Sulitnya Mencari Keadilan

  • View
    405

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Sulitnya Mencari Keadilan di Kawasan Cekungan Bandung

Text of Sulitnya Mencari Keadilan

  • Koalisi K

    omunitas K

    orban Lingkungan - SU

    LITNYA MER

    AIH KEA

    DILA

    N

    Diterbitkan oleh:

    Bekerjasama dengan

    Buku ini adalah kumpulan tulisan masyarakat korban kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Cekungan Bandung

    yang tergabung dalam

    Koalisi Komunitas Korban Lingkungan (K3L)

  • Suara Komunitas Korban Kerusakan Lingkungan

    di Cekungan Bandung

    SULITNYA MERAIH KEADILANKoalisiK

    omunitas

    Korban

    Lingkungan

    SULIT

    NYAMER

    AIH

    KEA

    DILA

    N

  • iSuara Komuntas Korban Kerusakan Lingkungan di Cekungan Bandung

    SULITNYA MERAIH KEADILAN

  • ii

    Koalisi Komunitas Korban Lingkungan (K3L)

    Suara Komuntas Korban Kerusakan Lingkungan di Cekungan Bandung

    SULITNYA MERAIH KEADILAN

    Pengantar:

    Donny Setiawan

    Penulis:

    Wulandari Deni Riswandani

    Umar Alam Nusantara M. Jefry Rohman

    Rifal Zaelani Atep Kamaludin Alramadhan

    Muhamad Efendi Udin Saripudin

    Mulyana Heri Ferdian

    Khadafi Dede Juhari

    Madani

    Diterbitkan Oleh:

    Kerja sama dengan

  • iii

    Koalisi Komunitas Korban Lingkungan Suara Komunitas Korban Kerusakan Lingkungan di Cekungan Bandung; Sulitnya Meraih Keadilan Wulandari, Deni Riswandani, Umar Alam Nusantara, Euis Widia, M. Jefry Rohman, Rifal Zaelani, Akmal, Muhamad Efendi, Udin Saripudin, Mulyana, Heri Ferdian, Khadafi, Dede Juhari, Madani/Pengantar: Donny Setiawan/Penyunting: Donny Setiawan/Bandung: Perkumpulan Inisiatif dan Yayasan Bengkel Komunikasi kerja sama dengan Uni Eropa, Juni 2007

    125 halaman, xxi, 14,5 X 21 cm ISBN 979-2521-02-X

    Hak cipta 2007 Perkumpulan Inisiatif Cetakan Pertama, Juni 2007

    Rancang Sampul: Donny Setiawan

    Diterbitkan oleh:

    Perkumpulan Inisiatif Jl. Guntur Sari IV No. 16 Bandung 40264

    Telp/Fax: +62 22 7309987 E-mail: inisiatif@bdg.centrin.net.id

    Yayasan Bengkel Komunikasi Jl. Kebon Waru Utara No. 6 Bandung 40271

    Telp/Fax: +62 22 7208409 E-mail: bekom@bdg.centrin.net.id

  • iv

    KATA PENGANTAR

    Buku ini merupakan kumpulan kesaksian dari beberapa orang yang menjadi korban kerusakan lingkungan di cekungan Bandung yang tergabung dalam Koalisi Komunitas Korban Lingkungan (K3L). Buku ini diterbitkan dengan maksud untuk mengakomodasi pengalaman lapangan dari beberapa orang yang selama ini menjadi korban kejahatan lingkungan di wilayah tempat tinggal mereka masing-masing. Mereka ini kemudian menghimpun diri dalam satu wadah bersama untuk memperjuangkan keyakinan mereka dalam mendorong penegakan hukum lingkungan, utamanya di cekungan Bandung. Bekerja sama dengan Perkumpulan Inisiatif dan Yayasan Bengkel Komunikasi, K3L melakukan upaya-upaya kritis untuk mendorong proses penegakan hukum lingkungan di Cekungan Bandung.

    Semoga buku ini semakin menyadarkan kita untuk bersama-sama memperjuangkan tegaknya keadilan dalam proses penegakan hukum lingkungan di negeri ini. Menjadi kebanggaan kami apabila buku ini kemudian memberikan inspirasi bagi masyarakat lainnya yang selama ini menjadi korban kejahatan lingkungan untuk tampil menyuarakan dirinya.

    Buku ini diterbitkan tidak dengan tujuan untuk diperjualbelikan. Terima kasih kepada pihak Uni Eropa yang telah mendanai penerbitan buku ini.

    Bandung, Juni 2007

    Diding Sakri Direktur Eksekutif Perkumpulan Inisiatif

  • vDAFTAR ISI

    Kata Pengantar iv

    Daftar Isi v

    Pengantar

    Penegakan Hukum Lingkungan di Cekungan Bandung; BAGAI MENEGAKKAN BENANG BASAH, Oleh: Donny Setiawan

    vii

    Pencemaran Limbah Industri; HADIAH PENYAKIT BAGI RAKYAT 1

    QUO VADIS HUKUM LINGKUNGAN; PENEGAKAN DAN KEBERPIHAKAN, Oleh: Wulandari 2

    MAJALAYA DI AMBANG BATAS, Oleh: Deni Riswandani 31

    JANGAN MENUNGGU TRAGEDI MINAMATA TERJADI DI SAGULING, Oleh: Umar Alam Nusantara 35

    AWAN MENDUNG DI RANCAEKEK, Oleh: Euis Widia 40

    PERMASALAHAN TPA DAN INISIATIF PENGELOLAAN SAMPAH OLEH WARGA 48

    PARADIGMA PENGELOLAAN SAMPAH DI CEKUNGAN BANDUNG, Oleh: M. Jefry Rohman 49

    TPA MEMAKAN KORBAN, Oleh: M. Jefry Rohman 52

    SULITNYA MENCARI LAHAN UNTUK TPA, Oleh: M. Jefry Rohman 56

    BELUM ADANYA KEBIJAKAN YANG JELAS TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH, Oleh: M. Jefry Rohman 64

    INISIATIF WARGA DALAM MENGELOLA SAMPAH (Inisiatif vs Kebijakan), Oleh: Rifal Zaelani 66

    Perang Air; PEMODAL vs RAKYAT 72

    RADUG : PERANG AIR, Oleh: Umar Alam Nusantara 73

    SECERCAH EMPATI UNTUK ALAM, Oleh: Atep Kamaludin Alramadhan 77

    KOMERSIALISASI AIR DI KAWASAN MANGLAYANG JATINANGOR, Oleh: Muhamad Efendi 81

    Fenomena Lahan Kritis; KESALAHAN TATA KELOLA HUTAN 84

    LAHAN KRITIS AKIBAT KESALAHAN TATA KELOLA HUTAN, Oleh : Udin Saripudin 85

    KERUSAKAN HUTAN DAN KEMISKINAN MASYARAKAT DESA SEKITAR HUTAN, Oleh: Mulyana 96

    MEMBANGUN HUTAN, Oleh : Heri Ferdian 101

    DERITA PETANI LAHAN HUTAN, Oleh: Khadafi 106

  • vi

    HUTAN LINDUNG (Hutan Titipan Bukan Warisan), Oleh: Dede Juhari 111

    BERITA DARI KAWAN; TUJUH HUTAN CEKUNGAN BANDUNG (Sebuah Catatan dari Perjalanan Jelajah Tujuh Gunung di Cekungan Bandung), Oleh: Madani 115

    ANTOLOGI CURHAT CITARUM LEWAT SMS 119

    GERENTES HATE 120

    TENTANG PENULIS 121

  • vii

    PENGANTAR

    Penegakan Hukum Lingkungan di Cekungan Bandung; BAGAI MENEGAKKAN BENANG BASAH

    Oleh:Donny Setiawan1

    PENDAHULUAN

    aya mewakili kawan-kawan di Perkumpulan Inisiatif merasa sangat senang mendapat kesempatan untuk mengantarkan dan menerbitkan buah pena dari sahabat-sahabat kami yang selama ini tanpa mengenal lelah telah konsisten memperjuangkan keyakinan mereka. Sahabat-

    sahabat yang menjadi penulis buku ini adalah para pejuang lingkungan yang bekerja di akar rumput bersama komunitas mereka yang selama ini menjadi korban ketidakadilan dan tindak kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh para pemodal dan penguasa. Mereka selama ini hidup di lingkungan dimana udara sehat, air yang jernih, hutan yang lestari serta permukiman yang asri menjadi barang mahal yang sulit didapat.

    Buku ini tergolong unik karena yang menjadi penulis bukan dari kalangan akademisi ataupun aktivis LSM melainkan warga biasa yang merasa dirinya perlu menyuarakan pengalaman pahitnya untuk bisa didengar oleh para pihak, utamanya para penegak hukum di negeri ini. Istimewanya, apabila kita selami tulisan-tulisan yang ada di buku ini akan kita dapati bahwa mereka menulis dengan benar sebagaimana para akademisi atau intelektual kita membuat tulisan. Namun demikian, kepolosan-kepolosan khas akar rumput menjadi warna tersendiri yang kadang-kadang hadir pada setiap tulisan. Antologi curhat lewat SMS misalnya, adalah satu realita yang nyata dialami penulis tentang bagaimana penulis berbagi keluh kesah dengan sejawatnya melalui fasilitas teknologi yang sekarang sedang marak digunakan.

    Beberapa kalimat dalam tulisan pada buku ini disajikan dalam bahasa sunda. Hal ini disajikan oleh penulis sebagai bagian dari ekspresi kekesalan dan kegundahan yang dialami oleh penulis seperti terlihat pada kalimat kamana meberken layar lamun angin geus teu jadi Sa-Udara atau penggunaan idiom idiom leuweung rusak, cai beak, runtah pabalatak, manusa balangsak.

    CEKUNGAN BANDUNG DAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP

    Buku ini banyak mengupas tentang permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di Cekungan Bandung. Permasalahan lingkungan tersebut terkategorikan dalam empat isu lingkungan yang cukup menonjol di wilayah Cekungan Bandung. Isu-isu yang disajikan terkait dengan; isu pencemaran limbah, pengelolaan sampah, krisis air dan fenomena lahan kritis.

    1 Penulis adalah anggota Perkumpulan Inisiatif. Saat ini bertanggung jawab sebagai Project Coordinator untuk program Increasing Public Pressure to Promote Environmental Law Enforcement through Developing Coalition of Communities, Kerja sama program antara Perkumpulan Inisiatif Yayasan Bengkel Komunikasi dengan European Initiative for Democracy and Human Right (EIDHR), European Commission

  • viii

    Cekungan Bandung secara administratif terbagi ke dalam wilayah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi dan sebagian Kabupaten Sumedang dengan luas seluruhnya lebih dari 326.000 hektar. Pusat Cekungan Bandung adalah Kota Bandung yang sekaligus menjadi ibu kota Provinsi Jawa Barat. Sebagai kota terbesar di Jawa Barat, Kota Bandung dengan beberapa kelebihan sarana dan prasarana memiliki daya tarik yang sangat kuat. Karena perencanaan kota yang tidak baik maka Kota Bandung saat ini menjadi kota dengan multi-fungsi yang menampung berbagai aktivitas. Antara lain sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat, pusat perdagangan lokal dan regional, pusat pendidikan dan pengetahuan, kota pariwisata, kebudayaan dan konferensi, dan pusat industri.

    Keberadaan fungsi-fungsi tersebut memang menjadi daya tarik investor untuk melakukan investasi. Dengan demikian, akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi yang selama ini dijadikan salah satu indikator kemajuan kota. Namun, meningkatnya investasi tersebut pada gilirannya mendorong makin meningkatnya arus migrasi. Predikat Bandung sebagai Kota Jasa yang sekarang ini menjadi identitasi kota yang digaungkan oleh pemerintah kota malah membuat tata ruang kota Bandung menjadi sangat semrawut.

    Wilayah fisik Kota Bandung memiliki beberapa keterbatasan walaupun sudah lima kali mengalami perluasan wilayah. Ketika pertama kali dibentuk sebagai Gemeente, 1 April 1906, penduduknya berjumlah sekitar 38.403 jiwa dengan luas wilayah sebesar 1.922 hektar. Menurut data Registrasi Penduduk sampai dengan Maret 2004, dengan luas wilayah sekitar 16.729 hektar, jumlah penduduknya 2,5 juta jiwa. Ini berarti, kepadatan rata-rata penduduk sekitar 155 jiwa per hektar, jauh di atas s