Slide Hiperkes Ergonomi

  • View
    76

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hiperkes keselamatan kerja, ergonomi

Text of Slide Hiperkes Ergonomi

BAB II ERGONOMI

BAB IIERGONOMIPendahuluan Secara harfiah : Ilmu aturan tentang KerjaDidalam ergonomi terkandung makna penyerasian jenis pekerjaan dan lingkungan kerja terhadap tenaga kerja atau sebaliknya. Hal ini terkait dengan penggunaan teknologi yang tepat sesuai dengan jenis pekerjaan serta didukung lingkungan kerja yang aman, nyaman dan sehat sehingga tercapai eisiensi efektifitas dan produktivitas maksimalAntropometriSikap Tubuh Dalam BekerjaHubungan tenaga kerja dalam sikap dan interaksinya terhadap sarana kerja, akan menentukan efisiensi, efektifitas dan produktifitas kerja

Sikap tubuh yang tidak alamiah dalam bekerja, misalnya sikap menjangkau barang yang melebihi jangkauan harus dihindarkan.

Contoh lain :Dalam sistem kerja angkat dan angkut, sering dijumpai nyeri pinggang sebagai akibat kesalahan dalam mengangkat maupun mengangkut

Beban maksimum yang peraturan menteri tenaga kerja, Transmigrasi dan Koperasi No. Per. 01/MEN/1978 tentang keselamatan dan kesehatan kerja dalam Penebangan dan Pengangkutan kayu.

Sikap tubuh dalam bekerja yang dikatakan secara ergonomic :

Menghindarkan sikap yang tidak alamiah dalam bekerja.Diusahakan beban statis menjadi sekecil-kecilnya.Perlu dibuat dan ditentukan kriteria ukuran baku tentang peralatan kerja yang sesuai dengan ukuran antopomentri tenaga kerja penggunanya. Agar diupayakan bekerja dengan sikap duduk dan berdiri secara bergantian.

Manusia-MesinFungsi manusia : pengarah atau pengendali jalanya mesin tersebut. Manusia menerima informasi dari mesin melalui indera mata untuk membuat keputusan untuk menyesuaikan atau merubah kerja mesin melalui kendali yang ada pada mesin itu.

Fungsi mesin : menerima perintah tersebut untuk kemudian untuk menjalankan tugasnya.

Desain alat kendali yang baik pada mesin merupakan salah satu faktor yang penting yang akan mempengaruhi manusia sebagai operator.

Pengorganisasian KerjaPengorganisasian kerja menyangkut waktu kerja, waktu istirahat, kerja lembur dan lainya yang menentukan kesehatan dan efisiensi tenaga kerja.

Jam kerja max.8 jam/ hari, bila harus lebih dibuat sistem shift. Lembur sebaiknya dihindariPengendalian Lingkungan KerjaLingkungan kerja yang lestari dan manusiawi merupakan faktor pendorong bagi kegairahan dan efisiensi kerja. Faktor yang berpengaruh :Faktor fisik: pengaruh kebisingan, penerangan, iklim kerja, getaranFaktor kimia: bahan kimia, gas, uap, debuFaktor fisiologis: sikap dan cara kerja, penentuan jam kerja dan istirahat, kerja gilir, kerja lemburFaktor psikologis seperti: suasana tempat kerja, hubungan antar pekerja danFaktor biologis seperti: infeksi karena bakteri, jamur, virus, cacing

Untuk pengendalian lingkungan kerja dapat dilakukan melalui beberapa tahapan/cara:Pengendalian secara teknikPengendalian secara administratif Pemberian alat pelindung diri (APD). CTD (Cumulative Trauma Disease)CTD timbul karena terkumpulnya kerusakan-kerusakan kecil akibat trauma berulang yang membentuk kerusakan yang cukup besar dan menimbulkan rasa sakit.

Gejala CTD biasanya muncul pada pekerjaan yang monoton, sikap tidak alamiah, penggunaan atau pengerahan otot yang melebihi kemampuannya. Penyebab timbulnya trauma pada jaringan tubuh antara lain karena:

Over exertionOver stretchingOver compressor

CTD digolongkan sebagai penyakit akibat kerja apabila dapat dibuktikan terdapat pemaparan dari dua atau lebih factor resiko ergonomic di tempat kerja. Faktor resiko untuk terjadinya CTD :Postur atau sikap tubuh yang janggalGaya yang melebihi kemampuan jaringanLamanya waktu pada saat melakukan posisi janggalFrekuensi siklus gerakan dengan postur janggal per-menit

Contoh penyakit CTD :TendinitisRotator cuff tendinitisTenosynovitisCarpal tunnel syndromeEpicondylitis (tenis elbow)White fingerKesegaran Jasmani dan MusikPekerja yang sehat segar dan bugar dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.Pengadaan musik di tempat kerja sebaiknya diadakan pada area kerja yang monoton, pekerjaan tangan yang berulang-ulang, dan memerlukan aktivitas mental. Penatalaksanaan suatu system kerja dengan prinsip ergonomic pada suatu industry diharapkan dapat menciptakan system kerja yang aman, nyaman, dengan tingkat produktivitas, kesehatan dan keselamatan kerja yang prima.