Teori Rangkaian Listrik Dan Teori Elektromagnetik.doc Rev

  • View
    401

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of Teori Rangkaian Listrik Dan Teori Elektromagnetik.doc Rev

MUATAN DAN ARUS

Teori rangkaian listrik dan teori elektromagnetik adalah dua dasar teori-teori yang mendasari semua cabang teknik listrik .Banyak cabang teknik listrik, seperti listrik, mesin listrik,kontrol, elektronik, komunikasi, dan instrumentasi, adalah didasarkan pada teori rangkaian listrik. Dalam teknik listrik, mentransfer energi dari satu titik ke titik lain. Untuk melakukan hal ini membutuhkan interkoneksi perangkat listrik. interkoneksi seperti ini disebut sebagai rangkaian listrik, dan setiap komponen dari rangkaian tersebut adalah dikenal sebagai elemen. Charge (Muatan) adalah properti listrik yang materinya partikel atom yang diukur dalam coulomb (C ) Kita tahu dari fisika dasar bahwa semua materi dibuat fundamental blok bangunan yang dikenal sebagai atom dan setiap atom terdiri dari elektron, proton, dan neutron. Kita juga tahu bahwa muatan e pada sebuah elektron negatif dan besarnya sama dengan 1,602 10-19 C,1

sementara proton membawa muatan positif besarnya sama dengan elektron. jumlah yang sama proton dan elektron . Hal-hal berikut harus diperhatikan tentang muatan listrik: 1. coulomb adalah satuan besar untuk muatan . Dalam 1 C muatan listrik adalah 1 / (1,602 10-19) = 6,24 1018 elektron. Nilai realistis atau laboratorium nilai muatan yang diperlukan di urutan PC, nC, atau C 1 2. Menurut pengamatan eksperimental, satu-satunya biaya yang terjadi di alam adalah kelipatan integral dari muatan listrik e = -1,602 10-19 C. 3. Hukum kekekalan menyatakan bahwa muatan tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, hanya dipindahkan . Jadi aljabar jumlah muatan listrik dalam suatu sistem tidak berubah.

Electric current due to flow of electronic charge in a conductor

Ketika kawat penghantar (terdiri dari beberapa atom) dihubugkan kebaterai (sumber gaya gerak listrik / a source of electromotive force emf ), muatan positif bergerak dalam satu arah sementara muatan negatif bergerak ke arah yang berlawanan. Gerakan ini menciptakan arus listrik seperti Gambar

Arus listrik adalah tingkat perubahan terhadap waktu dari muatan, diukur dalam ampere (A). Secara matematis, hubungan antara arus i, muatan q , dan waktu t

di mana arus diukur dalam ampere (A), dan 1 ampere = 1 coulomb / detik muatan yang dipindahkan antara waktu t0 dan t diperoleh dengan mengintegrasikan kedua sisi Persamaan diperoleh

2

Sebuah arus searah (dc) adalah arus listrik yang tetap konstan dengan waktu

Sebuah arus bolak (ac) adalah arus sinusoidal yang bervariasi dengan waktu.

Two common types of current: (a) direct current (dc), (b) alternating current (ac).

VOLTAGE

Untuk memindahkan elektron dalam konduktor dalam arah tertentu memerlukan transfer energi dilakukan oleh gaya gerak listrik eksternal (emf), biasanya diwakili oleh baterai pada Gambar 1. ggl ini juga dikenal sebagai tegangan atau beda potensial. Tegangan Vab antara dua titik a dan b dalam sebuah rangkaian listrik adalah energi (atau pekerjaan) yang diperlukan untuk memindahkan satuan muatan dari a ke b; secara matematis

dimana w adalah energi dalam joule (J) dan q adalah muatan dalam coulomb (C). tegangan Vab atau sederhananya v diukur dalam volt (V) 1 volt = 1 joule/coulomb = 1 newton meter/coulomb Tegangan (atau perbedaan potensial) adalah energi yang dibutuhkan untuk memindahkan unit muatan melalui elemen, yang diukur dalam volt

3

vab = vbaArus dan tegangan adalah dua dasar variabel dirangkaian listrik. Term umum digunakan untuk besaran listrik . Seperti arus listrik, tegangan konstan disebut tegangan dc dan direpresentasikan dengan V, sedangkan tegangan sinusoidal yang berubah terhadap waktu disebut tegangan ac dan di representasikan dengan v, tegangan dc umumnya dihasilkan oleh baterai, tegangan ac yang dihasilkan oleh generator listrik Perlu diingat bahwa arus listrik selalu melalui elemen dan bahwa tegangan listrik selalu seluruh elemen atau antara dua titik

POWER AND ENERGYMeskipun arus dan tegangan adalah dua variabel dasar dalam rangkaian listrik, mereka tidak cukup dengan sendirinya. Untuk tujuan praktis, kita perlu tahu berapa besar daya perangkat listrik dapat menangani. Kita semua tahu dari pengalaman bahwa sebuah bola lampu 100 watt memberikan lebih banyak cahaya dari bola lampu 60-watt. Kita juga tahu bahwa ketika kita membayar tagihan keperusahaan utilitas listrik, kita membayar energi listrik yang dikonsumsi selama periode waktu tertentu. Jadi daya dan energi perhitungan yang penting dalam analysis rangkaian . Power adalah tingkat waktu pengeluaran atau menyerap energi, diukur dalam watt (W).

Dimana p adalah daya dalam watts (W), w adalah energy dalam joules (J), dan t adalah waktu dalam detik (s).

4

Reference polarities for power using the passive sign convention: (a) absorbing power, (b) supplying power.

hukum kekekalan energi harus dipatuhi dalam rangakian listrik. Untuk alasan ini, jumlah aljabar dari daya dalam rangkaian, berapa sesaat waktu harus nol :

Bahwa daya total yang disuply kerangkaian harus menyeimbangkan dengan daya total yang diserap. energi yang diserap atau disediakan oleh suatu elemen dari t0 waktu ke waktu t

5

Utility daya listrik mengukur energy dalam watt-hours (Wh), dimana 1 Wh = 3,600 J

An energy source forces a constant current of 2 A for 10 s to flow through a lightbulb. If 2.3 kJ is given off in the form of light and heat energy, calculate the voltage drop across the bulb.Solution:

The total charge is q = i t = 2 10 = 20 C The voltage drop is

How much energy does a 100-W electric bulb consume in two hours? Solution: w = pt = 100 (W) 2 (h) 60 (min/h) 60 (s/min) = 720,000 J = 720 kJ This is the same as w = pt = 100 W 2 h = 200 Wh

6

ELEMENT RANGKAIANElemen adalah blok bangunan dasar rangkaian. rangkaian listrik hanya interkoneksi elemen elemen. Analisis rangakaian adalah proses penentuan tegangan dilalui (atau arus melalui) elemen elemen rangkaian. Ada dua jenis elemen yang ditentukan dirangkaian listrik: elemen pasif dan elemen aktif. Sebuah elemen aktif yang mampu menghasilkan energi ketika sebuah elemen pasif tidak. Contoh elemen pasif adalah resistor, kapasitor, dan induktor. elemen aktif yang umum termasuk generator, baterai, dan operasional amplifier. Elemen aktif yang paling penting adalah sumber tegangan atau arus yang umumnya memberikan daya listrik yang terhubung kerangkaian . Ada dua jenis sumber: sumber independen dan dependen. Sumber independen yang ideal adalah elemen aktif penyedia specific tegangan atau arus listrik yang benar-benar independen dari variabel sirkuit lainnya.

7

Symbol for independent current source

Symbols for independent voltage sources: (a) used for constant or time-varying voltage, (b) used for constant voltage (dc). Dengan kata lain, sebuah sumber tegangan ideal independen menghantar ke rangkaian apa arus yang diperlukan untuk mempertahankan tegangan terminal. Fisik sumber seperti baterai dan generator dapat dianggap sebagai sumber tegangan ideal.

Sumber-sumber yang bergantung biasanya didesign dengan simbol bentuk diamond Karena mengontrol sumber bergantung yang dicapai tegangan atau arus dari beberapa elemen lainnya dalam rangkaian , dan sumber dapat jadi tegangan atau arus , berikut disini ada empat kemungkinan type sumber bergantung :

1. A voltage-controlled voltage source (VCVS). 2. A current-controlled voltage source (CCVS). 3. A voltage-controlled current source (VCCS). 4. A current-controlled current source (CCCS).Symbols for: (a) dependent voltage source, (b) dependent current source

Sumber-sumber bergantung adalah digunakan dalam model element antara lain transistor , operasional amplifier dan integrated circuit . suatu contoh dari sebuah arus dikontrol sumber tegangannya 10i sumber tegangan bergantung pada arus i melalui elemen C . nilai sumber tegangan dependent adalah 10 i V (dan bukan 10 i A) sebab adalah sumber tegangan ide berpikirnya bahwa menjadi sumber tegangan dengan polaritas ( + - )didalam simbol , menjadi sumber arus dengan panah .

.

The source on the right-hand

8

side is a current-controlled voltage source

Calculate the power supplied or absorbed by each element

.

Solution:

We apply the sign convention p1, the 5-A current is out of the positive terminal (or into the negative terminal); hence, p1 = 20(5) = 100 W Supplied power For p2 and p3, the current flows into the positive terminal of the element in each case. p2 = 12(5) = 60 W Absorbed power p3 = 8(6) = 48 W Absorbed power For p4,we should note that the voltage is 8V(positive at the top), the same as the voltage for p3, since both the passive element and the dependent source are connected to the same terminals. (Remember that voltage is always measured across an element in a circuit.) Since the current flows out of the positive terminal, p4 = 8(0.2I) = 8(0.2 5) = 8 W Supplied power We should observe that the 20-V independent voltage source and 0.2I dependent current source are supplying power to the rest of the network, while the two passive elements are absorbing power. Also, p1 + p2 + p3 + p4 = 100 + 60 + 48 8 = 0 In agreement, the total power supplied equals the total power absorbed. Compute the power absorbed or supplied by each component of the circuit EXAMPLEAnswer:

p1 = 40 W, p2 = 16 W, p3 = 9 W, p4 = 15 W.

9

2 The voltage and current at the terminals of the circuit element in are zero for ,t < 0. For ,t > 0 they are v = e -500t - e -1500t V i = 30 - 40e -500t + 10e -1500t mA a) Find the power at t = 1 ms. b) How much energy is delivered to the circuit element between 0 and 1 ms? c) Find the total energy delivered to the element

3 The numerical values for the currents and voltages in the circuit in Fig. are given in TableP1.26 Find the total p