of 13 /13
BAB II Embriologi prostat Selama kehamilan bulan ketiga, kelenjar prostat berkembang dari invaginasi epithelial dari sinus urogenital posterior di bawah pengaruh mesenkim. Pembentukan normal dari kelenjar prostat membutuhkan pengaruh 5α-dihidrotestosteron yang disintesa dari testosteron fetal oleh 5α- reduktase. Enzim ini dijumpai pada sinus urogenital dan genitalia ekternal. Konsekuensinya, defisiensi 5α-reduktase akan menyebabkan prostat yang mengecil atau sama sekali tidak ada, walaupun epididimis, vasa deferentia dan vesikel seminal tetap normal. Selama masa prepubertas, terjadi perubahan prostat menuju fenotipe dewasa. Kelenjar membesar secara kontinu mencapai berat sekitar 20 gram pada usia 25-30 tahun

makalah prostat

Embed Size (px)

Citation preview

BAB II

Embriologi prostat

Selama kehamilan bulan ketiga, kelenjar prostat berkembang dari invaginasi epithelial dari sinus urogenital posterior di bawah pengaruh mesenkim. Pembentukan normal dari kelenjar prostat membutuhkan pengaruh 5-dihidrotestosteron yang disintesa dari testosteron fetal oleh 5-reduktase. Enzim ini dijumpai pada sinus urogenital dan genitalia ekternal. Konsekuensinya, defisiensi 5-reduktase akan menyebabkan prostat yang mengecil atau sama sekali tidak ada, walaupun epididimis, vasa deferentia dan vesikel seminal tetap normal. Selama masa prepubertas, terjadi perubahan prostat menuju fenotipe dewasa. Kelenjar membesar secara kontinu mencapai berat sekitar 20 gram pada usia 25-30 tahun

Anatomi prostat

Prostat adalah organ genital yang hanya di temukan pada pria karena merupakan penghasil cairan semen yang hanya dihasilkan oleh pria. Prostat berbentuk piramid, tersusun atas jaringan fibromuskular yang mengandung kelenjar. Prostat pada umumnya memiliki ukuran dengan panjang 1,25 inchi atau kira kira 3 cm, mengelilingi uretra pria. (Gambar 2.1)

Dalam hubungannya dengan organ lain, batas atas prostat bersambung dengan leher bladder atau kandung kemih. Di dalam prostat didapati uretra. Sedangkan batas bawah prostat yakni ujung prostat bermuara ke eksternal spinkter bladder yang terbentang diantara lapisan peritoneal. Pada bagian depannya terdapat simfisis pubis yang dipisahkan oleh lapisan ekstraperitoneal. Lapisan tersebut dinamakan cave of Retzius atau ruangan retropubik. Bagian belakangnya dekat dengan rectum, dipisahkan oleh fascia Denonvilliers Prostat memiliki lapisan pembungkus yang di sebut dengan kapsul. Kapsul ini terdiri dari 2 lapisan yaitu : 1. True capsule : lapisan fibrosa tipis pada bagian luar prostat 2. False capsule : lapisan ekstraperitoneal yang saling bersambung,menyelimuti bladder atau kandung kemih. Sedangkan Fascia Denonvilliers berada pada bagian belakang. (Gambar 2) Histologi prostat

Prostat merupakan suatu kumpulan kelanjar yang terdiri dari 30 - 50 kelenjar tubuloalveolar, dibentuk dari epitel bertingkat silindris atau kuboid yang bercabang. Duktusnya bermuara ke dalam uretra pars prostatika, menembus prostat. Secara histologi, prostat memiliki 3 zona yang berbeda yaitu (gambar 2.2) : 1. Zona sentral 2. Zona perifer 3. Zona transisional

FUNGSI PROSTAT1. Mengeluarkan cairan alkalis yang menetralkan sekresi vagina yg asam, suatu fungsi penting karena sperma lebih dapat bertahan hidup dalam lingkungan yg sedikit basa.2. Menghasilkan enzim-enzim pembekuan dan fibrinolisin. Enzim-enzim pembekuan prostat bekerja pd fibrinogen dari vesikula seminalis untuk menghasilkan fibrin, yg membekukan semen sehingga sperma yg diejakulasikan tetap tertahan di dalam saluran reproduksi wanita saat penis ditarik keluar.

RETENSI URINE

DEFINISIRetensi urine adalah suatu keadaan penumpukan urine di kandung kemih dantidak mempunyai kemampuan untuk mengosongkannya secara sempurna. Retensio urineadalah kesulitan miksi karena kegagalan urine dari fesika urinaria. (Kapita SelektaKedokteran).Retensio urine adalah tertahannya urine di dalam kandung kemih, dapat terjadisecara akut maupun kronis. (Depkes RI Pusdiknakes 1995). Retensio urine adalahketidakmampuan untuk melakukan urinasi meskipun terdapat keinginan atau doronganterhadap hal tersebut. (Brunner & Suddarth).Retensio urine adalah suatu keadaan penumpukan urine di kandung kemih dantidak punya kemampuan untuk mengosongkannya secara sempurna. (PSIK UNIBRAW).

ETIOLOGI1. Supra vesikal berupa kerusakan pada pusat miksi di medullaspinalis.Kerusakan saraf simpatis dan parasimpatis baik sebagian ataupun seluruhnya,misalnya pada operasi miles dan mesenterasi pelvis, kelainan medulla spinalis,misalnya miningokel, tabes doraslis, atau spasmus sfinkter yang ditandai dengan rasasakit yang hebat.2. Vesikalberupa kelemahan otot detrusor karena lama teregang, , atoni pada pasien DMatau penyakit neurologist, divertikel yang besar.3. Intravesikal berupa pembesaran prostat, kekakuan lehervesika, batu kecil dan tumor.4. Dapat disebabkan oleh kecemasan, pembesaran prostat,kelainan patologi uretra,trauma, disfungsi neurogenik kandung kemih.5. Beberapa obat mencakup preparat antikolinergik antispasmotik (atropine), preparatantidepressant antipsikotik (Fenotiazin), preparat antihistamin (Pseudoefedrinhidroklorida = Sudafed), preparat penyekat adrenergic (Propanolol), preparatantihipertensi (hidralasin).

PATOFOSIOLOGI

Pada retensio urine, penderita tidak dapat miksi, buli-buli penuh disertai rasa sakit yang hebat di daerah suprapubik dan hasrat ingin miksi yang hebat disertai mengejan.Retensio urine dapat terjadi menurut lokasi, factor obat dan factor lainnya seperti ansietas,kelainan patologi urethra, trauma dan lain sebagainya. Berdasarkan lokasi bisa dibagi menjadi supra vesikal berupa kerusakan pusat miksi di medulla spinalsi menyebabkan kerusaan simpatis dan parasimpatis sebagian atau seluruhnya sehingga tidak terjadi koneksi dengan otot detrusor yang mengakibatkan tidak adanya atau menurunnya relaksasi otot spinkter internal, vesikal berupa kelemahan otot detrusor karena lama teregang, intravesikal berupa hipertrofi prostate, tumor atau kekakuan lehervesika, striktur, batu kecil menyebabkan obstruksi urethra sehingga urine sisa meningkat dan terjadi dilatasi bladder kemudian distensi abdomen. Factor obat dapat mempengaruhi proses BAK, menurunkan tekanan darah, menurunkan filtrasi glumerolus sehingga menyebabkan produksi urine menurun. Factor lain berupa kecemasan, kelainan patologi urethra, trauma dan lain sebagainya yang dapat meningkatkan tensi otot perut, peri anal, spinkter anal eksterna tidak dapat relaksasi dengan baik. Dari semua factor di atas menyebabkan urine mengalir labat kemudian terjadi poliuria karena pengosongan kandung kemih tidak efisien. Selanjutnya terjadi distensi bladder dan distensi abdomen sehingga memerlukan tindakan, salah satunya berupa kateterisasi urethra.

TANDA DAN GEJALA1) Diawali dengan urine mengalir lambat.2) Kemudian terjadi poliuria yang makin lama menjadi parah karena pengosongankandung kemih tidak efisien.3) Terjadi distensi abdomen akibat dilatasi kandung kemih.4) Terasa ada tekanan, kadang terasa nyeri dan merasa ingin BAK.5) Pada retensi berat bisa mencapai 2000 -3000 cc.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIKPemeriksaan diagnostik yang dapar dilakukan pada kasus Retensio Urine adalahpemeriksaan specimen urine. Pada pemeriksaan ini diambil hasil dari :1. Pengambilan: steril, random, midstream.2. Penagambilan umum: pH, BJ, Kultur, Protein, Glukosa, Hb, KEton, Nitrit.3. Sistoskopy, IVP.PENATA LAKSANAANa. Kateterisasi urethra.b. Drainage suprapubik.c. Pungsi vesika urinariaLUTS (LOWER URINARY TRACT SYMPTOMS)

Keluhan salura miksi bagian bawah antara lain : 1.Storage2.Voiding 3. Pasca miksi

1. STORAGE Frekuensi /poliuria, disuria, nokturia

Frekuensi / polakisuria : frek. Berkemih > 8 kali perhari . Keadaan yang sering dialami pasien urologi . Frekuensi yang di keluhkan biasanya 2 jam sekali dengan sangat mengganggu. Polikusria biasa di sebabkan produksi urin yang berlebi atau kapasitas buli2 yang menurun

Nokturia : berkemih lebih dari satu lain pada malam hari, diantara episode tidur. Bisa disebabkan karena produksi urin yang meningkat atau kapasitas buli2 yang menurun

Disuria : nyeri saat miksi terutama disebabkan karena inflamasi pada buli2 atau uretra. Seringkali nyeri paling sakit di sekitar meatus uretra eksternus

2. VOIDING

Hesitansi, kencing mengedan, pancaran lemah, pancran kencing bercabang, waktu kencing prepusium melembung, pancaran kencing terputus Hesitansi : awalnya keluarnya urin menjadi lebih lama dan seringkali pasien harus mengejan unuk memmulai miksi Intermitensi : miksi yang berhenti dan kemudian memancar lagi

3. GEJALA MIKSI

Akhir kencing menetes, kening tidak puas terasa sisa kencing Terminal dribbling : miksi diakhiri dengan perasaan tidak puas setelah miksi. Terasa ada sisa urin dalam buli2 dengan masih keluar terasa urin

BENIGN PROSTATE HYPERTROPHY (BPH)

DEFINISI

adalah : pembesaran progresif dan kelenjar prostat (secra umum pada pria lebih dari 50 th ) menyebabkan berbagai derajat obstruksi uretal dan pembatasan aliran urinarius.

ETIOLOGI

hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya hiperplasi prostat, tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa hiperplasi prostat erat kaitannya dengan peningkatan kadar dehidrostestosteron (DHT) dan proses aging proses (Aging Proses / penenuaan ). Beberapa hipotesa yang diduga sebagai penyebab timbulnya hiperplasi prostat adalah : 1 adanya perubahan kesimbangan antara hormon testosteron dan estrogen pada usia lanjut. 2 Peranan dari Growth Faktor sebagai pemacu pertumbuhan stroma kelenjar prostat. 3 Meningkatkan lama hidup sel sel prostat karena berkurangnya sel sel yang mati. 4 Teori sel stem menerangkan bahwa terjadi proliferasi abnormal sel stem sehingga menyebabkan produksi sel stroma dan sel epitel kelenjar prostat menjadi berlebihan.

GEJALA1 gejala pada saluran kemih bagian bawah terdiri atas sejak obstruksi dan iritatif yang umumnya meliputi : a. ingin miksi tapi tidak jadi (Hesistansi). b. Aliran kemih menjadi lemah, tidak lancar, volume sedikit. c. Sering miksi di malam hari (nocturia) d. Masih ada tetesan air kemih setelah miksi (terminal dribbling). e. Frekuensi miksi bertambah (polakisuria). f. Adanya perasaan kandung kemih belum kosong semua pada waktu miksi. g. Perasaan ingin miksi, yang tidak bisa ditahan (urgensi). h. Kadang kadang miksi tidak dapat ditahan sama sekali (urgen inkontinensia). i. Perasaan nyeri pada saat kencing (disuria). j. Retensi urine.

Untuk menilai tingkat keparahan dari keluhan pada saluran kemih digunakan sistem skoring secara subjektif dapat diisi dan dihitung oleh pasien. Dari skore 1 P 35 dapat dikelompokan gejalanya dalam 3 derajat yaitu :a. Ringan 0 7. b. Sedang 8 19. c. Berat 20 35.

Derajat berat obstruksi dapat diukur juga dengan menentukan jumlah sisa urine setelah miksi spontan. Bila sisa urine lebih dari 100 CC biasanya dianggap sebagai batas indikasi BPH. 2 Gejala pada saluran kemih bagian atas Keluhan akibat penyulit hiperplasia prostat pada saluran bagia atas berupa gejala obstruksi antara lain ; nyeri pinggang, benjolan dipinggang (yang merupakan tanda dari Hydroneprhosis) atau demam yang merupakan tanda dari infeksi atau urosepsis. 3 Gejala diluar saluran kemih. Tidak jarang pasien berobat kedokter karena mengeluh adanya hernia inguinalis dan hemoroid akibat sering mengejan pada saat meningkatkan tekanan intra abdomen. Selain itu pada pemeriksaan fisik mungkin di dapat buli - buli yang terisi penuh dan teraba massa kistik di daerah supra simphisis akibat retensi urine. Pada pemeriksaan colok dubur didapatkan konsistensi prostat kenyal seperti mraba ujung hidung, lotus kanan dan kiri simetris dan tidak di dapatkan nodul.

PEMERIKSAAN PENUNJANG1. Pemeriksaan mikroskopis urin dan kultur. 2. Tes faal ginjal 3. Pemeriksaa gula darah 4. Evaluasi urodinamik urin 5. Pemeriksaan radiologis.

TERAPI

1 Medikal therapi. 2 Pembedahan atau muasi minimal

PENGOBATAN MEDIKAMENTOSA1 Mengurang resistensi leher buli buli dengan obat obatan golongan alfabloker, misal ; Fenoksi Benzamin. 2 Mengurangi volume prostat.

PEMBEDAHAN PROSTAT1 Reseksi transuretral prostat (TUR atau TUR P) 2 Prostatektomi supra-pubic 3 Prostatektomi perineal 4 Prostatektomi retropubic 5 Insisi prostat Transuretral (TUIP) International Prostate Symptom Score (I-PSS)