DOKUMEN KESEPAKATAN RAPAT KOORDINASI NASIONAL big.go.id/assets/download/DOKUMEN-KESEPAKATAN-RAPAT-KOORDINASI-NAS...1…

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

DOKUMEN KESEPAKATAN

RAPAT KOORDINASI NASIONAL

INFORMASI GEOSPASIAL

TAHUN 2013

LAMPIRAN 1

1.1 INFORMASI GEOSPASIAL DASAR

Tabel 1 Kesepakatan di Bidang Informasi Geospasial Dasar

No Kesepakatan

1 Menindaklanjuti RAN 2012 yang belum terlaksana

2 Program percepatan penyelenggaraan IGD (pengumpulan, pengolahan,

penyimpanan dan pengamanan, penyebarluasan dan penggunaan IGD):

a. Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika (JKGG) Pembangunan dan penyebaran JKGG di seluruh wilayah Indonesia. Merealisasikan model geoid di Indonesia. Densifikasi jaringan pasut di seluruh wilayah Indonesia. Pemutakhiran Sistem Referensi Geospasial Nasional (Horisontal, Vertikal dan

Gayaberat).

b. Peta Dasar Program adjudikasi pemetaan batas wilayah administrasi untuk masukan

pembuatan Permendagri.

Program pemutakhiran pemetaan batas wilayah negara dan batas wilayah administrasi.

Program pemetaan rupabumi untuk wilayah Kalimantan pada skala 1:25.000. Program pemetaan rupabumi untuk wilayah daerah kota otonom pada skala

1:10.000 dan 1:5.000.

Program pengadaan citra tegak resolusi tinggi seluruh wilayah Indonesia sebagai IGD alternatif sebelum peta dasar vektor tersedia secara memadai.

Program penyediaan data vektor garis pantai seluruh Indonesia. Program pemetaan LPI dan LLN skala 1:50.000. Program pemetaan LPI prioritas area pada skala 1:25.000 dan 1:10.000. Program pemetaan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)III.

3 Program bersama percepatan survei dan pemetaan kelautan untuk mitigasi

bencana.

4 Kesepakatan untuk menjalankan strategi percepatan penyelenggaraan IGD:

a. Mengaktifkan pokja yang sudah dibentuk: Pokja Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika (BIG, BPN, BMKG, LIPI,

ESDM, DittopAD, Dishidros, Dispotrud, KemenHub, Perguruan Tinggi)

dikoordinasi oleh Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika BIG;

Pokja Pemetaan Rupabumi/Topografi (BIG,BPN, BMKG, LIPI, ESDM, DittopAD, Dishidros, Dispotrud, KemenHub, Perguruan Tinggi) dikoordinasi

oleh Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim BIG;

Pokja Pemetaan Pantai dan Laut (BIG, LIPI, BPPT, ESDM, KKP, Dishidros, KemenHub, Perguruan Tinggi) dikoordinasi oleh Pusat Pemetaan Kelautan

dan Lingkungan Pantai BIG;

Pokja Batas Wilayah (BIG, Kemendagri, Kemlu, Kemhan, ESDM, BNPP, KemenHub, DittopAD, Dishidros, KKP, Perguruan Tinggi) dikoordinasikan

oleh Pusat Batas Wilayah.

Pokja Toponim (BIG, Kemendagri, Kemlu, Kemhan, ESDM, DittopAD, Dishidros, KKP, Perguruan Tinggi) dikoordinasikan oleh Pusat Pemetaan

Rupabumi dan Toponim BIG.

1.2. INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK

Tabel 2 Kesepakatan di Bidang Informasi Geospasial Tematik

No Kesepakatan

1 Terkait Kelompok Kerja Nasional Informasi Geospasial Tematik (Pokja nasional IGT):

a. Tujuan pembentukan Pokja Nasional IGT adalah untuk merumuskan strategi, kebijakan, dan program rencana penyelenggaraan IGT serta

mengintegrasikan kegiatan penyelenggaraan IGT.

b. Organisasi Pokja Nasional IGT terdiri atas penanggung jawab, pengarah, ketua, sekretaris dan11 pokja IGT yaitu :

i. Pokja Pemetaan Sumberdaya Air dan DAS; ii. Pokja Pemetaan Sumberdaya Lahan Pertanian dan Gambut;

iii. Pokja Pemetaan Dinamika Sumberdaya; iv. Pokja Pemetaan Perubahan Iklim; v. Pokja Pemetaan Ekoregion;

vi. Pokja Pemetaan Monitoring Perijinan Sektoral, Penutup lahan, dan Status Lahan;

vii. Pokja Pemetaan Transportasi; viii. Pokja Pemetaan Sumberdaya Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau

Kecil;

ix. Pokja Pemetaan Kebencanaan; x. Pokja Pemetaan Tata Ruang;

xi. Pokja Pemetaan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Atlas. c. Pokja Nasional IGT harus menentukan prioritas penyelenggaraan IGT

berdasarkan kebutuhan riil nasional dan isu-isu strategis nasional.

d. SK Pembentukan Pokja Nasional IGT akan ditandatangani oleh Kepala BIG. BIG akan mengirim surat kepada K/L (pejabat eselon 1),

universitas, Asosiasi Profesi, dan LSMuntuk penunjukan pengarah,

ketua, sekretaris dan anggota dalam pokja

e. Program kerja dan jadwal pokja di tahun 2013 telah disepakati untuk

b. Melibatkan K/L dan Pemda sebagai kontributor dalam penyelenggaraan IGD. c. IGD harus dapat diperoleh secara mudah dengan tarif Rp 0,- untuk pengguna

melalui Infrastruktur Data Spasial Nasional.

d. Penyusunan norma, standar,prosedur, dan ketentuan (NSPK) dalam penyelenggaraan IGD.

e. Merekomendasikan untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam melaksanakan penyenggaraan IGD, baik SDM maupun Industri IG.

f. Penerbitan kebijakan untuk mengantisipasi IGD yang belum memadai. g. Penerbitan versi resmi unsur-unsur IGD oleh BIG.

ditindaklanjuti. Koordinasi pelaksanaan program kerja tersebut

adalah sebagai berikut:

i. Rapat Koordinasi Pokja Pendahuluan ( 20-21 Februari 2013) ii. Rapat Koordinasi Teknis setiap Pokja IGT tahap 1 (15-17 Mei

2013)

iii. Rapat Koordinasi Teknis setiap Pokja IGT Tahap 2 (27-29 Agustus 2013)

iv. Rapat Koordinasi Pokja IGT Tahap Final (20 November 2013) f. Program kerja dilaksanakan oleh anggota Pokja dari K/L terkait

yang berperan sebagai inisiator program kerja.

g. BIG memfasilitasi rapat koordinasi Pokja yang berkaitan dengan pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program kerja.

2 Terkait dengan program prioritas tahun 2014:

a. Penyelenggaraan IGT difokuskan pada percepatanprogram penataan ruang dan penyediaan IGT sumberdaya laut, pesisir dan

pulau-pulau kecil.

b. Penyediaan IGT untuk program prioritas difokuskan pada tema-tema sebagai berikut: lereng, morfologi, DAS, penutup

lahan/penggunaan tanah, geologi, kawasan pertambangan, rawan

bencana, hidrologi, oseanografi, curah hujan, jenis tanah dan lahan

gambut, luas baku sawah, kawasan kehutanan, kepadatan

penduduk, pertanian/peternakan/perkebunan, kesesuaian

lahan,kemampuan lahan, sumberdaya pesisirpulau kecillaut, peta

zonasi pemanfaatan laut dan pesisir, penanggulangan kemiskinan,

kawasan cagar budaya, kawasan konservasi dan fungsi lindung,

kawasan perindustrian, kawasan pariwisata, infrastruktur laut dan

pesisir, transportasi, ekoregion.

c. Penyediaan IGT dieselenggarakan oleh K/L yang berperan sebagai walidata.

d. Lokasi program prioritas untuk tata ruang mencakup wilayah nasional dengan skala 1: 50.000. Oleh sebab itu, perlu dukungan

percepatan pemetaan RBI, LPI minimal skala 1: 50.000 dan citra

penginderaan jauh resolusi yang memadahi dalam mendukung

penataan ruang di wilayah tersebut.

e. Lokasi program prioritas untuk penyediaan IGT sumberdaya laut pesisir dan pulau kecil difokuskan di kawasan ALKI 3, terutama yang

berbatasan dengan Negara lain.

f. Penyediaan IGT sumberdaya laut, pesisir di pulau-pulau kecil terdepan memerlukan skala besar (minimal 1: 10.000)

g. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pencapaian target program

prioritas penyelenggaraan IGT di masing

Rp. 813.235.000.000

Tabel 1.

h. Pencapaian target program prioritas 2014 memerlukan dukungan anggaran dari Kementerian Keuangan dan Bappenas.

4 Kerjasama antara K/L dalam pelaksanaan program kerja

dan perudang-udangan yang berlaku

5 Standard basisdata IGT diperlukan untuk mengintergrasikan IGT di K/L terkait

6 Terkait dengan penyusunan konsep Grand Design IGT 2015

a. Penyusunan Rencana Aksi IGT 2015kebutuhan IGT untuk menjawab isu strategis nasional, seperti

MP3EI,

penataan ruang, konflik so

isu strategis lainnya.

b. Anggota Pokja IGT akan mengkaji lebih lanjut kebutuhan IGT untuk penyusunan Rencana Aksi IGT 2015

IGT tersebut

walidata.

c. Rencana Aksi IGT 2015

prioritas penyelenggaraan IGT di masing-masing K/L terkait

13.235.000.000,- (Tabel 1.)

Tabel 1. RencanaAlokasi Anggaran Penyelenggaraan Igt Tah

Pencapaian target program prioritas 2014 memerlukan dukungan

anggaran dari Kementerian Keuangan dan Bappenas.

Kerjasama antara K/L dalam pelaksanaan program kerja sesuai dengan peraturan

udangan yang berlaku

IGT diperlukan untuk mengintergrasikan IGT di K/L terkait

Terkait dengan penyusunan konsep Grand Design IGT 2015-2019:

Penyusunan Rencana Aksi IGT 2015-2019 berdasarkan pada

kebutuhan IGT untuk menjawab isu strategis nasional, seperti

MP3EI, Penanggulangan Kemiskinan, ketahanan pangan dan energi,

penataan ruang, konflik sosial, kebencanaan dan perubahan iklim

isu strategis lainnya.

Anggota Pokja IGT akan mengkaji lebih lanjut kebutuhan IGT untuk

penyusunan Rencana Aksi IGT 2015-2019. Pengkajian ke

ersebut dilakukan oleh anggota Pokja yang berperan sebagai

walidata.

Rencana Aksi IGT 2015-2019 mencakup penyediaan IGT wilayah

masing K/L terkait adalah

Alokasi Anggaran Penyelenggaraan Igt Tahun 2014

Pencapaian target program prioritas 2014 memerlukan dukungan

anggaran dari Kementerian Keuangan dan Bappenas.

sesuai dengan peraturan

IGT diperlukan untuk mengintergrasikan IGT di K/L terkait

berdasarkan pada

kebutuhan IGT untuk menjawab isu strategis nasional, seperti

ketahanan pangan dan energi,

ial, kebencanaan dan perubahan iklim,

Anggota Pokja IGT akan mengkaji lebih lanjut kebutuhan IGT untuk