Review jurnal 2 (jurnal M. Alif Zulfikar wajib individu)

  • View
    249

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Review jurnal 2 (jurnal M. Alif Zulfikar wajib individu)

  • 1. Nama : M. Alif Zulfikar (141211132035) Kelas : TIHP Journal of Process Biochemistry VOL. 47, 9991004, 2012 www.elsevier. com/locate/procbio

2. MEDIA Ultrafiltrasi sari Apel pomace dipilih sebagai media fermentasi karena terdapat pengkayaan nutrient l untuk memproduksi enzim ligninolytic dan pengekstraksi senyawa polifenol. Sari Apel pomace mengacu pada sari cair yang diperoleh setelah ultrafiltrasi jus mentah. Sebelum melakukan fermentasi, pH media disesuaikan menjadi 4,5 0,1. Fermentasi keadaan cair lain dilakukan dengan menggunakan media sintetis. Media sintetis digunakan sebagai kontrol untuk membandingkan produksi enzim dengan sari apel pomace. PERSIAPAN MIKROORGANISME DAN INOKULUM Galur P. chrysosporium (ATCC 24275) terpilih sebagai organisme yang cocok untuk bio- proses fermentasi cair untuk potensinya untuk lebih tinggi enzim pro-produksi. P. chrysosporium dipertahankan pada medium kentang dextrose-agar (PDA) pada 4 1 C. Budaya P. chrysosporium ditumbuhkan pada kentang dextrose-kaldu Menengah (PDB), diinkubasi pada suhu 37 1C. Media ini digunakan sebagai inokulum untuk fermentasi cair apple pomace lumpur dan menengah sintetis. inokulum dipindahkan secara aseptik menjadi 7,5 L fermentor setelah 48 jam inkubasi dalam termos. 3. FERMENTASI Sebuah fermentor berkapasitas 7,5 L dengan volume 4 L digunakan secara terpisah untuk sintetis menengah dan apple pomace sludge ( disterilkan pada 121 1C selama 30 menit ) untuk menghasilkan enzim ligninolitik ekstraseluler. Media diinokulasi dengan 10 % ( v / v ) inokulum . Suhu dan pH untuk fermentasi media dikontrol pada 37 1C dan 4,5 0,1 , masing-masing. Untuk menjaga konsentrasi oksigen terlarut di atas saturasi 20 % ( konsentrasi oksigen kritis),media awalnya di agitasi pada kecepatan 200 rpm dan akhirnya meningkat hingga 600 rpm dan aliran udara tingkat dikontrol secara otomatis menggunakan sistem yang dikendalikan komputer . Sampel ditarik dari fermentor pada selang12 jam untuk analisis kelayakan, aktivitas enzim ligninolitik, ekstraksi polifenol, viskositas ,potensial zeta , dan ukuran partikel sampai tahap penipisan pertumbuhan P. chrysosporium dan produksi enzim maksimal. UJI ENZIM Kegiatan LIP didasarkan pada transformasi veratril alkohol untuk veratilAldehyde. Aktivitas lakase diuji dengan menggunakan bis 2,2-azino (asam 3 ethylbenzthiazoline-6-sulfonat).Analisis aktivitas MNP didasarkan pada transformasi Mn2+ untuk Mn3. 4. UJI VIABILITAS Uji Viabilitas digunakan sebagai indikator dari jumlah biomassa yang tinggal di media fermentasi. Viabilitas miselium jamur rusak dalam sampel yang mengandung miselium dan sisa substrat diuji dengan nomor yang paling mungkin (MPN) Metode seperti yang dijelaskan oleh Gassara et al. EKSTRAKSI SENYAWA POLIFENOL Sampel akurat ditimbang 10 g dan 20 ml dari 80% aseton dan 80% etanol ditambahkan sebagai pelarut. Ekstraksi ultrasonik dilakukan selama 30 menit pada 40 1C dalam penangas ultrasonication. Campuran kemudian disentrifugasi pada 7000 g selama 20 menit dan supernatan digunakan untuk pengukuran isi polifenol dan aktivitas antioksidan. PERKIRAAN DARI TOTAL KADAR FENOLIK DAN RADIKAL BEBAS DARI AKTIVITAS DARI EKSTRAK POLIFENOL Jumlah polifenol dalam ekstrak fenolik sampel ditentukan oleh metode Swain dan Hillis. Aktivitas radikal bebas dari polifenol ekstrak ditentukan seperti yang dijelaskan oleh Ajila et al. 5. PARAMETER FISIKO-KIMIA Viskositas Selama fermentasi, viskositas kaldu fermentasi diukur pada Interval 12 jam dan 24 jam menggunakan viskometer rasional Ukuran partikel Analisis ukuran partikel dari media fermentasi dilakukan dengan mengg unakan Fritsch Sizer partikel Laser ANALYSETTE 22 Tes ini dapat mengukur diameter rata-rata 10%, 43%, 50% dan 90% partikel (D10, D43, D50, D90 dan) di kisaran 0,1-1000 mikrometer. Analisis ukuran partikel dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup P. chrysosporium, produksi MNP, LIP dan lakase selama fermentasi sari apel pomace pada interval waktu yang berbeda. Potensial Zeta Analisis potensi zeta dipelajari untuk membangun hubungan antara muatan partikel dari kaldu fermentasi, kelangsungan hidup mikroorganisme dan produksi enzim ligninolitik. Biaya partikel dan interaksi antara mereka sangat di-pengaruhi oleh ukuran partikel dan pH medium. Potensi zeta adalah analisis menggunakan zetaphoremeter dengan mempertimbangkan rata-rata 10 pengukuran 6. ANALISA STATISTIK Semua percobaan diuji dalam ulangan dan rata-rata dari 3 ulangan dihitung bersama dengan standar deviasi. Database menjadi sasaran sebuah analisi varians (ANOVA) menggunakan sistem pernagkat lunak analisis statistik digunakan untuk melakukan beberapa tes kisaran antara data dan hasil yang memiliki P