Kebijakan Pengembangan Kurikulum 2013

  • View
    122

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kebijakan Pengembangan Kurikulum 2013. OLEH: PROF. DR. H. MUHAIMIN, MA DISAMPAIKAN PADA WORKSHOP PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 BAGI KEPALA DAN WAKA MTs SE KKM MT sN 1 BOJONEGORO TGL. 6-8 SEPTEMBER 2013 DI LKP2-I LANDUNGSARI MALANG. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript

  • Direktorat Jenderal Pendididikan Islam Kementerian Agama RI mengeluarkan Surat Edaran tentang penerapan kurikulum 2013 yang ditandatangani Dirjen Pendis Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si tanggal 8 Juli 2013 yang isinya siap menerapkan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2014. Surat Edaran yang ditandatangi Nur Syam tersebut bernomor SE/Dj.I/PP.00/50/2013 tentang implementasi kurikulum 2013 pada madrasah. Kementerian Agama akan mengimplementasikan Kurikulum 2013 untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mulai tahun pelajaran 2014/2015, yang akan diterapkan pada tingkat MI di kelas I dan IV, tingkat MTs kelas VII dan tingkat MA kelas X.Kemenag tidak memiliki anggaran untuk implementasi Kurikulum 2013. Rencana perubahan kurikulum di pertengahan tahun ketika daftar isian pelaksanaan anggaran sudah disetujui, kata Nur Syam, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag).Kemdikbud bertekad bulat, apapun yang terjadi, Kurikulum 2013 tetap diimplementasikan pada 15 Juli 2013. Implementasi Kurikulum 2013 hanya dilakukan di 6.325 sekolah di 295 kabupaten/kota di 33 provinsi, yakni jenjang SD diterapkan di 2.598 sekolah, jenjang SMP di 1.436 sekolah, jenjang SMA di 1.270 sekolah, serta SMK di 1.021 sekolah.

  • Permasalahan Kurikulum 2006Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya matapelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan.Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum. Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala.Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.

  • Alasan Pengembangan Kurikulum

    Tantangan Masa DepanGlobalisasimasalah lingkungan hidupkemajuan teknologi informasikonvergensi ilmu dan teknologiekonomi berbasis pengetahuankebangkitan industri kreatif dan budayapergeseran kekuatan ekonomi duniapengaruh dan imbas teknosainsmutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikanHasil TIMSS dan PISA

    Kompetensi Masa DepanKemampuan berkomunikasiKemampuan berpikir jernih dan kritisKemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahanKemampuan menjadi warga negara yang efektifKemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobalMemiliki minat luas mengenai hidup Memiliki kesiapan untuk bekerja Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya

    Fenomena Negatif yang MengemukaPerkelahian pelajarNarkobaKorupsiPlagiarisme Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)Gejolak masyarakat (social unrest)

    Persepsi MasyarakatTerlalu menitikberatkan pada aspek kognitifBeban siswa terlalu beratKurang bermuatan karakter

  • Hasil evaluasi TIMSS (Trends in Student Achievement in Mathematics and Science) 2011 untuk matematika kelas VIII, Indonesia pada posisi 5 besar dari bawah (bersama Syria, Moroko, oman, Ghana). Peringkat Indonesia (36/40 dengan nilai 386) mengalami penurunan dari TIMSS 2007 (peringkat 35/49 dengan nilai 397). Tertinggi diraih oleh Korea (nilai 613) disusul Singapore (nilai 611). Nilai rata-rata 500. Untuk sains/IPA kelas VIII, Indonesia juga menempati posisi 5 besar dari bawah (bersama Macedonia, Lebanon, Moroko, Ghana). Peringkat Indonesia (39/42 dengan nilai 406) berada di bawah Palestina, Malaysia, Thailand dsb. Singapore peringkat pertama (nilai 590). Nilai yang diperoleh Indonesia juga menurun dibandingkan hasil tahun 2007 (peringkat 36/49 dengan nilai 427). Nilai rata-rata 500.Data hasil PISA (Program for International Assessment of Student ) tahun 2009, peringkat Indonesia baru bisa menduduki 10 besar terbawah dari 65 negara. Ada tiga aspekyang diteliti PISA, yakni kemampuan membaca, matematika, dan sains. Hasil survey PISA tahun 2009; Reading (57), Matematika ( 61) dan Sains (60). Predikat ini mencerminkan bahwa anak Indonesia masih rendah dalam kemampuan literasi sains diantaranya mengidentifikasi masalah ilmiah, menggunakan fakta ilmiah, memahami sistem kehidupan dan memahami penggunaan peralatan sains.

  • Elemen PerubahanElemen Perubahan

    1. Standar Kompetensi Lulusan3. Standar Proses2. Standar Isi4. Standar Penilaian

  • PERMENDIKBUD NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Pengertian SKL:Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan, yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan tertentu.

    Tujuan SKL:Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

  • ISTILAH-ISTILAHKompetensi adalah seperangkat sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh Peserta Didik setelah mempelajari suatu muatan pembelajaran, menamatkan suatu program, atau menyelesaikan satuan pendidikan tertentu. Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar Isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat Kompetensi untuk mencapai Kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah kriteria mengenai pendidikan prajabatan dan kelayakan maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Standar Sarana dan Prasarana adalah kriteria mengenai ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

  • Standar Pengelolaan adalah kriteria mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Standar Pembiayaan adalah kriteria mengenai komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar Peserta Didik. Kompetensi Inti adalah tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang Peserta Didik pada setiap tingkat kelas atau program. Kompetensi Dasar adalah kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus diperoleh Peserta Didik melalui pembelajaran.

  • KOMPETENSI LULUSAN SMP/MTs

    DIMENSIKUALIFIKASI KEMAMPUANSikapMemiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

    PengetahuanMemiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.

    KetrampilanMemiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah/madrasah dan sumber lain sejenis.

  • BANDINGKAN DENGAN KURIKULUM TAHUN 2006SKL SMP/MTs/SMPLB*/Paket BMengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remajaMemahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri Menunjukkan sikap percaya diriMematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luasMenghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatifMenunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinyaMenunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hariMendeskripsi gejala alam dan sosialMemanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawabMenerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik IndonesiaMenghargai karya seni dan budaya nasionalMenghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkaryaMenerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luangBerkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakatMenghargai adanya perbedaan pendapat Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhanaMenunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhanaMenguasai pengetahuan yang dip