Keutamaan Silaturahmi

  • View
    1.920

  • Download
    10

Embed Size (px)

Transcript

Keutamaan SilaturahmiMakalah Al-Quran & Hadis

Disusun oleh Kelompok 6: Deni Lukmansyah Satya Fattah Ibrahim Pajri Sidik Pandri Freddy Yusuf Dwinata Zainal Abidin

1

IAIN Raden Intan LampungFakultas Tarbiyah Jurusan Bimbingan Konseling Islam2010-2011

PendahuluanLatar BelakangSegala puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam, tidak ada permusuhan kecuali kepada orang-orang zalim, dan kesudahan bagi untuk orang-orang yang bertaqwa. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang terpercaya. Semoga Allah SWT memberikan rahmat kepadanya, keluarga dan sahabatnya, dan kesejahteraan yang banyak. Sesungguhnya silaturrahim termasuk ibadah kepada Allah yang paling baik dan ketaatan yang paling agung, kedudukan yang tertinggi dan berkah yang besar, serta yang paling umum manfaatnya di dunia dan akhirat. Maka silaturrahim merupakan kebutuhan secara fitrah dan sosial, yang dituntut oleh fitrah yang benar dan dicenderungi oleh tabiat yang selamat. Sesungguhnya sempurnalah dengannya keakraban, tersebar kasih sayang dengan perantaraannya, dan merata rasa cinta. Ia adalah bukti kemuliaan, tanda muru`ah, mengusahakan bagi seseorang kemuliaan, pengaruh, dan wibawa. Karena alasan itulah berlomba-lomba padanya orang-orang mulia yang berakal, maka mereka menyambung (tali silaturrahim) kepada orang yang

2

memutuskan dan memberi kepada orang yang tidak mau memberi, serta bersifat santun kepada yang bodoh. Tidaklah nampak muru`ah kecuali ada padanya tali kekeluargaan yang disambung kembali, kebaikan yang diberikan, kesalahan yang dimaafkan, dan uzur yang diterima.

Rumusan MasalahSilaturahmi merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw, dan jangan pernah kita memutuskan tali silaturahmi kepada sesame manusia terlebih lagi kepada orang yang dekat dengan kita agar terjaga hubungan yang harmonis diantara kita semua. Selain itu ada rahasia dibalik hubungan silaturahmi itu sendiri. Maka, untuk lebih mendalami tentang kegunaan atau keutamaan silaturahmi serta mengenal apa saja dalil-dalil yang ada pada Al-Quraan dan Hadis, maka dalam makalah ini akan diberikan tidak hanya teori saja melainkan akan disertai sumber dari Al-Quran dan Hadis.

3

PembahasanPengertian

))

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturrahim (Arham). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. 4:1) Silaturahmi secara bahasa berasal dari dua kata, yakni silah (hubungan) dan Rahim (Rahim perempuan) yang mempunyai arti Hubungan nasab, sebagaimana ayat diatas kata al-Arham (rahim) diartikan sebagai Silaturahmi. Namun pada hakikatnya

4

silaturahmi bukanlah sekedar hubungan nasab, namun lebih jauh dari itu hubungan sesama muslim merupakan bagian dari silaturrahmi, sehingga Allah SWT mengibaratkan umat Islam bagaikan satu tubuh. Sebagaimana firman-Nya:

)(Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. QS (49:10). Hubungan persaudaraan inilah yang menjadikan sesama Muslim mempunyai kewajiban untuk saling membantu, saling menghormati, menjenguk ketika sakit, mengantarkan sampai ke kuburan ketika meninggal dunia, saling mendoakan, larangan saling mencela, menghasud dan lain sebagainya. Al-Quran telah banyak menceritakan kisah terputusnya

silaturahmi, padahal mereka mempunyai hubungan nasab. Diantaranya, Nabi Ibrahim AS menjadi jauh dengan bapaknya, karena seorang Musyrik. Malah doa nabi Ibrahim untuk bapaknya sendiri tidak dikabulkan oleh Allah SWT, sebagaimana firmanNya:

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah

)(

5

seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantunan. (QS. 9:114). Nabi Luth AS harus berpisah dengan istrinya dikarenakan tidak mau mengikuti ajarannya, sehingga Allah SWT mengadzabnya bersama kaum yang lainnya, Nabi Nuh AS harus berpisah dengan anaknya dikarenakan tidak mau mengikuti ajarannya, sehingga Allah SWT menenggelamkannya bersama umat yang lainnya. Begitupun dengan Nabi Muhammad SAW tidak bisa bersamasama didalam surga bersama pamannya Abu Thalib, padahal pamannya sangat menjaga dan menyayangi beliau. Untuk menghindari sebuah terputusnya doa supaya silaturahmi, senantiasa Allah ada SWT dalam

mengajarkan keimanan:

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). (QS. 3:8)

))

Dalil-dalil Silaturahmi dari Al-Quran & Hadis.Di antara bentuk taqarrub yang paling berharga, ketaatan yang paling agung, memiliki kedudukan yang paling tinggi, keberkahan yang agung, mendatangkan manfaat yang besar dan menyeluruh di dunia dan akhirat adalah sliturrahim. Al-Arham adalah keluarga seseorang, baik ibu, bapak, anak laki-laki atau perempuan, saudari dan saudaranya, dan semua orang yang

6

memiliki hubungan dengannya dari pihak bapaknya, atau ibunya atau anak laki-laki atau anak perempuannya, dan tidak termasuk dalam masalah ini keluarga suami atau istri, namun mereka dianjurkan berbuat baik kepada mereka, mereka tidak termasuk dalam kategori arham namun sebagai mantu. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

)( berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk

Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah dan golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Anfal: 75) Allah SWT telah mewasiatkan para hamba untuk menjalankan silaturahim, dan wasiat untuk bersilaturahim ini dibarengkan dengan wasiat untuk bertaqwa. Allah SWT berfirman:

))

7

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu . (QS. Al-Nisa: 1) Artinya: Takutlah kepada Allah dengan menjalankan semua ketaatan kepada-Nya dan meninggalkan bermaksiat kepada -Nya, takutlah jika kalian memutuskan hubungan silaturahim, akan tetapi sambunglah dan berbuat baiklah, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas dan tokoh salaf yang lainnya. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

))Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung . (QS. Al-Rum: 38) Allah SWT menerangkan bahwa menyambung silaturahim adalah hak yang wajib dipenuhi baik dalam bentuk materi atau maknawi. Dan dakwah untuk menyambung silaturahim termasuk perkara yang paling pertama yang diserukan oleh Nabi Muhammad saw di permulaan pengangkatan beliau sebagai Nabi. Di dalam As-

8

Shahihaini pada kisah Abi Sufyan bersama Hiraqlius, pada saat dia ditanya oleh Hiraqlius: Perkara apakah yang diperintahkannya kepada kalian?. Yaitu oleh Nabi Muhammad saw. Maka Abu Sufyan menjawab: Dia berkata: Sembahlah Allah, dan janganlah mempersekutukn Dia dengan sesuatu apapun, tinggalkanlah apa-apa yang telah dikatakan oleh bapak-bapak kalian, beliau juga memerintahkan kami untuk menjalankan shalat, berkata jujur, menjaga diri dan bersilaturahim. Dan silaturahim adalah sebab bagi terbukanya pintu rizki dan panjang umur di dunia, sementara di akherat kelak akan mendapatkan kemenangan dengan memperoleh surga dan selamat dari neraka. Memutuskan silaturahim termasuk dosa besar, di mana

pelakunya akan diancam oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan berbagai siksa baik yang disegerakan atau ditunda di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman:

)) Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam). (QS. Al-Radu: 25).

9

Diriwayatkan

oleh

Al-Bukhari

dan

Muslim

di

dalam

kitab

shahihnya dari Abi Hurairah radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Muhammad salallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluknya lalu pada saat telah selesai menciptakannya rahim berkata: Ini adalah tempat bagi orang yang berlindung kepadamu dari memutuskan silaturahim. Benar, apakah engkau tidak rela jika Aku menyambung rahim orang yang menyambungmu dan memtuskan hubungan orang yang memutuskanmu? Hubungan rahim berkata: Benar wahai Tuhanku. Allah berfirman; Itu adalah bagimu. Maka Rasulullah saw bersabda, "Bacalah firman Allah SWT:

)) Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memu