Manado Post Minggu 15 April

  • View
    330

  • Download
    16

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Puting Beliung Amuk Minahasa

Text of Manado Post Minggu 15 April

  • Editor: Idham MalewaPeliput: Christian

    Tumimoor/Rahma

    M A N A D O Ratusan undangan langsung terkesima saat nyanyian ang-gota Paduan Suara Mahasiswa Unima atau Unima Choir dan alumni Unima Choir membahana di

    Editor: Firman ToboleuPeliput: Iswan Buka

    MANADO Radar Manado (Ma-nado Post grup) menggempar Manado, Sabtu (14/4), kemarin. Jalan-jalan

    utama dibuat macet. Ribuan warga Manado tumpah ruah mengikuti jalan sehat memperingati Paskah, sekaligus mengkampanyekan hidup sehat.

    Sejak pukul 05.00, lapangan Tikala mulai dipadati peserta jalan sehat yang

    disponsori Kopi Tetap Sejati. Peserta didominasi siswa-siswa SMP, SMApembaca masa depan Manado Post grupOrganisasi Kemasyarakatan

    1 5 A P R I L 2 0 1 2NOMOR: 7645 RP. 3.000,-

    SEMENTARA ITUPeliknya Menangani Musibah Nuklir karena Gempa, Belajar dari Jepang

    Melebihi Ketakutan yang Disebabkan Bencana Nuklir Chernobyl

    DIA tahu namanya terdengar menarik perhatian. Karena itu, saat memperkenalkan diri, pria itu berusaha untuk tersenyum lucu. Nama saya Osamu Fukushima, kata gener-al manager perusahaan Murakami-Noen itu.

    Dia memaklumi namanya dikaitkan dengan bencana PLTN (pembangkit listrik tenaga nuklir) Fukushima Daiichi meski itu hanya kebetulan. Kadang kawan saya juga menjuluki Osamu bin Laden, lanjut bos pabrik persemaian sprout alias kecambah di

    Prefektur (Provinsi) Yamanashi itu. Tentu bukan karena dirinya bernama

    Fukushima pabriknya terimbas bencana nuklir. Meskipun jaraknya lebih dari 90 km dari PLTN Fukushima, Murakami-Noen dan para konsumennya juga ikut waswas. Maka, Murakami yang dijuluki Kerajaan Kecambah (luas rumah kacanya 1,3 hektare dan produksinya 3 juta pak per bulan) itu pun

    Gempa di Aceh mengingatkan betapa wilayah Indonesia labil. Persis dengan Jepang. Untunglah Indonesia tidak punya reaktor nuklir. Wartawan Jawa Pos ROHMAN BUDIJANTO yang akhir Maret lalu berkunjung ke beberapa kota di

    Jepang menuliskan betapa peliknya mengatasi PLTN bocor karena gempa-tsuna-mi. Pelajaran penting bagi Indonesia yang pengin punya PLTN.

    Baca Melebihi..... Hal 11

    Baca Puting..... Hal 11

    Baca Gemakan.....

    Hal 11

    Baca Jalan..... Hal 11

    ANAK AJAIB

    KRIMINAL

    SOSOK

    Tilang, Polantas Tempel Depan Bus

    AKSI seorang polisi lalu lintas di Vietnam ini patut diacungi jempol. Dengan penuh ke-beranian, dirinya melompat ke bagian depan bus yang me-langgar peraturan, karena bus itu tidak mau ditilang.

    Letnan Nguyen Manh Phan meminta Phung Hong Phuong agar menghentikan bus yang dikemudikannya karena bus itu melintas di jalan yang berlawanan arah. Namun Phuong menolak untuk menerima surat tilang dari Nguyen dan tetap menancapkan gas.

    Baca Tilang... Hal 11

    Baca Kental.. Hal 11

    Baca Dirampok.. Hal 11

    F-Rohman budijanto/jawapos

    Seorang petugas pemantau sedang menguji makanan dari kemungkinan tercemar radiasi nuklir akibat bocornya PLTN Fukushima.

    Heidi Reinkarnasi Albert Einstein

    ORANG tua Heidi Hanskin tak menduga, kecerdasan putri kesayangannya di atas rata-rata anak seusianya. Bahkan kepintaran Heidi yang baru berusia 4 tahun, dianggap reinkarnasi Albert Einstein. Asumsi ini sesuai penelitian yang dilakukan Prof Glenn Doman. Bahwa

    Kental MinahasaTAHUN 1960 an

    nama Felix Singal cu-kup popular di kalangan pembalap sepeda Indo-nesia. Nama Sulawesi Utara dibuat harum berkat kehebatan putra Tondano ini dalam ke-juaraan balap sepeda tingkat nasional yang digelar oleh Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) di Semarang pada tahun 1963. Kala itu PB ISSI di bawah Kepemimpinan Letkol S. Soeroso.

    Balap Sepeda seb-etulnya sudah cukup lama dikenal di Indonesia, bahkan jauh sebelum Perang Dunia II sudah ada beberapa pembalap sepeda yang dibiayai oleh kaum pengusaha

    Jalan Sehat Radar Manado-Tetap Sejati Heboh Dilepas Gubernur,

    Diakhiri Games dan Door Prize

    TONDANO- Puji Tuhan. Desis suara Desby Suoth, warga Desa Tonsewer, Kecamatan Tompa-so Barat tertahan saat mengetahui istri dan anaknya terlepas dari terjangan maut, Sabtu (14/4) sekira

    Puting Beliung Amuk Minahasa

    Di Desa Tonsewer

    Rusak Berat 3 RumahRusak Sedang 4 RumahRusak Ringan 2 RumahAda 9 Kepala Keluarga

    Di Desa Tonsewer Selatan

    Rusak Berat 5 RumahRusak Sedang 6 RumahRusak Ringan 3 RumahAda 14 Kepala KeluargaSumber : Kantor Camat Tompaso

    8 Rumah di Tonsewer Luluh Lantak

    Editor: Idham MalewaPeliput: Benny Alllo

    pukul 13.00 Wita. Saat itu, Desby dan warga desa tak menduga kalau hujan dan angin kencang akan disertai angin puting beliung. Dalam hitungan detik, angin puting beliung sudah berada di atas rumah yang kami tinggali, saya sudah tidak bisa berbuat lebih dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Di dalam rumah adan istri dan anak saya, ujar Suoth gugup tadi malam.

    Peristiwa yang mengejutkan banyak orang, tak hanya menerjang Desa Tonsewer, tapi desa tetang-ga Desa Tonsewer Selatan, Kecamatan ditampar angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba. Akibatnya, 8 rumah di dua desa ini rusak berat.

    Menurut Desby dia saat itu sedang berada di pekarangan rumah. Tak ada tanda-tanda siang itu akan ada badai. Hanya hujan disertai angin biasa. Saat asyik mengamati, matanya tiba-tiba melihat pusaran angin yang bertiup begitu kencang. Saat itu juga, dia dan tetangga langsung panik meli-hat ada angin tornado mengangkat benda-benda yang ada di sekelilingnya seperti seng, ranting pohon dan apa saja yang dilewatinya. Jantungnya makin berdetak kencang, saat arah angin menuju atap rumahnya. Dia pun baru sadar, di dalam ada istri dan anaknya yang masih kecil. Angin yang

    Markus Budiman/Manado Post

    Felix Singal

    Baca Heidi.. Hal 11

    Baca Tilang.. Hal 11

    Dirampok Dalam Mikrolet 96 Juta Raib

    PERTAMA kali terjadi di 2012, perampokan dalam kendaraan umum (Mikrolet). Korban Meske Kalengko-ngan (43), warga Kelurahan Lapangan IV, Kecamatan Mapanget, kehilangan uang tunai sebanyak Rp96 juta. Menariknya lagi, kejadian di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Politeknik terjadi di pagi hari, sekira pukul 10.57.

    Kejadian tersebut langsung memupuskan harapan Meske untuk memiliki sebuah mobil Avanza. Bahkan, selain uang tunai Rp96 juta, beberapa barang berharga lain di dalam tas ikut dibawa pelaku, yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

    Menurut Meske, saati melaporkan kejadian yang me-nimpa dirinya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu

    Dari HUT ke-10 PSM Unima

    Gemakan Sulut di Dunia 2002 Pesparawi Tingkat Mahasiswa nasional ke VII,

    Pagelaran Natal PSM Unima2003 Two Colors of Praise2004 Pesparawi Tingkat Mahasiswa nasional ke VIII

    Jayapura , tur konser Dona Nobis Pacem Kupang NTT2005 Busan International Choir Festival and Competition

    Korea Selatan, Simposium on ChurchChorl Music bandung

    2006 Olimpiade Paduan Suara China2007 Asian Choir Games2008 North Sulawesi International Choir Competition ,

    Pesparawi Tingkat Mahasiswa nasional ke X Salatiga, Olimpiade Paduan Suara Graz Austria, The 4th Changwon Grandprix Choir Festival, Busan International Choir Competition,

    2009 1st World Choir Championship Changwon Korsel, 1st Tomohon International Choir Cmpetition,

    2010 New Years Cncert, Sing When The Spirit Says Sing Concert, 2nd Tomohon International Choir Competition, The 6th Warsaw International Choir Competition Polandia, Tour Concert Paris dan Swedia, Perayaan Natal nasional yang dihadiri Preiden RI

    2011 Balikpapan Choral Workshop, Pasar Malam Indonesia Malievel Denhaag Belanda, Symposium on Choral Music Bandung dan p-embuatan album perdana PSM Unima, Srilanka Tour Concert, Perayaan Natal Nasional

    SPEKTAKULER: Jalan sehat yang digagas Radar Manado (Manado Post grup)- Kopi Tetap Sejati menciptakan kehebohan warga di Kota Manado, Sabtu (14/4) sekira pukul 05.30 Wita.

    Lukman/Manado Post

    SYUKURAN: Para Pengurus Unima Choir saat meniup lilin HUT ke-10, yang dirayakan di aula Mapaluse Kantor Gubernur Sulut, tadi malam.

  • Juni, 6 Uang Logam Lama Tak Berlaku LagiDeadline Penukaran 24 Juni

    BANK Indonesia memberikan tenggat waktu hingga 24 Juni 2012 bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang logam pecahan tahun 1970 hingga 1978. Lewat tenggat waktu itu, masyarakat tak bisa lagi mengklaim penukaran uang tersebut. Ketentuan tersebut disampaikan BI dalam keterangan tertulis yang diperoleh VIVAnews.com, Jumat, 13 April 2012.

    Kepada masyarakat yang masih memiliki uang logam dimaksud dan berniat untuk menukarkannya, dapat dilakukan sebelum batas waktu yang telah ditentukan, kata Kepala Grup Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Benny Siswanto.

    BI memang telah mencabut

    dan menarik dari peredaran uang logam seperti diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.4/3/PBI/2002 tanggal 6 Juni 2002 tentang Pencabutan dan Penarikan dari Peredaran Uang Logam Pecahan.

    Uang logam yang dicabut dan ditarik peredarannya adalah Rp5 tahun emisi 1970 dan 1974, Rp25 tahun emisi 1971, Rp50 tahun emisi 1971, serta Rp100 tahun emisi 1973 dan 1978. Benny menegaskan, pe-nukaran uang logam itu dapat di-layani di kantor pusat dan kantor perwakilan Bank Indonesia pada jam operasional. Selanjutnya, hak untuk menuntut penukaran uang logam sebagaimana dimaksud tidak berlaku lagi setelah 24 Juni 2012, tegas dia.(viv/syl)

    Tinggalkan Kamera dan Mulai Bisnis

    SEBELUMNYA, sempat diberitakan bahwa kehidupan Nindy setelah me-nikah dengan Azka tidak terlalu ber-beda jauh dengan kehidupan mereka sebelum menikah. Namun demikian, Nindy sendiri rupanya m e m a n g p u n y a k e i n g i n a n u n t u k membuat beberapa

    perubahan dalam hidupnya.Kalau beraksi di depan kamera enggak sih,

    kayaknya pengen bisnis, kan kalo kita tampil di depan kamer