02 Agustus 2015

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of 02 Agustus 2015

  • 2

    D i sela-sela kesibukannya, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, Joko Widodo (Jokowi), sempat berbagi resep agar tidak mudah lelah dalam mengerjakan aktivitas sehari-hari. Setiap pagi, saya selalu minum air seduhan temulawak dicampur kacang hijau dan madu yang dibuat oleh istri. Saya tidak pernah sarapan. Minuman itulah sarapan saya, kata Jokowi. Menurutnya, temulawak memiliki kandungan curcuma yang berfungsi memperbaiki fungsi hati, sehingga tubuh tidak mudah merasa lesu dan lelah (ANTARA news).

    Kitab Yesaya mengatakan bahwa orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru. Lebih jauh dikatakan bahwa mereka tidak akan dipermalukan. Ya semua orang yang menantikan engkau takkan mendapat malu (Mazmur 25:3). Apakah artinya menantikan Tuhan? Mengapakah Tuhan harus dinantikan?

    Menantikan dalam bahasa Ibrani dipakai kata QAVAH (baca: Kaw-vaw) yang artinya adalah melekat (seperti dua tali yang dipilin). Maka arti dari menantikan Tuhan adalah memutuskan untuk tetap melekat kepada Tuhan dalam keadaan apapun. Melekat kepada Tuhan adalah tetap percaya dan tetap hanya berharap kepada Tuhan dalam situasi apapun.

    Menunggu TuhanKetika Bangsa Israel dibuang ke Babel,

    Daniel adalah seorang pemuda yang ikut terbuang ke Babel. Dalam pembuangan itu, Daniel memutuskan untuk tetap mengutamakan Tuhan, apapun resikonya (Daniel 1:8). Inilah sikap yang disebut sebagai menantikan Tuhan.

    Menantikan Tuhan, bukan berarti menunggu kedatangan Tuhan, yang dalam pengertian ini, Tuhan tidak ada atau tidak hadir di lokasi penantian.

    Tuhan adalah Allah yang Maha Hadir, Dia hadir di segala tempat dan tidak ada sesuatu apapun yang dapat menghalangi kehadiran Tuhan, baik ruang maupun waktu.

    Daud menjadi contoh dari orang yang menantikan Tuhan, ketika dia sudah memutuskan untuk percaya kepada Tuhan, maka dia hanya berharap dan mempercayakan dirinya kepada Tuhan, dalam segala situasi yang dihadapinya.

    Ketika dia butuh pertolongan, maka dia hanya memohon kepada Tuhan, dan tidak mencari pertolongan lain, hatinya melekat kepada Tuhan. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (ayat 4- 5).

    Sesuai firman-MuBagi orang yang menantikan Tuhan,

    maka fokus hidupnya adalah hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Selain itu tetap menjaga untuk hatinya berada dalam keadaan: rendah

  • 3

    hati (ayat 9), tulus dan jujur (ayat 21), percaya bahwa Tuhan itu baik (ayat 8), hanya beriman kepada Tuhan (ayat 15), berseru dan hanya berharap kepada Tuhan (ayat 18 19).

    Daud berkata bahwa orang yang menantikan Tuhan, tidak akan pernah dipermalukan (ayat 3) karena sebagai Penolong, Tuhan itu sangat terbukti (Mazmur 46:1). Perhatikan Firman yang dinyatakan melalui nabi Yesaya.

    Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:28-31). Marilah kita menantikan Tuhan. n (Pdt. Samuel Handoko)

    Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

  • 4

    P ada pertengahan Januari 2015, saya sekeluarga pergi ke sebuah desa di Pati

    (Jawa Tengah). Saat itu usia kandungan saya lima setengah

    bulan. Sesampai di Pati, badan dan perut saya terasa tidak enak. Ketika

    periksa ke rumah sakit desa, saya didiagnosis gangguan pencernaan dan

    masuk angin. Di tengah perjalanan pulang dari rumah sakit, saya muntah. Karena

    sampai keesokan harinya masih muntah-muntah saya segera dilarikan ke rumah sakit

    di Kota Pati, dan diopname selama empat hari, kemudian dipindah ke RS Elizabeth Semarang.

    Selama dua hari di Semarang, keadaan saya tidak membaik, bahkan saya sempat, maaf, mengeluarkan feses lewat mulut. Profesor yang menangani memutuskan bahwa saya harus dioperasi karena telah terjadi perlengketan usus yang menyebabkan kotoran tidak bisa keluar lewat dubur. Puji Tuhan, operasi lancar dan anak dalam kandungan juga aman.

    JALAN DALAMRENCANA-NYA

  • 5

    Tetapi, dua hari kemudian saya masih belum bisa buang angin. Profesor mengatakan ada penggumpalan massa yang menahan saya tidak bisa buang angin. Profesor memutuskan unttuk dilakukan operasi lagi untuk membuat saluran dubur buatan agar saya beserta bayi saya bisa bertahan.

    Saat operasi, ditemukan bahwa gumpalan massa yang menahan itu adalah kepala dari bayi saya. Pada akhirnya operasi tidak bisa dijalankan dan pada malam itu saya tidak bisa tidur dan hanya bisa berserah kepada Tuhan.

    Malam itu juga terjadi kontraksi. Pukul tiga dini hari, kontraksi mulai saya rasakan 15 menit sekali. Pada jam tujuh pagi saya sudah pembukaan 8. Beberapa saat kemudian saya melahirkan normal. Bayi saya lahir prematur dengan berat 500 gram. Tapi keesokan harinya bayi saya meninggal. Saya sedih sekali. Menurut dokter, pertumbuhan paru-paru bayi saya belum sempurna.

    Setelah dua minggu dirawat di ICU, keadaan saya membaik lalu dipindah ke kamar biasa. Lima hari kemudian saya diijinkan pulang.

    Ternyata ujian Tuhan belum berhenti. Tujuh hari kemudian saya kejang, menggigil dan pingsan. Saya kembali dilarikan ke ICU RS Elizabeth, dan koma selama lima hari, disebabkan infeksi karena operasi usus yang pertama sudah menyebar ke organ-organ tubuh lainnya seperti ginjal, jantung, paru-paru dan sistem tubuh lainnya.

    Profesor kembali mengoperasi saya lagi. Badan saya mengalami pembengkakan dari kepala hingga ujung kaki dikarenakan ginjal tidak berfungsi. Saya juga dibantu alat ventilator karena paru-paru saya tidak optimal.

    Pada saat itu suami saya sempat marah sama Tuhan. Namun pada akhirnya suami saya sadar bahwa rencana Tuhan bukan rencana manusia. Suami saya memohon ampun kepada Tuhan dan memohon agar saya disembuhkan.

    Selama di ICU, saya menjalani cuci darah tiga belas kali. Selama beberapa minggu keadaan saya tidak membaik. Saya stress, apalagi suami harus kembali bekerja di Papua. Keadaan saya semakin lemah.Pada saat itu entah mengapa saya teringat bahwa sebentar lagi Jumat Agung dan Paskah. Saya hanya bisa menangis dalam doa saya agar diberikan kesembuhan dan bisa hadir dalam dua kebaktian tersebut.

    Hingga pada akhirnya saya mengalami

    pendarahan lagi di dalam perut yang keluar lewat bekas luka operasi, menyerupai bisul. Pendarahan tersebut mengalami pembekuan darah dan menyebabkan rasa sakit di dalam perut saya. Di situlah kuasa Tuhan dinyatakan, Profesor yang menangani saya tidak bersedia untuk mengoperasi saya kembali dengan alasan tidak ingin terjadi resiko di meja operasi. Dan akhirnya saya dirujuk ke RS Premier Surabaya.

    Sebelum dioperasi, saya berdoa kepada Tuhan agar Tuhan sendiri yang mengoperasi saya melalui dokter. Puji Tuhan setelah operasi pengangkatan darah beku dilakukan, keadaan saya membaik. Dari hari ke hari saya mengalami kemajuan sehingga saya tidak perlu cuci darah lagi. Dan ventilator yang saya pakai dari RS Semarang bisa dilepas hingga suara saya bisa kembali keluar meskipun masih serak.

    Saya juga menjalani fisioterapi dan berjalan dengan lancar. Dan mujizat Tuhan terjadi, saya bisa pulang sehari sebelum hari Jumat Agung. Puji Tuhan saya bisa menghadiri 2 kebaktian meskipun dengan alat bantu.

    Melalui kejadian-kejadian ini saya bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan saya kesempatan untuk hidup. Pada saat mengalami keterpurukan Tuhan selalu menyertai saya, memberi saya kekuatan dan mengajarkan kepada saya tentang arti kesabaran. Tanpa Tuhan saya yakin tidak mampu menjalani ini semua. Saya juga sangat bersyukur dengan banyaknya bantuan doa yang tidak pernah terputus dari suami, keluarga besar, teman, dan orang-orang yang sebelumnya saya kenal baik di Semarang maupun di Surabaya hingga akhirnya saya bisa berjalan dengan normal dan suara saya membaik.

    Kiranya melalui kesaksian saya ini, biarlah hanya nama Tuhan saja yang patut dimuliakan dan diagungkan. Dan juga biarlah kesaksian saya ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan Yesus memberkati. n (Kesaksian Nonon Sulistiyorini, Jemaat GMS Surabaya)

    Melalui kejadian-kejadian ini saya bersyukur bahwa Tuhan Masih MeMberikan saya keseMpaTan unTuk hidup.

  • 6

    03senin

    04selasa rabu

    Tayangan Ulang Ibadah Minggu IGMS Pusat Pk. 08.00, 11.00, 20.00, 23.00 WIB/ www.mstv.tv

    Perubahan HidupPk. 02.00, 05.00, 14.00, 17.00 WIB/ www.mstv.tvPdt. Judy Koesmanto

    Tayangan Ulang Ibadah Minggu II GMS Pusat Pk. 08.00, 11.00, 20.00, 23.00 WIB/ www.mstv.tv

    (Re-run) Before 30 Show Miracles Edition Pk.10.00 WIB/ www.mstv.tv

    Padang Gurun Pk. 02.00, 05.00, 14.00, 17.00 WIB/ www.mstv.tvPdm. Yenny Verodika

    sekarang 8x dalam

    sehari !

    Mawar Sharon Women Pk. 10.00 WIB/ GMS Main HallPdt. Andreas Soestono(Jakarta)

    De CafePk. 19.00 WIB/ GMS Main HallPdt. Andreas Soestono(Jakarta)

    Before30 EnglishPk. 08.00, 11.00, 20.00, 23.00 WIB/ www.mstv.tv

    05Rekaman kotbah MSTV dapat dipesan melalui Pustaka Rajawali dengan menghubungi 031.6000.7000 ext. 204 @GMStvwww.mstv.tv

    Saksikan MSTV via mobile diiPhone/ iPad, Blackberry & Android:http://mstv.tv

    * Tayangan recorded dapat berubah sewaktu-waktu kecuali Live Streaming