu pula pengelolaan dana investasi

    sebagai wakil shahib al-mal, maupun antara Manajer Investasi

    sebagai wakil shahib al-mal dengan pengguna investasi.

    5. Efek Beragun Aset Syariah adalah Efek yang diterbitkan oleh

    kontrak investasi kolektif EBA Syariah yang portofolio-nya terdiri

    dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga

    komersial, tagihan yang timbul di kemudian hari, jual beli

    pemilikan aset fisik oleh lembaga keuangan, Efek bersifat investasi

    yang dijamin oleh pemerintah, sarana peningkatan investasi/arus

  • 25

    kas serta aset keuangan setara, yang sesuai dengan Prinsip-prinsip

    Syariah.

    6. Surat berharga komersial Syariah adalah surat pengakuan atas

    suatu pembiayaan dalam jangka waktu tertentu yang sesuai dengan

    Prinsip-prinsip syariah.

    Pada pasar modal syariah instrumen atau produk pasar modal

    syariah masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan

    pada tahun 2007. Daftar Efek Syariah (DES) adalah kumpulan Efek

    yang tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar

    Modal, yang ditetapkan oleh Bapepam-LK atau Pihak yang disetujui

    Bapepam-LK. DES tersebut merupakan panduan investasi dalam

    menempatkan dan mengelola dana pada portofolio Efek Syariah.

    Emiten yang dapat masuk ke Daftar Efek Syariah (DES) harus

    melalui proses screening selama periode enam bulan sekali, efektifnya

    pada tanggal 1 Juni dan 1 Desember. Kriteria screening emiten sebagai

    berikut:9

    1) Tidak melakukan kegiatan perjudian dan sejenisnya

    2) Tidak termasuk perdagangan yang dilarang

    3) Tidak ada jasa keuangan ribawi

    4) Tidak melakukan jual beli risiko yang mengandung unsur

    ketidakpastian (gharar) dan atau judi (maisir)

    5) Bebas dari produksi atau distribusi barang haram

    9 Bursa Efek Indonesia, Pengantar Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia,

    Sekolah Pasar Modal Syariah Level 1 pada 20 September 2014 (Jakarta: OJK, 2014)

  • 26

    6) Tidak ada transaksi suap

    7) Hutang berbasis bunga dibanding total aset harus kurang dari 45%

    8) Pendapatan non-halal dibanding total pendapatan hanya boleh

    dibawah 10%

    B. Saham Syariah, Indeks dan Harga Saham

    1. Saham Syariah

    a. Pengertian Saham Syariah

    Secara konsep, saham merupakan surat berharga bukti

    penyertaan modal kepada perusahaan, dan dengan bukti penyertaan

    tersebut pemegang saham berhak untuk mendapatkan bagian hasil dari

    usaha perusahaan tersebut. Konsep penyertaan modal dengan hak

    bagian hasil usaha ini merupakan konsep yang tidak bertentangan

    dengan prinsip syariah. Prinsip syariah mengenal konsep ini sebagai

    kegiatan musyarakah atau syirkah. Berdasarkan analogi tersebut, maka

    secara konsep saham merupakan efek yang tidak bertentangan dengan

    prinsip syariah.10

    Adapun yang dimaksud dengan saham syariah adalah kegiatan

    investasi berupa penyertaan modal yang dilakukan ke dalam

    10OJK, Pasar Modal Syariah, diakses pada 7 Maret 2016 dari http://www.ojk.go.id/id

    /kanal/pasar-modal/Pages/Syariah.aspx

    http://www.ojk.go.id/id%20/kanal/pasar-modal/Pages/Syariah.aspxhttp://www.ojk.go.id/id%20/kanal/pasar-modal/Pages/Syariah.aspx
  • 27

    perusahaan-perusahaan dan dalam kegiatannya tidak melanggar prinsip

    syariah.11

    b. Kriteria Emiten Saham Syariah

    Tidak semua saham yang diterbitkan oleh Emiten dan

    Perusahaan Publik dapat disebut sebagai saham syariah. Suatu saham

    dapat dikategorikan sebagai saham syariah jika saham tersebut

    diterbitkan oleh:

    I. Emiten dan Perusahaan Publik yang secara jelas menyatakan dalam

    anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha Emiten dan Perusahaan

    Publik tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah.

    II. Emiten dan Perusahaan Publik yang tidak menyatakan dalam

    anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha Emiten dan Perusahaan

    Publik tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah, namun

    memenuhi kriteria sebagai berikut:

    1) kegiatan usaha tidak bertentangan dengan prinsip syariah

    sebagaimana diatur dalam peraturan IX.A.13, yaitu tidak

    melakukan kegiatan usaha:

    a) Perjudian dan permainan yang tergolong judi;

    b) Perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan

    barang/jasa;

    c) Perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu;

    d) Bank berbasis bunga;

    11Mohamad Heykal, Tuntunan dan Aplikasi Investasi Syariah, (Jakarta: PT. Elex Media

    Komputindo, 2012), hlm. 44

  • 28

    e) Perusahaan pembiayaan berbasis bunga;

    f) Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian

    (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi

    konvensional;

    g) Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan

    dan/atau menyediakan barang atau jasa haram zatnya

    (haram li-dzatihi), barang atau jasa haram bukan karena

    zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI;

    dan/atau, barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat

    mudarat;

    h) Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap

    (risywah);

    2) Rasio total hutang berbasis bunga dibandingkan total ekuitas

    tidak lebih dari 45%, dan

    3) Rasio total pendapatan bunga dan total pendapatan tidak halal

    lainnya dibandingkan total pendapatan usaha dan total

    pendapatan lainnya tidak lebih dari 10%.

    2. Indeks Saham Syariah

    Indeks saham merupakan instrumen yang digunakan sebagai

    indikator dari pergerakan harga dan kinerja saham atau sekumpulan

    saham. Di Indonesia usaha untuk melakukan investasi pada saham syariah

    merujuk pada indeks syariah. BEI meluncurkan dua indeks harga saham

    syariah yaitu, ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) diluncurkan pada

    tanggal 12 Mei 2011 dan JII (Jakarta Islamic Index) diluncurkan tahun

  • 29

    2000. ISSI merupakan kumpulan saham syariah dari seluruh sektor yang

    tercatat di BEI. Sedangkan JII merupakan kumpulan 30 saham syariah

    yang kapitalisasi pasar dan likuiditasnya terbesar.

    Emiten yang akan masuk pada Indeks Saham Syariah Indonesia akan

    melewati proses seleksi selama enam bulan sekali. Proses seleksi

    dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berikut merupakan garis

    besar proses seleksi emiten:12

    1) Tidak melakukan kegiatan usaha yang dilarang secara syariah dan

    tercatat di BEI

    2) Rasio Utang berbasis Bunga dibandingkan total aset 45%

    3) Rasio pendapatan Non Halal terhadap Total Pendapatan 10%

    3. Harga saham Syariah

    Harga saham adalah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh bukti

    penyertaan atau kepemilikan suatu perusahaan. Selain itu harga saham

    merupakan refleksi dari keputusan-keputusan investasi, pendanaan dan

    pengelolaan aset.

    Harga saham merupakan nilai sekarang dari arus kas yang akan

    diterima oleh pemilik saham dikemudian hari. Secara umun harga saham

    diperoleh untuk menghitung nilai sahamnya. Harga saham juga dapat

    mencerminkan informasi yang mengalir ke bursa efek. Maka harga saham

    cenderung dipengaruhi oleh tekanan psikologis pembeli dan penjual.13

    12 Bursa Efek Indonesia, Pengantar Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia,

    Sekolah Pasar Modal Syariah Level 1 pada 20 September 2014 (Jakarta: OJK, 2014) 13 Panji Anoraga dan Piki Pakarti, Pengantar Pasar Modal, ed revisi (Semarang:

    Rineka Cipta, 2001) hlm.100

  • 30

    Dari pengertian di atas menunjukkan bahwa harga saham pada

    umunya merupakan nilai yang dibentuk dari interaksi para penjual dan

    pembeli saham sesuai dengan kesepakatan pada pasar modal di Bursa

    Efek. Sedangkan harga saham syariah adalah nilai saham suatu emiten

    yang telah terdaftar di Daftar Efek Syariah serta disepakati oleh penjual

    dan pembeli.

    Harga saham dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:14

    a. Harga Nominal

    Harga yang tercantum dalam sertifikat saham dan diterapkan oleh

    emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya

    harga nominal memberikan arti penting saham karena dividen minimal

    biasanya ditetapkan berdasarkan nilai nominal.

    b. Harga Perdana

    Harga ini menerapkan pada waktu harga saham tersebut dicatat di

    bursa efek. Harga saham pada pasar perdana biasanya diterapkan oleh

    penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan demikian akan

    diketahui berapa harga saham emiten itu akan dijual kepada

    masyarakat biasanya untuk menentukan harga perdana.

    c. Harga Pasar

    Harga jual dari investor yang satu dengan investor lain. Harga ini

    terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa. Transaksi disini

    tidak lagi melibatkan emiten, harga ini disebut sebagai harga di pasar

    14 Sawidji widioatmodjo, Cara Sehat Investasi di Pasar Modal: Pengetahuan Dasar,

    (Jakarta: Yayasan Mpu Ajar Artha, 2000) hlm. 46

  • 31

    sekunder dan harga inilah yang benar-benar mewakili harga

    perusahaan penerbitnya, karena pada transaksi di pasar sekunder, kecil

    sekali terjadi negosiasi harga investor dengan perusahaan penerbit.

    Harga saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu,

    ditentukan oleh pelaku pasar berupa permintaan dan penawaran saham

    yang bersangkutan. Di sisi lain harga saham terbentuk oleh beberapa

    faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga

    saham yaitu;15 kondisi fundamental emiten, tingkat suku bunga, valuta

    asing, dana asing dibursa, indeks harga saham serta yang terakhir news

    dan rumors.

    C. Analisis Penilaian Harga Saham

    Pada dasarnya untuk menilai harga saham emiten layak dibeli atau tidak

    dapat dilihat dari tujuan seorang investor. Jika sesorang memiliki saham suatu

    perusahaan, maka dia mengharapkan akan memperoleh keuntungan dari

    saham tersebut. Keuntungan yang diharapkan dari pemilikan suatu saham ada

    dua macam, yakni bisa dari pendapatan dividen (dividen Earning) maupun

    capital gain.

    Strategi aktif dalam pembentukan portofolio saham pada dasarnya bisa

    menggunakan dua pendekatan dalam analisis saham, yaitu pendekatan analisis

    teknikal dan pendekatan analisis fundamental. analisa teknikal adalah teknik

    untuk memprediksi arah pergerakan harga saham dan indikator pasar saham

    15 Ali Arifin, Membaca Saham, (Yogyakarta: Andi, 2004) hlm.116

  • 32

    lainnya berdasarkan pada data pasar historis seperti informasi harga dan

    volume.16 Menurut (Meyer 1989) analisis teknikal merupakan studi terhadap

    suatu sekuritas atau pasar secara keseluruhan berdasarkan permintaan dan

    penawaran. Analisis ini sebagai salah satu indikator dan patokan untuk

    keputusan membeli atau menjual saham (trading rules).

    Pendekatan fundamental adalah pendekatan untuk menganalisis suatu

    saham dengan berdasarkan pada data-data yang ada diperusahaan. Tujuan dari

    analisis ini yaitu memperkirakan harga saham di masa yang akan datang

    dengan mengestimasi nilai faktor-faktor fundamental serta menetapkan

    hubungan variabel-variabel tersebut untuk memperoleh harga saham.17 Dalam

    analisis fundamental ada tiga bentuk analisis untuk penilaian saham. Pertama

    analisis terhadap faktor-faktor makro ekonomi, analisis ini bertujuan untuk

    membuat keputusan alokasi penginvestasian dana dimana saja, di dalam

    negeri atau di luar negeri dan dalam bentuk apa saja, berupa saham, obligasi

    ataupun kas. Kedua, analisasi industri dengan tujuan jenis-jenis industri mana

    saja yang menguntungkan dan mana yang tidak berprospek baik. Ketiga,

    analisis perusahaan bertujuan untuk menentukan perusahaan-perusahaan mana

    dalam industri terpilih yang berprospek baik.18 Dalam penelitian ini

    menggunakan analisis perusahaan dengan melihat kinerja keuangan

    perusahaan dalam industri atau sektor yang telah ditentukan.

    16 Eduardus Tandelilin, Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi, (Yogyakarta:

    Kanisus, 2010), Hlm.392. 17 William F. Sharpe, Investasi, Edisi ke-6, Jilid 1, (Jakarta: PT. INDEKS Kelompok

    Gramedia, 2005), hlm.11. 18 Eduardus Tandelilin, Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi, (Yogyakarta:

    Kanisus, 2010), Hlm. 338.

  • 33

    1. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan

    Analsis keuangan merupakan suatu penilaian terhadap kinerja

    perusahaan pada waktu yang lalu dan prospek pada masa datang. Melalui

    analisis keuangan diharapkan dapat diketahui kekuatan dan kelemahan

    perusahaan dengan menggunakan informasi yang terdapat dalam laporan

    keuangan (Financial Steatment).19 Analisis keuangan diperlukan oleh

    berbagai pihak, seperti para pemegang saham atau investor, kreditor, dan

    para manajer karena melalui hasil analisis keuangan ini mereka akan lebih

    mengetahui posisi perusahaan bersangkutan daripada perusahaan lainnya

    dalam satu kelompok industri. Hal ini sangat penting bagi para pemegang

    dan calon pemegang saham untuk menaruh perhatian utama pada tingkat

    keuntungan, karena tingkat keuntungan ini akan mempengaruhi harga

    saham-saham yang mereka miliki. Disamping tingkat keuntungan, para

    pemegang dan calon pemegang saham juga berkepentingan dengan tingkat

    likuiditas, aktivitas serta leverage sebagai faktor lain dalam penilaian

    kelanjutan hidup perusahaan serta proyeksi terhadap distribusi income

    pada masa-masa yang akan datang.20

    Analisis terhadap kinerja perusahaan pada umumnya dilakukan

    dengan menganalisis laporan keuangan, yang mencakup perbandingan

    kinerja perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama dan

    mengevaluasi kecenderungan posisi keuangan perusahaan sepanjang

    waktu. Analisa laporan keuangan perusahaan merupakan perhitungan

    19 Moeljadi, Manajemen Keuangan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif Jilid

    1,(Malang: Bayumedia Publishing, 2006), hlm. 43. 20 Ibid, hlm 38.

  • 34

    rasio-rasio untuk menilai keadaan keuangan perusahaan masa lalu, saat ini,

    dan kemungkinan di masa depan. Analisa dengan menggunakan rasio

    merupakan hal yang sangat umum dilakukan di mana hasilnya akan

    memberikan pengukuran relatif dari operasi perusahaan.21

    2. Rasio Keuangan

    Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan

    dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai

    hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). Rasio keuangan sangat

    penting dalam melakukan analisis terhadap kondisi keuangan

    perusahaan.22

    Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan informasi yang

    menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya.

    Dengan penyederhanaan ini kita dapat menilai secara cepat hubungan

    antara pos tadi dan dapat membandingkannya dengan rasio lain sehingga

    kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian.

    Rasio keuangan perusahaan diklasifikasikan menjadi lima kelompok

    berikut:23

    1. Rasio likuiditas yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi

    kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi (dalam jangka

    21 Lukman Syamsuddin, Manajemen Keuangan Perusahaan: konsep aplikasi dalam

    Perencanaan, Pengawasan dan pengambilan keputusan, Edisi Baru, (Jakarta: PT.

    RajaGrafindo Persada, 2007), hlm.37. 22 Sofyan S.H, Analiis Kritis atas Laporan Keuangan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010)

    hlm. 297 23 Budi Rahardjo, Laporan Keuangan Perusahaan: membaca, memehami dan

    menganalisis, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2003), hlm. 120.

  • 35

    pendek atau satu tahun terhitung sejak tanggal Neraca dibuat). Contoh

    dari rasio likuiditas yaitu: rasio lancar, rasio cepat.

    2. Rasio solvabilitas yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi

    seluruh kewajibannya (baik jangka pendek maupun jangka panjang),

    apabila perusahaan saat itu dilikuidasi. Rasio solvabilitas sering

    dikenal sebagai Leverage Ratios yang mengukur kontribusi pemilik

    (pemodal atau pemegang saham) dibandingkan dengan dana yang

    berasal dari kreditor. Rasio solvabilitas antara lain: Debt to Assets

    Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER),

    3. Rasio Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk mengasilkan

    keuntungan dengan menggunakan modal yang tertanam didalamnya.

    Rasio ini sering juga dikelompokkan dengan profitabilitas atau

    kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari penjualan

    barang atau jasa yang diproduksinya. Contoh dari rasio ini adalah

    Return on Total Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Return on

    Capital Employed (ROCE), Return On Common Equity, Economic

    Value Added (EVA), Value Added Ratio (VAR), Gross Profit Margin,

    Operating Profit Margin, Net Profit Margin.

    4. Rasio Aktivitas, menunjukkan tingkat aktivitas atau efisiensi

    penggunaan dana yang tertanam pada pos-pos aktiva dalam neraca

    perusahaan. Semakin tinggi perputarannya semakin aktif aktiva yang

    bersangkutan. Contoh rasio aktivitas yaitu: Receivables turnover ratio,

    Average Collection Period Ratio, Inventory Turnover, Average Sale

    Period, Working Capital Turnover.

  • 36

    5. Rasio Investasi, menunjukkan tingkat imbalan dari dana yang

    ditanamkan atau diinvestasikan ke dalam perusahaan. Rasio investasi

    ini biasanya diperlukan dan digunakan oleh para pemegang saham atau

    pun calon investor dan kreditor. Contoh rasio ini yaitu: Earning Per

    Share (EPS), Book Value Per Share (BVPS), Price Earning ratio

    (PER), Dividen Payout Ratio, Dividen Yield Ratio, Cash Flow Per

    Share, Market Value Added.

    Dari sekian banyaknya rasio dalam kinerja keuangan suatu

    perusahaan, peneliti hanya mengambil beberapa rasio saja. Hal ini

    dikarenakan pertama, terlalu banyak rasio kinerja keuangan sehingga

    peneliti tidak mungkin meneliti semua rasio dalam waktu singkat

    pembuatan skripsi. Kedua, beberapa variabel yang diambil peneliti, telah

    dilakukan uji dalam studi empiris sebelumnya dalam bentuk skripsi, tesis

    maupun jurnal. Yang menjelaskan bahwa variabel dibawah ini adalah

    variabel secara konstan berpengaruh secara positif maupun negatif

    terhadap harga saham syariah, lalu digabung dengan variabel-variabel

    yang signifikan dan diambil beberapa untuk dijadikan penelitian.

    3. Variabel kinerja keuangan emiten

    1. Debt to Equity Ratio (DER)

    Debt to Equity Ratio merupakan rasio hutang atas modal. DER

    mencerminkan sumber pendanaan perusahaan baik dari pihak luar

    maupun internal. Rasio ini mengukur seberapa banyak sumber

    pendanaan untuk aktiva perusahaan yang bersumber dari internal

  • 37

    maupun eksternal. Debt to equity ratio yang tinggi menunjukkan

    semakin besar sumber dana yang diambil dari pihak luar.

    Dalam hal ini, ketika penggunaan utang atau dana eksternal

    untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan mengalami

    kenaikan, maka semakin banyak penggunaan biaya tetap (jangka

    panjang) yang dibutuhkan perusahaan. Hal tersebut mengakibatkan

    laba operasional semakin kecil, karena digunakan untuk menutup

    biaya jangka panjang dan beban bunganya. Hal ini menjelaskan bahwa

    semakin tinggi DER akan menyebabkan meningkatnya nilai utang

    yang berakibat pada penurunan laba bersih dan pada akhirnya akan

    mengurangi laba yang diterima oleh pemegang saham.24

    Rumus matematis untuk menghitung rasio hutang atas modal

    atau Debt to Equity Ratio adalah sebagai berikut:

    =

    /

    2. Net Profit Margin (NPM)

    Net Profit Margin merupakan bagian dari rasio profitabilitas

    yang mengukur seberapa jauh perusahaan mendapatkan laba dari

    kegiatan opersaionalnya. NPM juga mengukur keberhasilan sebuah

    manajemen dalam mengelola perusahaan. Menurut Lukman

    syamsuddin, Net profit margin adalah rasio antara laba bersih (Net

    24 Ken & Isnurhadi, Analisis Pengaruh Rasio Lancar, Rasio Perputaran total aktiva,

    DER, ROE dan EPS terhadap Return Saham Perusahaan Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan

    Transportasi yang terdaftar di BEI Periode 2007-2011, Jurnal Manajemen & Bisnis

    Sriwijaya, Vol 11, No 4, (Desember, 2013), hlm.2

  • 38

    Profit) yaitu, penjualan yang sudah dikurangi dengan seluruh biaya

    termasuk pajak dibandingkan dengan penjualan. Jika Semakin tinggi

    NPM, maka semakin baik operasi suatu perusahaan.25 Adapun rumus

    matematis untuk menghitung nilai NPM adalah sebagai berikut:

    (%) =

    Salah satu faktor internal yang mempengaruhi fluktuasi harga

    saham adalah NPM. Karena ketika investor melihat laba dari kegiatan

    operasional suatu perusahaan, maka investor akan mengetahui berapa

    banyak dividen yang dapat dibagikan kepada para pemegang saham.

    Semakin besar dividen yang akan dibagikan dari hasil laba bersih

    perusahaan, semakin banyak investor yang tertarik untuk menanamkan

    modalnya di perusahaan tersebut, dan hal ini tercermin dalam besar

    kecilnya harga saham.

    Dari beberapa penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Net

    Profit Margin mempengaruhi secara positif atau searah dengan naik

    turunnya harga saham suatu emiten. Hal tersebut sesuai dengan teori

    yang dikemukakan oleh Mulyono, Bahwa ketika laba meningkat maka

    harga saham cenderung naik, sedangkan ketika laba menurun maka

    harga saham ikut juga menurun.26

    25 Lukman Syamsuddin, Manajemen Keuangan Perusahan, (Jakarta: PT RajaGrafindo

    Persada, 2007), hlm. 62 26 Mulyono, Manajemen Bisnis Logistik, (Yogyakarta: BPFE YOGYAKARTA, 2000)

    hlm. 89.

  • 39

    3. Earning Per Share (EPS)

    Komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam

    analisis perusahaan adalah laba per lembar saham atau lebih dikenal

    sebagai Earning Per Share (EPS). Informasi EPS pada suatu

    perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap

    dibagikan kepada semua pemegang saham.27 Besarnya EPS dapat

    dihitung berdasarkan informasi laporan neraca dan laporan laba rugi

    perusahaan. Rumus untuk menghitung EPS perusahaan adalah sebagai

    berikut:

    =

    Seorang investor yang melakukan investasi pada perusahaan

    akan menerima laba atas saham yang dimilikinya. Semakin tinggi laba

    per lembar saham (EPS) yang diberikan perusahaan akan memberikan

    pengembalian yang cukup baik. Ini akan mendorong investor untuk

    melakukan investasi yang lebih besar lagi sehingga harga saham

    perusahaan akan meningkat.28

    4. Book Value Per Share (BVPS)

    Book Value Per Share (BVPS) menunjukkan suatu approximate

    value atau perkiraan nilai (tidak pasti) dari setiap lembar saham biasa

    yang didasarkan atas asumsi bahwa semua asset perusahaan dapat

    27 Eduardus Tandelilin, Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi, (Yogyakarta:

    Kanisus, 2010), Hlm. 373 28 Weston & Brigham, Dasar-dasar Manajemen Keuangan 1, (Jakarta: Erlangga, 2001)

    hlm. 26.

  • 40

    dilikuidir menurut nilai bukunya. Nilai buku yang dimaksudkan di sini

    adalah nilai akunting, yaitu nilai yang dicatat berdasarkan sistem

    akuntansi dan nampak di dalam saham biasa akan menerima uang

    sejumlah nilai buku dari setiap lembar saham, apabila aktiva

    perusahaan dijual dan setelah terlebih dahulu melunasi semua utang-

    utang nya.

    Nilai buku per saham dihitung sebagai berikut:

    =

    Rasio harga pasar saham terhadap nilai buku memberikan

    indikasi lain tentang bagaimana investor memandang perusahaan.

    Perusahaan dengan tingkat pengembalian atas ekuitas yang relatif

    tinggi biasanya menjual saham beberapa kali lebih tinggi dari nilai

    bukunya, dibanding dengan perusahaan dengan tingkat pengembalian

    yang rendah. Untuk menghitung rasio ini, pertama kali kita harus

    menghitung nilai buku per lembar sahamnya. Nilai buku per lembar

    saham adalah total ekuitas saham biasa dibagi dengan jumlah saham

    biasa yang beredar.29

    Book Value per Share (BVPS) merupakan salah satu rasio pasar

    yang digunakan untuk mengukur kinerja harga pasar saham terhadap

    nilai bukunya (Ang, 1997). Book Value per Share (BVPS) ditunjukkan

    dengan perbandingan antara harga saham terhadap nilai buku dihitung

    29 Dewi Astuti, Manajemen Keuangan Perusahaan, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2004)

    hlm. 39.

  • 41

    sebagai hasil bagi dari ekuitas pemegang saham dengan jumlah saham

    yang beredar. Rasio ini menunjukkan seberapa jauh sebuah perusahaan

    mampu menciptakan nilai perusahaan relatif terhadap jumlah modal

    yang diinvestasikan, sehingga semakin tinggi rasio Book Value per

    Share (BVPS) yang menunjukkan semakin berhasil perusahaan

    menciptakan nilai bagi pemegang saham (Ang, 1997).

    Nilai pasar adalah harga saham yang terjadi di pasar bursa pada

    saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar. Nilai pasar ditentukan

    oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar

    bursa. Semakin kecil nilai Book Value per Share (BVpS) maka harga

    dari suatu saham dianggap semakin murah (Budi leksmana dan

    Gunawan, 2003).

    Perusahaan yang mengalami keuntungan sering mempunyai nilai

    buku bersih rendah meskipun penghasilannya cukup besar. Perusahaan

    yang tidak begitu menguntungkan, nilai buku sahamnya biasanya

    tinggi tetapi keuntungan yang diperoleh rendah; harga pasar dari

    saham perusahaan tersebut biasanya lebih rendah dari nilai buku.

  • 42

    D. Kerangka Pemikiran

    Gambar 2.1

    Kerangka Pemikiran

    Model Persamaan Uji F Uji t Uji Koefisien

    Determinasi

    Hasil dan

    Pembahasan

    Variabel Rasio

    Keuangan Emiten

    Uji Asumsi Klasik

    TEORI

    Harga Saham Syariah (Y)

    DER (X1) EPS (X3) BVPS (X4) NPM (X2)

    Uji Regresi Data Panel

    Uji Chow Fixed Effect Common

    Effect

    Uji Hipotesis

    Uji Hausman Random Effect Fixed Effect

  • 43

    E. Tinjauan (Review) Kajian Terdahulu

    Studi terdahulu membantu peneliti untuk mendeskripsikan hasil

    penelusuran penulis terhadap penelitian terdahulu yang serumpun mengenai

    harga saham maupun kinerja emiten yaitu sebagai berikut:

    Tabel 2.1

    Studi Terdahulu

    NO Judul Objek dan Hasil

    Penelitian

    Distingsi

    1. Maris Akfalia,

    tahun 2011 (skripsi

    Jurusan Perbankan

    Syariah Fakultas

    Syariah dan Hukum,

    UIN Syarif

    Hidayatullah

    Jakarta)

    Pengaruh Faktor

    Fundamental

    Perusahaan terhadap

    Beta Saham

    Syariah. (Studi pada

    Jakarta Islamic

    Index Tahun 2004-

    2010)

    Variabel yang paling

    dominan mempengaruhi

    Beta Saham syariah

    adalah Return On Equity

    (ROE), dan Price

    Earning Ratio (PER),

    DER dan EPS pengaruh

    yang signifikan secara

    simultan terhadap

    Perkembangan Beta

    saham syariah periode

    2004-2010. Saham-

    sahamnya pada

    perusahaan yang ada di

    JII (ANTM, INCO,

    INTP, KLBF, PTBA,

    TLKM, UNVR) dengan

    metode OLS

    Namun secara parsial

    hanya variabel ROE,

    PER berpengaruh

    signifikan terhadap Beta

    saham Syariah.

    Perbedaan: variabel

    dependen yang

    digunakan beta

    saham syariah

    sedangkan peneliti

    menggunakan harga

    saham syariah

    individu perusahaan,

    rentang waktu dan

    objek perusahaan

    Persamaan:

    beberapa variabel

    yang digunakan ada

    yang sama yaitu

    Debt To Equity

    Ratio, dan Earning

    Per Share. Serta

    salah satu metode

    yang digunakan

    yaitu OLS.

    2. Erik Mahfud

    Fathoni, Tahun

    2014 (skripsi

    Jurusan Perbankan

    Syariah Fakultas

    Faktor fundamental

    dengan variabel BVS,

    EPS, dan PBV

    berpengaruh secara

    signifikan terhadap harga

    Perbedaan: objek

    penelitian yang

    digunakan peneliti

    adalah perusahaan

    Sektor Infrastruktur,

  • 44

    Syariah dan Hukum,

    UIN Syarif

    Hidayatullah

    Jakarta)

    Pengaruh Faktor-

    Faktor Fundamental

    terhadap Harga

    Saham Syariah

    Sektor Consumer

    Goods Di Bursa

    Efek Indonesia

    Periode 2011-2013

    saham syariah sektor

    Consumer Goods,

    sedangkan variabel lain

    ROA dan ROE secara

    parsial tidak berpengaruh

    secara signifikan.

    Penelitian ini

    menggunakan tiga

    perusahaan sektor

    Consumer Goods dengan

    metode Uji Chow,

    Haussman serta Uji

    Regresi Berganda.

    Utilitas dan

    Transportasi.

    Variabel yang

    digunakan tidak

    sebanyak yang

    peneliti gunakan dari

    internal perusahaan

    Persamaan: metode

    yang digunakan

    salah satunya sama

    yaitu dengan uji

    regresi berganda.

    3. Mutdiyanti, tahun

    2013 (Skripsi

    Fakultas Ekonomi

    Universitas

    Pasundan

    Bandung). Pengaruh

    Price To Book

    Value, Earning Per

    Share, Return on

    Asset dan Debt to

    Equity Ratio

    terhadap Harga

    Saham. (Studi

    Perusahaan Indeks

    LQ45 yang terdaftar

    di Bursa Efek

    Indoneisa.

    Penelitian menggunakan

    metode Regresi Liniear

    berganda. Hasil

    penelitiannya yaitu

    Variabel Price to Book

    Value (PBV), Earning

    Per Share (EPS), Return

    On Asset (ROA) dan

    Debt to Equity Ratio

    (DER) memiliki

    hubungan yang positif

    dan signifikan terhadap

    harga saham. Sedangkan

    secara parsial hanya

    variabel Earning Per

    Share (EPS) yang

    mempengaruhi secara

    signifikan terhadap harga

    saham pada perusahaan

    Indeks LQ45 di BEI.

    Perbedaan: variabel

    yang ada pada

    peneliti tidak

    menggunakan

    Return on Asset.

    Objek penelitian

    yang di gunakan

    berbeda. Metode

    analisis data yang

    digunakan tidak

    menggunakan

    regresi linear

    berganda, tetapi

    memakai pool least

    square.

    Persamaan:

    Terletak pada

    beberapa variabel

    yang digunakan EPS

    dan DER. Variabel

    Independen yang

    digunakan sama

    yaitu menggunakan

    harga saham syariah.

    4. Al-Muntasir, Tahun

    2015 (Jurnal Buletin

    Ekonomi Moneter

    Menganalisis dampak

    perubahan dari NFP

    terhadap volatilitas pasar

    Perbedaan:

    Variabel independen

    yang digunakan

  • 45

    dan Perbankan, Vol

    17, No.4) Cross

    Border Portofolio

    Investment and The

    Volatility of Stock

    Market Index and

    Rupiahs Rate.

    modal (IHSG &

    IDR/USD), Terdapat

    hubungan kointegrasi

    dan dinamis antara

    perubahan aliran modal

    asing, pergerakan IHSG

    dan nilai tuka IDR/USD.

    Tetapi tidak ditemukan

    hubungan kausal antara

    ketiganya. Peneliti

    menggunakan

    pendekatan multivariate

    VAR dan VECM

    volatilitas pasar

    modal sedangkan

    peneliti

    menggunakan harga

    saham syariah.

    Variabel dependen

    yang digunakan

    adalah NFP berbeda

    dengan peneliti yang

    menggunakan DER,

    NPM, EPS, BVPS.

    Serta metode

    analisis yang

    digunakan VECM

    berbeda dengan

    peneliti, yaitu

    menggunakan Data

    Panel.

    Persamaan:

    menggunakan teori

    tentang Saham pada

    portofolio

    5. Achmad

    Fachruddin, Tahun

    2006 (Tesis

    Universitas

    Indonesia) Analisis

    efisiensi pasar pada

    saham-saham yang

    tergabung dalam JII

    Penelitian terfokus pada

    pengamatan reaksi pasar

    terhadap pengumuman

    laporan keungan tahunan

    yang dikeluarkan emiten.

    Penelitian ini

    menggunakan metode

    event study dan market

    model. Pengujian data

    dengan menggunakan t-

    test. Penelitian ini

    dilakukan pasa tahun

    2006 berlokasi di pasar

    modal. Peneliti

    menggunakan

    pendekatan teori pasar

    pada posisi bersaing.

    Dan informasi kepada

    Perbedaan:

    Variabel yang

    digunakan yaitu

    reaksi pasar. Metode

    yang digunakan

    adalah metode event

    study sedangkan

    peneliti

    menggunakan

    metode Pool Least

    Square. Periode

    yang digunakan

    berbeda yaitu 2011-

    2015.

    Persamaan: objek

    variabel yang

    digunakan adalah

    saham-saham

  • 46

    investor harus relevant,

    reliable, tepat waktu dan

    hemat. Dan peneliti juga

    fokus kepada adanya

    akuntasi untuk

    memperbaiki pasar

    sekuritas.

    Syariah.

    6. Irfan Syauqi Beik &

    Sri Wulan

    Fatmawati, Al-

    Iqtishad, Tahun

    2014 (Jurnal Ilmu

    Ekonomi Sy